• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MOTIVASI MAHASISWA MEMILIH PROGRAM STUDI AKUNTANSI TERHADAP KEBERHASILAN STUDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH MOTIVASI MAHASISWA MEMILIH PROGRAM STUDI AKUNTANSI TERHADAP KEBERHASILAN STUDI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MOTIVASI MAHASISWA MEMILIH PROGRAM STUDI

AKUNTANSI TERHADAP KEBERHASILAN STUDI

Hery Hermawan

1)

1)

Adalah Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Madiun

Abstrac:

The purpose of this study can be formulated as follows: (1) To know the

motivation of students choosing courses of Accounting Studies at the Faculty of

Economics, University of Merdeka Madiun, (2) To determine the level of student study

keberhsilan Accounting courses at the Faculty of Economics, University of Merdeka

Madiun, and (3) To determine the effect of student motivation to choose courses

Accounting keberhsilan level study of college students on a course of Accounting

Faculty of Economics, University of Merdeka Madiun. Respondents in this study were

students courses Accounting some 54 people taken at random simple. Techniques of

data collection in this study using the documentation techniques and questionnaires.

While the techniques of data analysis in this study using simple linear regression

analysis, correlation analysis and t test . The study findings suggest that there is

influence student motivation to study the success of Student Accounting Studies

Program Facultyof Economics, University of Merdeka Madiun .

Key words:

motivation, success of the student's study.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan

merupakan

kebutuhan manusia yang sangat

mendasar yang harus mendapat

perhatian, pemerintah dan semua

lapisan masyarakat. Dalam rangka

melaksanakan

pembangunan,

pemerintah

sejak

semula

telah

menempatkan pembangunan dalam

bidang pendidikan sederajat dengan

pembangunan di bidang lain seperti

pembangunan

ekonomi,

sosial,

budaya,

politik,

dan

pertahanan

keamanan.

Pendidikan

Nasional

berfungsi

mengembangkan

kemampuan dan membentuk watak

serta

peradaban

bangsa

yang

bermartabat

dalam

rangka

mencerdaskan

kehidupan

bangsa,

bertujuan

untuk

berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi

manusia yang beriman dan bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak

mulia,

sehat,

berilmu,

cakap, kreatif, mandiri dan menjadi

warga negara yang demokratis serta

bertanggungjawab. (UU No. 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional, 2003:8).

Prioritas

Pembangunan

Nasional

salah

satunya

adalah

pembangunan di bidang pendidikan.

Pembangunan Nasional dalam bidang

pendidikan

dimaksudkan

sebagai

peningkatan dan semakin meluas dan

meratanya

pendidikan

dasar,

pendidikan menengah, dan pendidikan

tinggi yang berkualitas.

Peningkatan kualitas dalam

bidang

pendidikan

semakin

diharapkan

oleh

sebagian

besar

masyarakat Indonesia, maupun para

ahli dalam bidang pendidikan. Hal ini

semakin

nyata

dengan

ditandai

sekolah-sekolah

baru,

baik

yang

bersifat umum atau yang bersifat

kejujuran. Demikian pula di tingkat

pendidikan tinggi, semakin banyak

jurusan yang dibuka dan

fakultas-fakultas baru, yang diharapkan dapat

mencetak sumber daya manusia yang

siap pakai, dan dapat mengatasi

masalah-masalah kependidikan yang

dirasakan semakin mengglobal ini.

Perguruan Tinggi merupakan

salah satu institusi penyelenggara

pendidikan

formal.

Keberadaan

perguruan tinggi diharapkan mampu

mencetak sumber daya manusia yang

berkualitas. Oleh karena itu diperlukan

pembaharuan

bidang

pendidikan,

diantaranya

dengan

pemberian

otonomi perguruan tinggi.

(2)

Sejak

diberlakukannya

otonomi perguruan tinggi, semakin

banyak bermunculan perguruan tinggi

swasta baru serta memicu persaingan

antar lembaga pendidikan tinggi untuk

mendapatkan

calon

mahasiswa.

Semakin banyaknya perguruan tinggi

yang ada, maka semakin banyak pula

alternatif pilihan bagi mahasiswa untuk

memilih program studi dan perguruan

tinggi yang diinginkan secara rasional.

Program

Studi

Akuntansi

Universitas

Merdeka

Madiun

merupakan salah satu program studi

unggulan, dimana berdasarkan data

yang

ada

perkembangan

jumlah

mahasiswa dari tahun ke tahun

mengalami

peningkatan

yang

signifikan. Hal ini tidak terlepas dari

berbagai faktor yang berpengaruh

positif terhadap peningkatan jumlah

mahasiswa,

baik

faktor

internal

maupun

faktor

eksternal.

Faktor

internal yang berpengaruh diantaranya

adalah upaya Universitas Merdeka

Madiun meningkatkan kualitas dosen,

penyediaan sarana dan prasarana dan

peningkatkan

mutu

pembelajaran

sehingga mendapatkan pengakuan

dari

pemerintah

dalam

bentuk

pemberian

akreditasi.

Sedangkan

faktor eksternal yang berpengaruh

diantaranya adalah bahwa program

studi Akuntansi merupakan program

studi

yang

langka

dan

unggul.

Disamping itu lulusan program studi

Akuntansi

sangat

dibutuhkan

diberbagai

lapangan

kerja

baik

instansi pemerintah maupun swasta.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang

masalah yang telah diuraikan di atas,

maka masalah dalam penelitian ini

dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah

motivasi

mahasiswa memilih program Studi

Akuntansi pada Fakultas Ekonomi

Universitas Merdeka Madiun ?

2. Bagaimanakah tingkat keberhsilan

studi mahasiswa program studi

Akuntansi pada Fakultas Ekonomi

Universitas Merdeka Madiun ?

3. Bagaimanakah pengaruh motivasi

mahasiswa memilih program studi

Akuntansi

terhadap

tingkat

keberhsilan studi mahasiswa pada

program studi Akuntansi Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka

Madiun ?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang

masalah yang telah diuraikan di atas,

maka tujuan penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut:

1. Untuk

mengetahui

motivasi

mahasiswa memilih program Studi

Akuntansi pada Fakultas Ekonomi

Universitas Merdeka Madiun.

2. Untuk

mengetahui

tingkat

keberhsilan

studi

mahasiswa

program studi Akuntansi pada

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun ?

3. Untuk

mengetahui

pengaruh

motivasi

mahasiswa

memilih

program studi Akuntansi terhadap

tingkat

keberhsilan

studi

mahasiswa pada program studi

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas Merdeka Madiun ?

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan

dapat memberikan manfaat sebagai

berikut:

1. Sebagai bahan masukan bagi

pimpinan

Universitas

Merdeka

Madiun

dalam

rangka

penyelenggaraan

pendidikan

tinggi,

sehingga

dapat

meningkatkan kualitas lulusannya.

2. Sebagai

referensi

bagi

para

peneliti selanjutnya yang ingin

memperdalam penelitian serupa

dan obyek dan permasalahan yang

lebih luas.

KERANGKA TEORI

Pengertian dan Teori Motivasi

Motivasi

berasal

dari

bahasa

latin

(Sedarmayanti,

2005:30) yaitu “MOVERE” yang

berarti “DORONGAN atau DAYA

PENGGERAK’ Motivasi ini hanya

diberikan

kepada

manusia

khususnya para bawahan atau

pegawai.

Motivasi

membahas

bagaimana caranya mendorong

gairah kerja bawahan, agar mereka

mau

bekerja

keras

dengan

memberikan semua kemampuan

dan ketrampilan untuk mewujudkan

tujuan instansi/organisasi.

(3)

Pada

dasarnya

organisasi/instansi

bukan

saja

mengharapkan

karyawan

yang

mampu, cakap dan trampil, tetapi

juga agar mereka mau bekerja giat

dan berkeinginan untuk mencapai

hasil

kerja

yang

optimal.

Kemampuan,

kecakapan

dan

ketrampilan pegawai tidak ada

artinya bagi organisasi, jika mereka

tidak mau bekerja keras dengan

mempergunakan

kemampuan,

kecakapan dan ketrampilan yang

dimilikinya.

Selanjutnya

Malayu

Hasibuan

(2003:95)

mengemukakan definisi motivasi

sebagai berikut : “Motivasi adalah

pemberian daya penggerak yang

menciptakan

kegairahan

kerja

seseorang,

agar

mereka

mau

bekerja sama, bekerja efektif dan

terintegrasi dengan segala daya

upayanya

untuk

mencapai

keputusan “

Berdasarkan

definisi

tersebut dapat dikatakan bahwa

motivasi

merupakan

hal

yang

terpenting dalam upaya untuk

menggerakkan dan menciptakan

kegairahan

kerja

seseorang.

