• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKENARIO 3 blok kedkel

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKENARIO 3 blok kedkel"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PBL SKENARIO 3

PBL SKENARIO 3

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA

Kelompok

Kelompok A1

A11

1

K

Keettuuaa : : GGaabbbby y RRaaccee!!""aa ##1111$$%%$$11$$11$$&&'' S

Seekk((eettaa(("")) : : LLaakk))mm" " RR""**kka a AA++""aa,,"" ##1111$$%%$$111111--$$'' A

A,,....oottaa : : BBeetta a NNuu((//""aa ##1111$$%%$$11$$$$--00'' 

aa((""!!a a ""!!""yyaa,,"",,..((uumm ##1111$$%%$$1111$$2222'' 

ee((""kka a PP((aattaamm"" ##1111$$%%$$111111$$--'' 

ee((((y y uu,,""aa,,))yyaa ##1111$$%%$$111111$$44'' 

"",,!!a a SSaa++""tt(("" ##1111$$%%$$111111$$55'' 

""tt((""aa,,o o 66aa,,""77""eekkoo ##1111$$%%$$111111$$00'' L

L"",,!!aa  SSyyaa++aaaa))ttuutt"" ##1111$$%%$$111111--11''

AKULTAS KEDOKTERAN

AKULTAS KEDOKTERAN

UNI8ERSITAS 9ARSI

UNI8ERSITAS 9ARSI

%$1-  %$14

%$1-  %$14

(2)

SKENARIO 3 SKENARIO 3

Dr. Ahmad, 31 tahun, praktek di sebuah klinik dokter keluarga. Klinik ini Dr. Ahmad, 31 tahun, praktek di sebuah klinik dokter keluarga. Klinik ini dikelola dengan baik sehingga dalam aktu !ang relati" singkat mengalami kema#uan dikelola dengan baik sehingga dalam aktu !ang relati" singkat mengalami kema#uan !ang $ukup pesat dan dikenal luas di mas!arakat. Suatu hari kedatangan seorang !ang $ukup pesat dan dikenal luas di mas!arakat. Suatu hari kedatangan seorang  pasien,

 pasien, N!, A, N!, A, 3% 3% tahun tahun dengan dengan kehamilan kehamilan trimester trimester 1 1 pada pada &'()A). &'()A). (asien (asien inginingin melakukan pemeriksaan kehamilan se$ara rutin di klinik Dr. Ahmad karena pasien melakukan pemeriksaan kehamilan se$ara rutin di klinik Dr. Ahmad karena pasien mendapat in"ormasi baha pela!anan di klinik ini baik. (asien mempun!ai keluhan mendapat in"ormasi baha pela!anan di klinik ini baik. (asien mempun!ai keluhan seri

sering ng muamual, l, mumuntantah, h, lemlemas, as, $ep$epat at lellelah ah dan dan sesasesak. k. DokDokter ter kemkemudiudian an melmelakuakukankan  pemeriksaan

 pemeriksaan "isik "isik bersama bersama bidan. bidan. (ada (ada pemeriksaan pemeriksaan ditemukan ditemukan baha baha kandungankandungan dalam kondisi !ang baik

dalam kondisi !ang baik namunamun n ibu tampak pu$at, ibu tampak pu$at, takiktakikardi, murmurardi, murmur, , takiptakipnea, dannea, dan terdapat n!eri tekan epigastrium.

terdapat n!eri tekan epigastrium. Dr

Dr. . AhAhmad mad menmen!a!aranrankan kan agaagar r pasipasien en menmengikgikuti uti pempemerikeriksaan saan ANAN* * !a!angng teratur dan men#elang partus kelak pasien akan diru#uk ke spesialis Obg!n !ang sudah teratur dan men#elang partus kelak pasien akan diru#uk ke spesialis Obg!n !ang sudah  beker#a

 beker#a sama sama dengan dengan klinik klinik dokter dokter keluarga keluarga tersebut. tersebut. (asien (asien menan!akan menan!akan ke ke dokter dokter  tentang pilihan pembia!aan proses

tentang pilihan pembia!aan proses persalinan, mengingat kemungkinan membutuhkanpersalinan, mengingat kemungkinan membutuhkan  bia!a !ang lebih besar.

(3)

SKENARIO 3 SKENARIO 3

Dr. Ahmad, 31 tahun, praktek di sebuah klinik dokter keluarga. Klinik ini Dr. Ahmad, 31 tahun, praktek di sebuah klinik dokter keluarga. Klinik ini dikelola dengan baik sehingga dalam aktu !ang relati" singkat mengalami kema#uan dikelola dengan baik sehingga dalam aktu !ang relati" singkat mengalami kema#uan !ang $ukup pesat dan dikenal luas di mas!arakat. Suatu hari kedatangan seorang !ang $ukup pesat dan dikenal luas di mas!arakat. Suatu hari kedatangan seorang  pasien,

 pasien, N!, A, N!, A, 3% 3% tahun tahun dengan dengan kehamilan kehamilan trimester trimester 1 1 pada pada &'()A). &'()A). (asien (asien inginingin melakukan pemeriksaan kehamilan se$ara rutin di klinik Dr. Ahmad karena pasien melakukan pemeriksaan kehamilan se$ara rutin di klinik Dr. Ahmad karena pasien mendapat in"ormasi baha pela!anan di klinik ini baik. (asien mempun!ai keluhan mendapat in"ormasi baha pela!anan di klinik ini baik. (asien mempun!ai keluhan seri

sering ng muamual, l, mumuntantah, h, lemlemas, as, $ep$epat at lellelah ah dan dan sesasesak. k. DokDokter ter kemkemudiudian an melmelakuakukankan  pemeriksaan

 pemeriksaan "isik "isik bersama bersama bidan. bidan. (ada (ada pemeriksaan pemeriksaan ditemukan ditemukan baha baha kandungankandungan dalam kondisi !ang baik

dalam kondisi !ang baik namunamun n ibu tampak pu$at, ibu tampak pu$at, takiktakikardi, murmurardi, murmur, , takiptakipnea, dannea, dan terdapat n!eri tekan epigastrium.

terdapat n!eri tekan epigastrium. Dr

Dr. . AhAhmad mad menmen!a!aranrankan kan agaagar r pasipasien en menmengikgikuti uti pempemerikeriksaan saan ANAN* * !a!angng teratur dan men#elang partus kelak pasien akan diru#uk ke spesialis Obg!n !ang sudah teratur dan men#elang partus kelak pasien akan diru#uk ke spesialis Obg!n !ang sudah  beker#a

 beker#a sama sama dengan dengan klinik klinik dokter dokter keluarga keluarga tersebut. tersebut. (asien (asien menan!akan menan!akan ke ke dokter dokter  tentang pilihan pembia!aan proses

tentang pilihan pembia!aan proses persalinan, mengingat kemungkinan membutuhkanpersalinan, mengingat kemungkinan membutuhkan  bia!a !ang lebih besar.

(4)

KATAKATA SULIT KATAKATA SULIT

• +(S- +adan (enanggulangan aminan Sosial+(S- +adan (enanggulangan aminan Sosial

PERTAN9AAN PERTAN9AAN

1.

1. Se#auh mSe#auh mana sebuaana sebuah klinih klinik doktk dokter keluaer keluarga darga dapat bekpat beker#asamer#asama dengan +a dengan +(S(S ).

). +a+agagaimimanana a alalur ur +(+(SS 3.

3. (erbed(erbedaan biaan bia!a anta!a antara klinara klinik dokik dokter kelter keluarguarga dan rua dan rumah samah sakitkit /.

/. ApApa sa sa#a a#a $a$akukupapan +n +((SS '.

'. SiaSiapa pa sa#a sa#a !a!ang mng membembia!ia!ai +(ai +(SS 0.

0. +ag+agaimaimana $ana $ara mara masuasuk prk progrogram +am +(S(S .

. +ag+agaimaimana $ara meana $ara mengengetahtahui tenui tentantang pembg pembia!ia!aanaan A;ABAN

A;ABAN 1.

1. KliKlinik doknik dokter keluater keluargrga a dapdapat bekerat beker#asa#asama dengma dengan +(S sampan +(S sampai ai pelpela!aa!anannan  primer, lab darah rutin dan ro

 primer, lab darah rutin dan rontgen.ntgen. )

).. ((uusskkeessmmaann  RuRumamah h SaSakikit t 2m2mum um uuntntuk uk pepememeririksksaan aan lelebibih h lalan#n#utut44  Rumah Sakit (usat. Apabila emergensi maka langsung diru#uk ke RS 2mum. Rumah Sakit (usat. Apabila emergensi maka langsung diru#uk ke RS 2mum. 2ntuk persalinan dibagi men#adi

2ntuk persalinan dibagi men#adi )-  Normal Normal bidan bidan  S*S*  ru#uk  ru#uk  3.

3. 5e5erganrgantung iutung iuran RS, ran RS, dan apadan apakah puskah puskesmas rakesmas raat #alan aat #alan atau raatau raat inap.t inap. /.

/. SelSeluruuruh arh arga nga negaegara Inra Indondonesia esia 6NI6NI4.4. '.

'. DanDana a pripribadbadi i dan dan pempemerinerintahtah.. 0.

0. DaDa"t"tar oar onlnlinine7e7lalangngsusungng44   pemba!  pemba!aran pribaran pribadi7kadi7kantorantor  apalagapalagi i kantokantor r  ma

maka ka didipopototong ng dadari ri gaga#i4#i4  datang datang ke ke kankantor tor +(+(S S untuntuk uk dapdapat at 8i8irturtualal A$$ount

A$$ount  kartu +(S kartu +(S .

