• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pendapatan USAhatani Bunga Potong (Studi Kasus Petani Bunga Krisan Putih di Kelurahan Kakaskasen Dua Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Pendapatan USAhatani Bunga Potong (Studi Kasus Petani Bunga Krisan Putih di Kelurahan Kakaskasen Dua Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 .  Luas areal dan Produksi Bunga Kri- Kri-san di Kelurahan Kakaskasen II  Ta-hun 2009
Tabel 2. Jumlah dan Persentase Petani Menurut  Luas Lahan  Luas lahan  (m 2 )  Jumlah petani (orang)  Persentase (%)  10 – 50  4  20  51 – 100  4  20  101 – 150  6  30  151 – 200  6  30  Jumlah 20  100   Sumber: data primer 2010
Tabel 3.  Rata-rata Luas Lahan, Rata-Rata Produk- Produk-si, dan Harga Bunga Krisan

Referensi

Dokumen terkait

Petani tomat dapat menghasilkan pendapatan lebih besar jika pengelolaan usaha taninya dilakukan dengan baik yaitu menggunakan faktor produksi secara efisien,

Partisipasi wanita dalam bidang pertanian sangatlah besar termasuk dalam usaha bunga potong di kelurahan Kakaskasen II penting untuk mengukur partisipasi tenaga

Hasil penelitian menunjukan bahwa kredit yang diterima petani dari perbankan digunakan untuk penambahan faktor-faktor produksi yang digunakan petani seperti penambahan

Pendapatan yang menurun akan menyebabkan petani ataupun anggota rumah tangganya mencari pendapatan pada usaha lain diluar usahataninya, pendapatan dari sektor non

Sebagai sumber pendapatan utama, pendapatan usahatani bunga krisan dapat memberikan kontribusi kepada rumah tangga petani baik dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah

Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah produksi dan pendapatan yang diperoleh petani bawang merah di Kelurahan Balla, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang yaitu

Menghadapi persaingan yang lebih ketat ditambah dengan adanya kelompok tani yang lain dengan bermacam-macam usaha tanaman hias, maka perlu dikaji tentang bauran

Analisis yang disajikan pada Tabel 11 menunjukan bahwa untuk faktor produksi Lahan, benih, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja mempunyai nilai efisien lebih dari