Selanjutkan Sedarmayanti (200568)

mengemukakan bahwa : “Motivasi

adalah suatu daya pendorong

(Driving Force) yang menyebabkan

orang berbuat sesuatu atau yang

diperbuat

karena

takut

akan

sesuatu “

Sedangkan

dalam

American Encyclopedia (Hasibuan,

2003:96)

disebutkan

bahwa

:

Motivasi adalah kecenderungan

(suatu sifat yang merupakan pokok

pertentangan) dalam diri seseorang

yang membangkitkan topangan dan

mengarahkan

tindak–tanduknya.

Motivasi meliputi faktor kebutuhan

biologis dan emasional yang hanya

dapat diduga dari pengamatan

tingkah laku manusia.

Dari uraian di atas tentang

definisi motivasi maka dapat

disimpulkan bahwa pemotivasian

pada hakekatnya adalah pemberian

daya

dorong/daya

penggerak

kepada

pegawai

agar

mau

melakukan pekerjaannya dengan

baik dengan jalan baik dengan jalan

memberikan

alat

pemuas

kebutuhan yang mereka inginkan.

Sehingga bila dikaitkan dengan

suatu

organisasi,

maka

para

pemimpin harus mampu untuk

melihat

apa

yang

menjadi

kebutuhan pegawai tersebut, kapan

kebutuhan,

dimana

kebutuhan

tersebut

muncul,

siapa

yang

mempunyai

kebutuhan

serta

bagaimana

cara

memuaskan

kebutuhan tersebut. Berikut ini

adalah

macam–macam

kebutuhan/keinginan dari pegawai

yang memotivasi mereka untuk

melakukan pekerjaannya yaitu :

David

MC.

Clelland

(Siagian,2000:167)

menyatakan

teori tentang motivasi yang lebih

dikenal dengan teori tiga kebutuhan

yaitu,

“bahwa

setiap

orang

mempunyai tiga jenis kebutuhan

berupa

kebutuhan

untuk

berprestasi,

kebutuhan

akan

kekuasaan dan kebutuhan untuk

berafiliasi“.

Frederick

Herzberg

(Hasibuan,2003:109) menyatakan

bahwa

“Orang

dalam

melaksanakan

pekerjaannya

dipengaruhi oleh dua factor yang

merupakan

kebutuhan

yaitu

:

Maintenance factor

dan

Mativasion

Factor.

“ Adapun keterangan dari

kedua kebutuhan tersebut adalah

sebagai berikut :

1. Maintenance Factor

Adalah

faktor–faktor

pemeliharaan

yang

berhubungan dengan hakekat

manusia

yang

ingin

memperoleh

ketentraman

badaniah.

Faktor–faktor

pemeliharaan ini meliputi hal–

hal gaji, kondisi kerja fisik,

kendaraan

dinas,

rumah

dinas, baju dinas, dan lain–

lain.

Faktor–faktor

pemeliharaan

ini

perlu

mendapat

perhatian

yang

wajar dari pimpinan, agar

kepuasan dan kegairahan

kerja

bawahan

dapat

ditingkatkan. Dan menurut

Herzberg factor pemeliharaan

ini

bukanlah

merupakan

motivasi bagi karyawan, tetapi

merupakan keharusan yang

harus diberikan oleh pimpinan

kepada

mereka

demi

(4)

kesehatan

dan

kepuasan

bawahan.

2. Motivation Factor

Adalah factor motivator yang

menyangkut

kebutuhan

psikologis seseorang yaitu

perasaan sempurna dalam

melakukan

pekerjaannya.

Faktor

motivasi

ini

berhubungan

dengan

penghargaan terhadap pribadi

yang

secara

langsung

berkaitan dengan pekerjaan,

misalnya

ruangan

yang

nyaman, penghargaan, pujian,

promosi

jabatan,

asuransi

kesehatan dan sebagainya.

Dari teori yang telah

dikemukakan

oleh

Herzberg

diatas maka dapat diperoleh

gambaran

sementara

bahwa

kebutuhan

manusia

dibagi

menjadi

dua

macam

yaitu

kebutuhan material yang dalam

teori Herzberg diatas disebutkan

sebagai “

Maintenance Factor

dan kebutuhan non material yang

dalam teori Herzberg di atas

dinamakan dengan “

Motivation

Factor “

2. Pengertian Belajar

Belajar merupakan usaha

atau latihan supaya mendapatkan

kepandaian,

menurut

Poerwodarminto

dalam

kamus

bahasa

Indonesia.

