• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODE PENELITIAN. 3.1 Bahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3 METODE PENELITIAN. 3.1 Bahan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3.1  Skema pelaksanaan penelitian
Gambar 3.3  Polisher (A) dan Penyosoh (B)

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya dilakukan penambahan serum subyek alergi yang diencerkan 1:10 dalam PBS Tween-20 0.05% dan diinkubasi selama satu jam pada suhu kamar sambil digoyang. Pencucian

Parameter spesifisitas diperoleh hasil bahwa matriks sampel tidak mempengaruhi hasil analisis, sehingga dapat disimpulkan bahwa validasi metode penetapan kadar

Penelitian diawali dengan pembuatan oyek dan tiwul dari umbi garut, suweg dan singkong, kemudian dilakukan analisis proksimat (kadar air, kadar protein, kadar

dititrasi dengan larutan HCl 0,02 N sehingga warna larutan asam borat berubah menjadi merah muda. 5) Selanjutnya larutan asam borat pada inner chamber dari contoh dititrasi

Dalam hal ini dilakukan analisa proksimat yaitu kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam pada rumput laut kering dan tepung karagenan yang digunakan.. Selanjutnya

Analisa kadar protein dengan metode Makro Kjeldahl terhadap bahan baku (daging ikan bandeng dan tempe) serta nugget bandeng yang telah digoreng, dan dilakukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Kimia Pempek Rasio daging dan kepala tulang lumat KTL pada produk pempek dilanjutkan dengan analisis kimia yang meliputi analisis kadar air,

Selanjutnya hasil dari reduksi data disajikan dengan interprestasi peneliti, maka langkah terakhir adalah menarik kesimpulan atau verifikasi terhadap data tersebut yang berkaitan dengan