• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN perkesmas.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KERANGKA ACUAN perkesmas.doc"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN TULANG BAWANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT WAY DENTE

KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG Jl. Raya Way Dente, Dente Teladas

TULANG BAWANG KERANGKA ACUAN

PEMBINAAN PELAKSANAAN KEGIATAN

UPAYA KESEHATAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT (PERKESMAS) UPTD PUSKESMAS WAY DENTE TAHUN2017

A.

PENDAHULUAN

Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan upaya dari seluruh potensi yang ada, baik masyarakat maupun pemerintah setempat.

Puskesmas merupakan ujung tombak penyelenggaraan UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) di strata pelayanan kesehatan. Upaya keperawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya kesehatan penunjang yang terintegrasi dalam semua upaya kesehatan puskesmas yang dilaksanakan oleh perawat. Perawat puskesmas mempunyai tugas pokok memberikan pelayanan keperawatan dalam bentuk asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya program pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan. Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh Puskesmas.

Perkesmas dilakukan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan dasar. Pelaksanaan Perkesmas bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal.

(2)

Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks, karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diketahui penyebab kematian di Indonesia untuk semua umur, telah terjadi pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, yaitu penyebab kematian pada untuk usia diatas 5 tahun, penyebab kematian yang terbanyak adalah stroke, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hasil Riskesdas 2007 juga menggambarkan hubungan penyakit degeneratif seperti sindroma metabolik, stroke, hipertensi, obesitas dan penyakit jantung dengan status sosial ekonomi masyarakat (pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain). Prevalensi gizi buruk yang berada di atas rata-rata nasional (5,4%) ditemukan pada 21 provinsi dan 216 kabupaten/kota. Sedangkan berdasarkan gabungan hasil pengukuran gizi buruk dan gizi kurang Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa sebanyak 19 provinsi mempunyai prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di atas prevalensi nasional sebesar 18,4%. Namun demikian, target rencana pembangunan jangka menengah untuk pencapaian program perbaikan gizi yang diproyeksikan sebesar 20%, dan target Millenium Development Goals sebesar 18,5% pada 2015, telah dapat dicapai pada 2007.

Sehubungan dengan hal tersebut, perlu terus ditingkatkan upaya-upaya untuk memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu pelayanan yang baik, berkelanjutan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga miskin rawan kesehatan/risiko tinggi. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Salah satu upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh UPTD Puskesmas Way Dente adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas).

C.

TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS A. Tujuan Umum

Meningkatnya kemandirian masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan khususnya masalah keperawatan kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

B. Tujuan Khusus

a. Meningkatnya pengetahuan, sikap, dan perilaku individu keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang kesehatan.

b. Meningkatkan deteksi dini kasus – kasus prioritas di wilayah kerja Puskesmas. c. Meningkatnya penanganan keperawatan kasus prioritas di puskesmas.

(3)

a. Melakukan koordinasi dengan lintas program untuk mendapatkan data kasus resti yang perlu di follow Up/ dipantau.

Perawat kordinator/penanggung Jawab Perkesmas Puskesmas berkoordinasi dengan lintas program puskesmas untuk mendapatkan laporan pasien yang memiliki kasus rawan seperti lansia, balita gizi kurang dll. Dengan mendapatkankan laporan dari lintas program memudahkan dalam penentuan pasien yang akan diberikan tindakan di rumah.

b. Koordinasi Dengan Lintas Sektor

Selain berkoordinasi dengan lintas program PJ Perkesmas diharapkan mampu berkoordnasi dengan Lintas Sektor dengan tujuan untuk memberikan layanan yang tepat sesuai sasaran.

c. Melakukan Kunjungan Rumah

Kunjugan rumah oleh perawat (home visit/home care) terencana, bertujuan untuk pembinaan keluarga rawan kesehatan. Home visit adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan pasien dan keluarganya, pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal pasien dengan melibatkan pasien dan keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan, pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional, di bidang kesehatan maupun non kesehatan. Ruang Lingkup home visit yaitu memberi asuhan keperawatan secara komprehensif, melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya, mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga.

