• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PROFIL KABUPATEN BOYOLALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PROFIL KABUPATEN BOYOLALI"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PROFIL KABUPATEN BOYOLALI

4.1. GEOGRAFI DAN ADMINISTRATIF WILAYAH

Kabupaten Boyolali terletak pada posisi geografis antara 110022’-110050’ Bujur Timur dan antara 707’ - 7036’ Lintang Selatan. Posisi geografis wilayah Kabupaten Boyolali merupakan kekuatan yang dapat dijadikan sebagai modal pembangunan daerah karena berada pada segitiga wilayah Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar) yang merupakan tiga kota utama di wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dikembangkannya wisata Solo-Selo (Kabupaten Boyolali)-Borobudur (Kabupaten Magelang) atau SSB, diharapkan lebih meningkatkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Boyolali. Disamping itu, seiring dengan mulai perencanaan pembangunan jalan tol Solo-Semarang dan jalan tol Solo-Ngawi yang melintasi wilayah Kabupaten Boyolali, maka diharapkan potensi pengembangan Kabupaten Boyolali, terutama dalam sektor perekonomian dan industri dapat berjalan optimal.

Kabupaten Boyolali dengan bentang Barat-Timur sejauh 48 km dan bentang Utara-Selatan sejauh 54 km, mempunyai luas wilayah kurang lebih 101.510,20 hektar, dengan batas-batas wilayah, sebagai berikut :

 Sebelah Utara : Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Semarang;  Sebelah Timur : Kabupaten Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo;  Sebelah Selatan : Kabupaten Klaten dan Provinsi D.I. Yogyakarta;  Sebelah Barat : Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.

Kabupaten Boyolali secara administratif terbagi dalam 19 kecamatan terdiri 267 desa dan 6 kelurahan. Selengkapnya pembagian administrasi per kecamatan di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV. 1

LUAS WILAYAH KABUPATEN BOYOLALI DIRINCI PER KECAMATAN TAHUN 2013

No Kecamatan Luas Wilayah (Ha) Persentase (%) Desa/Kelurahan Dusun RW RT 1 Selo 5.607,80 5,52 10 33 52 214 2 Ampel 9.039,12 8,90 20 78 154 547 3 Cepogo 5.299,80 5,22 15 45 92 406 4 Musuk 6.504,14 6,41 20 51 93 513 5 Boyolali 2.625,10 2,59 9 21 114 487 6 Mojosongo 4.341,17 4,28 13 34 89 390 7 Teras 2.993,63 2,95 13 36 47 306 8 Sawit 1.723,18 1,70 12 33 43 180 9 Banyudono 2.537,94 2,50 15 57 57 260 10 Sambi 4.649,49 4,58 16 56 60 337 11 Ngemplak 3.852,70 3,80 12 45 109 445 12 Nogosari 5.508,43 5,43 12 47 67 405 13 Simo 4.804,03 4,73 13 69 77 300 14 Karanggede 4.175,61 4,11 16 57 64 275 15 Klego 5.187,73 5,11 13 43 67 294 16 Andong 5.452,78 5,37 16 57 79 343 17 Kemusu 9.908,42 9,76 17 48 62 282 18 Wonosegoro 9.299,79 9,16 18 67 92 364 19 Juwangi 7.999,35 7,88 10 34 43 219 Jumlah 101.510,20 100,00 267 911 1.461 6.567

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

(2)

lahan sawah berpengairan teknis seluas 5.074,253 Ha (22,54%), lainnya berpengairan setengah teknis seluas 4.652,75 Ha (20,66%), pengairan sederhana seluas 2.665,34 Ha (1,84%), dan tadah hujan seluas 10.118,81 Ha (44,95%). Berikutnya, untuk lahan kering menurut penggunaannya terdiri dari pekarangan/bangunan seluas 25.271,62 Ha (32,07%), Tegal/Kebun seluas 30.479,77 Ha (20,67%), Padang/ Gembala seluas 983,33 Ha, Tambak/ Kolam seluas 820,45 Ha, Hutan Negara seluas 14.835,50 Ha, dan penggunaan lainnya seluas 6.409,94 Ha. Selengkapnya gambaran kondisi penggunaan lahan di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tebel dan gambar berikut :

TABEL IV. 2

LUAS TANAH SAWAH DAN TANAH KERING DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 (Ha)

No Kecamatan Luas Wilayah Tanah Sawah Penggunaan Lahan Tanah Kering 1 Selo 5.607,80 35,40 5.572,40 2 Ampel 9.039,12 571,06 8.468,06 3 Cepogo 5.299,80 55,80 5.244,00 4 Musuk 6.504,14 0,00 6.504,14 5 Boyolali 2.625,10 294,60 2.330,50 6 Mojosongo 4.341,17 942,75 3.398,41 7 Teras 2.993,63 1.423,03 1.570,60 8 Sawit 1.723,18 1.275,25 447,93 9 Banyudono 2.537,94 1.510,08 1.027,86 10 Sambi 4.649,49 2.204,95 2.444,51 11 Ngemplak 3.852,70 1.403,46 2.449,22 12 Nogosari 5.508,43 2.479,83 3.028,60 13 Simo 4.804,03 2.117,80 2.686,23 14 Karanggede 4.175,61 1.682,34 2.493,27 15 Klego 5.187,73 1.568,10 3.619,63 16 Andong 5.452,78 2.228,72 3.224,06 17 Kemusu 9.908,42 652,43 9.255,99 18 Wonosegoro 9.299,79 1.883,84 7.415,95 19 Juwangi 7.999,35 380,70 7.618,65 Jumlah 101.510,20 22.710,16 78.800,04

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Gambar 4. 1 Kondisi Penggunaan Kabupaten Boyolali Tahun 2013

Secara spasial kondisi penggunaan lahan Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Boyolali.

(3)

Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) Bidang Cipta Karya Kabupaten Boyolali Tahun 2016-2020

(4)

4.2. DEMOGRAFI

Gambaran demografi wilayah Kabupaten Boyolali diperlukan sebagai dasar proyeksi demand infrastruktur Bidang Cipta Karya dan proyeksi kebutuhan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya pada masa yang akan datang. Gambaran mengenai kendisi demografi di Kabupaten Boyolali antara lain berisi mengenai : Jumlah Penduduk Secara Keseluruhan, Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Jumlah Penduduk Miskin, Laju Pertumbuhan Penduduk, dan Persebaran Penduduk.

4.2.1. Jumlah Penduduk Secara Keseluruhan

Jumlah penduduk di Kabupaten Boyolali Tahun 2013 sebesar 963.839 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata adalah 949 jiwa/km2. Kecamatan dengan kepadatan penduduk yang tertinggi berada di Kecamatan Boyolali (2.311 jiwa/km2), dan yang paling rendah kepadatannya adalah Kecamatan Juwangi (444 jiwa/km2). Selengkapnya kondisi kepadatan masing-masing kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.3

KEPADATAN PENDUDUK PER KECAMATAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No Kecamatan Luas (Km2) Jumlah Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km2)

1 Selo 56,08 27.198 485 2 Ampel 90,39 69.861 773 3 Cepogo 53,00 54.033 1.020 4 Musuk 65,04 61.449 945 5 Boyolali 26,25 60.661 2.311 6 Mojosongo 43,41 52.007 1.198 7 Teras 29,94 46.895 1.566 8 Sawit 17,23 32.969 1.913 9 Banyudono 25,38 45.021 1.774 10 Sambi 46,49 48.825 1.050 11 Ngemplak 38,53 72.991 1.895 12 Nogosari 55,08 61.743 1.121 13 Simo 48,04 43.651 909 14 Karanggede 41,76 40.933 980 15 Klego 51,88 46.371 894 16 Andong 54,53 61.967 1.136 17 Kemusu 99,08 46.544 470 18 Wonosegoro 93,00 55.205 594 19 Juwangi 79,99 35.515 444 Jumlah 1.015,10 963.839 949

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Berdasarkan data penduduk menurut kelompok umur dapat diperoleh perbandingan jumlah penduduk usia produktif dan usia tidak produktif. Jumlah penduduk menurut kelompok umur di Kabupaten Boyolali di dominasi oleh penduduk usia produktif, yaitu penduduk usia produktif antara usia 15–59 tahun. Sedangkan penduduk tidak produktif adalah penduduk yang berusia antara usia 0– 14 tahun dan >60 tahun. Kondisi jumlah penduduk Kabupaten Boyolali menurut kelompok umur Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL IV.4

JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN BOYOLALI MENURUT KELOMPOK UMUR TAHUN 2013

No Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Jumlah 1 0 - 4 32.570 31.754 64.324 2 5 - 9 39.117 37.355 76.472 3 10 - 14 42.307 39.895 82.202 4 15 - 19 41.974 39.480 81.454 5 20 - 24 31.925 31.335 63.260 6 25 - 29 30.897 33.639 64.536 7 30 - 34 35.150 35.951 71.101 8 35 - 39 32.456 33.831 66.287 9 40 - 44 35.354 36.511 71.865 10 45 - 49 32.031 34.746 66.777 11 50 - 54 30.729 32.472 63.201 12 55 - 59 25.175 24.892 50.067 13 60 - 64 19.769 20.220 39.989 14 > 64 44.534 56.770 101.304 Jumlah 473.988 489.851 963.839

(5)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa penduduk usia produktif di Kabupaten Boyolali sebanyak 598.548 orang, sedangkan penduduk usia tidak produktif sebanyak 365.291 orang. Gambaran mengenai kondisi penduduk menurut umur di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 4. 2 Grafik Kondisi Penduduk Menurut Umur Kabupaten Boyolali Tahun 2013

Sektor pertanian masih menjadi gantungan hidup utama bagi masyarakat di Kabupaten Boyolali, yaitu sebanyak 244.200 jiwa (29%) telah bekerja pada Sektor Pertanian Tanaman Pangan. Kemudian sebanyak 63.034 jiwa (8%) bekerja pada Sektor Peternakan. Untuk Sektor Industri Pengolahan, Sektor Perdagangan, dan Sektor Jasa juga merupakan sektor yang banyak diandalkan, yaitu masing-masing 3% masyarakat di Kabupaten Boyolali bekerja pada sektor ini. Selengkapnya kondisi mata pencaharian penduduk di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.5

