Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 74
PENGARUH PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KABUPATEN PIDIE
Rusydi1, Abubakar Hamzah2, Sofyan Syahnur3 1)
Magister ilmu Ekonomi Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala Banda aceh 2,3)
Fakultas
EkonomiUniversitas Syiah KualaAbstract: The purpose of this study was to determine the influence of the Family Hope Program
(PKH) for Improving the Quality of Human Resources in Pidie district. The sample in this study were selected very poor households that receive assistance Indrajaya Sub District, Mutiara Timur Sub District and Pidie Sub district. Sampling was done randomly by using the "stratisfield random sampling" as much as 10 percent of the 1498 total population in the three sub districts with a sample of 150 respondents. The results showed PKH aid given to improve the quality of human resources in Pidie district is PKH able to explain / influence index of the quality of human resources in Pidie District of 84.90 percent and the remaining 15.10 percent is influenced by other variables outside the model this research. Further examination is proof variable indices assistance programs and health education to the quality of human resources in Pidie District with partial test. In this case use the t-test on the same level of confidence (Convidence Interval 95%). For variable assistance and health education respectively - each successively obtained t-hit at 9.035 and 2.331 greater than t-table is 1.96, meaning that the variable assistance and health education is partially significant effect on the index of quality of human resources in Pidie district. The provision of assistance should be targeted CCT and really aimed to improve the quality of his being a mother and child. This is important, because it is only temporary relief and more focused to break the cycle of poverty.
Keywords: Human resources (HR), Family Assistance Program
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Pidie. Sampel dalam penelitian ini adalah Rumah Tangga Sangat Miskin terpilih yang menerima bantuan PKH di Kecamatan Indrajaya, Kecamatan Mutiara Timur dan Kecamatan Pidie. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan metode ”stratisfield random sampling” sebanyak 10 persen dari jumlah 1498 total populasi dalam tiga kecamatan tersebut dengan sampel sebanyak 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan dana bantuan PKH yang diberikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie adalah PKH mampu menjelaskan/mempengaruhi indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 84,90 persen dan sisanya sebesar 15,10 persen di pengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini. Selanjutnya juga dilakukan pengujian pembuktian variabel program bantuan indek pendidikan dan kesehatan terhadap kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Pidie dengan uji parsial. Dalam hal ini digunakan uji-t pada tingkat kepercayaan yang sama (Convidence Interval 95%). Untuk variabel bantuan bidang pendidikan dan kesehatan masing – masing secara berturut-turut diperoleh t-hit sebesar 9,035 dan 2,331 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,96, artinya variabel bantuan pendidikan dan kesehatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie. Pemberian bantuan PKH hendaknya tepat sasaran dan benar-benar ditujukan untuk meningkatkan kualitas ibu dan anak. Hal ini penting, karena bantuan tersebut hanya bersifat sementara dan lebih terfokus untuk memutuskan mata rantai kemiskinan. Kata Kunci : Sumber daya manusia (SDM), Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)
PENDAHULUAN
Paradigma pembangunan manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu (1)
Produktifitas (productivity), masyarakat harus dapat meningkatkan produktifitas dan berpartisipasi secara penuh untuk memperoleh
75 - Volume 3, No. 2, Mei 2015
penghasilan dan pekerjaan. Untuk itu pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu bagian dari jenis pembangunan manusia (2) Ekuitas (equity) , masyarakat harus punya akses untuk memperoleh kesempatan yang adil. Semua hambatan terhadap peluang ekonomi dan politik harus dihapus agar masyarakat dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat (3) Kesinambungan (sustainability), akses untuk memperoleh kesempatan harus dipastikan tidak hanya untuk generasi sekarang tapi juga generasi yang akan datang. (4) Pemberdayaan (empowerment), pembangunan harus dilakukan oleh masyarakat dan masyarakat harus berpartisipasi penuh dalam proses pengambil keputusan melalui lembaga formal dan informal. UNDP (2001).
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam mencapai cita-cita bangsa yaitu masyarakat yang sejahtera. Cita-cita ini terhalang dengan kemiskinan, pengangguran dan ketidakmerataan pembangunan. Hal ini ditunjukkan oleh data statistik yaitu angka kemiskinan pada tahun 1990 adalah 27,20 juta jiwa atau 15,10 % dari jumlah total penduduk Indonesia sebesar 179.378.946 jiwa dan pada tahun 2010 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 31, 02 juta jiwa atau 13,33 % dari total jumlah penduduk sebesar 237.641.326 jiwa. (BPS, 2011).
