Ada 3 tanda M
Ada 3 tanda MAYAYOR / KUNCI OR / KUNCI derajat derajat dehidrasi dehidrasi yaitu 1. Keadaan umum. yaitu 1. Keadaan umum. 2 rasa haus. 2 rasa haus. 33 turgor u!it..
turgor u!it..
1 Keadaan umum " #em$agiannya% $i!a esadaran $ai $erarti dehidrasi ringan atau tan#a 1 Keadaan umum " #em$agiannya% $i!a esadaran $ai $erarti dehidrasi ringan atau tan#a dehidrasi% $i!a re&e! atau ge!isah $erarti dehodrasi sedang% $i!a a#a
dehidrasi% $i!a re&e! atau ge!isah $erarti dehodrasi sedang% $i!a a#a tis $erarti dehidrasitis $erarti dehidrasi $erat.
$erat.
2 Rasa haus " tida tam#a
2 Rasa haus " tida tam#a haus% $erarti tan#a dehidrasi atau dehidrasi ringan% $i!ahaus% $erarti tan#a dehidrasi atau dehidrasi ringan% $i!a tam#a haus $erarti dehidrasi sedang% $i!a sudah
tam#a haus $erarti dehidrasi sedang% $i!a sudah tida $isa minum% $erari dehidrasi $erat.tida $isa minum% $erari dehidrasi $erat. 3 turgor u!it
3 turgor u!it ' eenya!an% e!astisitas u!' eenya!an% e!astisitas u!it( " dengan )ara di)u$it didaerah #erit( " dengan )ara di)u$it didaerah #erut denganut dengan )u$itan aga !e$ar% seitar 3 )m% di#ertahanan se!ama 3*
)u$itan aga !e$ar% seitar 3 )m% di#ertahanan se!ama 3* deti% emudian di!e#as. +i!adeti% emudian di!e#as. +i!a u!it em$a!i norma! da!am &atu urang 1 deti, turgor $ai% $i!a 2- deti , turgor aga u!it em$a!i norma! da!am &atu urang 1 deti, turgor $ai% $i!a 2- deti , turgor aga urang% $i!a -1* deti, turgor urang dan
urang% $i!a -1* deti, turgor urang dan $i!a !e$ih 1* deti" turgor je!e.$i!a !e$ih 1* deti" turgor je!e. a
anda MINOR dari dehidrasi nda MINOR dari dehidrasi " U$un u$un )eung% air mata $erurang %mata )eung%" U$un u$un )eung% air mata $erurang %mata )eung% se!a#ut / muosa mu!ut ering% $a $erurang
se!a#ut / muosa mu!ut ering% $a $erurang d!!.d!!. +i!a dida#atan minima! 1
+i!a dida#atan minima! 1 tanda MAYtanda MAYOR% disertai minima! 1 tanda OR% disertai minima! 1 tanda MINOR% maaMINOR% maa derajat dehidrasinya digo!ongan
derajat dehidrasinya digo!ongan dari tanda dari tanda MAYMAYORnya. Misa! tanda ORnya. Misa! tanda MAYMAYOROR dida#atan R00% tanda MINOR dida#atan mata dan U$un u$un )eung% maa dida#atan R00% tanda MINOR dida#atan mata dan U$un u$un )eung% maa derajat dehidrasinya ada!ah 04IRA5I 50AN6.
derajat dehidrasinya ada!ah 04IRA5I 50AN6. INTAKE DAN OUT PUT
INTAKE DAN OUT PUT 1.
1. Intae Intae CairanCairan
5e!ama ati7itas dan tem#eratur yang sedang seorang de&asa minum ira-ira 1** 5e!ama ati7itas dan tem#eratur yang sedang seorang de&asa minum ira-ira 1** m! #er hari% sedangan e$utuhan )airan tu$uh ira-ira 2** m! #er hari sehingga m! #er hari% sedangan e$utuhan )airan tu$uh ira-ira 2** m! #er hari sehingga eurangan seitar 1*** m! #er hari di#ero!eh dari maanan% dan osidasi se!ama eurangan seitar 1*** m! #er hari di#ero!eh dari maanan% dan osidasi se!ama #roses meta$o!isme.
#roses meta$o!isme. a
a$e! 2.1 e$utuhan intae )$e! 2.1 e$utuhan intae )airan $erdasaran umur dan $erat $airan $erdasaran umur dan $erat $adanadan No.
