98
KESIMPULAN DAN SARAN 2
3
V.1 Kesimpulan 4
Konstruksi yang dilakukan di media massa khususnya majalah 5
akan selalu membawa ideologi yang ingin disampaikan kepada masyarakat. 6
Baik itu ideologi yang ingin tetap dipelihara dan dikukuhkan atau malah 7
dibongkar. Konstruksi yang dilakukan pada cover majalah sampai sekarang 8
masih terdapat isu-isu gender dalam ideologi ataupun budaya patriarki. 9
Peran perempuan yang sudah mulai bergeser dari yang hanya bekerja di 10
sektor domestik, sekarang bisa mendapatkan tempat pada sektor publik. 11
Dari hasil analisis yang sudah dilakukan dan dipaparkan pada bab 12
sebelumnya mengenai konstruksi Menteri Susi dalam cover majalah Digital 13
Detik edisi 3 November 2014 dengan judul “Hikayat Menteri Susi”, yang 14
mana penelitian ini menggunakan metode semiotik Roland Barthes, maka 15
dapat disimpulkan bahwa: majalah Digital Detik telah mengkonstruksikan 16
Menteri Susi sebagai seorang pemimpin perempuan yang mempunyai 17
kekuasaan dibidang kelautan dan perikanan, pemimpin yang berani, 18
maskulin, tegas, dan mendominasi, serta sebagai perempuan karir bukan ibu 19
rumah tangga. Tetapi meskipun dikonstruksikan sebagai pemimpin 20
perempuan yang berkuasa Menteri Susi mengalami diskriminasi gender 21
yakni subordinasi. Menteri Susi dikonstruksikan sebagai sosok perempuan 22
penggoda atau “nakal”, ditampilkan dengan gaya seksi dan menggoda untuk 23
memenuhi kebutuhan seksual kaum adam. Konstruksi ini malah 24
menghancurkan semua prestasi dan keberanian Menteri Susi, dan bahkan 25
99 sama seperti stereotype perempuan tradisional yang hanya sebagai objek 26
seksual. Secara tidak langsung Majalah Detik mengkonstruksikan dan 27
menyampaikan bahwa, sepintar-pintarnya atau sehebat-hebatnya kekuasaan 28
perempuan, perempuan hanya akan tetap sebagai objek. Perempuan sebagai 29
objek pemuas hasrat sensual kaum adam, dan ini tetap mempertahankan 30
ideologi patriarki. Di mana perempuan tersubordinasi dan yang 31
mendominasi adalah kaum laki-laki. 32 33 V.2 Saran 34 V.2.1 Saran Akademis 35
Penelitian ini sudah menggunakan metode semiotika untuk 36
meneliti cover majalah Detik edisi Hikayat Menteri Susi, diharapkannya 37
untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti isi berita dari majalah edisi ini 38
dengan metode framing. Sehingga dapat melihat apakah pembingkaian yang 39
dibangun dalam isi majalah sesuai dengan konstruksi yang dilakukan pada 40
cover nya.
