PEMERINTAH KABUPATEN
PANDEGLANG
R E N S T R A
DINAS KOPERASI DAN UMKM
KABUPATEN PANDEGLANG
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Pandeglang merupakan bagian dari wilayah Propinsi Banten dengan luas wilayah 2.747 KM2, dimana sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian. Dari 274.690 hektar luas Pandeglang, sebesar 239.731 hektar ( 87,27 persen ) digunakan untuk usaha pertanian. Dibagian Selatan wilayah Kabupaten Pandeglang terbentang pantai serta beberapa Pulau yang merupakan wilayah potensial untuk pariwisata, baik wisatawan lokal maupun domestik.
Meskipun kedua sektor tersebut sudah dikelola, akan tetapi hasilnya belum cukup memuaskan, hal ini merupakan tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat yang tentunya akan menunjang peningkatan PAD Kabupaten Pandeglang.
Berkaitan dengan hal tersebut, perkembangan gerakan Koperasi dan UMKM di Kabupaten Pandeglang yang bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata sampai dengan saat ini, baik secara kualitas maupun kuantitas belum mencapai seperti yang diharapkan, terlihat dari data yang tercatat di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang pada akhir tahun 2011 dari jumlah Koperasi Berbadan Hukum sebanyak 805 unit, yang bergerak di bidang agrobisni dan penunjang agrobisnis berjumlah 188 unit ( yang aktif sebanyak 10 tidak aktif 178 ), sedangkan yang bergerak di bidang wisata dan penunjang pariwisata hanya berjumlah 15 unit ( yang aktif 9 dan tidak aktif 6 ). Sedangkan jumlah UMKM se- Kabupaten Pandeglang berjumlah 46,465, yang bergerak di bidang agrobisnis dan penunjang agrobisnis berjumlah 2734 , sedangkan yang bergerak di bidang wisata 10 dan penunjang pariwisata hanya berjumlah 153 UMKM.
Secara umum Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, memiliki potensi untuk menjadi sarana bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan telah memberikan kontribusi bukan saja terhadap pertumbuhan ekonomi, mengingat pembangunan bidang
2
koperasi dan UMKM merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, maka sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 6 Tahun 2008 dibentuk Dinas Koperasi dan UMKM yang mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah khusus di bidang Koperasi dan UMKM.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sebagai dinas yang bertugas mewadahi kegiatan Koperasi dan UMKM pada khusunya mempunyai tugas bagaimana mendorong dan menumbuh kembangkan koperasi dan UMKM yang ada. Guna menunjang misi dan visi pembangunan Kabupaten Pandeglang Dinas Koperasi mencoba untuk mensinergikan program dan kegiatannya kearah bagaimana mewujudkan visi dan misi Kabupaten Pandeglang tersebut dalam pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan.
Dalam rangka pencapaian keberhasilan pembangunan tersebut diatas, sudah tentu diperlukan suatu perencanaan yang matang, melalui Rencana Strategis yang merupakan suatu pedoman dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Rencana Stragis ( Renstra ) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016 merupakan dokumen perencanaan yang bersipat teknis operasional dan merupakan penjabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMP) Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2016, memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategis dan kebijakan serta Indikasi Rencana Program/ Kegiatan sesuai dengan kewenangan serta fungsi pemerintah.
Perumusan Renstra Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang ini mengacu pada Rancangan RPJMD Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016, Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang dan Peraturan Bupati Pandeglang nomor 14 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Pandeglang.
3
1.2. Landasan Hukum
Peraturan perundang-undangan yang dijadikan dasar penyusunan Renstra ini antara lain :
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian;
2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Simpan Pinjam Oleh Koperasi;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 6 Tahun 2003 Tentang Pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
7. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang;
8. Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Pandeglang;
9. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 7 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Daerah Kabupaten Pandeglang; 10. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011–2031;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011–2016;
4
12. Keputusan Bupati Pandeglang Nomor ... Tahun 2011 Tentang Pengesahan Rencana Strategis ( RENSTRA ) SKPD Tahun 2011 – 2016 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya Renstra Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016 adalah untuk :
1. Memberikan gambaran tentang kondisi umum Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sekaligus memberikan gambaran tentang arah tujuan, sasaran, kebijakan yang ingin dicapai dalam mewujudkan visi, dan misi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi Kabupaten Pandeglang.
2. Merupakan pedoman dan acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan kegiatan bagi SKPD selama lima tahun kedepan, agar hasil pelaksanaan kegiatan dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian visi dan misi baik SKPD maupun Kabupaten Pandeglang.
3. Menyediakan informasi keberbagai pihak, untuk memahami dan menilai arah Kebijakan, Program dan Kegiatan sekaligus pendanaannya yang direncanakan pada kegiatan tahunan dalam rentang waktu lima Tahun.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Renstra ini meliputi antara lain : BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan
5
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD 2.2. Sumber Daya SKPD
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan 3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati
Pandeglang Terpilih Periode Tahun 2011–2016 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang 4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
4.3. Strategi dan Kebijakan
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB VII P E N U T U P LAMPIRAN
6
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS KOPERASI DAN UMKM
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 14 Tahun 2008, perihal rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang pada Bab VII, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang mempunyai kedudukan, tugas, fungsi dan kewenangan sebagai berikut :
2.1.1.Kedudukan
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Pandeglang, merupakan unsur pelaksana otonomi daerah, yang dipimpin oleh Kepala Dinas, berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
2.1.2. Tugas
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kelembagaan Koperasi, pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan.
2.1.3. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : a. Penyusunan perencanaan bidang Kelembagaan Koperasi,
Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
b. Perumusan kebijakan teknis bidang Kelembagaan Koperasi, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
Pemberdayaan Pemberdayaan
c. Pelaksanaan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Kelembagaan Koperasi, Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
7
d. Pembinaan, koordinasi, pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan bidang Kelembagaan Koperasi, Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
e. Pelaksanaan kegiatan penatausahaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah;
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.1.4. Struktur Organisasi
Susunan Organisasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas Koperasi
2. Sekretariat, dipimpin oleh Sekretaris dan membawahi : a. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan
3. Bidang Kelembagaan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan membawahi: a. Kepala Seksi Pembinaan Lembaga dan Pengesahan
b. Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan
4. Bidang Pemberdayaan Koperasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan membawahi :
a. Kepala Seksi Bina Usaha Koperasi
b. Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan Koperasi
5. Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan membawahi :
a. Kepala Seksi Bina Usaha Mikro Kecil dan Menengah
b. Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah 6. Kelompok Jabatan Fungsional
7. Unit Pelaksana Teknis Daerah
Untuk lebih jelasnya Struktur Organisasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, terlihat seperti dibawah ini :
9
2.2. Sumber Daya Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang
2.2.1. Kepegawaian
Jumlah pegawai di lingkungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, sampai dengan akhir Tahun 2010, sebanyak 40 orang, terinci sebagai berikut :
a. Pegawai Negeri Sipil (PNS) = 24 orang b.
c.
