• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhammad Awaluddin.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Muhammad Awaluddin."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 1

PERGESERAN NEGATIF KONDISI EKONOMI DI KALIMANTAN TIMUR PASCA

PENYEBARAN VIRUS CORONA ( COVID 19 )

Muhammad Awaluddin

[email protected]

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Samarinda

Alamat : Jalan Tanah Grogot No. 1 Kampus Unmul Gunung Kelua, Tlp (0541) 738916, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

ABSTRACT

This study aims to determine the picture of economic conditions in East Kalimantan after the spread of the corona virus (Covid 19). This study uses an explanatory approach (brief overview). From observations made by researchers, it was found that the main sector that became the mainstay of East Kalimantan province, namely the mining sector, experienced a negative growth contraction. Direct contact sectors, such as the service sector and the tourism support sector, experienced a drastic decline. The Open Unemployment Rate was classified as high and several sectors experienced negative contraction as a result of the decline in community mobility in economic activities.

Keywords: Economic Growth, Economic Mobility, Open Unemployment Rate

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi ekonomi di Kalimantan Timur pasca terjadinya penyebaran virus corona ( Covid 19). Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanatori ( brief overview ). Dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan hasil dimana sektor utama yang menjadi andalan provinsi Kalimantan Timur yaitu sektor tambang, mengalami kontraksi pertumbuhan negatif. Sektor sektor yang bersifat kontak langsung seperti sektor jasa dan sektor pendukung pariwisata mengalami penurunan yang drastis. Tingkat Pengangguran Terbuka meningkat tergolong tinggi dan beberapa sector mengalami kontraksi negative sebagai akibat penurunan mobilas masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Kata Kunci : Mobilitas Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian memasuki kuartal I di tahun 2020 menjadi fenomena yang mencekam untuk semua Negara yang ada didunia. Dua organisasi besar dunia dibidang keuangan yaitu

International Monetry Fund dan World Bank memprediksikan bahwa hingga diakhir kuartal I di tahun

2020 ekonomi global akan mengalami masa resesi yang terkoreksi sangat tajam. ( Liu et al, 2020 dalam Nasution dkk, 2020).

Pertumbuhan ekonomi global dapat merosot ke negatif 2,8% atau dengan kata lain terseret hingga 6% dari pertumbuhan ekonomi global di periode sebelumnya. Padahal, kedua lembaga tersebut sebelumnya telah memproyeksi ekonomi global di akhir kuartal I tahun 2020 akan tumbuh pada persentase pertumbuhan sebesar 3% (Carrillo-Larco & Castillo-Cara, 2020).

Fenomena horor tersebut terjadi karena munculnya virus baru yang menjangkit dunia saat ini yaitu Coronaviruses (CoV). Organisasi internasional bidang kesehatan yaitu World Health Organization menyatakan bahwa Coronaviruses (Cov) dapat menjangkit saluran nafas pada manusia. Virus tersebut memiliki nama ilmiah COVID-19. COVID-19 dapat memberikan efek mulai dari flu yang ringan

(2)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 2

sampai kepada yang sangat serius setara atau bahkan lebih parah dari MERS-CoV dan SARS-CoV (Kirigia & Muthuri, 2020). COVID-19 disebut juga sebagai zoonotic yaitu penularannya ditularkan melalui manusia dan/atau hewan ( Nasution dkk, 2020 )

Virus corona mulai merebak disekitar wilayah Wuhan dan kini telah menjangkiti lebih dari 100 negara. Sebanyak lebih dari 100.000 orang di dunia dinyatakan positif terinfeksi virus ganas ini. Jumlah kasus baru yang dilaporkan di China memang menurun. Namun lonjakan kasus justru terjadi di Korea Selatan, Italia dan Iran. Semakin meluasnya wabah corona ke berbagai belahan dunia menjadi ancaman serius bagi perekonomian global. "Penyebaran COVID-19 yang semakin meluas akan memperlama periode jatuhnya perekonomian Asia Pasifik. Australia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Thailand diprediksi terancam terseret ke dalam jurang resesi, menurut S&P. Selain itu perkiraan pertumbuhan ekonomi China untuk 2020 dari 5,7% diprediksi turun menjadi 4,8%. Negara yang perekonomiannya akan sangat terkena imbasnya adalah Hong Kong, Singapura, Thailand dan Vietnam mengingat sektor pariwisata menyumbang hampir 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. "Pelancong dari China berkontribusi besar terhadap total turis asing di negara tersebut. Masalahnya virus ini pertama kali menyerang China yang notabene merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia dan juga sebagai negara yang menyandang status "global manufacturing” (Burhanuddin, 2020)

