33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 4 semester ganjil SD Negeri Ngablak 05 yang berjumlah 22 siswa. Peneliti memilih kelas ini, didasarkan pada banyaknya siswa yang belum tuntas KKM. Siswa kelas 4 di SD Negeri Ngablak 05 terbiasa dengan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran terpusat pada guru dan siswa hanya mendengarkan dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Keadaan ini membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran pada saat pembelajarn berlangsung, sehingga membuat siswa banyak yang tidak tuntas dalam pembelajaran.
Penelitian ini tediri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebasnya adalah pembelajaran melalui model pembelajaran problem based learning dan variabel terikatnya adalah hasil belajar IPA siswa kelas 4 pada tema 1 subtema 2 pembelajaran 1 dan 3 serta pada tema 1 subtema 3 pembelajaran 1 dan 3.
4.2 Pelaksanaan Penelitian 4.2.1 Pelaksanaan Pra Siklus
Data kondisi awal dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara kepada guru kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Didapatkan nilai pra siklus dari daftar nilai siswa yang dijabarkan dalam distribusi ketuntasan hasil belajar IPA tema 1 subtema 1 pembelajaran 1 pada Tabel 10 di halaman berikutnya
34 Tabel 10
Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Pra Siklus Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 1
Jumlah Siswa Kriteria Hasil Belajar Nilai Hasil Belajar Tuntas Tidak Tuntas Tertinggi Terendah
22 8 14 85 50
Sebagian besar siswa memiliki nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Sebenarnya guru sudah berusaha membuat pelajaran menjadi menyenangkan, guru juga sudah berusaha membuat siswa tertarik dengan pembelajaran yang ada dengan memberikan media pembelajaran yang sesuai dengan tema pembelajaran, seperti pada tema 1 subtema 1, pembelajaran 1 guru telah menampilakna video pembelajaran mengenai proses terjadinya bunyi. Akan tetapi, siswa masih saja pasif dalam mengikuti pembelajaran. Pasif di sini memberikan arti bahwa beberapa peserta didik masih kurangnya keaktifan, antusias dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran, dari hal tersebut maka dapat dikatakan pembelajaran belum dikatakan berjalan secara maksimal.
Solusi untuk mengatasi ketidaklulusan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning , yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II.
4.2.2 Pelaksanaan Siklus I
Pada siklus I terdiri dari tiga langkah yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanakan tindakan dan observasi, serta refleksi.
4.2.2.1. Perencanaan
Penelitian tindakan kelas pada siklus 1 dilaksanakan dalam dua kali pembelajaran atau dua kali pertemuan. Adapun model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran problem based learning. Peneliti dibantu dengan guru kelas berdiskusi untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian pada pertemuan 1 siklus 1. Penelitian akan dilaksanakan tanggal 21 Juli 2017 pada tema 1 subtema 2 dan 3 khususnya pada pembelajaran 1 dan 3. Peneliti tidak mendapat kesulitan untuk meminta ijin penelitian kepada Kepala Sekolah SDN Ngablak 05, karena guru kelas 4 d SDN Ngablak juga ingin
35
menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tema pembelajaran . Pada tahap ini peneliti bersama guru kembali membahas langkah-langkah metode pembelajaran problem based learning dan lembar kerja siswa yang akan digunakan.
4.2.2.2. Pelaksanaan dan Observasi
Pada pembelajaran 1 atau pertemuan 1 siklus 1 dilaksanakan pada hari Jum’at, 21 Juli 2017. Terdapat tiga tahap yang dilaksanakan pada pertemuan 1 yaitu kegiatan awal, inti dan penutup.