. 5e5erganrgantung ktung kelas !elas !ang diang diambil dambil dan keban kebi#akan i#akan rumah rumah sakit.sakit. 6IPOTESIS

6IPOTESIS  N!.

 N!. A A umur umur 3% 3% tahun tahun hamil, hamil, mengun#ungi mengun#ungi Klinik Klinik Dokter Dokter Keluarga Keluarga untuk untuk  me

melalakukukakan n pepememeririksksaan aan kekehahamimilan lan ANAN*4 *4 dedengngan an didibabantntu u ololeh eh bibidadan n ununtutuk k  menge

mengetahui kondisi ibu dan tahui kondisi ibu dan #aninn#aninn!a. 9asil !a. 9asil pemerpemeriksaan di iksaan di $uriga$urigai i adan!adan!a a risikorisiko tingg

tinggi i pada kehamilanpada kehamilan, , sehinsehingga saat gga saat men#emen#elang partus lang partus DoktDokter er KeluarKeluarga ini ga ini meru#umeru#uk k   pasien ke dr. Spesialis Obg!n dikarenakan ini

 pasien ke dr. Spesialis Obg!n dikarenakan ini merupakan hal !ang di luar merupakan hal !ang di luar kompetensikompetensi dr. Ahmad Dokter Keluarga tersebut4. Dokter Keluarga ini #uga men!arankan untuk  dr. Ahmad Dokter Keluarga tersebut4. Dokter Keluarga ini #uga men!arankan untuk  me

melalakukukakan n pepememeririksksaan aan kekehahamimilalan n AAN*N*4 4 se$se$ara ara terterataturur. . SeSelalan#n#ututn!n!a a papasiesienn me

menannan!!akakan an memengngenenai ai pepembmbia!ia!aan aan pepersarsalilinanan, n, dadan n DoDoktkter er KeKeluluararga ga tetersersebubutt men#elaskan tentang #enis:#enis pembia!aann!a.

(5)

SASARAN BELAAR 

1. ;emahami Dan ;en#elaskan (rosedur (emeriksaan Standar Klinik Dokter Keluarga

). ;emahami Dan ;en#elaskan ;ana#emen Klinik Dokter Keluarga 3. ;emahami Dan ;en#elaskan 5entang +(S

3.1. (rosedur +(S 3.). Sistem +ia!a +(S 3.3. ;a$am:;a$am +(S

3./. Apa Sa#a <ang Ditanggung Oleh +(S

/. ;emahami Dan ;en#elaskan (eran Dokter Serta ;itra Ker#a Dalam (ela!anan Kedokteran Keluarga

'. ;emahami Dan ;en#elaskan Sistem Ru#ukan (ada Klinik Kedokteran Keluarga 0. ;emahami Dan ;en#elaskan 5ata$ara Dokter ;uslim Dalam ;enangani (asien

(6)

1< =emaam" Da, =e,>ela)ka, P(o)e!u( Peme("k)aa, Sta,!a( Kl","k Dokte( Kelua(.a

a. Anamnesis

(ela!anan dokter keluarga melaksanakan anamnesis dengan pendekatan  pasien patient:$entered approa$h4 dalam rangka memperoleh keluhan

utama pasien, kekhaatiran dan harapan pasien mengenai keluhann!a tersebut, serta memperoleh keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis  b. (emeriksaan "isik dan pemeriksaan penun#ang

Dalam rangka memperoleh tanda : tanda kelainan !ang menun#ang diagnosis atau men!ingkirkan diagnosis banding, dokter keluarga

melakukan pemeriksaan "isik se$ara holistik= dan bila perlu mengan#urkan  pemeriksaan penun#ang se$ara rasional, e"ekti" dan e"isien demi

kepentingan pasien semata.

$. (enegakkan diagnosis dan diagnosis banding

(ada setiap pertemuan, dokter keluarga menegakkan diagnosis ker#a dan  beberapa diagnosis banding !ang mungkin dengan pendekatan diagnosis

holistik. d. (rognosis

(ada setiap penegakkan diagnosis, dokter keluarga men!impulkan

 prognosis pasien berdasarkan #enis diagnosis, dera#at keparahan, serta tanda  bukti terkini e>iden$e based4.

e. Konseling

2ntuk membantu pasien dan keluarga4 menentukan pilihan terbaik  penatalaksanaan untuk dirin!a, dokter keluarga melaksanakan konseling

dengan kepedulian terhadap perasaan dan persepsi pasien dan keluarga4  pada keadaan di saat itu.

". Konsultasi

(ada saat : saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan konsultasi ke dokter lain !ang dianggap lebih piaai dan 7 atau berpengalaman.

Konsultasi dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter keluarga konsultan, dokter spesialis, atau dinas kesehatan, demi kepentingan pasien semata.

g. Ru#ukan

(ada saat : saat dinilai perlu, dokter keluarga melakukan ru#ukan ke dokter lain !ang dianggap lebih piaai dan7atau berpengalaman. Ru#ukan dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain, dokter keluarga konsultan, dokter spesialis, rumah sakit atau dinas kesehatan, demi kepentingan pasien semata.

h. 5indak lan#ut

(ada saat : saat dinilai perlu, dokter keluarga mengan#urkan untuk dapat dilaksanakan tindak lan#ut pada pasien, baik dilaksanakan di klinik, maupun di tempat pasien.

i. 5indakan

(7)

!ang rasional pada pasien, sesuai dengan keenangan dokter praktik di strata pertama, dan demi kepentingan pasien.

 #. (engobatan rasional

(ada setiap an#uran pengobatan, dokter keluarga melaksanakann!a dengan rasional, berdasarkan tanda bukti e>iden$e based4 !ang sahih dan terkini, demi kepentingan pasien.

k. (embinaan keluarga

(ada saat : saat dinilai baha penatalaksanaan pasien akan berhasil lebih  baik, bila adan!a partisipasi keluarga, maka dokter keluarga menaarkan  pembinaan keluarga, termasuk konseling keluarga.

S!arat SD; dalam klinik dokter

keluarga-• Dokter- ) • +idan- 1

• Asisten analis- 1 honor4 • Asisten apoteker- 1

• Sta" administrasi dan keuangan- 1 • O+- 1

Ruang

5unggu-• +ersih • 5erang

• 8entilasi baik  • ?antai tidak li$in • 5idak berbau • 5idak bising • Suhu n!aman

• 5erpisah dari pasien in"eksius

Kerahasiaan dan

(ri>asi-• Ruang konsultai terpisah dari ruang tunggu • Sistem !ang men#amin kerahasiaan medik  • ;en#amin kerahasiaan pasien setelah pela!anan

+angunan dan

Interior-• ;erupakan bangunan permanen atau semi permanen !ang diran$ang

sesuai pela!anan medis strata pertama !ang aman dan ter#angkau

• ;emiliki

ruang-o Ruang administrasi o Ruang tunggu

o Ruang pemeriksaan o Kamar ke$il

(8)

o Relati" mudah diberishkan

o ;empun!ai >entilasi $ukup atau ber a$ o ;empun!ai sinar !ang $ukup

Alat

Komunikasi-• ;emiliki alat komunikasi !ang biasa digunakan mas!arakat sekitar 

(apan

Nama-• (osisi papan nama mudah diba$a

• 5idak ada hiasan maupun lampu arna

• 2kuran minimal /@0@$m maksimal 0@B@$m • 6arna dasar putih dengan huru" balok arna hitam

• ;emuat nama dokter, sip, alamat praktek dan #adal praktek 

(eralatan

Klinik-• ;emiliki alat alat pemeriksaan "isik sebagai

berikut-o Alat tes sensasi kulit o Auriskop

o ?ampu senter dan kepala o (alu re"leks

o (eak "lo meter  o Ophtalmos$op o (enekan lidah

o (engukur tinggi badan o Snellen $hart o Spekulum >agina o Stetoskop o 5ensimeter  o 5ermometer  o 5imbangan badan

o ;emiliki alat laboratorium o Alat monitoring gula darah

o Alat pengukur kadar hemoglobin o Alat pemulas sediaan gram

o Alat pemulas sediaan basah o &elas ob!ek dan penutup o ;ikroskop

• ;emiliki alat tindakan sebagai

berikut-o +ak instrumen mental o +enang otot dan sutra

(9)

o Corsep hemostatik  o &unting perban o arum kulit o arum suntik  o Kapas,perban,plester  o ;inor set o (eralatan resusitasi

• 5as dokter untuk peraatan

rumah-o Alat penekan lidah "orsep hemostat o arum suntik 

o Kapas dan alkohol o ?ampu senter  o Obat)an o (ali re"leks o Spuit o Stetoskop o 5ensimeter  o 5ermometer  o (eralatan luka o Kasa o Antiseptik  o ?arutan irigasi o (erangkat intra>ena o Kateter  • (ersediaan obat-o Adrenalin o Kortokosteroid o Antihistamin o Analgetik  o Anti asma o Anti kon>ulsan o *airan in"us o (arasetamol o  Nsaid o Obat luka o Anti kon>ulsan o Spasmolitik  o Anestesi lokal o ;etode kontrasepsi

(10)

(ela!anan !ang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga ban!ak  ma$amn!a. Se$ara umum dapat dibedakan atas tiga

ma$am-1. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan

(ada bentuk ini, pela!anan !ang diselenggarakan pada praktek dokter  keluarga han!a pela!anan raat #alan sa#a. Dokter !ang men!elenggarakan  praktek dokter keluarga tersebut tidak melakukan pela!anan kun#ungan dan  peraatan pasien di rumah atau pela!anan raat inap di rumah sakit.