Kegiatan ekspor terbesar di dunia dipegang oleh China (Yang & Ren, 2020). Negara yang sering melakukan impor dari kegiatan ekspor yang dilakukan oleh China salah satunya adalah Indonesia. Selain itu, China juga adalah salah satu mitra dagang terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Munculnya COVID-19 yang menjangkit China membawa kegiatan dagang China ke arah yang negatif sehingga berdampak pada alur dan sistem perdagangan dunia sehingga berdampak juga pada Indonesia. Menurunnya kelapa sawit dan batu bara serta impor bahan mentah lainnya dari China akan menyerang kegiatan ekspor di Indonesia sehingga akan menimbulkan turunnya harga barang tambang dan komoditas lain (Iswahyudi, 2018 dalam Nasution dkk, 2020).

Pandemi COVID-19 juga menimbulkan dampak yang mengerikan terhadap investasi yang membuat masyarakat akan memilih untuk sangat hati-hati dalam membeli barang bahkan untuk melakukan investasi. Pandemi ini juga sangat mempengaruhi proyeksi pasar. Investor dapat cenderung untuk tidak berinvestasi dikarenakan berubahnya asumsi pasar dan tidak jelasnya supply chain (Pepinsky & Wihardja, 2011). Pada sektor investasi, China adalah salah satu negara yang memiliki dan menginvestasikan modalnya di Indonesia. Pada tahun 2019 silam, realisasi atas investasi langsung dari China menduduki peringkat dua terbesar setelah Singapura (Akhmad et al, 2019). Contohnya saja investasi dari China untuk salah satu wilayah di Indonesia yaitu Sulawesi senilai 5 milyar USD sedang

(3)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 3

dalam tahap pelaksanaan, namun pekerja dari China masih terhambat untuk datang ke Indonesia sehingga investasi tersebut masih ditunda. ( Nasution dkk, 2020 )

Merespon pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah Indonesia mulai menerapkan pembatasan dengan kebijakan social distancing (jaga jarak sosial, menghindari kerumunan), lalu physical distancing (jaga jarak antar orang minimal 1,8 meter) sejak awal Maret 2020. Kebijakan itu telah menurunkan secara drastis aktivitas dan pergerakan orang di Jabodetabek dan kota-kota besar. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya jumlah penumpang pada berbagai sarana transportasi mulai pesawat terbang, kereta api komuter, bus dan busway, angkot, taksi, taksi online, bajaj, hingga ojek dan ojek online (ojol). ( Hadiwardoyo, 2020 )

Virus Corona kemudian muncul dan memberikan begitu banyak pengaruh dalam berbagai sektor. Salah satu sektor yang terdampak dan begitu terasa adalah sektor ekonomi. Hal ini menjadi merupakan isu terkini dan oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas dampak dari virus corona terhadap kondisi ekonomi di Kalimantan Timur

TINJAUAN PUSTAKA

Telah banyak studi yang meneliti dampak virus corona ( Covid 19) terhadap kondisi perekonomian. Hal ini dilakukan karena kontraksi akibat covid terhadap kondisi perekonomian sangat berbahaya jika tidak ditanggulangi secara benar. Perdebatan perdebatan selalu dikemukakan berkaitan dengan penentuan kebijaksanaan apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi keadaan luar biasa ini agar tidak berdampak parah terhadap penurunan kinerja ekonomi.

