• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERS'IAS GUNADARMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERS'IAS GUNADARMA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERS'IAS

GUNADARMA

SK. No. 92DlKTl/Kep/1996

Fakultas llmu Komputer, Teknologi lndustri, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra

Program Diploma (D3) Manajemen lnlormatika, Teknik Komputer, Akuntansi Komputer, Manajemen Keuangan dan Pemasaran Terakreditasi Program Sarjana (Sl) Sistem lnlormasi, Sistem Komputer, Teknik lnformatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin,

Teknik lndustri, Akuntansi, Manajemen, Arsitektur, Teknik Sipil, Psikologi,'Sastra lnggfis Terakreditasi Program Magister (S2) Sistem lnJormasi, Manajemen, Teknik Elekro, Sastra lnggris, Psikologi, Teknik Sipil Program Dohor (S3) llmu Ekonomi, Teknologi lnrormasi / llmu Komputer.

KONTRAI( PENELITIAN

Penelitian

Produk Terapan

Tahun Anggaran 2OL7 Nomor:

014.8

ILP

lllGlV

I 2OL7

Pada hari ini Jumat tanggal Dua Puluh Enam bulan Mei tahun Dua Ribu Tujuh Belas, kami yang bertandatangandibawah ini :

1. Dr.

Ir.

Hotniar Siringoringo,

M.Sc

: Ketua

Lembaga Penelitian,

Universitas Gunadarma, dalam hal ini bertindak untuk dan

atas

nama

Universitas

Gunadarma, yang berkedudukan

di

Jl.

Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA;

2. Komsi

Koranti

: Dosen Fakultas Ekonomi

Universitas Gunadarma, dalam

hal

ini

bertindak sebagai

pengusul

dan

Ketua Pelaksana

Penelitian

Tahun

Anggaran

2Ol7 untuk

selanjutnya

disebut PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, secara bersama-sama sepakat mengikatkan diri

dalam suatu Kontrak Penelitlan Produk

Terapan

Tahun

Anggaran 2OL7 dengan

ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut: Pasal 1

Ruang Lingkup Kontrak

PIHAK

PERTAMA memberi pekerjaan kepada

PIHAK

KEDUA dan

PIHAK

KEDUA

menerima pekerjaan

tersebut

dari

PIHAK

PERTAMA,

untuk

melaksanakan dan menyelesaikan Penelitian Produk Terapan Tahun Anggaran 2Ot7 dengan judul "strategi

Pengembangan Desa

lllisata

dalam

Mencapai

Keunggulan Bersaing

di

Kabupaten

Semarang: Pendekatan EFAS, IFAS, IE dan Benchmarking".

Pasal 2

Dana Penelitian

(l)

Sesarnya dana

untuk

melaksanakan penelitian dengan

judul

sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 adalah sebesar Rp. 72.5OO.OOO,- (Tujuh Puluh Dua

Juta

Lima Ratus Ribu Rupiah) sudah termasuk pajak.

(2) Oana Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan,

Kementerian

Riset,

Teknologi

dan

Pendidikan

Tinggr Nomor SP

DIPA-O42.06. l. 4OL 516 I 2Ot7, tanggal 06 Desember 20 1 6.

ldari 6

Jl. Salemba 53, Jakarta Pusat 10440 Telp. (021) 3906518, Jl. Kenari 13 Jakarta Pusat 10430 Telp. (021) 330220, 330226 Jl. 100 Depok 164247 78881 1 1 2, 7863788, Jl. Akses Kelapa Dua Telp. (021 ) 871 9525, 8727541, Email :

(2)

Pasal 3

Tata

Cara Pembayaran Dana

Penelitian

(1)

PIHAK

PERTAMA akan membayarkan Dana Penelitian kepada

PIHAK

KEDUA

secara

bertahap

dengan

ketentuan

sebagai berikut:

a.

Pembayaran

Tahap

Pertama sebesar

7Oo dari total dana penelitian yaitu

7O%ox72.5OO.O0O

=

Rp.

5O.75O.OOO,-

(Lima

Prtluh

Juta.

I\tjuh

Ratus

Lirna Prtluh

Ribu Rupiah),

yang akan dibayarkan oleh

PIHAK

PERTAMA

kepada

PIHAK

KTDUA setelah

PARA

PIHAK membuat

dan melengkapi

rarlcang€rn

pelaksanaan

penelitian

yang

memuat

judul

penelitian,

pendekatan

dan

metode penelitian

yang

digunakan,

data yang

akan

diperoleh,

anggaran

yang

akan digunakan, dan

tujuan

penelitian

berupa

luaran

yang

akan dicapai.

b.

Pembayaran

Tahap Kedua

sebesar

30%

dari total

dana penelitian

yaitu 3Oo/ox72.5OO.OOO =

Rp.

21.75O.OOO,-

(Dua

hrluh

Scrtu

Jtttg

T\tiuh

Rrztus

Lltns.

hllun.

Rtbrt

Ruplah), dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA

kepada

PIHAN

XTDUA

setelah

PIHAK

KTDUA mengunggah

ke

SIMLITABMAS

yaitu laporan

Kemajuan Pelaksanaan Penelitian dan Catatan Harian.

c.

Biaya tambahan dibayarkan kepada PIHAK KEDUA bersamaan

dengan

pembayaran Tahap Kedua

dengan

melampirkan

Daftar

luaran penelitian

yang sudah

di

validasi oleh PIHAK PERTAMA

(2)

Dana Penelitian

sebagaimana

dimaksud pada ayat

(1)

akan disalurkan

oleh

PIHAK PERTAMA kepada

PIHAII

I{EDUA ke rekening sebagai

berikut:

Nama NomorRekening Nama

Bank

:

Komsi Koranti

:

502.20.01180.4

:

Bank DKI

(3)

PIHAK

PERTAIIIA

tidak

bertanggung

jawab atas

keterlambatan dan/atau

tidak terbayarnya sejumlah dana

sebagaimana

dimaksud pada ayat

(1) yang

disebabkan

karena

kesalahan

PIIIAK

I(EDUA

dalam

menyampaikan

data

peneliti,

nelma

bank,

nomor rekening, dan persyaratan lainnya yang tidak

sesuai dengan ketentuan.

Pasal

4

Jangka

Waktu

Jangka

waktu

pelaksanaan penelitian

sebagaimana

dimaksud dalam

Pasal

1

sampai selesai LOOo/o, adalah

terhitung

sejak Tanggal

3

Aprtl 2Ol7

dan berakhir

padaTanggal 31 Oktober

2Ol7

Pasal 5

Targct

Luaran

{1)

PIHN(

KEDUA berkewajiban

untuk

mencapai

target

luaran

wajib

penelitian

berupa,

(1). Mapping daya saing pariwisata

pada

Desa Wisata

di

Kabupaten Semarang {2}. JURNAT of

Tourism

Management Perspectives-Elsevier l2OL7: draft)

(3).

E-JURNAL:

Agribisnis

dan Agrowisata' [SSN: 23OL-6523 l2OL7: draft) {4}. SEMINAR INTERNASIONAL

:

2nd International

Conference

on Tourism

/

INTACT,

Yoryakarta,

(2O

l7l.

(3)

(2)

pIHAK

KEDUA

diharapkan

dapat mencapai target

luaran

tambahan penelitian berupa,

(1.) Tidak ada

(3)

PIHAK

KEDUA

berkewajiban

untu k

me

laporkan perkembangan

pencapaian target

luaran

sebagaimana

dimaksud

pada ayat (1) kepada PIHAK

PERTAMA-Pasal 6

Hak

dan

Kewajiban

Para

Pihak

(1) Hak dan Kewajiban PIHAK PERTAMA:

a.

PIHAI( PTRTAIIA

berhak

untuk mendapatkan

dari PIHAI(

KEDUA

luaran

penelitian sebagaimana

dimaksud

dalam Pasal 7;

b.

PIIIAK

PERTAMA berkewajiban

untuk

memberikan

dana

penelitian

kepada

PIHAK

KEDUA dengan

jumlah

sebagaimana

dimaksud

dalam

Pasal

2

ayat (1) dan dengan

tata

cara pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.

(2) Hak dan Kewajiban PIHAK KTDUA:

a. PIHAIT

KTDUA berhak

menerima

dana penelitian dari

PIIIAK PERTAMA

dengan

jumlah

sebagaimana dimaksud dalarn Pasal2 ayat (1);

b. PIHAK

KTDUA berkewajiban menyerahkan kepada

PIHAK

PERTAMA

luaran Penelitlan Produk

Terapan dengan judul

Strategl

Pengembangan

Desa

Wisata

dalam

Meacapal

Keunggulan

Bersalng

di

Kabupaten

Semarang: Pendekatan

EFAS, IFAS,

IE daa Benchmarklng

dan catatan

harian pelaksanaan Pene litian ;

c. PIHAK

KEDUA berkewajiban

untuk

bertanggungjawab dalam penggunaan

dana penelitian yang diterimanya sesuai

dengan

proposal kegiatan

yang

telah

disetujui;

d.

