• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemisahan Dengan Jalan Pengendapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemisahan Dengan Jalan Pengendapan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEMISAHAN DENGAN JALAN

PEMISAHAN DENGAN JALAN PENGENDAP

PENGENDAPAN

AN

I.

I. TujuanTujuan

a.

a. Mengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapanMengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapan  b.

 b. Mengetahui prinsip dasar pemisahan dengan jalan pengendapanMengetahui prinsip dasar pemisahan dengan jalan pengendapan c.

c. Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pengendapanMengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pengendapan

II.

II. TeoriTeori

Pada dasarnya endapan terjadi melalui 2 proses. Pada proses pertama, terbentuk Pada dasarnya endapan terjadi melalui 2 proses. Pada proses pertama, terbentuk zarah-zarah yang sangat kecil (1-100 nm) yang disebut inti, sedangkan pada proses kedua zarah-zarah yang sangat kecil (1-100 nm) yang disebut inti, sedangkan pada proses kedua inti-inti tersebut tumbuh menjadi zarah-zarah yang lebih besar. Inti-inti tersebut tidak inti-inti tersebut tumbuh menjadi zarah-zarah yang lebih besar. Inti-inti tersebut tidak muncul segera setelah zat pengendap ditamabahkan ke dalam larutan zat yang akan muncul segera setelah zat pengendap ditamabahkan ke dalam larutan zat yang akan diendapkan, tetapi hamper selalu ada masa imbas, yakni masa antara penambahan za diendapkan, tetapi hamper selalu ada masa imbas, yakni masa antara penambahan za  pengendap dan munculnya endapan.

 pengendap dan munculnya endapan.

Bila kelarutan endapan tidak begitu rendah, maka pada penambahan zat pengendap Bila kelarutan endapan tidak begitu rendah, maka pada penambahan zat pengendap selanjutnya sangat sedikit inti baru terbentuk, tapi sebagian besar zat penendap itu berperan selanjutnya sangat sedikit inti baru terbentuk, tapi sebagian besar zat penendap itu berperan dalam pertumbuhan inti-inti yang telah ada. Akibatnya akan diperoleh endapan yang dalam pertumbuhan inti-inti yang telah ada. Akibatnya akan diperoleh endapan yang  berbentuk

 berbentuk hablur hablur kasar, kasar, yang yang agak agak murni murni dan dan cocok cocok untuk untuk pengolahan pengolahan selanjutnya.selanjutnya. Sebaliknya, bila kelarutan endapan sangat rendah, maka sejumlah besar inti baru akan Sebaliknya, bila kelarutan endapan sangat rendah, maka sejumlah besar inti baru akan terbentuk selama proses penambahan zat pengendap. Akibatnya, endapan terbentuk karena terbentuk selama proses penambahan zat pengendap. Akibatnya, endapan terbentuk karena  pengelompokan inti-inti sehingga timbul endapan yang berbentuk hablur halus, atau bahkan  pengelompokan inti-inti sehingga timbul endapan yang berbentuk hablur halus, atau bahkan

endapan yang tak terbentuk sama sekali. endapan yang tak terbentuk sama sekali.

Kelewatan jenuh (R) dirumuskan dengan persamaan berikut : Kelewatan jenuh (R) dirumuskan dengan persamaan berikut :

        Disini

Disini R R = = kelewatan kelewatan jenuh jenuh nisbinisbi

Q = kepekatan molar larutan setelah dicampur, tapi belum timbul endapan Q = kepekatan molar larutan setelah dicampur, tapi belum timbul endapan S = kelarutan molar endapan

(2)

Analisa gravimetri merupakan salah satu bagian utama dari kimia analitik. Langkah Analisa gravimetri merupakan salah satu bagian utama dari kimia analitik. Langkah  pengukuran

 pengukuran pada pada cara cara gravimetri gravimetri adalah adalah pengukuran pengukuran berat. berat. Analit Analit secara secara fisik fisik dipisahkandipisahkan dari semua komponen lainnya dari contoh maupun sovlennya. Pengendapan merupakan dari semua komponen lainnya dari contoh maupun sovlennya. Pengendapan merupakan teknik yang secara luas digunakan untuk memisahkan analit dari gangguan-gangguan.

teknik yang secara luas digunakan untuk memisahkan analit dari gangguan-gangguan. Persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu cara gravimetri dapat berhasil : Persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu cara gravimetri dapat berhasil : 1.