Studi yang dilakukan oleh Asep Suryahadi, Ridho Al Izzati, dan Daniel Suryadarma dengan judul ”The Impact of COVID-19 Outbreak on Poverty: An Estimation for Indonesia”. Penyakit Coronavirus 2019 memberikan dampak terhadap resesi ekonomi global. Jutaan orang akan jatuh miskin. Dalam penelitian mereka, mereka memperkirakan dampak COVID-19 terhadap kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Angka kemiskinan akan meningkat dari 9,2 persen pada September 2019 menjadi 9,7 persen pada akhir tahun 2020. Ini berarti bahwa 1,3 juta lebih orang akan jatuh ke dalam kemiskinan. Dalam proyeksi yang paling parah, angka kemiskinan akan meningkat menjadi 12,4 persen, yang berarti 8,5 juta lebih orang akan menjadi miskin. Mereka mengarahkan agar pemerintah Indonesia perlu memperluas program perlindungan sosialnya untuk membantu masyarakat miskin baru selain masyarakat miskin yang sudah ada.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Silpa Hanoatubun dengan judul ”Dampak Covid 19 Tehadap Perekonomian Indonesia”, menemukan hasil telah terjadi kesukaran dalam mencari lapangan pekerjaan di Indonesia, banyak masyarakat yang susah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka

(4)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 4

sehari-hari. Semua sektor perekonomian dalam semua bidang juga terdampak dari kasus Covid-19 tersebut.

Tulisan lain yang ditulis oleh Michael Christian dan Firman Hidayat dengan judul ” Dampak Corona Virus terhadap Ekonomi Global ”, menyimpulkan bahwa Prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan Indonesia 2020 tersebut berpotensi lebih rendah apabila wabah Covid-19 makin menyebar sehingga memicu penerapan kebijakan restriksi atau social distancing yang lebih ketat oleh berbagai negara, dan tekanan pasar keuangan global berlanjut akibat ketidakpastian yang tinggi. Prospek ekonomi ke depan akan dipengaruhi oleh upaya berbagai negara dalam mengatasi penyebaran Covid-19.

Penelitian yang lainnya yang dilakukan oleh Chairul Iksan Burhanuddin dan Muhammad Nur Abdi dengan judul “ Ancaman Krisis Ekonomi Global dari dampak Penyebaran Virus Corona (Covid 19)”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melihat perkembangan dan pengaruh ekonomi tidak hanya sebatas lingkup ekonomi itu sendiri. Akan tetapi ekonomi juga bisa terdampak dari budaya dan kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan menyebarnya virus Corona turut membawa dampak negatif pada perekonomian dunia.

Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo Hadiwardoyo yang berjudul Kerugian Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid 19” menemukan hasil bahwa pembatasan aktivitas akibat pandemi Covid-19 telah menimbulkan kerugian ekonomi secara nasional. Kerugian itu hanya akan tertutupi apabila krisis dapat diakhiri sebelum menimbulkan kebangkrutan usaha secara massal

Penelitian yang dilakukan oleh Dito Aditia Darma Nasution, Erlina dan Iskandar Muda dengan judul ”Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Perekonomian Indonesia ” menunjukan hasil dampak pandemi COVID-19 menyebabkan rendahnya sentimen investor terhadap pasar yang pada akhirnya membawa pasar ke arah cenderung negatif. Langkah-langkah strategis terkait fiskal dan moneter sangat dibutuhkan untuk memberikan rangsangan ekonomi. Seiring berkembangnya kasus pandemi COVID-19, pasar lebih berfluktuasi ke arah yang negatif. Tidak hanya itu saja, lambatnya ekonomi global khususnya kegiatan ekspor Indonesia ke China juga berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut berdasarkan analisis sensitivitas yang menjelaskan bahwa lambatnya ekonomi global saat ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

METODELOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanatori (brief overview) sebagaimana yang digunakan oleh (Barbier & Burgess, 2020; Donthu & Gustafsson, 2020; Mishra et al., 2020; Olivia et al., 2020) sebagaimana yang atas dampak dari kejadian pandemi Covid-19 di Indonesia, dengan fokus pada Kalimantan Timur.

(5)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kinerja ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) triwulan I 2020 tetap berdaya tahan dengan melanjutkan pertumbuhan positif sejak 2017 meskipun lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2020 tumbuh positif sebesar 1,27% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,67% (yoy). Kinerja perekonomian Kaltim triwulan I 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan pencapaian nasional dan wilayah Kalimantan masing-masing sebesar 2,97% (yoy) dan 2,49% (yoy).