PIHAK

KEDUA

berkewajiban

untuk

menyampaikan

kepada

PIHAK PERTAMA

laporan

penggunaan dana sebagaimana

dimaksud

dalam Pasal 7.

Pasal

7

Laporan Pelaksanaan

Penelltlan

(U p

IHAI(

KEDUA berkewajiban

untuk menyampaikan kepada

PIHAK

PERTAMA

berupa

laporan kemajuan dan laporan

akhir mengenai

luaran penelitian

dan

rekapitulasi

penggunaan anggaran sesuai dengan

jumlah

dana yang diberikan

oleh

PIHAII

PERTAMA yang

terslrsun

secara sistematis sesuai pedoman yang

ditentukan

oleh PIHAK PERTAMA.

(2) P

IIIAK

I(EDUA berkewajiban

mengunggah

Laporan Kemajuan

dan Catatan

harian

penelitian yang

telah

dilaksanakan

ke

SIMLITABMAS

paling lambat

3O

Arustus

2O17.

(3)P

IIIAK

NEDUA berkewajiban menyerahkan

Hardapg

l.aporan

Kemajuan dan

Rekapihrlasi

Penggunaan

Anggaran

70olo

kepada

PIHAK

PERTAMA'

palinB

lambat 8

Seotembet

2OLT

(4lP

IIIAK

IIEDUA

berkewajiban mengunggah Laporan

Akhir,

Capaian

Hasil,

Poster,

Artikel llmiah

dan profrl pada SIMLITABMAS paling

lambat 31 Oktober

2O17 (baei penelitian

tahun

terakhir).

(4)

1.

2.

(5) Lap

oran

hasil

Penelitian

sebagaiman

tersebut

pada

ayat

(4)

harus

memenuhi

ketentuan

sebagai

berikut:

a.

Bentuk/ukuran

kertas A4;

b.

Di bawah bagian cover

ditulis:

Dibiayai oleh:

Direktorat

Riset dan Pengabdian Masyarakat

Direktorat

Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Sesuai dengan Kontrak Penelitian

Nomor: O42l I Kg I RM I 20 17

Pasal 8

Monitoring

dan Evaluasi

PIHAK

PERTAMA

dalam rangka

pengawasan

akan

melakukan

Monitoring danEvaluasi

internal

terhadap

kemajuan

pelaksanaan Penelitian

Tahun

Anggaran

2Ol7

rrri sebelum pelaksanaan

Monitoring dan

Evaluasi

eksternal oleh

Direktorat

Riset

dan

Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan

Riset dan

Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pasal 9

Penllaian

Luaran

Penilaian luaran

p enelitian

dilaku

kan

oleh Kemite

Penilai/Reuieuter Luaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apabila

dalam penilaian luaran

terdapat

luaran

tambahan

yang tidak

tercapai

maka

dana

tambahan yang sudah diterima oleh

peneliti

harus

disetorkan

kembali ke

kas

negara.

Pasal 1O

Perubahan Susunan

Tlm

Pelaksaaa

dan

Substansl Pelaksanaan

Perubahan terhadap susunan

tim

pelaksana dan substansi pelaksanaan Penelitian

ini

dapat dibenarkan

apa

bila telah

mendapat

persetujuan

tertulis dari

Direktur

Riset

dan

Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset

dan

Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pasal 11

Penggantl an Ketu a"Pelaksana

(1)

Apabila

PIIIAI(

IITDUA selaku

ketua p

elaksana tidak d

apat melaksa nakan Pe.nelitian

ini,

maka

PIIIAII

KEDUA

weiib

mengusulkan pengganti

ketua pelaksanayang

merupakan

salah satu anggota

tim

kepada

PIIIAK PERTAilA.

(2)

Apabila

PIIIAK

I(EDUA

tidak

dapat

melaksanakan

tugas

dan tidak

ada

pengganti

ketua

sebagaimana

dimaksud pada

ayat(l),

maka

PIIIAI(

NTDUA

han

s

mengembalikan

dana

penelitian kepada

PIIIAK

PTRTAMA

yang

selanjutnya disetor ke Kas Negara.

(3)

Bukti

setor

sebagaimana

dimaksud

pada

ayat

l2l

disimpan

oleh

PIHAII

PERTAUA.

(5)

Pasal 12

Sanksi

(1)

Apabila sampai

dengan

batas

waktu yang telah

ditetapkan

untuk

melaksanakan Penelitian

ini

telah

berakhir, narnun PIHAK KEDUA

belum

menyelesaikan tugasnya, terlambat mengirim laporan Kemajuan, dan/atau

terlambat mengirim laporan

akhir,

maka

PIHAII

KEDUA dikenakan

sanksi

administratif berupa penghentian

pembayaran

dan

tidak

dapat

mengajukan

proposal

penelitian

dalam

kurun waktu

dua

tahun berturut-turut.

(21

Apabila

PIIIAK

XEDUA

tidak

dapat

mencapai

target

luaran

sebagaimana

dimaksud dalam Pasal

5,

maka kekurangan capaian target

luaran

tersebut

akan dicatat

sebagai

hutang PIHAII I(EDUA

kepada

PIHAI(

PTRTAII,,A yang

apabila

tidak

dapat dilunasi

oleh

PIIIAI(

KEDUA,

akan

berdampak

pada

kesempatan

PIHAK

KEDUA

untuk

mendapatkan

pendanaan

penelitian

atau hibah

lainnya

yang dikelola oleh

PIHAII

PERTAMA.

Pasal 13

Pembatalan PerJanJian

(1)

Apabila dikemudian

hari

terhadap

judul

Penelitian

sebagaimana

dimaksud

dalam Pasal 1 ditemukan

adanya

duplikasi

dengan Penelitian

lain

dan/atau

ditemukan adanya ketidak

jujuran, itikad tidak

baik,

danlatau

perbuatan

yang

tidak

sesuai dengan kaidah ilmiah

d

ari

atau dilakukan

oleh PIHAK

KEDUA,

maka perjanjian

Penelitian

ini

dinyatakan batal dan PIHAI(

KTDUA

wajib

mengembalikan dana

penelitian

yang telah diterima kepada

PIHN(

PERTAMA yang selanjutnya akan disetor ke Kas Negara.

(21

Bukti

setor

sebagaimana dimaksud

pada

ayat

(1) disimpan oleh

PIHAK

PERTAMA

Pasal 14

PaJak-PaJak

Hal-hal dan/atau

segala sesuatu yang berkenaan dengan kewajiban

pajak

berupa

PPN

dan/atau

PPh menjadi tanggung

jawab PIHAK

I(.EDUA dan

harus

dibayarkan

oleh PIHAII IITDUA ke kantor

pelayanan

pajak

setempat sesuai

ketentuan

yang

berlaku.

Pasd

15

Peralataq dan/alat Hasll Penelltian

Hasil Pelaksanaan Penelitian

ini

yang berupa peralatan

dan/atau alat

yang dibeli

dari

pelaksanaan Penelitian

ini

adalah

milik

Negara yElng dapat

dihibahkan

kepada Universitas Gunadarma sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 16

Penyclesal,an Scagke

ta

Apabila terjadi perselisihan antara

PIIIAII PERTAMA

dan

PIIIAK

IIEDUA

dalam

pelaksanaan

perjanjian

ini

akan dilakukan

penyelesaian secara musyawaratr dan

(6)

mufakat, dan apabila

tidak

tercapai penyelesaian secara musyawarah dan mufakat maka penyelesaian

dilakukan

melalui proses hukum.

Pasal 17

Laln-lain

(1)

PIHAK KEDUA menjamin bahwa penelitian

dengan

judul

tersebut

di

atas

belum pernah dibiayai

dan/atau

diikutsertakan pada

Pendanaan Penelitian

lainnya,

baik yang

diselenggarakan oleh

instansi,

lembaga, perusahaan atau

yayasan, baik

di

dalam

maupun

di luar negeri.

(2) Segala sesuatu yang belum

cukup

diatur

dalam Perjanjian

ini

dan dipandang

perlu diatur lebih

lanjut

dan dilakukan

perubahan oleh PARA

PIHAK,

maka

perubahan-perubahannya

akan diatur

dalam

perjanjian

tambahan

atau

perubahan yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang

tidak

terpisahkan dari Perjanjian

ini.

Perjanjian ini

dibuat dan

ditandatangani oleh PARA PIHAK pada

hari

dan tanggal

tersebut

di

atas,

dibuat dalam rangkap

2

(dua)

dan bermeterai cukup

sesuai

dengan

ketentuan

yang berlaku, yang

masing-masing

mempunyai

kekuatan

hukum yang sama.

PIHAK KEDUA

.

Dr.

Ir.