1. Proses pemisahan harus cukup sempurna hingga kualitas analit yang tidakProses pemisahan harus cukup sempurna hingga kualitas analit yang tidak mengendap secara analituk tidak ditemukan (biasanya 0,1 mg tau kurang pada mengendap secara analituk tidak ditemukan (biasanya 0,1 mg tau kurang pada  penentuan komponen-komponen un=tama dari suatu contoh makro).

 penentuan komponen-komponen un=tama dari suatu contoh makro). 2.

2. Zat yang ditimbang harus mempunyai sususnan tertentu dan harus murni atauZat yang ditimbang harus mempunyai sususnan tertentu dan harus murni atau hampir demikian. Jika tidak demikian maka hasil yang salah dapat diperoleh.

hampir demikian. Jika tidak demikian maka hasil yang salah dapat diperoleh. (Underwood, 1995) (Underwood, 1995)

Kesempurnaan pengendapan.

Kesempurnaan pengendapan.  Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur factor  Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur factor –  –  factor kelarutan zat :

factor kelarutan zat :

a.

a. Sifat endapan, dapat dilihat dari harga K Sifat endapan, dapat dilihat dari harga K spsp..

b.

b. Pemberian Pemberian ion ion pengendap pengendap berlebihan, berlebihan, akan akan menyebabkan menyebabkan pergeseranpergeseran kesetimbangan.

kesetimbangan.

c.

c. Pada umumnya suhu tinggi akan memperbesar kelarutan endapan, bila perbedaanPada umumnya suhu tinggi akan memperbesar kelarutan endapan, bila perbedaan kelarutan pada suhu itu besar, maka pada waktu pengendapan suhu larutan dibuat kelarutan pada suhu itu besar, maka pada waktu pengendapan suhu larutan dibuat rendah.

rendah.

d.

d. Sifat polaritas larutan perlu dikunrangi dengan menambahkan misalnya, alcoholSifat polaritas larutan perlu dikunrangi dengan menambahkan misalnya, alcohol karena endapan elektrolit sebagai suatu senyawa polar juga akan berkurang karena endapan elektrolit sebagai suatu senyawa polar juga akan berkurang kelarutannya (lebih mudah mengendap).

kelarutannya (lebih mudah mengendap).

Kemurnian endapan.

Kemurnian endapan. Endapan murni ialah endapan yang bersih, tidakEndapan murni ialah endapan yang bersih, tidak mengandung molekul-molekul lain atau zat-zat lain sebagi pengotor atau kontaminan. mengandung molekul-molekul lain atau zat-zat lain sebagi pengotor atau kontaminan. Pengotor (kontaminasi) oleh zat-zat lain mudah terjadi Karena endapan timbul dari larutan Pengotor (kontaminasi) oleh zat-zat lain mudah terjadi Karena endapan timbul dari larutan

(3)

terokulasi (terkurung diantara butir-butir endapan yang tergumpal menjadi satu) oleh terokulasi (terkurung diantara butir-butir endapan yang tergumpal menjadi satu) oleh endapan utama. Endapan yang kotor akan lebih berat dari semestinya, maka akan endapan utama. Endapan yang kotor akan lebih berat dari semestinya, maka akan mempengaruhi dalam perhitungan. Untuk itu harus diusahakan kemurnian endapan mempengaruhi dalam perhitungan. Untuk itu harus diusahakan kemurnian endapan mendekati 100%.

mendekati 100%.

Tahap-tahap Analisis Gravimetri.

Tahap-tahap Analisis Gravimetri. Tahapan analisis gravimetric meliputi :Tahapan analisis gravimetric meliputi :

1.

1. Pelarutan analitPelarutan analit

2.

2. Pengaturan kondisi larutan; pH; temperaturePengaturan kondisi larutan; pH; temperature

3.