MATA PENCAHARIAN PENDUDUK KABUPATEN BOYOLALI USIA 10 TAHUN KE ATAS TAHUN 2013

No. Kecamatan Mata Pencaharian P er ta n ia n T an am an P an ga n P er k eb u n an P er ik an an P et er n ak an P er ta n ia n La in n ya In d u st ri P en go la h an P er d ag an ga n Ja sa A n gk u ta n La in n ya Ju m la h 1 Selo 6.071 0 0 766 9.400 0 300 2.700 245 3.907 23.389 2 Ampel 15.361 270 0 2.698 690 879 1.169 4.194 94 34.448 59.803 3 Cepogo 19.381 2.486 0 9.595 0 2.314 2.598 664 690 5.832 43.560 4 Musuk 6.170 5.641 0 15.975 0 1.026 2.328 2.374 494 18.785 52.793 5 Boyolali 3.989 49 16 1.468 83 3.001 3.081 3.996 540 35.517 51.740 6 Mojosongo 6.524 216 50 2.898 2.245 3.158 4.834 2.583 394 21.828 44.730 7 Teras 9.578 71 96 893 911 11.315 4.902 4.697 355 11.597 44.415 8 Sawit 6.458 892 283 3.037 0 533 4.615 844 310 11.372 28.344 9 Banyudono 3.665 498 63 704 4.275 3.762 4.076 5.657 822 14.074 37.596 10 Sambi 12.270 0 0 3.475 273 3.950 1.182 1.651 139 18.863 41.803 11 Ngemplak 3.416 45 157 918 859 9.489 5.882 9.767 577 29.727 60.837 12 Nogosari 15.700 0 0 194 389 6.123 4.276 4.630 349 20.702 52.363 13 Simo 22.722 0 28 5.805 0 643 1.623 911 287 6.192 38.211 14 Karanggede 9.524 3.525 198 8.258 5.460 1.028 1.222 1.133 138 4.048 34.534 15 Klego 20.617 60 36 216 252 467 2.648 2.574 319 11.870 39.059 16 Andong 24.537 0 0 571 462 1.958 2.433 1.070 246 22.045 53.322 17 Kemusu 20.325 190 418 300 132 2.317 1.488 448 314 12.353 38.285 18 Wonosegoro 26.416 3.908 0 5.210 315 1.108 2.693 594 5.991 5.991 52.226 19 Juwangi 11.476 0 70 53 0 171 1.003 1.130 339 27.816 42.058 Jumlah 244.200 17.851 1.415 63.034 25.746 53.242 52.353 51.617 12.643 316.967 839.068 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

(6)

4.2.2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Berdasarkan data Tahun 2013 jumlah penduduk Kabupaten Boyolali berjumlah 963.839 jiwa terdiri dari laki-laki 473.988 jiwa dan perempuan 489.851 jiwa dengan sex ratio jenis kelamin rata-rata 97. Untuk Kabupaten Boyolali sex ratio adalah 97 artinya jumlah penduduk perempuan 3,00 persen lebih banyak dibanding laki-laki. Kondisi jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan sex ratio Kabupaten Boyolali Tahun 2013 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL IV.6

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN SEX RATIO DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah Sex Ratio 1 Selo 13.367 13.831 27.198 97 2 Ampel 34.252 35.609 69.861 96 3 Cepogo 26.640 27.393 54.033 97 4 Musuk 29.813 31.636 61.449 94 5 Boyolali 29.910 30.751 60.661 97 6 Mojosongo 25.593 26.414 52.007 97 7 Teras 23.476 23.419 46.895 100 8 Sawit 16.332 16.637 32.969 98 9 Banyudono 21.843 23.178 45.021 94 10 Sambi 24.334 24.491 48.825 99 11 Ngemplak 36.270 36.721 72.991 99 12 Nogosari 30.155 31.588 61.743 95 13 Simo 21.056 22.595 43.651 93 14 Karanggede 19.775 21.158 40.933 93 15 Klego 22.853 23.518 46.371 97 16 Andong 30.492 31.475 61.967 97 17 Kemusu 22.941 23.603 46.544 97 18 Wonosegoro 27.270 27.935 55.205 98 19 Juwangi 17.616 17.899 35.515 98 Jumlah 473.988 489.851 963.839 97

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014 4.2.3. Jumlah Penduduk Miskin

Pada Tahun 2013 diketahui bahwa jumlah keluarga sejahtera lebih banyak dibandingkan dengan banyaknya Keluarga Pra Sejahtera di Kabupaten Boyolali, yaitu masing-masing sebanyak 180. 553 jiwa (64%) dan 103.251 jiwa (36%). Tingkat keluarga pra sejahtera paling banyak terdapat di Kecamatan Kemusu yaitu sebanyak 9.845 jiwa atau sekitar 9,5% dari seluruh jumlah Keluarga Pra Sejahtera yang ada di Kabupaten Boyolali. Selengkapnya gambaran Jumlah Keluarga Sejahtera dan Pra Sejahtera per Kecamatan di Kabupaten Boyolali Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.7

BANYAKNYA KELUARGA SEJAHTERA MENURUT TINGKATAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No. Kecamatan Ekonomi dan Non Ekonomi Pra Sejahtera Alasan Sejahtera I Sejahtera II Sejahtera III Sejahtera III+ Jumlah 1 Selo 3.051 1.896 1.408 1.299 650 8.304 2 Ampel 8.029 3.474 2.871 7.229 621 22.224 3 Cepogo 4.972 5.084 2.776 2.551 515 15.898 4 Musuk 6.261 2.520 2.653 5.800 266 17.500 5 Boyolali 3.497 1.720 1.389 10.150 1.625 18.381 6 Mojosongo 3.738 2.408 2.962 5.572 1.453 16.133 7 Teras 2.972 1.214 2.302 6.922 369 13.779 8 Sawit 1.263 2.375 2.742 2.720 499 9.599 9 Banyudono 2.979 3.684 2.695 4.223 1.308 14.889 10 Sambi 7.260 2.244 1.968 2.233 397 14.102 11 Ngemplak 4.594 2.838 6.141 8.739 196 22.508 12 Nogosari 7.808 3.613 3.736 3.390 789 19.336 13 Simo 2.422 799 1.289 2.702 345 7.557 14 Karanggede 5.121 2.627 2.271 2.395 86 12.500 15 Klego 6.577 1.225 2.233 3.824 276 14.135 16 Andong 7.584 1.919 2.590 5.285 331 17.709 17 Kemusu 9.845 1.986 479 206 0 12.516 18 Wonosegoro 8.971 4.437 1.986 1.563 19 16.976 19 Juwangi 6.307 2.384 790 211 66 9.758 Jumlah 103.251 48.447 45.281 77.014 9.811 283.804

(7)

4.2.4. Laju Pertumbuhan Penduduk

Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Boyolali tahun 2012-2013 adalah sebesar 0,43%. Angka pertumbuhan tertinggi terdapat di Kecamatan Ngemplak yaitu sebesar 1,03% dan terendah di Kecamatan Kemusu yaitu 0,00%. Selengkapnya kondisi pertumbuhan masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.8

PERTUMBUHAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No. Kecamatan 2012 Penduduk 2013 Perubahan Pertumbuhan (%)

1 Selo 27.146 27.198 52 0,19 2 Ampel 69.353 69.861 508 0,73 3 Cepogo 53.847 54.033 186 0,35 4 Musuk 61.418 61.449 31 0,05 5 Boyolali 60.265 60.661 396 0,66 6 Mojosongo 51.727 52.007 280 0,54 7 Teras 46.535 46.895 360 0,77 8 Sawit 32.931 32.969 38 0,12 9 Banyudono 44.922 45.021 99 0,22 10 Sambi 48.615 48.825 210 0,43 11 Ngemplak 72.244 72.991 747 1,03 12 Nogosari 61.379 61.743 364 0,59 13 Simo 43.609 43.651 42 0,10 14 Karanggede 40.682 40.933 251 0,62 15 Klego 46.222 46.371 149 0,32 16 Andong 61.918 61.967 49 0,08 17 Kemusu 46.542 46.544 2 0,00 18 Wonosegoro 55.076 55.205 129 0,23 19 Juwangi 35.301 35.515 214 0,61 Jumlah 959.732 963.839 4.107 0,43

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014 4.2.5. Persebaran Penduduk

Persebaran penduduk di Kabupaten Boyolali pada masing-masing kecamatan dirasa cukup merata. Rata-rata jumlah penduduk pada masing-masing kecamatan adalah sebanyak 50.728 jiwa dan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga di Kabupaten Boyolali Tahun 2013 tercatat sebesar 4 jiwa per KK. Banyaknya rumah tangga dan rata-rata anggota rumah tangga per kecamatan di Kabupaten Boyolali Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.9

BANYAKNYA JUMLAH KK DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No Kecamatan Penduduk Rumah Tangga Rata-rata Anggota Rumah Tangga 1 Selo 27.198 7.782 3 2 Ampel 69.861 21.122 3 3 Cepogo 54.033 15.107 4 4 Musuk 61.449 16.548 4 5 Boyolali 60.661 19.104 3 6 Mojosongo 52.007 16.498 3 7 Teras 46.895 12.611 4 8 Sawit 32.969 9.026 4 9 Banyudono 45.021 13.266 3 10 Sambi 48.825 14.351 3 11 Ngemplak 72.991 21.497 3 12 Nogosari 61.743 18.025 3 13 Simo 43.651 13.019 3 14 Karanggede 40.933 14.462 3 15 Klego 46.371 12.006 4 16 Andong 61.967 17.484 4 17 Kemusu 46.544 11.390 4 18 Wonosegoro 55.205 13.834 4 19 Juwangi 35.515 8.109 4 Jumlah 963.839 275.241 4

(8)

4.3. TOPOGRAFI

Kabupaten Boyolali terletak pada ketinggian 75-3119 meter di atas permukaan air laut (tertinggi di puncak Gunung Merbabu). Dari seluruh desa dan kelurahan yang ada, 224 desa/kelurahan atau sekitar 83 persen merupakan desa dengan kondisi topografi dataran rendah dan selebihnya merupakan desa di dataran tinggi. Adapun pengelompokan kecamatan di Kabupaten Boyolali atas dasar ketinggiannya adalah sebagai berikut :

 Ketinggian antara 75 – 400m dpl yaitu Kecamatan Teras, Banyudono, Sawit, Mojosongo, Ngemplak, Simo, Nogosari, Kemusu, Karanggede, dan sebagian Boyolali,

 Ketinggian antara 400 – 700m dpl yaitu Kecamatan Boyolali, Musuk, Mojosongo, Cepogo, Ampel, dan Karanggede,

 Ketinggian antara 700 - 1.000m dpl yaitu sebagian Kecamatan Musuk, Ampel, dan Cepogo,  Ketinggian antara 1.000 - 1.300m dpl yaitu sebagian Kecamatan Cepogo, Ampel, dan Selo,  Ketinggian antara 1.300 - 1.500m dpl yaitu Kecamatan Selo.

 Ketinggian antara 15.500-ke atas Kecamatan Selo hingga puncak Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dan bagian barat Kecamatan Ampel.

Dilihat dari kelerengannya, Kabupaten Boyolali dibagi menjadi 4 wilayah kemiringan, yaitu:  Wilayah dengan kemiringan antara 0-8% seluas 32.289 Ha banyak dijumpai di Kecamatan Teras,

Sawit, Banyudono, Sambi, Ngemplak, Nogosari, Simo, Karanggede, Klego, Andong, Kemusu, Wonosegoro dan Juwangi

 Wilayah dengan kemiringan antara 8-15% % seluas 51.264 Ha terdapat di 18 Kecamatan selain Kecamatan Ngemplak.

 Wilayah dengan kemiringan antara 15-40% seluas 17.040 Ha atau terdapat di Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Teras, Sambi, Simo, Karanggede, Klego, Kemusu, Wonosegoro dan Juwangi  Wilayah dengan kemiringan antara >40% seluas 4.745 Ha terdapat 6 kecamatan, yaitu Kecamatan

Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Karanggede, dan Klego.

 Daerah tersebut merupakan wilayah yang harus dilindungi (dihutankan) agar dapat berfungsi sebagai pelindung hidrologis dan menjaga keseimbangan ekosistim dan lingkungan hidup.

Secara spasial kondisi topografi/ kelerengan dan ketinggian Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada Peta Kelerengan Kabupaten Boyolali dan Peta Ketinggian Kabupaten Boyolali.

(9)
(10)
(11)

4.4. GEOHIDROLOGI

Wilayah Kabupaten Boyolali termasuk iklim tropis dengan rata-rata curah hujan sekitar 2000 milimeter/tahun. Dari sisi hidrologi, terdapat potensi/kekayaan sumber daya air, meliputi :

 Sumber air dangkal/mata air atau masyarakat setempat menyebutnya umbul, terdapat di Tlatar (Kecamatan Boyolali), Nepen (Kecamatan Teras), Pengging (Kecamatan Banyudono), Pantaran (Kecamatan Ampel),

 Waduk, terdapat di Kedungombo (Kecamatan Kemusu) seluas 3.536 ha, Kedungdowo (Kecamatan Andong) seluas 48 ha, Cengklik (Kecamatan Ngemplak) seluas 240 ha, dan Bade (Kecamatan Klego) seluas 80 ha,

 Terdapat 4 (empat) sungai sebagai penyedia air baku yaitu Sungai Serang, Cemoro, Pepe, dan Gandul.

Sektor-sektor Sumber Daya Air di Kabupaten Boyolali antara lain terdiri dari Sumber Air Tanah, Air Sungai, dan Air Waduk.

a. Air Tanah

Ditinjau dari kedalaman air tanah, wilayah Boyolali termasuk dalam kategori akuifer berproduksi sedang, yaitu akuifer tidak menembus, tipis dan keterusan rendah. Muka air tanah umumnya dangkal, debit air sumur umumnya kurang dari 5 liter/detik, dengan perincian sebagai berikut :  Wilayah sebelah Utara termasuk wilayah yang tidak potensial untuk pengembangan air tanah

(0-5 liter/detik) hal ini disebabkan oleh kondisi batuannya berupa litologi endapan aluvial antar perbukitan, batu gamping berlapis dan endapan vulkanik berukuran halus. Wilayah ini meliputi: Kecamatan Juwangi, Wonosegoro dan Kemusu.

 Wilayah bagian Tengah termasuk wilayah yang berpotensi untuk pengembangan air tanah berbagai keperluan permukiman. Debit air berkisar 20-200 m3 per hari dengan produksi rata-rata 0-10 liter/detik, meliputi Kecamatan Wonosegoro, Karanggede, Klego, Andong, Simo, Nogosari, Boyolali, dan Sambi. Litologi material hasil aktivitas vulkanik Merapi dan Merbabu terdiri dari lava, breksi laharik, konglomerat dan batu pasir vulkanik, kontak dengan perbukitan lipatan dengan litologi yang lebih tua terdiri dari material vulkanik berukuran halus terdiri lempeng tuffan, lanau tuffan, batu pasir vulkanik halus dan konglomerat polimik.

 Wilayah yang berpotensi baik untuk pengembangan air bagi irigasi. Debit air berkisar antara 300-800 m3 per hari dengan produksi rata-rata lebih dari 10 liter per detik, meliputi Kecamatan Teras, Banyudono, dan Sawit. Litologi wilayah tersebut terdiri dari lava andesit, breksi laharik, konglomerat, dan batu pasir vulkanik yang bagian atasnya tertutup oleh material fluvio vulkanik Merapi dan Merbabu berupa pasir krikilan sampai pasir bongkah lepas. Daerah dengan lereng >40% kedalaman air >150 meter meliputi Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel, kerucut gunung berapi dan kaki atas kerucut gunung berapi (G. Merapi dan G. Merbabu) terdiri dari pasir vulkanik halus sampai kasar, lava andesit ekstrusif dan bongkah-bongkah andesit. Potensi air tanah ini apabila diusahakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum dan air bersih bagi masyarakat.

Air tanah yang ada di Kabupaten Boyolali muncul dalam bentuk mata air. Pada bagian selatan Kabupaten Boyolali lebih banyak ditemukan mata air dibandingkan dengan bagian utara sehingga retan timbul kekeringan. Di Boyolali bagian selatan mata air ditemukan di Kecamatan Ampel, Boyolali, Banyudono, Teras dan Sawit sedangkan di bagian utara ditemukan di Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, dan Kemusu. Mata air ini dimanfaatkan untuk keperluan irigasi desa, PDAM dan air minum masyarakat. Adapun Mata air di Kabupaten Boyolali antara lain :

 Mata air Tlatar di Kecamatan Boyolali  Mata air Nepen di Kecamatan Teras

 Mata air Pengging di Kecamatan Banyudono

 Mata air Pantaran, Sipendak dan Simuncar di Kecamatan Ampel  Mata air Wonopedut di Wonodoyo Kecamatan Cepogo

(12)

b. Air Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa, sehingga merupakan kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut. Sungai merupakan bagian dari DAS sebagai tempat atau wadah dan jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara yang dibatasi kanan dan kirinya oleh garis sempadan. Sungai juga berfungsi sebagai pematusan pada saat musim hujan. Di Kabupaten Boyolali terdapat 6 wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Serang dan Braholo, DAS Cemoro, DAS Butak, DAS Pepe, DAS Tempel dan Kali Larangan/Gede, dan DAS Gandul.

c. Air Waduk

Waduk merupakan danau buatan yang dipergunakan untuk menampung air, hal ini dimaksudkan untuk keperluan irigasi, pembangkit tenaga listrik, usaha perikanan dan tempat wisata. Waduk yang terdapat di Kabupaten Boyolali yaitu :

 Waduk Kedungombo, memiliki luas genangan seluruhnya ada 6.576 ha, meliputi tiga wilayah yaitu Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Grobogan. Khususnya Kabupaten Boyolali seluas 3.536 ha di Kecamatan Kemusu.

 Waduk Kedungdowo, memiliki luas 48 ha terdapat di Kecamatan Andong.  Waduk Cengklik, memiliki luas 240 ha terdapat di Kecamatan Ngemplak.  Waduk Bade, memiliki luas 80 ha terdapat di Kecamatan Klego.

Di Kabupaten Boyolali terdapat banyak danau/waduk/situ/embung yang keberadaannya dapat digunakan untuk pengairan pada saat musim kemarau, sehingga usaha pertanian masih tercukupi kebutuhan airnya. Adapun danau/waduk/situ/embung yang ada di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.10

INVENTARISASI DANAU/ WADUK/ SITU/ EMBUNG DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No Nama Danau/ Waduk/ Situ/ Embung Kecamatan Luas (Ha) Volume (m3) 1 Waduk Kedung Ombo Kemusu 3.536 723.000.000 2 Waduk Cengklik Ngemplak 336 9.299.240 3 Waduk Bade Klego 80 2.844.400 4 Drajitan Musuk 0,12 1.200 Randusari 1 Musuk 0,1 500 5 Barat Blimbing Musuk 0,1 1.500 6 Karang Kendal Musuk 0,1 550 7 Bendosari Musuk 0,05 200 8 Setro Musuk 0,2 5.000 9 Karanganyar 1 Musuk 0,1 500 10 Ngipik Musuk 0,15 600 11 Karanganyar 2 Musuk 0,05 250 12 Wonodadi Musuk 0,15 300 13 Tagunggede Musuk 0,01 200 14 Keposong 1 Musuk 1 1.000 15 Keposong 2 Musuk 2 2.400 16 Randusari 2 Musuk 0,2 400 17 Kewarangan Musuk 0,2 350 18 Tegalsari Musuk 0,2 300 19 Karangasem Musuk 0,15 250 20 Tegalrejo Musuk 0,3 5.000 21 Blabur Musuk 0,1 200 22 Lampargede Musuk 0,2 1.500 23 Randukuning Musuk 0,1 9.000 24 Soko Musuk 0,6 10.000 25 Sambirejo Musuk 0,01 100 26 Pager Jurang Musuk 0,15 3.125 27 Timur Sodong Musuk 0,1 150 28 Manggung Musuk 0,15 200 29 Kepoh Musuk 0,1 150 30 Sukorejo Musuk 0,05 75 31 Dukuh Rejo Musuk 0,05 75 32 Brongkol Musuk 0,2 200 33 Ngargowinangun Musuk 0,03 50 34 Sangen Musuk 0,2 200 35 Wonorejo Musuk 0,15 200 36 Madang Musuk 0,1 150

