Halaman 1
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
R
ANCANGAN RENCANA KERJA
DINAS KETAHANAN PANGAN & PERTANIAN KABUPATEN
PROBOLINGGO
TAHUN ANGGARAN 2020
RANC
ANG
AN
RE
NCA
NA
KE
RJA
DK
P
2
TA
2
0
2
0
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
KATA PENGANTAR
,
Rancangan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Pertanian untuk tahun anggaran 2020 disusun dengan mengacu kepada Renstra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Rancangan RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun 2019-2023 dan memperhatikan perkembangan urusan pangan dan pertanian yang terjadi selama tahun 2018. Di dalam Rancangan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tercantum beberapa kegiatan yang dibiayai anggaran dari APBD Kabupaten Probolinggo. Penyusunan ini dimaksudkan sebagai bahan awal penyusunan RKPD, RPJMD TA 2019-2023, dan Renstra DKP2 TA 2019-2023 Kabupaten Probolinggo
Harapan kami adalah sebagian besar Rancangan Kerja Dinas Ketahanan Pangan Pertanian tahun anggaran 2020 dapat ditindaklanjuti menjadi Rencana Kerja dan Anggaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun 2020.
Probolinggo, 2019
Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo
Ir. H. Ahmi, MM.
Pembina Utama Muda NIP.
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
DAFTAR ISI
I. KATA PENGANTAR ... PENDAHULUAN ... i 1 [a] Latar Belakang ...[b] Landasan Hukum ...
[c] Maksud dan Tujuan ...
1 1 3
II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN TAHUN 2018 ... 4 [a] Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ...
[b] Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun 2018 Kabupaten Probolinggo .
[c] Isu-isu penting penyelenggaraan tugas & fungsi SKPD ...
[d] Penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat ...
4 5 15 18
III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN ... 19 [a] Telaahan terhadap kebijakan Nasional & Provinsi ...
[b] Tujuan & sasaran Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ...
[c] Program dan Kegiatan ... 19 22 23
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
I.
PENDAHULUAN
(Latar belakang, landasan hukum, maksud & tujuan, sistematika penulisan)
a) Latar Belakang
Tata kelola yang baik (Good Governance) dapat dimulai dari proses perencanaan yang baik. Dimana salah satunya diantaranya adalah penyusunan RANCANGAN RENJA SKPD sebagaimana yang diamanatkan oleh perundangan. Untuk itulah disusun Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian
ini dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Probolinggo yang telah ditetapkan sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendagri no 54 tahun 2010 pasal 152.
b) Landasan Hukum
1. Undang-Undang nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman; 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ;
4. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025;
5. Undang-Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; 6. Undang-undang nomor 13 tahun 2010 tentang Hortiikultura;
7. Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan;
9. Undang-Undang nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan;
10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
15. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 08 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Probolinggo Tahun 2005 – 2025;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 07 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Probolinggo Tahun 2013 – 2018;
17. Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 06 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
18. Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 71 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo;
c) Maksud dan Tujuan
1. Maksud penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Probolinggo adalah menuangkan hasil evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2018, isue-isue strategis yang berkembang dan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat sehingga dapat dibuat langkah-langkah yang diperlukan untuk tahun berikutnya.
2. Tujuan penyusunan Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Probolinggo adalah menentukan Kebijakan, Program, kegiatan, Lokasi, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pagu indikatif sebagai bahan RKPD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2020.
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
II.
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS KETAHANAN
PANGAN DAN PERTANIAN TAHUN 2018
(Evaluasi pelaksanaan Renja DKPP tahun 2018 & capaian Renstra, analisis kinerja pelayanan SKPD, isu-isu penting penyelenggaraan tugas& fungsi DKPP, penelaahan usulan program & kegiatan masyarakat)
a) Evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tahun 2017 & capaian Renstra SKPD 2014-2018
Berdasarkan evaluasi per triwulan Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tahun 2018, maka terjadi beberapa perubahan realisasi pelaksanaan kegiatan dibanding dengan yang telah disusun dalam RENSTRA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN, hal tersebut disebabkan beberapa faktor yang sebagian besar adalah faktor eksternal.
Secara umum Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo telah telah melaksanakan semua program-program yang telah ditetapkan. Kinerja Urusan Pangan dan Urusan Pertanian tahun 2018 ditandai dengan pencapaian besaran Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Individu (IKI) selama tahun 2018. Pencapaian IKU dan IKI selama tahun 2018 sangat dipengaruhi oleh musim kering yang panjang sehingga mempengaruhi ketersediaan pangan dan harga pangan. Kendala ketersediaan pupuk, air, dan serangan hama penyakit ikut mempengaruhi kinerja dari Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian, hal ini tercatat dalam IKU (Indikator Kinerja Utama) dan tercatat dalam IKK (Indikator Kinerja Kunci) penyelenggaraan pemerintah.
Terkait dengan Renstra Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka capaian terjadi penurunan yang signifikan selama 2 tahun terakhir, yang mana hal ini terjadi penurunan produksi tanaman pangan (padi, jagung) tanaman perkebunan (tebu). Sedangkan untuk urusan pangan telah dilakukan intervensi terhadap masyarakat yang digolongkan miskin (tidak mampu) diantaranya bantuan beras dan pemasyarakatan Pola Pangan Berimbang, Bergizi, Sehat dan Aman (B2SA).