Hotniar Siringoringo,

M.Sc

NIDN: O3O9116501 NIDN: 0303066601

engetahui

PIHAK PERTAMA

Msc., PhD NIDN: 01b5065701

(7)

571/Manajemen

USULAN

PENELITIAN PRODUK TERAPAN

STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA

DALAM MENCAPAI KEUNGGULAN BERSAING

DI KABUPATEN SEMARANG: PENDEKATAN

EFAS, IFAS, IE DAN BENCHMARKING

TIM PENGUSUL

Ketua : Dr. Komsi Koranti MM (0303066601) Anggota : Sriyanto SE., MM (0310026806)

UNIVERSITAS GUNADARMA Mei 2016

(8)
(9)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHANPENELITIAN HIBAH BERSAING ii

IDENTITAS DAN URAIAN UMUM iii

DAFTAR ISI v

RINGKASAN 1

BAB 1. PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang Penelitian 1

1.2 Tujuan Penelitian 3

1.3 Luaran Penelitian 4

1.4 Urgensi (Keutamaan) Penelitian 5

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pariwisata 6

2.1.1 Pengertian Pariwisata 6

2.1.2 Desa Wisata 6

2.1.3 Permasalahan Desa Wisata 7

2.1.4 Jenis Pariwisata 7

2.1.5 Penawaran Pariwisata 7

2.1.6 Pengembangan Pariwisata 7

2.1.7 Strategi Pengembangan 8

2.2 Penelitian Terdahulu 8

2.3 Road Map Penelitian 9

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data 10

3.2 Teknik penarikan sampel 10

3.3 Metode Analisis Data 10

3.4 Kegiatan pelaksanaan Penelitian

3.4.1 Kegiatan pelaksanaan Penelitian Tahun Pertama 11 3.4.2 Kegiatan pelaksanaan Penelitian Tahun Kedua 14 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya 16

4.2 Jadwal Penelitian 16

REFERENSI 16

LAMPIRAN

Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian 18 Lampiran 2. Dukungan Sarana dan Prasarana Penelitian 23 Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas 24 Lampiran 4. Biodata Ketua dan Anggota Tim Peneliti 25

(10)

1 RINGKASAN

Kabupaten Semarang merupakan daerah yang kaya akan objek wisata, dimana sebagian besar merupakan desa wisata. Pertumbuhan jumlah wisatawan empat tahun terakhir tidak stabil dan cenderung mengalami penurunan. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka perlu adanya penelitian ini, yang direncanakan dilakukan selama dua tahun secara berkesinambungan. Tujuan penelitian yang ingin dicapai pada tahun pertama adalah untuk penyusunan model strategi pengembangan yang tepat untuk desa wisata di Kabupaten Semarang. Selanjutnya tahun kedua akan dilakukan analisis terhadap perbedaan pada minat wisatawan, dengan implementasi model strategi pengembangan yang dihasilkan tahun pertama.

Penelitian ini direncanakan akan menghasilkan luaran berupa: Model strategi pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang, Publikasi ke seminar internasional dan nasional, jurnal Internasional, Pembuatan Buku dan HKI.

Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kualitatif. Matriks IFAS dan EFA digunakan untuk mengevaluasi faktor eksternal dan internal, sedangkan untuk mengetahui posisi desa wisata saat ini dan masa yang akan datang akan digunakan matriks I-E. Selanjutnya dalam untuk mengetahui keunggulan bersaing dari kompetitor, dilakukan analisis

Benchmarking. Hasil dari analisis tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan model strategi pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang. Analisis kuantitatif penelitian dilakukan dengan menggunakan Paired Sampel T-testdan T-test , untuk mengukur perbedaan minat wisatawan terkait dengan treatment yang dilakukan.

Data penelitian terdiri dari data primer maupun sekunder. Data dan informasi yang dibutuhkan, dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner untuk menggali informasi dari masyarakat dan para pihak yang berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata.Teknik penarikan sampel penelitian ini digunakan Area Sampling (Multistage Sample), yaitu dari wilayah Kabupaten Semarang kemudian dipilih secara acak desa wisata di Kecamatan Getasan sebagai tempat pengambilan sampel. Pada penelitian ini direncanakan jumlah sampel adalah 200 dengan 50 cadangan untuk mengantisipasi adanya kecenderungan kuesioner yang tidak kembali atau tidak valid.

Kata kunci : desa wisata, pengembangan, strategi

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Sektor pariwisata merupakan salah satu pilar ekonomi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sektor unggulan, pariwisata telah memberi dampak positif terhadap perolehan devisa dan penyediaan lapangan kerja. Pariwisata juga mampu memberikan multiplier efek terhadap perekonomian daerah berupa sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah, penciptaan kesempatan usaha dan lapangan kerja.

Desa Wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Kriteria desa wisata menurut Direktorat Jenderal pengembangan Destinasi Pariwisata (2011) adalah: 1) memiliki potensi pariwisata dan sudah dikunjungi wisatawan 2) Terdapat masyarakat miskin yang tinggal di desa tersebut 3) Sudah memiliki aktivitas kepariwisataan 4) Diprioritaskan desa telah memiliki Rencana

(11)

2 Pembangunan jangka menengah 5) Diprioritaskan desa telah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dari sektor lain.

Pengembangan desa wisata harus merupakan pengembangan yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi masyarakat. Undang– Undang Nomor 10 Tahun 2009 mengatur bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan.

Unsur penting dalam pengembangan desa wisata adalah keterlibatan masyarakat desa dalam setiap aspek wisata. Menurut Wearing (2002), keberhasilan pengembangan desa wisata tergantung pada tingkat penerimaan dan dukungan masyarakat lokal. Seharusnya masyarakat lokal berperan sebagai tuan rumah dan menjadi pelaku penting dalam pengembangan desa wisata mulai tahap perencanaan, pengawasan, dan implementasi. Masyarakat lokal mempunyai kedudukan yang sama penting sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata. Sedangkan penelitian Dabphet (2012) di kota Thailand menemukan dua kelompok utama pemangku kepentingan untuk pelaksanaan pembangunan pariwisata berkelanjutan yaitu ahli dan pemasok. Potensi ahli termasuk organisasi pariwisata, dewan lokal, departemen pemerintah, organisasi pariwisata berorientasi non-pemerintah. Pemasok terdiri dari komunitas lokal dan organisasi masyarakat lokal.

Partisipasi masyarakat merupakan komponen terpenting dalam upaya pertumbuhan kemandirian dan proses pemberdayaan. Ada dua hal penting menurut Timothy (1999) dalam melihat partisipasi masyarakat dalam pariwisata, yaitu 1. Dalam proses pengambilan keputusan, dan 2. Manfaat yang diterima masyarakat dari pembangunan pariwisata. Sehingga dalam pengambilan keputusan perlu dengan mengakomodasi keinginan dan tujuan masyarakat lokal dalam pembangunan serta kemampuannya dalam menyerap manfaat pariwisata. Sedangkan Pongponrat dan Jane (2012) menemukan bahwa partisipasi masyarakat sebagai strategi untuk pengembangan pariwisata lokal telah menjadi mekanisme penting untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan di Samui Island, Thailand. Faktor yang terkait dengan partisipasi masyarakat lokal adalah fase dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial sebagai penentu dalam berbagai tahap menjadi mekanisme penting untuk keberhasilan perencanaan kegiatan pariwisata lokal.

Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah yang kaya akan objek wisata baik wisata alam, wisata budaya dan peninggalan sejarah. Kabupaten Semarang mempunyai posisi yang menguntungkan, yaitu sebagai daerah penyangga (Hinterland) Ibu Kota Jawa Tengah

(12)

3 sehingga daerah tersebut dapat dikembangkan terutama pada sektor wisatanya menjadi sektor unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian daerah. Menurut keputusan bupati Semarang N0.556/0424/2015, bahwa pada tahun 2015 jenis obyek wisata terbanyak di wilayah kabupaten Semarang adalah desa wisata yang berjumlah 35 lokasi. Perkembangan kunjungan wisatawan akan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pariwisata. Tabel 1.2 menunjukkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Semarang berfluktuiasi dan cenderung menurun.

Tabel 1.2. Jumlah kunjungan Wisatawan ke kabupaten Semarang Tahun 2010 – 2013

Tahun Domestik Asing Total Pertumbuhan

2013 2012 2011 2010 1.362.777 1.276.228 1.170.079 1.186.292 3.683 3.622 4.071 4.826 1.366.460 1.279.850 1.174.150 1.191.118 6.767% 9.000% -1.425% - Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, 2015

Dengan demikian diperlukan strategi pengembangan terhadap pariwistata dalam mengatasi kondisi tersebut. Strategi pengembangan merupakan usaha terencana yang disusun secara sistematis yang dilakukan untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam usaha meningkatkan dan memperbaiki pariwisata, sehingga kelangsungan hidupnya dapat dinikmati oleh wisatawan nantinya dan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak

Kebijakan yang dijalankan pihak Pemerintah daerah dalam usaha pariwisata di kabupaten Semarang belum dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan demikian diperlukan strategi yang lebih tepat dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di kabupaten Semarang khususnya desa wisata, dimana strategi ini dijaring melalui persepsi wisatawan dan masyarakat lokal. Dengan harapan strategi tersebut mampu mengoptimalkan dan menjawab kebutuhan wisatawan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, disamping tetap mempertahankan keberlangsungan dalam pembangunan pariwisata.