No. UmurUmur ++ 'g(++ 'g( Ke$utuhan Cairan 'm!(Ke$utuhan Cairan 'm!( 1 1.. 33 hhaarrii 33 22** 88 33**** 2 2.. 11 ttaahhuunn 99%% 1111**88 1133**** 3 3.. 22 ttaahhuunn 1111%%:: 1133** 8811**** ; ;.. << ttaahhuunn 22** 1:1:**** 8822****** .. 11** ttaahhuunn 22::%%== 22****** 88 22**** < <.. 11;; ttaahhuunn ;; 2222**** 8822==**** = =.. 11:: ttaahhuunn ;; 2222**** 8822==**** >eng
>engatuaturan ran utamutama a intintae ae )ai)airan ran ada!ada!ah ah me!me!a!ua!ui i memeanianisme sme hauhaus. s. >us>usat at hauhauss dienda!ian $erada di ota sedangan rangsangan haus $erasa! dari ondisi dehidrasi dienda!ian $erada di ota sedangan rangsangan haus $erasa! dari ondisi dehidrasi int
intrasrase!ue!u!er!er% % seseresresi i angiangioteotensinsin n II II se$se$agai agai resres#on #on dardari i #en#enuruurunan nan teteanaanan n dardarah%ah% #erdarahan
#erdarahan yang yang mengai$atan mengai$atan #enurunan #enurunan 7o!ume 7o!ume darah. darah. >erasaan >erasaan ering ering di di mu!utmu!ut $iasanya
$iasanya terjadi terjadi $ersama $ersama dengan dengan sensasi sensasi haus haus &a!au#un &a!au#un adang adang terjadi terjadi se)ara se)ara sendiri.sendiri. 5e
5ensnsasasi i hahaus us aaan an sesegegera ra hihi!a!ang ng sesetete!a!ah h miminunum m sese$e$e!u!um m #r#rososes es a$a$sosor$r$si si o!o!eheh gastrointestina!.
2. Output Cairan
Kehi!angan )airan tu$uh me!a!ui em#at rute '#roses( yaitu " a. Urine
>roses #em$entuan urine o!eh ginja! dan esresi me!a!ui tratus urinarius meru#aan #roses out#ut )airantu$uh yang utama. a!am ondisi norma! out#ut urine seitar 1;**-1** m! #er 2; jam% atau seitar 3*-* m! #er jam #ada orang de&asa. >ada orang yang sehat emunginan #rodusi urine $er7ariasi da!am setia# harinya% $i!a ati7itas e!enjar eringat meningat maa #rodusi urine aan menurun se$agai u#aya teta# mem#ertahanan eseim$angan da!am tu$uh. $. I 'Insesi$!e ater oss(
I terjadi me!a!ui #aru-#aru dan u!it. Me!a!ui u!it dengan meanisme di??usi. >ada orang de&asa norma! ehi!angan )airan tu$uh me!a!ui #roses ini ada!ah $erisar 3**-;** m! #er hari% teta#i $i!a #roses res#irasi atau suhu tu$uh
meningat maa I da#at meningat. ). Keringat
+ereringat terjadi se$agai res#on terhada# ondisi tu$uh yang #anas% res#on ini $erasa! dari anterior hy#ota!amus% sedangan im#u!snya ditrans?er me!a!ui sumsum tu!ang $e!aang yang dirangsang o!eh susunan syara? sim#atis #ada u!it. d. @eses
>enge!uaran air me!a!ui ?eses $erisar antara 1**-2** m! #er hari% yang diatur me!a!ui meanisme rea$sor$si di da!am muosa usus $esar 'o!on(.
4a! ha! yang #er!u di #erhatian" Rata-rata )airan #er hari
1. Air minum " 1**-2** m! 2. Air dari maanan "=* m!
3. Air dari hasi! osidasi atau meta$o!isme "2** m! Rata- rata ha!uaran )airan #er hari
1( Urin " 1;** -1** m! 2( I&! a( >aru " 3* -;** m! $( Ku!it " 3* ;** m! 3( Keringat " 1** m! ;( @eses " 1** -2** m! I 1. e&asa " 1 ))/g ++/hari. 2. Ana " '3*-usiatahunB))/g++/hari
Untuk mengetahui kesehatan ginjal biasanya dilakukan dengan melakukan tes darah maupun tes urine. Biasanya hasil tes laboratorium dibaca oleh Dokter sebagai orang yang berkompeten untuk itu, tetapi tidak ada
salahnya jika kita juga mengetahui informasi tentang hal tersebut. Pada bagian pertama ini akan dibahas yang berhubungan dengan ginjal terlebih dahulu.. Informasi ini diperoleh melalui situs The Indonesia Diatram Kidney oundation dan beberapa sumber lain!
