Perlindungan Hukum terhadap Pemilik Hak Atas Tanah yang Telah Diterbitkan Sertipikatnya Atas Nama Pihak Lain (Studi pada Sertipikat Hak Milik Nomor 1.022 di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pengurusan sertifikat hak milik atas tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Karo masih belum berkualitas karena
Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo dalam kegiatan pendaftaran hak milik atas tanah menolak surat tanda bukti hak waris berupa Akta Pembagian Waris yang dibuat Notaris
Tujuan dilakukannya npeneelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fungsi sertifikat Hak Milik Atas Tanah Sebagi Tanda Bukti Hak dan bagaimana kepastian hukum
Berdasarkan pertimbangan sebagaimana telah diuraikan di atas maka tindakan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Demak dalam menerbitkan Sertipikat Hak Milik Nomor
Bukti kepemilikan Hak milik yang dimiliki oleh Tergugat IV dapat menajadi alat bukti yang kuat sepanjang Alat bukti sertifikat hak atas tanah tidak ada yang menyanggah
ketahui bahwa dalam mengurus sertifikat hak milik atas tanah dilakukan di Badan Pertanahan Nasional, dan dengan situasi dengan demikian Kantor Pertanahan Kabupaten Humbang
Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo dalam kegiatan pendaftaran hak milik atas tanah menolak surat tanda bukti hak waris berupa Akta Pembagian Waris yang dibuat Notaris
xxiv Kepala Badan Pertanahan Nasional mempunyai wewenang untuk membatalkan surat keputusan pemberian hak tanah yang dalam penerbitannya oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan