4.1. Tentang Film Divergent
Film Divergent adalah bagian pertama dari hits film The Divergent Series. Film Divergent launching pada bulan Maret tahun 2014. Divergent merupakan sebuah film adaptasi dari sebuah novel hasil karya Veronica Roth. Sejak awal debutnya di bioskop, film ini benar-benar booming menghibur para penonton dengan menghadirkan alur cerita yang cukup menarik. Shailene Woodley yang ditunjuk sebagai pemeran utama wanita dalam film ini memiliki karakter Divergent yang bernama Beatrice Prior/Tris.
Sutradara Neil Burger beserta penulis naskah Evan Daugherty membuat fitur dengan debut pada 8 Maret 2014 ini dengan mengambil setting dari lokasi yang berlatar belakang kota Chicago yang berubah menjadi sebuah “Negara kecil” karena terkena dampak world war di masa lalu. Akhirnya kota tersebut pun dibangun dengan dinding tinggi yang mengitari seluruh kota atau “Negara kecil” ini. Film ini berfokus pada kelompok sosial dari Negara kecil tersebut yang dibagi menjadi 7 kelompok, terdiri dari 5 kelompok resmi atau yang disebut juga sebagai faksi. 5 kelompok tersebut yakni, Amity, Condor, Erudite, Abnegation, dan Dauntless. Lalu 2 kelompok yang diangap ilegai yakni kelompok non faksi dan Divergent.
Dalam film ini aktris Shailene Woodley pun mengawali perjuangannya dalam bertahan hidup dari buruan segelintir orang yang menganggap bahwa
Divergent ini harus di musnahkan.Akhirnya, setiap setahun sekali series dari Divergent ini hadir untuk memeriahkan bioskop. Dan pada bulan Maret 2016 telah di rilis Allegiant yang menjadi seri paling baru dalam film ini. Yang menjadi kelebihan dari film Divergent adalah adanya isu sosial yang dihadirkan dalam film ini yang menjadi bayangan masa depan di suatu negara untuk membuat film ini masih mampu tampil memikao – dan tetap manjaid kualitas utama film ini.
Berikut beberapa serial film Divergent:
Divergent pada tahun 2014
Insurgent pada tahun 2015
4.1.2 Identitas Film Divergent
Gambar 4.1 Poster Film Divergent Sutradara : Niel Burger
Production : Red Wagon Entertaiment Summit Entertainment
Produser : Lucy Fisher Douglas Wick Pouya Shabazian
Penulis : Evan Daugherty Vanessa Taylor
Genre : Drama Adventure, Thriller, Action
4.1.3. Karakter Tokoh Film Divergent
1. Shailene Woodley sebagai Beatrice Prior / Tris 2. Theo James sebagai Tobias Eaton / Four 3. Ansel Elgort sebagai Caleb Prior
4. Tony Goldwyn sebagai Andrew Prior 5. Ashley Judd sebagai Natalie Prior 6. Ray Stevenson sebagai Marcus Eaton 7. Kate Winslet sebagai Jeanine Matthews
8. Zoe Kravitz sebagai Christina
9. Maggie Q sebagai Tori
10. Jai Courtney sebagai Eric 11. Mekhi Phifer sebagai Max 12. Miles Teller sebagai Peter
13.Ben Lamb sebagai Edward
14. Ben Lloyd-Hughes sebagai Will 15. Christian Madsen sebagai Al
16. Amy Newbold sebagai Molly Atwood
4.1.4 Sinopsis Film Divergent
Film ini menceritakan tentang manusia cukup umur atau dewasa yang dibagi atas lima jenis atau kelompok menurut karakter mereka masing-masing. Kelima kategori tersebut adalah Amity (berisikan orang-orang yang cinta damai), Condor (beranggotakan orang-orang-orang-orang yang jujur), Erudite (merupakan tenpat orang-orang pintar berada, yang pekerjaannya adalah melakukan penelitian dan eksperimen), Abnegation (merupakan gabungan orang-orang yang mempunyai sifat mementingkan kepentingan bersama sehingga pekerjannya adalah menjalankan pemerintahan, mereka juga termasuk kedalam kelompok orang-orang penolong tanpa pamrih),
dan Dauntless (merupakan kumpulan orang-orang yang berani sehingga pekerjaannya adalah polisi atau penjaga kemanan). Sedangkan untuk kategori “Divergent” adlah kategori yang tidak termasuk kedalam jenis kategori karakteristik tersebutkarena memiliki berbagai macam kepribagian yang menonjol dalam dirinya.
Seorang wanita yang bernama Beatris Prior atau “Tris” (Shilene Woodley) harus mengadapi tes penentuan nasibnya. Tes ini berguna untuk menentukan pada kelompok mana nantinya dia akan tinggal dan menjalani kehidupan. Tris merasa gugup dan penasaran sekaligus ingin mengetahui beada di golongan manakah dia berada. Namun di saat menjalani tes, Tris merasa ada yang tidak beres dan kemudian hasilnya dia tidak termasuk ke dalam 5 golongan yang ada. Lalu seorang wanita yang menguji dirinya menyuruh Tris untuk merahasiakan identitas dirinya sebagai seorang
Divergent dan menyarankan untuk memilih Abnegation. Karena seorang Divergent merupakan ancaman bagi kelompok lainnya dan akan dicari untuk dibunuh.
Ketika hari pemilihan tiba, Tris menjatuhkan pilihannya pada Dauntless. Setelah itu, Tris harusberjuan untuk diterima di golongan atau di kelompok Dauntless. Ia bersusaha lulus dalam tes keberanian yang mengancam nyawanya dengan melakukan terjun dari atas gedung dan juga dilempari pisau. Suatu fakta yang sangat mengejutkan Tris ahwa dia semakin yakin saat ia tahu salah satu mentornya dari Dauntless, Four (Theo James) ternyata juga seorang Divergent. Tris pun berusaha bertahan hidup ditengah persaingan dan permainan politik untuk menyingkirkan para Divergent yang dianggap berbahaya.
Suatu ketika Tris sedikit curiga saat melihat Jeanine (Kate Winslet) yang merupakan ketua Erudite berada di markas Dauntless dan sepertinya merencanakan sesuatu dengan ketua Dauntless. Tris juga mendengar kabar bahwa Erudite akan melakukan kudetaterhadap kelompok Abnegation yang menjalankan pemerintahan selama ini. four juga menceritakan kecurigaannya karena banyak pengiriman barang dan memberikan contoh obat suntik yang bisa membuat orang terpengaruh dan menuruti kemauannya. Namun obat ini sama sekali tidak berpengaruh bagi mereka yang merupakan seorang Divergent.
Akhirnya terjadi penyerangan oleh kelompok Dauntlessyang telah dikendalikan oleh kelompok Erudite terhadap kelompok Abnegation
dengan menggunakan obat bius tersebut. Dan sayangnya obat bus tersebut tidak berpengaruh kepada Tris dan juga Four karena mereka termasuk kedalam golongan Divergent. Setelah itu, Tris, Four, Marcus (ayah dari Four yang diperankan oleh Ray Stevenson), Tony (ayah dari Tris yang diperankan oleh Andrew Prior) dan Caleb (kakak dari Tri yang diperankan oleh Ansel Elgort) melakukan perlawanan yaitu dengan memusnahkan pusat kontrol pengendali para kelompok Dauntless.
Dalam melakukan proses pemberontakan Four sempat terpengaruhi oleh obat bius yang diperuntukan bgai para Divergent agar dapat dikendalikan. Dan pada saat ini sempat terjadi pertikaian antara Tris dan juga Four. Beruntungnya, Four tidakterlalu lama terpengaruh oleh obat bius itu. Setelah ia sadar, ia dan Tris kembali melanjutkan misinya untuk membatalkan program pembunuhan dan sekaligus menghapus program tersebut, pasukan atau kelompok Dauntless pun tersadar dari obat bius yang tengah mempengaruhi mereka. Pasuka yang setia dan menjadi pengikut Jeanine erudaha masuk ke pusat kontrol maka Tris, Four, Marcus, Caleb dan Peter (salah satu bagian dar kelompok Dauntless yang diperankan oleh Miles Teller) pun yang masih selamat melarikan diri dengan kereta dan mereka menjadi kelompok non faksi.
4.1.5 Penghargaan
Sejak awal dirilis yakni pada 8 Maret 2014, film ini sudah menyita banyak perhatian dari para penikmat film di dunia. Contohnya
saja di Amerika Serikat dan Kanada dilm ini dengan mudah menghasilkan perolehan 54,6 juta dollar AS hanya dalam waktu tiga hari pertama dalam penayangannya. Hal tersebut yang mendampingi kesuksesan film ini untuk melenggang ke puncak Box Office.
Dan tak hanya itu, berkat keapikan yang disuguhkan dalam film ini, Divergent juga berhasil meraih beberapa penghargaan baik untuk filmnya sendiri maupun untuk para actor dan aktris yang berperan dalam film ini. dan tak tanggung-tangung, film Divergent berhasil menggenggam piala dan juga masuk nominasi dari 5 kategori dalam dua ajang penghargaan bagi pekerja seni film, diantaranya adalah :
1. Sailene Woodley dan Theo James berhasil masuk nominasi Young Hollywood Award untuk kategori Best on-Screen Couple yang mewakili film Divergent pada tahun 2014.
2. Divergent memenangkan kategori Choice Movie : Action dalam ajang penghargaan Teen Choice Award 2014.
3. Shailene Woodley memenangkan kategori Choice Movie Actress : Action untuk film Divergent dalam ajang penghargaan Teen Choice Award 2014.
4. Theo James memenangkan kategori Choice Movie Actor : Action untuk film Divergent dalam ajang penghargaan Teen Choice Award 2014.
5. Ansel Elgort memenangkan kategori Choice Movie Breakout Star untuk film Divergent dalam ajang penghargaan Teen Choice Award 2014.
Berbagai penghargaan diatas menjadi bukti bahwa film ini memang sangat diperhitungkan dalam dunia perfilman dan sekaligus telah menarik perhatian para audiens selaku penikmat film sehingga dapat membuahkan hasil yang memuaskan dengan mendapatkan berbagai penghargaain diatas di tahun yang sama.
4.2.Hasil Penelitian
Tabel Sign, Objek, dan Interpretant Sisi Maskulinitas Pemeran Wanita dalam Film Divergent
Tabel 4.2.1 Mengejar Kereta Api Yang Berjalan
00:23:01 Visual (Sign)
Objek Interpretant
Pada adegan ini terlihat pemeran wanita film ini (Tris) yang mengenakan dress berwarna abu-abu yang sedang berusaha untuk menaiki kereta yang masih melaju dengan kencang. Wanita tersebut berusaha mengejar kereta tersebut dengan cara berlari di tepi jembatan yang juga cukup tinggi dan tidak dilengkapi oleh pembatas.
Adegan pada gambar ini memperlihatkan seorang wanita (Tris) yang sedang berlari di samping kereta yang sedang ia kejar. Di perjelas dengan postur tubuh Tris yang sedang berlari dan juga dengan ekspresi wajah yang terlihat kelelahan akibat berusaha keras untuk menggapai kereta tersebut. Tris berlari mengikuti gerombolannya yang mencoba untuk menaiki kereta yang sedang berjalan. Berlari mengejar kereta bukanlah hal yang biasa di lakukan oleh orang-orang terutama wanita. Dan itu menandakan suatu keberanian yang ada dalam diri Tris. Dan hal tersebut dapat dikatakan merupakan salah satu sisi maskulinitas dari seorang wanita yang tidak biasa mengerjakan atau melakukan hal tersebut.
Selain mengejar kereta, dalam adegan ini juga diperlihatan adegan extreme lainnya yang tidak biasa dilakukan oleh seorang wanita. Yakni dengan berlari di atas
jembatan yang tinggi tanpa dilengkapi dengan penyangga atas pembatas jembata. Selain itu terlihat pula aksi keberanian Tris yang lain dengan berlari sambil mengejar kereta yang berlaku kencang diatas sebuah jembatan yang tidak dilengkapi oleh pagar untuk jembatan tersebut dan ditambah tanpa menggunakan alat keselamatan atau pelindung apapun dan masih berlari dengan menggunakan dress bukan celana.
Analisa :
Tabel 4.2.1 ini di kategorikan berdasarkan indeks dan menjelaskan mengenai tidak mudah bagi seorang wanita dalam melakukan aksi yang extreme yang biasa dilakukan oleh seorang laki-laki. Terlihat Tris berusaha keras untuk melakukan aksi tersebut, dan ditambah dia harus berusaha mebuang jauh-jauh rasa takut yang ia miliki. Tidak sedikit orang yang bisa meneruskan perjalanan tersebut bila dalam dirinya masih tertanam berbagai konflik. Konflik bisa seperti rasa takut, kecemasan, tak memiliki kemauan untuk mencoba dan tidak berfikir positif. Bahkan tidak sedikit juga yang meneruskan jalannya kehidupan tersebut dikarenakan adanya berbagai konflik yang tertanam di dalam diri. Indeks yang terdapat pada gambar tersebut adalah kehurasan dari Tris untuk tetap mengikuti kelompoknya yang melakukan aksi yang ekstreme agar dapat pengakuan dari
kelompok tersebut bahwa dia bukan wanita yang lemah dan selain itu juga agar dia tetap bisa memiliki faksi dan bisa bertahan dalam kelompok tersebut. Hal ini dapat menunjukkan bahwa wanita pun dapat melakukan berbagai hal yang identik dilakukan oleh kaum pria yaitu dengan melakukan berbagai aksi yang extreme seperti yang digambarkan oleh gambar diatas, yaitu menaiki jembatan kereta api yang sangat tinggi dan tanpa ada pembatas pada jembatan tersebut, selain itu juga berlari mengejar kereta api yang berada diatas jembata tersebut tanpa ada satu pun alat penunjang keselamatan yang melekat pada tubuuh Tris selaku pemeran utama wanita dalam film ini.
Gambar di atas masuk dalam kategori Qualisign karena menunjukkan kualitas tanda yaitu adanya keberanian dari seorang wanita yang ditandai dengan usahanya berlari mengejar kereta api yang sedang berjalan kencang, dan disertai dengan raut wajah terlihat sangat berusaha keras untuk mencapai tujuannya yang sulit. Walaupun terdapat kesulitan dan juga rasa takut yang ada pada dirinya, namun sang pemeran wanita tersebut tetap melanjutkan aksinya yang tidak biasa tersebut. Dan hanya wanita yang mengumpulkan jiwa keberaniannyalah yang mampu menaklukan segala tantangan yang berat contohnya saja seperti mengeja kereta api yang sedang berjalan kencang yang terlihat sangat mustahil. Selain itu pada gambar ini terdapat sisi maskulinitas dari pemeran wanita tersebut. Karena salah satu sisi dari maskulinitas itu adalah adanya keberanian dalam diri untuk menaklukkan suatu hal yang dianggap tabu bagi wanita. Yaitu seperti yang dilakukan oleh Tris untuk tetap meyakinkan dirinya untuk berani menjalani kehidupan yang ia pilih bersama dengan kelompok faksinya.