"ika kita menguji melalui tes darah ada tes ! #. Ureum $Blood Urea %itrogen&
Protein diserap tubuh melalui makanan seperti telur, ikan dan daging, sisanya yang tidak terserap merupakan sampah yang disebut ureum yang mengandung nitrogen. 'pabila ginjal bekerja dengan baik, ureum tersebut akan dibuang bersama urin, namun apabila ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik ureum akan tinggal di dalam darah.Untuk itu BU% tes
dilakukan untuk mengukur kadar ureum dalam darah dan mengetahui performa ginjal dalam melaksanakan tugasnya membersihkan darah. (asil %ormal ! angka ) s*d +) mg*dl
+. Kreatinin
adalah sampah dari sisa sisa metabolisme yang dilakukan oleh
akti-itas otot. ama dengan ureum, kreatinin akan menumpuk dalam darah apabila ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk menyaring serta membuangnya bersama urin. (asil %ormal! /.) s*d #.) mg*dl untuk pria de0asa/.) s*d #.1 mg*dl untuk 0anita de0asa
1. 2lumerolus iltration 3ate23
merupakan cara terbaik untuk mengetahui seberapa baik fungsi ginjal dalam menjalankan tugasnya. Dari penghitungan 23 dapat diketahui pada stadium berapa kerusakan ginjal seseorang. Informasi yang dibutuhkan untuk menghitung 23 adalah hasil serum kreatinin, usia dan berat badan. 3umusnya bisa dihitung dengan + cara yaitu!
%ilai ini dihitung dengan rumus 4ockcroft52ault atau 6D3D $modification of diet in renal disease & sebagai berikut !
$#7/5Umur& 8 Berat Badan
4ockcroft52ault ! Klirens Kreatinin 9 5555555555555555555555555555555 8 $/,:), jika 0anita&
$ml*menit& ;+ 8 Kreatinin erum
6D3D ! <aju iltrasi 2lomerulus 9 #:= 8 $Kreatinin erum& 5#,#)7 8 $Umur& 5/,+/1 8 $/,;7+ jika 0anita& 8 $#,+#/, jika kulit hitam& $kedua rumus ini dari 000.kidney.org&
%ilai 23 kurang dari =/ ml*menit*#,;1m+, maka penyakit ginjal dapat ditegakkan.
Pada +//+, %ational Kidney oundation ' menerbitkan pedoman pengobatan yang menetapkan lima stadium $4KD& berdasarkan ukuran 23 yang menurun. Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing5masing stadium penyakit ginjal.
• 3isiko 4KD meningkat. 23 >/ atau lebih dianggap normal. Bahkan dengan 23 normal, kita mungkin berisiko lebih tinggi terhadap 4KD
bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi, atau
keluarga kita mempunyai ri0ayat penyakit ginjal. emakin tua kita, semakin tinggi risiko. ?rang berusia di atas =) tahun dua kali lipat lebih mungkin mengembangkan 4KD dibandingkan orang berusia di antara 7) dan =) tahun. ?rang 'merika keturunan 'frika lebih berisiko
mengembangkan 4KD.
• tadium #! Kerusakan ginjal dengan 23 normal $>/ atau lebih&. Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum 23 mulai menurun. Pada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat perkembangan 4KD dan mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
• tadium +! Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada 23 $=/5 :>&. aat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan 4KD kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi
risiko masalah kesehatan lain.
• tadium 1! Penurunan lanjut pada 23 $1/5)>&. aat 4KD sudah
berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum. Kita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau
mengobati masalah ini.
• tadium 7! Penurunan berat pada 23 $#)5+>&. Teruskan pengobatan untuk komplikasi 4KD dan belajar semaksimal mungkin mengenai
pengobatan untuk kegagalan ginjal. 6asing5masing pengobatan
membutuhkan persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan agar siap menerima pemasukan jarum secara sering. Untuk dialisis peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. 'tau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu ginjal untuk dicangkok.
• tadium )! Kegagalan ginjal $23 di ba0ah #)&. aat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan
membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal..
"ika Kita menggunakan Tes Urine, maka! #. Urine hemoglobin $(eme&
adalah tes untuk melihat adanya darah dalam urin. Dalam kondisi normal darah tidak ditemukan dalam urin. 'pabila ditemukan darah dalam urin bisa menandakan adanya kerusakan pada ginjal atau saluran kencing.
Kadangkala akti-itas jogging, infeksi kandung kemih, perokok berat dapat menyebabkan timbulya darah pada urin.