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tenaga Kontrak Kerja (TKK)
= 4 orang = 5 orang d. Tenaga Kerja Sukarela (TKS) = 7 orang Jumlah = 40 orang
Sedangkan PNS / CPNS jabatan struktural dan TKK/ TKS, terdiri dari :
Kepala Dinas (Esselon II/b) Sekretaris (Esselon III/a)
= = 1 orang 1 orang
Kepala Bidang (Esselon III/b) Kepala Sub Bagian (Esselon IV/a)
= =
2 orang (1 belum terisi) 3 orang
Kepala Seksi (Esselon IV/a) Fungsional Umum = = 6 orang 15 orang TKK / TKS = 12 orang Jumlah = 40 orang
Apabila dilihat dari tingkat pendidikan dan jenis kelamin pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang per akhir Tahun 2010 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1
JUMLAH PNS/CPNS BERDASARKAN PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN
Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah
SD SLP SLA D1 D2 D3 S1 S2 S3 1 -5 -11 -4 -5 2 -1 0 9 0 0 0 16 2 0 Jumlah 17 11 28
10 10
1. Kendaraan roda 4 = 3 unit 2. Kendaraan roda 2 = 5 unit
3. Komputer = 6 unit
4. Laptop = 7 unit
5. Printer = 5 unit
6. Mesin Tik = 1 buah
7. Meja = 30 buah
8. Kursi = 30 buah
9. Filling Kabinet = 3 buah 10. Kamera Digital = 2 buah
11. In Focus = 1 buah
12. Handycam = 1 buah
13. Layar LCD = 1 buah
14. Lemari Arsip = 3 buah 15. Pesawat Telephon = 1 buah 16. Mesin faximilie = 1 buah
Sedangkan jumlah pegawai berdasarkan pangkat / golongan per jenis kelamin adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
JUMLAH PNS/CPNS BERDASARKAN GOLONGAN DAN JENIS KELAMIN
Golongan Laki-Laki Perempuan Jumlah
I II III IV -3 12 1 -2 8 2 0 5 20 3 Jumlah 16 12 28 2.2.2. Perlengkapan
Kebutuhan perlengkapan sebagai sarana penunjang dalam melaksanakan kinerja pemerintahan akan dapat berperan besar dalam membantu kelancaran pelaksanaan tugas, karena kinerja dan perlengkapan pendukungnya merupakan bagian yang saling melengkapi, sehingga suasana kerja yang kondusif dan profesional dapat terwujud dengan baik.
Sarana dan prasarana perlengkapan pendukung yang tersedia saat ini sebagai berikut :
11 11
Dari sarana dan perlengkapan penunjang kelancaran pelaksanaan tugas tersebut diatas, yang dirasa jumlahnya masih kurang antara lain :
Kendaraan roda 4 = 2 Unit
Kendaraan roda 2 = 4 Unit
Laptop = 7 Unit
Lemari arsip = 6 Unit
Mesin tik = 3 Unit
Komputer = 3 Unit
2.2.3. Pembiayaan
Sumber anggaran untuk membiayai pelaksanaan Program dan Kegiatan pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Pandeglang, APBD Propinsi Banten dan APBN, baik yang bersifat belanja langsung maupun belanja tidak langsung, dana dekonsentrasi, bantuan / hibah dan lainnya serta berupa pendidikan dan pelatihan bagi gerakan Koprasi, UMKM dan aparatur.
Anggaran Belanja Tidak Langsung Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan, hal ini terlihat pada Tahun 2010 sebesar Rp. 1.054.331.118.-, dan pada Tahun 2011 sebesar Rp. 1.336.914.000,- hal ini terjadi karena adanya penambahan pegawai serta peningkatan kesejahteraan pegawai melalui penyesuaian dan kenaikan gaji pegawai.
Sedangkan Anggaran Belanja Langsung mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir yakni pada Tahun 2010 sebesar Rp. 1.354.595.000.-menurun menjadi Rp. 892.405.500,-pada Tahun 2011.
12 12 2.2.4. Keragaan Koperasi dan UMKM
Berdasarkan data yang tercatat pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang , jumlah Koperasi dan UMKM se- Kabupaten Pandeglang akhir Tahun 2010, sebagai berikut :
- Jumlah Koperasi Berbadan Hukum sebanyak 873 unit, yang aktif sebanyak 463 unit dan tidak aktif sebanyak 410 unit. Dari 463 unit Koperasi yang aktif, sebanyak 125 unit Koperasi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) tahun buku 2009 yang dilaksanakan pada Tahun 2010, untuk lebih jelasnya data Koperasi dan klasifikasi jenis usahanya terlihat sebagai berikut dibawah ini;
- Sedangkan Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sampai dengan akhir Tahun 2010 tercatat sementara sebanyak 27.336 UMKM dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 29.635 orang.
Untuk lebih jelasnya tersebut pada Tabel data keragaan koperasi se-Kabupaten Pandeglang adalah sebagaimana dibawah ini :
13 13 Tabel 2.3
JUMLAH KOPERASI BERDASARKAN KELOMPOK USAHA
NO JENIS NAM A KOPERASI
STATUS AKTIF TIDAK AKTIF TOTAL KOPERASI 1 2 3 4 5 6 I II III IV PRODUKSI KONSUMSI JAS A-JAS A SERBA USAHA 1 INDUSTRI PERTANIAN 2 INDUSTRI KERAJINAN
3 KOPERASI KRISTA MINA PRIMA (KKMP)
4 KOPERASI PERTANIAN (KOPTAN)
5 KOPERASI PRIMER HUTAN RAKYAT (KPHR)
6 KOPERASI PRODUKSI PERKEBUNAN (KPP)
7 KOPERASI KELOMPOK TANI NELAYAN
ANDALAN (KTNA)
8 KOPERASI WARGA NELAYAN (KW N)
9 KOPERASI PERSATUAN PENGUSAHA
PENGGILINGAN PADI (PERPADI)
10 KOPERASI
PETERNAKAN/UNGGAS/PERIKANAN
11 PRIMKOPTI
12 PUSAT KOPERASI PERTANIAN
JUMLAH KOPERASI PRODUKSI
1 KOPED
2 KOPERASI PASAR ( KOPPAS )
3 KOPERASI PERDAGANGAN PENGUSAHA
KECIL/ MENENGAH (KPK / KPPK / KPKM )
4 KOPERASI RITEL
JUMLAH KOPERASI KONSUMSI
1 BENGKEL
2 BMT/KBMT/BTM
3 KOPERASI SIMPAN PINJAM
4 KOPERASI WISATA
JUMLAH KOPERASI JAS A-JASA
1 KOPERASI SERBA USAHA ( KSU )
2 KOPERASI UNIT DESA ( KUD )
JUMLAH KOPERASI SERBA USAH A
1 2 0 67 4 0 3 8 5 3 1 0 94 1 8 32 1 42 1 10 7 0 18 132 20 152 0 2 1 50 1 8 1 18 3 5 0 1 90 0 2 92 0 94 0 2 4 1 7 179 7 186 1 4 1 117 5 8 4 26 8 8 1 1 184 1 10 124 1 136 1 12 11 1 25 311 27 338
V
VI
FUNGSIONAL
GOLONGAN MASYARAKAT
1 KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (
KPRI )
2 PERSATUAN KOPERASI PEGAWAI NEGERI (
PKP-R I) KOP SEKUNDER
3 KOPERSI TNI DAN KEPOLISIAN
JUMLAH KOPERASI FUNGSIONAL
1 KOPERASI KARYAWAN (KOPKAR)
2 KOPONTREN
3 KOPERASI WANITA (KOPWAN)
4 KOPERASI WANITA PENGEMBANG
SUBERDAYA (KWPS)
5 KOPERASI PEMUDA (PEMUDA)
6 PRIMER KOPERASI PERSATUAN WREDATAMA
RI (PRIMKOPTAMA)
7 KOPERASI PERINTIS KEMERDEKAAN
8 PUSAT KOPERASI WANITA PENGEMBANG
SUMBERDAYA (PUSAT KWPS) KOP.
SEKUNDER
9 KOPERASI WARGA/DESA/MASYARAKAT
(KOPMAS/KOPWAR/KWD)
JUMLAH KOPERASI GOLONGAN
MASYARAKAT 62 1 4 67 11 37 20 11 1 2 1 1 6 90 4 0 0 4 5 9 2 0 8 2 0 0 3 29 66 1 4 71 16 46 22 11 9 4 1 1 9 119 JUMLAH TOTAL 463 410 873 14
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang adalah merupakan salah satu organisasi perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang sesuai Perda Kabupaten Pandeglang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang, mengalami perubahan status dari Kantor Koperasi menjadi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka kinerja pelayanan yang disajikan pada Renstra ini adalah kinerja pelayanan sejak perubahan status dari Kantor Koperasi menjadi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang yakni dalam 2 (Dua) tahun terakhir yaitu Tahun 2009 dan Tahun 2010.