(13)

No Nama Danau/ Waduk/ Situ/ Embung Kecamatan Luas (Ha) Volume (m3) 37 Janur Musuk 0,1 200 38 Sidomulyo Musuk 0,15 150 39 Magomulyo Musuk 0,1 200 40 Banyusri Musuk 0,12 175 41 Tempel Musuk 0,1 200 42 Kalianyar Musuk 0,1 150 43 Gendulan Musuk 0,25 325 44 Tritis Musuk 0,1 100 45 Jamprongan Musuk 0,1 100 46 Weru Musuk 0,1 100 47 Sumur Musuk 0,05 50 48 Badranrejo Musuk 0,05 50 49 Sumur Wetan Musuk 0,06 60 50 Banjar Musuk 0,15 150 51 Doyosari Musuk 0,1 100 52 Tembelang Musuk 0,1 100 53 Dk. Poko Musuk Musuk 2,3 2.000 54 Check Dam Gupaan Andong 0,5 6.250 55 Jatisari Sambi 0,625 6.250 56 Tretes Sambi 0,3 3.650 57 Glintang Sambi 0,3 338 58 Bangsalan Teras 0,3 338 59 Singosari Mojosongo 0,6 600 60 Selo Selo 0,2 180 61 Kiringan Boyolali 1,2 12.600 62 Kiringan Boyolali 0,1 2.000 63 Kadipaten Andong 0,1 180 64 Klumpit Karangede 0,2 180 65 Demangan Sambi 0,15 180 66 Sukorame Musuk 0,2 180 67 Kembang Ampel 0,18 180 68 Mliwis Cepogo 0,1 180 69 Juwangi Juwangi 0,125 180 70 Dologan Karanggede 0,175 180 71 Jurug Mojosongo 1,5 1.560 72 Kalangan Klego 0,5 550 73 Kendel Kemusu 1 10.000

Sumber : DPU dan ESDM Kab. Boyolali, SLHD Kabupaten Boyolali, 2014 4.5. GEOLOGI DAN JENIS TANAH

Sebagian besar wilayah Kabupaten Boyolali adalah dataran rendah dan dataran bergelombang dengan perbukitan yang tidak begitu terjal. Pemanfaatan bagian barat merupakan daerah pegunungan, dengan puncaknya Gunung Merapi (2.911 m) dan Gunung Merbabu (3.141 m), keduanya adalah gunung berapi aktif. Sedangkan di bagian utara merupakan daerah perbukitan, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Di bagian utara juga terdapat Waduk Kedungombo. Jenis tanah yang ada di Kecamatan Boyolali terdiri dari jenis tanah regosol, grumosol, litosol, andosol dan mediteran yang secara terperinci dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Tanah asosiasi litosol dan glumosol kelabu tua merupakan 6,18% dari wilayah Kabupaten Boyolali yang menyebar di wilayah-wilayah Kemusu, Klego, Andong, Karanggede, Wonosegoro dan Juwangi.

b. Tanah regosol kelabu meliputi lahan seluas 10,00 persen dari wilayah Kabupaten Boyolali yang menyebar di wilayah-wilayah Cepogo, Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, Banyudono, dan Sawit. c. Tanah regosol kelabu dan litosol meliputi lahan seluas 7,63% dari wilayah Kabupaten Boyolali

terdiri dari wilayah-wilayah Selo, Cepogo, dan Musuk.

d. Tanah regosol cokelat kekelabuan, meliputi lahan seluas 6,81% dari wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Cepogo, Boyolali, Musuk, Mojosongo, Teras, Banyudono, dan Sawit. e. Tanah kompleks regosol kelabu dan grumosol tua meliputi lahan seluas 20,65% wilayah

Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Juwangi, Wonosegoro, dan Kemusu.

f. Tanah andosol cokelat meliputi lahan seluas 3,73% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Selo, Ampel, dan Cepogo.

(14)

g. Tanah kompleks andosol kelabu tua dan litosol meliputi lahan seluas 5,92% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Selo, Ampel, dan Cepogo.

h. Tanah grumosol kelabu tua dan litosol meliputi lahan seluas 1,47% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Andong dan Klego.

i. Tanah grumosol kelabu tua meliputi lahan seluas 1,47% wilayah Kabupaten Boyolali terdapat pada wilayah Juwangi.

j. Tanah asosiasi grumosol kelabu tua, mediteran cokelat meliputi lahan seluas 8,62% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Simo, Sambi, Nogosari, dan Ngemplak.

k. Tanah mediteran cokelat tua meliputi lahan seluas 24,42% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Wonosegoro, Karanggede, Kemusu, Klego, Andong, Simo, Nogosari, Sambi, Ngemplak, Banyudono, Teras, dan Mojosongo.

l. Tanah litosol cokelat meliputi lahan seluas 4,31% wilayah Kabupaten Boyolali terdiri dari wilayah-wilayah Ampel, Selo, dan Cepogo.

m. Struktur tanah di Kabupaten Boyolali bagian timur laut tepatnya di sekitar wilayah Kecamatan Karanggede dan Simo pada umumnya berupa tanah lempung. Pada bagian tenggara yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Banyudono dan Sawit struktur tanahnya berupa tanah geluh. Pada bagian barat laut yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Musuk dan Cepogo struktur tanahnya berupa tanah berpasir. Dan pada bagian utara yaitu di sepanjang perbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan struktur tanahnya berupa tanah berkapur.

Secara spasial kondisi geologi dan jenis tanah Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada Peta Geologi Kabupaten Boyolali dan Peta Jenis Tanah Kabupaten Boyolali.

4.6. KLIMATOLOGI

Karakteristik iklim biasa dihubungkan dengan vegetasi atau faktor-faktor yang mempengaruhi vegetasi. Dari semua faktor klimatologi terdapat tiga faktor yang penting bagi kehidupan vegetasi, yaitu : temperatur, curah hujan, dan masa kering. Ketiga faktor ini dipakai sebagai kriteria untuk menentukan bioclimate (iklim hayati). Berdasarkan iklim hayati tersebut, Kabupaten Boyolali dapat digolongkan atas wilayah-wilayah iklim sebagai berikut :

 Wilayah dengan curah hujan 1.500-2.000 milimeter/tahun (lembab) dengan bulan kering 3-4 bulan, meliputi daerah Kecamatan Boyolali, Sambi, Nogosari, Simo, Klego, Kemusu, dan Juwangi.  Wilayah dengan curah hujan lebih dari 2.000 milimeter/tahun (sangat lembab) dengan bulan

kering 2-4 bulan, meliputi daerah Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Mojosongo, Teras, Sawit, Banyudono, Ngemplak, Karanggede, Andong, dan Wonosegoro.

Rata-rata Curah hujan di kabupaten Boyolali pada tahun 2013 adalah sebesar 25,70 mm/th dengan curah hujan tertinggi terjadi Januari-Maret. Untuk lebih jelasnya, mengenai kondisi curah hujan dan hari hujan yang terjadi di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.11

CURAH HUJAN DAN HARI HUJAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hh) Rata-rata Curah Hujan (mm/th) 1 Januari 431 21 20,52 2 Februari 323 17 19,00 3 Maret 317 17 18,65 4 April 276 17 16,24 5 Mei 239 13 18,38 6 Juni 133 8 16,63 7 Juli 79 6 13,17 8 Agustus 60 4 15,00 9 September 0 0 0,00 10 Oktober 212 9 23,56 11 November 213 11 19,36 12 Desember 286 18 15,89 Jumlah 2.030 79 25,70

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Secara spasial kondisi klimatologi Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada Peta Curah Hujan Kabupaten Boyolali.

(15)
(16)
(17)
(18)

4.7. SOSIAL DAN EKONOMI

Bab ini menjabarkan kondisi-kondisi sosial yang menonjol seperti adat istiadat masyarakat Kabupaten Boyolali sedangkan gambaran ekonomi menjabarkan data dan informasi kondisi ekonomi daerah. Kondisi perekonomian daerah mencakup kondisi perkembangan PDRB, laju tingkat investasi (ICOR), laju inflasi daerah, dan potensi ekonomi (pertanian, pertambangan, industri, perdagangan dan jasa, pariwisata).