Indikator Peningkatan Produksi mengalami fluktuasi yang dengan variasi yang berbeda misalnya tanaman bawang merah, cabe besar, cabe rawit, tembakau, kedelai, kentang, tanaman kopi, dan lainnya.
Sedang indikator uruusan pangan, masih terkendala dengan ketersediaan data, sehingga dalam proses analisis masih tergantung dengan ketersediaan data instansi pemerintah lainnya.
b) Analisis kinerja pelayanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo.
Kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian tahun 2018 ditetapkan melakukan penetapan kinerja yang ditandatangani oleh Bupati Probolinggo dan Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo. Melaluilui dukungan APBD
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melalui APBD Provinsi Jatim Timur. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupaya mencapai target-target yang telah ditetapkan
dengan sasaran urusan pangan dan urusan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, dan
perkebunan), dari ketiga sumber dana tersebut kinerja yang diharapkan adalah
peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan produksi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan utamanya tanaman padi, jagung, ubi kayu, kentang, bawang merah, kubis, mangga, alpokat, cabe, tembakau, kopi, dan tebu.
Sebagaimana yang ditentukan dalam RPJMD tahun 2018-2023 Kabupaten
Probolinggo dimana PDRB merupakan salah indikator yang harus dicapai oleh pemerintah
daerah, dimana salah satu komponen dari PDRB adalah produksi tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan maka angka produksi menjadi suata keharusan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo untuk menjadi fokus kinerja yang harus dicapai. Sedangkan untuk capaian lainnya adalah penurunan tingkat kemiskinan, dimana peran DKP2 adalah ketahanan pangan yang ada di masyarakat utamanya masalah
ketersediaan pangan utama dan B2SA (bergizi, beragam, Seimbang, dan Aman). Utamanya pada masyarakat miskin.
Secara umum hasil kinerja dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo dapat dilihat dari data-data produksi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Sedangkan produksi pertanian sedikit banyak diharapkan mendapat intervensi Pemerintah Kabupaten
Probolinggo cq Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui monitoring, evaluasi, fasilitasi
kegiatan masyarakat pertanian, dan memasukan input teknologi pertanian ke wilayah produksi pertanian tersebut. Dalam upayanya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian pada tahun 2018 sebagian besar kegiatan lebih banyak berkecipung dalam bidang onfarm sedangkan bidang offarm masih sedikit disentuh, hal ini karena anggaran dan metodologi yang terbatas sehingga bidang onfarm yang berhubungan langsung dengan besaran angka produksi yang menjadi target kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo.
Karena itulah berpatokan pada
hasil Ketahanan pangan dan peningkatan
produksi
, maka bisa memberikan penjelasan terhadap pencapaian program-programDinas Ketahanan Pangan dan Pertanian , antara lain program : (1) Penyediaan Pelayanan
Administrasi Perkantoran, Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya Aparatur, Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Pangan, Pengelolaan Cadangan Pangan, Penyediaan Infrastruktur Kemandirian Pangan
Peningkatan Ketahanan Pangan, Peningkatan Sarana Pertanian, Peningkatan Kualitas Bahan
Baku, Peningkatan Prasarana Pertanian, Pengendalian Penanggulangan Bencana dan
Perijinan Usaha (dari APBD Kabupaten dan APBD Provinsi) ; (2) Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Tanaman Pangan Berkelanjutan, Peningkatan Produktivitas
Hortikultura Berkelanjutan Ramah Lingkungan, dan Penyediaan dan Pengembangan
Prasarana dan Sarana Pertanian (dari APBN Kementerian Pertanian RI).
Pada Tahun 2018 mengalami mengalami perubahan iklim yang signifikan dibandingkan tahun 2017. Namun Pada Tahun 2017 terjadi terjadi musim hujan/bulan basah yang lebih banyak daripada tahun 2018, dimana curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo memenuhi harapan petani padi, berdasarkan data yang dari BMKG pada Tahun 2018 curah hujan lebih sedikit ini namun dengan bulan hujan yang lebih sedikit di tahun 2017 walaupun dengan intensitas yang lebih kecil. Untuk tanaman
bawang merah dan cabe rawit mengalami kenaikan luas panen dan produktivitas yang cukup tinggi dibanding tahun 2017.
Beberapa kejadian yang mempengaruhi kinerja sektor Pertanian subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan selama Tahun 2018, antara lain :
1. Pada tahun 2018 Tanaman bawang merah mengalami kenaikan dibanding tahun
2017, dimana penyebabnya adalah kenaikan luas tanam dan panen tanaman
bawang merah, dimana pada tahun 2018 harga benih bawang merah cenderung stabil tidak tinggi seperti tahun sebelumnya. Namun persoalan bawang merah
adalah harga bawang merah yang stagnan dan cenderung rendah sehingga
keuntungan petani sedikit (range harga bawang merah Rp 6.000,- hingga Rp
15.000,- per kilogramnya). Kesulitan benih bawang merah yang terjadi pada tahun 2015 dan tahun 2016 tidak terjadi pada tahun 2017.