Pada kegiatan awal guru mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam kepada siswa, melakukan presensi, melakukan apersepsi, motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti diawali dengan siswa memperhatikan dan memahami gambar yang ditampilkan guru di layar LCD, gambar yang ditampilkan adalah macam-macam alat musik. Pada tahap itu siswa mendengarkan penjelasan dari guru bahwa setiap alat musik memiliki cara yang berbeda dalam penggunaannya jadi bunyi yang dikeluarkan pada setiap alat musik pun juga berbeda. Dan untuk meyakinkan apa yang disampikan oleh guru sebelumnya. Siswa emperhatikan audio yang ditampilkan oleh guru di layar LCD. Audio yang ditampilkan adalah tentang suara dari alat musik yan telah ditampilkan sebelumnya.Selanjutnya siswa terbagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Kemudian siswa mendengarkan penjelaskan dari guru mengenai tugas kelompok yang akan didiskusikan bersama anggota kelompoknya melalui praktikum sederhana yang akan dilakukan pada setiap kelompok pada model pembelajaran problem based learning pada tahap Orientasi siswa pada masalah, pada tahap orientasi siswa pada masalah siswa melakukan percobaan dengan cara memainkan alat musik yang telah disediakan oleh guru. kemudian guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah disediakan oleh guru. Setelah siswa paham dengan tugas kelompok yang akan dilakukan maka selanjutnya siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya dan menemukan penyebab dari permasalahan yang telah
36
ada dengan bimbingan guru. setelah setiap kelompok dan anggota kelompoknya saling menyepakati solusi terbaik yang telah didiskusikan bersama maka dilajutkan dengan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kemudian guru mengkonfirmasi jawaban dari kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.
Kemudian pada kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran dan menyisipkan pesan moral kemudian menutup pembelajaran dengan do’a.
Pada pembelajaran 2 atau pertemuan 2 siklus 1 dilaksanakan pada hari Senin, 24 Juli 2017. Terdapat tiga tahap yang dilaksanakan pada pertemuan 2 yaitu kegiatan awal, inti dan penutup.
Pada kegiatan awal guru mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam kepada siswa, melakukan presensi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti diawali dengan siswa memperhatikan dan memahami gambar yang ditampilkan guru di layar LCD, gambar yang ditampilkan adalah macam-macam alat musik. Pada tahap itu siswa mendengarkan penjelasan dari guru bahwa setiap alat musik memiliki cara yang berbeda dalam penggunaannya jadi bunyi yang dikeluarkan pada setiap alat musik pun juga berbeda. Selanjutnya siswa terbagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Kemudian siswa mendengarkan penjelaskan dari guru mengenai tugas kelompok yang akan didiskusikan bersama anggota kelompoknya melalui praktikum sederhana yang akan dilakukan pada setiap kelompok pada model pembelajaran problem basd learning pada tahap Orientasi siswa pada masalah, pada tahap orientasi siswa pada masalah siswa melakukan percobaan dengan cara memainkan alat musik yang telah disediakan oleh guru. kemudian guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah disediakan oleh guru. Setelah siswa paham dengan tugas kelompok yang akan dilakukan maka selanjutnya siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya dan menemukan penyebab dari permasalahan yang telah ada dengan bimbingan guru. setelah setiap kelompok dan anggota kelompoknya saling menyepakati solusi terbaik yang telah
37
didiskusikan bersama maka dilajutkan dengan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kemudian guru mengkonfirmasi jawaban dari kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya. Selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.
Kemudian pada kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran dan menyisipkan pesan moral kemudian menutup pembelajaran dengan do’a.
Pada saat kegiatan pembelajaran siklus 1 pembelajaran 1 dan 2 atau pertemuan 1 dan 2 berlangsung, peneliti hanya bertugas mendampingi guru yang mengajar dan menunjuk guru kelas 3 untuk mengamati jalannya pembelajaran yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran lalu observer tersebut diminta mengisi lembar observasi yang telah disusun sesuai langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada Tabel 11 berikut ini:
Tabel 11
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus 1 Pembelajaran 1 atau Pertemuan 1
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 6 5 1
2 Kegiatan Inti 14 10 4
3 Kegiatan Akhir 5 4 1
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran siklus 1 pada pertemuan 1 masih ada beberapa kegiatan yang dilewatkan guru berdasarkan lembar observasi yang telah dibuat. Pada kegiatan awal, dari jumlah 6 item yang disediakan sudah terlaksana 5 item dan 1 item yang terlewat. Pada kegiatan inti dari 14 item yang telah disediakan, sudah terlaksana 10 item dan 4 item yang belum terlaksana. Pada kegiatan akhir, dari total 5 item yang disediakan, terdapat 4 item yang terlaksana dan 1 item yang terlewat. Selain kegiatan guru, peneliti juga membuat lembar observasi siswa untuk mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi telah disusun sesuai dengan
38
langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan siswa dapat dilihat pada Tabel 12 berikut ini :
Tabel 12
Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus 1 Pertemuan 1
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 5 4 1
2 Kegiatan Inti 15 13 2
3 Kegiatan Akhir 3 3 -
Berdasarkan Tabel 12 secara keseluruhan siswa telah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Pada kegiatan awal, terdapat 5 item yang disediakan dan tidak terlaksana 1. Kemudian pada kegiatan inti, dari 15 item yang disediakan terlaksana 13 item dan 2 item yang belum terlaksana. Pada kegiatan akhir, dari 3 item yang telah disediakan terlaksana semuanya.