+. 4reatine clearence
merupakan tes untuk melihat kecepatan dari ginjal untuk membuang kreatin dalam darah. Untuk melakukan uji ini dibutuhkan urin +7 jam. Pemeriksaan urin ini juga akan dibarengin dengan pemeriksaan darah untuk
membandingkan jumlah kreatinin yang diproduksi dan yang dibuang. 1. 'lbumin
adalah sejenis protein yang dapat diukur dalam urin. Test albumin adalah tes untuk mengukur jumlah protein yang berhasil le0at dari ginjal dan keluar bersama urin. Pada ginjal yang sehat protein tidak dapat lolos mele0ati ginjal karena protein merupakan molekul yang ukurannya terlalu
besar untuk dapat mele0ati pembuluh pembuluh darah di ginjal. 'rtinya apabila ditemukan protein dalam urin menandakan adanya kerusakan pada ginjal.
7. 6icroalbuminuria
adalah tes yang dapat mendeteksi adanya kandungan protein dalam jumlah yang sangat kecil yang tetrdapat dalam urin. Tes ini dilakukan karena menurut studi yang dilakukan pada penderita diabetes menunjukkan bah0a meskipun adaya kerusakan ginjal sudah mulai muncul terkadang sulit menemukan adanya protein dalam urin dengan menggunakan alat khusus
bernama disptick. Bagi penderita diabetes pemeriksaaan microalbuminaria seyogyanya dilakukan sekurang 5 kurangnya sekali setahun
%ilai normal! kekuningan jernih
Dalam keadaan normal, 0arna urin pagi $yang diambil sesaat setelah bangun pagi& sedikit lebih gelap dibanding urin di 0aktu lainnya. Perubahan 0arna urin dapat terjadi karena beberapa hal.
(itam! baru mengkonsumsi tablet besi $ferri sulfat&, sedang minum obat parkinson $le-odopa&, methemoglobunuria.
Biru! mengkonsumsi obat antidepresi $amitriptilin&, antibiotik saluran kemih $nitrofurantoin&, atau karena infeksi Pseudomonas pada saluran kemih.
4oklat! gangguan fungsi ginjal, mengkonsumsi antibiotik $sulfonamid atau metronidaAol&, dan konsumsi obat parkinson $le-odopa&.
Kuning gelap $seperti teh&! hepatitis fase akut, ikterus obstruktif, kelebihan -itamin B+ * ribofla-in, antibiotika $nitrofurantoin dan kuinakrin&.
?ranye5merah! dehidrasi sedang, demam, konsumsi antikoagulan oral,
trauma ginjal, konsumsi deferoksamin mesilat, rifampisin, sulfasalaAin, laksatif $fenolftalein&.
(ijau! infeksi bakteri, kelebihan bili-erdin, konsumsi -itamin tertentu. Bening $tidak ber0arna sama sekali&! terlalu banyak minum, sedang minum obat diuretik, minum alkohol, atau diabetes insipidus.
eperti susu $disebut juga chyluria&! filariasis atau tumor jaringan limfatik.
%ilai normal! #.//1 s*d #./1/ g*m<%ilai ini dipengaruhi sejumlah
-ariasi, antara lain umur. Berat jenis urin de0asa berkisar pada #./#=5 #./++, neonatus $bayi baru lahir& berkisar pada #./#+, dan bayi antara #.//+ sampai #.//=.
Urin pagi memiliki berat jenis lebih tinggi daripada urin di 0aktu lain, yaitu sekitar #./+=.
'bnormalitas!
Berat jenis urin yang lebih dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, kelebihan hormon antidiuretik, demam, 6embaca hasil lab urin
@arna urin
diabetes melitus, diare * dehidrasi.
Berat jenis urin yang kurang dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal berat, diabetes insipidus, atau konsumsi antibiotika
$aminoglikosida&.
%ilai normal! )./5=./ $urin pagi&, 7.)5:./ $urin se0aktu&p( lebih basa! habis muntah5muntah, infeksi atau batu saluran kemih, dan penurunan fungsi ginjal. Dari faktor obat5obatan! natrium bikarbonat, dan amfoterisin B.
p( lebih asam! diet tinggi protein atau diet tanpa kalori, diabetes melitus, asidosis tuberkulosis ginjal, dan fenilketonuria. Dari faktor obat5obatan! diaAoksid dan -itamin 4.
%ilai normal! negatifDi Indonesia, glukosa urin biasanya diuji secara semikuantitatif dengan uji reduktor $Benedict&.
Pemeriksaan Benedict ini sebenarnya ditujukan untuk mendeteksi adanya glukosa, asam homogentisat, dan substansi reduktor lainnya $misalnya -itamin 4& dalam urin sesuai dengan mekanisme reaksi yaitu reduksi
tembaga sulfat. 'sam homogentisat bisa ada dalam urin dalam jumlah besar pada indi-idu dengan gangguan metabolisme asam amino alkohol
$fenilalanin dan tirosin&. Karena faktor ini pemeriksaan glukosuria di negara maju telah diganti dengan 4linisti8.