2. Untuk tanaman tembakau tahun 2017 mengalami kenaikan dibanding tahun 2016,
penyebabnya adalah cuaca yang lebih kering dari pada tahun 2017, sehingga
petani dapat menanam tananam tembakau. Untuk kualitas dan harga petani
tembakau mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Pembelian oleh gudang tembakau pada tahun 2017 lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya termasuk harga tembakau. Produktivitas
tembakau juga mengalami peningkatan hingga bisa mencapai 1,8 ton/ha.
3. Tanaman tembakau mengalami serangan penyakit “ker-ker” (virus phytopthora)
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
pemberian tricoderma terhadap tanaman tembakau yang terkena serangan supaya tidak tidak terjadi penularan. Pemicu penyakit ini adalah cuaca yang tidak mendukung.
4. Tanaman bawang putih diupayakan untuk berkembang, dimana pada tahun
2017 telah dilakukan MOU (mourandum understanding) antara pengusaha /
importer (CV. Cahaya Sukses Makmur) dengan kelompok tani bawang tani. Hal ini
terjadi karena adanya revisi Permentan no 16 tahun 2017 tentang REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA (RIPH), yaitu dengan adanya klausul bagi impor bawang putih diwajibkan menanam di dalam negeri sebesar 5% dari volume yang diajukan. Namun untuk pelaksanaan masih belum terealisasi.
5. Tahun 2018 terjadi musim kering yang panjang (hujan dengan intensitas yang
sedikit dan hari hujan yang sedikit pula) , dimana mulai bulan April hingga akhir tahun terjadi hujan yang diharapkan. Ditenggarai musim kering ini menyebabkan beberapa hal sebagai berikut
a. Berkurangnya secara signifikan luas tanam padi sehingga menyebabkan
tanam padi ini ditandai dengan kenaikan luas tanam bawang merah dan
kenaikan luas panen tanaman cabe rawit secara signifikan ;
b. Penurunan produktivitas tanaman padi akibat tanaman padi kekurangan
air, dimana pengisian isi bulir padi akibat kekurangan air, akibatnya produktivitas tidak maksimal ;
c. Terjadi puso kepada tanaman kacang merah, padi, bawang merah, kubis,
cabe rawit, dan bawang putih.
Tabel 3.7 Luas Puso Tanaman tahun 2018
No Nama tanaman Luas Puso (Ha) Keterangan
1 Padi 119 Banjir/longsor
Tiris dan Krucil
2 Bawang merah 1 Kekurangan
air, beberapa tanaman membusuk (bawang putih). 3 Kacang merah 13 4 Kubis 2 5 Cabe besar 4 6 Cabe rawit 2 7 Labu siam 1 8 Bawang putih 19 9 kedelai 33
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
6. Bantuan alsintan bagi brigade alsintan belum berfungsi dengan optimal.
7. Pada tahun 2018, dibentuk UPT Produksi Benih Tanaman Pangan, UPT Produksi Benih
Hortikultura, dan UPT pengawasan dan Sertifikasi Pangan. Dimana UPT ini bertugas membantu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
8. Sebagaimana tahun 2018 masih terdapat keikutsertaan TNI AD khususnya Kodim
0820 Probolinggo dalam proses pembangunan pertanian, dimana TNI AD bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan jajaran dalam mengawal pertambahan penanaman padi. TNI AD yang terlibat adalah Komandan Kodim hingga Babinsa yang ada di desa-desa Kabupaten Probolinggo. Kodim 0820 terlibat sebagai komitmen dalam mengawal peningkatan produksi pajale melalui Upaya Khusus (Upsus).
9. DPI (Dampak Perubahan Iklim) telah menjadi ancaman yang serius terhadap
penurunan produktivitas tanaman pertanian. Sejak beberapa tahun terakhir ini DPI telah merubah pola tanam dan panen tanaman pertanian. Petani harus menyesuaikan penamamannya utamanya jenis tanaman agar tidak mengalami
kerugian yang banyak. Untuk sekarang ini banyak yang beralih ke tanaman keras (pohon), dimana tanaman ini kecil untuk mengalami kerugian yang besar akibat cuaca yang tidak menentu.
