REFERAT
REFERAT
ABSES SEREBRI
ABSES SEREBRI
Disusun Oleh :
Disusun Oleh :
Stephanie Caroline
Stephanie Caroline
1361050171
1361050171
Pembimbing :
Pembimbing :
dr. Izati Rahmi, Sp.S
dr. Izati Rahmi, Sp.S
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
PERIODE 24 Juli
PERIODE 24 Juli
–
–
26 Agustus 2017 26 Agustus 2017 RSUD PASAR MINGGURSUD PASAR MINGGU FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA JAKARTA
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR
DAFTAR ISI ...ISI ... ... ii BAB
BAB I I PENDAHULUAN ...PENDAHULUAN ... 1... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1
2.1 DEFINISI DEFINISI ... 2... 2 2.2
2.2 EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI ... 2.... 2 2.3
2.3 ETIOLOGI ETIOLOGI DAN DAN FAKTOR FAKTOR PREDISPOSISI PREDISPOSISI ... ... 22 2.4
2.4 PATOFISIOLOGI PATOFISIOLOGI ... .... 44 2.5
2.5 DIAGNOSIS DIAGNOSIS ... ... 77 2.6
2.6 DIAGNOSIS DIAGNOSIS BANDING ...BANDING ... 8... 8 2.7 2.7 TATALAKSANA TATALAKSANA ... 8.... 8 2.8 2.8 KOMPLIKASI KOMPLIKASI ... 9... 9 2.9 2.9 PROGNOSIS PROGNOSIS ... ... 1010 BAB
BAB III III KESIMPULAN .KESIMPULAN ... 11... 11 DAFTAR
BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang 1.1. Latar belakang
Abses serebri adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang Abses serebri adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang terlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi terlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri,
bakteri, fungus dan fungus dan protozoa. protozoa. Mikroorganisme teMikroorganisme tersebut rsebut mencapai mencapai substansia substansia otakotak melalui aliran darah, perluasan infeksi sekitar otak, luka tembus trauma kepala melalui aliran darah, perluasan infeksi sekitar otak, luka tembus trauma kepala dan kelainan kardiopulmoner. Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber dan kelainan kardiopulmoner. Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber infeksinya.
infeksinya.
Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini telah mengalami kemajuan, namun
saat ini telah mengalami kemajuan, namun raterate kematian penyakit abses otakkematian penyakit abses otak tetap masih tinggi yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 4 ini sudah jarang dijumpai tetap masih tinggi yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 4 ini sudah jarang dijumpai terutama di negara-negara maju, namun karena resiko kematiannya tinggi, abses terutama di negara-negara maju, namun karena resiko kematiannya tinggi, abses otak termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat otak termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (“life
(“life-- threatening infection”)threatening infection”). Gejala klinik abses serebri berupa tanda-tanda. Gejala klinik abses serebri berupa tanda-tanda infeksi yaitu demam, anoreksi dan malaise, peninggian tekanan intrakranial serta infeksi yaitu demam, anoreksi dan malaise, peninggian tekanan intrakranial serta gejala nerologik fokal sesuai lokalisasi abses. Terapi abses serebri terdiri dari gejala nerologik fokal sesuai lokalisasi abses. Terapi abses serebri terdiri dari pemberian antibiotik dan pembedahan. Tanpa pengobatan, prognosis abses serebri pemberian antibiotik dan pembedahan. Tanpa pengobatan, prognosis abses serebri
dapat menjadi jelek. dapat menjadi jelek.
BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi 2.1. Definisi
Abses serebri didefinisikan sebagai penimpukan materi piogenik yang Abses serebri didefinisikan sebagai penimpukan materi piogenik yang terlokalisir didalam atau diantara parenkim otak, dengan etiologi terlokalisir didalam atau diantara parenkim otak, dengan etiologi bermacam-macam seperti bakteri, jamur, dan parasite.
macam seperti bakteri, jamur, dan parasite. 2.2. Epidemiologi
2.2. Epidemiologi
Abses serebri dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, namun paling Abses serebri dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, namun paling sering terjadi pada anak berusia 4 sampai 8 tahun. Penyebab abses serebri yaitu, sering terjadi pada anak berusia 4 sampai 8 tahun. Penyebab abses serebri yaitu, embolisasi oleh penyakit jantung kongenital dengan pintas atrioventrikuler embolisasi oleh penyakit jantung kongenital dengan pintas atrioventrikuler (terutama tetralogi fallot), meningitis, otitis media kronis dan mastoiditis, (terutama tetralogi fallot), meningitis, otitis media kronis dan mastoiditis, sinusitis, infeksi jaringan lunak pada wajah ataupun scalp, status imunodefisiensi sinusitis, infeksi jaringan lunak pada wajah ataupun scalp, status imunodefisiensi dan infeksi pada pintas ventrikuloperitonial. Patogenesis abses serebri tidak begitu dan infeksi pada pintas ventrikuloperitonial. Patogenesis abses serebri tidak begitu dimengerti pada 10-15% kasus.
dimengerti pada 10-15% kasus.
Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika Walaupun teknologi kedokteran diagnostik dan perkembangan antibiotika saat ini telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak saat ini telah mengalami kemajuan, namun rate kematian penyakit abses otak masih tetap tinggi, yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%. Penyakit ini sudah masih tetap tinggi, yaitu sekitar 10-60% atau rata-rata 40%. Penyakit ini sudah jarang
jarang dijumpai dijumpai terutama terutama di di negara-negara negara-negara maju, maju, namun namun karena karena resikoresiko kematiannya sangat tinggi, abses otak termasuk golongan penyakit infeksi yang kematiannya sangat tinggi, abses otak termasuk golongan penyakit infeksi yang mengancam kehidupan masyarakat (
mengancam kehidupan masyarakat (life threatening infectionlife threatening infection).).
Di Indonesia belum ada data pasti, namun Amerika Serikat dilaporkan Di Indonesia belum ada data pasti, namun Amerika Serikat dilaporkan sekitar 1500-2500 kasus abses serebri per tahun. Prevalensi diperkirakan 0,3-1,3 sekitar 1500-2500 kasus abses serebri per tahun. Prevalensi diperkirakan 0,3-1,3 per
per 100.000 100.000 orang/tahun. orang/tahun. Jumlah Jumlah penderita penderita pria pria lebih lebih banyak banyak daripada daripada wanita,wanita, yaitu dengan perbandinagan 2-3:1.
yaitu dengan perbandinagan 2-3:1. 2.3. Etiologi dan Faktor Predisposisi 2.3. Etiologi dan Faktor Predisposisi
Sebagian besar abses serebri berasal langsung dari penyebaran infeksi Sebagian besar abses serebri berasal langsung dari penyebaran infeksi telinga tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries). telinga tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries). Abses otak dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru Abses otak dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, abses paru, bronkiektas, pneumonia), endokarditis bakterial sistemik (empyema, abses paru, bronkiektas, pneumonia), endokarditis bakterial
akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot (abses akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot (abses multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jaringan otak).
multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jaringan otak). Abses serebriAbses serebri yang penyebarannya secara hematogen, letak absesnya sesuai dengan peredaran yang penyebarannya secara hematogen, letak absesnya sesuai dengan peredaran darah yang didistribusi oleh arteri cerebri media terutama lobus parietalis, atau darah yang didistribusi oleh arteri cerebri media terutama lobus parietalis, atau cerebellum dan batang otak.
cerebellum dan batang otak.
Abses dapat juga dijumpai pada penderita penyakit immunologik seperti Abses dapat juga dijumpai pada penderita penyakit immunologik seperti AIDS, penderita penyakit kronis yang mendapat kemoterapi/steroid yang dapat AIDS, penderita penyakit kronis yang mendapat kemoterapi/steroid yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. 20-37% penyebab abses otak tidak menurunkan sistem kekebalan tubuh. 20-37% penyebab abses otak tidak diketahui. Penyebab abses yang jarang dijumpai, osteomyelitis tengkorak, diketahui. Penyebab abses yang jarang dijumpai, osteomyelitis tengkorak, sellulitis, erysipelas wajah, abses tonsil, pustule kulit, luka tembus pada tengkorak sellulitis, erysipelas wajah, abses tonsil, pustule kulit, luka tembus pada tengkorak kepala, infeksi gigi luka tembak di kepala, septikemia. Berdasarkan sumber kepala, infeksi gigi luka tembak di kepala, septikemia. Berdasarkan sumber infeksi dapat ditentukan lokasi timbulnya abses di lobus otak. Infeksi sinus infeksi dapat ditentukan lokasi timbulnya abses di lobus otak. Infeksi sinus paranasal
paranasal dapat dapat menyebar menyebar secara secara retrograde retrograde thrombophlebitis thrombophlebitis melalui melalui klep klep venavena diploika menuju lobus frontalis atau temporal. Bentuk absesnya biasanya tunggal, diploika menuju lobus frontalis atau temporal. Bentuk absesnya biasanya tunggal, terletak superficial di otak, dekat dengan sumber infeksinya. Sinusitis frontal terletak superficial di otak, dekat dengan sumber infeksinya. Sinusitis frontal dapat juga menyebabkan abses di bagian anterior atau inferior lobus frontalis. dapat juga menyebabkan abses di bagian anterior atau inferior lobus frontalis. Sinusitis sphenoidalis dapat menyebakan abses pada lobus frontalis atau Sinusitis sphenoidalis dapat menyebakan abses pada lobus frontalis atau temporalis. Sinusitis maxillaris dapat menyebabkan abses pada lobus temporalis. temporalis. Sinusitis maxillaris dapat menyebabkan abses pada lobus temporalis. Sinusitis ethmoidalis dapat menyebabkan abses pada lobus frontalis. Infeksi pada Sinusitis ethmoidalis dapat menyebabkan abses pada lobus frontalis. Infeksi pada telinga tengah dapat pula menyebar ke lobus temporalis. Infeksi pada mastoid dan telinga tengah dapat pula menyebar ke lobus temporalis. Infeksi pada mastoid dan kerusakan tengkorak kepala karena kelainan bawaan seperti kerusakan tegmentum kerusakan tengkorak kepala karena kelainan bawaan seperti kerusakan tegmentum timpani atau kerusakan tulang temporal oleh kolesteatoma dapat menyebar ke timpani atau kerusakan tulang temporal oleh kolesteatoma dapat menyebar ke dalam serebelum.
dalam serebelum.