Gambar dia atas di bingkai dengan menggunakan ukuran gambar Medium Long Shot dengan pengambilan gambar dimulai dari bawah lutut kaki sampai atas kepala. Dan juga denga sudut pengambilan gambar menggunakan Eye Angle dimana sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya akan memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang yang sedang berdiri atau pandangan mata seseorang mempunyai ketiggian tubuh tepat tingginya sama dengan objek.
Tabel 4.2.2 : Melompat Dari Atas Kereta Api Yang Sedang Berjalan
00:04:32 Visual (Sign)
Gambar 4.2.2 : Melompat Dari Atas Kereta Api Yang Sedang Berjalan
Objek Interpretan
Pada adegan ini terlihat dua orang wanita yang melompat dari atas kereta yang sedang melaju ke arah gedung yang tepat berada di sebrang kereta
Terdapat dua orang wanita yang berusaha untuk menggapai gedung yang berada di seberang kereta api dengan cara melakukan loncatan dari
tersebut. Wanita yang memakai dress abu-abu dan kemeja putih tersebut melakukan lompatan secara bersama-sama dari dalam kereta api. Dalam gambar ini pun terlihat jenjang antara kereta api dengan gedung tersebut memiliki jarak yang jauh dan sangat sulit untuk digapai.
dalam kereta api yang dimana kereta api tersebut masih melaju dengan kencang. Melakukan aksi extreme ini merupakan hal yang tidak biasa dilakukan oleh seorang wanita. Dan lagi-lagi hal ini memerlukan keberanian yang sangat tinggi untuk melakukan aksi yang membahayakan nyawanya ini. Dari adegan ini dapat diartikan bahwa kedua wanita tersebut memang memiliki jiwa seorang pemberani sehingga mereka mampu melewati rintangan untuk menggapai gedung yang berada di seberang kereta api yang mereka tumpangi. Tanda untuk rintangan itu adalah adanya jarak yang cukup jauh antara gedung dan juga kereta api tersebut, selian itu ditambah lagi ada rintangan lain yang berupa kondisi kereta yang masih tetap melaju kencang ketika mereka melakukan aksi melompat tersebut. Dengan menganandalkan sebuah
keberanian dan juga skill seadanya, mereka yang notabene seorang wanita pun berhasil melakukan lompatan itu.
Analisa :
Tabel 4.2.2 dikategorikan berdasarkan Indeks. Pada adegan ini dalam hal melakukan aksi tersebut memiliki arti tersendiri. Indeks yang terdapat dalam gambar diatas adalah gerakan dari lompatan yang dilakukan oleh kedua wanita di gambar. Tidak mudah melakukan gerakan melompat pada kereta api yang sedang melaju kencang . dan terlebih lagi hal itu tidak biasa dilakukan oleh wanita, biasanya wanita tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal yang membahayakan tersebut karena wanita cenderung penakut. Namun hal itu ditampik oleh pemeran wanita dalam film ini seperti yang terlihat pada gambar diatas. Mereka berani dan juga berhasil melakukan lompatan yang berdurasi singkat ini dengan mendarat tepat diatas gedung yang mereka tuju. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa keberanian yang dimiliki oleh pemeran wanita ini adalah salah satu sisi maskulin pada pemeran wanta dalam gambar tersebut. Gambar diatas menggunakan Long Shot dengan teknik Bird Angle yang memperlihatkan lompatan yang dilakukan oleh kedua pemeran wanita tersebut terlihat dengan jelas. Selain itu teknik ini juga memperjelas jarak antara kereta api dengan gedung yang dituju. Dalam melakukan lompatan tersebut mengharuskan kedua orang ini untuk fokus dan juga memperhitungkan lompatannya dengan baik
dan juga benar agar tidak melukai ataupun membahayakan nyawa mereaka yang dapat merugikan mereka sendiri.
Tabel 4.2.3 : Terjun Bebas Dari Atas Gedung
00:26:03 Visual (Sign)
Gambar 4.2.3 : Terjun Bebas Dari Atas Gedung
Objek Interpretan
Dalam adegan ini terdapat sang pemeran wanita yang sedang berdiri diujung tembok ataupun pembatas pada bagian paling atas gedung dan didampingi oleh anggota keompoknya yang lain yang sedang menanti sang wanita tersebut terjun bebas ke bawah gedung.
Pemeran wanita dalam film ini memberanikan diri untuk menjadi orang pertama yang melakukan terjun bebas diantara anggota kelompok yang lainnya. Meskipun Tris dianggap sebagai orang yang paling lemah dalam kelompok tersebut namn Tris membuktikannya dengan menjadi
orang pertama yang menjalani terjun bebas tersebut.
Pada adegan ini kembali terlihat tanda yang menunjukkan bahwa adanya sisi maskulinitas dari pemeran wanita dalam film ini. yaitu seperti yang terlihat pada gambar, si pemeran wanita tersebut melakukan hal yang estreme yakni terjun bebas dari atap gedung yang paling tinggi dan di merupakan orang pertama dan mengalahkan nyali dari semua laki-laki yang ada di sana. Selain itu terlihat pula usaha dari Tris untuk menyeimbangkan diri ketika akan melakukan aksi tersebut.
Meskipun awalnya dia sempat ragu untuk melakukan aksi tersebut, namun akhirnya Tris pun berhasil melakukan hal tersebut dengan mengumpulkan segenap keberaniannya ini. dan aksi dan juga keberanian dari Tris tersebut merupakan sisi maskulinitas dari
pemeran wanita tersebut.
Analisa :
Tabel 4.2.3 dikategorikan berdasarkan indeks. Yang dikatakan sebagai indeks dalam adegan ini adalah aksi yang akan dilakukan oleh pemeran wanita dalam film, yaitu terjun bebas dari atap gedung tanpa menggunakan alat penjaga keamanan satu pun yang melekat pada tubuhnya. Dalam melakukan aksi ini tentunya harus memiliki motivasi tersendiri sebagai acuan untuk meyakinkan diri bahwa hal yang akan dilakukan akan behasil dengan mulus dan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya dari faktor keberanian yang harus di kumpulkan di dalam benak sang pemeran wanita ini yang membuatnya memutuskan untuk melakukan hal tersebut, serta nilai percaya diri akan kemampuan yang dimiliki. Akan tetapi bila motivasi tersebut terpatahkan dengan tidak adanya keberanian maka aksi extreme ini tidak akan terjadi, namun karena adanya sisi maskulinitas yang tertanam dalam benak sang pemeran wanita yakni keberanian dan juga keyakinan untuk melakukan aksi tersebut, maka Tris pun berhasil menaklukkan tingginya gedung yang ia pijaki. Dikatakan sebagai sisi maskulinitas karena tidak semua wanita memiliki keberaian yang besar untuk menaklukkan rasa takut yang menggelayuti diri, terutama jika sudah berhubungan dengan aksi yang extreme diman aksi tersebut jelas-jelas tidak pernah dilakoni oleh seorang wanita. Seperti yang kita ketahui bahwa kordrat wanita yaitu
berperilaku lemah lembut dan tidak akan melakukan aksi gila yang dapat memabahayakan dirinya. Namun berbeda dengan Tris, dengan penuh keyakinan dia menunjukkan sisi maskulinitasnya pada semua anggota kelompoknya dan membuktikan bahwa wanita juga mampu melakoni aksi yang biasanya identik dengan kaum laki-laki.
