HOSPITAL NEEDS IN STANDARD NATIONAL ACCREDITATION
(SNARS EDISI 1): HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT
Elis Puji Utami, Ns, SKep, MPH
Surabaya, 21 September 2019
Elis Puji Utami, Ns, SKep.MPH Ngawi, 08 Agustus 1968 HP: 08128402160
e-mail : [email protected] Riwayat Pekerjaan :
• RSCM : Kepala Instalasi Administrasi Logistik (farmasi dan Non farmasi ) 2014 – saat ini
Riwayat Pendidikan :
• Sekolah Perawat Kesehatan 1987,
• Akper Depkes RI, JkT 1996
• Sarjana Keperawatan, FIK-UI, 2004
• Program “NERS” FIK-UI, 2005
• Magister Manajemen Rumah sakit, FK - UGM, 2013
Organinsasi :
• HIPERCCI PUSAT
• HIPPII Pusat
• Perdalin Pusat
• PPNI Komisariat RSCM
Pelatihan Pembimbing Akreditasi RS, KARS, 2019
Pelatihan Ketua Tim Survei Akreditasi RS, KARS, 2019
Training of Trainers Critical care Nurse Jakarta 2018 ,
Pelatihan Surveior KARS, Jakarta 2017,
Asia Pasific Infection Control, Thailand, 2017,
Hospital management training, Singapura 2016,
Training of Trainers PPI Jakarta 2016 ,
Pelatihan Assesor Kompetensi, LSP Nakes , 2016,
Warehuose Management , Jakarta 2016
Assesor Kompetensi , BNSP – 2014,
Pelatihan JCI Acreditation 2012, Attachment with
Infection Control Unit, di NUH, Singapura, 2008,
Asia Pasific Sociaty Training Course in Infection Control,
Singapura, 2008,
Pelatihan PPI Dasar, Jakarta 2007,
PPI Pelatihan PPI lanjut , Jakarta 2007,
Pelatihan ICU, Pulmonologi,Geriatri - Netherlands-1999, Pelatihan ICU-RSCM Jakarta 2000,
Pelatihan Ventilator Basic 2001,
Pelatihan Ventilator Advance ,
Pelatihan CRRT Lain lain : Surveior KARS
PENDAHULUAN
• Rumah sakit merupakan lembaga dalam mata rantai Sistem Kesehatan
Nasional dan mengemban tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat yang menjamin mutu dan keselamatan pasien
• Sejalan dengan program jaminan kesehatan secara menyeluruh (universal
health coverage) sesuai dengan dianjurkan World Health Organization (WHO),
maka Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) atau health technology assessment (HTA) telah menjadi keharusan di semua negara
• Salah satu tantangan PTK di era JKN adalah untuk melakukan evaluasi
terhadap biaya kesehatan (economic evaluation) dan paket manfaat yang ada saat ini, guna memastikan teknologi kesehatan yang dipakai berbasis bukti
(evidence based medicine) dengan alokasi pembiayaan yang tepat •
Akreditasi Rumah sakit sebagai upaya
peningkatan mutu dan keselamatan
pasien
Akreditasi rumah sakit merupakan pengakuan
terhadap mutu pelayanan rumah sakit setelah
dilakukan penilaian
bahwa rumah sakit te;lah
memenuhi standar akreditasi
Tantangan Rumah sakit Menjamin
Mutu dan Keselamatan Pasien
• SNARS edisi 1
• Merupakan standar akreditasi rumah sakit yang mudah
dipahami sehingga mudah diimplementasikan, yang lebih mendorong peningkatan mutu, keselamatan pasien dan manajemen risiko, termasuk di rumah sakit pendidikan, serta mendukung program nasional bidang kesehatan
KONSEP KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA
UU No 40 Tahun 2004 pasal 24
Dalam pengembangan pelayanan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menerapkan sistem kendali mutu dan kendali biaya
termasuk menerapkan iuran biaya untuk mencegah penyalahgunaan pelayanan kesehatan.
Penjelasan Pasal 24 ayat (3)
(3) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengembangkan sistem pelayanan
kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, dan sistem pembayaran pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
PMK 71/2013 pasal 33, 37, 38
KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA MENKES HTA Pertimbangan klinis Perhitungan standar tarif Monev JKN FASKES Pengaturan kewenangan sesuai kompetensi UR dan Audit Medis Pembinaan etika dan disiplin
Monev obat, alkes, BMHP BPJS KESEHATAN Pemenuhan standar mutu Pemenuhan standar profesi Pemantauan luaran kesehatan peserta Membentuk Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya KEWAJIBAN FASKES
Health technology assessment (HTA)/Penilaian
Teknologi Kesehatan (PTK)
• Metode pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat yang
akan diimplementasikan pada 2014
• HTA merupakan metode menitik beratkan pada pembiayaan. • Tujuannya adalah memanfaatkan dana yang terkumpul
semaksimal mungkin dengan memperhitungkan standar baku pengobatan atau layanan kesehatan.