Bakteri (yang sering) menginfeksi adalah Stapylococcus aureus, Bakteri (yang sering) menginfeksi adalah Stapylococcus aureus, streptococcus anaerob, S beta hemoliticus, S Alda hemoliticus, E. coli, streptococcus anaerob, S beta hemoliticus, S Alda hemoliticus, E. coli, bacteroides.
bacteroides. Selain Selain bakteri, bakteri, infeksi infeksi juga juga dapat dapat diakibatkan diakibatkan oleh oleh jamur jamur seperti seperti N.N. asteroids, species candida, aspergillus, dan juga parasite seperti E. histolistica, asteroids, species candida, aspergillus, dan juga parasite seperti E. histolistica, cystecircosis, schitosomiasis.
cystecircosis, schitosomiasis.
Faktor predisposisi dapat menyangkut host, kuman infeksi atau faktor Faktor predisposisi dapat menyangkut host, kuman infeksi atau faktor lingkungan.
lingkungan.
1. Faktor tuan rumah (host) 1. Faktor tuan rumah (host)
Daya pertahanan susunan saraf pusat untuk menangkis infeksi mencakup Daya pertahanan susunan saraf pusat untuk menangkis infeksi mencakup kesehatan umum yang sempurna, struktur sawar darah otak yang utuh dan efektif, kesehatan umum yang sempurna, struktur sawar darah otak yang utuh dan efektif, aliran darah ke otak yang adekuat, sistem imunologik humoral dan selular yang aliran darah ke otak yang adekuat, sistem imunologik humoral dan selular yang berfungsi sempurna.
berfungsi sempurna. 2. Faktor kuman 2. Faktor kuman
Kuman tertentu cendeerung neurotropik seperti yang membangkitkan Kuman tertentu cendeerung neurotropik seperti yang membangkitkan meningitis bacterial akut, memiliki beberapa faktor virulensi yang tidak meningitis bacterial akut, memiliki beberapa faktor virulensi yang tidak bersangkut
bersangkut paut paut dengan dengan faktor faktor pertahanan pertahanan host. host. Kuman Kuman yang yang memiliki memiliki virulensivirulensi yang rendah dapat menyebabkan infeksi di susunan saraf pusat jika terdapat yang rendah dapat menyebabkan infeksi di susunan saraf pusat jika terdapat ganggguan pada system limfoid atau retikuloendotelial.
ganggguan pada system limfoid atau retikuloendotelial. 3. Faktor lingkungan
3. Faktor lingkungan
Faktor tersebut bersangkutan dengan transisi
Faktor tersebut bersangkutan dengan transisi kuman. Yang dapat masuk kekuman. Yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak antar individu, vektor, melaui air, atau udara.
dalam tubuh melalui kontak antar individu, vektor, melaui air, atau udara.
2.4. Patofisiologi 2.4. Patofisiologi
Abses serebri dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus Abses serebri dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari fokus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh, atau secara langsung seperti trauma kepala dan operasi kraniotomi. Abses yang terjadi secara langsung seperti trauma kepala dan operasi kraniotomi. Abses yang terjadi oleh penyebaran hematogen dapat pada setiap bagian otak, tetapi paling sering oleh penyebaran hematogen dapat pada setiap bagian otak, tetapi paling sering pada
pada pertemuan pertemuan substansia substansia alba alba dan dan grisea; grisea; sedangkan sedangkan yang yang perkontinuitatumperkontinuitatum biasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobus tertentu.
biasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobus tertentu.
Pada tahap awal abses serebri terjadi reaksi radang yang difus pada Pada tahap awal abses serebri terjadi reaksi radang yang difus pada jaringan
jaringan otak otak dengan dengan infiltrasi infiltrasi lekosit lekosit disertai disertai udem, udem, perlunakan perlunakan dan dan kongestikongesti jaringan
jaringan otak, otak, kadang-kadang kadang-kadang disertai disertai bintik bintik perdarahan. perdarahan. Setelah Setelah beberapa beberapa harihari sampai beberapa minggu terjadi nekrosis dan pencairan pada pusat lesi sehingga sampai beberapa minggu terjadi nekrosis dan pencairan pada pusat lesi sehingga membentuk suatu rongga abses. Astroglia, fibroblas dan makrofag mengelilingi membentuk suatu rongga abses. Astroglia, fibroblas dan makrofag mengelilingi jaringan
jaringan yang yang nekrotikan. nekrotikan. Mula-mula Mula-mula abses abses tidak tidak berbatas berbatas tegas tegas tetapi tetapi lamalama kelamaan dengan fibrosis yang progresif terbentuk kapsul dengan dinding yang kelamaan dengan fibrosis yang progresif terbentuk kapsul dengan dinding yang konsentris. Tebal kapsul antara beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. konsentris. Tebal kapsul antara beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Beberapa ahli membagi perubahan patologi abses serebri
Beberapa ahli membagi perubahan patologi abses serebri dalam 4 stadium yaitu :dalam 4 stadium yaitu : 1) Stadium serebritis dini (
Terjadi reaksi radang local dengan infiltrasi polymofonuklear leukosit, Terjadi reaksi radang local dengan infiltrasi polymofonuklear leukosit, limfosit dan plasma sel dengan pergeseran aliran darah tepi, yang dimulai pada limfosit dan plasma sel dengan pergeseran aliran darah tepi, yang dimulai pada hari pertama dan meningkat pada hari ke 3. Sel-sel radang terdapat pada tunika hari pertama dan meningkat pada hari ke 3. Sel-sel radang terdapat pada tunika adventisia dari pembuluh darah dan mengelilingi daerah nekrosis infeksi. adventisia dari pembuluh darah dan mengelilingi daerah nekrosis infeksi. Peradangan perivaskular ini disebut cerebritis. Saat ini terjadi edema di sekita otak Peradangan perivaskular ini disebut cerebritis. Saat ini terjadi edema di sekita otak dan peningkatan efek massa karena pembesaran abses.
