MATA KULIAH SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU INDONESIA
PROGRAM STUDI S1 ILMU PEMERINTAHAN
Nomor
Tgl. Disusun
Revisi
RPS-S1IP-045
2 September 2017
00
Disetujui,
Ketua Program Studi
Dosen Pengampu,
Anik Sri Widawati, S.Sos., M.M.
NIK.
190302041Desiana Rizka Fimmastuti , S.I.P., M.Sc.
NIK. 190302414
UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2
1. IDENTITAS MATA KULIAH
Program Studi S1-ILMU PEMERINTAHAN Semester Genap (4)
Nama Mata Kuliah SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU INDONESIA Bobot SKS 2 SKS ( 2 Teori)
Kode Mata Kuliah IP-057 Dosen Pengampu Desiana Rizka Fimmastuti, S.IP, M.A
Komponen Penilaian
Teori Praktikum
Penilaian Acuan Patok (PAP)
▪ > 81% : A ▪ ≥ 61< 80 : B ▪ ≥ 41< 60 : C ▪ ≥ 21< 40 : D ▪ ≥ 0 < 20 : E UTS : 20 % UAS : 30 %
Kehadiran & Partisipasi : 20 %
Tugas Kelompok : 10 %
Tugas Kuis/Individu : 20 %
2. GAMBARAN UMUM/DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan mendasar tentang konsep teoritis sistem kelembagaan politik dan pemilu di Indonesia. Mata kuliah ini disusun dengan dua blok besar, yaitu blok tentang sistem kepartaian dan blok tentang pelaksanaan pemilu dari sisi konsep maupun praktik di Indonesia. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah diharapkan mampu menguasai konsep teoritik kelembagaan tentang partai, pemilu, dan dinamikanya di Indonesia sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan daya saing mereka. Pengampu tidak hanya memberikan pengetahuan dari sisi teoritik tetapi juga dari sisi praktik sehingga dapat berkontribusi dalam mengasah kemampuan analisis mahasiswa. Dengan cara inilai, mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pendidikan sehingga dapat menjadi tenaga yang terlatih, terampil, dan profesional.
3. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran :
1. Penguasaan Pengetahuan :
a. Menguasai pengetahuan mendasar tentang partai politik, sistem kepartaian dan juga pemilu;
b. Menggunakan berbagai pengetahuan sistem kepartaian dan pemilu dalam menganalisis realitas sosial;
2. Keterampilan Khusus :
a. Mampu mempraktekkan dasar penghitungan suara dalam setiap sistem pemilu; b. Mampu menyusun kerangka berpikir dan kerangka analisis perbaikan partai politik; c. Mampu menyusun rekomendasi perbaikan sistem penyelenggaraan pemilu di Indonesia;
3 a. Mampu mengkaji berbagai fenomena sosial politik terkait partai politik, sistem kepartaian dan pemilu, sehingga kelak mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengembangan atau
implementasi ilmu pengetahuan demi terwujudnya tata kelola pemilu yang lebih baik;
b. Mampu memetakan perkembangan keilmuan sehingga menjadi sarana pengembangan ilmu secara global; c. Mampu berdisiplin secara metodologis untuk mencegah plagiasi dan memperkuat kualitas hasil penelitian;
4. Sikap :
a. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik dalam analisis sosial politik;
b. Berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan memiliki sikap tanggungjawab serta dedikasi atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri; c. Mampu mengelola data, mulai dari pengumpulan, pendokumentasian, analisis, hingga penyimpanan data dalam rangka pengembangan keilmuan;
d. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
4. UNIT-UNIT PEMBELAJARAN SECARA SPESIFIK
MINGGU
KE KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN INDIKATOR PENILAIAN POKOK & SUB POKOK BAHASAN
METODE
PEMBELAJARAN WAKTU KRITERIA PENILAIAN BAHAN BELAJAR
1
Menguasai dan memahami tujuan dan arah pembelajaran mata kuliah Sistem
Kepartaian dan Pemilu
Pengantar Perkuliahan
Tujuan Pembelajaran MK Sistem Kepartaian dan Pemilu Indonesia
Capaian Pembelajaran dan Kemampuan Akhir yang Diharapkan Kontrak Kuliah Ceramah dan tanya jawab tentang Capaian Pembelajaran 100 Menit RPSS 2
Menguasai dan memahami pentingnya partai politik dan pemilu dalam konteks negara demokrasi
Mampu mengungkapkan urgensi parpol dalam iklim demokrasi, serta pentingnya penyelenggaraan pemilu
Partai Politik, Pemilu dan Demokrasi Peran Partai Politik Dalam
Pemilu
Parpol dan Demokratisasi (Procedural and Substantive
Presentasi Kelompok, diskusi kelas, dan simulasi 100 Menit Kehadiran, partisipasi dan kemampuan analisis kasus
4 Democracy)
3
Menguasai dan memahami konsep dasar partai politik
Mampu mengungkapkan pengetahuan dasar tentang parpol mulai dari asal usul, hingga fungsi parpol
Konsep Dasar Partai Politik Asal Usul Partai Politik Pengertian Partai Politik Fungsi-Fungsi Partai Politik
Presentasi Kelompok, diskusi kelas, dan simulasi 100 Menit Kehadiran, partisipasi dan kemampuan analisis kasus
Ref. 3,4
4
Menguasai dan memahami tipologi partai politik
Mampu memahami dan memberikan contoh parpol berdasarkan tipologi
Tipologi Partai Politik Partai Elit dan Massa Partai Catch All dan Kartel Partai Perusahaan Bisnis
Presentasi Kelompok, diskusi kelas, dan simulasi 100 Menit Kehadiran, partisipasi
dan kemampuan analisis Ref. 5, 6, 7, 8
5 Menguasai dan memahami dinamika partai
politik
Mampu memahami materi sebelumnya dan menganalisis dinamika parpol di Indonesia
Dinamika Partai Politik
Pelembagaan Partai Politik dan Demokrasi Intra Partai
Patologi dalam Tubuh Parpol (Oligarki, Korupsi Sistemik, dsb)
Presentasi Kelompok, Quiz (Evaluasi Pertemuan) dan Diskusi 100 Menit
Hasil quiz, kehadiran,
dan partisipasi Ref. 9, 10
6 Menguasai dan memahami tiga wajah
parpol secara teoritik dan empirik
Mampu mengungkapkan tiga wajah partai dan memberikan contoh yang terjadi di
Indonesia
Partai Politik dalam Tiga Wajah Party in Office Party in Grassroot Party in Parlement/Public Presentasi Kelompok dan Diskusi 100 Menit
Hasil presentasi dan
keaktifan dalam diskusi Ref. 11, 16
7
Memahami relasi partai politik dengan lingkungan sosial di sekitarnya, serta dalam bidang pemerintahan dan kesejahteraan
Mampu menganalisis peran parpol dalam konteks kesejahteraan dan pemerintahan
Partai Politik dan Dinamika Sosial di Sekitarnya
Partai Politik dan Organisasi Lainnya
Sistem Kepartaian dan
Presentasi Kelompok dan Diskusi
100 Menit
Hasil presentasi dan keaktifan dalam diskusi
Ref 12, 13, 14, 15, 16
5 Kesejahteraan
Sistem Kepartaian dan Pemerintahan