1.2 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bersifat multi tahun dan dilakukan secara berkesinambungan. Tujuan khusus penelitian adalah :

1. Tahun Pertama:

a. Iidentifikasi aktivitas pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang

b. Analisis faktor eksternal dan faktor internal yang akan diantisipasi dalam pengembangan desa di Kabupaten Semarang, dengan pendekatan matriks IFAS

(Internal Factor Analysis summary), matriks EFAS (External Factor Analysis summary) danmatriks I-E (Internal-External).

(13)

4 c. Analisis keunggulan bersaing dengan Benchmarking desa wisata di Kabupaten

Semarang

d. Perumusan model strategi pengembangan yang tepat untuk desa wisata di Kabupaten Semarang

2. Tahun Kedua:

a. Implementasi model strategi pengembangan desa wisata yang dihasilkan pada penelitian tahun pertama

b. Identifikasi kontribusi model strategi pengembangan desa wisata terhadap potensi kunjungan wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Semarang

c. Analisis terhadap perbedaan yang terjadi antara sebelum dan sesudah dilakukan implementasi model strategi pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang

d. Analisis terhadap perbedaan yang terjadi antara desa wisata di Kabupaten Semarang yang dilakukan implementasi dengan yang tidak dilakukan implementasi

1.3 Luaran Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan menghasilkan luaran: 1. Tahun Pertama:

a. Model strategi pengembangan desa wisata di Kabupaten Semarang.

b. Pemakalah dalam seminar internasional ‘2nd International Conference on Tourism (2nd INTACT) Yogyakarta, Indonesia’

c. Publikasi hasil penelitian ke E-Jurnal ‘Agribisnis dan Agrowisata’ ISSN: 2301-6523 (draft)

d. Publikasi hasil penelitian ke jurnal Internasional ‘Journal of Tourism Management Perspectives-Elsevier’ (draft)

2. Tahun Kedua:

a. Publikasi hasil penelitian ke jurnal Internasional ‘Journal of Tourism Management Perspectives-Elsevier’ (submitted )

b. Publikasi hasil penelitian ke E-Jurnal ‘Agribisnis dan Agrowisata’ ISSN: 2301-6523 (submitted)

c. Pemakalah dalam seminar internasional ‘The 3rd Sebelas Maret Conference on Business, Economics and Social Sciences Surakarta, Indonesia’

d. Buku Populer ‘Pemetaan potensi desa wisata menggunakan pendekatan EFAS dan IFAS di Kabupaten Semarang’

e. Pembuatan HKI tentang Buku Populer ‘Pemetaan potensi desa wisata menggunakan pendekatan EFAS dan IFAS di Kabupaten Semarang’

(14)

5 1.4 Urgensi (Keutamaan) Penelitian

Keutamaan dari penelitian ini adalah:

1. Fakta menunjukkan bahwa kondisi persaingan bisnis pada saat ini semakin meningkat. Sektor industri yang tidak memiliki keunggulan kompetitif akan sulit bersaing, sehingga perlu dicari sektor lain yang potensial untuk mempertahankan perekonomian. Salah satu sektor alternatif adalah sektor pariwisata karena Indonesia memiliki potensi sumberdaya dan keindahan alam. Dengan demikian maka sektor pariwisata menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut.

2. Sampai dengan saat ini perkembangan jumlah wisatawan ke desa wisata di Kabupaten Semarang belum optimal. Hal ini terlihat dari data jumlah wisatawan yang tidak stabil dan cenderung mengalami penurunan. Selanjutnya perlu dievaluasi strategi yang telah digunakan, khususnya strategi dalam menarik minat wisatawan.

3. Untuk dapat bersaing dengan usaha sejenis, maka perlu identifikasi kondisi kinerja organisasi sehingga dapat mengadopsi best practice untuk meraih sasaran yang diinginkan. Melalui proses pengukuran secara berkesinambungan dan membandingkannya dengan obyek yang terbaik, akan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengiplementasikan peningkatan proses bisnis. Dengan demikian diperlukan

benchmarking desa wisata di Kabupaten Semarang, terhadap keunggulan bersaing dengan usaha sejenis. Selanjutnya perlu mengenali potensi desa wisata yang berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman. Dengan demikian maka akan diperoleh model strategi yang tepat dalam pengembangan desa wisata.

4. Dalam pengembangan desa wisata, masyarakat lokal mempunyai kedudukan yang sama penting sebagai pemangku kepentingan dengan pemerintah dan swasta. Partisipasi masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan harus dipertimbangkan. Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan, sehingga hasilnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tabel 1.2 Rencana Target Capaian Tahunan

No Jenis Luaran Indikator Capaian

TS1) TS+1 TS+2

1 Publikasi ilmiah 2) Internasional draft sub mitted Nasional Terakreditasi tidak ada tidak ada 2 Pemakalah dalam pertemuan ilmiah 3) Internasional sudah dilaksanakan sudah dilaksanakan

Nasional tidak ada tidak ada

3 Keynote Speaker dalam pertemuan ilmiah 4)

Internasional tidak ada tidak ada

Nasional tidak ada tidak ada

(15)

6 5 Hak Atas Kekayaan

Intelektual (HKI) 6)

Paten tidak ada tidak ada

Paten sederhana draft terdaftar

Hak Cipta tidak ada tidak ada

Merek dagang tidak ada tidak ada Rahasia dagang tidak ada tidak ada Desain Produk Industri tidak ada tidak ada Indikasi Geografis tidak ada tidak ada Perlindungan Varietas

Tanaman

tidak ada tidak ada

Perlindunagn Topografi Sirkuit Terpadu

tidak ada tidak ada

6 Teknologi Tepat Guna7) tidak ada tidak ada

7 Model/Purwarupa/Desain/Karya seni/ Rekayasa Sosial 8)

produk penerapan

8 Buku Ajar (ISBN) 9) tidak ada tidak ada

9 Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 10) tidak ada tidak ada BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pariwisata

2.1.1 Pengertian Pariwisata

Pariwisata telah menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat maju dan sebagian kecil masyarakat berkembang. Pariwisata merupakan fenomena pergerakan manusia, barang dan jasa yang sangat kompleks Damanik dan Weber (2006). Menurut Spillane (2002) pariwisata merupakan suatu perjalanan meninggalkan rumah yang dilakukan seseorang dalam waktu relatif singkat dengan uang yang dibelanjakan adalah uang dari rumah sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa pariwisata adalah perjalanan manusia ke daerah lain dalam waktu relatif singkat dengan tujuan perjalannnya bukan untuk mencari pendapatan.

2.1.2 Desa Wisata

Desa wisata didefinisikan secara beragam. Menurut Suyanti (2013) desa wisata adalah suatu bentuk lingkungan yang memiliki ciri khusus, baik alam maupun budaya yang sesuai dengan tuntutan wisatawan, di mana mereka dapat menikmati, mengenal, menghayati dan mempelajari kekhasan desa beserta segala daya tariknya. Desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. Pada kenyataannya tidak semua kegiatan pariwisata di desa adalah benar-benar bersifat desa wisata. Desa yang dikategorikan sebagai desa wisata adalah harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata tahun 2011. Kriteria tersebut adalah desa yang memiliki potensi pariwisata dan sudah dikunjungi wisatawan, terdapat masyarakat miskin, memiliki aktivitas kepariwisataan, diprioritaskan

(16)

7 telah memiliki Rencana Pembangunan jangka menengah dan diprioritaskan telah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dari sektor lain.