Program Keluarga Harapan
(selanjutnya disingkat PKH) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat melalui program pemberian subsidi bersyarat.PKH dijalankan sebagai pelaksanaan dari UU No. 40 Tahun 2004 tentang jaminan sosial nasional, UU No. 11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, Inpres No. 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tindak Percepatan Pencapaian Sasaran Program Pro-Rakyat, dan Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Dari 8 item MDGs, PKH mencakup 5 komponen MDGs yang secara tidak langsung terbantu jika PKH dilaksanakan optimal, yaitu: (1) pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, (2) peningkatan akses pendidikan dasar, (3) kesetaraan gender, (4) pengurangan angka kematian bayi dan balita, serta (5) pengurangan kematian ibu karena melahirkan.
Program Keluarga Harapan untuk Provinsi Aceh dimulai Tahun 2008 yang hanya ada pada tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Jaya dan Kota Lhokseumawe. Untuk Tahun 2012 ada tambahan empat Kabupaten lagi yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur. Pada Tahun 2013 semua kabupaten dan kota di Provinsi Aceh telah menerima bantuan PKH, tetapi belum mencakup semua kecamatan dalam kabupaten dan kota. Untuk Kabupaten Pidie pada tahun 2013 hanya 19 kecamatan yang mendapatkan bantuan. Pada tahun 2014 untuk Kabupaten Pidie semua kecamatan yaitu 23 kecamatan
Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 76 telah menerima bantuan PKH ( UPPKH PIDIE
2015)
STUDI KEPUSTAKAAN
Bank Dunia 1991, dalam Todaro (2006) menyatakan bahwa tujuan utama pembangunan adalah memperbaiki kualitas kehidupan. Sedangkan United Nations Development Programme UNDP 1991 dalam Todaro (2006)
menyatakan bahwa cara terbaik untuk mewujudkan pembangunan adalah dengan meningkatkan kualitas manusia. Salah satu alat ukur untuk melihat aspek-aspek yang relevan dengan pembangunan manusia adalah melaui
Human Development Index (HDI)yang dikenal
dengan istilah IPM ( Indeks Pembangunan
Manusia). IPM merupakan indeks komposit
yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan yang diracik menjadi satu secara proporsional. Indikator kualitas SDM adalah Indeks Pembangunan Manusia (HDI= Human Development Indeks) (Depsos RI 2008)
Indeks Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka
harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.
Konsep Pembangunan Manusia yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menetapkan peringkat kinerja pembangunan manusia pada skala 0,0 – 100 dengan katagori sebagai berikut : Tinggi : IPM lebih dari 80,0; Menengah Atas : IPM antara 66,0 – 79,9;Menengah Bawah : IPM antara 50,0 – 65,9;Rendah : IPM kurang dari 50,0.
Kemiskinan
Kemiskinan menurut BPS (2003), adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dengan kata lain kemiskinan dipandang sebagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan makanan maupun non makanan yang bersifat mendasar. Garis kemiskinan makanan mengacu pada pengeluaran seseorang untuk memenuhi kebutuhan minimum makanannya sebanyak 2.100 kalori per orang.
World Bank (2002) menetapkan garis kemiskinan US $ 2 per orang per hari. World Bank mendifinisikan kemiskinan merupakan kemampuan atau sumber daya yang dimiliki oleh rumah tangga atau individu untuk
77 - Volume 3, No. 2, Mei 2015
memenuhi kebutuhannya, berdasarkan aspek perbandingan pendapatan, pengeluaran, pendidikan, atau kelengkapan lain dari individu dengan beberapa batasan yang ditentukan, dan mereka yang berada di bawah batas yang ditentukan tersebut dikatakan sebagai miskin.
Berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK, 2005) kemiskinan merupakan sebuah kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan, tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Dengan demikian, penanggulangan kemiskinan akan berkaitan erat dengan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan terhadap hak-hak dasar masyarakat miskin, yaitu hak sosial, budaya, ekonomi dan politik yang secara normatif merupakan tanggung jawab negara kepada warga negara agar masyarakat tidak jatuh miskin dan masyarakat miskin harus segera dipulihkan hak-haknya agar dapat mengembangkan kehidupan yang bermartabat.
Program Keluarga Harapan
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTSM diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh dengan
memilih sebanyak 3 kecamatan dari 23 kecamatan yang mendapat bantuan PKH pada tahun 2014, yang meliputi masing-masing 1 kecamatan mewakili wilayah barat yaitu Kecamatan Pidie, 1 kecamatan wilayah tengah yaitu Kecamatan Indrajaya, dan 1 kecamatan wilayah timur yaitu Kecamatan Mutiara Timur.
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data sekunder mengenai jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, pendapatan perkapita, , indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pidie, jumlah alokasi dana PKH diperoleh dari instansi BPS, BAPPEDA dan UPPKH Kabupaten di Kabupaten Pidie. Sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara langsung dari setiap RTSM penerima bantuan PKH yang terpilih sebagai sampel dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.
Pemilihan desa survei dilakukan berdasarkan angka kemiskinan tertinggi di desa dalam satu kecamatan. Jumlah desa terpilih dalam satu kecamatan terpilih ditetapkan lima desa. Responden pada survei terdiri atas ibu pengurus rumah tangga (RTSM).
Dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, persepsi dan partisipasi seseorang atau sekelompok orang juga digunakan skala likert. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan kemudian dikumpulkan serta diolah dan dianalisis dengan menggambarkan, menjelaskan dan memberikan komentar tentang
Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 78 apa yang digambarkan dalam pembahasan.
Data yang dikumpulkan terdiri dari data sekunder dan data primer. Jenis Penelitian yang dilakukan dengan metode survei, sedangkan analisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan untuk memecahkan masalah yang dihadapi maka penulis menggunakan model persamaan regresi linear sederhana. Persamaan regresi linear sederhana menurut Gujarati (2006) sebagai berikut:
Y = α0+ α1 X + ei ... (1) Y = β0 + β1X1 + β2X2 + ei ... (2)
Berdasarkan formulasi diatas, model analisis penelitian ini diformulasikan dalam bentuk sebagai berikut :
KSDM = α0+ α1PKH + εi ... (3) KSDM = β0 + β1P1 + β2 K2 +εi ... (4)
Dimana :
KSDM = Kualitas Sumber Daya Manusia α0, β0 = Konstanta
α1, β1, β2 = Koefisien Regresi
PKH = Program Keluarga Harapan P = Program Bidang Pendidikan K = Program Bidang Kesehatan εi = Error term
Data yang telah didapatkan akan di olah menjadi Tabel Crosstabs yang digunakan untuk mendapatkan deskripsi tentang kondisi sosial ekonomi RTSM penerima bantuan PKH
yang meliputi kategori usia peserta, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan terakhir, kesertaan pendidikan, kesertaan kesehatan, jumlah tanggungan serta kategori jumlah penghasilan dan pengeluaran keluarga.
Uji t untuk variabel Sumber Daya manusia dalam hal ini menggunakan metode Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu tingkat kesehatan, pendidikan dan tingkat pendapatan.
a. H0 : β1 = 0 (Bantuan PKH berpengaruh positif terhadap kualitas SDM )
b. H1 : β1 < 0 ( Bantuan PKH berpengaruh negatif terhadap kualitas SDM ) Bila t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Definisi Operasional Variabel
Adapun variabel yang digunakan sebagai bahan analisis dalam penelitian ini diartikan sebagai berikut :
1. Kualitas Sumber Daya Manusia (KSDM) adalah kemampuan manusia melalui perbaikan taraf kesehatan, pengetahuan dan keterampilan, serta standar hidup layak untuk peningkatan kualitas hidup.
2. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah sebuah program jaminan sosial berupa bantuan uang tunai dari Pemerintah untuk membantu Rumah Tangga Sangat Miskin dalam memperoleh akses pelayanan dasar yaitu pendidikan dan kesehatan.
79 - Volume 3, No. 2, Mei 2015
3. Partisipasi pendidikan adalah tingkat pendidikan tertinggi si penerima dana bantuan PKH yang dilihat berdasarkan lamanya pendidikan dan frekuensi kehadiran anak peserta PKH yang diukur dalam bentuk indek.
4. Partisipasi kesehatan adalah status kesehatan dan gizi ibu hamil/ ibu melahirkan / ibu nifas , bayi dan balita Peserta PKH yang diukur dalam bentuk indek .
5. Jumlah bantuan adalah dana yang dialokasikan oleh PKH kepada Rumah tangga sangat miskin (RTSM) dalam satuan rupiah
1. HASIL DAN PEMBAHASAN
Jumlah penduduk Kabupaten Pidie pada tahun 2011 adalah 387.787 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 188.176 jiwa dan perempuan 199.611 jiwa, serta kepadatan penduduk rata-rata 109 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pidie dari tahun 2008 – 2011 rata-rata 1,69 %.
Untuk wilayah kecamatan, persebaran penduduk terutama di kecamatan pidie (10,51 persen), kecamatan mutiara timur (8,12 persen) dan kecamatan tangse (6,11 persen). sementara distribusi penduduk terendah adalah di kecamatan geumpang (1,57 persen) wilayah dengan penduduk terpadat adalah ibu kota kabupaten pidie, yakni kecamatan kota sigli dengan kepadatan mencapai 1.988 jiwa per km2. sedangkan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah adalah kecamatan geumpang dan
mane, dengan kepadatan sekitar 10 jiwa per km2
Realisasi Pembayaran PKH Kabupaten
Pidie
Dana PKH yang di salurkan kepada Kabupaten Pidie bersifat fluktuatif, ini dikarenakan dana yang diberikan kepada RTSM bervariasi karena jumlah penerima dana dalam satu keluarga RTSM berbeda, ada yang mendapat dana minimal dan ada yang mendapat dana maksimal, tergantung dengan jumlah ibu hamil,nifas dan anak balita serta anak sekolah dasar dan menengah pertama yang mendapat bantuan.
Pada dasarnya jumlah dana yang diberikan semakin menurun karena jumlah RTSM penerima dalam satu kecamatan semakin sedikit, kerena ada yang tidak memenuhi kriteria lagi (exit) dan belum adanya penggantian anggota RTSM yang baru pengganti yang keluar (resertifikasi), akan tetapi pada tahun 2009,2012 sampai dengan 2014 jumlah Penerima PKH bertambah secara keseluruhan karena ada penambahan kecamatan Penerima PKH.
Tabel 1. Realisasi Pembayaran PKH Kabupaten Pidie tahun 2008-2014
Tahun Jumlah Kecamatan Jumlah RTSM Jumlah Dana PKH (Rp) 2008 10 5018 7,399,056,000 2009 13 6715 9,920,918,000 2010 13 6651 9,720,950,000 2011 13 6390 9,466,300,000 2012 15 7136 10,426,475,000 2013 19 8290 13.842.097.500
Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 80 2014 23 8629 15.520.559.500
Sumber: UPPKH Kabupaten Pidie, 2015 Pada tabel 4.1 terlihat peningkatan penerimaan bantuan PKH karena ada penigkatan jumlah kecamatan penerima bantuan PKH dari 10 kecamatan pada tahun 2008 menjadi 15 kecamatan pada tahun 2012. Untuk tahun 2013 ada penambahan kecamatan penerima bantuan PKH sebanyak 4 kecamatan. pada tahun 2014 semua kecamatan menerima bantuan PKH sebanyak 23 kecamatan.
Indek Pembangunan Manusia Kabupaten Pidie
IPM Kabupaten Pidie menunjukkan peningkatan selama kurun waktu 2008 -2012 yaitu 71,21 pada tahun 2008, tahun 2009 yaitu 71,61, tahun 2010 adalah 71,92, tahun 2011 menjadi72,43 serta tahun 2012 menjadi 72,61. Sehingga dalam periode tersebut telah terjadi peningkatan IPM sebesar 1,4 poin. Sementara dari sisi akselarasi capaian pembangunan manusia dalam setahun atau dikenal sebagai
reduksi shortfall, selama periode 2010-2011
Kabupaten Pidie mampu mengurangi jarak dari IPM yang telah dicapai dengan nilai idealnya (IPM=100) sebesar 1,79 poin pertahun.