dan peningkatan efek massa karena pembesaran abses. 2) Stadium serebritis lanjut (
2) Stadium serebritis lanjut ( Late Cerebritis Late Cerebritis))
Saat ini terjadi perubahan histologis yang sangat berarti. Daerah pusat Saat ini terjadi perubahan histologis yang sangat berarti. Daerah pusat nekrosis membesar oleh karena peningkatan
nekrosis membesar oleh karena peningkatan acellular debrisacellular debris dan dan pembentukanpembentukan nanah karena pelepasan enzim-enzim dari sel radang. Di tepi pusat nekrosis nanah karena pelepasan enzim-enzim dari sel radang. Di tepi pusat nekrosis didapati daerah sel radang, makrofag-makrofag besar dan gambaran fibroblast didapati daerah sel radang, makrofag-makrofag besar dan gambaran fibroblast yang terpencar. Fibroblast mulai menjadi reticulum yang akan membentuk kapsul yang terpencar. Fibroblast mulai menjadi reticulum yang akan membentuk kapsul kolagen. Pada fase ini edema otak menyebar maksimal sehingga lesi menjadi kolagen. Pada fase ini edema otak menyebar maksimal sehingga lesi menjadi sangat besar
sangat besar
3) Stadium pembentukan kapsul dini (
3) Stadium pembentukan kapsul dini ( Early Capsule Formation Early Capsule Formation))
Pusat nekrosis mulai mengecil, makrofag menelan acellular debris dan Pusat nekrosis mulai mengecil, makrofag menelan acellular debris dan fibroblast meningkat dalam pembentukan kapsul. Lapisan fibroblast membentuk fibroblast meningkat dalam pembentukan kapsul. Lapisan fibroblast membentuk anyaman reticulum mengelilingi pusat nekrosis. Di daerah ventrikel, anyaman reticulum mengelilingi pusat nekrosis. Di daerah ventrikel, pembentukan
pembentukan dinding dinding sangat sangat lambat lambat oleh oleh karena karena kurangnya kurangnya vaskularisasi vaskularisasi didi daerah substansi putih dibandingkan substansi abu. Pembentukan kapsul yang daerah substansi putih dibandingkan substansi abu. Pembentukan kapsul yang terlambat di permukaan tengah memungkinkan abses membesar ke dalam terlambat di permukaan tengah memungkinkan abses membesar ke dalam substansi putih. Bila abses cukup besar, dapat robek ke dalam ventrikel lateralis. substansi putih. Bila abses cukup besar, dapat robek ke dalam ventrikel lateralis. Pada pembentukan kapsul, terlihat daerah anyaman reticulum yang tersebar Pada pembentukan kapsul, terlihat daerah anyaman reticulum yang tersebar membentuk kapsul kolagen, reaksi astrosit di sekitar otak mulai meningkat.
membentuk kapsul kolagen, reaksi astrosit di sekitar otak mulai meningkat. 4) Stadium pembentukan kapsul lanjut (
4) Stadium pembentukan kapsul lanjut ( Late Capsule Formation Late Capsule Formation))
Pada stadium ini, terjadi perkembangan lengkap abses dengan gambaran Pada stadium ini, terjadi perkembangan lengkap abses dengan gambaran histologis sebagai berikut:
histologis sebagai berikut:
· Bentuk pusat nekrosis diisi oleh
· Bentuk pusat nekrosis diisi oleh acellular debrisacellular debris dan sel-sel radang.dan sel-sel radang. · Daerah tepi dari sel radang, makrofag, dan fibroblast.
· Daerah tepi dari sel radang, makrofag, dan fibroblast. · Kapsul kolagen yang tebal.
· Kapsul kolagen yang tebal.
· Lapisan neurovaskular sehubungan dengan serebritis yang berlanjut. · Lapisan neurovaskular sehubungan dengan serebritis yang berlanjut.
· Reaksi astrosit, gliosis, dan edema otak di luar kapsul. · Reaksi astrosit, gliosis, dan edema otak di luar kapsul.
Abses dalam kapsul substansia alba dapat makin membesar dan meluas ke Abses dalam kapsul substansia alba dapat makin membesar dan meluas ke arah ventrikel sehingga bila terjadi ruptur, dapat menimbulkan meningitis.
arah ventrikel sehingga bila terjadi ruptur, dapat menimbulkan meningitis.
Infeksi jaringan fasial, selulitis orbita, sinusitis etmoidalis, amputasi Infeksi jaringan fasial, selulitis orbita, sinusitis etmoidalis, amputasi meningoensefalokel nasal dan abses apikal dental dapat menyebabkan abses meningoensefalokel nasal dan abses apikal dental dapat menyebabkan abses serebri yang berlokasi pada lobus frontalis. Otitis media, mastoiditis terutama serebri yang berlokasi pada lobus frontalis. Otitis media, mastoiditis terutama menyebabkan abses serebri lobus temporalis dan serebelum, sedang abses lobus menyebabkan abses serebri lobus temporalis dan serebelum, sedang abses lobus parietalis biasanya terjadi secara hematogen.
parietalis biasanya terjadi secara hematogen. Respon Imunologik pada Abses Otak. Respon Imunologik pada Abses Otak.