UJIAN TENGAH SEMESTER
9
Menguasai beragam desain pemilu, metode penghitungan, serta implikasinya secara politis
Mampu menjelaskan dan memberikan ilustrasi desain pemilu dan metode
penghitungan suara
Desain Sistem Pemilu, Penghitungan Suara dan Implikasi Politik
Sistem Distrik Sistem Proporsional Sistem Campuran Presentasi Kelompok dan Diskusi 100 Menit
Hasil presentasi dan keaktifan dalam diskusi
Ref. 17, 18, 25, dan 26
10 Menguasai konsep dasar keterlibatan
parpol dalam pemilu
Mampu menjelaskan dan menganalisis keterlibatan parpol dalam pemilu
Partai Politik dan Kepesertaan dalam Pemilu
Penyelenggara Pemilu Peserta Pemilu dan Pemilih Perilaku Memilih dalam Pemilu
Presentasi Kelompok dan Diskusi
100 Menit
Hasil presentasi dan
keaktifan dalam diskusi Ref 19, 20, dan 27
11 Menguasai konsep dasar penyelenggaraan
pemilu dan dinamikanya di Indonesia
Mempu menjelaskan dan menganalisis penyelenggaraan pemilu di Indonesia Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia Pemilu Eksekutif Pemilu Legislatif Presentasi Kelompok dan Diskusi 100
Menit Hasil presentasi dan
keaktifan dalam diskusi Ref 18 dan 21
12 Menguasai berbagai tahapan pemilu dari
sisi teoritik maupun praktik
Mampu mengindentifikasi dan menganalisis beragam tahapan pemilu dari sisi teoritik
maupun praktik
Proses Pemilu
Sertifikasi Peserta Pemilu Proses Kandidasi
Kampanye (isu, waktu, pembiayaan) Presentasi Kelompok dan Diskusi 100 Menit
Hasil presentasi dan
keaktifan dalam diskusi Ref 22 dan 23
13 Menguasai dan mampu menganalisis
beragam patologi dalam pemilu
Mampu menjelaskan dan mengidentifikasi ragam patologi dalam pemilu
Patologi Pemilu
Patologi dari Sisi Penyelenggara Patologi dari Sisi Peserta
Presentasi Kelompok dan Diskusi
100
Menit Hasil presentasi dan
6
5. TUGAS/AKTIVITAS DAN PENILAIAN
TUGAS/AKTIVITAS KEMAMPUAN YANG DINILAI/DIEVALUASI WAKTU
PELAKSANAAN BOBOT KRITERIA PENILAIAN INDIKATOR PENILAIAN
Tugas kelompok berupa penyusunan dan presentasi materi pada setiap
Pemahaman terhadap materi dan kemampuan menyampaikan dari sisi teoritik dan praktik
Pertemuan
1-15 60%
Ketepatan Penjelasan dan Kelengkapan Konsep
Kejelasan Konsep 10-40 Poin
Kebenaran Konsep 10-40 Poin
Patologi dari Sisi Pemilih
14 Menguasai dan memahami prosedur
pengawasan pemilu
Mampu menjelaskan dan menganalisis dinamika pengawasan pemilu dari sisi teoritik maupun praktik
Pengawasan Pemilu
Mekanisme Pengawasan dari Sisi Penyelenggara
Mekanisme Pengawasan dari Sisi Peserta
Mekanisme Pengawasan dari Sisi Masyarakat Sipil
Presentasi Kelompok dan Diskusi
100 Menit
Hasil presentasi dan
keaktifan dalam diskusi Ref 28
15
Menguasai mekanisme penyelesaian sengketa pemilu dari sisi praktik maupun teoritik
Mampu menganalisis ragam sengketa pemilu dan memberikan rekomendasi penyelesaian sengketa pemilu
Penyelesaian Sengketa Pemilu Prosedur Penyelesaian
Sengketa Pemilu
Langkah Perbaikan Sistem Pemilu Presentasi Kelompok dan Diskusi 100 Menit
Hasil presentasi dan keaktifan dalam diskusi
UU No 8 tahun 2012
7 pertemuan berdasarkan
jurnal yang dibagikan. Hal ini sebagai bagian dari metode student centered learning.