Tabel 1.1 Data Inflasi Kalimantan Timur

(Sumber : Bank Indonesia, 2020 )

Di sisi lapangan usaha, kinerja lapangan usaha utama Kaltim yakni pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi namun tertahan oleh positifnya kinerja industri pengolahan. Produksi batu bara yang lebih rendah dibandingkan dari triwulan sebelumnya karena cuaca yang kurang kondusif, menurunnya permintaan global serta terus menurunnya tren harga batu bara menjadi sumber kontraksi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian. Di sisi lain, industri pengolahan tercatat mencatat pertumbuhan tinggi yang secara umum bersumber dari kenaikan prouduktivitas industri migas maupun non migas. Peningkatan produktivitas tersebut secara umum bersumber dari penambahan kapasitas produksi dan utlisasi seiring dengan tingkat permintaan yang juga tinggi.

(6)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 6

( Sumber : Bank Indonesia, 2020 )

Pada triwulan II 2020, ekonomi Kaltim diprakirakan akan mengalami kontraksi yang relatif dalam seiring dengan penurunan kinerja ekonomi nasional maupun global karena merebaknya pandemi COVID-19. Kontraksi pertumbuhan ekonomi Kaltim terutama bersumber dari lapangan usaha pertambangan sejalan dengan permintaan negara tujuan yang mengalami perlambatan dikarenakan aktivitas industri di negara tujuan yang juga mengalami penurunan. Kontraksi juga bersumber dari lapangan usaha industri pengolahan seiring dengan kebijakan penghentian sementara produksi kilang minyak Balikpapan pada pada pertengahan April 2020 – Mei 2020. Pada sisi pengeluaran, seiring dengan kontraksinya lapangan usaha pertambangan dan industri pengolahan menyebabkan kinerja ekspor terkontraksi cukup dalam pada triwulan II 2020 di tengah kinerja impor yang masih positif walau lebih rendah dibandingkan triwulan ebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II 2020 diperkirakan akan berada pada rentang -2,44% (yoy) – (-2,84% yoy).

(7)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 7

Gambar 1 Harga Batu Bara acuan

Gambar2. Gambaran sektor pertambangan di Kalimantan Timur selama Covid

(8)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 8

Inflasi Kalimantan Timur triwulan I 2020 tercatat 2,19% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1,66% (yoy) triwulan sebelumnya. Tingkat inflasi Kaltim periode ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,98% (yoy). Tekanan inflasi bersumber dari kelompok penyediaan makan dan minuman /restoran; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta makanan, minuman, dan tembakau. Berdasarkan kota pembentuknya, terdapat perbedaan struktur kelompok penyumbang inflasi antara Balikpapan dan Samarinda. Secara spasial, tekanan inflasitriwulan I 2020 Samarinda bersumber dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sementara perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyebab inflasi utama di Balikpapan. Adapun deflasi kelompok transportasi di Balikpapan jauh lebih dalam daripada Samarinda.

Inflasi kelompok penyediaan makan dan minuman/restoran bersumber dari terbatasnya pilihan masyarakat serta isu pasokan. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah restoran yang memilih untuk menutup sementara usahanya sebagai upaya memitigasi penyebaran COVID-19 di Kalimantan Timur. Selain itu, di awal masa pandemi COVID19 muncul kekhawatiran gangguan logistik serta belum masuknya impor bahan baku. Kondisi ini turut mendukung penyesuaian harga oleh sebagian besar penyedia makanan/minuman.

Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi tarif angkutan udara. Harga tiket pesawat yang menurun cukup tajam pada triwulan I 2020 merupakan akibat dari merebaknya pandemi COVID-19 di dunia. Dengan demikian, sebagian besar masyarakat meminimalisir bepergian keluar kota. Meskipun larangan penerbangan domestik belum diimplementasikan pada periode tersebut tetapi penerapan

physical distancing dan working from home menyebabkan penurunan kebutuhan angkutan udara.

Gambar 3 Mobilitas Penerbangan di Kalimantan Timur selama Covid 19

(9)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 9

Kondisi ketenagakerjaan Kaltim mengalami perbaikan pada tahun 2020 dibandingkan periode sebelumnya. Perbaikan kondisi ketenagakerjaan Kaltim tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2020 sebesar 72,15% yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 70,44%. Meskipun demikian, TPT ( Tingkat Pengangguran Terbuka ) Kaltim pada tahun 2020 mengalami peningkatan dan tergolong tinggi jika dibandingkan dengan TPT pada level nasional dan wilayah Kalimantan. TPT Nasional pada tahun 2020 tercatat sebesar 4,99%, lebih rendah daripada TPT Kaltim. Di wilayah Kalimantan, TPT Kaltim tercatat merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya. Sementara provinsi Kalimantan Tengah memiliki TPT yang paling rendah. Pada saat TPT mengalami peningkatan yang tinggi, maka akan berdampak pada penurunan pendapatan perkapita. Hal ini jika tidak ditangani secara baik akan mengakibatkan penurunan dari sisi permintaan. Pada saat permintaan mengalami penurunan, maka penawaran pun pula akan mengalami penurunan. Dampak dari penurunan penawaran adalah pengurangan dari sisi faktor produksi, yaitu tenaga kerja dan modal dimana penurunan tersebut menggambarkan kinerja perekonomian semakin mengalami kontraksi yang lemah.