Adapun hasil kerja pelayanan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang Tahun Anggaran 2009 dan Tahun Anggaran 2010, terlihat pada tabel 2.4 dan tabel 2.5 tersebut dibawah ini :
19 19
Dari data tabel tersebut diatas terlihat bahwa hasil kerja (Kinerja) pelayanan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang cukup memuaskan, meskipun tidak dapat dilaksanakan secara 100% dari seluruh program / kegiatan dikarenakan adanya berbagai hambatan dan kendala pada saat pelaksanaan.
Melihat hasil tersebut diatas, maka Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, dalam jangka waktu lima tahun kedepan menetapkan target kinerja pelayanan adalah sebagai berikut :
a. Bidang UMKM
- Menciptakan Calon Wirausaha Baru sebanyak 100 UMKM/tahun terutama yang bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata
- Meningkatkan pengusaha Mikro menjadi pengusaha Kecil sebanyak 25 pengusaha / tahun, Pengusaha Kecil menjadi pengusaha Menengah sebanyak 10 pengusaha / tahun dan pengusaha Menengah menjadi pengusaha besar sebanyak 1 pengusaha / tahun
- Tumbuhnya Sarjana wirausaha baru sebanyak 6 orang / tahun diutamakan bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata
- Penyelenggaraan Promosi Produk unggulan sebanyak 4 kali / tahun yang melibatkan 15 UKM
- Meningkatkan SDM melalui Diklat Kewirausahaan sebanyak 60 UKM / tahun - Penyaluran Bantuan Sarana Usaha kepada 250 UMKM / 5 tahun
- Peningkatan perkuatan permodalan melaui Dana Perguliran Daerah dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL ) yang bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata
- Terwujudnya fasilitas UMKM Centre respresentatif sebanyak 2 Unit (lokasi : pusat kota Kabupaten dan pusat parawisata)
- Terwujudnya Badan Layanan Usaha Daerah Tingkat Kabupaten yang mewadahi dan mengelola dana perguliran
b. Bidang Pemberdayaan Koperasi
- Memfasilitasi lembaga pendidikan yang mempunyai Koperasi ( Kopontren) sebagai calon peserta Program TPKU bersumber Kementerian Koperasi sebanyak 5 Kopontren / tahun
- Memfasilitasi Program Bantuan Sosial bagi Koperasi pedesaan / perkotaan sebanyak 10 Koperasi diutamakan yang bergerak diusaha agrobisnis dan pariwisata
20 20
- Memfasilitasi Koperasi melalui Program Pengembangan Pasar Tradisional sebanyak 1 Koperasi / tahun
- Meningkatkan Progran Penataan PKL sebanyak 1 Koperasi / tahun
- Memfasilitasi Koperasi melalui Program Bantuan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR ) sebanyak 100 unit rumah / tahun
- Fasilitasi program Pasar Rakyat untuk MBR sebanyak 2000 Sembako / tahun - Terselesaikannya tunggakan Koperasi penerima dana bergulir sebanyak 5
Koperasi / tahun
c. Bidang Kelembagaan Koperasi
- Meningkatkan Pertumbuhan Badan Hukum Koperasi sebanyak 15 Koperasi / tahun diutamakan yang bergerak di bidang agrobsnis dan pariwisata
- Meningkatkan Koperasi berkualitas serta pengembangan usaha di bidang agrobisnis dan pariwisata sebanyak 150 Koperasi/tahun
- Menumbuhkembangkan Koperasi di bidang Agrobisnis sebanyak 10 Koperasi / tahun dan Koperasi di bidang pariwisata sebanyak 5 Koperasi / tahun
- Meningkatkan pengendalian dan pengawasan terhadap Koperasi yang berbadan Hukum diluar Kabupaten Pandeglang sebanyak 20 Koperasi / tahun
- Meningkatkan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan perkoperasian untuk menggunkan jasa audit bagi Koperasi yang beromset KSP / USP diatas 1 Milliar - Menciptakan Koperasi berskala besar dengan asset mencapai 10 Milliar
sebanyak 1 Koperasi / tahun
- Memfasilitasi Peserta Koperasi Award untuk tingkat Propinsi / Nasional sebanyak 3 Koperasi / tahun
- Meningkatkan Koperasi Kelompok Tani/ KUD sebanyak 20 Koperasi / tahun - Terwujudnya perkuatan kerjasama dan koordinasi dengan Dekopinda Kabupaten
Pandeglang setiap tahun
Untuk lebih jelasnya target kinerja pelayanan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang selama lima tahun kedepan sebagaimana terlihat pada tabel 2.6 dibawah ini :
22 22
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
2.4.1. Tantangan
Sesuai dengan tugas dan fungsi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, diantaranya melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan Koperasi dan UMKM dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan yakni meningkatkan perekonomian masyarakat yang sudah tentu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pandeglang sesuai dengan visi dan misi seperti tersebut diatas.
Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut banyak hambatan dan permasalahan yang timbul. Hal ini merupakan tantangan bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang untuk melaksanakan pembinaan lebih lanjut mengingat :
a. Jumlah Koperasi yang aktif sampai dengan akhir Tahun 2010 baru mencapai 463 Koperasi atau 53,04 % dari 873 koperasi yang berbadan hukum, sisanya sebanyak 410 Koperasi (46,16 % ) tidak aktif sehingga harus dilakukan pembinaan dan pengembangan terutama yang bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata.
b. Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diluar pelaku usaha yang berjualan di dalam pasar dan disekitar pasar ( PKL ), sampai dengan akhir Tahun 2010 tercatat sementara sebanyak 27.336 UMKM dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 29.635 orang berarti rasio perbandingan antara UMKM dan tenaga kerja masih relatif kecil, sehingga perlu peningkatan produktifitas usaha untuk menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, serta mengembangkan dan menciptakan para usahawan di bidang agrobisnis dan pariwisata. Untuk lebih jelasnya data UMKM dan klasifikasi jenis usahanya terlihat pada tabel 2.7 dibawah ini :
23 23 Tabel 2.7
JUMLAH DAN KLASIFIKASI UMKM TAHUN 2010
NO KLASIFIKASI JUMLAH UMKM JUMLAH TENAGA KERJA
1 2 3 USAHA MIKRO USAHA KECIL USAHA MENENGAH 26.959 733 8 28.887 740 8 JUMLAH TOTAL 27.336 29.635
Dari jumlah UMKM sebanyak 27.336 apabila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 29.635, maka rata-rata 1 pelaku usaha hanya memiliki tenaga kerja 1 sampai 2 orang saja, Sedangkan jika dibandingkan dengan usia angkatan kerja penduduk Pandeglang sebesar 768.797 orang, maka hanya mencapai 3,85 % saja (data ini diluar UMKM yang berusaha di dalam pasar dan sekitarnya).
2.4.2. Daya saing
Jumlah Koperasi maupun UMKM di Kabupaten Pandeglang yang cukup banyak, disatu pihak merupakan suatu potensi dalam mendongkrak dan meningkatkan perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Pandeglang, sementara dipihak lain pada kenyataannya masih jauh dari apa yang diharapkan, terutama dari produk yang dihasilkan baik dari Koperasi maupun UMKM.
Hal ini terlihat dari Jumlah Koperasi yang aktif sampai dengan akhir Tahun 2010 baru mencapai 463 Koperasi atau 53,04 % dari 873 koperasi yang berbadan hukum, sisanya sebanyak 410 Koperasi ( 46,16 % ) tidak aktif , sementara jumlah UMKM sebanyak 27.336 dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 29.635, rata-rata 1 pelaku usaha hanya memiliki tenaga kerja 1 sampai 2 orang saja, ini menunjukan bahwa produk yang dihasilkan baik oleh gerakan Koperasi maupun pelaku usaha Mikro, Kecil dan menengah secara kualitatif maupun kuantitatif belum dapat
24 24
memenuhi keinginan dan kebutuhan pangsa pasar / kebutuhan masyarakat dan daya saing produk yang dihasilkanpun masih rendah dibandingkan dengan produk luar.
Hal tersebut diatas merupakan tantangan bagi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang, sehingga perlu dilakukan pengembangan dan pemberdayaan bagi Koperasi dan UMKM yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk lebih meningkatkan kualitas Koperasi dan UMKM , sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
2.4.3. Peluang
Adapun beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dalam upaya mengatasi hambatan dan permasalahan yang dihadapi serta mengatasi tantangan tersebut diatas adalah dengan diberlakukannya beberapa peraturan yang berkaitan dengan Perkoperasian dan UMKM, peraturan tersebut antara lain : 1. Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian .
2. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.
4. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 6 Tahun 2003 tentang Pembinaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Selain dukungan peraturan tersebut juga disertai dukungan pembiayaan yang memadai, baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Pandeglang, APBD Propinsi Banten maupun dari APBN. Dukungan pembiayaan yang memadai ini sangat mempengaruhi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi satuan kerja.
Dengan adanya Peraturan serta dukungan pembiayaan yang memadai akan menjadi acuan dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan Koperasi
25 25
dan UMKM, sehingga kedepan akan terwujud lembaga dan usaha Koperasi dan UMKM yang kuat dan sehat sesuai dengan harapan yang diinginkan sehingga produk yang dihasilkan oleh Koperasi dan UMKM mempunyai daya saing yang tinggi yang menunjang bidang agrobisnis dan Pariwisata , untuk meningkatkan perekonomian daerah pada umumnya dan kesejahteraan masyarakat pada khususnya.
26 26
BAB III
ISU ISU STRATEGI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
Pada saat ini Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dihadapkan pada berbagai permasalahan yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
3.1.1 Faktor Internal
1. Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur yang memiliki pengetahuan tentang perkoperasian dan manajemen kewirausahaan
2. Belum dimilikinya UPT Dinas dan petugas penyuluh Koperasi dan UMKM
3. Masih terbatasnya kendaraan operasional roda 4 (empat) dan 2 (dua) dalam menjalankan pembinaan serta pelayanan kepada Koperasi dan UMKM 4. Sarana dan Kondisi Gedung Dinas Koperasi yang belum Representatif 5. Sarana dan prasarana pendukung kinerja / peralatan kantor secara kuantitas
dan kualitas yang kurang memadai.
3.1.2 Faktor Eksternal
1. Masih banyaknya Koperasi yang tidak aktif dan tidak menjalankan azas dan prinsip-prinsip Koperasi
2. Banyaknya koperasi dan UMKM yang belum bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata
3. Rendahnya jumlah koperasi yang melaksanakan Rapat Anggaran Perencanaan (RAP) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu.
4. Terbatasnya pengetahuan dan pemahaman SDM (pengurus, pengawas dan anggota) tentang kehidupan berkoperasi yang baik dan benar sesuai dengan AD/ ART serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
5. Kurangnya akses Koperasi dan UMKM terhadap sumber-sumber pembiayan, permodalan sehingga perlu difasilitasi.
6. Masih terbatasnya sarana produksi dan keterampilan yang dimiliki oleh UMKM yang bergerak di bidang industri kreatif untuk menunjang bidang pariwisata.
7. Belum dimilikinya UMKM Centre tingkat Kabupaten untuk media promosi dan menjual produk-produk lokal.
8. Belum optimalnya penataan pasar tradisional dan penataan PKL sebagai tempat usaha dan promosi yang representatif.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2011– 2016
Seperti yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, Visi Kabupaten Pandeglang yakni “ Kabupaten Pandeglang Sebagai Daerah Mandiri dan Berkembang di Bidang Agrobisnis dan Pariwisata”, dimana pencapaiannya dijabarkan melalui misi dan yang berkaitan dengan Dinas Koperasi dan UMKM yakni misi ke 2 ( Dua) yakni:”Memberdayakan UMKM dan Koperasi dalam Bidang Pertanian dan Jasa Pariwisata serta usaha pendukungnya”.
Berkenaan dengan tersebut diatas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang , menetapkan Visi sebagai berikut :
“ Terwujudnya Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang Sehat dan Kuat Guna Menunjang Pengembangan Agrobisnis dan Parawisata ”
Maka untuk merealisasikan visi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sebagaimana diatas, ditempuh melalui 4 ( Empat ) misi yaitu :
Misi ke 1 : Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam rangka penataan pemerintahan yang baik ( Good Governance )
Misi ke 2 : Meningkatkan profesionalisme pengelola Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Misi ke 3 : Memberdayakan dan mengembangkan Koperasi dan UMKM dalam bidang Pertanian dan Pariwisata serta usaha pendukungnya.
Misi ke 4 : Meningkatkan sarana dan prasarana Koperasi dan
Selanjutnya guna terwujudnya visi dan misi tersebut diatas dituangkan dalam bentuk program dan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun kedepan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.2 tersebut dibawah ini :
30 30
3.3. Telaahan Renstra K/L
Sebagaimana tercantum dalam dokumen Renstra Kementrian Koperasi dan UKM RI yang menetapkan Visinya sebagai berikut : “ Menjadi Kementrian yang kredibel Guna Mewujudkan Koperasi dan UMKM yang Tanggung dan Mandiri sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional “., yang dijabarkan melalui misi sebagai berikut :
a. Mengimplementasikan Good Governance
b. Menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan Koperasi dan UMKM c. Meningkatkan Daya Saing Koperasi dan UMKM
d. Mengembangkan Pembiayaan dan Penjaminan bagi Koperasi dan UMKM e. Meningkatkan Kualitas kelembagaan Koperasi dan kesadaran berkoperasi
Apabila melihat tersebut diatas jelas bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sudah sesuai dan sangat mendukung upaya tersebut, begitupun dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pandeglang sudah mencakup dengan apa yang tertuang dalam dokumen Renstra Kementrian Koperasi dan UKM RI tersebut.
Walaupun demikian dalam pelaksanaannya ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dari pelaksaan program dan kegiatan, antara lain :
a. Faktor Penghambat
- Sumberdaya Manusia yang ada dirasakan masih kurang, sehingga belum dapat memenuhi keinginan Kementrian Koperasi
- Alokasi penganggaran dari kementrian yang turun ke Kabupaten Pandeglang masih minim
- Kualitas dan kemampuan Koperasi dan pelaku Usaha yang ada di Kabupaten Pandeglang dirasakan masih kurang yang mengakibatkan pada saat melaksanakan pengajuan kegiatan dan penganggaran sangat minimal.
31 31
- Bantuan yang dikucurkan ke Kabupaten Pandeglang untuk Koperasi dan Pelaku usaha kurang memadai sehingga kurang cepat berkembang sehingga daya saing produksi masih rendah.
b. Faktor Pendorong
Adapun fantor pendorongnya antara lain “
- Adanya kesempatan untuk mengikutsertakan dalam berbagai diklat dan sosialisasi tentang perkoperasian dan kewirausahaan
- Adanya kredit yang diberikan terutama dari Pemerintah dan lembaga keuangan untuk membantu Koperasi dan UMKM
- Kemungkinan adannya bantuan berupa hibah yang tidak memberatkan Koperasi dan pelaku usaha untuk mengembalikan.
3.4. Telaahan RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis a. Faktor Penghambat
- Secara geografis wilayah Pandeglang cukup luas sehingga pelayanan yang diberikan tidak mencakup secara keseluruhan
- Belum adanya UPT dan Petugas penyuluh Koperasi UKM disetiap Kecamatan
- Anggaran yang tersedia kurang memadai bila dibandingkat dengan wilayah jangkauan pelayanan.
b. Faktor Pendorong
- Jumlah Koperasi yang cukup banyak, menunjukan kesadaran masyarakat akan tingginya minat untuk berkoprasi dan menjadsi pelaku usaha
- Adanya rencana dari Kementrian Koperasi untuk mengangkat petugas penyuluh Koperasi
32 32
- Adanya kredit dan bantuan yang diberikan kepada Koperasi dan pelaku usaha guna meningkatkan kesejahteraan Anggota Koperasi dan Pelaku usaha.
3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis
Dari seluruh permasalah yang teridentifikasi dapat dirumuskan isu-isu strategis sebagai berikut :
1. Pertumbuhan Koperasi dan UMKM yang kuat dan mandiri belum menunjukan perkembangan yang signifikan terutama yang bergerak di bidang agrobisnis dan pariwisata, hal ini disebabkan karena masih belum berkembangnya jiwa kewirausahaan dan masih tingginya ketergantungan terhadap pemerintah.
2. Masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) pengelola Koperasi dan UMKM, terkait masih rendahnya pemahaman dan kesadaran untuk memajukan Koperasi dan UMKM sebagai badan usaha yang berorientasi pada profit.
3. Masih terbatasnya kepemilikan modal dan sarana produksi sehingga menjadi penghambat dalam pengembangan usaha.
33 33
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang
4.1.1. Visi
Dinas Koperasi dan usaha mikro kecil dan Menengah merupakan salah satu perangkat daerah pada lingkup Pemerintah Kabupaten Pandeglang, dalam menetapkan visinya perlu mengacu pada visi Kabupaten Pandeglang.
Adapun visi Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016 adalah:
“Kabupaten Pandeglang sebagai Daerah mandiri dan Berkembang di bidang Agrobisnis dan Pariwisata Berbasis Pembangunan Pedesaan”
Kemudian dari visi tersebut dijabarkan melalui beberapa misi yang harus dilaksanakan dan dari beberapa misi tersebut, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dalam melaksanakan tugasnya mengacu pada Misi ke II RPJMD Kabupaten Pandeglang, yakni “
Memberdayakan UMKM dan Koperasi dalam Bidang Pertanian dan Jasa Pariwisata serta Usaha Pendukungnya“.
Mengacu pada visi dan misi Kabupaten Pandeglang tersebut serta dengan memperhatikan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang maka visi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2016 adalah:
“ Terwujudnya Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang Sehat dan Kuat Guna Menunjang Pengembangan Agrobisnis dan Parawisata ”
Adapun maksud dari makna nilai-nilai visi tersebut adalah:
1. Sehat : Memiliki kinerja usaha yang sehat dan semakin meningkat yang ditunjang oleh Sumber Daya Manusia yang berkulitas (SDM).
34 34
2. Kuat : Pengelola Koperasi dan UMKM memiliki jiwa kewirausahaan,dan motivasi yang kuat untuk meningkatkan dan mengembangkan usahanya serta memiliki daya saing yang tinggi dan kuat dalam permodalan dan kelembagan. 3. Agrobisnis dan Pariwisata : Usaha yang dilakukan oleh Koperasi dan UMKM
lebih dititik beratkan pada pengembangan bidang usaha Agrobisnis dan Pariwisata
4.1.2. Misi
Misi merupakan hal-hal yang harus dihimbau atau dilaksanakan untuk menjabarkan dan melaksanakan visi yang telah ditetapkan, karena organisasi yang baik adalah organisasi yang aktivitasnya selalu digerakan oleh misi.
Maka untuk merealisasikan visi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sebagaimana diatas, ditempuh melalui 4 ( Empat ) misi yaitu :
Misi ke 1 : Meningkatkan profesionalisme aparatur dalam rangka penataan pemerintahan yang baik ( Good Governance )
Misi ke 2 : Meningkatkan profesionalisme pengelola Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Misi ke 3 : Memberdayakan dan mengembangkan Koperasi dan UMKM dalam bidang Pertanian dan Pariwisata serta usaha pendukungnya.
Misi ke 4 : Meningkatkan sarana dan prasarana Koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
4.2.1. Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka 5 (Lima) tahun yang berisi sesuatu yang ideal, mengandung nilai-nilai yang luhur dan keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik.
35 35
Adapun tujuan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang adalah :
1. Meningkatkan kualitas kelembagaan dan Usaha KUKM
2. Meningkatkan pendapatan para pelaku usaha melalui program kemitraan dan Bina Lingkungan ( PKBL ), bantuan sarana usaha maupun fasilitasi permodalan dari pemerintah dan kredit yang diberikan oleh perbankan.
3. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang gerakan masyarakat sadar berkoperasi
4. Mengembangkan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah
5. Mengembangkan system pendukung usaha bagi Koperasi dan UMKM
4.2.2. Sasaran Jangka Menengah
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan, merupakan sesuatu yang akan dicapai melalui tindakan berupa kebijakan alokasi sumberdaya, program dan kegiatan. Sasaran bersifat spesifik dapat dinilai, terukur dan berorientasi pada hasil.
Berdasarkan tujuan diatas, beberapa hal yang menjadi sasaran adalah :
1. Meningkatkan kualitas kompetensi dan kuantitas aparatur yang professional untuk memberikan pelayanan prima kepada Koperasi dan UMKM.
2. Meningkatkan kemampuan manajemen Kelembagaan dan Kinerja usaha bagi Koperasi dan UMKM.
3. Menumbuhkan wirausaha baru dan mengembangkan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri terutama dibidang pertanian dan Pariwisata sehingga pelaku usaha mikro menjadi usaha kecil, untuk usaha kecil menjadi menengah dan usaha menengah menjadi usaha besar.
4. Meningkatkan kemitraan usaha yang saling memerlukan, menguntungkan serta saling mendukung antara Koperasi dan UMKM dengan Pemerintah / BUMN / BUMD serta Instansi atau lembaga lainnya.
37 37
4.3. Strategi dan Kebijakan
4.3.1. Strategi
Guna mencapai tujuan, perlu ditetapkan suatu strategi. Strategi menjadi penting karena merupakan penyatuan rencana yang mencakup banyak hal secara terpadu yang menghubungkan keunggulan-keunggulan guna mengatasi persoalan yang akan datang baik dari internal maupun eksternal organisasi.
Alat yang dapat digunakan untuk menetapkan strategi diantaranya dengan analisis SWOT. Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai faktor yang menjadi kekuatan (Strength) dan kelemahan (weakness), dimana kajian internal pada hakekatnya merupakan analisis dan evaluasi atas kondisi, kinerja dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan. Sedangkan analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai faktor yang menjadi peluang (Opportunity) dan tantangan (Threat).
Hasil identifikasi unsur-unsur SWOT Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sebagaimana tersebut pada tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.2
ANALISIS SWOT DINAS KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN PANDEGLANG STRENGTH (Kekuatan) Opportunity (Peluang)
1. Komitmen pimpinan.
2. Sebagian besar pegawai berpendidikan sarjana.
3. Adanya motivasi yang kuat untuk berubah.
4. Sarana dan prasarana kantor yang cukup memadai.
5. Koordinasi dengan Instansi terkait dan lembaga keuangan BUMD/BUMS cukup baik.
1. Undang-undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perkoperasian . 2. Undang-undang No. 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah.
3. Undang-undang No. 6 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
4. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 6 Tahun 2003 tentang Pembinaan Koperasi dan UKM
5. Dana APBD II.
WEAKNESS (Kelemahan) THREAT (Ancaman)
1. Terbatasnya sumberdaya manusia aparatur dalam pembinaan Koperasi dan UMKM.
2. Belum tersedianya data Koperasi dan UMKM yang akurat.
3. Mekanisme kerja belum kebijakan dengan optimal.
1. Banyaknya Koperasi yang tidak berjalan / tidak aktif.
2. Pelaku-pelaku usaha yang membutuhkan permodalan. 3. Daya Saing Usaha
38 38
Selanjutnya dalam menentukan strategi, perlu diperhatikan kombinasi SWOT dengan strategi yang disesuaikan, tersebut dalam table 4.3 dibawah ini :
Tabel 4.3
ANALISIS SWOT DAN STRATEGI IMPLEMENTASI
Opportunity Threat
Strength SO : Menggunakan kekuatan untuk menangkap kesempatan
ST : Menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman Weakness WO : Mengatasi kelemahan
dengan mengambil kesempatan
WT : Meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
Opportunity Threat 1. Undang-undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perkoperasian . 2. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Undang-undang No. 6
Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. 4. Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang No. 6 Tahun 2003 tentang Pembinaan Koperasi dan UKM
5. Dana APBD II.
1. Banyaknya Koperasi yang tidak berjalan/tidak aktif 2. Pelaku-pelaku usaha yang
membutuhkan permodalan. 3. Daya saing usaha.