Setelah kegiatan siklus 1 pembelajaran 1 atau pertemuan 1 selesai, observasi juga dilakukan pada siklus 1 pembelajaran 2 pertemuan 2. Pada saat kegiatan pembelajaran siklus 1 pertemuan 2 berlangsung, peneliti bertugas mendampingi guru mengajar dan menunjuk guru kelas 3 untuk berlaku sebagai observer untuk mengamati jalannya pembelajaran yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disusun sesuai langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada Tabel 13 di halaman berikutnya:
Tabel 13
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus 1 Pembelajaran 2 atau Pertemuan 2
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 6 6 -
2 Kegiatan Inti 14 `12 2
39
Dari tabel 13 dapat diketahui bahwa pada kegiatan pembelajaran siklus 1 pertemuan 2 sudah terlaksana dengan baik daripada pertemuan 1. Pada kegiatan awal, dari 6 item yang telah disusun semua sudah terlaksana. Pada kegiatan inti, dari 14 item yang disediakan sudah terlaksana 12 item dan 2 item yang belum terlaksana. Kemudian pada kegiatan akhir, dari 5 item yang disusun, ada 4 item yang sudah terlaksana dan ada 1 item yang masih terlewat. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran sudah terlaksana dengan cukup baik. Selain kegiatan guru, peneliti juga mengobservasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi telah disusun sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan siswa dapat diamati pada Tabel 14 berikut ini:
Tabel 14
Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus 1 Pembelajaran 2 atau Pertemuan 2
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 5 4 1
2 Kegiatan Inti 15 14 1
3 Kegiatan Akhir 3 3 -
Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik, hanya ada beberapa yang masih terlewat. Pada kegiatan awal, 5 item dan 1 item yang belum terlaksana. Pada kegiatan inti, dari 15 item yang disediakan sudah terlaksana 14 item dan 1 item yang belum terlaksana. Sedangkan pada kegiatan akhir, dari 3 item yang disediakan, terdapat 3 item yang sudah terlaksana semua.
4.2.2.3. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dari pertemuan 1 dan 2 atau pembelajaran 1 dan 2, diadakan refleksi atas kegiatan yang telah dilaksanakan selama siklus tersebut dengan cara mendisuksikan antara pengajar dan observer untuk mencari kelemahan dan kelebihan pada siklus 1 dengan tujuan memperbaikinya pada siklus selanjutnya. Kegiatan pada siklus 1 memiliki
40
beberapa kelemahan dan kelebihan. Adapun kelebihannya secara keseluruhan pembelajaran tematik dengan model pembelajaran problem based learning sudah terlaksana dengan baik. Guru memberikan suatu permasalahan kepada setiap kelompok, yang membuat siswa ingin mencari tahu permasalahan yang telah diberikan melalui diskusi bersama maupun melalui percobaan. Guru juga sudah berusaha menjelaskan materi dengan baik dengan memanfaatkan media yang ada di sekolah yaitu dengan menggunakan layar LCD yang ada di sekolah, begitu pula siswa, beberapa siswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran, sebagian siswa berebut ingin maju untuk mempresentasikan hasil LKS mereka, begitu pula saat guru memberikan pertanyaan kepada siswa secara klasikal, siswa sangat berantusias dan ingin berusaha menjawab pertanyaan dari guru. Guru juga memberikan reward kepada kelompok siswa yang menyampaikan LKS mereka di depan teman-teman.
Namun juga masih terdapat beberapa kelemahannya masih terdapat beberapa item pada lembar observasi baik guru dan siswa yang masih terlewat. Selain itu ada beberapa siswa yang masih terlihat siswa yang pasif dan malu untuk menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu guru juga belum begitu tegas untuk menegur murid yang ramai sendiri saat mengikuti pembelajaran.