Hasil Estimasi Regesi Linear
Untuk mengetahui pengaruh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie maka dilakukan pengujian dengan
menggunakan alat ukur regresi linear sederhana. Hasil penelitiannya dapat dilihat pada Tabel
Tabel 4.16. Hasil Perhitungan Regresi Pengaruh PKH terhadap KSDM di Kab. Pidie
PERSAMAAN REGRESI LINEAR SEDERHANA
VARIABEL B STD. ERROR SIG Konstanta Lnpkh 0, 019 0, 170 0,008 0,035 0, 000 0, 000 KOEFISIEN KORELASI = 0 , 7 2 1 KOEFIENSI D E T E R M I N A S I = 0 , 8 4 9 P- VALUE = 0,000 F-HIT = 18,451 Α = 5%
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2014 Dari hasil penelitian diperoleh persamaan akhir estimator yaitu KSDM = 0,019 + 0,170 PKH. Persamaan tersebut dapat diintepretasikan bahwa nilai konstanta sebesar 0,019 artinya apabila variabel bantuan PKH di asumsikan bernilai nol maka indeks kualitas
81 - Volume 3, No. 2, Mei 2015
sumberdaya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 0,019 poin. Selanjutnya apabila variabel bantuan PKH mengalami perubahan sebesar 1 poin maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya indeks kualitas sumber daya manusia Kabupaten Pidie sebesar 0,170 poin dengan asumsi variabel lainnya dianggap tetap.
Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat mencapai 72,10 persen. Ini membuktikan bahwa hubungan antara bantuan program keluaraga harapan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia relatif kuat. Lebih lanjut koefisien determinan (R2) bernilai 0,849 menunjukkan bahwa bantuan PKH mampu menjelaskan/mempengaruhi indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 84,90 persen dan sisanya sebesar 15,10 persen di pengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian ini.
Pembuktian variabel bantuan PKH terhadap kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Pidie maka dilakukan pengujian tersendiri secara parsial dengan uji-t pada tingkat kepercayaan (Convidence Interval 95%). Untuk variabel bantuan PKH diperoleh t-hit sebesar 4,857 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,96 atau dengan nilai signifikan sebesar 0,000 di bawah 0,05, artinya variabel bantuan PKH secara parsial berpengaruh signifikan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie.
Hasil Estimasi Regesi Berganda
Untuk menjawab permasalahan kedua, model yang dianalisis adalah persamaan regresi
linier berganda. Adapun variabel yang dianalisis meliputi indeks bidang pendidikan dan indeks bidang kesehatan sebagai variabel bebas sementara variabel terikatnya tetap yaitu indeks sumber daya manusia penerima manfaat Program Keluarga Harapan di Kabupaten Pidie. Tabel 4.17 memperlihatkan hasil estimasi dengan menggunakan persamaan regresi 4.
Tabel 4.17: Koefisien Persamaan
Pendidikan dan Kesehatan Terhadap KSDM
Model Unstandardize d Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B St d. Error Beta 1 (Constan t) 13, 320 .1 23 1 08. 505 .000 inxP .02 9 .0 31 .590 9 .03 5 .000 inx K .10 2 .0 01 .152 2 .33 1 .021 Sumber : Hasil Penelitian (diolah) 2014
Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat mencapai 76,70 persen. Ini membuktikan bahwa hubungan antara bantuan program pendidikan dan kesehatan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia relatif kuat. Selanjutnya koefisien determinan (R2) bernilai 0,876 menunjukkan bahwa bantuan bidang pendidikan dan kesehatan mampu menjelaskan indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 87,60 persen dan sisanya sebesar 12,40 persen di pengaruhi oleh variabel lainnya diluar model penelitian .
Berdasarkan hasil model estimasi dapat diketahui bahwa variabel pendidikan berpengaruh positif terhadap PKH dengan
Volume 3, No. 2, Mei 2015 - 82 koefisien sebesar 0,029. Artinya apabila
program bantuan bidang kesehatan naik sebesar 1 point, ceteris paribus, maka akan meningkatkan indeks sumber daya manusia di Kabupaten Pidie sebesar 0,029 point. Variabel indeks bidang kesehatan juga berpengaruh positif terhadap indeks sumber daya manusia dengan koefisien sebesar 0,102. Artinya apabila indeks bidang kesehatan naik sebesar 1 point,
ceteris paribus, maka akan meningkatkan
sumber daya manusia penerima manfaat PKH di Kabupaten Pidie 0,102 point.
Pembuktian hipotesis untuk model regresi berganda dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama uji secara simultan dengan menggunakan Uji Fisher Test (F- Hitung ) hasil regresi membuktikan bahwa pengujjian secara bersama-sama terhadap model simultan berpengaruh nyata dengan nilai F- Hitung = 52,829 (lampiran 2). Selanjutnya juga dilakukan pengujian pembuktian variabel program bantuan indek pendidikan dan kesehatan terhadap kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Pidie dengan uji parsial. Dalam hal ini digunakan uji-t pada tingkat kepercayaan yang sama (Convidence Interval 95%). Untuk variabel bantuan bidang pendidikan dan kesehatan masing – masing secara berturut-turut diperoleh t-hit sebesar 9,035 dan 2,331 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,96, artinya variabel bantuan pendidikan dan kesehatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap indeks kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie.