Partisipasi, Kemampuan
Komunikasi, Logika dan Persuasi
Dukungan terhadap anggota
kelompok 10-40 Poin
Komunikasi Verbal dan Persuasi 10-40 Poin
Logika 10-40 Poin
Isi & Organisasi Penulisan
Isi 10-40 Poin
Konsistensi Penggunaan Kaidah
Akademik dan Referensi 10-40 Poin Organisasi Penulisan 10-40 Poin
Evaluasi dalam bentuk quiz untuk mengetahui
pehamahaman mahasiswa tentang konsep dasar tentang partai politik dan tipologi partai politik
Tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah berikan pada pertemuan sebelumnya (1-4)
Pertemuan ke-
5 40%
Ketepatan Penjelasan dan Kelengkapan Konsep
Kejelasan Konsep 10-40 Poin
Kebenaran Konsep 10-40 Poin
Kemampuan Logika
Sistematika berpikir 10-40 Poin
Logika 10-40 Poin
Isi Penulisan Argumentasi 10-40 Poin
7. REFERENSI
1. Sören Holmberg. “Are Political Parties Necessary?” Electoral Studies, Vol. 22, 2003, hal. 287-99
2. Piero Ignazi. “Power and the (il)legitimacy of political parties: An unavoidable paradox of contemporary democracy?” Party Politics, Vol. 20, 2014
3. Ingrid van Biezen. “On the Theory and Practice of Party Formation and Adaptation in New Democracies.” European Journal of Political Research, Vol. 44. 2005. 4. Vicky Randall and L. Svasand. “Introduction: The Contribution of Parties to Democracy and Democratic Consolidation.” Democratization, Vol. 9, No. 3, 2008. 5. Andre Krouwel. “Party Model,” dalam Katz, Richard S. & William Crotty (ed.). Handbook of Party Politics. London: SAGE Publications, hal. 249-269
6. Otto Kirchheimer.”The Transformation of the Western European Party System,” dalam Joseph LaPalombara and Myron Weiner (eds). Political Parties and Political Development. Princeton, NJ: Princeton University Press. 1966.
8 8. Jonathan Hopkin dan Paolucci C. “The Business Firm Model of Party Organization: Cases from Spain and Italy.” European Journal of Political Research, Vol. 35, 1999.
9. Vicky Randall dan Lars Svansand. “Party Institutionalization in New Democracies.” Party Politics, Vol 8, No. 1, 2002. 10. Aspinal dan Sukmajati (2015). Politik Uang di Indonesia. Yogyakarta: PolGov
11. Richard S. Katz & Peter Mair, “The Evolution of Party Organization in Europe: The Three Faces of Party Organization”, The American Review of Politics, Vol 14, Winter 1993, hal 593-600 12. Thomas Poguntke. “Political Parties and Other Organizations,” dalam Katz, Richard S. & William Crotty (ed.). Handbook of Party Politics. London: SAGE Publications, hal. 396-405. 13. Dalton dan Weldon. “Public Images of Political Parties: A Necessary Evil?” West European Politics, Vol. 29, No. 1. 2006
14. Petra Schleiter and Alisa M Voznaya. “Party system competitiveness and corruption.” Party Politics, Vol. 20, 2012. 15. Nisha Mukherjee. “Party systems and human well-being. Party Politics, Vol. 19, 2011.
16. Scott Mainwaring. “Presidentialism, Multipartism, and Democracy: The Difficult Combination.” Comparative Political Studies, Vol. 26, 1993 17. Andre Blais and Louis Massicotte, Electoral System, dalam LeDuc, et all, Comparing Democracies 2, p. 40-69
18. Pamungkas, Sigit, Perihal Pemilu, Bab 3
19. Lopez-Pintor, Rafael, Electoral Management Bodies as Institution of Governaance, Bureau for Development Policy UNDP, 2000 20. Reynold and Steenburgen, How the world votes, Electoral Studie Vol. 25 tahun 2006
21. Evans, Kevin Raymond, Sejarah Pemilu dan Partai Politik di Indonesia, PT Arise Consultancies, Jakarta, 2003 22. Hazan, Candidate Selection, dalam LeDuc, et all, Comparing Democracies 2, p.108-126
23. Pippa Norris, Campaign Communication, dalam LeDuc, et all, Comparing Democracies 2, p. 127-147
24. Birch, Electoral System and Electoral Miscconduct, Comparative Political Studies, Vol. 40 No. 12 Tahun 2007 25. Lijphart (1995). Electoral Systems and Party Systems. Oxford: Oxford University Press, Bab 3 dan Lampiran A. 26. Reynolds, et.al. (2005). Electoral System Design: The New International IDEA Handbook. Stockholm: IDEA, Bab 3
27. Mujani, et. al (2011). Kuasa Rakyat: Analisis tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca-Orde Baru. Bandung: Mizan
28. Elklit and Svensson (1997). "What Makes Elections Free and Fair?“ Journal of Democracy, Vol. 8, No. 3; Nevitte and Canton (1997). "The Role of Domestic Observes,“ Journal of Democracy, Vol. 8, No. 3