Setelah mengetahui kelebihan dan kelemahan pada siklus 1, peneliti beserta guru menentukan langkah pada pembelajaran berikutnya agar berjalan lebih baik.
4.2.3. Pelaksanaan Siklus 2 4.2.3.1. Perencanaan
Setelah menganalisa kelebihan dan kelemahan pada siklus 1, perencanaan pada siklus 2 digunakan sebagai penyempurnaan dari siklus 1.
Penelitian pada siklus 2 masih sama dengan siklus 1 yang dilaksanakan dalam 3 langkah yang meliputi perencanaan, pelaksanan dan observasi, serta refleksi. Penelitian tindakan kelas pada siklus 2 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan atau dua kali pembelajaran. Setiap pertemuan atau pembelajaran dilaksanakan satu pembelajaran. Adapun model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran problem based
41
learning. Peneliti dibantu dengan guru kelas berdiskusi untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian pada pertemuan 1 siklus 2. Penelitian akan dilaksanakan tanggal 25 Juli 2017 dan 26 Juli 2017 pada pembelajaran 1 dan 2. Pada tahap ini peneliti bersama guru kembali membahas langkah-langkah model pembelajaran problem based learning dan lembar kerja siswa yang akan digunakan.
4.1.2.2. Pelaksanaan dan Observasi
Pada pertemuan 1 siklus 2 dilaksanakan pada tanggal, 25 Juli 2017. Terdapat tiga tahap yang dilaksanakan pada pertemuan 1 yaitu kegiatan awal, inti dan penutup.
Pada kegiatan awal guru mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam kepada siswa, melakukan presensi, guru mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya dan mengaitkan dengan pelajaran yang akan disampaikan, guru melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti diawali dengan siswa bersama-sama memahami video pembelajaran tentang “seseorang yang berteriak di dalam gua”, setelah siswa memahami video pembelajaran, siswa menjawab pertanyaan guru yang berhubungan dengan video pembelajaran yang telah ditampilkan sebelumnya di layar LCD. Selanjutnya guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yaitu setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kemudian Siswa mendengarkan penjelaskan dari guru mengenai tugas kelompok yang akan didiskusikan bersama anggota kelompoknya melalui praktikum sederhana “Pemantulan dan Penyerapan Bunyi” yang akan dilakukan pada setiap kelompok. Kemudian Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah disediakan oleh guru melalui praktikum sederhana, yaitu siswa melakukan percobaan sederhana mengenai pemantulan dan penyerapan bunyi. Setelah itu siswa pada setiap kelompok melakukan diskusi dan percobaan sederhana dan menemukan penyebab dari permasalahan yang telah ada. Saat siswa pada setiap kelompok melakukan percobaan guru membimbing siswa disetiap kelompok untuk mengetahui perkembangan dari percobaan yang telah dilakukan siswa. Kemudian setelah siswa selesai melakukan percobaan anggota disetiap kelompok saling menyepakati solusi terbaik yang telah
42
didiskusikan bersama. Maka disetiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan yang telah didiskusikan. Dilanjutkan dengan guru mengkonfirmasi jawaban dari kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya.
Kemudian pada kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran dan menyisipkan pesan moral kemudian menutup pembelajaran dengan do’a.
Pada pertemuan 2 atau pada pembelajaran 2 siklus 2 dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Juli 2017. Terdapat tiga tahap yang dilaksanakan pada pertemuan 2 yaitu kegiatan awal, inti dan penutup.
Pada kegiatan awal guru mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam kepada siswa, melakukan presensi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti diawali dengan memahami video pembelajaran tentang “seseorang yang berteriak di dalam ruang kosong tertutup dan sempit”. Kemudian guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang berhubungan dengan video pembelajaran tersebu. Dilanjutkan dengan dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Selanjutnya siswa mendengarkan penjelaskan dari guru mengenai tugas kelompok yang akan didiskusikan bersama anggota kelompoknya melalui praktikum sederhana “Menguji Rambatan Bunyi Melalui Benang” yang akan dilakukan pada setiap kelompok. Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah disediakan oleh guru melalui praktikum sederhana. Siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya dan menemukan penyebab dari permasalahan yang telah ada. Siswa berdiskusi dengan anggota kelompoknya dengan bimbingan guru Siswa disetiap anggota kelompok saling menyepakati solusi terbaik yang telah didiskusikan bersama. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara bergantian dari setiap kelompok. Guru mengkonfirmasi jawaban dari setiap kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu.