2lukosa urin positif tidak selalu berarti diabetes melitus, 0alaupun memang penyakit ini yang paling sering memberi hasil positif pada uji glukosa urin. 6akna lain yang mungkin!
5Penyakit ginjal $glomerulonefritis, nefritis tubular, sindroma anconi&.
5Penyakit hepar dan keracunan logam berat.
5aktor farmakologis $indometasin, isoniaAid, asam nikotinat, diuretik tiaAid, karbamaAepin&.
5%utrisi parenteral total yang berlebihan $hiperalimentasi& dengan infus glukosa.
%ilai normal! negatif $uji semikuantitatif&, /./15/.#) mg*+7 jam $uji kuantitatif&
Protein dapat diuji dengan asam sulfosalisilat +/C, asam sulfat =C, atau dengan reagen strip. Pemeriksaan dengan reagen strip lebih banyak
digunakan saat ini. Untuk anak5anak di ba0ah #/ tahun nilai kuantitatif normal protein dalam urin sedikit lebih rendah daripada de0asa, yaitu (asil abnormal $positif& dalam uji proteinuria dapat berarti!
p(
2lukosa
6asalah nonginjal $gagal jantung kongestif, asites, infeksi bakteri, keracunan&.
Keganasan $leukemia dan keganasan tulang yang bermetastasis&.
Proteinuria sementara $pada dehidrasi, diet tinggi protein, stres,
demam, post5pendarahan&. Penyakit ginjal $lupus, infeksi saluran kemih, nekrosis tubular ginjal&.
Pada anak5anak sering karena sindroma nefrotik atau penyakit ba0aan $ginjal polikistik&. aktor farmakologis $amfoterisin B, semua
aminoglikosida, fenilbutaAon, sulfonamid&.
%ilai normal! negatif
Uji ketonuria dimaksudkan untuk mendeteksi adanya produk sampingan penguraian karbohidrat dalam urin. Ketonuria dulu diperiksa dengan metode 3othera, dan sekarang digunakan dipstik. (asil positif dapat ditemukan pada ketoasidosis diabetik, alkoholisme, diet tinggi lemak, penyakit glikogen, dan konsumsi obat5obatan tertentu $le-odopa dan obat5 obat anestetik&.
%ilai normal! /.#5# hrlich U*d< $dipstik&, atau positif s*d pengenceran #*+/ $@allace5Diamond& Urobilinogen klasik diperiksa dengan uji
pengenceran @allace5Diamond. 4ara ini sudah banyak digantikan oleh uji dipstik modern yang bersifat kualitatif.
Urobilinogenuria dapat disebabkan oleh
Penyakit hepar dan empedu $hepatitis akut, sirosis, kolangitis& Infeksi tertentu $malaria, mononukleosis&
Polisitemia -era ataupun anemia Keracunan timah hitam
Tidak ada urobilinogen sama sekali dalam urin bermakna ada obstruksi komplit pada saluran empedu $kolelitiasis atau karsinoma pankreas&. Dari faktor farmakologis! kloramfenikol dan -itamin 4 menyebabkan
urobilinogen urin berkurang.
%ilai normal! negatif, maksimal /.17 Emol*<. Bilirubinuria dapat disebabkan oleh!
Penyakit hepar $sirosis, hepatitis alkoholik&, termasuk efek hepatotoksisitas.
Infeksi atau sepsis.
Keganasan $terutama hepatoma dan karsinoma saluran empedu&.
%ilai normal! negatif $kurang dari /.# mg*d<, atau kurang dari #//./// mikroorganisme*m<& %itrit urin digunakan untuk skrining infeksi saluran kemih.
%ilai normal! /51 sel per lapang pandang besar ritrosit dalam urin yang berlebihan $mikrohematuria& dapat ditemukan pada urin 0anita menstruasi dan perlukaan pada saluran kemih baik oleh batu, infeksi, faktor
trauma, maupun karena kebocoran glomerulus. Keton robilinogen Bilirubin %itrit ritrosit <eukosit
%ilai normal! +57 sel per lapang pandang besar <eukosit yang berlebihan dalam urin $piuria& biasanya menandakan adanya infeksi saluran kemih atau kondisi inflamasi lainnya, misalnya penolakan transplantasi ginjal. el epitel %ilai normal! sekitar #/ sel per lapang pandang besar,
berbentuk skuamosa. el epitel yang lebih daripada jumlah normal
berkaitan dengan infeksi saluran kemih dan glomerulonefritis. edangkan bentuk sel epitel abnormal dikaitkan dengan keganasan setempat.
