Langkah Langkah yang Pendidikan Interdisiplin

46 

Teks penuh

(1)

Langkah-Langkah Pendidikan Interdisipliner

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Pendidikan Interdisipliner

Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I.

Jefri Andrian Rio Saputra

(16150225)

Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Sejak kedatangan islam pada abad ke-13 M hingga saat ini, fenomena pemahaman keislaman umat islam indonesia masih ditandai oleh keadaan amat variatif. Sejalan dengan pembidangan ilmu dalam studi islam, pendekatan studi islam pun mengalami perkembangan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam makalah ini, pemakalah akan menjelaskan tentangStudi Islam Interdisipliner.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Islam

2. Langkah Mengintegrasi Keilmuan Pendidikan

(3)

BAB II PEMBAHASAN A. Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam

Pendekatan interdisliner yang dimaksud disini adalah kajian dengan menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang ( perspektif ). Dalam studi misalnya menggunakan pendektan sosiologis, historis dan normatif secara bersamaan. Pentingnya penggunaan pendekatan ini semakin disadari keterbatasan dari hasil-hasil penelitian yang hanya menggunakan satu pendekatan tertentu. Misalnya, dalam mengkaji teks agama, seperti Al-Qur’an dan sunnah Nabi tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan tekstual, tetapi harus dilengkapi dengan pendekatan sosiologis dan historis sekaligus, bahkan masih perlu ditambah dengan pendekatan hermeneutik misalnya. Dari ulasan diatas melahirkan beberapa catatan. :

1. Perkembangan pembidangan studi islam dan pendekatannya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

2. Adanya penekanan terhadap bidang dan pendekatan tetentu dimaksudkan agar mampu memahami ajaran islam lebih lengkap ( komprehensif ) sesuai dengan kebutuhan tuntutan yang semakin lengkap dan komplek.

3. Perkembangan tersebut adalah satu hal yang wajar dan seharusnya memang terjadi, kalau tidak menjadipertanda agama semakin tidak mendapat perhatian.

Contoh dalam penggunaan pendekatan interdispiner adalah dalam menjawab status hukum aborsi. Untuk melihat status hukum aborsi perlu dilacak nash Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Tentang larangan pembunuhan anak dan proses atau tahap penciptaan manusia dihubungkan dengan teori embriologi. Sebagai tambahan Leonard Binder secara implisit menawarkan beberapa pendekatan studi islam, yakni:

1) Sejarah ( history )

(4)

3) Sastra islam dan arkeologi ( islamic art and archeology )

4) Ilmu politik ( political science )

5) Filsafat ( philosophy )

6) Linguistik

7) Sastra ( literature )

8) Sosiology ( sociology )

9) Ekonomi ( economics )

Dari pembahasan ringkas tentang pendekatan yang dapat digunakan dalam studi islam ada beberapa catatan.

1. Sejumlah teori memang sudah digunakan sejak lama oleh para ilmuan klasik, meskipun teori-teori tersebut mengalami perkembangan.

2. Ada beberapa teori yang mendapat penekanan pada beberapa dekade terakhir.

Beberapa Pendekatan Interdisipliner :

1. Pendekatan Filsafat

Filsafat berasal dari kata philo yang berarti cinta dan kata shopos yang berarti cinta dan kata shopos yang berarti ilmu atau hikmah secara etimologi filsafat berarti cinta terhadap ilmu atau hikmah. Menurut istilah ( terminologi ) filsafat islam adalah cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkan falsafah dan menciptakan sikap positif terhadap falsafah islam. Istilah filsafat dapat ditinjau dari dua segi berikut:

(5)

b) Segi praktis; filsafat yaitu alam pikiran artinya berfilsafat itu berpikir. Orang yang berpikir tentang filsafat disebut filosof. Yaitu orang yang memikirkan hakikat segala sesuatu dengan sungguh-sungguh di dalam tugasnya filsafat merupakan hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan sesuatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Jadi filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. Ruang lingkup filsafat merupakan induk dari segala ilmu yang terdiri dari gabungan ilmu-ilmu khusus. Dalam perkembangan ilmu-ilmu khusussatu demi satu memisahkan diri dari induknya yakni filsafat.