43
Kemudian pada kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran dan menyisipkan pesan moral kemudian menutup pembelajaran dengan do’a.
Pada saat kegiatan pembelajaran siklus 2 pertemuan 1 dan 2 berlangsung, peneliti bertugas mendampingi guru kelas mengajar dan menunjuk guru kelas 3 untuk mengamati jalannya pembelajaran yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran lalu observer tersebut diminta mengisi lembar observasi yang telah disusun sesuai langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada tabel 15 berikut ini:
Tabel 15
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus 2 Pembelajaran 1 atau Pertemuan 1
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 6 6 -
2 Kegiatan Inti 14 13 1
3 Kegiatan Akhir 5 4 1
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa pembelajaran siklus 2 pada pertemuan 1 masih ada beberapa kegiatan yang tidak dilaksanakan. Pada kegiatan awal semua item yang disediakan sudah terlaksana semua dengan baik. Pada kegiatan inti dari 14 item yang telah disediakan, sudah terlaksana 13 item dan 1 item yang belum terlaksana karena keterbatasan waktu. Pada kegiatan akhir, dari total 5 item yang disediakan, terdapat 4 item yang terlaksana dan 1 item yang tidak dilaksanakan. Selain kegiatan guru, peneliti juga membuat lembar observasi siswa untuk mengamati kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi telah disusun sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan siswa dapat dilihat pada tabel 4.7. di halaman berikutnya :
44 Tabel 16
Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus 2 Pembelajaran 1 Pertemuan 1
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 5 5 -
2 Kegiatan Inti 15 14 1
3 Kegiatan Akhir 3 2 1
Terlihat bahwa, secara keseluruhan siswa telah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Pada kegiatan awal, terdapat 5 item yang disediakan dan semua terlaksana. Kemudian pada kegiatan inti, dari 15 item yang disediakan terlaksana 14 item dan 1 item yang belum terlaksana. Pada kegiatan akhir, dari 3 item yang telah disiapkan, 2 terlaksana dengan baik dan 1 item belum terlaksana karena keterbatasan waktu.
Setelah kegiatan siklus 2 pertemuan 1 selesai, observasi juga dilakukan pada siklus 2 pertemuan 2 atau pembelajaran 2. Pada saat kegiatan pembelajaran siklus 2 pertemuan 2 berlangsung, peneliti bertugas mendampingi guru kelas mengajar dan menunjuk guru kelas 3 untuk berlaku sebagai observer untuk mengamati jalannya pembelajaran yang sedang berlangsung dari awal hingga akhir kegiatan pembelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disusun sesuai langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat di tabel 17 berikut:
Tabel 17
Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus 2 Pembelajaran 2 Pertemuan 2
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 6 6 -
2 Kegiatan Inti 14 13 1
3 Kegiatan Akhir 5 5 -
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pada kegiatan pembelajaran siklus 2 pertemuan 2 sudah terlaksana dengan baik daripada pertemuan 1. Pada kegiatan inti, dari 6 item yang telah disusun semua sudah
45
terlaksana. Pada kegiatan inti, dari 14 item yang disediakan sudah terlaksana 13 item dan 1 item yang belum terlaksana. Kemudian pada kegiatan akhir, dari 5 item yang disusun, semua sudah terlaksana dengan baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran sudah terlaksana dengan cukup baik dan lebih baik dair siklus 1. Selain kegiatan guru, peneliti juga mengobservasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi telah disusun sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran problem based learning. Hasil observasi kegiatan siswa dapat diamati pada tabel 18 berikut ini:
Tabel 18
Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus 2 Pertemuan 2 Pembelajaran 2
No Waktu
Pelaksanaan
Jumlah Item Keterangan
Terlaksana Tidak Terlaksana
1 Kegiatan Awal 5 5 -
2 Kegiatan Inti 15 14 1
3 Kegiatan Akhir 3 3 -
Terlihat pada tabel 4.9 bahwa siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik, hanya ada beberapa yang tidak terlaksana. Pada kegiatan awal, 5 item yang disediakan semua sudah terlaksana dengan baik. Pada kegiatan, dari 15 item yang disediakan sudah terlaksana 14 item dan belum terlaksana 1 item. Sedangkan pada kegiatan akhir, dari 4 item yang disediakan, dan semua terlaksana dengan baik.