41
V.2.2 Saran Praktis 42
Saran untuk perusahaan Majalah Digital Detik juga perusahaan 43
majalah ataupun media lainnya untuk lebih kreatif dan menghindari untuk 44
menjiplak atau meniru. Karena hal ini akan membuat pembaca berpikir 45
bahwa media ini tidak kreatif. 46
100
48
Referensi Buku: 49
Ardianto, M. D., & Erdinaya, M. D. (2005). Komunikasi Massa Suatu 50
Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
51
Baran, S. J. (2012). Pengantar Komunikasi Massa Melek Media dan 52
Budaya. (Y. S. Hayati, Ed., & S. R. Manalu, Trans.) Jakarta:
53
Erlangga. 54
Barker, C. (2004). Cultural Studies. (Nurhadi, Trans.) Bantul: Kreasi 55
Wacana. 56
Barnard, M. (2011). Fashion sebagai komunikasi. (I. S. Ibrahim, & Y. 57
Iriantara, Trans.) Yogyakarta: Jalasutra. 58
Cantor, D. W., & Bernay, T. (1998). Women In Power. Jakarta: PT. 59
Gramedia Pustaka Utama. 60
Danesi, M. (2011). Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra. 61
Fatima, F. (2015). 3 Sisi Susi. Jakarta: Visimedia. 62
Griffin, E. (2012). A First Look of Communication Theory. New York: 63
McGraw-Hill Education. 64
Hafied, C. (2011). Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: 65
PT. Rajagrafindo Persada. 66
Hall, S. (1997). Representation. London: SAGE Publications. 67
Ibrahim, I. S. (2007). Budaya Populer sebagai Komunikasi. Yogyakarta: 68
Jalasutra. 69
Junaedhie, K. (1995). Rahasia Dapur Majalah Di Indonesia. Jakarta: PT. 70
Gramedia Pustaka Utama. 71
101 Karim, M., & Bobby, A. (2015). Untold Story Susi Pudjiastuti. Jakarta: 72
Penerbit Buku Kompas. 73
Klimchuk, M. R., & Krasovec, S. A. (2007). Desain Kemasan. (B. Sabran, 74
Trans.) Jakarta: Erlangga. 75
Lie, S. (2005). Pembebasan Tubuh Perempuan. Jakarta: Grasindo Anggota 76
Ikapi. 77
Lovenduski, J. (2008). Politik Berparas Perempuan. Yogyakarta: Kanisius. 78
Mulyana, D. (2010). Ilmu Komunikasi Sebagai Pengantar. Bandung: PT 79
Remaja Rosdakarya. 80
Murniati, A. N. (2004). Getar Gender. Magelang: Yayasan IndonesiaTera. 81
____________ (2004). Getar Gender (Vol. I). Magelang: Indonesia Tera 82
Anggota IKAPI. 83
Nugroho, R. (2011). Gender Dan Strategi Pengarus Utamaannya Di 84
Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
85
Pease, A. (1987). Bahasa Tubuh. (A. Gayatri, Trans.) Jakarta: ARCAN. 86
Putra, D. K. (2012). Media dan Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu. 87
Rodman, G. (2012). Mass Media In A Changing World. New York: Mc 88
Graw Hill. 89
Sihite, R. (2007). Perempuan, Kesetaraan, Keadilan. Jakarta: Pt. 90
RajaGrafindo Pesada. 91
Singarimbun, M. (1989). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. 92
Sobur, A. (2012). Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 93
________ (2013). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja 94
Rosidakarya. 95
Stuart, H. (1997). Representation Cultural Representations and Signifying 96
Practices. London: SAGE Publications.
Sukendro, G. G. (2014). Aku Bertato Maka Aku Ada. In Nurudin, 98
Komunikasi Budaya, Pariwisata, dan Religi (pp. 263-279).
99
Yogyakarta: Buku Litera. 100
Sumiarni, E. (2004). Jender Dan Feminisme. Yogyakarta: Wonderful 101
Publishing Company. 102
Sutarni, S., & Sukardi. (2008). Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI. Bogor: 103
PT Quadra. 104
Vera, M. N. (2014). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia 105
Indonesia. 106
Wibowo, I. S. (2013). Semiotika Komunikasi-Aplikasi Praktis Bagi 107
Penelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.
108
Widyatama, R. (2006). Bias Gender Dalam Iklan Televisi. Yogyakarta: 109
Media Pressindo. 110
Yunus, S. (2012). Jurnalistik Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia. 111
Zubair, A. (Ed.). (2013). Potret media dalam politik indonesia. Jakarta: 112
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta dan 113
Program Magister Ilmu Komunikasi Program Pasca Sarjana 114
Universitas Mercu Buana Jakarta. 115
116
Penelitian Terdahulu: 117
Anantia, Henry. (2015). “Perempuan dalam Politik di Media Massa 118
(Analisis Semiotik Mengenai Representasi Tri Rismaharini Dalam
119
Cover Majalah Tempo dan Majalah Digital Detik)". Surabaya:
120
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala. 121
Burnama, G. (2014). Perempuan Sebagai Pemimpin Pemerintahan: 122
Analisis Framing Terhadap Pemberitaan Sosok Tri Rismaharini
123
(Risma) Di Majalah Detik Edisi "Risma Super Wali" Dan Tempo
103
Edisi "Bukan Bupati Biasa". Surabaya: Fakultas Ilmu Komunikasi
125
Universitas Kristen Petra. 126
Fransilia, M. (2014). Konstruksi Tersangka Korupsi Pada Cover Majalah 127
Berita Mingguan Tempo 2013. Surabaya: Fakultas Ilmu Komunikasi
128
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. 129
130
Jurnal: 131
Amertawengrum, I. P. (2010, September). Teks dan Intertekstualitas. 132 Magistra No 73 Th. XXII , 1-5. 133 134 Majalah: 135
Dongeng Tato Putri Pak Haji. (2014, November 2). Majalah Digital Detik 136
Edisi Hikayat Menteri Susi , 64-69.