4.7.1. Perkembangan Tingkat Pendidikan Masyarakat

Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemauan yang dikembangkan. Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan sesorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari, khususnya dalam hal kesehatan. Pendidikan formal membentuk nilai bagi seseorang terutama dalam menerima hal baru. Secara keseluruhan lulusan Perguruan Tinggi/D-IV dan Akademi/Diploma di Kabupaten Boyolali cukup merata, dengan lulusan terbanyak ada di Kecamatan Teras. Tingkat kualitas pendidikan yang cukup tinggi telah menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pendidikan cukup tinggi. Hal ini dapat kita lihat dari kuantitas jumlah lulusan perguruan tingg maupun diploma yaitu masing-masing sebanyak 22.921 jiwa (3%) dan 22.684 (3%). Selengkapnya kondisi mengenai perkembangan tingkat pendidikan masyarakat di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.12

JUMLAH PENDUDUK KABUPATEN BOYOLALI MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN TAHUN 2013

No. Kecamatan PT/DIV Akademi/ Diploma SLTA SLTP SD Tidak / Belum Tamat SD Jumlah 1 Selo 110 100 1.353 3.008 10.907 9.888 25.366 2 Ampel 272 161 188 3.168 22.522 32.376 58.687 3 Cepogo 971 567 6.607 7.646 21.621 12.326 49.738 4 Musuk 692 697 4.497 6.338 19.970 25.145 57.339 5 Boyolali 2.597 2.091 14.805 11.166 13.697 11.992 56.348 6 Mojosongo 1.231 1.762 8.654 8.655 16.230 12.279 48.811 7 Teras 8.313 7.049 9.088 6.506 8.905 7.034 46.895 8 Sawit 736 794 6.355 5.909 9.044 7.980 30.818 9 Banyudono 902 915 7.545 8.650 12.465 12.116 42.593 10 Sambi 695 744 8.316 10.604 12.934 12.221 45.514 11 Ngemplak 1.156 1.316 12.304 18.311 24.093 10.073 67.253 12 Nogosari 604 884 7.180 12.240 19.817 16.561 57.286 13 Simo 1.904 2.014 8.432 9.831 10.757 8.297 41.235 14 Karanggede 479 518 7.430 9.341 15.206 4.955 37.929 15 Klego 537 1.037 4.017 6.901 17.142 13.308 42.942 16 Andong 967 909 8.099 10.130 17.312 19.660 57.077 17 Kemusu 196 326 4.088 4.514 20.428 12.502 42.054 18 Wonosegoro 266 551 8.083 11.512 21.626 9.438 51.476 19 Juwangi 293 249 1.659 3.170 8.464 19.219 33.054 Jumlah 22.921 22.684 128.700 157.600 303.140 257.370 892.415

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

4.7.2. Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin

Tingkat kemiskinan Kabupaten Boyolali pada tahun 2012 berada diangka 13,88% dan turun sebesar 0,61% pada tahun 2013 menjadi 13,27%. Jika menggunakan standar target yang termuat pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2009-2014, angka kemiskinan nasional ditargetkan turun menjadi sebesar 8% (target ideal) sampai dengan 10% (target konservatif). Berdasarkan data Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Boyolali Tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Boyolali tahun 2013 adalah 963.839 jiwa, sedangkan jumlah penduduk miskin Kabupaten Boyolali 126.500 jiwa atau sebesar 13,27%, berada di bawah rata capaian Provinsi Jawa Tengah sebesar 14,44% akan tetapi masih berada di atas rata-rata capaian nasional sebesar 11,47%. Capaian Kabupaten Boyolali pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan Kabupaten sekitarnya, posisi relatifnya masih lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten Magelang (13,96%), Klaten (15,60%), Wonogiri (14,01%) dan Sragen (15,93%).

(19)

Berdasarkan tren perkembangannya, persentase penduduk miskin di Kabupaten Boyolali dalam lima tahun terakhir (2009-2013) cenderung menurun. Tahun 2009 sebesar 15,96%, tahun 2008 sebesar 18,06%, tahun 2009 sebesar 17,08% tahun 2010 sebesar 13,72%, dan tahun 2013 sebesar 13,27%, kondisi tersebut dapat dilihat pada grafik berikut :

Gambar 4. 3 Grafik Perkembangan Tingkat Kemiskinan (%) Kabupaten Boyolali Tahun 2002-2013

Dilihat dari efektivitasnya, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Boyolali cenderung efektif dengan mengalami perbaikan setiap tahunnya. Capaian penurunan tersebut diharapkan tetap konsisten dipertahankan untuk memacu tahun berikutnya agar tingkat kemiskinan mengalami penurunan.

4.7.3. Perkembangan PDRB Kabupaten Boyolali

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu wilayah secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Salah satu tolok ukur perbaikan ekonomi suatu wilayah adalah pertumbuhan PDRB atau yang lebih familiar dikatakan sebagai pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Pertumbuhan PDRB terbagi dua, yang pertama yaitu pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga (ADH) Berlaku, yakni pertumbuhan yang dihitung dengan harga berlaku/harga pasar, dan sering dikatakan sebagai pertumbuhan semu karena didalamnya masih mengandung besaran inflasi. Yang kedua adalah pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga (ADH) Konstan, yang merupakan pertumbuhan riil atau pertumbuhan sesungguhnya, karena mengabaikan kenaikan harga barang dan jasa.

Pertumbuhan ekonomi berdasarkan harga berlaku tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian yang mengalami peningkatan setiap tahunnya disusul oleh Sektor Perdagangan, Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-jasa dan sektor lainnya. Sektor yang memberikan kontribusi terkecil dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian. Kondisi PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Boyolali Tahun 2008-2012 secara rinci dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut:

TABEL IV.13

PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008-2012 (Juta Rupiah)

No Lapangan Usaha Tahun

2008 2009 2010 2011 2012 1 Pertanian 2.280.069 2.546.284 3.011.970 3.287.454 3.532.962 1.1 Bahan Makanan 1.419.497 1.610.798 2.040.655 2.210.437 2.370.376 1.2 Perkebunan Rakyat 125.834 134.766 141.312 159.874 171.407

(20)

No Lapangan Usaha Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 1.5 Perikanan 37.925 42.939 66.763 73.909 81.473 2 Pertambangan 54.538 61.294 73.031 81.232 87.019 2.1 Penggalian 54.538 61.294 73.031 81.232 87.019 3 Industri Pengolahan 1.018.709 1.080.339 1.146.565 1.299.897 1.458.666 3.1 Makanan/Minuman dan Tembakau 124.079 131.585 139.652 158.327 178.773 3.2 Tekstil/Pakaian Jadi/Kulit 742.740 787.675 835.960 947.755 1.060.666 3.3 Kayu/Bambu/Furniture 56.335 59.743 63.405 71.884 80.448 3.4 Kertas/Percetakan 36.368 38.568 40.932 46.406 52.418 3.5 Kimia/Pupuk/Karet 2.751 2.917 3.096 3.510 4.070 3.6 Barang Bukan Logam 23.532 24.956 26.486 30.028 34.695 3.7 Logam Dasar 0 0 0 0 0 3.8 Alat Angkutan/Mesin/Perakitan 14.262 15.125 16.052 18.199 20.736 3.9 Pengolahan Lainnya 18.642 19.770 20.982 23.788 26.860 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 75.257 83.142 91.784 98.587 105.511 4.1 Listrik 69.946 76.711 82.465 87.942 94.001 4.2 Air Bersih 5.311 6.431 9.319 10.645 11.510 5 Bangunan/Konstruksi 155.552 181.359 203.122 225.138 250.482 6 Perdagangan 1.622.836 1.772.357 1.938.519 2.193.318 2.480.850 6.1 Besar/Eceran 1.534.216 1.677.252 1.817.028 2.066.086 2.348.249 6.2 Restoran/Rumah Makan 86.615 92.879 118.807 124.096 129.036 6.3 Hotel/Losmen 2.005 2.226 2.684 3.136 3.565 7 Angkutan dan Komunikasi 193.885 204.480 214.426 239.500 269.461 7.1 Angkutan Jalan Raya 179.412 188.763 197.105 220.998 249.501 7.2 Pos dan Telekomunikasi 13.507 14.657 16.119 17.280 18.713 7.3 Jasa Penunjang Angkutan 966 1.060 1.202 1.222 1.247 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 393.298 462.540 531.410 589.250 652.394 8.1 Bank 97.719 112.621 121.067 143.775 168.254 8.2 Lembaga Keuangan Non Bank 16.253 17.373 18.987 21.955 25.665 8.3 Sewa Bangunan 252.135 300.331 357.476 384.987 415.064 8.4 Jasa Perusahaaan 27.191 32.215 33.880 38.533 43.411 9 Jasa-jasa 642.295 751.074 890.859 1.013.956 1.139.534 9.1 Pemerintahan Umum dan Pertahanan 518.375 604.020 730.929 834.493 936.849 9.2 Sosial kemasyarakatan 63.722 77.121 80.034 83.840 87.391 9.3 Hiburan Rekreasi 2.636 2.828 3.253 3.175 3.214 9.4 Perorangan dan Rumah Tangga 57.562 67.105 76.643 92.448 112.080 PDRB 6.436.439 7.142.869 8.101.686 9.028.332 9.976.879 PENDUDUK PERTENGAHAN TAHUN 948.259 950.656 952.040 955.344 958.077 PDRB PER KAPITA (Rp) 6.798.297 7.513.620 8.509.815 9.450.424 10.413.441

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2009-2013

Gambar 4. 4 Grafik Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Boyolali Tahun 2008-2012

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali selama beberapa kurun waktu terakhir dapat dipertahankan pada angka positif. Laju pertumbuhan perekonomian yang positif ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh perangkat perekonomian baik dunia usaha maupun pemerintah daerah yang dapat memanfaatkan peluang serta menentukan kebijakan dengan tepat. Tetapi ada beberapa aspek yang perlu digarisbawahi terkait dengan pertumbuhan ekonomi terlepas dari berapa besar nilai pertumbuhannya, yaitu ada pertumbuhan ekonomi yang baik, yaitu pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor atau kegiatan ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti sektor Perdagangan,

(21)

Hotel dan Restoran, sektor Industri ataupun sektor ekonomi lainnya, sehingga akan memiliki pengaruh ganda terutama didalam penyerapan tenaga kerja. Dan pertumbuhan ekonomi yang kurang baik, ketika pertumbuhan ekonomi terjadi pada sektor-sektor kurang bisa menyerap tenaga kerja.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali Tahun 2012 yang ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Pada Tahun 2008-2011 perkembangan PDRB atas dasar harga konstan selalu menunjukkan angka positif (kenaikan).