Tabel 3.8. Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Probolinggo
NO U R A I A N Satuan 2016 2017 2018 I Tanaman Pangan
1 Padi (GKG) Ton 365.659 312.127 286.828 2 Jagung Ton 255.913 256.237 189.566 3 Ubi Kayu Ton 93.219 52.700 52.920
4 Ubi Jalar Ton - - -
5 Kedele Ton 92 24 961
6 Kacang Tanah Ton 1.960 1.597 1.187 7 Kacang Hijau Ton 168 3.011 283
8 Sorghum Ton 19 -
II Tanaman Hortikultura
9 Bawang Merah Ton 44.734 50.632 56.060 10 Bawang Putih Ton 30 16 119 11 Bawang Daun Ton 39.080 20.299 20.682 12 Kentang Ton 32.949 49.054
13 Kubis Ton 33.132 45.387
14 Petsai / Sawi Ton 1.582 2.981 970 15 Wortel Ton 2.914 2.620 2.903 16 Cabe Besar Ton 1.412 1.959 1.291 17 Cabe Rawit Ton 2.160 5.078 10.535
18 Tomat Ton 1.978 1.123 575
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
20 Timun Ton 41 7 11
21 Labu Siam Ton 5.178 9.844 6.703 22 Alpukad Ton 3.622 1.251 21.144
23 Blimbing Ton 263 905 604
24 Langsep / Duku Ton 15 1 159 25 Durian Ton 1.294 470 12.342 26 Jambu Biji Ton 309 426 633
27 Jambu Air Ton 103 451 116
28 Jeruk Keprok Ton 148 95 530
29 Jeruk Besar Ton 13 8 17
30 Mangga Ton 22.911 22.675 26.118 31 Manggis Ton 204 14 5.028 32 Nangka Ton 1.327 2.010 2.910 33 Nenas Ton 1 21 115 34 Pepaya Ton 860 653 1.015 35 Pisang Ton 14.223 24.486 25.140 36 Rambutan Ton 175 237 2.750 37 Salak Ton 24 10 115 38 Sawo Ton 239 266 382 39 Sirsak Ton 71 160 197 40 Sukun Ton 138 92 156 41 Anggur Ton 7 8 14 42 Semangka Ton 1.183 1.305 1.002
III Tanaman Perkebunan
44 Sereh Ton 130 111 14
50 Tebu Ton 171.364 155.260 125.812 51 Tembakau Paiton vo Ton 9.561 12.576 12.058 52 Tembakau Kasturi Ton 2,5 2,35 16.8 53 Tembakau Jawa Ton 152 266 381
56 Aren Ton 30,50
57 Asam jawa Ton 78,20 127 70
59 Jambu Mete Ton 81,06 66,97
61 Jarak pagar Ton 9,13 2926 10 63 Kapok Randu Ton 190,07 1.164 66 Kelapa Ton 752,73 10.301 401
68 Kenanga Ton 0,15 1 4
69 Kopi Arabika Ton 136,00 100 186 70 Kopi Robusta Ton 1.414,22 3.722 1.682
76 Pinang Ton 14 33 32
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
c) Isu-isu penting Penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo,
i. UU no 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dalam undang-undang ini telah dilakukan perubahan kewenangan pada tiap-tiap pemerintah daerah, karena itulah
terjadi pendelegasian kewenangan yaitu Urusan Pangan dan Urusan Pertanian.
Dimungkinkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dimasa akan datang lebih banyak berperan dalam perencanaan, standarisasi, regulasi, fasilitasi, dan pengawasan pembangunan sektor pertanian.
ii. UU no 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, undang-undang ini sangat penting dan untuk di Kabupaten Probolinggo sudah ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan dalam proses legislasi di DPR. Karena itulah maka dalam pelaksanaannya di masa akan datang akan memerlukan anggaran dan Sumber daya lain yang sangat besar.
iii. UU no 6 tahun 2014 tentang Desa, beberapa kewenangan yang dilakukan oleh perangkat daerah telah dapat dilakukan pada tingkat desa, karena itulah maka beberapa pekerjaan yang dahulu dikerjakan oleh Dinas Pertanian akan dilepaskan ke
pemerintah desa (contohnya pembangunan jaringan irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, pembinaan kepada kelompok-kelompok masyarakat.
iv. UU no 5 tahun 2014 tentang ASN, dengan UU ini akan terjadi peranan dari para pengawai di Dinas Pertanian, tentunya ini akan mendorong perubahan sikap, perilaku dan tugas. Perubahan ini perlu diantisipasi karena berdasarkan jumlah dan kapasitas pegawai yang ada maka akan terjadi kekurangan dan kesulitan dalam penyelesaian pekerjaan.
v. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), dengan MEA maka segala aktivitas pengadaan
barang dan jasa yang berlaku di pemerintah dan masyarakat akan tergantung pada pada kompetensi para pelaku. Karena itulah maka daya saing dari masyarakat pertanian Probolinggo perlu diperkuat. Beberapa komoditi pertanian Probolinggo telah mempunyai citra namun masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan dan dimanagemeni secara baik.
vi. Adanya target-target produksi/ UPSUS yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,
satu tahun terakhir ini pemerintah pusat telah memberikan target-target yang tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo. Target-target ini dirasakan semakin tinggi, karena itulah maka diperlukan program dan kegiatan yang mendukung performansi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian baik dari segi
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
SDM, infrastruktur, metodologi, dan sarana yang akan digunakan. Setelah merger menjadi Dinas
vii. Penetapan Kawasan Komoditi Pertanian oleh Kementan. Dimana melalui Keputusan Mentan RI no 830/Kpts/RC.040/12/2016 tentang LOKASI PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN NASIONAL. Dimana Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kawasan bawang merah
viii. Perubahan kondisi dan situasi setiap sektor yang berubah dengan cepat mempengaruhi
sektor pertanian. Kondisi dan situasi yang dimaksud ini adalah masalah pasar, infrastruktur, perundangan, sistem keuangan, informasi dan teknologi, dan lain-lain. Hal-hal tersebut ternyata dapat mengakibatkan perubahan jenis komoditi pertanian, dimana terjadi alih komoditi dan perubahan perilaku petani secara cepat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
ix. Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo. Hingga saat ini angka kemiskinan masih mencapai lebih dari 17% dimana berdasarkan data Pemutakhiran
berada di kawasan pertanian. Karena itulah maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian lebih sering dilibatkan dalam pengentasan kemiskinan.