Semua pasien !ang membutuhkan pertolongan diharuskan datang ke tempat  praktek dokter keluarga. ika kebetulan pasien tersebut memerlukan  pela!anan raat inap, pasien tersebut diru#uk ke rumah sakit.

2. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, kunjungan dan perawatan  pasien dirumah

(ada bentuk ini, pela!anan !ang diselenggarakan pada praktek dokter  keluarga men$akup pela!anan raat #alan serta pela!anan kun#ungan dan  peraatan pasien di rumah. (ela!anan bentuk ini laimn!a dilaksanakan

oleh dokter keluarga !ang tidak mempun!ai akses dengan rumah sakit. 3. Menyelenggarakan pelayanan rawat jalan, kunjungan dan perawatan  pasien di rumah, serta pelayanan rawat inap di rumah sakit 

(ada bentuk ini, pela!anan !ang diselenggarakan pada praktek dokter  keluarga telah men$akup pela!anan raat #alan, kun#ungan dan peraatan  pasien di rumah, serta peraatan raat inap di rumah sakit. (ela!anan  bentuk ini laimn!a diselenggarakan oleh dokter keluarga !ang telah  berhasil men#alin ker#a sama dengan rumah sakit terdekat dan rumah sakit tersebut memberi kesempatan kepada dokter keluarga untuk meraat sendiri pasienn!a di rumah sakit.

5entu sa#a penerapan dari ketiga bentuk pela!anan dokter keluarga ini tidak sama antara satu negara dengan negara lainn!a, dan bahkan dapat tidak sama antara satu daerah lainn!a. Di Amerika Serikat misaln!a,  pela!anan kun#ungan dan peraatan pasien di rumah mulai #arang

dilakukan. (en!ebabn!a adalah karena mulai timbul kesadaran pada diri  pasien tentang adan!a perbedaan mutu pela!anan antara kun#ungan dan  peraatan pasien di rumah dengan di tempat praktek. (asien akhirn!a lebih senang mengun#ungi tempat praktek dokter, karena telah tersedia pelbagai  peralatan kedokteran !ang dibutuhkan.

Di beberapa negara lainn!a, terutama di daerah pedesaan, karena dokter keluarga tidak mempun!ai akses dengan rumah sakit, maka dokter  keluarga tersebut han!a men!elenggarakan pela!anan raat #alan sa#a. (ela!anan raat inap diru#uk sertakan sepenuhn!a kepada dokter !ang  beker#a dirumah sakit. 5etapi pengaturan ru#ukan untuk pela!anan raat inap tersebut, tetap dilakukan oleh dokter keluarga. Dokter keluarga memberikan bantuan sepenuhn!a, dan bahkan turut men$arikan tempat  peraatan dan #ika perlu turut mengantarkann!a ke rumah sakit.

(11)

Sekalipun pela!anan !ang diselenggarakan pada praktek dokter  keluarga tidak sama, perlulah diingatkan baha orientasi pela!anan dokter  keluarga !ang diselenggarakan tetap tidak boleh berbeda. Orientasi  pela!anan dokter keluarga bukan sekedar men!embuhkan pen!akit, tetapi

diarahkan pada upa!a pen$egahan pen!akit. Atau #ika tindakan  pen!embuhan !ang dilakukan, maka pelaksanaann!a, ke$uali harus mempertimbangkan keadaan pasien sebagai manusia seutuhn!a, #uga harus mempertimbangkan pula keadaan sosial ekonomi keluarga dan lingkungann!a. (raktek dokter keluarga tidak menangani keluhan pasien atau bagian anggota badan !ang sakit sa#a, tetapi indi>idu pasien se$ara keseluruhan.

%< =emaam" Da, =e,>ela)ka, =a,a>eme, Kl","k Dokte( Kelua(.a

• (eningkatan Kemampuan  (engembangan

Sta"-o +entuk- Kursus, pelatihan, pendidikan "ormal,dll

o +entuk ?ain- Selia +estari peer re>ie4 di antara sesama sta" medis

dan non:medis4

o (engaturan- +isa dibuat per#an#ian tersendiri

o (roses- berdasarkan permintaan kar!aan atau kebutuhan KDK 

• 2ntuk tenaga

medis-o (K+ pendidikan kedokteran berkelan#utan4 Seminar, Simposium,

(12)

o (eer Re>ie- (embahasan kasus se$ara E+;

o Kursus singkat untuk satu ketrampilan tertentu A5?S, A*?S, EK&,

Kepemimpinan, dll4

o (endidikan "ormal S) Aktuaria, S) Kesehatan Ker#a, dll4

• 2ntuk

paramedis-o Kursus keperaatan

o (eer Re>ie- Diskusi kelompok  o membahas satu masalah rutin4 o Kursus ;ana#emen pengelolaan

o keperaatan di klinik asuhan keperaatan,dll4

o (endidikan "ormal seperti Akademi Keperaatan, Akademi

Kebidanan, dll

• 2ntuk tenaga

non:medis-o Kursus penggunaan alat tertentu o Kursus ;ana#emen laboratorium, o (emeriksaan Kesehatan +erkala

o (endidikan Cormal seperti Akademi (enata Rontgen, AKK, Kursus

 perpa#akan

(rogram men#aga mutu adalah suatu upa!a !ang berkesinambunagn, sistematis dan ob#ekti" dalam memantau dan menilai pela!anan !ang diselenggrakan dibandingkan dengan standar !ang telah ditetapkan, serta men!elesaikan masalah !ang ditemukan untuk memeperbaiki mutu pela!anan. ;altos and Keller, 1B%B4

Karakteristik program men#aga mutu ada empat

ma$am-14 (rogram men#aga mutu harus dilakukan se$ara berkesinambungan. Artin!a pelaksanaan program men#aga mutu tidak han!a satu kali, tetapi harus terus menerus. Dalam kaitan perlun!a memenuhi )"+at be(ke)",ambu,.a,, program men#aga mutu sering pula disebut dengan nama program meningkatkan mutu berkelan#utan continous quality improvement program4.

)4 (rogram men#aga mutu harus dilaksanakan se$ara simpatis. Artin!a  pelaksanaan program men#aga mutu harus mengikuti alur kegiatan serta sasaran !ang baku. Alur kegiatan !ang dimaksud dimulai dengan menetapkan masalah dan pen!ebab masalah mutu, dilan#utkan dengan menetapkan dan melaksanakan upa!a pen!elesaian masalah, untuk  kemudian diakhiri dengan melakukan penilaian serta men!usun saran: saran untuk tindak lan#ut. Sedangkan sasaran !ang dimaksud adalah semua unsur pela!anan !akni lingkungan, masukan proses serta keluaran  pela!anan.

34 (rogram men#aga mutu harus dilaksanakan se$ara ob#ekti". Artin!a  pelaksanaan program men#aga mutu, terutama pada aktu menetapkan masalah pen!ebab masalah dan penilaian, tidak dipengaruhi oleh berbagai  pertimbangan lain. Ke$uali atas dasar data !ang ditemukan. 2ntuk 

(13)

/4 (rogram men#aga mutu harus dilakukan se$ara terpadu. Artin!a  pelaksanaan program men#aga mutu harus terpadu dengan pela!anan !ang diselengarakan, bukanlah program men#aga mutu !ang baik. Karena adan!a si"at terpadu ini. (rogram men#aga mutu disebut pula sebagai mana#amen mutu terpadu total quality management 4.

2nsur program men#aga mutu ban!ak ma$amn!a. 2nsur:unsur !ang

dimaksud-14 ;utu pela!anan. ;utu pela!anan !ang dimaksud adalah menun#uk  kepada tingkat kesempurnaan pela!anan kesehatan !ang diselenggrakan, !ang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tinkat kepuasan rata:rata penduduk, serta di pihak lain tata $ara  pen!elengaraann!a sesuai dengan kode etik dari st andar pela!anan pro"esi

!ang telah ditetapkan.

)4 Sasaran program men#aga mutu. 2ntuk melaksanakan hal ini diperkukan empat

hal-a. 2nsur masukan. <ang dimaksud adalah semua hal !ang diperlukan untuk dapat men!elenggarakan pela!anan kesehatan. <ang termasuk  dalam hal ini adalah tenaga pelaksana, sarana dan dana.

 b. 2nsur lingkungan. <ang dimakud lingkungan adalah keadaan sekitar  !ang mempengaruhi pela!anana kesehatan. 2ntuk satu saran  pela!anan kesehatan !ang terpenting adalah kebi#akan  policy4, struktur organisasi organization4 serta sistem mana#emen management 4 !ang diterapkan.

$. 2nsur proses. <ang dimaksud dengan unsur proses di sini adalah semua tindakan !ang dilakukan pada pela!anan kesehatan. 5indakan ini se$ara umum dapat dibedakan atas dua ma$am. (ertama, tindakan medis medical procedure4 mulai dari anamesis sampai dengan  pengobatan. Kedua, tindakan non medis non medical procedure4 seperti tata $ara rekam medis, persetu#uan tindakan medis, penerimaan dan peraatan pasien dan lain selan#utn!a !ang seperti ini.

d. 2nsur keluaran. <ang dimaksud dengan unsur keluaran adalah !ang menun#ukan pada penampilan pela!anan kesehatan !ang diselenggarakan. (enampilan pel!anan tersebut dibedakan atas dua ma$am

-a4 (enampilan aspek media medical performance4 seperti misaln!a kesembuhan pen!akit, ke$a$atan dan atau kematian.

 b4 (enampilan aspek non medis non mediacal performance4 seperti misaln!a kepuasan dan keluhan pasien.

