PERLINDUNGAN HUKUM PEMEGANG SERTIPIKAT HAK ATAS TANAH SEBAGAI BUKTI KEPEMILIKAN TANAH (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Blitar Nomor 70/Pdt.G/2016/PN. Blt)
Teks penuh
Dokumen terkait
” Peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar menukar, hibah, pemasukan harta ke perusahaan dan perbuatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan pembebanan Hak Tanggungan terhadap tanah yang sedang dalam proses peralihan kepemilikan dalam kasus pada
1) Peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melaui jual- beli, tukar menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan, dan perbuatan hukum
Kekuatan hukum sertipikat hak atas tanah berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat atas pemegang sebidang tanah, akan tetapi sertifikat tanah itu bukanlah merupakan alat bukti
Kekuatan hukum sertifikat hak milik atas tanah yang dibuat berdasarkan putusan pengadilan dalam hal transaksi jual beli yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah sama
Bukti kepemilikan Hak milik yang dimiliki oleh Tergugat IV dapat menajadi alat bukti yang kuat sepanjang Alat bukti sertifikat hak atas tanah tidak ada yang menyanggah
” Peralihan hak atas tanah dan Hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan dan perbuatan hukum dalam pemindahan
Perjanjian jual beli hak atas tanah dengan sertifikat hak milik yang dibuat para pihak tanpa campur tangan pejabat umum yang berwenang, sebaiknya dilakukan oleh dan di hadapan pejabat