Sedangkan

menurut Slameto (1988:2). dalam

bukunya belajar dan faktor-faktor

yang

mempengaruhinya

mengatakan

bahwa:

“Belajar

adalah suatu proses usaha yang

dilakukan

individu

untuk

memperoleh perubahan tingkah

laku yang baru secara keseluruhan

sebagai hasil pengalaman individu

itu sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya” .

Herman Hudojo (1990:1)

mengemukakan bahwa “Seorang

dikatakan

belajar

bila

dapat

diasumsikan dalam diri orang itu

terjadi suatu proses perubahan

tingkah laku. Perubahan tingkah

laku itu memang dapat diamati dan

berlaku dalam waktu relatif lama.

Perubahan tingkah laku yang relatif

lama itu disertai dengan usaha

orang tersebut, sehingga orang itu

dari tidak mampu mengerjakan

sesuatu

menjadi

mampu

mengerjakannya”.

Berdasarkan pendapat di

atas penulis dapat menyimpulkan

bahwa belajar dalam diri siswa

merupakan proses kegiatan dalam

memperoleh

kepandaian

dan

perubahan tingkah laku baru yang

merupakan hasil usaha, sehingga

orang

itu

dari

tidak

mampu

mengerjakan

sesuatu

menjadi

mampu mengerjakannya.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Berdasarkan

karakteristik

masalah, penelitian ini diklasifikasikan

penelitian diskriptif dan

aplikatif.”

Yang dimaksud penelitian diskriptif

(Discriptive

Research)

adalah

merupakan penelitian atas

masalah-masalah yang berupa fakta-fakta

yang ada saat ini dari suatu

populasi, yang umumnya berkaitan

dengan fakta empiriis yang

diperoleh berdasarkan observasi

atau pengalaman. Sedang disebut

dengan penelitian aplikatif adalah

merupakan penelitian dengan

menerapkan konsep-konsep.

Variabel Penelitian

Difinisi operasional variabel

pada hakekatnya adalah penentuan

construct

pengukuran variabel yang

digunakan dalam penelitian ini.

Adapun untuk penelitian ini motivasi

mahasiswa memilih program studi

Akuntansi merupakan variabel bebas

yang selanjutnya disebut dengan

variable

(X)

sedang

untuk

keberhasilan

studi

mahasiswa

merupakan variabel terikat yang

selanjutnya disebut dengan variabel

(Y)

Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk

pengumpulan data dalam penelitian ini

adalah: interview, kuesioner dan

dokumentasi.

Interview

yaitu

pengumpulan data dengan jalan

mengadakan wawancara langsung

antara peneliti dengan responden

penelitian.

Kuesioner

adalah

pengambilan

data

dengan

cara

membuat

daftar

pertanyaan-pertanyaan

yang

kemudian

(5)

disebarkan kepada responden (obyek

penelitian) sehingga memperoleh hasil

atau

jawaban

yang

dikehendaki.

Dokumentasi yaitu pengumpulan

data yang diperoleh dari catatan

atau

dokumen-dokumen

yang

dibutuhkan dan berkaitan dengan

permasalahan penelitian ini.

Teknik Pengambilan Sampel

Dalam menentukan sample

dalam penelitian ini yaitu dengan

menggunakan

sample

yang

representatif

karena

dengan

pertimbangan akan memberikan

hasil yang mempunyai kemampuan

untuk digeneralisasi, yang mengacu

pada aspek “

akurasi (akurat)”

dan

“presisi (ketepatan hasil)”.

Dari

jumlah mahasiswa yang ada yaitu

sejumlah

179

orang

mahasiswa

program Studi Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka Madiun

diambil untuk sampel sebanyak 30%

dari

populasi,

sehingga

jumlah

responden sebanyak 54 orang yang

cara pemilihannya secara acak

sederhana dari seluruh mahasiswa

program Studi Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka yang

aktif mengikuti perkuliahan.

Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas digunakan untuk

mengukur sah/valid tidaknya suatu

kuisioner (Imam Ghozali, 1997:135).

Rumus analisis korelasi product

moment (Sugiyono, 1997:55) adalah:

R

=

2 2 2 2

Y)

(

Σ

Y

n

.

X)

(

Σ

X

.

n

Σ

Y

Σ

X

Σ

XY

.

n

Σ

Σ

Dimana :

R = koefisien korelasi

n = banyaknya sampel

X = variabel bebas

Y = variabel terikat

Kriteria Pengujian :

Valid, jika r hitung > r tabel

Tidak valid, jika r hitung < r tabel

Reliabilitas adalah alat untuk

mengukur kuesioner yang merupakan

indikator dari variabel (Imam Ghozali,

1997:

132).