Strength S-O Strategy S-T Strategy
1. Komitmen pimpinan.
2. Sebagian besar pegawai berpendidikan Sarjana.
3. Sarana dan prasarana kantor yang cukup memadai.
4. Adanya motivasi kuat untuk berubah.
5. Koordinasi dengan Satuan Kerja terkait dan lembaga keuangan BUMD/BUMS cukup baik.
1. Meningkatkan motivasi pegawai melalui pelaksanaan rapat/pertemuan-pertemuan formal secara rutin maupun pertemuan non formal.
2. Melakukan penyusunan perencanaan pembangunan bidang Koperasi dan UMKM yang terintegrasi antar bidang.
1. Meningkatkan pembinaan kepada Koperasi / UMKM melalui penilaian Koperasi 2. Meningkatkan koordinasi dengan Instansi terkait dan lembaga keuangan BUMD/BUMS.
3. Mengikutsertakan pelaku usaha untuk promosi produk.
Weakness W-O Strategy W-T Strategy
1. Terbatasnya sumberdaya aparatur dalam pembinaan kepada Koperasi dan UMKM.
2. Belum tersedianya data Koperasi dan UMKM yang akurat.
3. Mekanisme kerja belum berjalan dengan optimal.
1. Meningkatkan profesionalisme aparatur pengelola Koperasi dan UMKM melalui diklat-diklat.
2. Optimalisasi mekanisme kerja melalui pola hubungan kerja yang harmonis.
1. Menginventarisasi data Koperasi dan UMKM. 2. Membubarkan Koperasi
yang tidak aktif.
Berdasarkan Matriks Analis SWOT diatas, maka formulasi strategi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Pandeglang untuk
39 39
mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan sebagaimana terlihat pada tabel 4.4 sebagai berikut :
Tabel 4.4
FORMULASI STRATEGI OPERASIONAL
Strategi Operasional Formulasi Strategi (S-T)
(Menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman)
1. Meningkatkan pembinaan kepada Koperasi dan UMKM melalui monitoring dan evaluasi bimbingan teknis dan penilaian Koperasi.
2. Meningkatkan koordinasi dengan Satker terkait dan lembaga keuangan BUMD/BUMS.
3. Mengikutsertakan pelaku usaha untuk promosi produk. Formulasi Strategi (S-O)
(Menggunakan kekuatan untuk menangkap kesempatan)
1. Meningkatkan motivasi kerja pegawai melalui pertemuan formal maupun non formal secara rutin .
2. Melakukan penyusunan perencanaan pembangunan bidang Koperasi dan UMKM yang terintegrasi antar bidang.
Formulasi Strategi (W-T)
(Meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman) 1. Menginventarisasi data Koperasi dan UMKM.
2. Membubarkan Koperasi yang tidak aktif
Formulasi Strategi (W-O)
(Mengatasi kelemahan dengan mengambil kesempatan)
1. Meningkatkan profesionalisme aparatur, pengelola Koperasi dan UMKM melalui pendidikan dan pelatihan.
2. Optimalisasi mekanisme kerja melalui pola hubungan kerja yang harmonis.
Selanjutnya, strategi tersebut dituangkan dalam kebijakan dan program kegiatan pembangunan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan.
40 40 4.3.2. Kebijakan
Kebijakan merupakan pedoman pelaksanaan tindakan tertentu, untuk mempertajam makna dari strategi serta mengatur mekanisme tindakan lanjutan untuk pencapaian tujuan dan sasaran
Beberapa kebijakan yang akan ditempuh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang adalah :
1. Memberdayakan Koperasi dan UMKM khususnya yang bergerak di bidang pertanian dan parawisata serta usaha pendukungnya.
2. Meningkatkan kerjasama antara Koperasi dan kemitraan dengan lembaga keuangan, Badan Usaha Milik Daerah / Badan Usaha Milik Negara dan lembaga lainnya.
3. Meningkatkan peran serta Koperasi dalam penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh UMKM.
4. Meningkatkan profesionalitas aparatur Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang dalam rangka pemberian pelayanan serta penataan pemerintahan yang baik ( Good Governance )
Untuk lebih jelasnya dari penjabaran tersebut diatas, dapat dilihat pada tabel 4.5 tersebut dibawah ini :
43 43
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
5.1 Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Dalam rangka menciptakan pelayanan prima kepada masyarakat dan mengacu pada misi dan visi Dinas Koperasi dan UMKM, maka untuk 5 (lima) Tahun kedepan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan :
1. Penyediaan Jasa Komunikasi, SDA, dan Listrik
2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional 3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
4. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 5. Penyediaan makan dan minum jamuan rapat
6. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 7. Penyediaan Jasa Keamanan Kantor
8. Peningkatan Pelengkapan Administrasi Ketatausahaan Kepegawaian dan Kearsipan
9. Optimalisasi Satuan Kerja Penghasil atas Penerimaan SKPD 10. Pembayaran Honorarium Tenaga Kontrak Kerja
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasaran Aparatur Kegiatan :
1. Pengadaan Kendaraan Dinas / Operasional 2. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
3. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Kegiatan :
1. Penyusunan Laporan dan Rekonsiliasi Keuangan 2. Pengelolaan Asset SKPD
44 44
d. Program Peningkatan Pengembangan Dokumen Perencanaan, Pelaporan dan Evaluasi
Kegiatan :
1. Penyusunan Dokumen Perencanaan SKPD
2. Penyusunan Dokumen Pelaporan dan Evaluasi SKPD 3. Penyusunan Profil Koperasi dan UMKM
e. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif Kegiatan :
1. Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah 2. Sosialisasi Pengembangan Bina Usaha Koperasi
3. Pendidikan dan Pelatihan Pengelola Koperasi Penerima Fasilitas
f. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM Kegiatan :
1. Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan 2. Pelatihan Manajemen Pengelola Koperasi / KUD
3. Bimbingan Teknis Fasilitator / Motivator Kewirausahaan dan Identifikasi Calon Wira-Usaha Baru
4. Pengembangan Usaha Kecil / Sektor Informal 5. Bimbingan Teknis Manajemen Koperasi
g. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi dan UMKM Kegiatan :
1. Sosialisasi Dukungan Informasi Penyediaan Permodalan 2. Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM
3. Pengadaan / Pembangunan “Gedung Promotion Centre“ 4. Penyelenggaraan Pasar Rakyat
h. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Kegiatan :
1. Pembinaan, Pengawasan, dan Penghargaan Koperasi berprestasi 2. Penggabungan, Pemecahan dan Pembubaran Koperasi
Untuk lebih jelasnya rincian tersebut diatas mengenai Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif, dapat dilihat sebagaimana pada tabel 5.1 tersebut dibawah ini :
BAB VI
INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD KABUPATEN PANDEGLANG
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang yang merupakan salah satu
perangkat daerah yang bertanggungjawab dibidang urusan Koperasi dan UMKM, guna
mendukung pelaksanaan pencapaian Visi dan misi Pembangunan Pandeglang sudah tentu dalam menetapkan indikator kinerjanya mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Pandeglang.
Sebagaimana diketahui bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang,
mengemban misi kedua dari Visi dan misi Kabupaten Pandeglang sesuai dengan yang
tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Pemerintah Kabupaten Pandeglang tahun 2011 – 2016, yakni : “ Memberdayakan UMKM dan Koperasi dalam Bidang Pertanian dan Jasa Pariwisata serta Usaha Pendukungnya “.
Adapun Sasaran dan Program pembangunan pada misi kedua yaitu Meningkatkan pemberdayaan Koperasi, Pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan program sebagai berikut :
a. Program Pemberdayaan Ekonomi
b. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif
c. Program PengembanganKewirausahaan dan keunggulan Kompetitif Usaha Kecil dan Menengah
d. Program Pengembangan Sistem Pendukung usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah
e. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan
Adapun indikator kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang tahun 2011 - 2016 , untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6.1 tersebut dibawah ini serta dapat dilihat juga pada lampiran-lampiran .
49 49
BAB VII P E N U T U P
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang sebagai dinas yang bertugas mewadahi kegiatan Koperasi dan UMKM pada khusunya mempunyai tugas bagaimana mendorong dan menumbuh kembangkan koperasi dan UMKM yang ada.