2.1.3 Permasalahan Desa Wisata

Pada pelaksanaanya terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh desa wisata. Pada Buku Pedoman Rintisan Model Desa Berdikari Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015, disebutkan bahwa permasalahan tersebut adalah: 1.Kurangnya integrasi pengembangan sebaran produk wisata, 2. Belum optimalnya pengelolaan dan inovasi atraksi wisata yang mengedepankan unsur budaya sebagai daya tarik utama, 3. Belum terintegrasinya koordinasi antara pemerintah dan stakeholder pariwisata dalam pengelolaan daya tarik wisata dan fasilitas pendukung, 4. Masih rendahnya respon masyarakat tentang keberadaan desa wisata. 2.1.4 Jenis Pariwisata

Terdapat berbagai jenis pariwisata ditinjau dari tujuan orang yang melakukan perjalanan wisata. Jenis-jenis pariwisata menurut Spillane (2002) adalah: Pleasure Tourism, Recreation Tourism, Cultural Tourism, Sports Tourism, Business Tourism dan Convention Tourism. 2.1.5 Penawaran Pariwisata

Aspek penawaran pariwisata menurut Spillane (2002) terdiri dari: 1.Proses Produksi Industri Pariwisata, 2.Pentingnya Tenaga Kerja dan Penyediaannya, 3.Pentingnya Infrastruktur, 4. Pentingnya Kredit. Mobilitas merupakan faktor yang sangat berpengaruh dan ditimbulkan oleh motivasi. Permintaan dalam kepariwisataan terdiri dari potential demand dan actual demand. Potential demand merupakan sejumlah orang yang berpotensi untuk melakukan perjalanan wisata. Sedangkan actual demand merupakan orang-orang yang sedang melakukan perjalanan wisata pada suatu daerah tujuan wisata tertentu (Yoeti, 2008).

2.1.6 Pengembangan Pariwisata

Terdapat isu strategis dalam pengembangan pariwisata bagi pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat lokal (Yoeti, 2008), antara lain:

1. Pentingnya dukungan peran serta dan inisiatif masyarakat. Peran aktif masyarakat untuk membantu menciptakan suasana lingkungan yang kondusif bagi terselenggaranya kegiatan wisata. Masyarakat diharapkan dapat menjadi tuan rumah (host) yang baik, serta aktif sebagai pelaku pariwisata yang simpatik (penyedia jasa sekaligus sebagai wisatawan).

2. Area keterlibatan masyarakat lokal. Aspek yang perlu diperhatikan pengembangan pariwisata (Yoeti, 2008) yaitu: 1) Wisatawan, yaitu karakteristik dari wisatawan, asal negara, usia, hobi, dan kapan melakukan perjalanan, 2) Transportasi, yaitu fasilitas transportasi yang tersedia untuk membawa wisatawan ke daerah tujuan wisata, 3) Atraksi/obyek wisata, apakah

(17)

8 obyek wisata dan atraksi yang akan dijual apakah dapat dilihat, apa yang dilakukan dan apa yang dapat dibeli, 4) Fasilitas pelayanan, 5) Informasi dan promosi.

Pengembangan pariwisata tidak lepas dari peran organisasi kepariwisataan pemerintah, seperti Dinas Pariwisata yang mempunyai tugas, wewenang serta kewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan aset negara yang berupa obyek wisata. Pengembangan desa wisata dilandasi oleh paradigma community-based tourism. Konsep pariwisata berbasis kerakyatan tersebut menekankan pada peningkatan peranserta masyarakat, terutama masyarakat sekitar. Masyarakat setempat sebagai tuan rumah yang mengetahui seluk beluk daerahnya, adalah sebagai pelaksana dalam pengembangan pariwisata. Selain itu masyarakat juga sebagai penerima manfaat dalam kepariwisataan.

Pengembangan desa wisata perlu melihat dari sisi prinsip keseimbangan lingkungan, budaya, serta keterpaduan diantara keduanya. Keterlibatan masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk menjaga terpeliharanya budaya lokal. Dengan demikian pengembangan desa wisata harus mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan dan kesehatan.

2.1.7 Strategi Pengembangan

Strategi merupakan rencana yang luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat (Yoeti, 2008).

Strategi pengembangan desa wisata disusun secara sistematis untuk mengembangkan potensi yang ada dalam usaha meningkatkan dan memperbaiki desa wisata, sehingga kelangsungan hidup desa wisata dapat dinikmati oleh wisatawan dan bermanfaat kepada semua pihak. Penyusunan strategi pengembangan desa wisata berfokus pada implementasi strategi, termasuk pengorganisasian dan pengendalian.

2.2. Penelitian Terdahulu

Krisnandhi (2010) meneliti tentang dampak sosial ekonomi dari pengembangan pariwisata di Candi Borobudur terhadap masyarakat lokal di sekitarnya. Penelitian juga menganalisis interaksi antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan terhadap pengembangan wisata tersebut. Data kualitatif diambil dari wawancara dengan penduduk dan narasumber, periode tahun 2008 dan 2009. Hasil penelitian mengindikasikan adanya persepsi positif dari masyarakat, tetapi sektor pariwisata belum banyak memberikan lapangan pekerjaan dan tambahan pendapatan. Pekerjaan yang diperoleh masih terbatas pada sektor informal dan pendapatan rumah tangga juga masih berada di bawah upah minimum regional. Penelitian ini masih bersifat makro, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam

(18)

9 terhadap salah satu desa, sehingga dapat diketahui lebih mendalam dampak pengembangan pariwisata di sekitar candi Borobudur.

Penelitian Egbali (2011) di Propinsi Semnan Iran, mendapatkan bahwa pengembangan wisata akan mendatangkan manfaat maupun kerugian. Meskipun dianggap hal kecil tetapi kerugian tersebut tidak boleh diabaikan. Dampak tersebut sebanding dengan faktor yang berbeda seperti pentingnya industri pariwisata lokal, potensi wisatawan dan kegiatan mereka, konsolidasi lokal lingkungan dan otoritas budaya dan adat istiadat setempat. Pengembangan pariwisata perlu alokasi biaya dan sejalan juga dengan resiko terhadap lingkungan desa. Penelitian yang sejalan dengan Egbali adalah penelitian desa wisata di Thailand oleh Rattanasuwongchai (2011). Wisata berbasis desa memberikan keuntungan secara ekonomi dan berbagai keuntungan lainnya. Dampak negatif dari wisata yaitu pembangunan hotel, resort, dan travel agent besar adalah milik orang asing. Demikian juga karyawan, makanan dan minuman biasanya diperoleh dari luar desa. Penduduk lokal hanya bekerja pada level bawah. Kerusakan lingkungan juga terjadi bila wisatawan datang dalam jumlah besar. Sedangkan dampak sosial budaya adalah berupa adopsi pola hidup wisatawan maupun terjadinya urbanisasi untuk bisa mendapat pekerjaan dan uang. Sedangkan dampak positifnya adalah dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur fisik desa. Namun demikian, pembangunan infrastruktur dan fasilitas harus dibangun dengan design dan jumlah yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan penduduk lokal. Selain itu, penting adanya zonasi manajemen dalam pembangunan pariwisata oleh pemerintah lokal, pengusaha swasta, penduduk lokal, dan wisatawan.

2.3 Road Map Penelitian

Tabel 1.3 Road Map Penelitian

BAB 3. METODE PENELITIAN

2012 2014 2015 2016

Daya Saing Daerah Tujuan Wisata (Studi Kasus Rendahnya Daya Saing Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi (Riyadi Slamet dkk) Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Kajian Ekosistem Mangrove Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu (Cahya Aditya Putra dkk) Analisa Pengaruh Penggunaan Benchmarking Terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja perusahaan (Michael Paulus) Optimasi Pengembangan Kawasan Wisata Di Semarang Dengan Menggunakan Metodeanalytical Hierarchy Process, Analisis Swot dan Multi-Attribute Utility Theory (Susanty Aries, dkk) Strategi Pengembangan wisata Artikel jurnal Model strategi pengembangan ekowisata Artikel jurnal Model keunggulan bersaing Perusahaan Strategi keunggulan bersaing dengan benchmarking

Artikel jurnal Artikel jurnal

Strategi Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Semarang: pendekatan EFAS,IFAS,IE dan Benchmarking (Komsi Koranti, Sriyanto) 2017 Artikel jurnal Model Strategi Pengembangan desa wisata

(19)

10 3. 1. Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode kualitatif yang dipergunakan adalah observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner untuk menggali informasi dari masyarakat dan pihak yang berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Semarang, khususnya di kecamatan Getasan yang meliputi empat lokasi wisata yaitu desa wisata Tanon, Telomoyo, Kopeng dan Nogosaren. Data yang diperlukan dalam penelitian terdiri dari data primer dan sekunder, baik berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Data primer didapatkan dengan observasi lapangan, wawancara dengan informan dan data hasil pengisian kuesioner dari wisatawan. Data sekunder didapatkan dari berbagai sumber yang telah terbit sebelumnya, yaitu berupa profil desa dari institusi pemerintah, penelitian terdahulu dan data-data statistik.

Observasi lapangan dilakukan secara langsung untuk meningkatkan pemahaman terhadap

setting penelitian dari aspek geografis dan sosial budaya daerah penelitian. Observasi dilakukan melalui penyusuran desa didampingi masyarakat lokal sebagai pemandu. Untuk memperoleh data dengan akurat, dilakukan wawancara secara informal dalam observasi. Wawancara dilakukan terhadap informan dengan menggunakan panduan pertanyaan. Pemilihan informan digunakan pendekatan purposive sample, yaitu dengan pemilihan pihak yang dianggap mampu memberikan data yang diperlukan. Informan penelitian terdiri dari:1) pihak Pemerintah (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bupati, Camat); 2) masyarakat lokal (tokoh masyarakat, aparat desa, pelaku pariwisata); 3) wisatawan.

Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam pengumpulan data terhadap wisatawan, yaitu untuk mengetahui persepsi mereka terhadap keberadaan desa wisata. Selanjutnya perlu dilakukan crosscheking terhadap data yang terkumpul dihadapan informan agar data yang diperoleh merupakan data valid dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

3.2 Teknik penarikan sampel

Teknik penarikan sampel penelitian ini digunakan Area Sampling. Pengelompokan sampel ditentukan oleh letak geografis atau administratif, yaitu dari wilayah kabupaten Semarang kemudian dipilih secara acak kecamatan Getasan sebagai tempat pengambilan sampel.

Penentuan jumlah sampel penelitian berdasarkan Gervitz (2004), jika populasi sekitar 5000 maka ukuran sampel sebaiknya antara100-500. Mengingat populasi wisatawan di kecamatan Getasan adalah kurang dari 5000, maka direncanakan jumlah sampel penelitian adalah 200 dan 50 cadangan untuk antisipasi kuesioner yang tidak kembali atau tidak valid.

(20)

11 Metode analisis data bertujuan untuk menyerderhanakan data yang terkumpul, menyajikan secara sistematik, mengolah, menafsirkan, dan memaknai data tersebut. Analisis data merupakan upaya pemecahan permasalahan penelitian untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yang diteliti.

Permasalahan dalam penelitian ini akan dianalisis secara:

1. Analisis deskriptif kualitatif. Analisis internal dilakukan untuk mendapatkan faktor kekuatan yang akan digunakan dan faktor kelemahan yang akan diantisipasi, menggunakan matriks IFAS. Sedangkan analisis eksternal dilakukan untuk mengembangkan faktor peluang yang kiranya dapat dimanfaatkan dan faktor ancaman yang perlu dihindari, menggunakan matriks EFAS. Berdasarkan data dari matriks IFAS dan EFAS, maka Matriks I-E digunakan untuk mengetahui posisi desa wisata saat ini dan masa yang akan datang, kemudian ditentukan strategi yang akan digunakan untuk memperbaiki kinerja demi mencapai tujuan. Selanjutnya dilakukan Benchmarking untuk menganalisis keunggulan bersaing dari kompetitor. Ketiga metode analisis tersebut digunakan dalam penelitian untuk merancang strategi pengembangan desa wisata, sehingga diharapkan akan dapat memecahkan permasalahan yang akan diteliti.

2. Analisis kuantitatif, yaitu berupa Paired Sampel T-testdan T-test Independent

Paired Sampel T-test digunakan untuk membandingkan rata-rata dua set data yang saling berpasangan, yaitu antara minat wisatawan sebelum dan sesudah treatment pada desa-desa wisata di kecamatan Getasan. Sedangkan T-test Independent digunakan untuk mengukur perbedaan minat wisatawan desa wisata di kecamatan Getasan (desa wisata Tanon, Telomoyo, Kopeng dan Nogosaren) yang dilakukan treatment dengan desa wisata di kabupaten Semarang yang tidak dilakukan treatment.

3.4. Kegiatan pelaksanaan Penelitian

3.4.1 Kegiatan pelaksanaan Penelitian Tahun Pertama

a. Identifikasi aktivitas yang telah dilakukan dalam pengembangan desa wisata

Data dan informasi yang dibutuhkan, dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan dan data hasil pengisian kuesioner dari wisatawan. Wawancara dilakukan terhadap beberapa informan yang terpilih, yaitu sesuai dengan kriteria Spradley (1992): 1) cukup lama dan intensif dengan informasi yang diberikan, 2) masih terlibat penuh dengan kegiatan yang diinformasikan, 3) mempunyai cukup waktu untuk memberikan informasi, 4) tidak direkayasa dalam memberikan informasi dan 5) mereka siap memberikan informasi.

(21)

12 1. Analisis Internal

Analisis internal dilakukan untuk mendapatkan faktor kekuatan yang akan digunakan dan faktor kelemahan yang akan diantisipasi. Untuk mengevaluasi faktor tersebut digunakan matriks IFAS.

Tabel 3.1 Matriks IFAS Faktor-faktor

Strategi internal

Bobot Rating Bobot x Rating (nilai terbobot) Komentar Kekuatan : Kelemahan : TOTAL 1.00 Sumber: Rangkuti 2008 2. Analisis Eksternal

Analisis eksternal dilakukan untuk mengembangkan faktor peluang yang kiranya dapat dimanfaatkan dan faktor ancaman yang perlu dihindari. Faktor lingkungan eksternal terdiri dari: lingkungan makro (politik, ekonomi, sosial budaya, dan teknologi) dan lingkungan mikro (lingkungan usaha, distribusi, infrastruktur, sumber daya manusia). Hasil analisis eksternal dilanjutkan dengan evaluasi guna mengetahui apakah strategi yang dipakai selama ini memberikan respon terhadap peluang dan ancaman yang ada.

Tabel 3.2 matriks EFAS Faktor-faktor

Strategi eksternal

Bobot Rating Bobot x Rating (nilai terbobot) Komentar Peluang : Ancaman : TOTAL 1.00 Sumber: Rangkuti 2008

Dalam menentukan bobot dari faktor sukses kunci pembobotan lingkungan digunakan metode Delphi. Metode Delphi adalah metode dengan meminta pendapat ahli yang berkompeten dalam memberi bobot mengenai variabel strategis sebagai penentu keberhasilan usaha, yang digunakan sebagai peramal masa depan, dan meminimalkan aspek yang tidak diinginkan. Skala pembobotan terdiri: sangat penting (4), penting (3), kurang penting (2), tidak penting (1).

3. Matriks Internal Eksternal (I-E)

Matriks I-E digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan saat ini dan masa yang akan datang, kemudian ditentukan strategi yang akan digunakan untuk memperbaiki kinerja demi mencapai tujuan yang diinginkan. Matriks IE memposisikan berbagai divisi organisasi dalam tampilan sembilan sel.

(22)

13 Gambar 4.1 Matriks IE Sebagai Model Strategi Korporat

Sumber : Rangkuti (2008) & David (2011) Strategi utama dari Kesembilan sel tersebut yaitu:

1. Growth Strategy, merupakan pertumbuhan perusahaan itu sendiri (sel 1,2, dan 5) atau upaya diversifikasi (sel 7 dan 8).

2. Stability Strategy adalah strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang telah ditetapkan (sel 4).

3. Retrenchment Strategy (sel 3, 6 dan 9) adalah usaha memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.

4. Analisis Benchmarking

Benchmarking digunakan untuk menganalisis terhadap keunggulan bersaing kepariwisataan di kecamatan Getasan, khususnya desa wisata Tanon dibandingkan dengan obyek wisata sejenis yang terbaik di kawasan kabupaten Semarang. Benchmarking

merupakan proses pengukuran secara berkesinambungan dan membandingkan dengan perusahaan yang terbaik di proses bisnis tersebut, untuk mendapatkan informasi yang dapat membantu perusahaan untuk peningkatan proses bisnis (Andersen, 1996). Variabel yang digunakan dalam Benchmarking adalah:

1. Penggunaan Benchmarking, terdiri dari Indikator Empirik: Plan, Search, Observe, Analyze, Adapt

2. Keunggulan Bersaing, terdiri dari Indikator Empirik: Harga, Kualitas, Delivery dependability, Inovasi Produk

C. Penyusunan strategi pengembangan desa wisata

Praktik banchmarking berlangsung secara sistematis dan terpadu dengan praktik manajemen lainnya. Pada penelitian ini benchmarking direncanakan akan dipadukan dengan matriks EFAS, IFAS dan I-E. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai acuan untuk penyususuan strategi pengembangan desa wisata yang tepat. Dengan demikian

(23)

14 diharapkan bisa meningkatkan minat wisatawan dan investor ke desa wisata di kecamatan Getasan, khususnya desa wisata Tanon.

3.4.2. Kegiatan pelaksanaan Penelitian Tahun Kedua a. Implementasi strategi pengembangan desa wisata

Sebelum implementasi dilakukan, terlebih dulu dilakukan diskusi untuk menyamakan persepsi dengan pihak pengelola dan stakeholder (tokoh desa, tokoh agama dan kelompok sadar wisata) desa wisata di kecamatan Getasan. Selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang strategi pengembangan desa wisata yang telah disepakati. Tahap berikutnya adalah melakukan implementasi model pengembangan desa wisata terhadap masing masing desa wisata di kecamatan Getasan, yaitu Tanon,Telomoyo, Kopeng dan Nogosaren.

b. Identifikasi kontribusi strategi pengembangan desa wisata

Setelah model pengembangan desa wisata diimplementasikan, maka akan dilakukan observasi sejauh mana kontribusinya terhadap minat wisatawan. Tolok ukur dari minat wisatawan tersebut adalah berdasarkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata yang bersangkutan. Pengamatan akan dilakukan setiap hari, selama delapan minggu. c. Analisis terhadap perbedaan yang terjadi pada kodisi sebelum dan sesudah

dilakukan implementasi strategi pengembangan desa wisata

Untuk mengetahui apakah strategi pengembangan desa wisata yang diimplementasikan tersebut sudah tepat, maka perlu dilakukan dengan membandingkan capaiannya. Capaian yang diukur adalah jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa wisata kecamatan Getasan, baik sebelum dan sesudah implementasi dilakukan.