Pada adegan ini pun terdapat Rhematic Indexcial Sinsign, yakni tanda berdasarkan pengalaman langsung , yang secara langsung menarik perhatian karena kehadirannya disebabkan oleh sesuatu. Hal tersebut digambarkan oleh adegan dimana Tris yang mengajukan dirinya untuk menjadi orang pertaa yang akan terjun bebas dari atap gedung tersebut. Tentu saja perlakuan dari Tris menarik perhatian semua mata dari kelompoknya yang tidak percaya bahwa Tris akan menjadi orang pertama yang akan terjun bebeas dari gedung yang tinggi itu. Selain menarik perhatian, hal ini pun terjadi karena disebabkan oleh sesuatu yakni Tris ingin menunjukkan keberaniannya dan tidak ingin dianggap sebagai orang lemah dan dari hal tersebut timbulah sisi maskulinitas pada pemeran wanita tersebut. Gambar pada adegan diatas diambil menggunakan Long Shot dengan teknil Group Shot yang menunjukkan kejadian ini sedang berlangsung dalam keramaian.
Table 4.2.4 : Menjadi Sasaran Lempar Pisau
00:47:29 Visual (Sign)
Gambar 4.2.4 : Menjadi Sasaran Lempar Pisau
Objek Interpretant
Pada adegan ini terlihat tris sedang berdiri di depan tempat sasaran lempar pisau. Dia berada di depan sasaran tersebut karena untuk menggantikan teman laki-lakinya yang merasa ketakutan setelah harus menjadi sasaran tembak pisau yang dilakukan oleh senior dalam kelompoknya.
Keberanian dari tris untuk menjadi sasaran lempar pisau ini menjadi tanda dalam sisi maskulinitasnya. Tris berada di depan sasaran lempar pisau tersebut bukan tanpa alasan. Dia mengajukan diri untuk menggantikan teman laki-lakinya yang merasa takut ketika harus menjadi sasaran lempar pisau tersebut. Keberanian dari tris ini menjadi nilai maskulinitas yang tertanam dalam dirinya. dalam hal ini tidak banyak orang yang berani melakukan hal
tersebut, bahkan dia berdiri di depan sasaran lempar pisau itu lantaran untuk menggantikan seorang laik-laki yang tidak berani melakukan aksi yang dolakukan oleh tris.
Ekspresi wajah percaya diri dari tris juga dapat dijadikan sebuah tanda bahwa dia tidak memiliki rasa ketakutan sedikit pun bahkan dia terlihat siap untuk menggantikan temannya di depan sasaran tembak itu.
Analisa :
Tabel 4.2.4 jika di lihat dari segi semiotika terdapat beberapan tanda-tanda yang merupakan kode-kode sehingga memungkinkan kita memandang identitas-identitas tertentu sebagai tanda-tanda atau sebagai sesuatu yang bermakna. Dan dalam adegan ini tanda yang dimaksud adalah keberanian dari tris untuk menggantikan temannya yang menjadi sasaran lempar pisau. Tanda keberanian ini dapat dikategorikan kedalam qualisign yang menjelaskan mengenai kualitas yang ada pada tanda. Keberanian ini menampilkan kualitas dari sisi maskulinitas yang ada pada sang pemeran wanita (tris). Dikatakan sebagai wanita yang berani karena dia mau menggantikan temannya yang ketakutan menjadi sasaran lempar pisau. Wanita pada umumnya tidak akan mau melakukan hal itu, karena dapat
mengancam nyawa dan juga keselamatannya. Bahkan dalam adegan ini demi menggantikan temannya tersebut tris sampai terluka pada bagian telinganya karena tergores oleh pisau yang mendarat tepat di samping telinganya. Namun hal tersebut tiak membuat tris menjadi ketakutan, malah dengan santainya dia mengobati lukanya tersebut. Tanda ini pun diperjelas dengan eksresi atau raut wajah dari tris yang terlihat percaya diri untuk melakukan aksi ini dan dari ekspresinya pun tidak terlihat ketakutan yang menggelayuti wajahnya. Tanda yang diperlihatkan melalui raut wajahnya ini dapat dikategorikan sebagai dicent sign atau dicisign.
Pada adegan ini menggunakan teknik pengambilan gambar medium shot karena ukura gambar yang diambil sebatas dari kepala hingga pinggang dan bertujuan untuk memperlihatkan sosok yang berada dalam adegan ini. dalam hal ini pengambilan gambar tersebut berusaha menunjukkan sosok tris yang sedang melakukan aksinya yang berdiri di depan sasaran lempar pisau tersebut. Selain itu untuk memperjelas tanda yang terdapat pada adegan ini, sudut pengambilan gambar yang digunakan adalah eye level sehingga dapat memperlihatkan objek secara jelas dan juga memerlihatkan ekspresi tris dari depan dengan jelas.
Table 4.2.5 : Berkelahi Seperti Pria
00:37:15 Visual (Sign)
Gambar 4.2.5 : Berkelahi Seperti Pria
Objek Interpretant
Pada adegan ini menunjukkan posisi Tris yang sedang mengambil ancang-ancang untuk menyerang lawannya di
arena pertandingan. Denga
menggunakan baju berlengan pendek dan rambut dikuncir satu Tris melakukan perkelahian fisik layaknya seorang pria.
Seperti yang digambarkan pada gambar di atas, Tris harus melakukan pertarungan fisik ataupun perkelahian dengan anggota yang lainnya. Pekelahian merupakan upaya untuk melukai satu sama lain hingga berujung dengan adanya kemenangan dan juga kekalahan. Selain itu perkelahian fisik kerap dianggap sebagai pertandingan yang kasar, yang melibatkan adu fisik di antara kedua petarung atau pemainnya bukan semata untuk saling membahayakan, tetapi mengungguli versus dengan keterampilan
dan kekuatan yang di miliki dan biasanya kaum laki-lakilah yang melakukan hal tersebut, namun didalam adegan ini, pertandingan tersebut dilakoni oleh dua orang wanita yang sedang menunjukkan keunggulannya dalam adu fisik.
Pertandingan selalu tentang kalah atau menang, namun yang membedakannya adalah seberapa kuat performa dan fisik yang di tanamkan pada diri kita masing-masing sehingga dapat dikatakan sebagai orang kuat.
Analisa :
Tabel 4.2.5 jika ditinjau dari segi semiotika terdapat beberapa tanda-tanda yang dapat menunjukkan kode-kode atau identitas-identitas tertentu yang menghasilkan makna, dan dalam hal ini adu fisik yang dilakukan oleh pemeran wanita tersebut merupakan tanda bahwa dia memiliki kekuatan yang melebihi wanita-wanita pada umumnya. Dan tanda tersebut menimbulkan makna lain yakni di memiliki sisi maskulinitas dari seorang wanita. Dikatakan maskulinitas karena adu fisik merupakan hal yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki yang kuat dan tangguh. Selain itu, hal di atas juga menjelaskan bahwa gambar pada adegan ini dapat dikategorikan berdasarkan indeks, dimana terdapat sesuatu yang memiliki fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan sebuah pandangan.
Dalam adegan ini pun dapat ditafsirkan kedalam kategori qualisign karena menunjukkan kualitas tanda yaitu adanya ambisi untuk melakukan dan juga memenangkan pertandingan fisik yang sedang berlangsung, dan hal tersebut di perkuat dengan raut wajah dari wanita tersebut yang cenderung terlihat marah dan juga posisi tubuhnya yang menunjukkan dia siap untuk menyerang lawannya. Tentunya hanya wanita yang memiliki sisi maskulinitas saja yag mampu melakukan pertandingan fisik tersebut, karena pada dasarnya wanita memiliki kodrat sebagai manusia yang lemah dan tidak pernah menyakiti orang lain dengan fisiknya. Malah wanita lebih cenderung berhati-hati untuk tidak melukai tubuhnya karena wanita sangat membenci jika ada luka sedikit saja yang bersarang di tubuhnya. Namun pemeran wanita dalam film ini melaukan tindakan yang ain dari seorang wanita sehingga ia dapat dikatakan sebagai seorang wanita yang memiliki sisi maskuinitas. Gambar dalam adegan ini menggunakan medium shot dengan teknik eye angle karena pengambilan adegan dilakukakan sejajar dengan objek dan hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang yang sedang berdiri atau pandangan mata seseorang yang mempunyai ketinggian tubuh tepat tingginya sama dengan objek.