Guna menunjang misi dan visi pembangunan Kabupaten Pandeglang Dinas Koperasi mencoba untuk mensinergikan program dan kegiatannya kearah bagaimana mewujudkan visi dan misi Kabupaten Pandeglang tersebut dalam pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan.
Dalam rangka pencapaian keberhasilan pembangunan tersebut diatas, sudah tentu diperlukan suatu perencanaan yang matang, melalui Rencana Strategis yang merupakan suatu pedoman dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan.
Rencana Stragis ( Renstra ) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016 merupakan dokumen perencanaan yang bersipat teknis operasional dan merupakan penjabaran teknis dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMP) Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2016, memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategis dan kebijakan serta Indikasi Rencana Program/ Kegiatan sesuai dengan kewenangan serta fungsi pemerintah.
Perumusan Renstra Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang ini mengacu pada Rancangan RPJMD Kabupaten Pandeglang Tahun 2011-2016, Peraturan Daerah Kabupaten Pandeglang nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Pandeglang dan Peraturan Bupati Pandeglang nomor 14 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Pandeglang.
Sebaik apapun suatu Renstra, apabila tidak ada dukungan dari berbagai pihak yang terkait , serta kurangnya sarana dan fasilitas dan dukungan finansial yang memadai maka
50 50
akan sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian yang telah dituangkan dalam RENSTRA.
Dengan disusunnya Renstra ini semoga dapat dilaksanakan sesuai dengan yang diinginkan dan Visi dan misi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal yang sudah tentu mengakibatkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Pandeglang.
Tabel 2.4
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS KOPERASI DAN UMKM KABUPATEN PANDEGLANG
NO INDIKATOR KINERJA TARGETSPM TARGETIKK INDIKATOR
LAINNYA
TARGET RENSTRA TAHUN KE REALISASI CAPAIAN TAHUN KE RASIO CAPAIAN PADA TAHUN KE 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1. 2. 3. 4. 5.
Program Penciptaan Iklim UKM yang Kondusif
- Fasilitasi Pengembangan UKM - Pendidikan dan Pelatihan KUKM
- Sosialisasi Pengembangan Koperasi dan UKM
Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM
- Sosialisasi Pengembangan Koperasi dan UKM - Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM
- Sosialisasi Dukungan Informasi dan Penyediaan Permodalan - Koordinasi Pemanfaatan Fasilitas Pemerintah untuk UKMK - Pengembangan Sarana Pemasaran Produk UMKM - Peningkatan Kualitas SDM Pengelola Usaha
Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
- Koordinasi Pelaksanaa Kebijakan dan Program Pembangunan Koperasi - Pembinaan Pengawasan Penghargaan Koperasi berprestasi
- Penggabungan, Pemecahan dan pembubaran Koperasi - Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan Kompetitif UKM
- Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan - Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi / KUD
- Bintek Fasilitator / Motivator Kewirausahaan dan Identifikasi Calon Wirausaha Baru
Pemberdayaan usaha Skala Mikro
- Bimbingan dan Penyuluhan KSP / USP Sehat - Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil
- Rapat - Rapat Persiapan / Identifikasi Pemeringkatan Koperasi - Sosialisasi Pemeringkatan Koperasi
-17 -25 -100 51 -83 100 100 -75 100 -100 100 -49 -100 100 100 100 -17 -25 -100 51 -83 100 100 -75 100 -100 100 -49 -100 100 100 100 -1.00 -1.00 -1.00 1.00 -1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 -1.00 1.00 -1.00 -1.00 1.00 1.00 1.00 -16
2009 2010 9 10 30,000,000 -26,000,000 -42,000,000 51,691,000 -150,000,000 50,000,000 50,000,000 -80,000,000 110,000,000 -50,000,000 50,000,000 -50,000,000 -30,000,000 402,935,000 90,000,000 50,000,000 -180,000,000 50,000,000 50,000,000 -106,000,000 110,000,000 -50,000,000 50,000,000 -42,000,000 101,691,000 -30,000,000 -402,935,000 90,000,000 50,000,000
-Tabel 6.1
INDIKATOR KINERJA DINAS KOPERASI DAN UMKM
NO
1
PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR
KONDISI KINERJA PADA AWAL PERIODE
RPJMD
TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN KONDISI KINERJA PADA AKHIR PERIODE RPJMD 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 I 1 2 3 4 5 6 II 1 2 III 1 2 3 IV 1 2
Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah
Kegiatan :
Penyelenggaraan Pelat ihan Kewirausahaan Bimbingan Teknis Fasilitator / Motivator Kewirausahaan
Pengembangan Usaha Kecil / Sektor Informal Bimbingan Teknis Manajemen Koperasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pelat ihan Manajemen Pengelo la Koperasi / KUD
Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
Kegiatan :
Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi
Penggabungan, Pemecahan dan Pembubaran Koperasi
Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif Kegiatan :
Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah
Sosialisasi Pengembangan Bina Usaha Koperasi Diklat Pengelo la Koperasi Penerima Fasilitas
Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil menengah Kegiatan :
Sosialisasi Dukungan Informasi Penyediaan Permodalan
Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM
Peningkatan SDM sektor KUKM dan Peningkatan jumlah UMKM sektor pertanian dan pariwisata
Meningkatkan motivasi dan kemampuan wirausaha
Meningkatkan kemampuan fasilitator / mot ivator dalam penanganan permasalahan UMKM
Meningkatkan pendapatan para pelaku usaha Meningkatkan pengetahuan tentang akuntansi dan manajemen perkoperasian
Meningkatkan pelaksanaan dan pelaporan Meningkatkan pelaksanaan dan pelaporan
Jumlah Koperasi sehat
Peningkatan kualitas dan kemandirian lembaga dan usaha Koperasi
Terciptanya kelembagaan koperasi yang sehat dan berkualitas
Peningkatan daya saing dan pemasaran produk karya KUMKM.
Meningkatkan pendapatan usaha Kelo mpok UMKM
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perkoperasian
Meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelo laan usaha koperasi
Jumlah sosialisasi informasi permodalan dan penyelenggaraan promosi produk UMKM
Meningkatkan kemampuan mengembangkan usaha koperasi dan kemampuan mengakses permodalan
Dikenalnya ko moditas / produk unggulan UMKM -12.5 16.67 12.5 26.19 10.81 0 11.76 17.03 15.53 19.61 2.22 2.22 36.36 11.76 13.95 18.18 12.5 12.5 16.67 12.5 26.19 2.7 0 14.71 10.82 15.98 1.96 13.33 13.33 11.36 11.76 11.63 9.09 12.5 18.75 16.67 18.75 11.9 21.62 25 18.38 18.04 17.12 19.61 17.78 17.78 11.36 17.65 16.28 18.18 15.63 18.75 16.67 18.75 11.9 21.62 25 18.38 18.04 17.12 19.61 22.22 22.22 13.64 17.65 18.6 18.18 18.75 18.75 16.67 18.75 11.9 21.62 25 18.38 18.04 17.12 19.61 22.22 22.22 13.64 20.59 18.6 18.18 18.75 18.75 16.67 18.75 11.9 21.62 25 18.38 18.04 17.12 19.61 22.22 22.22 13.64 20.59 20.93 18.18 21.88 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
INDIKATOR KINERJA SKPD/LINTAS SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
NAMA
SKPD INDIKATOR SATUAN
KONDISI KINERJA PADA AWAL PERIODE RPJMD LAJU PERTUMBUHAN RATA-RATA TAHUN 2005-2010 (% )
TARGET CAPAIAN SETIAP TAHUN KONDISI KINERJA
PADA AKHIR PERIODE RPJMD TAHUN 2005 TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 D IN A S K O P E R A S I D A N U M K M K A B U P A T E N P A N D E G L A N G
Peningkatan SDM sektor usaha kecil menengah dan Peningkatan jumlah Koperasi dan UMKM sektor pertanian dan parawisata
Jumlah Koperasi Sehat
Peningkatan daya saing dan pemasaran produk karya KUMKM
Jumlah sosialisasi informasi permodalan dan penyelenggaraan promosi produk UMKM
PDRB adhb
PDRB adhk
laju pertumbuhan Ekonomi
Kegiatan / Orang / Desa / Koperasi / Dana (Rp.) Koperasi Dana (Rp.) Kelompok / Orang Dana (Rp.) Kegiatan / Orang / Dana (Rp.) Rp.juta Rp.juta % -8,424,068 4,255,603 6.77 -4 130 11 72 230,463,250 236 87,512,000 5 200 160,000,000 6 100 120,000,000 9,905,138 4,439,989 5.00 4 150 11 50 385,000,000 150 95,000,000 30 90 375,000,000 5 50 190,000,000 11,186,09 4,666,429 5.10 40 5 25 541,470,000 250 105,000,000 44 468,416,000 5 116,000,000 12,651,006 4,904,416 5.10 6 180 5 130 365,000,000 250 120,000,000 50 120 275,000,000 8 75 175,000,000 14,340,295 5,159,446 5.20 6 200 5 130 390,000,000 250 130,000,000 50 130 280,000,000 8 100 210,000,000 16,277,784 5,427,737 5.20 6 200 5 130 390,000,000 250 130,000,000 50 130 280,000,000 9 100 260,000,000 18,511,747 5,715,407 5.30 26 900 42 537 2,301,933,250 1386 667,512,000 229 670 1,838,416,000 41 425 1,071,000,000 18,511,747 5,715,407 5.30 KETERANGAN :
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pandeglang baru disahkan tahun 2008 yang sebelumnya merupakan Kantor Koperasi Kabupaten Pandeglang, sehingga data RENSTRA dibawah tahun 2010 tidak dapat disajikan.