DAFTAR PUSTAKA
Apriliyah S. N. (2008). Pengaruh Indikator
Komposit Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin di Sumatra Utara.Medan Universitas Sumatera
Utara
BKKBN. (2012). Profil hasil pendataan keluarga
tahun 2011. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,
BPS. 2012. Indek Pembangunan Manusia . Jakarta BPS. 2009. Profil Kemiskinan Di Indonesia
Maret 2009. Jakarta
BPS. 2013. Pidie Dalam Angka. BPS Pidie.
Coady, D. P. (2006) The welfare returns to finer
targeting: the case of the Progresa program in Mexico. International tax and public finance.
Dharmawan. (2009). Agenda riset strategis
bidang penanggulangan kemiskinan 2010-2015. Bogor: Institut Pertanian
Bogor..
Gertler, P. (2004). Do conditional cash transfers
improve child health Evidence from PROGRESA's control randomized experiment. America economic review.
Gujarati (2006). Ekonometrika, Ghalia,Jakarta. Hendratno. (2010). Thesis, Pengaruh Program
Keluarga Harapan Terhadap Cakupan Imunisasi, Pemeriksaan Kehamilan, Angka Partisipasi Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan Konsumsi Rumahtangga.
Universitas Indonesia.
Hidayat, B. (2006) Penetapan persyaratan
kesehatan program Bantuan Tunai Bersyarat di Indonesia. Mimeo,
83 - Volume 3, No. 2, Mei 2015
Hoddinott, J. and Skoufias, E. (2004). The
impact of PROGRESA on food consumption. Economic development
and cultural change.
Kempson, E. (1996). Life on a low income. York: Joseph Rowntree Foundation.
OECD. (2009).Promoting pro-poor growth:
Social protection. Paris: Organization
for Economic Co-operation and Development.
Pakpahan, Y. M., Suryadarma, D., dan Suryahadi, A. (2009). Destined for destitution Intergenerational poverty persistence in Indonesia. Jakarta:SMERU Research Institute (SMERU Working Paper, January 2009).
Rawlings, L. B., dan Rubio, G. M. (2003). Evaluating the impact of conditional cash transfer programs lessons from Latin America. Washington DC:The World Bank.
Singarimbun M., Effendi S. 2006. Metode
Penelitian Survai Edisi Revisi.
Jakarta: LP3ES.
Soerjono, S. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers Jakarta.
Suharto, E. (Ed.). (2004). Isu-isu tematik pembangunan sosial: Konsepsi dan strategi. Jakarta: Balitbangsos Departemen Sosial RI.
Sumodiningrat, G. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.
Sumodingrat, G., Santosa, B., Maiwan M. 1999. Kemiskinan: Teori, Fakta dan
Kebijakan. IMPAC. jakarta.
Suwarsono, dan Alvin, Y.S.. (1994). Perubahan Sosial dan Pembangunan . LP3S Jakarta
Syawie, M. (2011). Kemiskinan dan kesenjangan
sosial. Informasi: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial.
Tim Penyusun Buku PKH. 2008. Pedoman
Operasional PKH Bagi Pemberi Pelayanan Kesehatan. Direktorat Kesejahteraan Sosial. Direktorat Jenderal Bantuan dan Bantuan Sosial RI. Jakarta.
Tim Penyusun Buku PKH. 2008. Pedoman
Operasional PKH Bagi Pemberi Pelayan Pendidikan. Direktorat Kesejahteraan Sosial. Direktorat Jendral Bantuan dan Bantuan Sosial RI. Jakarta.
Tim Penyusun Buku PKH, 2008. Direktorat
Kesejahteraan Sosial. Direktorat Jendral Bantuan dan Bantuan Sosial RI. Jakarta.
Todaro, M. P . (2006) Pembangunan Ekonomi
Di Dunia Ketiga. Erlangga. Jakarta.
UNDP, BPS dan Bappenas (2001). Laporan
Pembangunan Manusia, Demokrasi dan Pembangunan Manusia Indonesia, Jakarta 2001.
World Bank. 2002. Indikator kemiskinan