Persoalan kemiskinan telah menjadi persoalan tersendiri bagi sektor pertanian. Dimana sektor pertanian telah menjadi tumpuan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan
secara layak (idle), sehingga beban sektor pertanian semakin berat dan menjadi
semakin sulit untuk berkembang. Intervensi kemiskinan yang sudah berjalan adalah upaya memperbaiki pola konsumsi masyarakat dan bantuan sarana produksi pertanian.
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
d) Penelaahan Usulan program & kegiatan masyarakat
Terdapat beberapa usulan dari masyarakat yang dijaring melalui Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan, dimana dari beberapa musrenbang yang telah diikuti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, masih banyak permintaan bantuan bagi kelompok-kelompok petani, permintaan yang paling banyak berupa bantuan benih tanaman baik tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan tanaman perkebunan.
Usulan dari masyarakat itu akan ditampung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, banyak dari bantuan tersebut akan alokasikan melalui program dan kegiatan yang menggunakan APBN, karena jika menggunakan APBD Kabupaten maupun APBD Provinsi harus menggunakan persyarataan berbadan hukum.
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
REKAPITULASI HASIL MUSRENBANG 18 MARET 2019
No Kecamatan Desa Kelompok Usulan /Uraian Volume
Jumlah Satuan 1 Sumber Wonokerso tidak ada mengusulkan bantuan bibit kentang
sebanyak 100 ton 100 ton Sumberanom Ludukombo Pandansari Gumito Tukul Ramba'an Sumber Cepoko
2 Sumber 9 Desa tidak ada Pelatihan pembuatan pupuk organik 2 kegiatan 3 Sumber 9 Desa tidak ada Pelatihan untuk Poktan 2 kegiatan 4
Banyuanyar
Banyuanyar Kidul tidak ada Bantuan Alsintan untuk 14 kelompok yang disetujui 1 kelompok
14 kelompok
Banyuanyar Tengah tidak ada
5 Sukapura 12 Desa tidak ada Bantuan benih kentang 12 kelompok 6 Kuripan
Wringin Anom tidak ada Pengadaan traktor untuk pertanian 4 unit Wonosari tidak ada Pengadaan benih alpukat jumbo 100000 pohon
Karangrejo tidak ada
7 Tegalsiwalan
Bulujaran Lor tidak ada Bantuan benih bawang merah 2 ton
Paras 3 ton
Tegalsiwalan 2 ton
Sumber Kledung tidak ada Bantuan handtraktor dan cultivator 3 unit
Blado Kulon 3 unit
8 Kotaanyar Talkandang tidak ada Kawasan pangan kostan 1 paket 9 Wonomerto Sepoh Gembol tidak ada Jaringan irigasi 250 m
Sumur bor 150 JUT 750 m
Patalan tidak ada Sumur bor 150
Jrebeng tidak ada Sumur bor 150
Saluran Irigasi 1000 m
Mesin Rotari 1 unit
Pohsangit Lor tidak ada Saluran Irigasi 250 Pohsangit Ngisor tidak ada Saluran bor 150
Mesin rotari 1
Irigasi 400
Kareng Kidul tidak ada Mesin rotari 1 unit
Alat Panen 1 unit
Kedung Sapit tidak ada Handtraktor 1 unit
10 Bantaran Besuk tidak ada Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari
kotoran sapi beserta mesin pengolah
1 paket 11
Besuk
Alas Nyiur tidak ada Pengadaan mesin perontok padi 3 unit
Pompa air 3 unit
12 Maron Sumber Dawe Poktan
Sumber Rejeki 1 Dusun Taman RT.10 RW.04 Embung 10 X 5 meter 13 Gading
Mojolegi tidak ada
Bulu Pandak tidak ada Pelatihan dan pembinaan pembuatan pupuk organik 5 paket Gading Wetan tidak ada
Sumber Secang tidak ada Ranu Wurung tidak ada
Se Kec.Gading tidak ada Bantuan bibit (durian, alpukat dan rambutan)
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020 14 Gending
Banyuanyar Lor tidak ada Bantuan pupuk Pikatan tidak ada Bantuan bibit bawang Sumber Kerang tidak ada Jagung + bibit
Bulang tidak ada Padi
15 Sumberasih
Muneng Kidul tidak ada Bantuan benih jagung 3,5 ton Jangur tidak ada Bantuan traktor 4 unit Pohsangit Leres tidak ada Bimtek untuk poktan 1 paket
16 Pajarakan Karang Pranti Poktan Tani
Makmur I , II, III
Bantuan bibit bawang merah 35 ton 17 Krejengan
Kedung Colok tidak ada Sumur bor/artesi 2 paket Kamal Kuning tidak ada Pembekalan dan alat 1 paket Temenggungan tidak ada Pengadaan handtraktor 5 paket Sokaan tidak ada Pengadaan handtraktor 1 paket 18 Krucil
Sumber Dawe tidak ada Bantuan bibit buah (durian, manggis, cengkeh, kopi Petek Kertosuko Tambelang Betek Krucil Guyangan Watupanjang Kalianan Plaosan PandanLaras
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
III.
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN
(Telaahan terhadap kebijakan nasional & provinsi, tujuan & sasaran Renja DKP2, program & Kegiatan)
a) Telaahan terhadap Kebijakan Nasional & Provinsi
Terkait Visi pembangunan nasional adalah :
TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG
Agenda prioritas sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019 adalah :
1) Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara
2) Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya
3) Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan
4) Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya
5) Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia
6) Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional
8) Melakukan revolusi karakter bangsa
9) Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial. Tema Pembangunan Nasional Tahun 2020
PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PERTUMBUHAN BERKUALITAS.