(10)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 10

( Sumber : Badan Pusat Statistik KALTIM, 2020 )

Gambar 5 Mobilitas Masyarakat Selama Covid di Kalimantan Timur

Sumber: https://www.google.com/covid19/mobility/ (diolah, kasus pertama Covid-19, 18 March)

4.55 5 5.54 5.08 4.86 5.87 5.98 5.96 5.72 5.53 5.93 4.61 5.08 5.62 6.45 6.26 4.76 4.75 3.69 4.17 9.05 7.29 9.52 10.39 5.87 6.16 6.19 9.19 9.61 12.44 6.09 6.6 6.91 0.00 5.00 10.00 15.00 2020 2019 2018

TPT

Paser Kutai Barat Kutai Karatenaga Kutai Timur

Berau Panajam PU Mahakam Ulu Balikpapan

(11)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 11

Gambar 3 Perbandingan Mobilitas Masyarakat antar Provinsi

Sumber: https://www.google.com/covid19/mobility/ (angka mobilitas rata-rata, diolah)

Akibat dari Restriksi sosial atau pembatasan pergerakan melakukan aktivitas masyarakat, berdampak pada penurunan dari sisi permintaan karena penurunan pendapatan yang mereka peroleh. Restriksi sosial ini berkenaan langsung pada sektor sektor yang besifat kontak langsung seperti jasa – jasa, sektor pendukung pariwisata ( akomodasi, rekreasi, makanan serta minuman ). Hal ini menyebabkan sektor sektor yang terkena dampak secara langsung tersebut harus memilih apakah tetap melanjutkan usaha mereka dengan kondisi merugi ataukah tetap meneruskan usaha mereka dengan mengurangi biaya produksi, yang artinya adalah pengurangan modal atau tenaga kerja. Masalah yang

(12)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 12

muncul kemudian adalah bagaimana cara mereka melakukan pembayaran kredit kepada bank jika usaha mereka tidak berjalan dikarenakan dampak Covid 19 ini.

Tabel 6 Gambaran Anomali di Kalimantan Timur saat Covid 19

Sektor Ekonomi Penyerapan Tenaga

Kerja Feb20-19

GrowthTwII 20-19

Pertanian, Kehutanan, Perikanan 64,628 -2.19% Anomali Pertambangan dan Penggalian 1,396 -6.88% Anomali Industri Pengolahan 12,933 -7.74% Anomali Pengadaan Listrik dan Gas, Air, Sampah, Limbah

dan Daur

- 4,869 9.07% Anomali

Konstruksi 5,928 0.42%

Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor

- 2,094 -1.11%

Transportasi dan pergudangan - 5,568 -16.91%

Penyediaan Akomodasi dan Makan minum 5,262 -13.43% Anomali Informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan

asuransi, real estate dan jasa perusahaan

- 31,816 6.07% Anomali Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jamsos

wajib

9,999 -0.38% Anomali

Jasa pendidikan 15,446 0.82%

Jasa kesehatan dan kegiatan sosial 3,181 9.03%

Jasa lainnya 8,706 -7.86% Anomali

Jumlah Penduduk yang Bekerja (Usia 15 tahun) 83,132

Jumlah Pengangguran 10,670

(Sumber : Badan Pusat Statistik, 2020 )

Dari gambaran hasil data diatas kita menemukan ketidaksesuaian antara kondisi penyerapan tenaga kerja dengan pertumbuhan persektor yang dihasilkan selama covid. Hal ini menjadi temuan yang menarik karena secara teori harusnya penambahan dan pengurangan tenaga kerja yang terserap berkorelasi searah dengan pertumbuhan sektor sektor dalam perekonomian.