3. PengendapanPengendapan

4.

4. Menumbuhkan Kristal endapan (Menumbuhkan Kristal endapan (digestiondigestion atau atau aging  aging ))

5.

5. Penyaringan dan pencucian endapanPenyaringan dan pencucian endapan

6.

6. Pemanasan atau pemijaran endapan untuk mendapatkanendapan kering denganPemanasan atau pemijaran endapan untuk mendapatkanendapan kering dengan susunan tertentu yang stabil dan spesifik

susunan tertentu yang stabil dan spesifik

7.

7. Pendinginan dan penimbangan endapanPendinginan dan penimbangan endapan

8.

8. PerhitunganPerhitungan

(Didik dan Retno, 2010) (Didik dan Retno, 2010) Pertanyaan

Pertanyaan mendasar yang dapat mendasar yang dapat diajukan mengenai reaksi diajukan mengenai reaksi pengendapan ialahpengendapan ialah apakah reaksi ini dapat

apakah reaksi ini dapat terjadi pada suatu keadaan tertentu. terjadi pada suatu keadaan tertentu. Jika Q adalah nilai hasil Jika Q adalah nilai hasil kalikali ion-ion yang terdapat dalam larutan, maka kesimpulan yang lebih umum mengenai ion-ion yang terdapat dalam larutan, maka kesimpulan yang lebih umum mengenai  pengendapan dasar larutan adalah :

 pengendapan dasar larutan adalah : Pengendapan

Pengendapan terjadi terjadi jika jika Q Q > > KspKsp Pengendapan tak

Pengendapan tak terjadi terjadi jika jika Q Q < < KspKsp Larutan

Larutan tepat tepat jenuh jenuh jika jika Q Q = = KspKsp

(Petrucci, 1987) (Petrucci, 1987)

(4)

III.

III. Prosedur PercobaanProsedur Percobaan

3.1

3.1 Alat dan BahanAlat dan Bahan

3.1.1

3.1.1 Alat :Alat : 

 Alat-alat gelasAlat-alat gelas 

 Pipet tetesPipet tetes 

 Hot plateHot plate 

 ThermometerThermometer 

 BuretBuret 

 Kaca arlojiKaca arloji   DesikatorDesikator   SpatulaSpatula   KrusKrus    Neraca Neraca   OvenOven 

 Kertas saring WhatmanKertas saring Whatman 

 CorongCorong 

 Standar dan klemStandar dan klem 

 Lampu spritusLampu spritus 

 Batang pengadukBatang pengaduk

3.1.2 3.1.2 BahanBahan   HNOHNO33    NaCl NaCl   HH22OO22 

 Ammonium NitratAmmonium Nitrat 

  Natrium Tiosulfat Natrium Tiosulfat   AkuadesAkuades    NaOH NaOH   AmoniakAmoniak   HClHCl   KIKI   AmilumAmilum 

 Sampel yang mengandung ionSampel yang mengandung ion  perak, besi, dan krom

(5)

3.2

3.2 Skema KerjaSkema Kerja 3.2.1

3.2.1 Pemisahan dan Penentuan PerakPemisahan dan Penentuan Perak 100 mL larutan sampel 100 mL larutan sampel

Dimasukkan kedalam beker glass Dimasukkan kedalam beker glass

Larutan NaCl 5% Larutan NaCl 5%

Ditambahkan kedalam beker glass tetes demi tetes sampai Ditambahkan kedalam beker glass tetes demi tetes sampai terbentuk endapan

terbentuk endapan

Dilakukan penambahan sambil terus diaduk Dilakukan penambahan sambil terus diaduk Larutan atas yang berwarna bening

Larutan atas yang berwarna bening

Diambil dan dimasukkan kedalam beker glass yang berbeda Diambil dan dimasukkan kedalam beker glass yang berbeda