Table 4.2.6 : Melakoni Latihan Fisik Hingga Terluka
Gambar 4.2.6 : Melakoni Latihan Fisik Hingga Terluka
Objek Interspretant
Adegan pada gambar pertama terlihat seorang wanita yang sedang melakukan latihan fisik dengan menggunakan alat bantu olah raga yang cukup besar.
Dan pada gambar kedua menjelaskan adegan wanita tersebut menyadari bahwa tangannya memar karena terlalu banyak melakukan pukulan.
Latihan fisik merupakan sebuah pelatihan yang bisa melukai tubuh dan biasa dilakukan oleh para kaum laki-laki. Namun dengan statusnya yang merupakan seorang wanita Tris tetap melakukan latihan fisik seperti yang terlihat seperti adegan diatas. Dia melakukan hal tersebut untuk melatih kekuatan fisik dan juga keterampilannya dalam bela diri. Dengan
melakukan hal tersebut maka kita dapat melihat sisi maskulinitas dari sang pemeran wanita dalam film ini.
Tidak hanya itu, sisi maskuin lainnya yang di perlihatkan oleh Tris adalah dari gaya berpakaiannya. Sebelumnya Tris lebih sering menggunakan long dress berwarna abu-abu dan hanya menonjolkan sisi maskulinnya dari rambutnya yang diikat saja. Namun dalam adegan ini juga terlihat sisi maskuinitas dari Tris yang lainnya yaitu dengan melihat penampilan Tris yang menggunakan celana dan sepatu kets lalu untuk menambah kesan maskulinnya Tris mengikat rambutnya seperti buntut kuda lalu dia pun menambahkan tato pada bagian tubuhnya.
Analisa :
Tabel 4.2.6 terdapat ikon yang berupa sang pemeran utama wanita dalam film ini yaitu Tris yang memiliki sisi maskulin pada dirinya. kemudian diperjelas dengan indeks yang merupakan sesuatu yang melakukan fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan penandanya seperti suara, langkah-langkah, bau dan gerak. Dalam
adegan ini yang dinyatakan sebagai indeks adalah latihan fisik yang dilakukan oleh tris yang menandakan bahwa dia memiliki sisi maskulinitas dalam dirinya. Dan tidak hanya itu sisi maskulinitas pada tris juga ditampilkan pada pakaian yang dikenakannya yang membuat dirinya terlihat tidak feminine dan terlihat seperti wanita pemberani atau perempuan tomboy, dan hal tersebutlah yang dijadikan simbol pada adegan ini.
Pakaian yang dikanakan oleh tris dalam adegan ini berbeda dengan pakaian yang dikenakan oleh tris di adegan-adegan sebelumnya. Jika dalam adegan-adegan sebelumnya ia masih mengenakan dress panjang yang berwarna abu-abu yang menunjukkan sisi femininnya dari luar atau dari penampilan, dalam adegan ini tris lebih memperlihatkan sisi maskulinitasnya lewat pakaian yang ia kenakan dengan menggunakan tank top lalu menggunakan bawahan yang berupa celana panjang yang memudahka ia dalam melakukan berbagai aktivitas dan juga gerakan bela di setiap harinya. Lalu tris pun tidak menggerai rambutnya, dia mengikat rambutnya tersebut sehingga menambah nilai pada sisi maskulinitas yang dimiliki oleh tris. Lalu pada adegan ini juga dapat dikategorikan ke dalam rheme yang di tampilkan pada tangannya yang terluka atau biru-biru akibat terlalu banyak melakukan pukulan pada saat proses latihannya. Pada dasarnya wanita tidak akan mau menyakiti dirinya sendiri dengan sengaja, dan wanita pada umumnya lebih menjaga dan menghindari tubuhnya dari berbagai luka. Namun berbeda dengan tris, meskipun ia menyadari jika tangannya biru dan bengkak ia tetap melakukan latihan fisik tersebut demi bisa mengasah bela dirinya. Tangan yang bengkak dan juga biru itu dapat menjadi tanda dari sisi maskulinitasnya karena tangan biru
tersebut menandakan bahwa tris berusaha keras dalam melakukan pelatihan fisik yang tidak biasa dilakukan oleh seorang wanita.
Table 4.2.7 : Bertanding Dengan Lawan Yang Tidak Sebanding
00:52:30 Visual (Sign)
Gambar 4.2.7 : Bertanding Dengan Lawan Yang Tidak Sebanding
Objek Interpretan
Dalam adegan tersebut diperlihatkan tris sedang bertanding dengan lawannya yang dianggap lebih tangguh darinya karena lawannya adalah seorang laki-laki. Pertandingan tersebut dilakukan diatas arena yang telah disediakan dan ditonton oleh anggota kelompok yang lainnya.
Pada adegan ini tris melakukan pertandingan dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tanggung dari dia. Namun karena tris memiliki sisi maskulinitas pada dirinya, dia tetap menjalani pertandingan tersebut sampai akhir. Tris berani melakukan pertandingan ini walaupun dia tau lawannya tidak main-main. Rasa
percaya diri dan keberaniannya inilah yang membuat tris menjadi terlihat lebih maskulin. Selain itu pertandingan fisik yang dijalani oleh tris juga dapat dijadikan sebagai tanda bahwa dia bukan wanita biasa yang lemah lembut dan gemulai.
Analisa :
Tabel 4.2.7 dikategorikan berdasarkan qualisign yang dapat dilihat dari keberanian tris untuk melakukan pertandingan ini meskipun dia tahu bahwa lawannya memiliki kualitas kemampuan bertanding yang jauh diatas dia. Bahkan untuk sesama laki-laki pun kalau dia sudah mengetahui lawannya memiliki kualitas diatas dia, belum tentu dia berani untuk melakukan pertandingan ini. Namun berbeda dengan tris, dia tetap menjalani pertandingan tersebut sampai akhir dan terus melakukan perlawan dengan segala kemampuannya. Aksi inilah yang membuat tris terlihat lebih maskulin dibandingkan dengan wanita-wanita pada umumnya yang lebih menjauhi aksi-aksi berbahaya yang dapat melukai dirinya. selain itu, sisi maskulinitas pada tris pun dapat dilihat dari segi pertandingan fisik yang dilakukan oleh tris. wanita identic dengan keramahan, kelembutan dan juga tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya. Namun apa yang dilakukan oleh tris dalam adegan ini bertolak belakang dengan semua itu. Meskipun dia seorang wanita tapi dia tetap melakukan
pertandingan fisik yang biasanya diikuti oleh laki-laki saja. Dengan segala keberanian dan juga kemampuan bela diri yang dia punya dia melakukan aksi pertandingan fisik tersebut. Dia tak perduli seberapa sulitnya pertandingan tersebut dan berapa banyak luka yang dia daatkan dari pertandingan fisik yang ia jalani. Maka dari itu tanda ini dapat dikategorikan sebagai indeks.
Pada adegan ini menggunakan teknik pengambilan gambar group shot yang menjelaskan bahwa adegan ini dilakukan pada keramaian atau didepan anggota kelompok yang lainnya sehingga dapat dikatakan sebagai group shot. Selain itu, pengambilan gambar melalui sudut eye level pun memperkuat adegan ini karena dapat menunjukkan posisi yang diambil oleh para pemain dalam melakukan aksi pertandingan fisik di arena ini.