4.1.2.3. Refleksi
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 dari pertemuan 1 dan 2 diadakan refleksi dan diskusi antara guru kelas sebagai pengajar dan guru kelas 3 sebagai observer atas kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Pada siklus 2 semua sudah lebih baik dari siklus 1 karena hasil ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus 2 lebih banyak siswa yang mencapai ketuntasan KKM. Pada siklus 2 telah terjadi peningkatan pada hasil belajar mengalami peningkatan, selain itu telah dilakukan inovasi pada model pembelajaran problem based learning.
46 4.3. Hasil Analisis Data
Pada penelitian ini akan menguraikan diskripsi serta analisis data setiap siklusnya. 4.3.1 Deskripsi Data
4.3.1.1 Data Siklus I
Data hasil belajar tematik khususnya pada tema 1 subtema 2 pembelajaran 1, 3 dan subtema 3 pembelajaran 1,3 siswa diperoleh dari tes akhir setiap siklus. Hasil belajar tematik siswa disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Menurut Sugiyono (2011) untuk membuat tabel distribusi frekuensi dilakukan dengan 3 langkah yaitu menghitung jumlah kelas interval, menghitung rentang data dan terakhir menghitung panjang kelas. Untuk menghitung jumlah kelas dihitung dengan rumus strunges yaitu: K=1+3.3 log n di mana K adalah jumlah kelas dan n adalah banyaknya data/siswa. Melalui rumus Sturges tersebut dapat diperoleh K= 1+3,3 log 22= 1+3,3 . 1,34 = 5,42 dibulatkan menjadi 5. Interval kelas diperoleh dari rentang data (skor maximum – skor minimum) dibagi jumlah kelas yaitu 85−65
5 = 4. Hasil distribusi frekuensi siklus 1 dapat dilihat pada tabel 19 berikut.
Tabel 19
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 Siklus I
No Interval Siklus 1 Frekuensi Presentase 1. 65-68 5 22,7% 2. 69-72 4 18,1% 3. 73-76 6 27,2% 4. 77-80 6 27,2% 5. 81-84 - - 6. 85-88 1 4,5% 7. 89-92 - - 8. 93-96 - - 9. 97-100 - - Jumlah 22 100%
Tabel 4.10 merupakan tabel data hasil belajar siswa pada siklus I. Pada kelas pertama ada 5 (22,7%) siswa yang mendapatkan nilai 65-68, kelas kedua ada 4 (18,1%) siswa yang mendapatkan nilai 69-72, kelas ketiga ada 6 (27,2%)
47
siswa yang mendapatkan nilai (73-76), kelas keempat ada 4 (27,2%) siswa yang mendapatkan nilai 77-80, kelas keenam ada 1 (4,5%) siswa yang mendapatkan nilai 85-88.
4.3.1.2 Data Siklus II
Data hasil belajar tematik khususnya pada tema 1 subtema 3 pembelajaran 1, 3 siswa diperoleh dari tes akhir setiap siklus. Hasil belajar tematik siswa disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Menurut Sugiyono (2011) untuk membuat tabel distribusi frekuensi dilakukan dengan 3 langkah yaitu menghitung jumlah kelas interval, menghitung rentang data dan terakhir menghitung panjang kelas. Untuk menghitung jumlah kelas dihitung dengan rumus strunges yaitu: K=1+3.3 log n di mana K adalah jumlah kelas dan n adalah banyaknya data/siswa. Melalui rumus Sturges tersebut dapat diperoleh K= 1+3,3 log 22= 1+3,3 . 1,34 = 5,42 dibulatkan menjadi 5. Interval kelas diperoleh dari rentang data (skor maximum – skor minimum) dibagi jumlah kelas yaitu 100−70
5 = 6. Hasil distribusi frekuensi siklus II dapat dilihat pada tabel 20 berikut.
Tabel 20
Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 Siklus II
No Interval Siklus 1 Frekuensi Presentase 1. 70-75 6 27,2% 2. 76-81 6 27,2% 3. 82-87 4 18,1% 4. 88-93 - - 5. 94-99 - - 6. 99-100 6 27,2% Jumlah 22 100%
Tabel 4.11 merupakan tabel data hasil belajar siswa pada siklus II. Pada kelas pertama ada 6 (27,2%) siswa yang mendapatkan nilai 70-75, kelas kedua 6 (27,2%) siswa yang mendapatkan nilai 76-81, kelas ketiga ada 4 (18,1%) siswa
48
yang mendapat nilai 82-87, kelas kelima 6 (27,2%) siswa yang mendapatkan nilai 94-99.