Setelah kuman telah menerobos permukaan tubuh, kemudian sampai ke Setelah kuman telah menerobos permukaan tubuh, kemudian sampai ke susunan saraf pusat melalui lintasan-lintasan berikut. Kuman yang bersarang di susunan saraf pusat melalui lintasan-lintasan berikut. Kuman yang bersarang di mastoid dapat menjalar ke otak perkuntinuitatum. Invasi hematogenik melalui mastoid dapat menjalar ke otak perkuntinuitatum. Invasi hematogenik melalui arteri intraserebral merupakan penyebaran ke otak secara langsung.
arteri intraserebral merupakan penyebaran ke otak secara langsung.
Ada penjagaan otak khusus terhadap bahaya yang dating melalui lintasan Ada penjagaan otak khusus terhadap bahaya yang dating melalui lintasan hematogen, yang dikenal sebagai sawar darah otak atau blood brain barrier. Pada hematogen, yang dikenal sebagai sawar darah otak atau blood brain barrier. Pada toksemia dan septicemia, sawar darah otak terusak dan tidak lagi bertindak toksemia dan septicemia, sawar darah otak terusak dan tidak lagi bertindak sebagai sawar khusus. Infeksi jaringan otak jarang dikarenakan hanya bakterimia sebagai sawar khusus. Infeksi jaringan otak jarang dikarenakan hanya bakterimia saja, oleh karena jaringan otak yang sehat cukup resisten terhadap infeksi. Kuman saja, oleh karena jaringan otak yang sehat cukup resisten terhadap infeksi. Kuman yang dimasukkan ke dalam otak secara langsung pada binatang percobaan yang dimasukkan ke dalam otak secara langsung pada binatang percobaan ternyata tidak membangkitkan abses sereebri/ abses otak, kecuali apabila jumlah ternyata tidak membangkitkan abses sereebri/ abses otak, kecuali apabila jumlah kumannya sangat besar atau sebelum inokulasi intraserebral telah diadakan kumannya sangat besar atau sebelum inokulasi intraserebral telah diadakan nekrosis terlebih dahulu. Walaupun dalam banyak hal sawar darah otak sangat nekrosis terlebih dahulu. Walaupun dalam banyak hal sawar darah otak sangat protektif,
protektif, namun namun ia ia menghambat menghambat penetrasi penetrasi fagosit, fagosit, antibodi antibodi dan dan antibiotik.antibiotik. Jaringan otak tidak memiliki fagosit yang efektif dan juga tidak memiliki lintasan Jaringan otak tidak memiliki fagosit yang efektif dan juga tidak memiliki lintasan pembuangan
pembuangan limfatik limfatik untuk untuk pemberantasan pemberantasan infeksi infeksi bila bila hal hal itu itu terjadi. terjadi. MakaMaka berbeda
berbeda dengan dengan proses proses infeksi infeksi di di luar luar otak, otak, infeksi infeksi di di otak otak cenderung cenderung menjadimenjadi sangat virulen dan destruktif.
sangat virulen dan destruktif.
Pada stadium awal gambaran klinik abses serebri tidak khas, terdapat Pada stadium awal gambaran klinik abses serebri tidak khas, terdapat gejala-gejala infeksi seperti demam, malaise, anoreksi dan gejalagejala peninggian gejala-gejala infeksi seperti demam, malaise, anoreksi dan gejalagejala peninggian tekanan intrakranial berupa muntah, sakit kepala dan kejang. Dengan semakin tekanan intrakranial berupa muntah, sakit kepala dan kejang. Dengan semakin besarnya
gejala infeksi (demam, leukositosis), peninggian tekanan intrakranial (sakit gejala infeksi (demam, leukositosis), peninggian tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah proyektil, papil edema) dan gejala neurologik fokal (kejang, kepala, muntah proyektil, papil edema) dan gejala neurologik fokal (kejang, paresis, ataksia, afaksia)
paresis, ataksia, afaksia)
Abses pada lobus frontalis biasanya tenang dan bila ada gejala-gejala Abses pada lobus frontalis biasanya tenang dan bila ada gejala-gejala neurologik seperti hemikonvulsi, hemiparesis, hemianopsia homonim disertai neurologik seperti hemikonvulsi, hemiparesis, hemianopsia homonim disertai kesadaran yang menurun menunjukkan prognosis yang kurang baik karena kesadaran yang menurun menunjukkan prognosis yang kurang baik karena biasanya terjadi herniasi dan perforasi ke dalam kavum ventrikel.
biasanya terjadi herniasi dan perforasi ke dalam kavum ventrikel.