3< =emaam" Da, =e,>ela)ka, Te,ta,. BPS

aminan Kesehatan Nasional KN4 merupakan bagian dari Sistem aminan Sosial  Nasional SSN4 !ang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi

kesehatan sosial !ang bersi"at a#ib mandator!4 berdasarkan 2ndang:2ndang  Nomor /@ 5ahun )@@/ tentang SSN dengan tu#uan untuk memenuhi kebutuhan

dasar kesehatan mas!arakat !ang la!ak !ang diberikan kepada setiap orang !ang telah memba!ar iuran atau iurann!a diba!ar oleh (emerintah.

(14)

Sistem aminan Sosial Nasional SSN4 adalah suatu tata $ara pen!elenggaraan  program #aminan sosial oleh beberapa badan pen!elenggara #aminan sosial.

Dean aminan Sosial Nasional DSN4 adalah Dean !ang ber"ungsi untuk membantu (residen dalam perumusan kebi#akan umum dan sinkronisasi  pen!elenggaraan Sistem aminan Sosial Nasional.

+adan (en!elenggara aminan Sosial +(S4 Kesehatan adalah badan hukum !ang dibentuk untuk men!elenggarakan program #aminan kesehatan. +(S Kesehatan mulai operasional pada tanggal 1 anuari )@1/.

Semua penduduk Indonesia a#ib men#adi peserta #aminan kesehatan !ang

dikelola oleh +(S termasuk orang asing !ang telah beker#a paling singkat enam  bulan di Indonesia dan telah memba!ar iuran.

(eserta +(S Kesehatan ada ) kelompok !aitu-1. (+I aminan Kesehatan.

(enerima +antuan Iuran (+I4 adalah peserta aminan Kesehatan bagi "akir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan 22 SSN !ang iurann!a diba!ari (emerintah sebagai peserta program aminan Kesehatan. (eserta (+I adalah "akir miskin !ang ditetapkan oleh (emerintah dan diatur melalui (eraturan (emerintah.

). +ukan (+I #aminan kesehatan.

(eserta bukan (+I #aminan kesehatan terdiri dari-14 (eker#a penerima upah dan anggota keluargan!a.

)4 (eker#a bukan penerima upah dan anggota keluargan!a. 34 +uka peker#a dan anggota keluargan!a

+(S memberikan man"aat sebagai

berikut-•(ela!anan (romoti", (re>enti" !aitu- pen!uluhan, Imunisasi +*&, DO5:

9+, (olio dan *ampak4, Keluarga +eren$ana kontrasepsi, >asektomi dan tubektomi4 dan skrining kesehatan selekti"4.

•(ela!anan Kurati" dan Rehabilitati", termasuk obat dan bahan medis, !aitu

14 Raat alan dengan dokter spesialis dan subspesialis, dan )4 Raat Inap di ruang intensi" dan non intensi".

•;an"aat Non ;edis meliputi akomodasi dan ambulans.

3<1 P(o)e!u( BPS

Pe,!a+ta(a, Ba." Pe,e("ma Ba,tua, Iu(a, ? PBI

(endataan Cakir ;iskin dan Orang 5idak mampu !ang men#adi peserta (+I dilakukan oleh lembaga !ang men!elenggarakan urusan (emerintahan di bidang statistik +adan (usat Statistik4 !ang di>eri"ikasi dan di>alidasi oleh Kementerian Sosial.

(15)

Selain peserta (+I !ang ditetapkan oleh (emerintah (usat, #uga terdapat  penduduk !ang dida"tarkan oleh (emerintah Daerah

 berdasarkan SK &ubernur7+upati76alikota bagi (emda !ang mengintegrasikan  program amkesda ke program KN.

Pe,!a+ata(a, Ba." Pe)e(ta Peke(>a Pe,e("ma Upa ? PPU

1. (erusahaan 7 +adan usaha menda"tarkan seluruh kar!aan beserta anggota keluargan!a ke Kantor +(S Kesehatan dengan melampirkan

-a. Cormulir Registrasi +adan 2saha 7 +adan 9ukum ?ainn!a

 b. Data ;igrasi kar!aan dan anggota keluargan!a sesuai "ormat !ang ditentukan oleh +(S Kesehatan.

). (erusahaan 7 +adan 2saha menerima nomor 8irtual A$$ount 8A4 untuk dilakukan pemba!aran ke +ank !ang telah beker#a sama +RI7;andiri7+NI4 3. +ukti (emba!aran iuran diserahkan ke Kantor +(S Kesehatan

untuk di$etakkan kartu KN ataumen$etak e:ID se$ara mandiri oleh (erusahaan 7 +adan 2saha.

Pe,!a+ta(a, Ba." Pe)e(ta Peke(>a Buka, Pe,e("ma Upa ? PBPU !a, Buka, Peke(>a

F Pe,!a+ta(a, PBPU !a, Buka, Peke(>a

1. *alon peserta menda"tar se$ara perorangan di Kantor +(S Kesehatan ). ;enda"tarkan seluruh anggota keluarga !ang ada di Kartu Keluarga 3. ;engisi "ormulir Da"tar Isian (eserta DI(4 dengan

melampirkan-• Cotokopi Kartu Keluarga KK4

• Cotokopi K5(7(aspor, masing:masing 1 lembar 

• Cotokopi +uku 5abungan salah satu peserta !ang ada didalam

Kartu Keluarga

• (as"oto 3  /, masing:masing seban!ak 1 lembar.

/. Setelah menda"tar, $alon peserta memperoleh Nomor 8irtual A$$ount '. ;elakukan pemba!aran iuran ke +ank !ang beker#a sama

+RI7;andiri7+NI4

0. +ukti pemba!aran iuran diserahkan ke kantor +(S Kesehatan untuk di$etakkan kartu KN.

F Pe,!a+ta(a, Buka, Peke(>a =elalu" E,t"ta) Be(ba!a, 6ukum #Pe,)"u,a, BU=N?BU=D'

(roses penda"taran pensiunan !ang dana pensiunn!a dikelola oleh entitas  berbadan hukum dapat dida"tarkan se$ara kolekti" melalui entitas berbadan

hukum !aitu dengan mengisi "ormulir registrasi dan "ormulir migrasi data  peserta.

2ntuk dapat ter$atat sebagai anggota, mas!arakat harus menda"tar melalui kantor +(S Kesehatan dengan membaa kartu identitas K5(4 serta pas"oto. Setelah mengisi "ormulir penda"taran dan memba!ar iuran leat bank +RI, +NI dan ;andiri4, $alon anggota akan mendapat kartu +(S Kesehatan !ang bisa langsung digunakan untuk mendapat pela!anan kesehatan.

(16)

;enda"tar +(S ;andiri Online memang disarankan, untuk mengurangi antrian di kantor +(S +adan (en!elenggara aminan Sosial4. Dengan adan!a sistem

 penda"taran online, diharapkan mas!arakat #uga tidak membutuhkan aktu atau

 bahkan harus iin beker#a han!a untuk menda"tar KN aminan Kesehatan Nasional4. (enda"taran +(S se$ara Online bisa dilakukan selama )/ #am, sehingga tentu sangat menguntungkan.

Karena (rogram ini a#ib, dan sangat penting diikuti oleh mas!arakat Indonesia pada kesempatan ini, Admin 5ips Kesehatan untuk Keluarga akan berbagi pengalaman  bagaimana penda"taran +(S online, !ang bisa dilakukan tidak lebih dari 1 #am.

9al:hal !g harus dipersiapkan sebelum melakukan (enda"taran (eserta +(S Kesehatan se$ara Online, adalah sebagai

berikut-• Kartu 5anda (enduduk  • Kartu Keluarga

• Kartu N(6( kalau ada4

• Alamat E:mail sebaikn!a gmail.$om 4dan No. 9( !g bisa dihubungi •  Nomor Rekening (enanggung !ang digunakan untuk pemba!aran Iuran

;andiri, +RI, +NI4

A!apu, alu( Pelaya,a, BPS a!ala )eba.a" be("kut:

(eserta +(S membaa kartu +(S Kesehatan atau kartu anggota Askes !ang lama mendatangi "asilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terda"tar, (uskesmas, dokter keluarga, klinik 5NI7(olri, dan "asilitas kesehatan setingkat itu4. (ada tahap ini  peserta akan mendapatkan pela!anan kesehatan sesuai kompetensi dan kapasitas

"asilitas kesehatan di tingkat pertama tersebut seperti konsultasi kesehatan, laboratorium klinik dasar dan obat:obatan4.

Apabila setelah pemeriksaan aal pasien belum sembuh, maka pasien diru#uk ke "asilitas kesehatan tingkat lan#utan Rumah Sakit (emerintah, Rumah Sakit Sasta, Rumah Sakit 5NI:(olri !ang beker#asama dengan +(S Kesehatan4. Sedangkan untuk  kondisi gaat darurat, peserta +(S bisa mendapatkan pela!anan "asilitas kesehatan tingkat lan#utan, tanpa mendapatkan ru#ukan dari "asilitas kesehatan tingkat pertama. Di "asilitas Kesehatan 5ingkat lan#utan, peserta menun#ukkan kartu +(S Kesehatan atau kartu lama dan surat ru#ukan Casilitas Kesehatan 5ingkat (ertama kepada petugas +(S kesehatan *enter. Selan#utn!a petugas akan menerbitkan surat Eligibilitas

(eserta SE(4 sebagai dokumen !ang men!atakan baha peserta diraat dengan  bia!a +(S Kesehatan.

Setelah mendapatkan SE(, pasien akan mendapatkan pela!anan kesehatan di Casilitas Kesehatan 5ingkat ?an#utan, baik untuk pela!anan raat #alan ataupun raat inap. Apabila pen!akit pasien dapat ditangani tanpa harus mendapatkan peraatan inap,  pasien boleh pulang atau diru#uk kembali ke Casilitas Kesehatan 5ingkat (ertama.

