• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Potensi Perkebunan Rakyat di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Location Quetiont dan Shift Share

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kajian Potensi Perkebunan Rakyat di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Location Quetiont dan Shift Share"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil penghitungan Location Quetiont (LQ) komoditas perkebunan di Sumatera  Utara Tahun 2011-2015  Komoditas  2011  2012  2013  2014  2015   Rata-rata  Kriteria  Karet  0,39  0,43  0,41  0,44  0,51  0,44  NB  Kelapa Sawit  1,68  1,67  1,60  1,59
Tabel  2.  Komponen  Shift  Share  Komoditas  Perkebunan  di  Parovinsi  Sumatera  Utara  tahun 2011-2015
Tabel 3. Komponen pertumbuhan proporsional (Pi) Komoditas Perkebunan di Provinsi  Sumatera Utara tahun 2011-2015
Tabel  4.  Komponen  pertumbuhan  differential  (Di)  Komoditas  Perkebunan  di  Provinsi  Sumatera Utara tahun 2011-2015

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa peran sektor perkebunan di Sumatera Utara yang ditunjukkan dengan diperoleh hasil yang memiliki Indeks daya penyebaran yang lebih

Montok, layur, bawal putih, ikan rucah merupakan komoditi pertanian basis yang berasal dari perikanan tangkapan (perikanan laut) yang mempunyai nilai PPW negatif,

 Bila dilihat dari Proporsional Shift menunjukan bahwa total laju pertumbuhan persektor adalah negatif nilai tersebut menunjukan bahwa Kota Bandung memiliki lebih

Oleh karenanya, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan Location Quotient Analysis (LQA) serta Analisis Shift Share (SS) dalam mencari potensi unggulan dan daya saing

sawit perkebunan rakyat di Provinsi Sumatera Utara tahun 2017 dengan. metode Smoothing Exponential Ganda yaitu Metode Linear

Berdasarkan penelitian (Zakiah et al., 2015) menngatakan bahwa komoditas perkebunan unggulan wilayah adalah komoditas yang memeliki nilai basis dari luas lahan

Dari data luas lahan dan produksi perkebunan memperlihatkan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki nilai produksi dan luas lahan terbesar bila dibandingkan de- ngan komoditas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas kopra Indonesia di pasar internasional memiliki daya saing yang rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya di ASEAN, yaitu Malaysia,