Larutan NaCl Larutan NaCl

Ditambahkan kedalam beker glass sampai tidak terbentuk larutan Ditambahkan kedalam beker glass sampai tidak terbentuk larutan  putih atau endapan

 putih atau endapan

Diletakkan ditempat yang gelap selama ± 1 jam Diletakkan ditempat yang gelap selama ± 1 jam Ditimbang kertas saring whatman, dicatat beratnya Ditimbang kertas saring whatman, dicatat beratnya Dilakukan penyaringan terhadap endapan dan filtratnya Dilakukan penyaringan terhadap endapan dan filtratnya Disisihkan filtratnya (filtrate A)

Disisihkan filtratnya (filtrate A) Asam nitrat 0,02 N

Asam nitrat 0,02 N

Dicucikan kepada endapan sebanyak 2 kali Dicucikan kepada endapan sebanyak 2 kali

Kertas saring dan endapan dipanaskan dalam oven dengan suhu Kertas saring dan endapan dipanaskan dalam oven dengan suhu 110ºC - 130ºC

110ºC - 130ºC

Didinginkan dan dikeringkan dalam desikator / eksikator Didinginkan dan dikeringkan dalam desikator / eksikator Ditimbang endapannya

Ditimbang endapannya Hasil

(6)

3.2.2

3.2.2 Pemisahan BesiPemisahan Besi

100 mL larutan NaOH 5% panas 100 mL larutan NaOH 5% panas

Dimasukkan kedalam beker glass Dimasukkan kedalam beker glass

filtrate A filtrate A

Dituang kedalam beker glass Dituang kedalam beker glass

Dididihkan selama ± 3 menit, didinginkan pada suhu kamar Dididihkan selama ± 3 menit, didinginkan pada suhu kamar Beberapa mL Larutan hydrogen

Beberapa mL Larutan hydrogen  peroksida 1:1

 peroksida 1:1

Ditambahkan kedalam beker glass dan dididhkan kembali Ditambahkan kedalam beker glass dan dididhkan kembali Disaring endapan

Disaring endapan Air panas Air panas

Dicucikan kepada endapan, Dicucikan kepada endapan,

Dipisahkan filtratnya (filtrate B) dan satukan dengan larutan Dipisahkan filtratnya (filtrate B) dan satukan dengan larutan  pencuci endapan

 pencuci endapan

 beberapa mL HCl 2 N  beberapa mL HCl 2 N Dilarutkan dengan endapan Dilarutkan dengan endapan

amoniak amoniak

Ditambahkan kedalam larutan endapan Ditambahkan kedalam larutan endapan

Dididihkan selama 1 menit, disaring endapan Dididihkan selama 1 menit, disaring endapan Ammonium nitrat 1% panas

Ammonium nitrat 1% panas

Dicuciakan kepada endapan sebanyak 2-3 kali Dicuciakan kepada endapan sebanyak 2-3 kali

Hasil Hasil

(7)

3.2.3

3.2.3 Pemisahan dan Penentuan KromPemisahan dan Penentuan Krom 25 mL filtrate B 25 mL filtrate B

Dimasukkan kedalam erlenmeyer Dimasukkan kedalam erlenmeyer

5 mL asam klorida 5 mL asam klorida

Ditambahkan kedalam erlenmeyer Ditambahkan kedalam erlenmeyer 20 mL KI 1N dan 5

20 mL KI 1N dan 5 mL HCl serta 20mL HCl serta 20 mL akuades

mL akuades

Ditambahkan kedalam erlenmeyer Ditambahkan kedalam erlenmeyer Dibiarkan selama 5 menit

Dibiarkan selama 5 menit larutan standar Na Tiosulfat 0,1 N larutan standar Na Tiosulfat 0,1 N

Dititrasikan kedalam erlenmeyer Dititrasikan kedalam erlenmeyer

amilum amilum

Ditambahkan setelah titrasi berlangsung beberapa mL Ditambahkan setelah titrasi berlangsung beberapa mL Dilanjutkan titrasi sampai warna biru hilang

Dilanjutkan titrasi sampai warna biru hilang

Dilakukan perhitungan secara oksida reduksimetri Dilakukan perhitungan secara oksida reduksimetri

Hasil Hasil

(8)

IV.