Alat analisis yang akan digunakan dalam penelitian tahun kedua ini adalah: 1. T-test dependent atau Paired Sampel T-test.

Paired Sampel T-test digunakan untuk membandingkan rata-rata dua set data yang saling berpasangan (Walpole, 1995). Dalam penelitian ini dua set data adalah minat wisatawan sebelum dan sesudah dilakukan treatment pada desa wisata di kecamatan Getasan. Taraf kepercayaan ddigunakan 95%. Rumus Paired Sampel T-test adalah:

2. T-test Independent atau Independent sample t-test

T-test Independent bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang tidak saling berpasangan atau untuk dua subjek sampel yang berbeda. Dalam penelitian ini

(24)

T-15

test Independent digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan minat wisatawan desa wisata di kecamatan Getasan yang dilakukan treatment dengan desa wisata di kabupaten Semarang yang tidak dilakukan treatment. Sebelum dilakukan uji T-test Independent, dilakukan uji homogenitas varian berikut :

Data dinyatakan memiliki varian yang sama bila F-Hitung < F-Tabel, dan sebaliknya, varian tidak sama bila F-Hitung > F-Tabel. Bentuk varian akan berpengaruh pada nilai standar error. Uji t untuk varian yang sama digunakan rumus berikut:

Uji t untuk varian yang berbeda digunakan rumus Separated Varians :

TAHUN 1 Pemetaan Potensi desa

wisata wawancarake informan Analisis Benchmarking Analisis EFAS,IFAS,IE Penyebaran kuesioner Perkembangan jumlah wisatawan cenderung menurun Belum terintegrasi dengan obyek wisata sekitar

Permasalahan Penyelesaian

Sosialisasi model strategi (hasil tahun 1)

Identifikasi perbedaan jumlah wisatawan

Analisis Uji Dependent dan Uji Independent hasil implementasi

Penyusunan model strategi pengembangan desa wisata

Mengadopsi best practice dari obyek wisata sejenis yang terbaik Strategi Pengembangan Desa Wisata Dalam Mencapai Keunggulan Bersaing Di Kabupaten Semarang: Pendekatan EFAS, IFAS, IE dan Benchmarking TAHUN 2 Penetapan model strategi pengembangan desa wisata

Implementasi model strategi Keterbatasan model strategi yang digunakan Luaran seminar Buku Laporan popule HKI Publikasi Jurnal internasional

Gambar.3.1 Bagan Alir Penelitian Menggali potensi desa wisata

Jurnal nasional

(25)

16 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya yang Diajukan Setiap Tahun

No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan (Rp)

Tahun 1 Tahun 2 1 Honorarium untuk pelaksana, petugas laboratorium,

pengumpul data, pengolah data, penganalisis data, honor operator, dan honor pembuat sistem (maksimum 30% dan dibayarkan sesuai ketentuan)

22330000 21580000

2 Pembelian bahan habis pakai untuk ATK, fotocopy, surat menyurat, penyusunan laporan, cetak, penjilidan laporan, publikasi, pulsa, internet, bahan laboratorium, langganan jurnal (maksimum 60%)

24816265 22407303

3 Perjalanan untuk biaya survei/sampling data,Seminar /workshop DN-LN, biaya akomodasi- konsumsi, perdiem/lumpsum, transport (maksimum 40%)

20704000 23304000

4 Sewa untuk peralatan/mesin/ruang laboratorium, kendaraan, kebun percobaan, peralatan penunjang penelitian lainnya (maksimum 40%)

7100000 7300000

Jumlah 74950265 74591303

4.2 Jadwal Penelitian Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan

No Kegiatan Tahun 1 Tahun 2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Identifikasi aktivitas pemasaran

2 Pengambilan data melalui kuesioner

3 Analisis EFAS,IFAS,IE

4 Analisis Benchmarking

6 Input Data dan Pengolahan Data

7 Interpretasi Hasil Olah Data

8 Penulisan Laporan tahun1

9 Publikasi dan Diseminasi hasil tahun 1

10 Implementasi hasil penelitian tahun 1

11 Sosialisasi hasil penelitian tahun 1

12 Pengambilan data kunjungan wisatawan

13 Input Data dan Pengolahan Data

14 Uji Beda

15 Analisa Hasil Olah Data

17 Penulisan Laporan tahun 2

18 Publikasi dan Diseminasi hasil tahun 2

REFERENSI

Andersen, B. dan Pettersen, P. 1996. The Benchmarking Handbook. Chapman and Hall, London.

Cahya, A.P., Anggoro S. dan Kismartini. 2015. “Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Kajian Ekosistem Mangrove Di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu”. Jurnal Saintek Perikanan Vol.10 No.2. Februari 2015. hal : 91-97.

Dabphet, S. 2012. “The Key Stakeholders In The Implementation Of Sustainable Tourism Development In Two Rural Towns Of Thailand”. http://www.ijbts-journal.com/images/main_1366796758/0029-Siripen.pdf

(26)

17 Damanik, J. dan Weber, H. 2006. Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi. PUSPAR

UGM dan Andi, Yogyakarta.

David, Fred R. 2011. Manajemen Strategis. Edisi 12. Salemba Empat, Jakarta.

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang 2015.Visitor Guide Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Semarang.

Direktorat Jenderal pengembangan Destinasi Pariwisata. 2011. Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Jakarta.

Egbali, N.,Bakhshandea A.N. and khalil S.A.P. 2011. “Effects of positive and negative rural tourism (case study: Rural Semnan Province)”.Journal of Geography and Regional Planning Vol. 4(2), pp. 63-76, February 2011

Gervitz, C.D. 2004. Developing New Product with TQM. McGraw Hill. New York. http://www.sukamelancong.com/2016_01_01_archive.html) download 20 Februari 2016. Krisnandhi, K.D.R. 2010. Socio-Economic Impact of Tourism on a World Heritge Site: Case

Study of Rural Borobudur, Indonesia. Disertasi Nagoya University

Paulus, M. dan Devie. 2014. “Analisa Pengaruh Penggunaan Benchmarking Terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan”. Business Accounting Review, Vol. 1, No.2, 2013:39-49.

Pongponrat, K. and Jane, N.C. 2012. “Mechanism Of Social Capital In Community Tourism Participatory Planning In Samui Island, Thailand; Tourismos: An International Multidisciplinary”. Journal Of Tourism Volume 7, Number 1, Spring-Summer 2012, Pp. 339-349

Rangkuti, F. 2008. Analisa SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Rattanasuwongchai, N. 2011. Rural Tourism the Impact on Rural Communities in Thailand, Department of Career Sciences, Kasetsart University, Bangkok, Thailand, 1998-2014, FFTC publication, Taiwan

Riyadi, S., Djumilah, H., Djumahir, Luchman H. 2012. “Daya Saing Daerah Tujuan Wisata (Studi Kasus Rendahnya Daya Saing Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi)”,

Jurnal Aplikasi Manajemen, Volume 10, Nomor 3, September 2012. Hal. 520-531

Spillane, J.J. 2002. Pariwisata Indonesia: Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan,

Kanisius, Yogyakarta.

Spradley, J.P. 1992. Metode Ethnografi. Edisi Alih Bahasa. Tiara Wacana, Yogyakarta. Susanty, A., Susatyo, N., Adyan. “Optimasi Pengembangan Kawasan Wisata Di Semarang

Dengan Menggunakan Metodeanalytical Hierarchy Process, Analisis Swot, Dan Multi-Attribute Utility Theory”. Jurnal Teknik Industri, Vol. X, No. 2, Mei 2015. Hal 77-84

Suyanti, D.W.. 2013. “Potensi Desa Melalui Pariwisata Pedesaan”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 1, No 12, Januari 2013: 33-36.

Timothy, D. J. 1999. “Participatory Planning a View of Tourism in Indonesia”.Annals of Research, Vol 26, No.2.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Walpole, R.E. 1995. Pengantar Statistika. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wearing, S. L., & McDonald, M. (2002). “The development of community-based tourism: Re-thinking the relationship between tour operators and development agents as intermediaries in rural and isolated area communities”. Journal of Sustainable Tourism, 10(3), 191-206.