Abses lobus temporalis selain menyebabkan gangguan pendengaran dan Abses lobus temporalis selain menyebabkan gangguan pendengaran dan mengecap didapatkan disfasi, defek penglihatan kwadran alas kontralateral dan mengecap didapatkan disfasi, defek penglihatan kwadran alas kontralateral dan hemianopsi komplit. Gangguan motorik terutama wajah dan anggota gerak atas hemianopsi komplit. Gangguan motorik terutama wajah dan anggota gerak atas dapat terjadi bila perluasan abses ke dalam lobus frontalis relatif asimptomatik, dapat terjadi bila perluasan abses ke dalam lobus frontalis relatif asimptomatik, berlokasi
berlokasi terutama terutama di di daerah daerah anterior anterior sehingga sehingga gejala gejala fokal fokal adalah adalah gejalagejala sensorimotorik.
sensorimotorik. Abses serebelum Abses serebelum biasanya berlokasi biasanya berlokasi pada satu pada satu hemisfer danhemisfer dan menyebabkan gangguan koordinasi seperti ataksia, tremor, dismetri dan menyebabkan gangguan koordinasi seperti ataksia, tremor, dismetri dan nistagmus. Abses batang otak jarang sekali terjadi, biasanya berasal hematogen nistagmus. Abses batang otak jarang sekali terjadi, biasanya berasal hematogen dan berakibat fatal.
dan berakibat fatal. 2.5. Diagnosis 2.5. Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinik, Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinik, pemeriksaan
pemeriksaan laboratorium laboratorium disertai disertai pemeriksaan pemeriksaan penunjang penunjang lainnya. lainnya. Selain Selain ituitu penting juga
penting juga untuk melibatkan untuk melibatkan evaluasi neurologis evaluasi neurologis secara mensecara menyeluruh, mengingatyeluruh, mengingat keterlibatan infeksinya. Perlu ditanyakan mengenai riwayat perjalanan penyakit, keterlibatan infeksinya. Perlu ditanyakan mengenai riwayat perjalanan penyakit, onset, faktor resiko yang mungkin ada, riwayat kelahiran, imunisasi, penyakit onset, faktor resiko yang mungkin ada, riwayat kelahiran, imunisasi, penyakit yang pernah diderita, sehingga dapat dipastikan diagnosisnya. Pada kasus abses yang pernah diderita, sehingga dapat dipastikan diagnosisnya. Pada kasus abses serebri dapat ditemukan focus seperti otitis media, sinusitis, endocarditis, serebri dapat ditemukan focus seperti otitis media, sinusitis, endocarditis, pneumonia, dan selulitis
pneumonia, dan selulitis
Pada pemeriksaan neurologis dapat dimulai dengan mengevaluasi status Pada pemeriksaan neurologis dapat dimulai dengan mengevaluasi status mental, derajat kesadaran, fungsi saraf kranialis, refleks fisiologis, refleks mental, derajat kesadaran, fungsi saraf kranialis, refleks fisiologis, refleks patologis,
patologis, dan dan juga juga tanda tanda rangsang rangsang meningeal meningeal untuk untuk memastikan memastikan keterlibatanketerlibatan meningen.
Pemeriksaan motorik sendiri melibatkan penilaian dari integritas sistem Pemeriksaan motorik sendiri melibatkan penilaian dari integritas sistem musculoskeletal dan kemungkinan terdapatnya gerakan abnormal dari anggota musculoskeletal dan kemungkinan terdapatnya gerakan abnormal dari anggota gerak, ataupun kelumpuhan yang sifatnya bilateral atau tunggal.
gerak, ataupun kelumpuhan yang sifatnya bilateral atau tunggal.
Pada pemeriksaan laboratorium, terutama pemeriksaan darah perifer yaitu Pada pemeriksaan laboratorium, terutama pemeriksaan darah perifer yaitu pemeriksaan le
pemeriksaan lekosit dan kosit dan laju endap laju endap darah; didapatkan darah; didapatkan peninggian lekosit peninggian lekosit dan lajudan laju endap darah.
endap darah.
Pemeriksaan EEG terutama penting untuk mengetahui lokalisasi abses Pemeriksaan EEG terutama penting untuk mengetahui lokalisasi abses dalam hemisfer. EEG memperlihatkan perlambatan fokal yaitu gelombang lambat dalam hemisfer. EEG memperlihatkan perlambatan fokal yaitu gelombang lambat delta dengan frekuensi 13 siklus/detik pada lokasi abses.
delta dengan frekuensi 13 siklus/detik pada lokasi abses.
Pnemoensefalografi penting terutama untuk diagnostik abses serebelum. Pnemoensefalografi penting terutama untuk diagnostik abses serebelum. Dengan arteriografi dapat diketahui lokasi abses di hemisfer. Saat ini, Dengan arteriografi dapat diketahui lokasi abses di hemisfer. Saat ini, pemeriksaan
pemeriksaan angiografi angiografi mulai mulai ditinggalkan ditinggalkan setelah setelah digunakan digunakan pemeriksaan pemeriksaan yangyang relatif noninvasif seperti CT scan. Dan scanning otak menggunakan radioisotop relatif noninvasif seperti CT scan. Dan scanning otak menggunakan radioisotop tehnetium dapat diketahui lokasi abses; daerah abses memperlihatkan bayangan tehnetium dapat diketahui lokasi abses; daerah abses memperlihatkan bayangan yang hipodens daripada daerah otak yang normal dan biasanya dikelilingi oleh yang hipodens daripada daerah otak yang normal dan biasanya dikelilingi oleh lapisan hiperderns. CT scan selain mengetahui lokasi abses juga dapat lapisan hiperderns. CT scan selain mengetahui lokasi abses juga dapat membedakan suatu serebritis dengan abses.
membedakan suatu serebritis dengan abses. Magnetic Resonance Magnetic Resonance Imaging Imaging saat ini saat ini banyak
banyak digunakan, digunakan, selain selain memberikan memberikan diagnosis diagnosis yang yang lebih cepat lebih cepat juga juga lebihlebih akurat.
akurat.