SARAN PENELITI

• Pertumbuhan Ekonomi dapat mengalami recovery, namun perlu waktu untuk berada pada posisi normal (4-6%) (karena sektor ekonomi yang kolaps dan tren harga komoditas yang menurun). Kombinasi stimulus fiskal dan insentif kinerja sektor swasta harus diperhatikan secara baik

(13)

Received : 12 April 2021 Revised : 17 April 2021 Acceptted : 24 April 2021

Sosial Ekonomi dan Bisnis Halaman 13

• Permintaan agregat tampaknya tetap “melamban” meskipun restriksi dieliminasi (Masalah lag penyerapan anggaran, perubahan perilaku konsumsi masyarakat). Strategi percepatan permintaan domestik dan eksternal (antar-daerah & global) harus digerakan secara baik • Meningkatkan pendapatan rumah tangga: Fleksibilitas income yang didukung dengan

kebijakan pencipataan alternatif income di masyarakat.

• Peningkatan produktivitas dan hilirisasi sektor perkebunan dan pertambangan: kelapa sawit dan batu bara

• Penciptaan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru >> UMKM (kluster fashion/kerajinan khas; herbal/obat-obatan tropis; industri kuliner (olahan jadi yang tradeable)

• Pembangunan ekonomi inklusif (monitoring variabel yang menyentuh langsung kesejahteraan). • Penetrasi internet semakin massif: Penguatan data base dan sinkronisasi program pembangunan daerah antar-kelembagaan-SKPD daerah adalah investasi penting; adaptasi pelayanan publik berbasis digital urgen, konsep dan proses pendidikan berbasis digital (blended

learning) akan menjadi kebiasaan baru

DAFTAR PUSTAKA

Bank Indonesia (2020). “Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur Mei 2020”

Burhanuddin, Chairul Iksan dan Muhammad Nur Abdi (2020). “ Ancaman Krisis Ekonomi Global dari

dampak Penyebaran Virus Corona (Covid 19)”.

Christian, Michael dan Firman Hidayat (2020) ” Dampak Corona Virus terhadap Ekonomi Global ”, Hanoatubun, Silpa (2020). ”Dampak Covid 19 Tehadap Perekonomian Indonesia”,

Hadiwardoyo, Wibowo (2020). ”Kerugian Ekonomi Nasional Akibat Pandemi Covid 19”

Mobilitas Masyarakat di Kalimantan Timur Disaat Covid 19

https://www.google.com/covid19/mobility/

Nasution, Dito Aditia Darma, Erlina dan Iskandar Muda (2020).” Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap

Perekonomian Indonesia ”

Suryahadi, Asep dkk (2020). ”The Impact of COVID-19 Outbreak on Poverty: An Estimation for

Gambar

Tabel 1.2 Data Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur
Gambar 1 Harga Batu Bara acuan
Gambar 3 Mobilitas Penerbangan di Kalimantan Timur selama Covid 19
Gambar 5 Mobilitas Masyarakat Selama Covid di Kalimantan Timur
+3

Referensi

Dokumen terkait

Munculnya konflik atau ketidak harmonisan hubungan sosial dalam masyarakat, khususnya antara penduduk/tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja pendatang. Operasional kilang,

Metode peelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif yang salah satu tujuannya untuk menggambarkan mekanisme sebuah proses atau hubungan,

Aspek nilai moral yang ditemukan dalam tanggapan nitizen dalam akun facebook Jokowi dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran kemampuan berkomunikasi di

Belum selesai membahas efek negatif dan dampak ekonomi kapitalis di tahun 2020 Indonesia bahkan di dunia dihebohkan dengan muncul virus jenis baru yang disebut

Penjelasan di atas, peneliti akan menguaraikan mengenai penerapan pendidikan karakter gemar membaca melalui gerakan literasi sekolah, peran guru dalam penerapan gemar

Informasi lain yang dari model diagram aliran melingkar adalah besarnya pendapatan yang diperoleh dari pemilik faktor produksi yaitu rumah tangga konsumen tergantung dari

Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga variabel yang terdiri dari aktiva tetap, hutang jangka panjang dan modal mempengaruhi kinerja keuangan PT Berdikari United

Meski pusat kegiatan tersebut tidak dirancang secara khusus, Kampung Tahunan sudah memiliki titik- titik potensi yang dapat dimanfaatkan dalam perancangan kawasan