%ilai normal! ditemukan cast hialin dalam jumlah sedang, tanpa adanya inklusi. 4ast merupakan kumpulan sel5sel yang dikelilingi suatu membran. Biasanya cast selain hialin $misalnya cast eritrosit atau cast leukosit& menunjukkan kerusakan pada glomerulus $glomerulonefritis kronik&.
Inklusi sitomegalik menunjukkan infeksi sitomegalo-irus $46F& atau campak.
%ilai normal! ditemukan kristal dalam jumlah kecil Kristal yang
ditemukan dalam urin tergantung pada p( urin yang diperiksa. Pada urin asam dapat ditemukan kristal asam urat. Pada urin netral ditemukan
kristal kalsium oksalat. Pada urin basa mungkin terlihat kristal kalsium karbonat dan kalsium fosfat. 'da juga sejumlah kristal yang dalam
keadaan normal tidak ada antara lain kristal tirosin, sistin, kolesterol, dan bilirubin.
%ilai normal bakteri! negatif. Kecuali untuk urin midstream!
%ilai normal jamur dan parasit! negatif Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih mungkin ditemukan dalam urinalisa, antara lain .coli, Proteus -ulgaris, %eisseria gonorrhoea dan Pseudomonas
aeruginosa. edangkan parasit yang mungkin ditemukan dalam urin adalah chistosoma haematobium dan mikrofilaria spesies tertentu.
3eferensi 4hernecky 44 G Berger B". <aboratory Tests and Diagnostic
Procedure. Philadelphia! aunders lse-ier, +//:. Kasper D< et.al $eds&. (arrisonHs Principles of Internal 6edicine. %e0 ork! 6c2ra05(ill,
+//;. $hnA&
Klasifikasi ini untuk mengetahui tingkat kebersihan dari darah dengan mengukur kadar produk sisa metabolisme yang disaring oleh ginjal sehat. Ketiga tes tersebut meliputi !
#. Blood Urea %itrogen $BU%&
Protein diserap tubuh melalui makanan seperti telur, ikan dan daging, sisanya yang tidak terserap merupakan sampah yang disebut ureum yang mengandung nitrogen. 'pabila ginjal bekerja dengan baik, ureum tersebut akan dibuang bersama urin, namun apabila ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik ureum akan tinggal di dalam darah.Untuk itu BU% tes
dilakukan untuk mengukur kadar ureum dalam darah dan mengetahui performa ginjal dalam melaksanakan tugasnya membersihkan darah. Bagi penderita gagal ginjal terminal yang sedang dalam treatment dialysis, BU% tes berguna untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari treatment dialysisi yang dilakukan. eseorang dikatakan apabila angka BU% nya berada pada 4ast * inklusi
Kristal
Bakteri, jamur, dan parasit
angka ) s*d +) mg*dl. +. 4reatininKreatinin
adalah sampah dari sisa sisa metabolisme yang dilakukan oleh
akti-itas otot. ama dengan ureum, kreatinin akan menumpuk dalam darah apabila ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk menyaring
serta membuangnya bersama urin.eseorang dikatakan apabila angka BU% nya berada pada angka !
/.) s*d #.) mg*dl untuk pria de0asa /.) s*d #.1 mg*dl untuk 0anita de0asa 2lumerolus iltration 3ate
23 merupakan cara terbaik untuk mengetahui seberapa baik fungsi ginjal dalam menjalankan tugasnya. Dari penghitungan 23 dapat diketahui pada stadium berapa kerusakan ginjal seseorang. Informasi yang dibutuhkan untuk menghitung 23 adalah hasil serum kreatinin, usia dan berat badan.
Pada klasisfikasi ini, tes yang diperlukan adalah !
(emoglobin(emoglobin adalah komponen dari sel darah merah yang memba0a oksigen dari paru paru ke seluruh bagian tubuh.
(ematocrit(ematocrit adalah untuk mengukur persentase sel darah merah yang diproduksi oleh tubuh.Baik (emoglobin maupun (ematocrit sangat -ital bagi tubuh karena keduanya mengindikasikan adanya 'nemia atau kurangnya sel darah merah pemba0a oksigen dalam tubuh. esorang yang menderita anemia akan merasakan cepat lelah dan lemas pada tubuhnya dan apabila tidak di tangani akan merusak hati.eseorang dikatakan normal apabila range (emoglobinnya berada pada angka !