IV. Hasil dan PembahasanHasil dan Pembahasan

4.1

4.1 HasilHasil a.

a. Pemisahan dan penentuan perakPemisahan dan penentuan perak Sampel

Sampel Perlakuan Perlakuan HasilHasil

1 gr AgNO

1 gr AgNO33 + 20 mL air + larutan NaCl+ 20 mL air + larutan NaCl

5% 5%

Endapan dicuci dengan asam Endapan dicuci dengan asam nitrat

nitrat

Ditimbang kertas saring Ditimbang kertas saring Ditimbang kertas saring + Ditimbang kertas saring + endapan endapan Berat endapan Berat endapan Terdapat endapan Terdapat endapan  berwarna putih (AgCl)  berwarna putih (AgCl)

1,12 gr 1,12 gr 2,23 gr 2,23 gr 1,11 gr 1,11 gr Filtrat A Filtrat A  b.

 b. Pemisahan besiPemisahan besi Sampel

Sampel Perlakuan Perlakuan HasilHasil Filtrat A

Filtrat A  + FeCl+ FeCl33

 + 100 mL NaOH 5%+ 100 mL NaOH 5%  panas

 panas

 Endapan disaringEndapan disaring 

 Berat kertas saringBerat kertas saring 

 Berat kertas saringBerat kertas saring +endapan

+endapan 

 Berat endapanBerat endapan

Warna menjadi kuning Warna menjadi kuning kecoklatan

kecoklatan

Warna larutan menjadi Warna larutan menjadi cokelat tua cokelat tua 1,12 gr 1,12 gr 1,53 gr 1,53 gr 0,41 gr 0,41 gr

(9)

Perhitungan Perhitungan a. a. Kadar AgKadar Ag Kadar Kadar Ag Ag ==     

   massa endapan massa endapan  100% 100%

= =    1,11 gr 1,11 gr  100% 100% = 83,51% = 83,51% b. b. Kadar FeKadar Fe Kadar Kadar Fe Fe ==     

  massa endapan massa endapan  100% 100%

= =    0,41 gr 0,41 gr  100% 100% = 21,42% = 21,42% 4.2 4.2 PembahasanPembahasan

Pengendapan adalah proses membentuk endapan yaitu padatan yang dinyatakan Pengendapan adalah proses membentuk endapan yaitu padatan yang dinyatakan tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya mempunyai kelarutan sekecil tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya mempunyai kelarutan sekecil apapun. Prosedur analisis menentukan jumlah pereaksi yang digunakan atau ditambahkan apapun. Prosedur analisis menentukan jumlah pereaksi yang digunakan atau ditambahkan kedalam sampel/analat agar terbentuk endapan. Dalam kasus dimana jumlah pengendap kedalam sampel/analat agar terbentuk endapan. Dalam kasus dimana jumlah pengendap tidak disebutkan, biasanya dapat dilakukan estimasi kasar dengan cara perhitungan tidak disebutkan, biasanya dapat dilakukan estimasi kasar dengan cara perhitungan sederhana yang melibatkan konsentrasi pereaksi dan perkiraan berat zat/konstituen yang sederhana yang melibatkan konsentrasi pereaksi dan perkiraan berat zat/konstituen yang ada. Biasanya disarankan pemakaian pengendap berlebih karena kelarutan ada. Biasanya disarankan pemakaian pengendap berlebih karena kelarutan endapan-endapan berkurang atau menurun, yang disebabkan oleh efek ion yang sama (

endapan berkurang atau menurun, yang disebabkan oleh efek ion yang sama (commoncommon

 – 

 – 

 ion ion effect 

effect ). Kelebihan pengendap yang banyak tidak diinginkan, bukan saja karena pemborosan). Kelebihan pengendap yang banyak tidak diinginkan, bukan saja karena pemborosan  pereaksi

 pereaksi tetapi tetapi juga juga karena karena endapan endapan dapat dapat cenderung cenderung melarut melarut kembali kembali dalam dalam kelebihankelebihan  pereaksi yang banyak, membentuk ion rangkai (kompleks).

 pereaksi yang banyak, membentuk ion rangkai (kompleks).