SINKRONISASI TUJUAN DAN SASARAN ANTARA RENCANA STRATEGIS SKPD DENGAN RPJMD KABUPATEN PANDEGLANG N A M A SKP D KABUPATEN PANDEGLANG SKPD
KODE PROGRAM DAN
KEGIATAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM DAN KEGIATAN DATA CAPAIAN PADA TAHUN AWAL PERENCANAAN SATUAN
TARGET KINERJA PROGRAM DAN KERANGKA PENDANAAN
2011 *) 2012 2013 2014 2015 2016 *)
TUJUAN SASARAN INDIKATOR
SASARAN TUJUAN SASARAN
INDIKATOR SASARAN
Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp Target Rp
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 D IN A S K O P E R A S I D A N U M K M K A B U P A T E N P A N D E G LA N G Meningkatkan peranan koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Meningkatnya pemberdayaan Koperasi, pengusaha mikro, kecil dan menengah Terciptanya tata kelola perekonomian daerah yang responsif dan adaptif Meningkatkan peranan KUKM pada sektor Pertanian dan Pariwisata 1. Meningkatnya kemampuan kewirausahaan dalam pengembangan usaha kecil menengah 2. Meningkatnya jumlah KUMKM yang bermitra di sektor pertanian dan pariwisata Meningkatnya kinerja kelembagaan dan usaha koperasi Peningkatan SDM sektor usaha kecil menengah
Peningkatan jumlah Koperasi dan UMKM sektor pertanian dan pariwisata Jumlah Koperasi sehat 1 1 15 15 XX XX 16 18 I Program Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah 1 Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan 2 Bimbingan Teknis Fasilitator / Motivator Kewirausahaan 3 Pengembangan Usaha Kecil / Sektor Informal 4 Bimbingan Teknis Manajemen Koperasi 5 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 6 Pelatihan Manajemen Pengelola Koperasi / KUD II Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 1 Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi 2 Penggabungan, Pemecahan dan Pembubaran Koperasi Peningkatan SDM sektor KUKM dan Peningkatan jumlah UMKM sektor pertanian dan pariwisata Meningkatkan motivasi dan kemampuan wirausaha Meningkatkan kemampuan fasilitator / motivator dalam penanganan permasalahan UMKM Meningkatkan pendapatan para pelaku usaha Meningkatkan pengetahuan tentang akuntansi dan manajemen perkoperasian Meningkatkan pelaksanaan dan pelaporan Meningkatkan pelaksanaan dan pelaporan
Jumlah Koperasi sehat
Peningkatan kualitas dan kemandirian lembaga dan usaha Koperasi Terciptanya kelembagaan koperasi yang sehat dan berkualitas -Kegiatan/ orang/ desa/ Koperasi Kegiatan Orang Kegiatan Orang Desa Kelompok koperasi Kegiatan Koperasi Koperasi Koperasi Koperasi 4 130 11 72 2 60 2 70 11 40 -32 236 136 100 230,463,250 50,000,000 37,963,250 60,000,000 40,000,000 -42,500,000 87,512,000 40,000,000 47,512,000 4 150 11 50 2 80 2 70 11 10 -40 150 140 10 385,000,000 70,000,000 50,000,000 160,000,000 35,000,000 -70,000,000 95,000,000 70,000,000 25,000,000 40 0 25 5 40 23 10 -15 250 150 100 461,840,000 40,000,000 -346,840,000 35,000,000 -40,000,000 105,000,000 60,000,000 45,000,000 6 180 5 130 2 80 3 100 5 80 1 50 250 150 100 365,000,000 75,000,000 60,000,000 70,000,000 50,000,000 50,000,000 60,000,000 120,000,000 60,000,000 60,000,000 6 200 5 130 2 100 3 100 5 80 1 50 250 150 100 390,000,000 80,000,000 70,000,000 70,000,000 60,000,000 50,000,000 60,000,000 130,000,000 65,000,000 65,000,000 6 200 5 130 2 100 3 100 5 80 1 50 250 150 100 390,000,000 80,000,000 70,000,000 70,000,000 60,000,000 50,000,000 60,000,000 130,000,000 65,000,000 65,000,000
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Terwujudnya peningkatan kemampuan berinovasi dalam pengembangan desain produk KUMKM serta memasarkannya. Meningkatkan aksesibilitas koperasi dan UMKM dalam pengembangan usaha Peningkatan daya saing dan pemasaran produk karya KUMKM. Jumlah sosialisasi informasi permodalan dan penyelenggaraan promosi produk UMKM 1 1 15 15 XX XX 15 17 III Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 1 Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah 2 Sosialisasi Pengembangan Bina Usaha Koperasi 3 Diklat Pengelola Koperasi Penerima Fasilitas IV Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Usaha Mikro Kecil menengah 1 Sosialisasi Dukungan Informasi Penyediaan Permodalan 2Penyelenggaraan Promosi Produk UMKM
Peningkatan daya saing dan pemasaran produk karya KUMKM. Meningkatkan pendapatan usaha Kelompok UMKM Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perkoperasian Meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha koperasi Jumlah sosialisasi informasi permodalan dan penyelenggaraan promosi produk UMKM
Meningkatkan kemampuan mengembangkan usaha koperasi dan kemampuan mengakses permodalan Dikenalnya komoditas / produk unggulan UMKM -Kelompok/ Orang Kelompok Orang Kegaiatan Orang Koperasi Kegiatan orang Kegiatan orang Kegiatan 5 200 5 160 40 6 100 2 100 4 160,000,000 75,000,000 42,500,000 42,500,000 120,000,000 40,000,000 80,000,000 30 90 30 50 40 5 50 1 50 4 375,000,000 235,000,000 100,000,000 40,000,000 190,000,000 120,000,000 70,000,000 44 0 44 2 30 5 0 1 4 569,046,000 414,046,000 40,000,000 115,000,000 95,000,000 30,000,000 65,000,000 50 120 50 60 60 8 75 2 75 6 275,000,000 150,000,000 60,000,000 65,000,000 175,000,000 50,000,000 125,000,000 50 130 50 60 70 8 100 2 100 6 280,000,000 150,000,000 60,000,000 70,000,000 210,000,000 60,000,000 150,000,000 50 130 50 60 70 9 100 2 100 7 280,000,000 150,000,000 60,000,000 70,000,000 260,000,000 60,000,000 200,000,000 JUMLAH TOTAL 597,975,250 1,045,000,000 1,230,886,000 935,000,000 1,010,000,000 1,060,000,000