Yoeti, Oka A., 2008. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

________, 2016, Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Perguruan Tinggi Edisi X, Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Indonesia

(27)

18

LAMPIRAN- LAMPIRAN

Lampiran 1. Justifikasi Anggaran

1. Honor

Honor Honor / Jam (Rp)

Waktu (jam/ minggu) Minggu Honor per tahun (Rp) Tahun 1 Tahun 2 Ketua Peneliti 30000 10 32 9600000 10980000 Anggota 25000 10 32 8000000 9000000

Pengambilan data dari kuesioner (Rp.6000 / responden ( 250 paket responden)

6000 - 250 1500000 0

Pengolahan Data hasil kuesioner (675000 / paket (untuk 2 paket)

675000 - 2 1350000 0

Pengolahan Data hasil penelitian tahun 2 800000 /paket (untuk 2 paket) 0 1 0 1600000 SUB TOTAL (Rp) 20450000 21580000

2. Pembelian bahan habis pakai

Material Justifikasi Pembelian Kuantitas Harga satuan Harga Peralatan Penunjang (Rp) (Rp) Tahun 1 Tahun 2

Penggandaan Kuesioner Biaya fotocopy untuk kuesioner

250 2500 625000 0

Souvenir untuk responden Biaya pembelian souvenir untuk responden(220 paket)

220 33500 7370000 0

Souvenir untuk informan Biaya pembelian souvenir untuk informan(12 paket)

12 150000 1800000 900000

Tinta printer Black

Tinta printer untuk pembuatan laporan

2 450000 900000 900000

(28)

19

pembuatan laporan

ATK Untuk keperluan

administrasi penelitian (1 paket)

1 640000 640000 500000

Materai Biaya pembelian

materai untuk dokumentasi biaya (20 buah)

20 6000 120000 120000

Kertas HVS Kertas HVS untuk

mencetak laporan penelitian

3 50000 150000 150000

Pembuatan X-banner Biaya untuk

pembuatan x-banner untuk diseminasi (1 paket) 1 500000 500000 500000 Proceeding seminar di

Bandung Biaya pembelian

proceeding seminar di Solo 2 500000 1000000 0 Seminar Internasional di Bandung Pembayaran registrasi seminar internasional di Solo 2 2500000 5000000 0 Proceeding seminar di Yogya Biaya pembelian proceeding seminar di Solo 2 500000 0 1000000 Seminar Internasional di Yogya Pembayaran registrasi seminar internasional di Solo 2 2500000 0 5000000 Perbanyakan output ' Buku Populer'

Biaya cetak dan softcover buku

6 250000 0 1500000

Biaya proofreading jurnal internasional (sub mitted dan reviewed) Biaya untuk proofreading artikel jurnal internasional (sub mitted dan reviewed) 1 4500000 0 4500000

(29)

20

Pendaftaran HKI Biaya Pendaftaran

dan transportasi (pp) 1 1500000 0 1500000 Persiapan Pembuatan laporan Penelitian Biaya penggandaan laporan akhir penelitian 5 eksemplar 5 50000 250000 250000

Pajak Penelitian Pajak PPH dan

PPN 1 Paket= 10.45%) 1 7576250 7576250 7057303 SUB TOTAL (Rp) 26461250 24407303

3. Perjalanan

Material Justifikasi perjalanan Kuantitas Harga Satuan Biaya per tahun (Rp) (Rp) Tahun 1 Tahun 2 Perjalanan ke bandara

Soeta tahun 1A (pp) Biaya transportasi lokal (survey awal ) (PP) 2 140000 280000 0 Perjalanan Jakarta- semarang tahun 1A (PP) Pembelian Tiket pesawat (survey awal ) (PP) (2 tiket) 2 750000 1500000 0 Perjalanan ke bandara

Soeta tahun 1B (pp) Biaya transportasi lokal (untuk Wawancara ke informan) 2 140000 280000 0 Perjalanan Jakarta- semarang tahun 1B (PP) Pembelian Tiket pesawat (untuk Wawancara ke informan) (PP) (2 tiket) 2 750000 1500000 0 Perjalanan Jakarta-Bandung (PP)

Sewa mobil (untuk Seminar internasional) 2 750000 1500000 0 Penginapan di lokasi penelitian tahun 1A Harga sewa penginapan/ hari (untuk survei awal)(2hari x 2orang) 4 850000 3400000 0

Uang harian di lokasi penelitian tahun 1A Uang harian di lokasi penelitian/hari (survei awal ) (2 hari x 2 orang) 4 45000 180000 0

(30)

21

Penginapan di lokasi

penelitian tahun 1B Harga sewa

penginapan/ hari (untuk wawancara ke informan) (2kamar selama 2 hari) 4 300000 1200000 0

Uang harian di lokasi penelitian tahun 1B Jumlah uang harian di lokasi penelitian/hari (untuk melakukan tahapan bencmarking) (4 hari x 2 orang=8) 8 45000 360000 0 Lunsum untuk

penelusuran data sekunder

Biaya lunsum untuk menelusuri data skunder ke instansi terkait (dinas pariwisata, kecamatan dan desa) 2 paket 2 775000 1550000 0 Lunsum diskusi pembuatan Kuesioner Biaya lunsum untuk persiapan pembuatan kuesioner 1 500000 500000 0

Lunsum untuk wawancara

Biaya lunsum untuk wawancara kepada informan 12 paket 12 70000 840000 0 Lunsum Pembuatan laporan Penelitian akhir (tahun 1) Biaya lunsum persiapan Pembuatan laporan Penelitian akhir 2 paket 2 500000 1000000 0 Lunsum diskusi pembuatan artikel-seminar internasional di Bandung Biaya lunsum untuk persiapan pembuatan artikel seminar di Bandung 2 paket 2 400000 800000 0 Lunsum diskusi pembuatan artikel-jurnal

internasional Biaya lunsum

untuk persiapan pembuatan artikel seminar di Jakarta 2 paket

(31)

22 Lunsum diskusi pembuatan artikel-jurnal nasional Biaya lunsum untuk persiapan pembuatan Buku populer 2 paket 2 450000 900000 0 Perjalanan Jakarta-

semarang tahun 2A (PP) Biaya lunsum untuk persiapan Tiket tahun 1) (PP) (implementasi hasil tahun 1) (PP) 2 2182000 0 4364000 Perjalanan ke bandara Soeta tahun 2A (PP) Biaya transportasi lokal (implementasi tahun 1) (PP) (implementasi hasil tahun 1) (PP) 2 140000 0 280000 Perjalanan Jakarta- semarang tahun 2B (PP) Tiket pesawat (implementasi hasil penelitian tahun 1) (PP) 2 2182000 0 4364000 Perjalanan ke bandara Soeta tahun 2B (pp) Biaya transportasi lokal (survey perbedaan jumlah wisatawan) (PP) 2 140000 0 280000 Perjalanan Jakarta- Yogyakarta (PP) Tiket pesawat (Seminar internasional) 2 2268000 0 4536000 Perjalanan bandara Yogya-ke penginapan (PP ) Biaya transportasi lokal 2 90000 0 180000 Penginapan kegiatan seminar internasional Yogya Harga sewa penginapan di Yogya / hari 2 810000 0 1620000

Uang harian di lokasi penelitian tahun 2A Jumlah uang harian di lokasi penelitian/hari (implementasi hasil penelitian tahun 1) 4 100000 0 0

Gambar

Tabel 1.2. Jumlah kunjungan Wisatawan ke kabupaten Semarang Tahun 2010 – 2013
Tabel 1.2 Rencana Target Capaian Tahunan
Tabel 1.3  Road Map Penelitian
Tabel 3.1 Matriks IFAS  Faktor-faktor
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan paparan dan analisis data tentang pemahaman masyarakat terhadap ikrar talak di luar pengadilan agama di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input tenaga kerja dalam rumah tangga untuk produksi padi di kedua daerah penelitian sama-sama dipengaruhi secara nyata oleh variabel

Skripsi yang berjudul: Pemilihan Media Pembelajaran Matematika Oleh Guru Kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Banjar Sungai Lulut.. Febrianawati

Ekstrak metanol daun kersen tidak memiliki perbedaan yang nyata (P &gt; 0,05) dengan larutan iodips dan dekok daun kersen sebagai pembanding, sehingga ekstrak metanol daun

Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah konselor dapat mengintegrasikan musik sebagai salah satu bentuk seni kreatif dalam layanan konseling.. Musik dapat mengungkapkan

Implementasi tahun ke-2 proyek PHK-PKPD Fakultas Kedokteran UMI resminya dimulai bulan Januari 2012 tetapi karena masalah revisi TOR yang baru mulai dilakukan pada bulan

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dana pihak ketiga, inflasi, modal bank dan suku bunga dasar kredit terhadap penyaluran kredit.. Empat bank

menggunakan bahasa yang santun kepada orang lain secara lisan dan tulisan Ungkapan tolong maaf dan terima kasih Ungkapan tolong, maaf dan terima kasih Menganalisis