Pengendapan mulai terjadi dengan terbentuknya sejumlah partikel kecil yang Pengendapan mulai terjadi dengan terbentuknya sejumlah partikel kecil yang disebut inti-inti (nukla) bila ketetapan hasil kali kelarutan (Ksp) suatu senyawaan disebut inti-inti (nukla) bila ketetapan hasil kali kelarutan (Ksp) suatu senyawaan dilampaui. Partikel-partikel kecil ini ukurannya akan membesar dan akan mengendap dilampaui. Partikel-partikel kecil ini ukurannya akan membesar dan akan mengendap

(10)

dan kemudian berkurang bila konsentrasi pereaksi pereaksi dinaikkan. Diketahui bahwa dan kemudian berkurang bila konsentrasi pereaksi pereaksi dinaikkan. Diketahui bahwa makin kecil kelarutan suatu endapan maka semakin kecil ukuran partikelnya.

makin kecil kelarutan suatu endapan maka semakin kecil ukuran partikelnya.

Cara ini pada prinsipnya berkaitan erat dengan hasil kali kelarutan suatu senyawa. Cara ini pada prinsipnya berkaitan erat dengan hasil kali kelarutan suatu senyawa. Jadi yang penting untuk dilakukan adalah penambahan suatu ion dengan konsentrasi Jadi yang penting untuk dilakukan adalah penambahan suatu ion dengan konsentrasi tertentu sehingga hasil kali kelarutan senyawa yang akanterbentuk terlampaui. Pada kondisi tertentu sehingga hasil kali kelarutan senyawa yang akanterbentuk terlampaui. Pada kondisi yang demikian akan terbentuk suatuendapan. Untuk memisahkan sejumlah ion perlu pula yang demikian akan terbentuk suatuendapan. Untuk memisahkan sejumlah ion perlu pula diatur kondisi sampel sehingga dua atau lebih kation tidak ikut terendap secara diatur kondisi sampel sehingga dua atau lebih kation tidak ikut terendap secara bersama-sama ataupun tidak terjadi kopresifitasi, dan sebagainya.

sama ataupun tidak terjadi kopresifitasi, dan sebagainya.

Kopresipitasi dapat terjadi karena terbentuknya kristal campuran atau oleh adsorpsi Kopresipitasi dapat terjadi karena terbentuknya kristal campuran atau oleh adsorpsi ion-ion selama proses pengendapan. Kristal campuran ini memasuki kisi kristal endapan, ion-ion selama proses pengendapan. Kristal campuran ini memasuki kisi kristal endapan, sedangkan ion-ion yang teradsorpsi ditarik kebawah bersama-sama endapan pada proses sedangkan ion-ion yang teradsorpsi ditarik kebawah bersama-sama endapan pada proses koagulasi.

koagulasi.

Pada percobaan ini, praktikan melakukan pemisahan dengan jalan pengendapan. Pada percobaan ini, praktikan melakukan pemisahan dengan jalan pengendapan. Adapun point percobaan yang dilakukan yaitu :

Adapun point percobaan yang dilakukan yaitu :

a.

a. Pemisahan dan penentuan perakPemisahan dan penentuan perak

Pada point ini, larutan 1 gr AgNO

Pada point ini, larutan 1 gr AgNO33  dilarutkan dalam 20 mL air lalu ditambahkan  dilarutkan dalam 20 mL air lalu ditambahkan

 NaCl 5%. Reaksi yang terjadi yaitu:  NaCl 5%. Reaksi yang terjadi yaitu:

 NaCl + AgNO3 → AgCl ↓ + NaNO3  NaCl + AgNO3 → AgCl ↓ + NaNO3

Endapan tersebut harus dicuci dengan asam nitrat 0,02 sebanyak dia kali untuk Endapan tersebut harus dicuci dengan asam nitrat 0,02 sebanyak dia kali untuk menghilangkan zat-zat lainnya selain AgCl yang mengendap. Setelah dilakukan pencucian menghilangkan zat-zat lainnya selain AgCl yang mengendap. Setelah dilakukan pencucian endapan dikeringkan dengan cara menjemur. Reaksi yang terjadi saat penambahan HNO endapan dikeringkan dengan cara menjemur. Reaksi yang terjadi saat penambahan HNO33,,

yaitu: yaitu:

6 Ag + 8HNO

6 Ag + 8HNO33→ 6 Ag→ 6 Ag++ + 2NO + 6NO + 2NO + 6NO33-- + 4H + 4H22OO

Setelah kertas saring benar-benar kering , endapan di timbang. Dan massa endapan Setelah kertas saring benar-benar kering , endapan di timbang. Dan massa endapan dan kertas saring yang ditimbang adalah 2,23 gram. Sehingga massa endapan AgCl adalah dan kertas saring yang ditimbang adalah 2,23 gram. Sehingga massa endapan AgCl adalah

(11)

massa

massa AgCl AgCl = = massa massa (endapan+kertas (endapan+kertas saring)saring) –  –  massa kertas saring massa kertas saring = 2,23 gram

= 2,23 gram –  –  1,12 gram 1,12 gram = 1,11 gram

= 1,11 gram Sehingga % kadar yang didapat adalah Sehingga % kadar yang didapat adalah

Kadar

Kadar Ag Ag ==   

 

   massa endapan massa endapan  100% 100%

= =    1,11 gr 1,11 gr  100% 100% = 83,51% = 83,51%

Dari perhitungan di dapat kadar Ag yang mengendap adalah 83,51%. Dari perhitungan di dapat kadar Ag yang mengendap adalah 83,51%.

 b.

 b. Pemisahan besiPemisahan besi

Pada point ini, 4 gr FeCl

Pada point ini, 4 gr FeCl33  dilarutkan dengan filtrat A (filtrat dari point pertama).  dilarutkan dengan filtrat A (filtrat dari point pertama).

Setelah itu, ditambahkan

Setelah itu, ditambahkan larutan 100 mL larutan 100 mL NaOH NaOH panas. Reaksi yang terjadi panas. Reaksi yang terjadi yaitu :yaitu : FeCl

FeCl33 + 3NaOH + 3NaOH →→ Fe(OH) Fe(OH)33 ↓↓ + 3NaCl + 3NaCl

Setelah itu ditambahkan hidrogen peroksida (H

Setelah itu ditambahkan hidrogen peroksida (H22OO22) untuk mengendapkan ion) untuk mengendapkan ion

tetrahidroksokromat (lll) yang masih mengendap dapat larut, larutan yang terbentuk tetrahidroksokromat (lll) yang masih mengendap dapat larut, larutan yang terbentuk  berwarna

 berwarna coklat coklat lebih lebih tua. tua. Untuk membebaskan Untuk membebaskan kelebihan kelebihan peroksida, peroksida, larutan larutan yangyang terbentuk tersebut dididihkan. Kemudian endapan berwarna coklat yang merupakan terbentuk tersebut dididihkan. Kemudian endapan berwarna coklat yang merupakan endapan dari Fe(OH)

endapan dari Fe(OH)33 yang terbentuk disaring. Filtrat yang terbentuk disebut filtrat B yang yang terbentuk disaring. Filtrat yang terbentuk disebut filtrat B yang

akan digunakan pada percobaan selanjutnya. Endapan yang terbentuk dilarutkan kembali akan digunakan pada percobaan selanjutnya. Endapan yang terbentuk dilarutkan kembali dengan HCl 2N, didapatkan larutan berwarna coklat. Kemudian larutan tersebut dengan HCl 2N, didapatkan larutan berwarna coklat. Kemudian larutan tersebut ditambahkan amonia 1:1, dan didapat endapan berwarna coklat. Tujuan dari penambahan ditambahkan amonia 1:1, dan didapat endapan berwarna coklat. Tujuan dari penambahan amoniak tersebut bertujuan mengendapkan Fe

amoniak tersebut bertujuan mengendapkan Fe3+3+ menjadi Fe(OH) menjadi Fe(OH)33, berdasarkan reaksi:, berdasarkan reaksi:

Fe

Fe3+3++ NH+ NH33 + 3H + 3H22OO →→ Fe(OH) Fe(OH)33+ NH+ NH4+4+

Setelah kertas saring benar-benar kering , endapan di timbang. Dan massa endapan Setelah kertas saring benar-benar kering , endapan di timbang. Dan massa endapan

(12)

massa

massa AgCl AgCl = = massa massa (endapan+kertas (endapan+kertas saring)saring) –  –  massa kertas saring massa kertas saring = 1,53 gram

= 1,53 gram –  –  1,12 gram 1,12 gram = 0,41 gram

= 0,41 gram Sehingga % kadar yang didapat adalah Sehingga % kadar yang didapat adalah

Kadar

Kadar Fe Fe ==   

 

  massa endapan massa endapan  100% 100%

= =    0,41 gr 0,41 gr  100% 100% = 21,42% = 21,42%

Dari perhitungan didapat kadar Fe yang mengendap yaitu 21,42%. Dari perhitungan didapat kadar Fe yang mengendap yaitu 21,42%.

V.

V. PENUTUPPENUTUP

5.1

5.1 KesimpulanKesimpulan 1.

1. Jika Q adalah nilai hasil kali ion-ion yang terdapat dalam larutan, makaJika Q adalah nilai hasil kali ion-ion yang terdapat dalam larutan, maka kesimpulan yang lebih umum mengenai pengendapan dasar larutan adalah : kesimpulan yang lebih umum mengenai pengendapan dasar larutan adalah : Pengendapan

Pengendapan terjadi terjadi jika jika Q Q > > KspKsp Pengendapan

Pengendapan tak tak terjadi terjadi jika jika Q Q < < KspKsp Larutan

Larutan tepat tepat jenuh jenuh jika jika Q Q = = KspKsp 2.

2. Kadar Ag dalam endapan yaitu 83,51% , sedangkan kadar Fe yaitu 21,42 %.Kadar Ag dalam endapan yaitu 83,51% , sedangkan kadar Fe yaitu 21,42 %.

5.2

5.2 SaranSaran

Ada baiknya sebelum praktikum dimulai, dipersiapkan semua alat dan memahami Ada baiknya sebelum praktikum dimulai, dipersiapkan semua alat dan memahami  prosedur kerja percobaan.

 prosedur kerja percobaan.

VI.

VI. DAFTAR PUSTAKADAFTAR PUSTAKA

Didik dkk, 2010.

Didik dkk, 2010.Kimia Analisis Kuantitatif Kimia Analisis Kuantitatif . Yogjakarta : Graha Ilmu.. Yogjakarta : Graha Ilmu. Rivai, Ahmad. 1999.

Rivai, Ahmad. 1999. Asas P Asas Pemisahan Kimemisahan Kimiaia. Jakarta : UI-press.. Jakarta : UI-press. Underwood, A.L. 2002.

Referensi

Dokumen terkait

Daya Air” 16 yang ditulis oleh mahasiswi fakultas syari’ah jurusan jinayah siyasah, yang bernama Imroatun (2102140), di dalam skripsi ini secara keseluruhan dapat

Berdasarkan kamus gizi pelengkap kesehatan keluarga yang dimaksud dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang

[r]

Roda terdiri atas ban dan pelek. Mobil berjalan di atas ban yang terisi udara yang bertekanan. Ban adalah bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan

Para pengambil kebijakan, praktisi dan berbagai unsur lainnya yang terkait dengan pembangunan pertanian, dapat memberikan tambahan informasi, masukan atau bahan pertimbangan

Untuk supply voltage, artinya untuk menghidupkan motor tersebut dibutuhkan tegangan 400 V, untuk Rated Current, artinya adalah mesin tersebut memiliki kemampuan maksimal

4.2.1 Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Desa di Kecamatan Karossa, 2018/Number of Health Facilities by Village in Karossa Subdistrict, 2018 .... 60 4.2.2 Jumlah Tenaga

peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik orang tua dalam pencegahan kecelakaan pada anak usia toddler di PAUD Yasmin Sentolo Kulon Progo Yogyakarta 2011 kearah yang lebih baik