Sedangkan untuk pasien dengan pen!akit kronis, dapat masuk ke dalam program (engelolaan (en!akit Kronis (rolanis4 di Casilitas Kesehatan 5ingkat (ertama tersebut.

(17)

P(o)e!u( Umum

P(o)e!u( Pelaya,a, Ra7at ala, !" a)ke) T",.kat Pe(tama

(18)

P(o)e!u( Pelaya,a, Obat

P(o)e!u( Pelaya,a, Alat Ke)eata,

(19)
(20)

3<% S")tem B"aya

Iuran !ang diba!arkan ke bank disesuaikan dengan #enis kepesertaan, !ang diantaran!a

adalah-• Anggota !ang terda"tar sebagai penerima bantuan iuran (+I4, adalah anggota

 peker#a penerima upah dan bukan penerima upah, dan ada pula bukan  peker#a4, #umlahn!a sudah ditetapkan oleh pemerintah seban!ak %0,/#uta

orang dengan iuran Rp1B.))' per orang dalam satu bulan.

• (eserta penerima upah seperti peker#a perusahaan sasta, memba!ar #umlah

iuran sebesar /,' G dari upah satu bulan dan ditanggung oleh pemberi ker#a /  persen dan 'G ditanggung peker#a. Sedangkan (NS dan pensiunan (NS

memba!ar iuran sebesar ' G, seban!ak 3 G ditanggung pemerintah dan ) G ditanggung peker#a.

• 2ntuk peserta bukan penerima upah seperti peker#a sektor in"ormal besaran

iuran !ang harus diba!arkan, sesuai dengan #enis kelas peraatan !ang diambil. 2ntuk ruang peraatan kelas III Rp )'.'@@, kelas II Rp /).'@@ dan kelas I Rp'B.'@@.

Dengan adan!a aminan Kesehatan Nasional KN4 oleh +(S bertu#uan untuk memberikan perlindungan kesehatan agar setiap peserta memperoleh man"aat

(21)

 pemeliharaan kesehatan . (engertian de"inisi #aminan kesehatan, dengan prinsip asuransi so$ial

berdasarkan-• Kegotongro!ongan antara mas!arakat ka!a dan miskin, !ang sehat dan sakit,

!ang tua dan muda, dan !ang beresiko tinggi dan rendah.

• Anggota !ang bersi"at a#ib dan tidak selekti".

• Iuran !ang diba!arkan per bulan berdasarkan persentase upah 7 penghasilan.

• aminan Kesehatan Nasional +ersi"at nirlaba.

Sedangkan !ang dimaksud dengan prinsip ekuitas adalah kesamaan anggota dalam memperoleh pela!anan sesuai dengan kebutuhan medis !ang terikat dengan besaran iuran !ang diba!arkan. Dan ini adalah bagian dari aminan Kesehatan Nasional KN4 !ang masuk dalam program kesehatan (emerintah Indonesia pada tahun )@1/ oleh +adan (en!elenggara aminan Sosial +(S4 nantin!a.

Kap"ta)" u,tuk +a)"l"ta) ke)eata, p("me(

Kapitasi adalah besaran pemba!aran per:bulan !ang diba!ar dimuka oleh +(S

Kesehatan kepada Casilitas Kesehatan Caskes4 5ingkat (ertama primer4 berdasarkan  #umlah peserta !ang terda"tar tanpa memperhitungkan #enis dan #umlah pela!anan

kesehatan !ang diberikan kepada pasien. <ang untuk selan#utn!a dikelola untuk  penanganan dan pen$egahan pen!akit atau pre>enti".

Sebagai $ontoh apabila '.@@@ peserta +(S Kesehatan !ang terda"tar pada satu "askes dengan kapitasi Rp %.@@@ per orang per bulan. Idealn!a 1 orang dokter bisa

menangani '.@@@ orang perbulan aktu pela!anan 0 # am. Kemudian dilihat !ang sakit  berapa, !ang pasti dia diba!ar sesuai dengan #umlah peserta terda"tar '.@@@ dikalikan

Rp %.@@@ berarti dokter mengelola Rp /@.@@@.@@@. Dana ini !ang setiap akhir bulan akan ia kelola untuk ba!ar lab, apotek, bidan, dokter dan keperluan medis dan

administrasi lainn!a.

Ketika sebuah klinik memiliki dana dengan #umlah tertentu dan semakin sedikit orang !ang sakit maka akan besar pula penghasilan per bulann!a. Artin!a dokter

 bertanggung #aab terhadap kesehatan dan harus mendorong '.@@@ orang !ang terda"tar di Caskes milikn!a untuk tidak sakit sehingga penghasilann!a tetap. Ta("+ No, Kap"ta)" >u.a u,tuk +a)ke) pe(tama

+esar pemba!aran klaim oleh +(S Kesehatan kepada Casilitas Kesehatan 5ingkat (ertama berdasarkan #enis dan #umlah pela!anan kesehatan !ang diberikan. Namun  besar tari" belum dibahas se$ara #elas.

Ta("+ I,!o,e)"a,  @a)e Ba)e! G(oup) ya,. )ela,>ut,ya !")ebut Ta("+ INA @BG)

5ari" INA*+&s adalah besaran pemba!aran klaim oleh +(S Kesehatan kepada Casilitas Kesehatan 5ingkat ?an#utan atas paket la!anan !ang didasarkan kepada  pengelompokan diagnosis pen!akit. (erhitungan tari" ini diberlakukan di "asilitas

kesehatan lan#utan dalam hal ini adalah rumah sakit baik itu milik pemerintah atau milik sasta.

(22)

(erhitungann!a lebih ob#ekti" berdasarkan pada bia!a sebenarn!a. INA*+&s

merupakan sistem pengelompokkan pen!akit berdasarkan $iri klinis !ang sama dan sumber da!a !ang digunakan dalam pengobatan. (engelompokkan ini ditu#ukan untuk   pembia!aan kesehatan pada pen!elenggara #aminan kesehatan sebagai pola

 pemba!aran !ang bersi"at prospekti". Dan agar lebih mudah, paket INA*+&s men$akup seluruh komponen bia!a rumah sakit.

+erbasis pada data $osting dan $oding pen!akit menga$u pada International

*lassi"i$ation o" Diseases !ang disusun 69O, Sehingga menggunakan I*D 1@ untuk mendiagnosis 1/.'@@ kode dan I*D B *lini$al ;odi"i$ation !ang men$akup .'@@ kode. Sedangkan tari" INA*+&s terdiri dari 1.@ kode *+& !ang terdiri dari %B raat inap dan )%% raat #alan dengan tingkat keparahann!a.

5ari" INA*+&s untuk KN dikelompokkan men#adi 0 #enis rumah sakit rumah sakit kelas D, *, + dan A, rumah sakit umum dan rumah sakit ru#ukan nasional4. Selain itu 5ari" (ela!anan Kesehatan (rog#am KN #uga disusun berdasarkan peraatan kelas 1, ) dan 3, !ang saat ini memang tersedia pada program KN.

R",.ka)a,:

• (erhitungan 5ari" kepada Casilitas Kesehatan program KN terbagi men#adi

tiga #enis,

• 5iga #enis 5ari" KN untuk CasKes adalah= Kapitasi untuk "asilitas kesehatan

 primer, 5ari" Non Kapitasi dan 5ari" INA:*+&Hs. 3<3 =acam=acam

aminan sosial

meliputi-• aminan Kesehatan

• aminan Ke$elakaan Ker#a • aminan 9ari 5ua

• aminan (ensiun • aminan Kematian

3<- Apa Sa>a 9a,. D"ta,..u,.

umla pe)e(ta !a, a,..ota kelua(.a ya,. !"ta,..u,. BPS Ke)eata,

umlah peserta dan anggota !ang ditanggung oleh KN adalah paling ban!ak ' lima4 orang dalam satu keluarga peserta +(S. Kelima orang tersebut adalah peserta itu sendiri, satu istri atau suami !ang sah ditambah tiga anak anak kandung7anak

tiri7anak angkat !ang sah4. 2ntuk anak !ang ditanggung +(S mempun!ai ketentuan- belum menikah, belum beker#a, dan belum berusia )1 tahun atau belum berusia )'

tahun bagi anak !ang masih melan#utkan pendidikan "ormal.

Apabila peserta KN memiliki anggota keluarga lebih dari lima orang, tetap dapat dapat mengikutsertakan anggota keluarga !ang lain anak keempat, orang tua, mertua, saudara kandung 7 ipar, asisten rumah tangga, dll4, dengan memba!ar iuran tambahan. Adapun besarn!a iuran tambahan !ang harus diba!ar untuk peserta !ang

(23)

 beker#a adalah 1G dari ga#i atau upah per bulan dan ditanggung oleh peserta !ang  bersangkutan. Sedangkan untuk peserta bukan peker#a, adalah

sebesar-• Rp )'.'@@ tiap orang per bulan dengan pela!anan di ruang peraatan kelas

tiga

• Rp /).'@@ tiap orang per bulan dengan pela!anan di ruang peraatan kelas

dua

• Rp 'B.'@@ tiap orang per bulan dengan pela!anan di ruang peraatan kelas

satu

De,!a Kete(lambata, Pembaya(a, Iu(a, BPS

(emba!aran iuran +(S dilakukan paling lambat tanggal 1@ setiap bulann!a. +agi ((2 (eker#a (enerima 2pah4, akan dikenai denda sebesar )G per bulan dari total iuran, dan paling ban!ak tertunggak selama 3 bulan. Sedangkan bagi (+(2,

dikenakan denda sebesar )G per bulan dari total iuran dan tertunggak paling ban!ak untuk aktu 0 bulan, !ang diba!arkan bersamaan dengan total iuran !ang tertunggak. Apabila dalam #angka aktu batas tempo, peserta tidak #uga melakukan pelunasan, maka pela!anan kesehatan akan dihentikan sementara.