137 138
Internet: 139
Akbar, M. (2014, April 23). Perempuan di Parlemen Meningkat. Retrieved 140
Febuari 12, 2016, from Replubika.co.id: 141
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/04/22/n4fx45-142
perempuan-di-parlemen-meningkat 143
Beritasatu.com: Kuota 30% Keterwakilan Perempuan di Parlemen Gagal
144
Tercapai. (2014, September 16). Retrieved Januari 24, 2016, from
145
Beritasatu.com: http://www.beritasatu.com/politik/210327-kuota-30-146
keterwakilan-perempuan-di-parlemen-gagal-tercapai.html 147
Dini. (2010, Oktober 29). Lokasi Tato menentukan sifat anda. Retrieved 148
Agustus 20, 2016, from Female Kompas.com: 149
http://female.kompas.com/read/2010/10/29/10481643/lokasi.tato.me 150
nentukan.sifat.anda 151
Disney. (2014, Agustus 6). Hercules Zero to Hero Lyric Video Disney Sing 152
Along. Retrieved Agustus 17, 2016, from www.youtube.com:
153
https://www.youtube.com/watch?v=yOL-EJZjmp0 154
Harningsih, T. (2014, Oktober 27). Merokok Saat Diwawancara, Susi Sang 155
Mentri Nyentrik Di-bully Netizen. Retrieved Febuari 13, 2016, from
156 sayangi.com: 157 http://www.sayangi.com/gayahidup1/read/27918/merokok-saat-158 diwawancara-susi-sang-mentri-nyentrik-di-bully-netizen 159
Indonesia.go.id : Menteri. (n.d.). Retrieved Januari 24, 2016, from
160
Indonesia.go.id Portal Nasional Republik Indonesia: 161
http://www.indonesia.go.id/in/kabinet-kerja/menteri-negara 162
Kedai Barang Antik. (n.d.). Retrieved Agustus 20, 2016, from Kursi
163
Kanjengan Indo-Eropa: 164
http://kedaibarangantik.blogspot.co.id/2016_03_01_archive.html 165
Kodrati, F., & Paramitha, T. (2014, Juli 30). Vivalife. Retrieved Juli 30, 166
2016, from Viva.co.id: http://life.viva.co.id/news/read/525461-167
menguak-sejarah-lipstik-di-zaman-kuno 168
Kompas.com: Menteri Susi Tak Akan Berhenti di Penenggelaman 3 Kapal.
169
(2014, Desember 8). Retrieved Januari 24, 2016, from Kompas.com: 170
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/12/08/054714526/Men 171
teri.Susi.Tak.Akan.Berhenti.di.Penenggelaman.3.Kapal. 172
Lepore, M. (2014, Maret 6). The History of Power Suit. Retrieved Agustus 173
4, 2016, from Levo: http://www.levo.com/articles/fashion/power-174
suit-fashion-women 175
Liputan6.com : Ini 8 Menteri Perempuan di Kabinet Kerja Jokowi-JK.