E.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Cara melaksanaan kegiatan Perkesmas melalui :

a. Koordiator menerima pasien dari tiap Layanan (BP,KIA, dan Poli Gigi) di Puskesmas b. Koordinator program Perkesmas menunjuk perawat pelaksana Perkesmas untuk

mengelola kasus.

c. Perawat pelaksana Perkesmas membuat perjanjian dengan pasien untuk melakukan kunjungan rumah.

d. Perawat memastikan identitas pasien, bawa denah/petunjuk tempat tinggal pasien, lengkap kartu identitas unit tempat kerja, memastikan perlengkapan pasien untuk di

(4)

rumah, menyiapkan file asuhan keperawatan, menyiapkan alat bantu media untuk pendidikan.

e. Pelaksanaan terdiri dari perkenalan diri dan jelaskan tujuan, observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat, lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien, membuat rencana pelayanan, lakukan perawatan langsung, diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll, diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan, dokumentasikan kegiatan.

f. Monitoring dan evaluasi antara lain keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal, kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksana.

g. Proses penghentian pelayanan Perkesmas, dengan kriteria : tercapai sesuai tujuan, kondisi pasien stabil, program rehabilitasi tercapai secara maksimal, keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien, pasien di rujuk, pasien menolak pelayanan lanjutan, pasien meninggal dunia.

F.

SASARAN

Sasaran keperawatan Masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok, masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan, ketidakmauan maupun ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya.

Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan prioritas, terutama : 1. Belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan

2. Sudah memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan tetapi memerlukan tindak lanjut perawatan di rumah.

a. Sasaran Individu

Sasaran prioritas adalah balita gizi buruk, ibu hamil resiko tinggi, usia lanjut, penderita penyakit menular (TB paru, kusta, malaria, DBD, diare, ISPA/Pneumonia), penderita penyakit degeneratif.

b. Sasaran Keluarga

Keluarga yang rentan terhadap masalah kesehatan :

- Keluarga miskin yang belum pernah kontak dengan sarana pelayanan kesehatan. - Keluarga miskin sudah memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan tetapi mempunyai masalah kesehatan terkait dengan tumbuh kembang balita, kesehatan reproduksi dan penyakit menular.

(5)

Masyarakat khusus yang rentan terhadap timbulnya masalah kesehatan. Kelompok masyarakat khusus tidak terikat dalam suatu institusi tertentu, antara lain posyandu, kelompok ibu hamil, kelompok usia lanjut.

G.

JADUAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Pelaksanaan Ja nu ar i F eb ru ar i M ar et A pr il M ei Ju ni Ju li A gu st us S ep te m be r O kt ob er N ov em be r D es em be r 1 Koordinasi Dengan Lintas Program Puskesmas 2 Koordinasi Dengan lintas

Sektor 3 Kunjungan Rumah 4 Pencatatan Pelaporan Dan Evaluasi

H.

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur hasil dari kegiatan Perkesmas yang telah dilaksanakan dalam periode waktu tertentu. Evaluasi kegiatan Perkesmas dilakukan oleh petugas atau pemegang program Perkesmas di Puskesmas.dan dilaksnakan tiap bulan sekali. Hasil dari evaluasi tersebut disajikan dalam bentuk format laporan tertulis diserahkan kepada bidang koordianasi Puskesmas yang berikutnya diserahkan ke Kepala Puskesmas untuk di periksa.

I.

PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh petugas Perkesmas Puskesmas di catat dalam formast Laporan yang sudah disiapkan dan dilaporkan tiap bulan kepada Bidang Koordinasi dan kepala Puskesmas untuk diperiksa dan dievaluasi.

(6)

Way Dente, 24 Februari 2017 Kepala UPTD Puskesmas Way Dente

Eniyati, S.ST., M.Kes NIP. 19710316 199101 2 002

Referensi

Dokumen terkait

Berapakah konsentrasi ekstrak Alpinia galanga L yang paling efektif dalam menghambat sistem quorum sensing (produksi eksoprotease, jumlah sel bakteri dan produksi

Herlianty : Uhh, entah apa gitu ya yang dia inginkan tapi kalo buat saya sih itu hanya ingin buang-buang waktu saja, ya makanya sering rang tuanya bilang kalau belum selesai

1) Fakultas adalah merupakan unsur pelakana akademik yang berada di bawah Rektor. 2) Fakultas dipimpin oleh Dekan yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor. 4)

Penulis memilih Telkom sebagai tempat magang karena penasaran dengan fungsi Public Relations di BUMN, dan penulis direkomendasikan untuk magang di Wilayah Telkom (WITEL)

Matrik konsolidasi dokumen Renstra Dinas PU Kota Padang Tahun 2009-2014 dengan Rencana Kerja Dinas PU Tahun 2009 dan 2010 pada Bidang Bina Marga disusun untuk melihat

Proses ini dilakukan dalam ember yang telah diisi air agar tidak ada gelembung udara pa Sebagian dari Hidrilla Sebagian dari Mencatat jumlah gelembung besar dan gelembung kecil

Lini pertama pengobatan malaria falciparum adalah Artemisin Combination Therapy (ACT).. Primaquin diberikan per-oral dengan dosis tunggal 0,75 mg basa/kgbb

BAB III pada laporan ini membahas tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) secara umum, Jenis PLTA, sistem pemipaan yang terdapat pada PLTA, aliran air di