B. Langkah Mengintegrasi Keilmuan Pendidikan

1. Pendidikan Islam dan Membangun Integrasi Keilmuan di Indonesia a. Lembaga Pendidikan Islam

Lembaga pendidikan Islam di Indonesia merupakan realitas yang kompleks. Pendidikan Islam adalah lembaga pendiidkan yang dikelola, dilaksanakan, dan diperuntukkan bagi umat islam. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan Islam menurut bentuknya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lembaga pendidikan Islam di luar sekolah dan lembaga pendidikan Islam di dalam sekolah.1

Pendidikan Islam memandang keluarga, masyarakat, dan tempat-tempat peribadahan ataupun lembaga pendidikan di luar sekolah, seperti TPA sebagai bentuk pendidikan dalam sistem nasioanal adalah pendidikan di luar sekolah. Sedangkan lembaga pendidikan Islam di dalam sekolah meliputi, sekolah islam, madrasah, Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Islam, Balai LatihanKerja (BLK), Perguruan Tinggi Islam, dan seterusnya.

b. Kurikulum

Pada umumnya, kurikulum madrasah di Indonesia baik negeri maupun swasta merupakan kombinasi antara mata pelajaran agama dan umum. Terdapat beberapa madrasah yang secara khusus hanya mengajarkan

1 Jasa Ungguh Muliawan,Pendidikan Islam Intergratif : Upaya

(6)

pengetahuan agama, yaitu madrasah diniyah, tetapi siswa madrasah diniyah biasanya juga belajar di sekolah umum. Dengan dmeikian, masalah kedudukan pengetahuan umum (sekuler) dan pengetahuan agama sudah tidak menjadi persoalan dikalangan muslim Indonesia. Meskipun demikian, identitas utama madrasah adalah lembaga pendidikan Islam. Karena alasan identitasinilah madrasah dikelola oleh Departemen Agama bukan Departemen Pendidikan.

Rumusan kurikulum dalam islamisasi ilmu pengetahuan dengan memasukkan segala keilmuawan dalam kurikulum. Dengan demikian, lembaga pendidikan memiliki kurikulum yang aktual, responsif terhadap tuntutan permasalahan kontemporer. Artinya lembaga melahirkan lulusan yang visioner, berpandangan integratif,proaktif dan tidak dikotomik dalam keilmuwan.2

C. Hakikat Integrasi Keilmuan Pendidikan

Menyusun dan merumuskan konsep integrasi keilmuan tentulah tidak mudah. Apalagi berbagai upaya yang selama ini dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi Islam, terutama di Indonesia, dengan cara memasukkan beberapa program studi ke-Islam-an di klaim sebagai bagian dari proses integrasi keilmuan. Dalam praktek kependidikan di beberapa negara, termasuk di Indonesia, integrasi keilmuan juga memiliki corak dan jenis yang beragam. Lagi pula merumuskan integrasi keilmuan secara konsepsional dan filosofis, perlu melakukan kajian filsafat dan sejarah perkembangan ilmu, khususnya di kalangan pemikir dan tradisi keilmuan Islam.

Untuk memberikan pemahaman yang memadai tentang konsep integrasi keilmuan, yang pertama-tama perlu dilakukan adalah memahami konteks munculnya ide integrasi keilmuan tersebut. Bahwa selama ini di kalangan umat Islam terjadi suatu pandangan dan sikap yang membedakan antara ilmu-ilmu ke-Islam-an di satu sisi, dengan ilmu-ilmu umum di sisi lain. Ada perlakukan diskriminatif terhadap dua jenis ilmu tersebut. Umat Islam seolah terbelah antara mereka yang berpandangan positif terhadap ilmu-ilmu

2 Samsul Nizar,Sejarah Pendidikan Islam : Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era

(7)
(8)

BAB III PENUTUP Kesimpulan

1. Pendekatan interdisliner yang dimaksud disini adalah kajian dengan menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang ( perspektif ). Dalam studi misalnya menggunakan pendektan sosiologis, historis dan normatif secara bersamaan.

2. Pendidikan Islam dan Membangun Integrasi Keilmuan di Indonesia :

a. Pendidikan Islam memandang keluarga, masyarakat, dan tempat-tempat peribadahan ataupun lembaga pendidikan di luar sekolah, Sedangkan lembaga pendidikan Islam di dalam sekolah meliputi, sekolah islam, madrasah, Lembaga Pendidikan Kejuruan (LPK) Islam, Balai LatihanKerja (BLK), Perguruan Tinggi Islam, dan seterusnya.

b. Lembaga pendidikan memiliki kurikulum yang aktual, responsif terhadap tuntutan permasalahan kontemporer. Artinya lembaga melahirkan lulusan yang visioner, berpandangan integratif,proaktif dan tidak dikotomik dalam keilmuwan.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Muliawan, Jasa Ungguh. 2005. Pendidikan Islam Intergratif : Upaya Mengintergrasikan Kembali Dikotomi Ilmu dan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Nizar, Samsul. 2008. Sejarah Pendidikan Islam : Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...