R",.ka)a,:

• umlah peserta dan anggota keluarga !ang ditanggung +(S Kesehatan adalah

' orang,

• ' orang !ang ditanggung oleh +(S kesehatan adalah peserta, suami atau istri

dan anak ke 1,) dan 3.

• Keterlambatan pemba!aran iuran selama 3 bulan untuk ((2 dan 0 bulan

untuk (+(2 akan dikenakan sanksi pemberhentian pela !anan kesehatan untuk  sementara.

-< =emaam" Da, =e,>ela)ka, Pe(a, Dokte( Se(ta ="t(a Ke(>a Dalam Pelaya,a, Ke!okte(a, Kelua(.a

S")tem Pelaya,a, Dokte( Kelua(.a #SPDK'

(ada dasarn!a sistem perla!anan dokter keluarga selan#utn!a digunakan S(DK4, haruslah menerapkan ketiga tahapan pela!anan medis sesempurna mungkin. Komponen sistem, !ang sekarang biasa disebut sebagai pemegang sahamJ stakeholders4, paling tidak terdiri

atas-1. D(27DK Sebagai (en!elenggara (ela!anan 5ingkat (rimer4 ). DSp sebagai (en!elenggara (ela!anan 5ingkat Sekunder4 3. DSpK sebagai (en!elenggara (ela!anan 5ingkat 5ersier4 /. Dokter gigi

'. (ihak pendana Asuransi Kesehatan, (emerintah, dsb.4 0. Regulasi perundangan, Sistem Kesehatan Nasional, dsb.4 . (asien dengan keluarga dan mas!arakatn!a4

(24)

%. Carmasi pro"esional dan pengusaha4

B. Sta" klinik selain dokter +idan, peraat, dsb4 1@. Kar!aan non:medis

11. Dsb.

;ereka harus beker#asama se$ara mutualistis meu#udkan pela!anan kesehatan !ang bermutu. Semua pemegang saham mempun!ai andil, hak dan kea#iban !ang sama dalam meu#udkan pela!anan kesehatan !ang bermutu. <ang dimaksud dengan pela!anan kesehatan !ang bermutu adalah pela!anan kesehatan !ang memuaskan bagi pasien, tidak melanggar aturan atau  perundangan maupun etika pro"esi, dan men#amin kese#ahteraan bagi  pen!elenggaran!a. ika salah satu komponen sistem merusakJ tatanan, men!alahi aturan main agar memperoleh keuntungan bagi dirin!a, maka akibat negati"n!a akan dirasakan oleh seluruh komponen sistem termasuk, pada akhirn!a, !ang men!alahi aturan itu. Oleh karena itu diperlukan ker#asama  pro"esional !ang mutualistis di antara anggota sistem.

Dengan kata lain, dalam sistem pela!anan dokter keluarga pela!anan diselenggarakan oleh timJ kesehatan !ang bahu:membahu meu#udkan  pela!anan !ang berumutu. Setiap komponen sistem mempun!ai tugas masing: masng dan harus diker#akan sungguh:sungguh sesuai dengan tatanan !ang  berlaku. +idan dan peraat membantu dokter di klinik misaln!a, memberikan obat kepada pasien d ibaah tanggung:#aab dokter. adi bidan dan peraat tidak memberikan obat tanpa persetu#uan dokter. Sebalikn!a dokter harus memberikan perintah tertulis di dalam rekam medis untuk setiap pemberian obat. +idan dan peraat dibenarkan mengingatkan dokter #ika perintah pemberian obat itu tidak #elas atau belum di$antumkan. Demikian pula dokter keluiarga !ang sebenarn!a dokter praktik umum dibenarkan mengingatkan dan diharuskan  bertan!a langsung kepada dokter spesialis !ang dikonsuli atau diru#uki #ika ada hal !ang kurang #elas atau berbeda pendapat. Demikianpula komponen s!stem !ang lain termasuk mas!arakat pasien dibenarkan dan bahkan diharuskan saling kontrol saling mengingatkan agat tidak ter#adi hal:hal !ang tidak diinginkan.

Dapat di lihat bentuk komunikasi atau ker#asama antara dokter dan teman se#aatn!a di lakukan dalam berbagai hal

seperti-1. ;eru#uk pasien

(ada pasien raat #alan, karena alasan kompetensi dokter dan keterbatasan "asilitas pela!anan, dokter !ang meraat harua meru#uk   pasienn!a pada teman se#aat lainn!a.

). +eker#asama dengan se#aat

Dokter harus memperlakukan teman se#aat tanpa membeda:bedakan  #enis kelamin, ras, usia, ke$a$atan, agama, status sosial atau perbedaan kompetensi !ang dapat merugikan hubungan pro"esional antar se#aat. 3. +eker#a dalam tim

Asuhan kesehatan selalu di ingatkan melalui ker#asama dalam tim multidisiplin.

/. ;engatur dokter pengganti.

Ketika seorang dokter berhalangan, dokter tersebut harus menentukan dokter pengganti serta mengatur proses mengalihkan !ang e"ekti" dan komunikati" dengan dokter pengganti.

(25)

'. ;ematuhi tugas

Seorang dokter !ang beker#apada institusi pela!anan atau pendidikan kedokteran harus mematuhi tugas !ang digariskan pimpinan institusi, termasuk sebagai dokter pengganti.

0. (endelegasian eenang

(endelegasian eenang kepada peraat, peseta prograrm pendidikan spesialis, mahasisa kedokteran dalam hal pengobatan atau peraatan atas nama dokter !ang meraat, harus disesuaikan dengan kompetensi dalam melaksanakan prosedur dan terapi !ang sesuai dengan peraturan  baru.

Komu,"ka)" Dokte(P(o+e)" La", 1. Kolaborasi

▪ (engertian ;enurut Shortridge, et al 1B%04

9ubungan timbal balik di mana pemberi pela!ananL memegang tanggung #aab paling besar untuk peraatan pasien dalam kerangka ker#a bidang respekti" mereka.

▪ Elemen:elemen Kolaborasi 1. Struktur

). (roses 3. 9asil Akhir

▪ ;odel Kolaborati" 5ipe I

1. ;enekankan Komunikasi Dua Arah

). ;asih menempatkan Dokter pada posisi utama 3. ;asih membatasi 9ubungan Dokter dengan (asien ▪ ;odel Kolaborati" 5ipe II

1. ?ebih berpusat pada (asien

). Semua (emberi (ela!anan harus beker#a sama 3. Ada ker#a sama dengan (asien

/. 5idak ada pemberi pela!anan !ang mendominasi se$ara terus: menerus

▪ 9ubungan peraat:dokter adalah satu bentuk hubungan interaksi !ang telah $ukup lama dikenal ketika memberikan bantuan kepada  pasien. (erspekti" !ang berbeda dalam memandang pasien, dalam  praktekn!a men!ebabkan mun$uln!a hambatan:hambatan teknik 

dalam melakukan proses kolaborasi. Kendala psikologis keilmuan dan indi>idual, "a$tor sosial, serta buda!a menempatkan kedua  pro"esi ini memun$ulkan kebutuhan akan upa!a kolaborasi !ang dapat men#adikan keduan!a lebih solid dengan semangat kepentingan pasien.

▪ 9ambatan kolaborasi dokter dan peraat sering di#umpai pada tingkat pro"esional dan institusional. (erbedaan status dan kekuasaan tetap men#adi sumber utama ketidaksesuaian !ang membatasi pendirian pro"esional dalam aplikasi kolaborasi. Dokter  $enderung pria, dari tingkat ekonomi lebih tinggi dan biasan!a

(26)

"isik lebih besar dibanding peraat, sehingga iklim dan kondisi sosial masih medukung dominasi dokter. Inti sesungguhn!a dari kon"lik peraat dan dokter terletak pada perbedaan sikap  pro"esional mereka terhadap pasien dan $ara berkomunikasi

diantara keduan!a.

▪ Kolaborasi adalah suatu proses dimana praktisi keperaatan atau  peraat klinik beker#a dengan dokter untuk memberikan  pela!anan kesehatan dalam lingkup praktek pro"esional keperaatan, dengan pengaasan dan super>isi sebagai pemberi  petun#uk pengembangan ker#asama atau mekanisme !ang ditentukan oleh peraturan suatu negara dimana pela!anan diberikan. (eraat dan dokter meren$anakan dan mempraktekan  bersama sebagai kolega, beker#a saling ketergantungan dalam  batas:batas lingkup praktek dengan berbagi nilai:nilai dan  pengetahuan serta respek terhadap orang lain !ang berkontribusi

terhadap peraatan indi>idu, keluarga dan mas!arakat.

▪ Elemen kun$i kolaborasi dalam ker#a sama team multidisipliner  dapat digunakan untuk men$apai tu#uan kolaborasi team

-a4 ;emberikan pela!anan kesehatan !ang berkualitas dengan menggabungkan keahlian unik pro"esional.

 b4 (rodukti>itas maksimal serta e"ekti"itas dan e"esiensi sumber  da!a

$4 (eningkatn!a pro"esionalisme dan kepuasan ker#a, dan lo!alitas

d4 ;eningkatn!a kohesi"itas antar pro"esional

e4 Ke#elasan peran dalam berinteraksi antar pro"esional,

"4 ;enumbuhkan komunikasi, kolegalitas, dan menghargai dan memahami orang lain

▪ Kesuksesan kolaborasi dalam suatu pela!anan kesehatan dipengaruhi oleh

"aktor:"aktor-1. Caktor interaksi intera$tional

determinants4-9ubungan interpersonal diantara anggota tim !ang terdiri dari kemauan untuk berkolaborasi, per$a!a, saling menghargai dan berkomunikasi.