#7 s*d #: g*dl untuk pria #+ s*d #= g*dl untuk 0anita
edangkan angka normal untuk (ematocrit apa bila hasil lab menunjukkan ! 7/ C s*d )/ C untuk pria
1=C s*d 77C untuk 0anita
erritin dan Trasferrin aturation $T'T&
Besi $iron& eleman dasar yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel darah merah. Untuk membentuk sel darah merah yang baru tubuh kita menyerap besi dari makanan yang kita asup, namun sebagian besar sumber besi didapat adalah dari sel sel darah merah itu sendiri yang telah lama dan rusak.
'pabila seseorang menderita anemia berarti dia kekurangan sel darah merah dan kekurangan elemen dasar untuk membentuk sel darah merah yang baru.
erritin mengukur jumlah besi yang ada dalam tubuh, sedangkan T'T untuk mengukur berapa banyak dari jumlah besi yang tersimpan dapat digunakan
untuk membentuk sel darah merah baru. 'pabila kadar erritin dan T'T pasien rendah, dokter akan meresepkan suplemen besi sehingga pasien mempunyai cukup elemen dasar untuk membentuk sel darah merah.
lektrolit adalah Aat kimia yang menghasilkan partikel partikel bermuatan listrik.7 macam tes elektrolit yang penting bagi penderita gagal ginjal adalah !
J Kalsium J osfor
J Kalium $potassium& J %atrium $odium&
Kalsium adalah elektrolit yang dibutuhkan untuk bekerjanya otot dan
kesehatan tulang. Kalsium diserap dari produk susu, kalsium suplemen dan sayur sayuran. Tulang dan gigi merupakan tempat penyimpanan hampir
seluruh kalsium yang ada dalam tubuh.
Terlalu banyak kalsium di dalam darah atau (ypercalcemia dapat
menyebabkan mual dan muntah, hilang nafsu makan, sakit perut, sulit berpikir, lemas, pusing, bahkan dapat menyebabkan serangan jantung. ebaliknya kekurangan kalsium atau (ypocalcemia dapat menyebabkan
depresi, perasaan kebas, keram pada otot, atau merasa bingung. 'pabila tidak di obati, hypocalcemia dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan tulang.
osfat adalah elektrolit yang sangat -ital untuk energi yang digunakan oleh tubuh. osfat banyak ditemukan di hampir setiap makanan yang diasup oleh tubuh. eperti juga kalsium, fosfat juga disimpan di tulang dan gigi. 'pabila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya kadar osfat akan meningkat.Terlalu banyak fosfat dalam darah atau (yperphosphatemia meyebabkan gatal gatal dan dapat merusak tulang. ebaliknya
kekurangan fosfat atau (ypophophatemia dapat menyebabkan melemahnya otot dan koma , namun hal ini sangat jarang terjadi.
eperti magnet, kalsium dan fosfat saling tarik menarik satu sama lain karena Kadar kalsium dalam darah juga ditentukan oleh fosfat. 'pabila 2injal berfungsi dengan baik maka kelebihan fosfat dalam darah dapat dibuang, namun "ika ginjal gagal berfungsi, maka kadar fosfat dalam darah akan meningkat dan menyebabkan kadar kalsium dalam darah menurun. (al ini menyebabkan semakin banyak kalsium yang diambil dari tulang untuk mengkompensasi kadar fosfat yang tinggi sehingga tulang menjadi rapuh.
Kalium adalah elektrolit yang penting bagi bekerjanya otot dan sistem saraf, termasuk sistem saraf otonom yang merupakan pengendali detak jantung dan fungsi otak. 2injal yang sehat berfungsi untuk mengontrol le-el kalium dalam tubuh dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium yang masuk dan yang dibuang.
Terlalu banyak kalium dalam darah atau (yperkalemie akan menyebabkan kelemahan fungsi otot dan terkena serangan jantung. ebaliknya terlalu sedikit kalium dalam tubuh atau (ypokalemie dapat menyebabkan kelemahan fungsi otot, kelelahan $fatiue&, ritmus jantung abnormal yang dapat berakibat serangan jantung. Kalium banyak ditemukan pada makan maupun buah buahan seperti jeruk, pisang, daging dan alpukat.
%atrium adalah elektrolit yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan dan air dalam tubuh. 'pabila tidak seimbang akan menyebabkan otot tidak bekerja sebagaimana mestinya. elain itu darah akan terlalu pekat ataupun terlalu encer karena mengandaung terlalu banyak atau kekurangan air.