2.6. Diagnosis Banding 2.6. Diagnosis Banding
SOL lainnya seperti toksoplasmosis otak, tuberkuloma, abses TB, keganasan SOL lainnya seperti toksoplasmosis otak, tuberkuloma, abses TB, keganasan 2.7. Tatalaksana
2.7. Tatalaksana
Terapi definitif untuk abses melibatkan : Terapi definitif untuk abses melibatkan :
1.
1. Penatalaksanaan Penatalaksanaan terhadap terhadap efek efek massa massa (abses (abses dan dan edema) edema) yang yang dapatdapat mengancam jiwa
mengancam jiwa 2.
2. Terapi antibiotik dan test sensitifitas dari kultur material absesTerapi antibiotik dan test sensitifitas dari kultur material abses 3.
3. Terapi bedah saraf (aspirasi atau eksisi)Terapi bedah saraf (aspirasi atau eksisi) 4.
4. Pengobatan terhadap infeksi primerPengobatan terhadap infeksi primer 5.
6.
6. Neurorehabilitasi Neurorehabilitasi
Penatalaksanaan awal dari abses serebri meliputi diagnosis yang tepat dan Penatalaksanaan awal dari abses serebri meliputi diagnosis yang tepat dan pemilihan
pemilihan antibiotik antibiotik didasarkan didasarkan pada pada pathogenesis pathogenesis dan dan organisme organisme yangyang memungkinkan terjadinya abses. Ketika etiologinya tidak diketahui, dapat memungkinkan terjadinya abses. Ketika etiologinya tidak diketahui, dapat digunakan kombinasi dari sefalosporin generasi ketiga dan metronidazole. digunakan kombinasi dari sefalosporin generasi ketiga dan metronidazole. Antibiotik terpilih dapat digunakan ketika hasil kultur dan tes sentivitas telah Antibiotik terpilih dapat digunakan ketika hasil kultur dan tes sentivitas telah tersedia.
tersedia.
Kebanyakan studi klinis menunjukkan bahwa penggunaan steroid dapat Kebanyakan studi klinis menunjukkan bahwa penggunaan steroid dapat mempengaruhi penetrasi antibiotik tertentu dan dapat menghalangi pembentukan mempengaruhi penetrasi antibiotik tertentu dan dapat menghalangi pembentukan kapsul abses.
kapsul abses. Tetapi penggunaannya Tetapi penggunaannya dapat dipertimbangkan dapat dipertimbangkan pada kasuspada kasus-kasus-kasus dimana terdapat risiko potensial dalam peningkatan tekanan intrakranial. Dosis dimana terdapat risiko potensial dalam peningkatan tekanan intrakranial. Dosis yang dipakai 10 mg dexamethasone setiap 6 jam intravenous, dan ditapering yang dipakai 10 mg dexamethasone setiap 6 jam intravenous, dan ditapering dalam 3-7 hari. Pada penderita ini, kortikosteroid diberikan dengan pertimbangan dalam 3-7 hari. Pada penderita ini, kortikosteroid diberikan dengan pertimbangan adanya tekanan intrakranial yang meningkat, papil edema dan gambaran edema adanya tekanan intrakranial yang meningkat, papil edema dan gambaran edema yang luas serta midline shift pada CT scan. Kortikosteroid diberikan dalam 2 yang luas serta midline shift pada CT scan. Kortikosteroid diberikan dalam 2 minggu setelah itu di tap-off, dan terlihat bahwa berangsur-angsur sakit kepala minggu setelah itu di tap-off, dan terlihat bahwa berangsur-angsur sakit kepala berkurang
berkurang dan dan pada pada pemeriksaan pemeriksaan nervus nervus optikus optikus hari hari XV XV tidak tidak didapatkan didapatkan papilpapil edema.
edema.
2.7. Komplikasi 2.7. Komplikasi
Abses otak menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Adapun komplikasinya Abses otak menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Adapun komplikasinya adalah:
adalah:
1. Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel atau ruang subarachnoid 1. Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel atau ruang subarachnoid 2. Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan hidrosefalus 2. Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan hidrosefalus 3. Edema otak
3. Edema otak
4. Herniasi oleh massa Abses otak 4. Herniasi oleh massa Abses otak
2.8. Prognosis 2.8. Prognosis
Angka kematian yang dihubungkan dengan abses otak secara signifikan Angka kematian yang dihubungkan dengan abses otak secara signifikan berkurang,
yang tepat, serta manajemen pembedahan merupakan faktor yang berhubungan yang tepat, serta manajemen pembedahan merupakan faktor yang berhubungan dengan tingginya angka kematian, dan waktu yang mempengaruhi lesi, abses dengan tingginya angka kematian, dan waktu yang mempengaruhi lesi, abses mutipel, kesadaran koma dan minimnya fasilitas CT-Scan. Angka harapan yang mutipel, kesadaran koma dan minimnya fasilitas CT-Scan. Angka harapan yang terjadi paling tidak 50% dari penderita, termasuk hemiparesis, kejang, terjadi paling tidak 50% dari penderita, termasuk hemiparesis, kejang, hidrosefalus, abnormalitas nervus kranialis dan masalah-masalah pembelajaran hidrosefalus, abnormalitas nervus kranialis dan masalah-masalah pembelajaran lainnya.
lainnya.