Teknik

perhitungan

koefisien reliabilitas yang digunakan

disini adalah dengan menggunakan

Alpha Cronbach. Bila

α

0,6 data

layak dipergunakan untuk penelitian

(Hair, Tatham Anderson & Black,

1995:639). Rumus statistiknya adalah

sebagai berikut (Sugiyono, 1997:57):

rxx’

2 = 21 –

+

2 2 2 2 1

Sx

S

S

Dimana :

S

12

dan S

22

= varian skor belahan 1

dan belahan 2.

Sx

2

= varian skor tes

Uji validitas dan reliabilitas dianalisa

secara

komputasi

dengan

menggunakan program SPSS.

Teknik Analisa Data

Analisa regresi linear

Digunakan

untuk

menentukan kemungkinan bentuk

hubungan spesifik antara variabel

bebas (motivasi mahasiswa) dan

variabel

terikat

(tingkat

keberhasilan)

dengan

bentuk

persamaan sebagai berikut:

Y = a + bx

Dimana :

a = Konstanta

n = jumlah sampel

b = Koefisien Korelasi

x = Variabel bebas yaitu

pemberdayaan masyarakat

y = Variabel terikat yaitu

kesejahteraan keluarga.

Koefisien Korelasi

Digunakan untuk mengukur

besarnya hubungan dua variabel

yang bersifat kuantitatif.

n

xy -

x

y

r =



n

x

2

– (

x)

2

.

y

2

– (

y)

2

Dimana :

n = Jumlah sample

r = Koefisien Korelasi

x = Variabel Bebas

y = Variabel terikat

r = 0 berarti tidak ada hubungan

antara variabel x dan variabel y.

r = +1 atau mendekati +1 berarti

korelasi

sempurna

dan

mempunyai hubungan positif.

(6)

r = -1 atau mendekati -1 korelasi

sempurna

dan

mempunyai

hubungan positif.

Uji t

Uji t digunakan untuk menguji

signifikasi

adanya

pengaruh

variabel x terhadap variabel y, maka

digunakan rumus :

R

n - 2

r =

1

– r

2

Dimana :

t = Nilai Distribusi

r = Koefisien korelasi

n = Jumlah sampel

1 = Taraf nyata

Prosedur Pengujian :

-

Ho = b = 0 tidak ada hubungan

antara variabel x atau variabel y

-

Hi = b = 0 ada hubungn antara

variabel x atau variabel y

Kriteria Pengujian

-

Ho diterima jika - t tabel

t

hitung

t tabel

-

Ho diterima jika - t tabel < t

hitung < t tabel

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Uji Kualitas Data Penelitian

Uji Validitas

Pengolahan data dilakukan

secara

komputasi

dengan

menggunakan

program

SPSS

Versi 11.5 (

Statistical Program for

Social Science

). Hasil pengolahan

data untuk uji validitas dapat dilihat

dalam tabel berikut ini.

Tabel 1. RANGKUMAN HASIL UJI VALIDITAS VARIABEL MOTIVASI

MAHASISWA (X)

NO.

Item

r hitung

r tabel

Keterangan

1.

1

0,519

0,3

Valid

2.

2

0,562

0,3

Valid

3.

3

0,615

0,3

Valid

4.

4

0,455

0,3

Valid

5.

5

0,455

0,3

Valid

6.

6

0,594

0,3

Valid

7.

7

0,644

0,3

Valid

8.

8

0,661

0,3

Valid

9.

9

0,653

0,3

Valid

10.

10

0,704

0,3

Valid

11.

11

0,569

0,3

Valid

12.

12

0,700

0,3

Valid

13.

13

0,699

0,3

Valid

14.

14

0,526

0,3

Valid

15.

15

0,557

0,3

Valid

Sumber data : hasil uji kualitas data

Dengan

menggunakan

tingkat signifikan (

α

) 5% atau 0,05,

dari 15 butir atau item kuesioner

penelitian ini, hasil pengujian

validitas menunjukkan bahwa nilai r

hitung lebih besar daripada r tabel,

artinya

seluruh

butir

(items)

instrumen

penelitian

memiliki

hubungan yang “signifikan” dengan

skor total. Dengan demikian, 15

butir

(items)

variabel

motivasi

mahasiswa (X) tersebut adalah

“valid” atau sah digunakan sebagai

instrumen

pengukuran

dalam

penelitian ini.