Dari agenda menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, maka sektor pertanian mendapatkan perhatian sangat besar dengan memberikan dana lewat DAK dan Tugas Pembantuan bagi Kabupaten Probolinggo.
Terkait dengan VISI Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Jawa Timur Tahun 2005 – 2025 adalah mewujudkan “Jawa Timur sebagai Pusat Agribisnis Terkemuka Berdaya saing Global dan Berkelanjutan”. VISI dicapai antara lain dengan mengembangkan perekonomian Jawa Timur berbasis agro, yaitu mendorong pergeseran Agrobisnis dari berbasis comparative advantage ke arah Agrobisnis yang
competitive advantage (keunggulan kompetitif) melalui pengembangan modal dan peningkatan kemajuan
teknologi pada setiap sub-sistemnya, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Tema Pembangunan Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 :
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA JAWA TIMUR UNTUK PERTUMBUHAN INKLUSIF DAN BERDAYA SAING
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Kebijakan nasional dari pemerintah pusat, kebijakan pemerintah provinsi, dan kebijakan pemerintah Kabupaten Probolinggo tersebut di atas menjadi acuan bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk
Tema Pembangunan Kabupaten Probolinggo Tahun 2020 :
PENGEMBANGAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, INFRASTRUKTUR
BERKELANJUTAN DAN KETERTIBAN UMUM UNTUK MENCAPAI PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS
Terkait dengan program Bupati Probolinggo yaitu NAWAHATI maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berperan kepada program bupati HATI MAKMUR.
Sedangkan kebijakan prioritas yang diambil dari Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian 2019-2023 sebagaimana berikut ini .
No Kebijakan Prioritas Dinas Ketahanan Pangan
dan Pertanian Indikator
1 Mewujudkan tata kelola ketersediaan pangan
Penguatan cadangan pangan (pembangunan gudang pangan) Fasilitasi ketersediaan pangan
Pemanfaatan Pekarangan untuk pangan Penanganan kerawanan pangan
Menyusun dan menganalisis Neraca Bahan Pangan (NBM)
2 Mewujudkan tata kelola cadangan pangan yang berkualitas 3 Meningkatkan aksesibilitas pangan yang berkualitas
4 Meningkatkan tingkat konsumsi pangan yang B2SA
5
Penyusunan SOP Peningkatan
Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Tanaman Perkebunan 6 Penerapan GAP Peningkatan Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan,
Hortikultura dan Tanaman Perkebunan 7 Penurunan Serangan OPT Tanaman
Pertanian
2% / tahun
8
Menjamin ketersediaan prasarana dan sarana produksi pertanian (air irigasi, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian)
Ketepatan ketersediaan jumlah, mutu, harga, dan waktu; ketepatan pemakaian
9 Pengembangan penggunaan pupuk organik
Penggunaan pupuk organik secara merata di Kabupaten Probolinggo
10 Pembangunan pertanian berdasarkan kawasan komoditi
6 kawasan berdasarkan komoditas
11 Penyusunan Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Dalam waktu 5 tahun sudah bisa diterapkan sebagian kebijakan PL2B di Kabupaten Probolinggo
12 Perkuatan dan penumbuhan kelembagaan petani
Kelas Pemula (900 poktan)
Kelas Lanjutan (200 poktan)
Kelas Madya (30 poktan)
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
b) Sasaran Renja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tahun 2020
Sasaran 1 adalah Peningkatan Ketahanan Pangan
Sasaran 2 adalah Peningkatan produksi tanaman pangan, dan hortikultura, dan perkebunan Dengan rincian target pencapaian indikator sasaran sebagai mana tabel berikut ini :
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 2017
1 Peningkatan
Ketahanan Pangan 1. Persentase Ketersediaan dan Cadangan % 100 2. Persentase Penganekaragaman dan Keamanan Pangan % 85 3. Persentase Distribusi dan Akses Pangan % 95 4. Persentase Penanganan Kerawanan Pangan % 5 2 Peningkatan Produksi Tanaman Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan
1. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Padi % 3 2. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Jagung % 2 3. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Ubi Kayu % 2 4. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Bawang Merah % 3 5. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Kentang % 3 6. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Cabe Merah % 2 7. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Cabe Rawit % 4 8. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Tebu % 4 9. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Tembakau % 1 10. Persentase Peningkatan Produksi Tanaman Kopi % 2
c) Program dan Kegiatan
Penyusunan program kegiatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk subsektor pertanian memuat nama program kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dana indikatif, sumber dana, dan prakiraan maju.
Program kegiatan yang disusun ini ditetapkan dalam RENSTRA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN dan Rancangan Awal RKPD tahun 2020.