). Caktor organisasi organiational determinants4

Kondisi di dalam organisasi tersebut !ang terdiri

dari-• Organiational stru$ture struktur horisontal dianggap

lebih berhasil daripada struktur hierarkis4

• OrganiationHs philosoph! nilai nilai keterbukaan,

ke#u#uran, kebebasan berekspresi, saling ketergantungan, integritas dan sikap saling per$a!a

• Administrati>e support kepemimpinan4

• 5eam resour$e tersedian!a aktu untuk bertemu dan

 berinteraksi, membagi lingkup praktek dengan

(27)

• *oordination me$hanism pertemuan "ormal untuk

diskusi, standarisasi prosedur dalam beker#a4

3. Caktor lingkungan organisasi organiationHs en>ironment7 s!stemi$ determinants4 !aitu elemen diluar organisasi, seperti sistem sosial, buda!a, pendidikan dan pro"esional.

.) (endekatan (raktik 9irarkis

• ;enekankan Komunikasi satu arah • Kontak Dokter dengan (asien terbatas • Dokter merupakan 5okoh !ang dominan

• *o$ok untuk diterapkan di keadaan tertentu, spt I&D

• Sebelum ada model Kolaborasi, hubungan !ang ada adalah ;odel

(RAK5IK 9IRARKIS

• (raktik 9irarkis merupakan salah satu pendekatan !ang dilakukan

sebelum pro"esi peraat semakin berkembang.

• (endekatan ini sekarang masih dominan dalam praktek dokter di

Indonesia

Komu,"ka)" Dokte(Apoteke(

2ntuk dapat berkomunikasi dengan baik, dokter perlu mengetahui apa !ang men#adi tanggung #aab pro"esi apoteker dalam pela!anan "armasi. (ela!anan "armasi dapat dilakukan di berbagai tempat seperti rumah sakit, (uskesmas, (oliklinik, Apotek, dll. Adan!a pemahaman masing:masing pada pro"esi mitra ker#an!a akan memudahkan ter#adin!a komunikasi !ang baik antar pro"esi Empat u,)u( Pelaya,a, a(ma)"

• (ela!anan Carmasi !ang baik.

• (ela!anan pro"esi apoteker dalam penggunaan obat. • (raktik dispensing !ang baik.

• (ela!anan pro"esional apoteker !g proakti" dalam berbagai kegiatan

(28)

4< =emaam" Da, =e,>ela)ka, S")tem Ru>uka, Pa!a Kl","k Ke!okte(a, Kelua(.a

S")tem Ru>uka, Seca(a Ke)elu(ua,

;enurut Surat Keputusan ;enteri Kesehatan RI No.@3)7+irhup7) tahun 1B) !ang dimaksud dengan ru#ukan adalah pelimpahan eenang dan tanggung  #aab pengelolaan suatu kasus pen!akit dan ataupun masalah kesehatan se$ara

timbal balik, !ang dapat dilakukan se$ara >ertikal, dalam arti antar sarana  pela!anan kesehatan !ang berbeda stratan!a, atau se$ara horiontal, dalam arti

antar sarana pela!anan kesehatan !ang sama stratan!a.

Dalam Sistem Kesehatan Nasional SKN4 ru#ukan di Indonesia dibedakan atas dua ma$am,

!akni-1. Ru#ukan medik : Ru#ukan ini berkaitan dengan upa!a pen!embuhan  pen!akit dan pemulihan kesehatan pasien. Disamping itu #uga

men$akup ru#ukan pengetahuan konsultasi medis4 dan bahan:bahan  pemeriksaan. 5u#uan- untuk men!embuhkan pen!akit dan atau

memulihkan status kesehatan pasien.

•  Rujukan pasien (transfer of patient)

(enatalaksanaan pasien dari strata pela!anan kesehatan !ang kurang mampu ke strata pela!anan kesehatan !ang lebih sempurna atau sebalikn!a untuk pela!anan tindak lan#ut

•  Rujukan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge)

(engiriman dokter7 tenaga kesehatan !ang lebih ahli dari strata pel. kes. <ang lebih mampu ke strata pela!anan kesehatan !ang kurang mampu untuk bimbingan dan diskusi atau sebalikn!a, untuk

mengikuti pendidikan dan pelatihan

•  Rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of

specimens)

(engiriman bahanbahan pemeriksaan bahan laboratorium dari strata  pela!anan kesehatan !ang kurang mampu ke strata !ang lebih

mampu atau sebalikn!a, untuk tindak lan#ut.

). Ru#ukan kesehatan mas!arakat- Ru#ukan ini berkaitan dengan upa!a  pen$egahan pen!akit pre>enti"4 dan peningkatan kesehatan promosi4.

Ru#ukan ini men$akup ru#ukan teknologi, sarana dan operasional. 5u#uan- untuk meningkatkan dera#at kesehatan dan ataupun men$egah  pen!akit !ang ada di mas!arakat.

•  Rujukan tenaga,

(engiriman dokter7tenaga kesehatan dari strata pela!anan kesehatan !ang lebih mampu ke strata pela!anan kesehatan !ang kurang

(29)

mampu untuk menanggulangi masalah kesehatan !ang ada di mas!arakat atau sebalikn!a, untuk pendidikan dan latihan.

•  Rujukan sarana

(engiriman berbagai peralatan medis7 non medis dari strata  pela!anan kesehatan !ang lebih mampu ke strata pela!anan kesehatan !ang kurang mampu untuk menanggulangi masalah kesehatan di mas!arakat, atau sebalikn!a untuk tindak lan#ut.

•  Rujukan operasional 

(elimpahan eenang dan tanggung#aab  penanggulangan masalah kesehatan mas!arakat dari strata pela!anan kesehatan !ang kurang mampu ke strata pela!anan kesehatan !ang lebih mampu atau sebalikn!a untuk pela!anan tindak lan#ut.

;an"aat Sistem Ru#ukan

a4 Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebi#akan

 ;embantu penghematan dana, karena tidak perlu men!ediakan  berbagai ma$am alat kedokteran pada setiap sarana kesehatan.  ;emper#elas s!stem pela!anan kesehatan, kemudian terdapat

hubungan antara ker#a berbagai sarana kesehatan !ang tersedia.  ;emudahkan peker#aan administrasi, terutama pada aspek 

 peren$anaan

 b4 Dari sudut mas!arakat sebagai pemakai #asa pela!anan

 ;eringankan bia!a pengobatan, karena dapat dihindari  pemeriksaan !ang sama se$ara berulang:ulang

 ;empermudah mas!arakat dalam mendapatkan pela!anan, karena telah diketahui dengan #elas "ungsi dan eenang setiap sarana  pela!anan kesehatan

$4 Dari sudut tenaga kesehatan

 ;emper#elas #en#ang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positi", semangat ker#a, ketekunan dan dedikasi.

 ;embantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui  #alinan ker#asama

 ;emudahkan7 meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempun!ai tugas dan kea#iban tertentu

S")tem Ru>uka, pa!a Kl","k Dokte( Kelua(.a

Ru#ukan pela!anan dokter keluarga tidak termasuk dalam kelompok ru#ukan kesehatan, melainkan kelompok ru#ukan medis.ru#ukan pada pela!anan dokter  keluarga mempun!ai beberapa karakteristik khusus,

!akni-14 (elimpahan eenang dan tanggung #aab pada ru#ukan pela!anan dokter keluarga tidak bersi"at total, melainkan han!a untuk masalah  pen!akit !ang sedang ditanggulangi sa#a. Sedangkan masalah pen!akit

(30)

lainn!a atau kesehatan pasien se$ara keseluruhan, tetap berada ditangan dokter keluarga.

)4 Dalam melakukan ru#ukan pasien dalam pela!anan dokter keluarga,  pertimbangan tidak han!a atas dasar keadaan pen!akit pasien sa#a,

melainkan keadaan sosial ekonomi keluarga se$ara keseluruhan.

34 5u#uan ru#ukan pada pela!anan dokter keluarga tidak terbatas han!a pada  pen!embuhan pen!akit dan ataupun pemulihan status kesehatan sa#a, melainkan #uga peningkatan dera#at kesehatan dan ataupun pen$egahan  pen!akit.

;asalah Konsultasi dan Ru#ukan

1. pa!ila konsultasi dan atau rujukan terse!ut dilakukan atas inisiatif  dokter serta penjelasan yang dilakukan tidak dapat meyakinkan pasien, daat menim!ulkan rasa kurang percaya pasien terhadap dokter . Sebenarn!a timbul rasa kurang per$a!a  pasien ini tidak perlu terlalu dirisaukan dalam praktik sehari:hari. ;alah telah terbukti, dokter !ang  bi#aksana serta berpikiran deasa, untuk kebaikan pasien tidak segan:

segan melakukan konsultasi atau ru#ukan. <ang perlu dilakukan di sini han!alah memberikan pen#elasan !ang sebaik:baikn!a kepada pasien tentang alasan serta maksud dilaksanakann!a konsultasi atau ru#ukan tersebut.

2. pa!ila konsultasi dan atau rujukan terse!ut dilakukan atas permintaan  pasien, dapat menim!ulkan rasa kurang senang pada diri dokter . Dalam

hal ini dokter harus me!akinkan pasien tentang perlu atau tidakn!a konsultasi atau ru#ukan !ang dimintakan pasien tersebut. 5etapi apabila  pasien tetap meminta, dokter !ang bi#aksana laimn!a tidak menolak   permintaan pasien.