Table 4.2.8 : Melakukan Aksi Dengan Senjata Api
Gambar 4.2.8 : Melakukan Aksi Dengan Senjata Api
Objek Interpretan
Dalam adegan ini terdapat seorang wanita yang sedang membidik sasaran dengan menggunakan senjata api atau tembakan yang membuat sang
perempuan terlihat begitu
menakjubkan dan terlihat seperti wanita pemberani.
Melatih kefokusan atau ketepatan membidik dan juga menembak sasaran dilakukan oleh tris agar dia dapat berhasil dalam test yang akan dilakukan
oleh kelompoknya. Dalam
menggunakan senjata api tentu bukan hal yang mudah, dan terlebih lagi senjata api kerap memiliki berat yang tidak mudah ditopang oleh seorang wanita. Meskipun senjata api ini tidak terlihat berat namun kemampuan tris dalam menembak tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut diperkuat dengan ekspresi wajah dari tris yang mengerutkan matanya sehingga terlihat tajam dalam membidik sasaran tembak yang berada
di depan matanya. Dan kemampuannya dalam membidik dan menembak sasaranlah yang membuatnya terlihat menjadi lebih maskulin jika dibandingkan dengan wanita pada umumnya.
Analisa :
Tabel 4.2.8 dikategorikan berdasarkan Indeks dan Simbol. Unutk menambah dan jug mengasah kemampuannya dalam membidik dan juga menembak suatu sasaran tris melakukan latihan menembak dengan menggunakan senjata api atau senapan. Yang menjadi indeks dalam gambar di atas adalah aksi ataupun latihan menembak yang dijalani atau dilakukan oleh tris yang membuatnya terlihat lebih maskulin dari wanita pada umumnya. Mengoperasikan atau menggunakan senjata api bukanlah hal yang mudah bahkan untuk laki-laki sekalipun namun tris mampu menggunakan senapa tersebut dan melakukan pembidikan dengan jitu. Pada umumnya seorang wanita tidak akan berani menggunakan senjata api, malah dari kebanyak wanita akan menjauhi senjata tersebut dari jangkauannya sejauh mungkin karena menganggap senjata tersebut sangatlah berbahaya. Namun tris tidak takut akan bahaya yang akan ditimbulkan oleh senjata api tersebut karena dia memiliki sisi maskulinitas dalam dirinya yakni keberanian dan jugan ketangguhan yang timbul didalam benaknya. Simbol yang terdapat pada gambar diatas yaitu ditampilkan melalui tatapan matanya yang tajam yang menandakan
dia bersungguh-sungguh dalam melakukan pembidikan tersebut. Tak hanya itu, dengan tatapan seperti itu dapat dikatakan pula bahwa dia sedang memusatkan perhatiannya pada satu titik yang harus dia bidik dengan tepat. Dan seakan-akan dia sudah mahir dalam melakukan aksi tembak-tembakan. Hal tersebut tanpa disadari telah menambah nilai maskulin dalam diriya yang membedakannya dengan wanita lain.
Adegan di atas masuk dalam kategori qualisign yaitu penanda yang bertalian dengan kualitas. Dalam hal ini yang memperlihatkan qualisign pada adegan diatas adalah keberanian dari tris yang tanpa ragu menggunakan senjata api atauun senapat yang ada di genggamannya. Pada gambar pertama menggunakan pengambilan gambar medium close up dengan sudut pengambilan gambar eye level sehingga gambar yag dihasilkan memperihatkan raut wajah dan ekspresi dari sang pemeran wanita dengan jelas. Pada gambar kedua menggunakan pengambilan gambar dengan teknik one shot yang menampilkan hanya berfokus pada satu orang dalam gambar tersebut, dan juga menggunakan sudut pengambilan gambar slanted yang berarti shot ini merupakan perekaman dengan sudut tidak frontal depan atau frontal dari samping objek, melainkan dari sudut 45 dari objek, sehingga objek yang lain ikut masuk kedalam bingkai rekam.
Simbol adalah tanda yang mewakili sesuatu yang proses penentuan simbol itu tidak mengikuti aturan tertentu. Secara umum, seperti banyak gerak tangan tertentu, kata kata adalah tanda simbolik. Akan tetapi, penanda apapun objek, suara, gambar, warna, nada musik, dan sebagainya bisa memiliki makna simbolik.
Tabel 4.2.1 sampai dengan 4.2.7 memperlihatkan nilai maskulinitas dari pereman wanita yang terkandung didalam film Divergent, wanita memang sudah ada pada masa ataupun jaman emansipasi sehingga wanita jaman sekarang bisa menunjukkan sisi maskulinitas yang ada pada dirinya. Adegan-adegan maskulinitas yang terkandung dan terdapat dalam film Divergent memperlihatkan keberanian yang menonjol dalam diri sang pemeran wanita, selain itu mampu dan mau melakukan aksi extreme yang sewajarnya dilakoni oleh kaum laki-laki namun sang pemeran wanita dalam film ini pun ternyata mampu untuk melakukan itu semua hingga akhir. Kemudian adegan-adegan yang lainnya seperti memperlihatkan sisi maskulinitasnya melalui postur tubuh dan juga pakaian yang dikenakan oleh sang pemeran wanita tersebut yang terlihat agak lebih tomboy atau kelaki-lakian jika dibandingkan dengan wanita pada umumnya.
Sisi maskulinitas yang ditemukan oleh penulis pada film Divergent ini berkakitan dengan teori segitiga makna (Triangle of Meaning). Bila dilihat dari adegan-adegan yang sudah penulis bahas pada point 4.2 film Divergent ini sudah mencakup semua unsur yang sudah dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce.
Ikon pada film ini dapat dilihat dari gambar di tabel 4.2.6 berupa sang
pemeran utama wanita dalam film ini yaitu Tris yang memiliki sisi maskulin pada dirinya. dikatakan sebagai ikon karena sang pemeran wanita tersebut melaksanakan fungsi sebagai penanda seperti gambar, lukisan, patung, sketsa, dan foto.
Indeks pada film ini bisa kita lihat dalam gambar-gambar yang sudah
dikategorikan sebagai indeks adalah gerakan dari lompatan yang dilakukan oleh kedua wanita di gambar. Tidak mudah melakukan gerakan melompat pada kereta api yang sedang melaju kencang . Tabel 4.2.3, aksi yang akan dilakukan oleh pemeran wanita dalam film, yaitu terjun bebas dari atap gedung tanpa menggunakan alat penjaga keamanan satu pun yang melekat pada tubuhnya. Tabel 4.2.5, adu fisik yang dilakukan oleh pemeran wanita tersebut merupakan tanda bahwa dia memiliki kekuatan yang melebihi wanita-wanita pada umumnya. Dan tanda tersebut menimbulkan makna lain yakni di memiliki sisi maskulinitas dari seorang wanita. Tabel 4.2.5, latihan fisik yang dilakukan oleh tris yang menandakan bahwa dia memiliki sisi maskulinitas dalam dirinya. Tabel 4.2.8, aksi ataupun latihan menembak yang dijalani atau dilakukan oleh tris yang membuatnya terlihat lebih maskulin dari wanita pada umumnya. Mengoperasikan atau menggunakan senjata api bukanlah hal yang mudah bahkan untuk laki-laki sekalipun namun tris mampu menggunakan senapa tersebut dan melakukan pembidikan dengan jitu. Tabel 4.2.7, dengan segala keberanian dan juga kemampuan bela diri yang dia punya dia melakukan aksi pertandingan fisik dengan seorang laki-laki. Dia tak perduli seberapa sulitnya pertandingan tersebut dan berapa banyak luka yang dia daatkan dari pertandingan fisik yang ia jalani. Maka adegan tersebut masuk dalam kategori Indeks, yaitu tanda yang memiliki keterkaitan fenomenal atau eksitensial di antara reoresebtamen dan objeknya. Yang mana ditandai dengan hubungan sebab akibat dan keterkaitan. Proses kerjanya yaitu diperkirakan.