Struktur perekonomian kabupaten Boyolali dilihat dari PDRB atas dasar harga konstan dari tahun 2007 sampai tahun 2011 berdasarkan lapangan usahanya penggerak utamanya adalah sektor pertanian 31,8%, diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran 24,3% dan industri pengolahan 16,3%. Dengan melihat kondisi geografis kabupaten Boyolali yang mayoritas merupakan lahan kering, maka selain mempertahankan pertumbuhan sektor pertanian, pemerintahan Kabupaten Boyolali juga mengembangan sektor sektor potensial lainnya seperti industri pengolahan dan pertambangan yang saat ini mempunyai pertumbuhan cukup besar yaitu sebesar 4,48% dan 4,21%. Kondisi laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan Tahun 2008-2011 dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL IV.14

PERKEMBANGAN PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2008-2011

No Lapangan Usaha 2008 2009 Tahun 2010 2011 Laju (%) 1 Pertanian 1.328.683.026 1.356.585.370 1.385.073.663 1.414.160.210 2,10 2 Pertambangan 35.458.142 36.950.930 38.502.869 40.119.990 4,21 3 Industri Pengolahan 638.447.911 667.050.377 696.934.234 728.156.888 4,48 4 Listrik, Gas dan Air Bersih 50.808.090 54.791.444 59.065.177 63.695.887 7,84 5 Bangunan/Konstruksi 107.703.660 111.182.488 113.739.685 116.378.446 2,32 6 Perdagangan 971.814.681 1.006.508.465 1.042.440.817 1.079.655.954 3,57 7 Angkutan dan Komunikasi 105.867.359 110.049.120 114.396.060 118.914.705 3,95 8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 250.737.193 267.135.405 284.606.060 303.219.297 6,54 9 Jasa-jasa 409.852.796 459.158.087 514.257.057 575.967.904 12,03

PDRB 3.899.372.858 4.069.411.686 4.249.015.622 4.440.269.279

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2009-2012 4.7.4. Laju Tingkat Investasi (ICOR)

Tingginya nilai investasi di Kabupaten Boyolali, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), cukup berhasil menekan angka pengangguran di Boyolali. Investasi itu mampu menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. Data di BPS dan Dinsosnakertrans Boyolali menunjukkan : pada 2011 tercatat, penduduk Boyolali berumur 15 tahun ke atas yang bekerja, ada sebanyak 462.374 orang, sedangkan pengangguran terbuka 25.562 orang. Di 2012, jumlah penduduk Boyolali usia 15 tahun ke atas yang bekerja, meningkat menjadi 497.984 orang dan jumlah pengangguran menurun ke angka 23.550. Jumlah penduduk yang bekerja pada 2013 naik lagi menjadi 500.041 orang dan jumlah pengangguran 28.852 orang. Pada 2014 lalu, jumlah yang bekerja menjadi sebanyak 693.473 orang, dan jumlah pengangguran turun menjadi sekitar 23.000 orang. Total Investasi Komulatif PMA dan PMDN sampai dengan Bulan Desember 2014 adalah sebesar Rp. 4,351,858,192,958 dan U$ 55.275.500. Selengkapnya laju tingkat investasi di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada beberapa tabel berikut :

TABEL IV.15

PERKEMBANGAN JUMLAH INVESTOR DAN NILAI INVESTASI PMDN

Tahun Investor Masuk Per Tahun Jumlah Investor Investasi Masuk Per Tahun Jumlah Investasi 2005 6 6 407.300.000.000 407.300.000.000 2006 0 6 0 407.300.000.000 2007 2 8 68.500.000.000 475.800.000.000 2008 460 468 126.559.524.650 602.359.524.650 2009 621 1.089 83.664.000.000 686.023.524.650 2010 767 1.856 153.452.340.100 839.475.864.750 2011 859 2.715 250.265.940.608 1.089.741.805.358 2012 1.056 3.771 273.254.000.000 1.362.995.805.358 2013 938 4.709 1.121.680.000.000 2.484.675.805.358 2014 804 5.513 1,170,394,000,000 3.655.069.805.358

(22)

TABEL IV.16

PERKEMBANGAN REALISASI INVESTOR (PMA) di KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2010-2014

Tahun Jumlah Proyek Realisasi Investasi Investasi Kumulatif (us $) 2010 1 US $ 920.000 US $ 50.024.000 2011 1 US $ 245.000 US $ 50.269.000 2012 1 US $ 6.500 US $ 50.275.500

2013 1 Rp. 76.784.387.600 US $ 50.275.500 dan Rp. 76.784.387.600 2014 4 US $ 5.000.000 dan Rp. 620.000.000.000 US $ 55.275.500 dan Rp. 696.784.387.600

Sumber : Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Boyolali, 2014

Besarnya investasi yang masuk ke Kabupaten Boyolali dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah lokasi yang cukup strategis di jalur utama Jawa Tengah, sehingga para investor sangat mudah mengirimkan barangnya kepada para konsumen di luar daerah. Selain itu, juga dipengaruhi oleh mudahnya perizinan yang ada di Boyolali dan banyaknya perusahaan yang digratiskan dalam proses perizinan.

4.7.5. Laju Inflasi Daerah

Kondisi perekonomian makro suatu daerah dapat bergerak secara dinamis atau statis. Kondisi tersebut dapat terlihat secara umum dari besaran angka inflasi ataupun deflasi. Angka inflasi/deflasi sangat berpengaruh terhadap perekonomian makro. Jika terjadi inflasi tinggi, maka akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen, biasanya tingkat daya beli masyarakat akan turun disebabkan nilai uang yang dibelanjakan turun. Sebaliknya jika tidak ada inflasi atau terjadi deflasi, hal ini juga tidak menguntungkan bagi perkembangan ekonomi dan apabila terjadi deflasi terus menerus akan menyebabkan terjadinya stagnasi ekonomi.

Perkembangan harga berbagai komoditas di Boyolali pada Maret 2014 secara umum mengalami kenaikan. Pada bulan Maret 2014 di Kabupaten Boyolali mengalami inflasi sebesar 0,28% atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,59 pada bulan Februari 2014 menjadi 138,98 pada bulan Maret 2014. Laju inflasi tahun kalender sebesar 1,82% Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan 0,26%, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,45% kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08%, kelompok sandang 0,81%, kelompok kesehatan 1,25%, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03%. Sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan stabil sebesar 0,00%.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain : beras, cabe rawit, bawang putih, minyak goreng, kacang hijau. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain : daging ayam ras, telur ayam ras, cabe merah, bawang merah. Pada bulan Maret 2014 kelompok – kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok Bahan Makanan 0,078 %, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0863 %, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,016 %, kelompok sandang 0,043 %, kelompok kesehatan 0,0592 % dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,0022 %.

Pada bulan Desember 2014 Kabupaten Boyolali terjadi inflasi sebesar 2,38 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,84. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok Bahan Makanan sebesar 5,54 persen, kelompok Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,68, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan tembakau sebesar 1,37 persen, kelompok Perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,14 persen, kelompok sandang sebesar 0,59 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga sebesar 0,02 persen. Laju inflasi tahun kalender kabupaten Boyolali sebesar 7,45 persen dan laju inflasi “year on year” sebesar 7,45 persen. Secara umum di Jawa Tengah terjadi Inflasi di bulan Desember 2014 ini sebesar 2,25 persen sedangkan Nasional sebesar 2,46 persen. Kondisi inflasi yang terjadi ini memberikan efek positif yang mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Perkembangan inflasi Kabupaten Boyolali, selengkapnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut :

(23)

Gambar 4. 5 Grafik Inflasi Kabupaten Boyolali Tahun 2012 - 2014

4.7.6. Potensi Ekonomi

Kabupaten Boyolali memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk masa sekarang maupun pada masa mendatang. Adapun potensi ekonomi tersebut antara lain :

A. Pertanian

Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang masih menyimpan potensi yang sangat besar bagi usaha pertanian, khususnya pertanian padi. Hal ini terlihat bahwa Kabupaten Boyolali terdapat beberapa kecamatan yang sudah mempunyai Lumbung Pangan Masyarakat Desa (LPMB). Potensi pertanian Kabupaten Boyolali meliputi tanaman pangan, sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman perkebunan. Produksi Padi sawah di Kabupaten Boyolali tersebar diseluruh kecamatan, kecuali di Kecamatan Musuk dan Selo. Luas panen padi sawah secara keseluruhan adalah 43.110 Ha dengan produksi sebanyak 244.736 Ton. Selain itu terdapat pula padi ladang dengan luas panen 4.930 Ha dan produksinya sebanyak 22.486 Ton. Produk tanaman pangan lain di Kabupaten Boyolali, selain padi meliputi : Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Tanah, dan Kedelai yang secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.17

LUAS PANEN DAN PRODUKSI PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No. Kecamatan

Padi Sawah Padi Ladang Jagung Ubi Kayu Ubi Jalar Kacang Tanah Kedelai

Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (T on ) 1 Selo - - - - 133 600 20 303 9 129 - - - - 2 Ampel 833 4.610 250 1.193 4.352 23.482 305 5.177 - - 190 259 - - 3 Cepogo 2 11 105 503 1.891 8.856 157 2.617 - - 10 12 7 8 4 Musuk - - 652 3.112 3.448 16.338 191 3.255 3 42 2 2 42 49 5 Boyolali 711 4.012 115 550 1.012 5.438 227 4.174 - - 217 306 85 108 6 Mojosongo 1.797 10.177 612 2.922 929 5.866 932 17.789 13 140 198 300 - - 7 Teras 2.601 14.992 - - 381 2.437 33 553 - - - - 8 Sawit 1.557 10.056 - - 137 814 - - - - 9 Banyudono 3.078 19.918 - - 351 2.388 3 57 3 43 29 43 - - 10 Sambi 3.654 20.164 - - 38 204 59 838 - - 47 66 241 229 11 Ngemplak 3.346 18.899 - - 109 657 47 767 - - 186 272 26 26 12 Nogosari 5.082 29.813 329 1.570 97 545 36 619 - - 963 1.506 41 42 13 Simo 4.381 24.701 103 492 145 778 635 10.789 - - 336 510 105 158 14 Karanggede 3.302 18.239 - - 207 1.041 113 1.897 - - 28 39 24 27 15 Klego 3.167 17.299 307 1.467 613 2.907 783 12.933 22 315 292 393 16 24 16 Andong 4.396 23.829 850 3.380 1.371 6.632 641 10.019 - - 553 759 - - 17 Kemusu 1.254 6.831 300 1.432 3.052 15.894 177 3.020 - - 33 43 75 82 18 Wonosegoro 3.126 17.063 617 2.572 3.037 16.239 310 5.085 - - 41 54 430 480 19 Juwangi 823 4.122 690 3.293 2.444 12.018 235 1.988 - - 57 76 867 1.085 Jumlah 43.110 244.736 4.930 22.486 23.747 123.134 4.904 81.880 50 669 3.182 4.640 1.959 2.318 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Kabupaten Boyolali mempunyai jenis tanah dan struktur tanah yang bagus, sehingga Kabupaten Boyolali menjadi wilayah yang potensial dan sangat cocok sebagai daerah pengembangan holtikultura.