• Standar ini mencegah permainan tindakan medis dan
•
Negara yang sudah menggunakan HTA adalah
Inggris.
•
Indonesia baru akan memulai penggunaan HTA
melalui Perpres No.12/2013.
•
Membahas hal-hal yang terkait dengan
implementasi HTA, diantaranya infrastruktur,
penggolongan penerima bantuan iuran, paket
manfaat,
farmasi,
sosialisasi, dan advokasi.
• Perpres No.12 tahun 2013 pasal 43 : tanggung jawab Menteri
untuk melakukan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assessment)
• Dibentuklah Komite Health Technology Assessment (HTA) sesuai
dengan Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 171/Menkes/SK/IV/2014.
• Tugas komite HTA adalah mengevaluasi teknologi kesehatan
yang ada di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat
Health Technology Assessment
• Melakukan penilaian yang sistematis dan membandingan teknologi kesehatan terhadap manfaat, keamanan dan biaya ( cost effectiveness)
• memberikan rekomendasi yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan dilihat dari
sisi kebutuhan, biaya dan manajemen teknologi alkes
• Mencegah terjadinya penggunaan yang berlebihan, kesalahgunaan, atau penggunaan yang
tidak sesuai dan meningkatkan keamanan serta efektifitas biaya ( cost effectiveness) kesehatan.
PERAN HTA
Merubah pola pengambilan keputusan berdasarkan
opini / pendapat menjadi keputusan yang
UU No. 36 thn 2009 tentang Kesehatan
• Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau
mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau syarat keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dipidana dengan pidana penjara paling lama 10(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Pasal 106
Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat ijin edar
Pasal 98
1)Sediaan farmasi dan alat kesehatan harus aman, berkhasiat/ bermanfaat, bermutu,
Definisi Alat Kesehatan
Alat kesehatan → instrumen, apparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang
digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Alat kesehatan berdasarkan tujuan penggunaan sebagaimana dimaksud oleh produsen, dapat digunakan sendiri maupun kombinasi untuk manusia dengan satu atau beberapa tujuan sebagai berikut:
✓ diagnosis, pencegahan, pemantauan, perlakuan atau pengurangan penyakit;
✓ diagnosis, pemantauan, perlakuan, pengurangan atau kompensasi kondisi sakit;
✓ penyelidikan, penggantian, pemodifikasian, mendukung anatomi atau proses fisiologis;
✓ mendukung atau mempertahankan hidup;
✓ menghalangi pembuahan;
✓ desinfeksi alat kesehatan; dan
✓ menyediakan informasi untuk tujuan medis atau diagnosis melalui pengujian in vitro terhadap spesimen dari tubuh manusia
PENGENDALIAN ALAT KESEHATAN
AMAN MUTU MANFAAT TEPAT GUNA TERJANGKAUKlas 1 Low Risk Klas 2 Middle Risk Klas 3 Moderate Risk
Klas 4 High Risk
JAMINAN KEAMANAN, MUTU, DAN MANFAAT
MANFAAT ALAT KESEHATAN
Premarket Control
Postmarket Control
1.Produk pertanian 2.Penerbangan 3.Automotive 4.e-Asean 5.Elektronik 6.Produk Perikanan 7.Produk Kesehatan
8. Produk berbahan dasar karet 9.Tekstil
10.Tourisme
11.Produk berbahan dasar kayu 12.Jasa accelerate the process of integration of 12 priority sectors in order to achieve Tuntutan Perdagangan bebas terhadap Kemudahan Keluar masuk barang dan Jasa antar Negara
Jumlah Penduduk 250 juta jiwa. Terbesar di Asean dan no 4 di dunia
POST MARKET CONTROL
SAMPLING
Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatizin edar
MONITORING VIGILLANCE
IPAK / Sertifikat Produksi
izin edar
UU Kesehatan No. 36
Setiap orang yang dengan sengaja
memproduksi ataumengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau syarat keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp
1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
PENGAWASAN MELALUI INSW
Sejak tahun 2008 Kementerian Kesehatan telah tergabung dengan Indonesia Nasional Single Window ( INSW ) untuk mengendalikan ekspor impor alat kesehatan & PKRT
Kepmenkes 825/Menkes/SK/IX/2008 Tentang Pemberlakukan Sistem Elektronik dalam Kerangka Indonesia National Single Window di
Lingkungan Departemen Kesehatan