Simbol pada film ini dapat dijumpai yaitu pada tabel 4.2.6 dan 4.2.8. Dan
pada tabel 4.2.6, yang dikatakan sebagai simbol dapat dilihat dari pada pakaian yang dikenakannya yang membuat dirinya terlihat tidak feminine dan terlihat seperti wanita pemberani atau perempuan tomboy, dan hal tersebutlah yang dijadikan simbol pada adegan ini. Sedangkan pada tabel 4.2.8, kita dapat melihat simbol tersebut dari ditampilkan melalui tatapan matanya yang tajam yang menandakan dia bersungguh-sungguh dalam melakukan pembidikan tersebut. Tak hanya itu, dengan tatapan seperti itu dapat dikatakan pula bahwa dia sedang memusatkan perhatiannya pada satu titik yang harus dia bidik dengan tepat. Dan seakan-akan dia sudah mahir dalam melakukan aksi tembak-tembakan. Dan hal-hal tersebut dapat dikatakan sebagai simbol karena melaksanakan fungsi sebagai penanda yang oleh kaidah secara konvensi telah lazim digunakan dalam masyarakat. Tand yang dapat ucapkan, baik secara frontal maupun dalam hati, arti atau makna dari gambar, bau, lukisan, gerak, merupakan sesuatu yang bersifat simbolis.
4.3. Pembahasan
Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana tanda-tanda maskulinitas yang terdapat pada film Divergent. Dari hasil analisa pada tanda film Divergent dalam unsur makna Charles Sanders Peirce, diformulasikan dalam bentuk pernyataan serta dideskrisikan terhadap unsur setting, karakter penokohan, penyuntingan, alur cerita serta komponen dari nilai-nilai atau tanda-tanda maskulinitas yakni keberanian, melakukan atau identik dengan kekerasan dan kerap menggunakan
senjata dalam melakukan aksi. Dan teori Charles Sanders Piece yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini yaitu dengan menggunakan teori triangle of meaning berupa Sign (tanda), objek, dan interpretan.
Industri perfilman merupakan salah satu industri yang sangat mudah mendapatkan perhatian para audiensnya. Dengan tayangan-tayangan yang diproduksi, dapat dijadikan informasi dan pendidikan sekaligus pengetahuan bagi para audiens.
Film Divergent ini banyak memberikan informasi dan pengetahuan tentang seorang wanita atau perempuan yang mempunyai jiwa maskulin layaknya laki-laki. Karena wanita yang nampak dalam film ini adalah sosok wanita yang tangguh dan memiliki jiwa keberanian yang cukup besar, namun tidak semua nilai-nilai maskulin memeiliki sisi positif. Nilai negative dalam jiwa seorang maskulin terdapat dalam tindak kekerasan yang juga kerap dihadirkan dalam film ini. kekerasan yang dilakukan diantaranya kekerasan dan amnisius yang berlebihan terhadap sesuatu, namun jika tindakan tersebut dilakukan sebagai cara untuk bertahan hidup dalam sebuah kelompok dan hal tersebut wajar dilakukan jika kita sedang terancam dalam bahaya.
Dari hasil penelitian ada beberapa gambar dalam film Divergent ini yang dapat ditempatkan berdasarkan indeks, ikon dan juga simbol yang menggambarkan sisi maskulinitas pada pemeran wanita dalam film ini. berdasarkan analisa yang telah penulis kategorikan dari beberapa proses semiotic dari Charles Sanders Peirce, diformulasikan dalam bentuk pernyataan serta dideskripsikan terhadap untuk setting, karakter penokohan, penyuntingan, alur
cerita serta komponen dari nilai-nilai maskulinitas seperti sebuah keberanian, kekerasan dan penggunaan senjata. Penulis melihat banyaknya indeks adegan yang menggambarkan sisi maskulinitas pada pemeran wanita dalam film ini, kemudian penulis juga belihat banyaknya indeks adegan yang berhubungan dengan sebab-akibat yang semakin memperkuat adanya sisi maskulinitas dari pemeran wanita tersebut, misalnya seperti aksi-aksi extreme yang dia lakoni kemudian keberanian yang ditonjolkan pada diri pemeran wanita. Kemudian dalam film Divergent juga penulis melihat simbol-simbol berupa pakaian yang dikenakan oleh sang pemeran wanita yang terlihat lebih tomboy dan tidak seperti wanita pada umumnya, lalu dari tatapan matanya yang menunjukkan kesiapan serta keberanian dan fokus dalam menjalankan aksi extremenya itu pun dapat dijadikan sebagai simbol.
Dari pembahasan di bab ini, ada keterkaitan antara teori Charles Sanders Peirce terhadap sisi maskulinitas pada pemeran wanita yang ada dalam film Divergent yaitu yang bisa dikategorikan sebagai Ikon, Indeks, dan Simbol. Gagasan Peirce bersifat menyeluruh, deskripsi structural dari semua system penandaan. Piece ingin mengidentifikasikan partikel dasar dari tanda dan menggabungkan kembali semua komponen dalan struktur tunggal. Ketika tanda menunjukkan sisi maskulinitas pada pemeran wanita tersebut. Dalam kualitas tanda (qualigin) yakni kualitas sejauh yang dimiliki tanda, penanda yang bertalian dengan kualitas, ketika sang pemran wanita mampu menjalani semua aksi-aksi extremenya yang biasa dilakukan oleh para kaum laki-laki seperti mengejar kereka yang sedang berjalan, dan lain-lain hal tersebut mampu menunjukkan sisi
maskulinitas pada pemeran wanita ini. hal demikian sudah pasti menunjukkan sisi maskulinitas. Dalam analisis semiotika disebut dicent sinsign yaitu tanda untuk memperkuat informasi bahwa sang pemeran wanita dalam film ini memliki sisi maskulinitas yang ada pada dirinya. Dengan melihat adegan tersebut, kita pun bisa menilai ada tanda yang mengandung sisi maskulinitas dalam film tersebut.
Tanda yang dihubungkan dengan objeknya melalui asosiasi ide umum disebut Rhematic Indexcial Sinsign yaitu yakni tanda berdasarkan pengalaman langsung , yang secara langsung menarik perhatian karena kehadirannya disebabkan oleh sesuatu. Hal tersebut digambarkan oleh adegan dimana Tris yang mengajukan dirinya untuk menjadi orang pertaa yang akan terjun bebas dari atap gedung tersebut. Tentu saja perlakuan dari Tris menarik perhatian semua mata dari kelompoknya yang tidak percaya bahwa Tris akan menjadi orang pertama yang akan terjun bebeas dari gedung yang tinggi itu. Selain menarik perhatian, hal ini pun terjadi karena disebabkan oleh sesuatu yakni Tris ingin menunjukkan keberaniannya dan tidak ingin dianggap sebagai orang lemah dan dari hal tersebut timbulah sisi maskulinitas pada pemeran wanita tersebut. Sementara itu, sebagai representasi dari realitas, film membentuk dan “menghadirkan kembali” realitas berdasarkan kode-kode, konvensi-konvensi, dan ideologi dari kebudayaannya.
Tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan yakni Rheme, yaitu yang di tampilkan pada tangannya yang terluka atau biru-biru akibat terlalu banyak melakukan pukulan pada saat proses latihannya. Pada dasarnya
wanita tidak akan mau menyakiti dirinya sendiri dengan sengaja, dan wanita pada umumnya lebih menjaga dan menghindari tubuhnya dari berbagai luka. Namun berbeda dengan tris, meskipun ia menyadari jika tangannya biru dan bengkak ia tetap melakukan latihan fisik tersebut demi bisa mengasah bela dirinya. Tangan yang bengkak dan juga biru itu dapat menjadi tanda dari sisi maskulinitasnya karena tangan biru tersebut menandakan bahwa tris berusaha keras dalam melakukan pelatihan fisik yang tidak biasa dilakukan oleh seorang wanita. Sisi maskulinitas tersebut dapat dinilai melalui keberanian, kemampuan, semangat, rasa percaya diri dan optimis, disiplin, adaptasi, pemecahan masalah, dan juga kemauan.
Memang tidak semua wanita memiliki nilai ataupun sisi maskulinitas yang tertanam dalam dirinya, karena kita tahu bahwa wanita pada umumnya memiliki sisi yang sangat lembut, ramah, halus, dan juga penyayang. Sisi maskulinitas tersebut bisa muncul karena ada andil emansipasi yang dapat menyetarakan wanita dengan pria pada umumnya saat ini. selain itu karena ada kegigihan dan juga kemampuan pada diri wanita yang memiliki sisi maskulinitas tersebut. Selain itu sisi maskulinitas pun dapat tumbuh dari dorongan sekitar yang artinya bisa di dapatan dari orang tua, keluarga, maupun lingkungan yang juga dapat mempengaruhi segala perilaku dan juga sifat kita dengan tanpa disadari oleh diri kita sendiri.
Memiliki sisi maskulinitas adalah kelebihan yang dimiliki oleh beberapa wanita yang memang pada dasarnya memiliki jiwa keberanian yang kuat dan bukan wanita yang lemah, dan dari sana dapat muncul benih-benih sisi
maskulinitas yang dapat dibentuk dengan segala perkembangan karakter dan juga perilaku kita sendiri. Jika sudah merasa nyaman ketika melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan oleh kaumnya, ada kemungkinan karakter atau perilaku itu pun akan semakin berkembang dan terbentuk dengan semestinya, dan dalam hal ini adalah sisi maskulinitas pada seorang wanita, seperti halnya dalam film Divergent ini. ada seorang wanita yang awalnya ukanlah wanita yang pemberani dan juga tanguh, namun karena ia tidak ingin di cap atau di katakana sebagai wanita yang lemah akhirnya dia memberanikan diri untuk keluar dari zona amannya dan memutuskan untuk bergabung dengan kelompok yang berisikan orang-orang tangguh yang cukup di takuti di daerah setempat. Memang pada awalnya dia masih belum mampu beradaptasi dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompoknya tersebut. Namun seiring berjalannya wanktu karena dia merasa mampu dan sanggup serta nyaman dengan karakter tersebut akhirnya terbentuklah sisi maskulinitas pada dirinya yang membuatnya terlihat lebih tangguh dari wanita lain pada umumnya.
Media merupakan salah satu sarana yang berperan dalam pencitraaan maskulinitas. Melalui berbagai media, berbagai pihak berupaya memberikan gambaran mengenai konsep maskulinitas. Hal itu seperti dilakukan Beynon yang melakukan kajian mengenai konsep maskulinitas melalui berbagai hal terutama media. Media siar yang terbagi atas film, televisi, video, internet dan radio di contohkan melalui munculnya berbagai paradoks mengenai maskulinitas. Film Saving Private Ryan (1998) menunjukkan maskulinitas yang luar biasa dalam peperangan. Namun, dalam film ini memunculkan juga pertanyaan mengenai
maskulinitas kekinian seperti dalam film Fight Club dan American Beauty pada tahun 1999 yang tidak hanya memperlihatkan kekuatan otot laki-laki, melainkan juga unsur emosional laki-laki seperti yang terlihat pada maskulinitas pada tahun 1980an. Berdasarkan kajian tentang maskulinitas pada berbagai media tersebut, tampak bahwa maskulinitas merupakan sebuah konstruksi yang dibuat oleh kebudayaan untuk mengarahkan untuk menjadi sesuatu yang dimiliki masyarakat, dapat diperlakukan sesuai kemauan masyarakat itu sendiri.
60
Konsep maskulin dalam film divisualisasikan dengan cara menampakkan kekuatan fisik. Seseorang terlihat lebih macho apabila menggunakn kendaraan motor besar, atau mobil sport mewah, berbadan besar dengan perut six pack dan bisa bernyanyi. Dalam berbagai konsep film juga sangat kental dalam menjunjung tinggi machoisme atau maskulinitas. Contohnya adalah actor dalam film selalu digambarkan identik dengan institusi maskulin, tokoh-yokoh yang meerankannya adalah yang mepunyai muka serius, garang, gagah, bisa memberantas kejahatan dan bahkan diperbolehkan membunuh.61
Ketidakadilan gender yang merupakan produk dari sebuah konstruksi sosial selain terdapat dalam ranah privat, juga terjadi di ranah public. Dalam hal ini adalah media public yaitu film. Perempuan sepertinya selalu ditampilkan sebagai pemuas kebutuhan laki-laki dalam bentuk visualisasi pemujian terhadap kecantikan fisik semata. Hal ini menunjukkan telah terjadi komodifikasi perempuan dalam media, dimana konstruksi sosial patriarki berperan besar. Film
60 Craig, Stave. Men, Masculinity And The Media. Canadian Journal Of Communication. 1994.
Vol 19. Hal 2
menampilkan wacana yang dapat dijadikan pintu untuk memahami kondisi suatu masyarakat pada era tertentu. Film dipandang sebagai proses ideology, sehingga konstruksi sosial yang memberntuk masyarakat juga dapat dilihat melalui film. Dalam konteks gender (perempuan), konstruksi sosial muncul dalam penampilan perempuan dalam peran-peran mereka di film tersebut seperti seksualitas; feminitas dan stereotype perempuan.62
Namun jika kita memperhatikan secara detail, dalam film Divergent ini kita akan melihat bagaimana pemeran wanita dalam film tersebut sering ditampilkan sebagai objek yang dinilai tangguh dan mampu menghadapi berbagai situasi dengan berani. Hal tersebut bertolak belakang dengan karya tulis dari Siregar yang tertera dibagian atas. Dimata setiap penonton maskulinitas hanya dapat ditampilkan pada pemeran laki-laki saja, namun dalam film ini pemeran wanita pun juga di tampilkan sebagai sosok maskulin yang membuktikan bahwa wanita juga mampu melakukan hal-hal yang identik dilakukan oleh kaum pria seperti, berkelahi, melakukan aksi-aksi extreme yang memicu serta membutuhkan keberanian besar yang belum tentu wanita biasa mampu melewati dan menjalani itu.
Di jaman yang semakin berkembang ini tentunya wanita sudah tak lagi seperti wanita yang dulu kala dimana wanita hanya bisa melayani segala keinginan dan juga kebutuhan dari pria. Dewasa ini wanita pun bisa meakukan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka kehendaki. Lalu bisa memilih apa yang menurut mereka adalah jalan terbaik untuk hidup mereka. Seperti halnya
pada film Divergent ini, wanita sudah dapat memilih jalan hidup yang menurutnya terbaik untuk mereka meskipun jalan hidup tersebut memang penuh dengan haling rintang yang berat.
Di dalam film Divergent banyak sekali nilai-nilai maskulinitas yang dimunculkan oleh pemeran wanita dalam beberapa scene, yakni diantaranya dominasi rasa keberanian dan jiwa heroisme, adegan perlawanan fisik dan kekerasan yang membutuhkan fisik yang kuat dan tangguh, sikap-sikap yang menunjang nilai-nilai maskulinitas tersebut seperti ambisius, objektif, intelektual, tidak emosional, logical, disiplin, bermoral dan sikap yang lainnya.