(24)

sayuran tersebut antara lain : Bawang Merah, Bawang Daun, Kentang, Wortel, Kobis, Sawi, Cabe, Tomat, Terung, Buncis, Mentimun, Labu Siam, Kangkung, Bayam, dan berbagai sayuran lainnya. Selengkapnya potensi sayuran yang ada di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.18

LUAS PANEN DAN PRODUKSI SAYUR-SAYURAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No. Kecamatan

Bawang Merah Bawang Daun Kentang Wortel Kobis Sawi Cabe

Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) 1 Selo 197 18.326 761 78.766 23 3.680 1.713 248.260 1.142 143.525 687 80.963 101 10.741 2 Ampel 2 230 25 2.050 - - 15 1.080 358 20.915 8 193 434 19.505 3 Cepogo 147 3.841 70 3.875 - - 30 2.775 55 6.263 164 14.118 227 15.876 4 Musuk 4 284 20 1.323 - - - - 3 404 - - 1.496 194.554 5 Boyolali - - - 108 4.269 6 Mojosongo - - - 22 937 147 9.374 7 Teras - - - 7 176 8 Sawit - - - 12 165 9 Banyudono - - - 7 189 10 Sambi - - - - 11 Ngemplak - - - 60 6.000 - - 12 Nogosari - - - 100 4.421 3 78 13 Simo - - - 4 109 5 128 14 Karanggede - - - - 15 Klego - - - - 16 Andong - - - - 17 Kemusu - - - 7 457 18 Wonosegoro 2 110 - - - 1 15 19 Juwangi - - - - Jumlah 352 22.791 876 86.014 23 3.680 1.758 252.115 1.558 171.107 1.045 106.741 2.555 255.527 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

TABEL IV.19

LUAS PANEN DAN PRODUKSI SAYUR-SAYURAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 (Lanjutan)

No. Kecamatan

Tomat Terung Buncis Mentimun Labu Siam Kangkung Bayam

Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) Lu as P an en (H a) P ro d u k si (K w ) 1 Selo 75 18.091 7 1.035 134 16.378 27 4.571 70 119.100 - - - - 2 Ampel 5 960 8 1.332 23 1.688 - - 3 2.375 - - - - 3 Cepogo 47 14.432 8 6.092 57 4.962 4 595 12 2.467 - - - - 4 Musuk - - - - 15 3.283 - - 7 7.640 - - - - 5 Boyolali 11 610 7 335 - - 8 395 - - - - 6 Mojosongo 22 3.273 25 3.352 - - 26 3.460 - - - - 7 Teras 3 35 7 115 - - 5 130 - - - - 8 Sawit 3 23 14 211 - - 13 198 - - 3 154 - - 9 Banyudono 1 3 4 30 - - 3 25 - - - - 10 Sambi - - - 18 725 - - 11 Ngemplak - - - 39 3.900 58 580 12 Nogosari - - - 35 4.484 107 3.985 13 Simo - - - 8 716 8 193 14 Karanggede - - 1 36 - - - - 15 Klego - - - - 16 Andong - - - 2 16 4 8 17 Kemusu - - 1 57 - - - 1 92 1 60 18 Wonosegoro - - 1 13 - - - - 19 Juwangi - - - - Jumlah 167 37.427 83 12.608 229 26.311 86 9.374 92 131.582 106 10.087 178 4.826 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Selain sayuran, Kabupaten Boyolali juga kaya akan berbagai jenis tanaman buah, antara lain : Alpukat, Manggis, Rambutan, Duku, Durian, Pisang, Jambu Biji, Jambu Air, Sawo, Pepaya, Mangga, Nangka, Belimbing, Melon, dan berbagai buah lainnya. Budidaya buah pisang hampir dapat ditemui di seluruh kecamatan. Terdapat pula buah langka yang hidup di Kabupaten Boyolali seperti buah manggis yang tumbuh di Kecamatan Ampel, Musuk, dan Boyolali. Adapun luas panen dan produksi buah-buahan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

(25)

TABEL IV.20

LUAS PANEN DAN PRODUKSI BUAH-BUAHAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 (Kw)

No. Kecamatan A lp u k at M an gg is R am bu ta n D u k u D u ri an P is an g Ja m bu B ij i Ja m bu A ir Sa w o P ep ay a M an gg a N an gk a B el im bi n g M el on 1 Selo 45 - - - 6 4.524 443 - - - - 1.988 - - 2 Ampel 36.128 53 240 - 9.948 51.151 321 - 88 11.509 31 - - - 3 Cepogo 1.050 - - - 875 9.460 - 1 - 2.687 12 5.450 - - 4 Musuk 59.566 42 745 135 503 23.703 1.404 144 157 2.693 3944 1.168 72 - 5 Boyolali 470 28 2.630 125 1.019 3.507 398 13 1500 79.175 1465 7.000 6 - 6 Mojosongo 792 - 6.800 - 2.953 129 80 24 13 188.970 18318 3.250 78 - 7 Teras - - - 8.210 395 1 310 18.530 370 2.082 228 - 8 Sawit - - - 562 18 14 6 47 350 25 10 - 9 Banyudono 8 - 150 - 30 420 - 16 86 700 1.150 290 - - 10 Sambi 25 - 498 - 168 9.043 26 - 370 - 11.835 3.768 26 - 11 Ngemplak - - - - 500 1.240 1.312 784 540 600 2.300 632 432 200 12 Nogosari - - 201 - 24 5.103 52 - 501 113 5.020 960 99 1739 13 Simo 15 - 1.422 - 1.202 6.118 6 38 92 721 3.159 5.230 23 122 14 Karanggede 5 - 1.600 - 1.250 5.795 293 14 347 1.722 7.250 445 16 - 15 Klego - - - - 918 18.202 - - 738 153 18.053 - - 242 16 Andong - - 2.277 - - 988 166 - - 67 17.699 47 9 1940 17 Kemusu - - - 9.661 473 50 29 - 7.000 582 - 1595 18 Wonosegoro - - 71 - - 13.524 46 4 7 - 1.550 840 - 1040 19 Juwangi - - - 90.850 190 - - - 48.500 4.080 - 4391 Jumlah 98.104 123 16.634 260 19.396 262.190 5.623 1.103 4.784 307.687 148.006 37.837 999 11.269 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Tanaman tembakau di Kabupaten Boyolali dihasilkan di Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, dan Banyudono. Produksi pada tahun 2013 adalah sebanyak 3.262.080 kg dengan areal seluas 3.733,50 hektar. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Boyolali Tahun 2014 di ketahui bahwa perkebunan tembakau yang ada di boyolali adalah berupa tembakau rajangan dan tembakau asepan. Selengkapnya potensi tanaman perkebunan di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.21

LUAS PANEN DAN PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

No. Kecamatan

Kelapa Cengkeh Teh Tembakau Kencur Jahe

Lu as ( H a) P ro d u k si (B u ti r) Lu as ( H a) P ro d u k si (K w ) Lu as ( H a) P ro d u k si (K w ) Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) 1 Selo - - 45,00 250,00 - - 1.050,00 860.760 - - 3,80 117.010 2 Ampel 458,20 184.700 160,00 576,00 14,50 188,50 493,50 394.800 - - 55,00 550.000 3 Cepogo 55,50 23.050 40,00 120,00 - - 1.140,00 991.800 - - 27,00 350.000 4 Musuk 180,00 8.400 10,69 51,31 0,70 9,10 385,00 207.900 - - 5,00 111.250 5 Boyolali 127,65 110.289 4,81 13,47 - - 75,00 50.250 1,21 17.480 2,88 37.300 6 Mojosongo 41,00 - 10,00 23,00 - - 57,00 44.880 - - - - 7 Teras 44,80 3.098 - - - - 123,00 184.500 - - - - 8 Sawit 170,00 29.239 - - - - 177,00 295.590 - - - - 9 Banyudono 42,50 15.504 - - - - 76,00 118.560 - - - - 10 Sambi 35,00 18.827 - - - 3,23 31.689 0,06 3.074 11 Ngemplak - - - - 12 Nogosari 6,55 527 - - - 158,00 3.026.000 - - 13 Simo 128,70 56.628 - - - 8,00 64.540 0,15 1.041 14 Karanggede 224,00 1.712 3,00 9,00 - - - 0,50 5.000 15 Klego 255,00 30.456 1,33 3,59 - - - - 23,00 647.105 - - 16 Andong 43,75 - - - 14,00 182.000 6,00 72.000 17 Kemusu 156,10 2.142 - - - - 18 Wonosegoro 894,00 35.100 - - - - 19 Juwangi 88,00 22.088 - - - - 157,00 113.040 - - - - Jumlah 2.950,75 541.760 275 1.046,37 15,20 197,60 3.733,50 3.262.080 207,44 3.968.814 100,39 1.246.675 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

(26)

TABEL IV.22

LUAS PANEN DAN PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 (Lanjutan 1)

No. Kecamatan

Kopi Robusta Kopi Arabika Jambu Mete Kenanga Kapuk Randu Khina Pace

Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) Lu as ( H a) P ro d u k si (K g) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) 1 Selo 2,50 750 13,00 19,50 - - - 3,10 - - - 2 Ampel 131,10 29.498 74,60 26,10 - - - - 14,00 5,63 - - - - 3 Cepogo 5,00 1.000 5,25 1,01 - - 22,00 3.200 - - - - 4 Musuk - - 10,03 2,16 - - - - 76,00 0,00 - - - - 5 Boyolali 3,09 773 - - - 2,10 0,00 - - - - 6 Mojosongo 8,30 2.490 - - 11,00 2.200 2,00 450 - - - - 7 Teras - - - - 1,60 160 4,00 800 - - - - 8 Sawit - - - 1,00 45 - - - - 9 Banyudono - - - 11,55 283 6,40 1,67 - - - - 10 Sambi - - - - 11 Ngemplak - - - 1,00 9.000 12 Nogosari - - - - 7,75 19.375 - - - - 13 Simo - - - - 16,02 31.252 - - 5,30 4,62 - - - - 14 Karanggede 1,00 360 - - - 2,00 0,00 - - - - 15 Klego 1,00 62 - - 33,09 43.700 - - 3,14 0,58 - - - - 16 Andong - - - - 29,75 39.000 - - - - 17 Kemusu - - - - 18 Wonosegoro - - - - 19 Juwangi - - - - Jumlah 151,99 34.933 102,88 48,77 99,21 135.687 40,55 4.778 108,94 12,50 3,10 0,00 1,00 9.000 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