4.3.2 Analisis Data
Pada penelitian ini data dianalisis ketuntasan dan analisis diskriptif komparatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018.
4.3.2.1 Analisis Uji Ketuntasan
Ketuntasan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 21
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Siklus I
No. Rentang Skor
Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa
Jumlah Presentase (%) 1 >75 Tuntas 13 59,1% 2 <75 Tidak Tuntas 9 40,9% 3 Jumlah 22 100% 4 Skor Tertinggi 85 5 Skor Terendah 65 6 Rata-Rata 74
Tabel 4.12 merupakan tabel ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I. Pada tabel tersebut terlihat bahwa jika nilai setiap siswa dibandingkan dengan KKM maka ada 9 siswa yang nilainya ≥ 70. Ketuntasan klasikal pada siklus I bila dibandingakan dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu ketuntasan belajar siswa secara klasikal 85% dan siswa telah memenuhi KKM yaitu 75, maka analisis data pada siklus I ini belum tuntas karena ketuntasan klasikal masih di bawah indikator kinerja yaitu hanya 59,1% di bawah ketuntasan klasikal yang ditetapkan dalam penelitian adalah 85%. Pada tabel 4.12 juga dapat dilihat nilai tertinggi siswa yaitu 85 dan nilai terendah 65 dengan rata-rata nilai 74. Tabel 4.13 jika disajikan dalam bentuk diagram adalah sebagai berikut.
49
Gambar 3. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Siklus I
Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa. Data hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 22
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Siklus II No. Rentang
Skor
Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa
Jumlah Presentase (%) 1 >75 Tuntas 20 90,9% 2 <75 Tidak Tuntas 2 9,1% 3 Jumlah 22 100% 4 Skor Tertinggi 100 5 Skor Terendah 70 6 Rata-Rata 85
Tabel 22 merupakan tabel ketuntasan belajar siswa pada siklus II. Pada tabel tersebut terlihat bahwa jika nilai setiap siswa dibandingkan dengan KKM maka ada 20 siswa yang nilainya ≥ 75. Ketuntasan klasikal siklus II bila dibandingkan dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu ketuntasan belajar siswa secara klasikal 85 % KKM yaitu 75, maka analisis data pada siklus II 59,10% 40,90% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00%
Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas
50
sudah tuntas karena telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan yaitu sebesar 90,9% di atas ketuntasan klasikal yang ditetapkan dalam penelitian yaitu 85%. Nilai tertinggi pada siklus II yaitu 100 dan nilai terendah pada siklus II 70 dengan rata-rata nilai adalah 85. Tabel 24 jika disajikan dalam bentuk diagram terdapat di bawah ini.
Gambar 4. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Siklus II 4.3.2.2 Analisis Deskriptif Komparatif
Berdasarkan hasil tindakan dengan penerapan model pembelajaran problem based learning terjadi peningkatan hasil belajar tematik tema 1 subtema 2 pembelajaran 1,3 dan subtema 3 pembelajaran 1,3 pada siswa kelas 5 SD Negeri Ngablak 05 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017-2018. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada perbandingan nilai pra siklus, siklus I dan siklus II pada Tabel 4.14 di halaman berikutnya. 90,90% 9,10% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 100,00%
Tuntas Tidak Tuntas
51 Tabel 23
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05 Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018 Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
No Nilai Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Jumlah Siswa Persen % Jumlah Siswa Persen % Jumlah Siswa Persen % 1 Tuntas 8 36% 13 59,1% 20 90,9% 2 Tidak Tuntas 14 64% 9 40,9% 2 9,1% Jumlah 22 100% 22 100% 22 100% Skor Tertinggi 85 85 100 Skor Terendah 50 65 70 Rata-Rata 66 74 85
Tabel 23 merupakan perbandingan hasil belajar siswa pra siklus, siklus I dan siklus II.