Prognosis dari abses otak ini tergantung dari: Prognosis dari abses otak ini tergantung dari: 1) Cepatnya diagnosis ditegakkan
1) Cepatnya diagnosis ditegakkan 2) Derajat perubahan patologis 2) Derajat perubahan patologis 3) Soliter atau multipel
3) Soliter atau multipel
4) Penanganan yang adekuat. 4) Penanganan yang adekuat.
BAB III
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Abses otak adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang Abses otak adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang terlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi terlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri,
bakteri, fungus, fungus, dan dan protozoa, protozoa, dimana dimana kasusnya kasusnya jarang jarang dijumpai dijumpai tetapi tetapi angkaangka kematiannya tinggi
(rata-kematiannya tinggi (rata-rata 40%) sehingga tergolong kelompok penyakit “liferata 40%) sehingga tergolong kelompok penyakit “life threaqtening infection”.
threaqtening infection”.
Sebagian besar abses otak berasal langsung dari penyebaran infeksi Sebagian besar abses otak berasal langsung dari penyebaran infeksi tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries), dapat tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries), dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, abses paru, bronkiektase, pneumonia), endokarditis bacterial akut dan subakut dan abses paru, bronkiektase, pneumonia), endokarditis bacterial akut dan subakut dan pada
pada penyakit penyakit jantung jantung bawaan bawaan Tetralogi Tetralogi Fallot Fallot ( ( abses abses multiple, multiple, lokasi lokasi padapada substansi putih dan abu dari jarinagn otak). Dapat juga timbul akibat trauma substansi putih dan abu dari jarinagn otak). Dapat juga timbul akibat trauma tembus pada kepala atau trauma pasca operasi. Abses dapat juga dijumpai pada tembus pada kepala atau trauma pasca operasi. Abses dapat juga dijumpai pada penderita
penderita penyakit penyakit immunologik immunologik seperti seperti AIDS, AIDS, penderita penderita penyakit penyakit kronis kronis yangyang mendapat kemoterapi. Steroid yang dapat menurunkan system kekebalan tubuh. mendapat kemoterapi. Steroid yang dapat menurunkan system kekebalan tubuh.
Proses pembentukan abses otak memakan waktu 2 minggu dan terdiri dari Proses pembentukan abses otak memakan waktu 2 minggu dan terdiri dari 4 tahap. Dengan semakin besarnya abses otak gejala menjadi khas berupa trias 4 tahap. Dengan semakin besarnya abses otak gejala menjadi khas berupa trias abses otak yang terdiri dari gejala infeksi, peninggian tekanan intracranial, dan abses otak yang terdiri dari gejala infeksi, peninggian tekanan intracranial, dan gejala neurologic fokal. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, rontgen, gejala neurologic fokal. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, rontgen, CT-Scan dan pemeriksaan laboratorium. Terapi definitive untuk abses melibatkan CT-Scan dan pemeriksaan laboratorium. Terapi definitive untuk abses melibatkan penatalaksanaan
penatalaksanaan terhadap terhadap efek efek massa massa (abses (abses dan dan edema) edema) yang dapat yang dapat mengancammengancam jiwa,
jiwa, terapi terapi antibiotic antibiotic dan dan test test sensitifitas sensitifitas dari dari kultur materkultur material ial abses, abses, terapi terapi bedahbedah saraf (aspirasi atau eksisi), pengobatan terhadap infeksi primer, pencegahan saraf (aspirasi atau eksisi), pengobatan terhadap infeksi primer, pencegahan kejang, dan neurorehabilitasi.
kejang, dan neurorehabilitasi.
Prognosis dari abses otak ini tergantung dari cepatnya diagnosis Prognosis dari abses otak ini tergantung dari cepatnya diagnosis ditegakkan, derajat perubahan patologis, soliter atau multiple, penegakan yang ditegakkan, derajat perubahan patologis, soliter atau multiple, penegakan yang adekuat.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1.
1. Misbach, H Jusuf, dkk.Misbach, H Jusuf, dkk. Serebritis dan Abses Otak Serebritis dan Abses Otak . Buku Pedoman SPM dan SPO. Buku Pedoman SPM dan SPO Neurologi “ PERDOSSI’’. hal 27
Neurologi “ PERDOSSI’’. hal 27-29. -29. Jakarta: Jakarta: 2006.2006. 2.
2. Mardjono, Mahar, dkk. Abses Serebri. Neurologi Klinis Dasar.hal 320-321.Mardjono, Mahar, dkk. Abses Serebri. Neurologi Klinis Dasar.hal 320-321. Jakarta: Dian Rakyat. 2008.
Jakarta: Dian Rakyat. 2008. 3.
3. Hakim, Adril Arsyad.Hakim, Adril Arsyad. Abses Otak Abses Otak . Dep Bedah FK USU/ SMF Bedah Saraf RSUP. Dep Bedah FK USU/ SMF Bedah Saraf RSUP H Adam Malik Medan.Majalah Kedokteran Nusantara Volume 38 No. 4. H Adam Malik Medan.Majalah Kedokteran Nusantara Volume 38 No. 4. Sumatera Utara: Desember 2005.
Sumatera Utara: Desember 2005. 4.
4. Acuan Panduan Praktik Klinis Neurologi, Perhimpunan Dokter Spesialis SarafAcuan Panduan Praktik Klinis Neurologi, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia 2016. Editor : M. Kurniawan, Isti Suharjanti, Rizaldy T Pinzon.