Keputusan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan No. HK.02.03/I/519/09 Tahun 2009 Tentang Implementasi Prosedur Operasional Standar dan Service Level Arrangement Sistem Elektronik dalam Kerangka Indonesia
• Registrasi, serifikasi alkes dan Sosialisasi Peraturan kepada Pengguna → regalkes.depkes.go.id
• Penyediaan informasi Alat Kesehatan yang telah teregistrasi → infoalkes.depkes.go.id
• Akses informasi terhadap alat kes yang beredar → e-report.alkes.kemkes.go.id
• Akses informasi Adverse Event
→ e-watch.alkes.kemkes.go.id
SISTEM PENGAWASAN
KESIAPAN INDONESIA
ERA PERDAGANGAN BEBAS SAAT INI > 90% Produk Alkes
Impor
Diprediksi produk Alkes impor akan meningkat
PENINGKATAN INDUSTRI ALAT KES ANTISIPASI
PENINGKATAN KESADARAN
PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI ALAT
PENGGUNAAN YANG RASIONAL
•
Alat kesehatan sangat erat dengan teknologI
•
Perkembangan alat kesehatan berubah sangat pesat
•
Penggunaan alat kesehatan yang rasional yang
berbasis cost-effective dan cost-benefit dalam era JKN
pasien
IGD & R.Inap
1. Ambil Obat
2. Pasien Pulang
1. Konsul Poliklinik Lain 2. Pemeriksaan
Penunjang
7
Health Technology
Tahapan dalam pemilihan alkes yang
rasional melalui HTA
Safety, Quality and efficacy Nilai komparatif klinis alkes Harga dan keterjangkau an Pengendali an demand and suppy Penggunaan rasional
Access to essential medicine and technologies and Universal Health Coverage, WHO - Dec 2013
Dasar Penilaian teknologi kesehatan
Penilaian secara komprehensif, mencakup :
•
Efikasi (efficacy)
•
Efektivitas (effectiveness)
•
Keamanan (safety)
•
Analisis biaya (economic analysis) hingga budget impact
analysis serta nilai (values)
•
Sosial-budaya
Per Tgl 27 November 2014
•
1.984 Jenis Alkes termasuk BMHP
•
23 Penyedia Alkes
•
947 Paket yg telah disetujui PPK
KOMPENDIUM ALAT KESEHATAN
Merupakan kumpulan informasi
tentang alat kesehatan yang
disajikan secara komprehensif
1. Daftar Alat Kesehatan • Alkes Elektromedik
• Alkes Non elektromedik • Alkes Diagnostik In Vitro 2. Ilustrasi/Gambar alkes
3. Tujuan penggunaan 4. Deskripsi Alkes
5. Spesifikasi dasar alkes
6. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat
7. Resiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan alat kes
Kepmenkes 118/Menkes/SK/IV/2014 tentang Kompendium Alat Kesehatan
Pemasukan alkes yang tidak memiliki ijin edar yang
sangat dibutuhkan ke dalam wilayah Indonesia melalui jalur
khusus
ALKES DONASI ALKES NON DONASI
PERMENKES NOMOR 51 TAHUN 2014
Pemasukan alkes yang sangat dibutuhkan ke dalam
wilayah Indonesia melalui jalur khusus yang diperoleh
dari bantuan /sumbangan
Pemasukan alkes yang sangat dibutuhkan ke dalam
wilayah Indonesia melalui jalur khusus yang diperoleh
Bukan dari bantuan
Kriteria SAS
A. memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara;
B. memperhatikan kebutuhan dan stok nasional; C. kesehatan;
D. berasal dari sumber resmi; E. ketersediaannya langka;
F. belum tersedia produk sejenis;
G. bersifat insidentil dan bukan untuk keperluan reguler; dan/atau
H. bukan untuk kepentingan komersial.
Izin SAS
Menteri Kesehatan
dilimpahkan
Direktur Jenderal
Ijin SAS berlaku 1 (satu) kali dengan jangka waktu
3 (tiga bulan)
Dirjen dalam mengeluarkan ijin SAS Dirjen membentuk tim penilai yang terdiri atas unsur
a. Unit Utama terkait di kemenkes RI b. Ahli alat kesehatan
SAS Donasi hanya dapat diperuntukan bagi kebutuhan:
a. Pelayanan kesehatan
b. Program pemerintah bidang kesehatan c. Penelitian dan pengembangan dan/atau
d. Penanggulangan KLB, wabah, atau bencana
Permohonan izin SAS donasi hanya dapat dilakukan oleh pimpinan institusi/lembaga pemerintah atau non pemerintah
yang bergerak dibidang kesehatan
WHO menyatakan bahwa hanya
10 – 30% alat kesehatan donasi
Yang dapat digunakan di negara berkembang. hal ini diakibatkan dari mismanajemen transfer teknologinya, kurangnya user training,
SISTEM INFORMASI
STAKEHOLDER
Masyarakat Pengguna Pemerintah Distributor Produsen ALAT KESEHATANYG AMAN BERMUTU BERMANFAAT TERJANGKAU DAN TEPAT GUNA
KESIMPULAN
• Rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
secara optimal
• HTA mengutamakan unsur keselamatan pasien dan persyaratan uji
tuntas untuk mutu barang
• Kendali Mutu dan Kendali Biaya→ efiesiensi biaya yang tetap
Sumber
•