TABEL IV.23

LUAS PANEN DAN PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 (Lanjutan 2)

No. Kecamatan

Kantil Lengkuas Temu Lawak Kapulogo

Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) Lu as ( H a) P ro d u k si (T on ) 1 Selo - - - - 2 Ampel - - - - 15,00 280.000 - - 3 Cepogo - - 1,00 16.000 15,00 163.200 - - 4 Musuk - - - - 5 Boyolali - - 0,16 8.800 0,11 4.025 0,12 815 6 Mojosongo - - - - 7 Teras - - - - 8 Sawit - - - - 9 Banyudono 2,60 0,09 - - - - 10 Sambi - - 0,20 2.304 0,16 1.600 0,00 33 11 Ngemplak - - - - 12 Nogosari - - - - 13 Simo - - 0,21 1.352 0,27 2.456 - - 14 Karanggede - - - - 15 Klego - - - - 16 Andong - - - - 17 Kemusu - - - - 18 Wonosegoro - - - - 19 Juwangi - - - - Jumlah 2,60 0,09 1,57 28.456 30,54 451.281 0,12 848

Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014 B. Peternakan

Boyolali dikenal sebagai kota susu, karena merupakan salah satu sentra terbesar penghasil susu sapi segar di Jawa Tengah. Peternakan sapi perah umumnya berada di daerah selatan dan dataran tinggi yang berudara dingin, karena sapi perah yang dikembangkan saat ini berasal dari wilayah sub-stropis Australia dan Selandia Baru. Selain itu susu dapat di olah menjadi keju oleh pabrik keju asal Boyolali yaitu keju Indrakila, didaerah Kecamatan Ampel juga terdapat sentra industri Abon dan Dendeng.

Kabupaten Boyolali mempunyai potensi peternakan. Sektor peternakan telah menyumbang PDRB Kabupaten sebesar 10,4 %. Produk yang merupakan unggulan di Kabupaten Boyolali adalah Sapi Perah. Sapi perah dibudidayakan hampir disebagian besar kecamatan. Populasi ternak saat ini mencapai 88.533 ekor dengan peternak sebanyak 35.221 peternak. Pada sektor peternakan yang

(27)

menjadi andalan adalah sapi potong yang produksi dagingnya telah mencapai 8.301.600 kg/tahun. Di Propinsi Jawa Tengah Kab Boyolali menduduki peringkat ke 4 (empat) dalam jumlah sapi potong. Saat ini jumlah peternak mencapai 49.655 orang dengan populasi ternak sebanyak 98.248 ekor. Secara rinci kondisi ternak dan unggas di Kabupaten Boyolali dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL IV.24

BANYAKNYA TERNAK DAN UNGGAS DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013 No. Kecamatan Sapi

Potong Sapi

Perah Kerbau Kuda Kambing Domba Babi Kelinci

Ayam Ras Petelur Ayam Buras Itik Burung Puyuh 1 Selo 1.765 8.362 - 8 613 388 - 174 78.730 60.251 556 - 2 Ampel 5.882 14.421 30 35 7.031 5.618 40 205 298.608 7.868 1.422 107.623 3 Cepogo 892 17.915 - 9 11.653 782 121 217 642.791 108.053 4.829 2.691 4 Musuk 6.114 28.440 - 32 25.972 1.022 - 390 97.123 115.304 970 6.726 5 Boyolali 1.426 6.463 11 204 3.763 762 102 188 1.363.093 108.468 1.585 45.740 6 Mojosongo 6.525 12.576 38 36 3.481 1.960 117 42 35.028 77.979 3.143 183.632 7 Teras 4.193 216 200 28 4.407 1.078 1.642 719 14.864 94.914 30.058 375.606 8 Sawit 587 15 209 51 2.162 1.298 5.159 118 - 78.205 22.902 36.323 9 Banyudono 838 40 134 106 3.718 2.610 2.152 20 85.479 88.420 52.668 99.552 10 Sambi 6.888 3 187 24 4.397 2.728 64 23 - 77.088 6.352 16.547 11 Ngemplak 2.140 3 67 23 1.751 1.915 327 36 400.595 136.237 34.685 187.332 12 Nogosari 7.579 - - - 4.379 3.318 - 24 - 99.747 6.957 87.444 13 Simo 6.554 66 74 16 2.905 3.857 - 396 1.579.899 99.807 5.934 222.771 14 Karanggede 4.519 8 168 - 3.395 4.521 - 1.535 221.862 101.875 13.012 47.085 15 Klego 9.185 5 10 - 3.702 5.758 - 15 - 140.512 884 133.857 16 Andong 10.578 - - - 6.345 5.374 - 53 52.832 86.971 5.117 64.574 17 Kemusu 8.609 - - - 5.120 5.651 - 30 102.719 82.986 1.327 40.359 18 Wonosegoro 8.447 - 42 12 5.164 5.149 - 87 160.925 106.876 3.056 4.036 19 Juwangi 5.527 - 52 18 9.276 2.551 - 661 - 71.195 1.900 - Jumlah 98.248 88.533 1.222 602 109.234 56.340 9.724 4.933 2.050.257 1.742.756 197.357 1.661.898 Sumber : Kabupaten Boyolali Dalam Angka, 2014

Produksi susu sebagian besar berasal dari Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Boyolali, dan Mojosongo. Produksi susu berdasarkan Penerimaan susu dari KUD pada tahun 2013 adalah sebanyak 47.404.826 liter dengan rata-rata produksi tiap harinya adalah sebanyak 129.876 liter/hari.

C. Pertambangan

Kabupaten Boyolali memiliki potensi tambang seperti : Andesit, Batu Belah / Batukali, Tras, Tanah Urug, Sirtu, Batugamping, Bentonit, Tanah Diatomae, Lempung/ Tanah Liat, dan lainnya. Akan tetapi Potensi yang ada belum dapat dieksplorasi dengan baik. Mungkin karena SDM yang kurang dan Biaya Eksplorasi yang menelan biaya sangat besar. Sedangkan yang dieksplorasi secara massal hanya Bahan Galian Golongan C, seperti batu belah, dan tanah urug.

Sebenarnya beberapa waktu yang lalu telah ditemukan sumber minyak di Boyolali, tepatnya di Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro. Debit Minyak itu sekitar 24-25 ml per detik. Diperkirakan minyak tersebut keluar melalui rembesan rekahan batu bantaran. Minyak bumi memang bisa muncul karena tingginya kandungan bintonik di wilayah Wonosegoro. Hasil kajian Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Boyolali, wilayah Wonosegoro telah ditemukan kandungan bintonik seluas sekitar 4.900 hektare. Bintonik itu sendiri ialah salah satu elemen padat yang dapat diformulasikan untuk menjernihkan minyak mentah. Di Desa Repaking, kecamatan Wonosegoro itu sendiri masyarakat desa setempat menggunakan minyak mentah tersebut untuk kegiatan sehari-hari,seperti memasak,dan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka mendapatkan minyak mentah tersebut dari sekitar mata air.dan dengan peralatan sederhana mereka menyuling minyak mentah tersebut untuk memisahkan minyak dengan air. Berikut adalah beberapa potensi tambang yang ada di Kabupaten Boyolali.

TABEL IV.25

POTENSI TAMBANG DI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2013

Potensi Keterangan

1. Andesit Lokasi : Kecamatan Sambi (12 Ha), Mojosongo (0,51 Ha), Ampel (0,55 Ha), dan Karanggede (4,51 Ha) 2. Batu Belah

/ Batukali Lokasi : Kecamatan Ampel (2Ha), Klego (0,51 Ha), dan Andong (7,5 Ha) 3. Tras Lokasi : Kecamatan Mojosongo (2Ha)

Gambar

TABEL IV. 1
TABEL IV. 2
TABEL IV.3
Gambar 4. 2 Grafik Kondisi Penduduk Menurut Umur Kabupaten Boyolali Tahun 2013
+7

Referensi

Dokumen terkait

The sample are: Zone of city frame: Boyolali, Mojosongo, Teras, Sawit, and Ngemplak, zone of city-village frame: Sambi and Klego, zone of village-city frame: Selo.. Primary data

Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa kemampuan PCK guru IPA kelas VII SMP Negeri Se-Kecamatan Ampel dan Cepogo Kabupaten Boyolali dalam penyusunan RPP tahun ajaran

Jenis tanah secara umum yang terdapat di Kabupaten Tabanan berdasarkan uraian tanah tinjau (Bappeda Provinsi Bali, 2010) terdiri dari tanah alluvial, regosol, andosol dan

Dengan adanya profil kesehatan ini dapat diketahui capaian program kesehatan di Kabupaten Boyolali Tahun 2013, situasi derajat kesehatan masyarakat Boyolali, upaya kesehatan

Jenis tanah secara umum yang terdapat di Kabupaten Tabanan berdasarkan uraian tanah tinjau (Bappeda Provinsi Bali, 2010) terdiri dari tanah alluvial, regosol, andosol dan

Gambar 1.a menunjukan nilai indeks SPI kabupaten Boyolali pada bulan januari di kecamatan ampel 2.16, kecamatan teras 2.45, kecamatan sawit 2 sehingga ketiga kecamatan tersebut

Sekitar 75,75 persen dari luas wilayah Kabupaten Muara Enim berada pada. wilayah yang mempunyai kemiringan kurang dari 12

Kawasan resapan air di wilayah Kabupaten Bantul direncanakan seluas kurang lebih 1.001 (seribu satu) Hektar atau 1,98% (satu koma sembilan delapan persen) dari luas