3. pa!ila tidak ada jawa!an dari konsultasi.

". pa!ila tidak sependapat dengan saran#tindakan dokter konsultan.

$. pa!ila ada pem!atas dalam melakukan konsultasi dan ataupun rujukan. Ada !ang berasal dari dokter, misaln!a sikap dan perilaku !ang tidak  menun#ang. Ada !ang berasal dari pasien, misaln!a tidak bersedia dan ataupun !ang terpenting karena tidak $ukup bia!a atau karena kesulitan transportasi. Atau ada pula !ang berasal dari pihak ketiga, misaln!a  berbagai ketentuan program asuransi kesehatan, dan ataupun perusahaan !ang menanggung bia!a pela!anan kesehatan. (en!elesaian terhadap  berbagai pembatas ini harus dapat dilakukan dengan sebaik:baikn!a, dengan $atatan se!og!an!a sikap dan perilaku dokter sendiri tidak bersi"at negati" terhadap konsultasi atau ru#ukan.

%. pa!ila pasien tidak !ersedia untuk dikonsultasikan dan ataupun dirujuk . +an!ak !ang berperan di sini. ;ulai dari hambatan sosial buda!a sampai dengan hambatan sosial ekonomi. Di Indonesia hambatan !ang paling  ban!ak ditemukan adalah karena keadaan ekonomi penduduk !ang belum

(31)

memuaskan, dan karenan!a tidak bersedia dan atau tidak dapat memenuhi an#uran konsultasi dan atau ru#ukan tersebut.

5ata$ara Ru#ukan

(asien harus di#elaskan selengkap mungkin alasan akan dilakukan konsultasi dan ru#ukan. (en#elasan ini sangat perlu, terutama #ika men!angkut hal:hal !ang peka, seperti dokter ahli tertentu.

M Dokter !ang melakukan konsultasi harus melakukan komunikasi langsung dengan dokter !ang dimintai konsultasi. +iasan!a berupa surat atau  bentuk tertulis !ang memuat in"ormasi se$ara lengkap tentang identitas,

ria!at pen!akit dan penanganan !ang dilakukan oleh dokter keluarga. M Keterangan !ang disampaikan tentang pasien !ang dikonsultasikan harus

selengkap mungkin. 5u#uan konsultasi pun harus #elas, apakah han!a untuk memastikan diagnosis, menginterpretasikan hasil pemeriksaaan khusus, memintakan nasihat pengobatan atau !ang lainn!a.

M Sesuai dengan kode etik pro"esi, se!ogian!a dokter dimintakan konsultasi a#ib memberikan bantuan pro"esional !ang diperlukan. Apabila merasa diluar keahliann!a, harus menasihatkan agar berkonsultasi ke dokter ahli lain !ang lebih sesuai.

M 5erbatas han!a pada masalah pen!akit !ang diru#uk sa#a

M 5etap berkomunikasi antara dokter konsultan dan dokter !g meminta ru#ukan

M (erlu disepakati pembagian eenang dan tanggung#aab masing: masing pihak 

(embagian 6eenang  5anggung#aab

1. Interval referral , pelimpahan eenang dan tanggung#aab penderita  sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk  jangka waktu tertentu, dan

selama #angka aktu tersebut dokter tsb tidak ikut menanganin!a.

2. Collateral referral , men!erahkan eenang dan tanggung#aab  penanganan penderita han!a untuk satu masalah kedokteran khusus sa#a. . Cross referral, men!erahkan eenang dan tanggung#aab penanganan

 penderita sepenuhn!a kepada dokter lain untuk selamanya.

!. "plit referral , men!erahkan eenang dan tanggung#aab penanganan  penderita sepenuhn!a kepada !e!erapa dokter  konsultan, dan selama  #angka aktu pelimpahan eenang dan tanggung#aab tersebut dokter   pemberi ru#ukan tidak ikut $ampur.

5< =emaam" Da, =e,>ela)ka, Tataca(a Dokte( =u)l"m Dalam =e,a,.a," Pa)"e,

Seorang dokter muslim adalah seorang muslim itu sendiri, sehingga teladan !ang  paling utama adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi 6asallam, apapun pro"esi dan  #abatan seorang muslim. Akhlak seorang dokter muslim ialah akhlak seorang muslim !ang men#un#ung tinggi adab Rasulullah shalallahu Alaihi 6asallam tersebut sebagai teladan !ang sempurna dan akhlak +eliau disarikan dari Al: urHan itu sendiri sebagai pedoman hidup seorang muslim.

(32)

Sebagai hamba Allah, seorang dokter muslim harus mempun!ai tu#uan hidup-&'asanah fid(dunya dan hasanah fil(akhirah) . Ia semata:mata mengabdi kepada Allah S. Al:AnHam- 11)4 dengan men#auhi segala larangan S. Al Imran- 11@4 dan mematuhi semua perintah Allah, rasul:N!a dan 2lil Amri. Seorang dokter  muslim #uga harus mampu mengobati pen!akit #asmani, rohani, sosial serta gangguan pada iman dan Islam pasienn!a.

Etika7adab !ang harus dimiliki oleh dokter muslim menurut uhair Ahmad al: Sibai dan ;uhmmad Ali al:+ar dalam kar!an!a l( *ha!i! , da!uhu wa +iqhuh Dokter, Etika dan Cikih Kedokteran4, antara lain dikemukakan baha dokter  muslim harus berke!akinan atas kehormatan pro"esi, men#ernihkan na"su, lebih mendalami ilmu !ang dikuasain!a, menggunakan metode ilmiah dalam ber"ikir, kasih sa!ang, benar dan #u#ur, rendah hati, bersaha#a, dan maas diri.

Seorang dokter muslim harus mampu mengadakan pendekatan kepada mas!arakat. (asien !ang sakit adalah mahluk sosial !ang merupakan bagian dari suatu komunitas !ang sakit. Oleh karenan!a, seorang dokter muslim tidak boleh han!a melihat seseorang penderita se$ara mikro indi>idual4, melainkan #uga harus melihatn!a dalam skala makro ingat konsep biopsikososiokultural dan relegius4.

Seorang dokter muslim harus men!adari dan mengins!a"i baha mengobati orang sakit karena Allah, adalah suatu amal !ang amat tinggi nilain!a. Dengan demikian, ia telah melaksanakan dakah Islam, baha Allah:lah !ang menurunkan pen!akit dan Dia pula !ang menurunkan obatn!a. Dokter han!a dapat mengenali #enis pen!akit dan menuliskan resep, namun han!a Allah #ualah !ang men!embuhkan. Seorang dokter muslim menghilangkan anggapan baha dialah !ang men !embuhkan pasienn!a.

Dengan demikian, seorang dokter muslim harus men!adari baha ia adalah khali"ah Allah dalam pengobatan !ang senantiasa berlaku sopan kepada semua  pasienn!a dan selalu mendoakan agar Allah memberikan kesembuhan kepada  pasien !ang ditanganin!a.

;eskipun sudah ban!ak penulis, alim maupun pakar kedokteran muslim men!ampaikan karakteristik atau $iri dokter muslim, namun sampai saat ini  belum ada kesepakatan mengenai rumusan tertulis dokter muslim !ang disetu#ui oleh segenap persatuan dokter muslim baik ditingkat nasional, regional maupun internasional. ;enurut ;a#id Ramadhan )@@/4 dalam bukun!a &arakteristik   -okter Muslim), $iri dokter !ang diharapkan dapat menanggung amanat #uga

kekahali"ahan adalah-1. APidahn!a benar 

). Ikhlas dan tekun dalam ker#an!a

3. ;aksimal dalam spesialisasi pro"esin!a /. u#ur dalam perkataan dan perbuatan

'. (un!a komitment untuk selalu dapat berman"aat bagi manusia 0. (emalu, #u#ur dan men#aga rahasia

(33)

%. Ikut merasakan rasa sakit pasien empati4 dan membangun optimisme pada  pasien

B. Rendah hati, tidak sombong dan ramah

1@. 5idak melebih:lebihkan ongkos dan meringankan !ang kesulitan 11. +erpenampilan indah

1). ;enasehati pasienn!a, dengan men!uruh kepada kebaikan dan men$egah kemungkaran.

Referensi

Dokumen terkait

Paket Pekerjaan : Penyusunan DED Komplek Rumah Dinas Dokter Spesialis dan Rumah Singgah bagi Keluarga Pasien RSUD Dr. Rabain

Jika pasien ditransfer ke rumah sakit lain dengan instruksi DNR, dokter senior yang saat itu sedang bertugas atau konsultan harus bertanggungjawab untuk

Jika pasien ditransfer ke rumah sakit lain dengan instruksi DNR, dokter senior yang saat itu sedang bertugas atau konsultan harus bertanggungjawab untuk

Jawaban terhadap surat rujukan dari dokter keluarga merupakan hal yang penting dilakukan oleh dokter spesialis di RS karena informasi pelayanan kesehatan pasien dapat

Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta memiliki fasilitas rawat jalan atau poliklinik yang dilengkapi dengan dokter spesialis yang ahli dibidangnya dan siap membantu

Dokter spesialis anestesi memberikan penjelasan kepada pasien, keluarga atau penanggung jawab pasien tentang manfaat, resiko dan alternatif serta tata cara menghadapi resiko

c. -tas permintaan keluarga 8 pasien dan keluarga berhak meminta salah seorang dokter spesialis untuk menjadi D%&amp;% nya sepanjang sesuai dengan disiplinnya.

Jawaban terhadap surat rujukan dari dokter keluarga merupakan hal yang penting dilakukan oleh dokter spesialis di RS karena informasi pelayanan kesehatan pasien