176
(2014, Oktober 26). Retrieved Januari 13, 2016, from Liputan6.com : 177
105 http://news.liputan6.com/read/2124743/ini-8-menteri-perempuan-di-178
kabinet-kerja-jokowi-jk 179
Loh, W. (n.d.). Phoenix burung Tattoo - simbolis Kecantikan. Retrieved 180
Agustus 20, 2016, from Articlesphere.com: 181
http://www.articlesphere.com/id/Article/Phoenix-Bird-Tattoo---182
Symbolic-Beauty/108278 183
Luzar, L. C. (2015, Mei 18). TEORI KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL. 184
Retrieved Febuari 21, 2016, from Binus University School Of 185
Design: http://dkv.binus.ac.id/2015/05/18/teori-konstruksi-realitas-186
sosial/ 187
Margianto, H. (2015, April 21). Kompas.com : Susi Pudjiastuti, Perempuan 188
Paling Berpengaruh di Media. Retrieved Januari 13, 2016, from
189 Kompas.com: 190 http://nasional.kompas.com/read/2015/04/21/21224981/Susi.Pudjiast 191 uti.Perempuan.Paling.Berpengaruh.di.Media 192
Metrotvnews.com : Menteri Perempuan Jokowi Lebih Banyak daripada
193
SBY. (2014, Oktober 28). Retrieved Januari 13, 2016, from
194 metrotvnews.com: 195 http://news.metrotvnews.com/read/2014/10/28/311163/menteri-196 perempuan-jokowi-lebih-banyak-daripada-sby 197
Monroe, M. (2013). https://www.maxmanroe.com. Retrieved Mei 5, 2016, 198
from https://www.maxmanroe.com/budiona-darsono-pendiri-detik-199
com-media-online-terbesar-di-indonesia.html 200
Nugroho, I. (2014, September 26). il Majalah Detik. (A. Mutajalli, 201
Interviewer) 202
Parvez, H. (2015, Mei). Body Language: Crossing The Legs. Retrieved Juli 203
30, 2016, from Psychmechanics: 204
http://www.psychmechanics.com/2015/05/body-language-crossing-205
legs.html 206
Putri Pinang Gading. (n.d.). Retrieved Agustus 20, 2016, from Melayu
207
Online.com: http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2089/putri-208
pinang-gading 209
Raharjo, B. (2014, Oktober 27). Suara.com. Retrieved Febuari 13, 2016, 210
from Rokok dan Tato Menteri Ramaikan Linimasa Twitter: 211
http://www.suara.com/tekno/2014/10/27/122156/rokok-dan-tato-212
menteri-ramaikan-linimasa-twitter 213
Ritchie, R. (2012, Janurari 31). Now & Then: The History of Turtlenecks. 214
Retrieved Agustus 4, 2016, from Ecosalon: http://ecosalon.com/now-215
then-the-history-behind-the-turtleneck/ 216
Soemohardjo, S. (2014, Oktober 28). Merokok dan Bertato, "Bu Susi" Jadi 217
Menteri Kabinet Kerja yang Paling Mencuri Perhatian. Retrieved
218
Febuari 12, 2016, from tabloidbintang.com: 219 http://www.tabloidbintang.com/articles/extra/lensa/14101-merokok-220 dan-bertato-bu-susi-jadi-menteri-kabinet-kerja-yang-paling-mencuri-221 perhatian 222
Sofyan, E. H. (2011, Februari 20). Ini Loh, Adegan Film Yang Bikin 223
Penasaran. Retrieved Juli 30, 2016, from Kompas.com:
224
http://entertainment.kompas.com/read/2011/02/26/09010380/ini.lho. 225
adegan.film.yang.bikin.penasaran 226
Sol, M. (n.d.). Body Language: Legs. Retrieved Juli 30, 2016, from 227
Lonerwolf: http://lonerwolf.com/body-language-legs/) 228
Upton, E. (2014, Mei 19). WHEN WOMEN STARTED GROWING OUT 229
AND PAINTING THEIR NAILS. Retrieved Agustus 4, 2016, from
230
Today I Found out: 231
107 http://www.todayifoundout.com/index.php/2014/05/women-started-232
growing-painting-nails/ 233
vixen. (2002, September 2). Turtleneck. Retrieved Agustus 4, 2016, from 234
Everything2: http:/everything2.com/title/turtleneck 235
Wade, L. (2015, Februari 5). Sociological Images. Retrieved Agustus 4, 236
2016, from The Society Pages: 237
https://thesocietypages.org/socimages/2013/02/05/from-manly-to-238
sexy-the-history-of-the-high-heel 239