2aram adalah salah satu bentuk natrium yang sering kita dengar. 2injal yang sehat akan membuang kelebihan natrium ke dalam urin. ?leh sebab itu penting sekali bagi penderita gagal ginjal untuk menjaga asupan garam ke dalam tubuh.
Kelebihan natrium dalam darah atau (ypernatremia menyebabkan sering merasa haus, sakit kepala dan naiknya tekanan darah serta membengkaknya jaringan akibat terlalu banyak cairan yang disebut edema. ebaliknya terlalu sedikit natrium atau hyponatremia akan menyebabkan pecahnya sel darah merah, turunnya tekanan darah, merasa lemah, keram otot, sakit kepala, muntah muntah bahkan koma.
eperti namanya pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan urin
sebagai sampel. Tes ini biasanya dilakukan pada penderita gagal ginjal kronis. edangkan pada penderita gagal ginjal terminal tidak dilakukan $pasien 22T biasanya tidak lagi atau hanya memproduksi urin dalam jumlah yang sedikit&. Beberapa jenis pemeriksaan pada kategori ini adalah !
J Urine hemoglobin
J 4reatine clearence
J Urine albumin
J 6icroalbuminaria
Urine hemoglobin $(eme&
adalah tes untuk melihat adanya darah dalam urin. Dalam kondisi normal darah tidak ditemukan dalam urin. 'pabila ditemukan darah dalam urin bisa menandakan adanya kerusakan pada ginjal atau saluran kencing.
Kadangkala akti-itas jogging, infeksi kandung kemih, perokok berat dapat menyebabkan timbulya darah pada urin.
4reatine clearence
merupakan tes untuk melihat kecepatan dari ginjal untuk membuang kreatin dalam darah. Untuk melakukan uji ini dibutuhkan urin +7 jam. Pemeriksaan urin ini juga akan dibarengin dengan pemeriksaan darah untuk
membandingkan jumlah kreatinin yang diproduksi dan yang dibuang. 'lbumin
adalah sejenis protein yang dapat diukur dalam urin. Test albumin adalah tes untuk mengukur jumlah protein yang berhasil le0at dari ginjal dan 3I% T.T '6I<
keluar bersama urin. Pada ginjal yang sehat protein tidak dapat lolos mele0ati ginjal karena protein merupakan molekul yang ukurannya terlalu besar untuk dapat mele0ati pembuluh pembuluh darah di ginjal. 'rtinya apabila ditemukan protein dalam urin menandakan adanya kerusakan pada ginjal.
6icroalbuminuria
adalah tes yang dapat mendeteksi adanya kandungan protein dalam jumlah yang sangat kecil yang tetrdapat dalam urin. Tes ini dilakukan karena menurut studi yang dilakukan pada penderita diabetes menunjukkan bah0a meskipun adaya kerusakan ginjal sudah mulai muncul terkadang sulit menemukan adanya protein dalam urin dengan menggunakan alat khusus
bernama disptick. Bagi penderita diabetes pemeriksaaan microalbuminaria seyogyanya dilakukan sekurang 5 kurangnya sekali setahun
2.4.2. Mengukur Intake dan Output Cairan
>enguuran intae dan out#ut )airan meru#aan suatu tindaan yang di!auan untu menguur jum!ah )airan yang masu eda!am tu$uh 'intae( dan jum!ah )airn yang e!uar dari tu$uh 'out#ut(. ujuan dari menguur intae dan out#ut )airan yaitu untu menentuan status eseim$angan )auran tu$uh !ien dn juga untu menetuan tingat dehidrasi !ien.
Prosedur :
a. entuan jum!ah )airan yang masu e da!am tu$uh. Cairan yang masu e da!am tu$uh me!a!ui air minum% air da!am maanan% air hasi! osidasi 'meta$o!isme( dan )airan intr7ena.
$. entuan jum!ah )airan yang e!uar dari tu$uh !ien% )airan yang e!uar dari tu$uh terdiri atas urine% insensi$!e &ater !oss 'I(% ?eses% dan muntah.
). entuan seim$angan )airan tu$uh !ien dengan rumus intae-out#ut.
Keseimbangan Intake dan Output :
a. Rata-rata intae )airan #erhari " 1(. Air minum " 1**-2** m! 2(. Air dari maanan " =* m!
3(. Air hasi! meta$o!ism osidati? " 3** m! $. Rata-rata out#ut )airan #erhari "
1(. Urine " 1-2 ))/g++/jam 2(. Insensi$!e &ater !oss "
- de&asa " I 1*-1 ))/g++/hari
- ana-ana " I 3*-umur th ))/g++/hari
- $i!a ada enaian suhu " I 2** 'suhu searang sam#ai 3<%:oC(