Uji Reliabilitas

Hasil pengujian reliabilitas

terhadap

variabel

motivasi

mahasiswa (X) dapat dilihat pada

tabel berikut ini.

(7)

Tabel 2. RANGKUMAN HASIL UJI RELIABILITAS VARIABEL MOTIVASI

MAHASISWA

NO.

Variabel

Alpha hitung

Alpha

Cronbach

Keterangan

1.

X

0,752

0,6

Reliabel

Sumber data : Hasil uji kualitas data

Berdasarkan tabel di atas

dapat diketahui bahwa pengujian

reliabilitas

terhadap

variabel

motivasi

mahasiswa

(X)

menunjukan

bahwa

item-item

pertanyaan

variabel

motivasi

mahasiswa adalah reliabel dan

layak

untuk

digunakan

dalam

penelitian sebab nilai

α

sebesar

0,752 > 0,6.

Analisa Data

Data primer dalam penelitian

ini

diperoleh

dari

responden

penelitian

di

lapangan

dengan

menggunakan teknik pengumpulan

data berupa kuesioner. Kuesioner

atau

daftar

pertanyaan

dalam

penelitian ini bersifat tertutup, artinya

responden

tinggal

memberikan

pilihan pada alternatif jawaban yang

tersedia.

Hasil penelitian lapangan

yang telah dilakukan, diperoleh

data

yang

diperlukan

guna

pengujian hipotesa, yaitu (1) data

tentang keberhasilan studi dan (2)

data tentang motivasi mahasiswa.

Data hasil penelitian setelah

dirata-rata adalah sebagai berikut:

Tabel 3. DATA HASIL PENELITIAN

Responden

Motivasi Mahasiswa

(X)

Keberhasilan Studi

(Y)

1

71

2.83

2

67

2.50

3

67

2.63

4

69

2.98

5

74

3.23

6

58

2.53

7

73

3.18

8

68

2.71

9

69

2.99

10

70

3.12

11

70

3.03

12

57

2.70

13

59

2.79

14

74

3.67

15

71

2.89

16

72

2.93

17

74

3.16

18

69

2.83

19

72

3.28

20

66

2.84

21

64

2.58

22

73

3.42

(8)

23

74

3.32

24

73

3.87

25

68

2.85

26

72

3.25

27

70

3.08

28

62

2.34

29

72

3.28

30

65

2.66

31

71

3.46

32

70

3.25

33

65

2.57

34

72

3.23

35

58

2.63

36

73

2.98

37

68

3.01

31

69

2.98

32

70

3.67

33

70

2.76

34

57

2.99

35

59

3.12

36

74

3.03

37

71

2.76

38

72

2.83

39

74

3.18

40

69

2.99

41

72

3.23

42

66

3.16

43

64

3.25

44

73

2.65

45

71

3.05

46

66

2.86

47

67

2.85

48

71

2.83

49

67

2.50

50

67

2.63

51

69

2.98

52

74

3.23

53

58

2.53

54

73

3.18

Sumber data : diolah dari jawaban pertanyaan pada kuesioner

Selanjutnya

data

hasil

penelitian

tersebut dianalisis dengan menggunakan

teknik analisa regresi linier berganda dan

diolah menggunakan program statistic

computer SPSS rel. 10. Hasilnya dapat

dilihat pada tabel 4 sampai tabel 6

berikut.

(9)

Coefficientsa .646 .525 1.230 .224 .034 .008 .528 4.489 .000 (Constant) motivasi mahasiswa Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.

Dependent Variable: keberhasilan studi a.

Berdasarkan tabel 4, maka model

persamaan regresi linier yang dihasilkan

dalam penelitian ini adalah:

Y = 0,640 + 0,034 X

Penjabaran dari model persamaan

regresi tersebut, sebagai berikut:

1. Pengaruh antara motivasi mahasiswa

(X) terhadap keberhasilan studi (Y)

1) Koefisien regresi variabel motivasi

mahasiswa (X

1

) diketahui sebesar

0,034. Hal ini menunjukkan bahwa

hubungan antara variabel motivasi

mahasiswa

terhadap

keberhasilan

studi Mahasiswa Program Studi

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka

Madiun

(Y)

adalah positif atau searah artinya

apabila variabel motivasi mahasiswa

naik 1 satuan maka keberhasilan studi

Mahasiswa Program Studi Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun akan naik pula

sebesar 0,034 satuan.

2) Nilai t hitung untuk variabel motivasi

mahasiswa (X) sebesar 4,489 dan nilai

sig. sebesar 0,00 atau 0% maka

berarti pengaruh motivasi mahasiswa

terhadap

keberhasilan

studi

Mahasiswa Program Studi Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun (Y) sangat bermakna

atau signifikan pada taraf signifikan

95%. Sebab t hitungnya = 4,489 lebih

besar dari pada t tabelnya = 2,042

atau sig. sebesar 0,0% lebih kecil dari

α

5%. Dengan kata lain Ho ditolak dan

Ha diterima, artinya ada pengaruh

motivasi

mahasiswa

terhadap

keberhasilan

studi

Mahasiswa

Program Studi Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka Madiun.

3. Analisa Korelasi Parsial (r)

Hasil analisis korelasi parsial (r) dapat

dilihat pada tabel 5 di bawah ini.

Tabel 5 CORRELATIONS

Correlations 1 .528** . .000 54 54 .528** 1 .000 . 54 54 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N keberhasilan studi motivasi mahasiswa keberhasilan studi motivasi mahasiswa

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **.

Berdasarkan analisa korelasi partial

dapat diketahui hasil analisis sebagai

berikut: Koefisien korelasi X (motivasi

mahasiswa) adalah sebesar 52,8% yang

berarti

kontribusi

variabel

motivasi

terhadap keberhasilan studi Mahasiswa

Program

Studi

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka Madiun

adalah kuat. Artinya terdapat hubungan

yang erat antara motivasi dengan

keberhasilan studi .

(10)

PEMBAHASAN

Berdasarkan data hasil penelitian di

lapangan yang selanjutnya dilakukan

analisa data dapat disimpulkan bahwa

motivasi

mahasiswa

mempunyai

pengaruh

yang

besar

terhadap

keberhasilan studi. Motivasi merupakan

faktor yang penting yang mengarahkan

perilaku

mahasiswa

dalam

memilih

program studi yang menjadi pilihannya.

Hal ini senada dengan pernyataan

Sondang P. Siagian (2001:98) yang

menyatakan bahwa apabila motivasi

mahasiswa dapat ditingkatkan secara

maksimal maka akan dapat mewujudkan

keberhasilan studi pada Mahasiswa

Program

Studi

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka Madiun

secara

maksimal

pula.

Sebaliknya

apabila motivasi mahasiswa rendah

maka keberhasilan studi akan rendah

pula. Terkait dengan motivasi Sondang

P. Siagian, (2001:98) menyatakan bahwa

"Motivasi adalah daya pendorong yang

mengakibatkan

seorang

anggota

organisasi agar mau dan rela untuk

menyelenggarakan berbagai kegiatan

yang menjadi tanggung jawabnya dan

menuaikan kewajibannya".

Dengan demikian dapat dipahami

bahwa

motivasi

mahasiswa

dalam

memilih program studi merupakan salah

satu faktor yang berpengaruh terhadap

keberhasilan studi mahasiswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dapat

disampaikan kesimpulan hasil penelitian

sebagai berikut:

1. Koefisien regresi variabel motivasi

mahasiswa (X) diketahui sebesar

0,034. Hal ini menunjukkan bahwa

hubungan antara variabel motivasi

mahasiswa

terhadap

keberhasilan

studi Mahasiswa Program Studi

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka

Madiun

(Y)

adalah positif atau searah artinya

apabila variabel motivasi mahasiswa

naik 1 satuan maka keberhasilan studi

Mahasiswa Program Studi Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun akan naik pula

sebesar 0,034 satuan.

2. Berdasarkan uji hipotesis dapat

diketahui bahwa secara parsial ada

pengaruh

motivasi

mahasiswa

terhadap

keberhasilan

studi

Mahasiswa Program Studi Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun.

3.

Koefisien

korelasi

X

(motivasi

mahasiswa) adalah sebesar 52,87%

yang

berarti

kontribusi

variabel

motivasi terhadap keberhasilan studi

Mahasiswa Program Studi Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Merdeka Madiun adalah kuat. Artinya

terdapat hubungan yang erat antara

motivasi dengan keberhasilan studi.

B. Saran

Berdasarkan

kesimpulan

hasil

penelitian di atas, selanjutnya dapat

penulis sampaikan saran sebagai

berikut :

1. Ketersediaan sarana informasi di

kampus (hotspot, telepon umum,

warnet,

dll)

yang

memadai

merupakan

salah

satu

faktor

motivasi

mahasiswa

memilih

jurusan

Akuntansi

Fakultas

Ekonomi Universitas Merdeka

Madiun.