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
USULAN INDIKATIF PROGRAM KEGIATAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN TA 2020
Program dan Kegiatan
Outcome dan Output
kelompok Sasaran Pagu Indikatif (Rp juta) Sumber dana Prakiraan Maju (Rp juta) Indikator Kinerja Target
Peningkatan ketahanan Pangan
Indikator Kinerja Program
Ketersediaan bahan pangan pokok 198.796 ton
Jumlah cadangan pangan 100 ton
jumlah desa rawan pangan 16 desa
Informasi distribusi pangan 40%
Skor PPH 85 %
Penguatan cadangan pangan (pembangunan gudang
pangan) 20 desa Gudang Cadangan
Pemerintah, PKK,
Masyarakat umum
1.200 DAU 1.200
Fasilitasi ketesediaan pangan 100%
Pemanfaatan Pekarangan untuk pangan 10 desa
Penanganan kerawanan pangan 12 kali
Menyusun dan menganalisis Neraca Bahan Pangan (NBM) 2 kali
Survei Keamanan Pangan segar 100 sample Masyarakat
umum
500
DAU 500
Penganekaragaman pangan / Pemasyarakatan B2SA Ketersediaan informasi pasokan, harga, dan akses pangan per desa
120 desa/ semester
Masyarakat
umum 400 DAU 400
Stabilitas harga dan pasokan pangan 120 desa/
semester Penyusunan Rencana Aksi peningkatan akses pangan
masyarakat
1 paket Melaksanakan uji sertifikat pangan 20 uji
Produsen hasil pertanian
200 DAU 200
Melakukan Transaksi keuangan pelayanan pangan dengan masyarakat
12 bulan
Melakukan pemeliharaan aset UPTD 12 bulan
Program Pembinaan Lingkungan Sosial di
Indikator Kinerja Program
500
Bidang Ketahanan Pangan
Peningkatan pendapatan rumah tangga miskin 200 KK
Sosialisasi dan pembinaan benih tanaman sayuran dan
buah-buahan 340 0rang
Masyarakat 40%
terbawah 200 DBHCHT 200
Bantuan benih tanaman sayuran dan buah-buahan dan
sarana produksi pertanian 10 paket
Masyarakat 40%
terbawah
200 DBHCHT 200
Sosialisasi dan pembinaan budidaya tanaman sayuran dan
buah-buahan 10 desa Masyarakat 40% terbawah 100 DBHCHT 400 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan mutu Komoditi Pertanian
Indikator Kinerja Program
4.700
Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Padi (ton/ha) 5,43
Jagung (ton/ha) 4,44
Bawang merah (ton/ha) 8,00
Kentang (ton / ha) 12,40
Mangga (kg / pohon) 44,00
Alpokat (kg / pohon 46,00
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Pemetaan dan rekomendasi pengendalian serangan hama
penyakit tanaman pangan dan hortikultura 100% Kawasan
tanaman pangan dan hortikultura
700
DAU 700
Penyediaan teknologi pengendalian serangan hama penyakit tanaman pangan dan hortikultura
5 SOP
Fasilitasi Pengendalian PHT 1.000 Ha
Fasilitasi RPH, PPAH 48 unit
Melaksanakan proses pembenihan tanaman pertanian (13 Ha) 1 jenis proses UPT Produksi Benih Tanaman Pangan 700 DAU 900
Melaksanakan pelayanan Jasa Pertanian kepada masyarakat tanaman pertanian
12 bulan Melakukan Transaksi keuangan pelayanan pertanian dengan
masyarakat
12 bulan
Melakukan pemeliharaan aset UPTD 12 bulan
Melaksanakan proses pembenihan tanaman pertanian 2 jenis proses
UPT Produksi Benih Tanaman Hortikultura
1.000 DAU 1000 Melaksanakan pelayanan Jasa Pertanian kepada masyarakat
tanaman pertanian
12 bulan Melakukan Transaksi keuangan pelayanan pertanian dengan
masyarakat
12 bulan
Melakukan pemeliharaan aset UPTD 12 bulan
Penyediaan benih unggul tanaman pangan 90.000 Ha
Petani Tanaman
Pangan 800 DAU 900
Penyediaan teknologi produksi budidaya dan pasca panen tanaman pangan
8 SOP
Penyediaan benih unggul tanaman hortikultura 27.400 Ha
Petani Tanaman Hortikultura
1.500 DAU 1.700 Eradikasi Tanaman buah tahunan yang tidak produktif 300 batang
Penyediaan teknologi produksi budidaya dan pasca panen
tanaman hortikultura 15 SOP
Program Peningkatan Produksi Tanaman Perkebunan
Indikator Kinerja Program
1.800 Produktivitas Tanaman Perkebunan
Kopi (ton/ha kopi berasan) 1,1
Tebu (ton/ha tebu batangan) 81
Tembakau (ton/ha) 1,3
Penurunan serangan OPT tanaman perkebunan 2%/tahun
Kawasan Tanaman
Perkebunan 400 DAU 300
Pemetaan dan rekomendasi pengendalian serangan hama
penyakit tanaman perkebunan 100%
Penyediaan teknologi pengendalian serangan hama penyakit tanaman perkebunan
4 SOP/GAP Penyediaan teknologi produksi budidaya dan pasca panen
tanaman perkebunan semusim 6 SOP/GAP Petani
Tanaman Perkebunan Semusim
600 DAU 600
Penyediaan teknologi produksi budidaya dan pasca panen tanaman perkebunan tahunan
5 SOP/GAP Petani Tanaman Perkebunan Tahunan 800 DAU 900