Oleh

karena

itu,

hendaknya pimpinan Universitas

dan

Yayasan

hendaknya

meningkatkan

kualitas

dan

kuantitas

ketersediaan

sarana

prasarana kamus seperti hotspot,

sehingga

dapat

meningkatkan

prestasi

akademiknya

dalam

rangka menunjang keberhasilan

studi mahasiswa.

3. Hendaknya

kinerja

dosen

Universitas

Merdeka

Madiun

khususnya dosen Program Studi

Akuntansi terus ditingkatkan, baik

dalam hal persiapan kegiatan

perkuliahan (ketersediaan Satuan

Acara Perkuliahan), pelaksanaan

kegiatan belajar mengajar di kelas

(penggunaan metode dan strategi

belajar mengajar yang efektif)

sampai dengan evaluasi kegiatan

perkuliahan (UTS maupun UAS)

(11)

terus ditingkatkan agar motivasi

mahasiswa dapat ditingkatkan.

4. Hendaknya kecepatan pelayanan

administrasi

pendidikan

dalam

rangka menunjang pelaksanaan

kegiatan

perkuliahan

perlu

ditingkatkan, khususnya dalam hal

kecepatan pegawai administrasi

dalam menyiapkan sarana (ruang

kuliah, LCD, dll) perkuliahan.

Implikasi Penelitian

Hasil penelitian ini secara

teoritis dapat digunakan sebagai

masukan yang sangat berharga bagi

peneliti berikutnya pada penelitian

serupa yang dapat digunakan untuk

memperkaya

khasanah

ilmu

pengetahuan.

Sedangkan

secara

praktis hasil penelitian ini dapat

bermanfaat bagi Universitas Merdeka

Madiun dalam menerapkan strategi

pemasaran yang efektif khususnya

dalam rangka penerimaan mahasiswa

baru.

DAFTAR PUSTAKA

Algifari, 2001.

Statistikan Induktif untuk

Ekonomi dan Bisnis

, Penerbit

UPP AMP YKPN, Yogyakarta

Malayu Hasibuan,

Manajemen Sumber

Daya

Manusia

,

Bumi

Aksara,

Jakarta, 2003.

Sedarmayanti,

Sumber Daya Manusia

Dan Produktivitas Kerja

, Ilham

Jaya, Bandung, 2005.

Slameto, 1998,

Belajar dan

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi,

Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono,

2003,

Metode

Penelitian

Bisnis

, Bandung: Penerbit Alfabeta.

WJS Poerwodarminto, 1995.

Kamus

Umum

Bahasa

Indonesia

.

Jakarta: Balai Pustaka.

Undang-Undang Republik Indonesia No.

20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional.

Universitas Merdeka Madiun. 1997.

Statuta

Universitas

Merdeka

Madiun 1997-2012

.

Universitas Merdeka Madiun. 2010.

Profil

Universitas Merdek

a Madiun

.

Gambar

Tabel 1.  RANGKUMAN HASIL UJI VALIDITAS VARIABEL MOTIVASI  MAHASISWA (X)
Tabel 2.  RANGKUMAN HASIL UJI RELIABILITAS VARIABEL MOTIVASI  MAHASISWA
Tabel 4. Coefficients
Tabel 5 CORRELATIONS  Correlations 1 .528** . .000 54 54 .528** 1 .000 . 54 54Pearson CorrelationSig

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Catatan : Lokasi sebagian di penginapan: Yabina : Graha Bina Insani, MAN1 : Penginapan MAN 1 Jember, LPM : Gedunng LPM Univ.Jember di

[r]

Menurut Sanjaya (2007: 126) sistem pembelajaran MIPA adalah rangkaian kegiatan belajar matematika dan IPA dalam bentuk pendekatan strategi, metode, teknik dan model yang memiliki

Indonesia pada masa Islam dalam sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaan serta pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dalam bentuk

Nugrahaeni, Trustinah, Astanto Kasno, Paidi Peneliti Fitopatologist : Nasir Saleh.. Agronomis

IMPLEMENTASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM PERSOALAN ALIRAN DARAH PADA PEMBULUH

Oleh karena itu dalam penulisan Ilmiah ini, penulis membuat suatu Homepage yang berisikan tentang Group Band Peterpan yang dibuat dengan menggunakan Microsoft FrontPage XP,