Eradikasi Tanaman Perkebunan tahunan yang tidak produktif 500 pohon
Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Pertanian
Indikator Kinerja Program
13.000
Ketersediaan Sarana Produksi
Air irigasi (Ha) 54.803
Pupuk (persentase) 100%
Alat mesin pertanian (Ha) 21.600
Pestisida (bulan) 12
Ketersediaan PraSarana Produksi
Lahan sawah irigasi (Ha) 34.252
Jalan Produksi dan usaha tani (unit) 12
Lahan non sawah 45.397
Pengawasan dan fasilitasi penerapan LP2B 300 persil
Petani Tanaman
Pangan 10.000
DAU,
DAK 10.000 Perbaikan fasilitas dan kualitas lahan pertanian 50 desa
Penyediaan teknologi air irigasi pertanian di lahan kering dan
lahan sawah 800 Ha
Pengawasan dan penyediaan pupuk dan pestisida pertanian
sesuai perundangan
180.000 Ha Petani,
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Peningkatan jumlah produsen dan kualitas bahan pupuk
organik aktif 10 produsen pupuk organik
Pengawasan dan pengoptimalan alat mesin pertanian di
kabupaten Probolinggo
24 kecamatan
UPJA 2.000 DAU 2.000
Pengembangan alat dan mesin pertanian di kabupaten
Probolinggo (dengan UPJA) 10 UPJA
Program Pembinaan Lingkungan Sosial di Bidang Pertanian
Indikator Kinerja Program
250
Peningkatan pendapatan petani miskin (%) 20%
Bantuan benih lada dan saprodi budidaya lada bagi petani
miskin 50 KK Petani lada di Kecamatan Kotaanyar 150 DBHCHT 150
Pembinaan budidaya tanaman lada bagi petani lada
50 KK Petani lada di Kecamatan Kotaanyar 100 DBHCHT 100 Program Peningkatan
Kualitas Bahan baku Peningkatan harga komoditi tembakau Rp 40 rb/kg 2.300
Penyusunan SOP tembakau 1 paket
Petani
tembakau 600 DBHCHT 600
Pembinaan budidaya tembakau 5 bulan
Pembinaan panen dan pasca panen 20 kelompok Petani
tembakau 300 DBHCHT 300
Bantuan sarana budidaya tembakau 20 kelompok
Petani
tembakau 400 DBHCHT 400
Bantuan pasca panen tembakau 20 kelompok
Peningkatan klas kelompok petani tembakau 20 kelompok Petani
tembakau 800 DBHCHT 800
Kajian dan rekomendasi budidaya tembakau 1 paket Petani
tembakau 200 DBHCHT 200
Program Peningkatan Kesejahteraan petani
Indikator Kinerja Program
2.200
Peningkatan Akses informasi dan teknologi pertanian ke petani
Revenue Cost Rasio(R/C Ratio)
Padi 1,70 Jagung 1,62 Bawang merah 1,41 Kentang 1,44 Kopi 1,52 Tembakau 1,40
Peningkatan kelas kelompok (kelompok) 10
Peningkatan kapasitas pertanian melalui lomba-lomba, diklat,
bimtek,
10 poktan
Kelompok
tani Pemula 1.000 DAU 1000
Penyusunan standar administrasi kelembagaan pertanian melalui penilaian angka kredit bagi aparatur dan pemilihan non aparatur (kelompok)
5 poktan lanjutan Penyediaan teknologi informasi bagi petani dan masyarakat
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
Penyusunan programa, monitoring dan evaluasi proses
penyuluhan pertanian dan pangan 24 kecamatan
Pengembangan metode penyuluhan pertanian 2 kali Peningkatan kapasitas ekonomi (nilai omzet, kemitraan, analisa usaha tani, dan pembiayaan) kelompok tani Lanjutan, Madya, dan Utama.
30 Poktan Kelompok tani Lanjutan dan Madya
700 DAU 700
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran Nilai Sakip
A
2.620
Fasilitasi PNS dan Non PNS Apartur di DKPP 900 DAU 900
Penyediaan Listrik, Air, Internet 12 bulan
Aparatur di
DKPP 1.500 DAU 1700
Penyediaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 12 kali
Operasional umum 12 bulan
Pembayaran honorarium Penataan keuangan
12 kali Aparatur di Subag Keuangan 70 DAU 70 Fasilitasi Perencanaan Aparatur di DKPP dan instansi terkait 150 DAU 150
RKA / DPA 2 dokumen
Rentra 1 dokumen
Renja 2 dokumen
Fasilitasi Monitoring
Statistik Produksi Tan Pertanian 141 komoditi
Monitoring program kegiatan 4 kali
Fasilitasi Evaluasi
LKjIP 1 dokumen
Laporan Keuangan 1 dokumen
Rancangan RENJA Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian th 2020
IV.
P E N U T U P
Demikian Rancangan Renja tahun anggaran 2020 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo ini disusun. Proses perencanaan yang telah dikerjakan menghasilkan beberapa bahan bagi penyusunan KUA PPAS. Diharapkan data ini tidak mengalami perubahan sampai dengan penyusunan RKA dan DPA. Namun yang terlebih penting lagi adalah subtansi dari perencanaan ini bisa memberikan outcome yang bermanfaat bagi pembangunan urusan Pangan dan Urusan Pertanian di Kabupaten Probolinggo.