Pada tabel tersebut terlihat adanya peningkatan jumlah ketuntasan klasikal hasil belajar SD Negeri Ngablak 05 Semester 1 Tahun Pelajaran 2017-2018 terbukti untuk klasifikasi tuntas, sebelum diadakan tindakan yang tuntas hanya 8 siswa, itu berarti 8 siswa telah memahami materi walaupun dengan kegiatan pembelajaran konvensional.
Pada siklus I terjadi peningkatan dimana siswa yang tuntas meningkat menjadi 13 siswa, yang artinya 13 siswa ini telah memahami materi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning.
Pada siklus II jumlah siswa yang tuntas berjumlah 20 siswa atau 90,9%. Selain ketuntasan belajar, peningkatan juga terlihat dari rata-rata, nilai maksimal dan nilai minimal. Rata-rata nilai pada pra siklus adalah 66 dengan nilai maksimal adalah 85 dan nilai minimal 50, pada siklus I rata-rata nilai siswa adalah 74 dengan nilai maksimal 85 dan nilai minimal 65. Pada siklus II rata-rata nilai siswa 85 dengan nilai maksimal 100 dan nilai terendah 70.
52
Gambar 5 Diagram Perbandingan Skor Tertinggi Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05
Diagram diatas menunjukkan bahwa skor hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Di bawah ini adalah diagram peningkatan rata-rata pra siklus, siklus 1 dan siklus II.
Gambar 6. Diagram Peningkatan Rata-rata Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05
85 85 100 50 65 70 0 20 40 60 80 100 120
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
Skor Tertinggi Skor Terendah
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
53
Adapun hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning telah mencapai 90,9% tuntas dalam mencapai KKM yang telah ditentukan oleh guru. Kondisi tersebut dapat ditunjukkan pada gambar pada halaman selanjutnya.
Gambar 7. Diagram Ketuntasan dan Ketidaktuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Negeri Ngablak 05
4.3. Pembahasan
Indikator keberhasilan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah 80% dari seluruh total siswa mencapai KKM yang telah ditentukan, yaitu 75 dengan mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Pada siklus 1, indikator kinerja yang diinginkan belum tercapai secara maksimal. Dari total siswa 22 orang, yang tuntas adalah 13 siswa atau dengan presentase 59,1% dan yang belum tuntas 9 orang dengan presentase 40,9% siswa. Namun hasil belajar pada siklus 1 sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan bila dibanding dengan presentase ketuntasan pada prasiklus. Jika pada pra siklus presentase ketuntasan siswa hanya 36%, maka pada siklus 1 mengalami peningkatan presentase 36% menjadi 59,1%. berdasarkan hasil observasi, dapat diketahui bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas 4 SD N Ngablak 05 juga diikuti dengan peningkatan keaktifan siswa. Pada siklus 1 sudah nampak beberapa siswa bertanya dan mengeluarkan pendapat selama proses
36% 59,10% 90,90% 64% 40,90% 9,10% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
54
pembelajaran berlangsung. Walaupun masih ada beberapa siswa yang pasif dan tidak mau untuk bertanya maupun mengeluarkan pendapat mereka. Hal tersebut dikarenakan belum terbiasanya siswa untuk bertanya pada saat pelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning. Hasil yang diperoleh baik itu lembar observasi kegiatan guru dan siswa pada saat menggunakan model pembelajaran problem based learning dan skor hasil evaluasi pada siklus 1 akan dipebaiki pada kegiatan di siklus 2.
Kemudian, dengan memperhatikan hasil refleksi yang diperoleh pada saat kegiatan siklus 1, dengan demikian maka akan direncanakan perbaikan pada tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus 2 dengan meminimalisir kelemahan yang telah ada pada siklus 1. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2 diketahui terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pada saat siklus 1. Jika pada siklus 1 ketuntasan siswa adalah 13 siswa dari total 9 siswa yang ada atau dengan presentase 59,1%, maka pada siklus 2 meningkat menjadi 90.9 persen, atau 20 siswa yang tuntas, sedangkan 2 siswa belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan, yaitu 75. Selain ketuntasan hasil belajar yang meningkat, keaktifan siswa juga meningkat. Hal tersebut dapat dilihat jika pada saat siklus 1 hanya beberapa siswa yang aktif bertanya, maka pada siklus 2 sebagian besar siswa sudah berani dan aktif bertanya. Selain itu, sebagian besar siswa juga aktif terlibat dalam pengerjaan LKS yang telah dibagikan oleh guru. Pada saat perwakilan kelompok diminta mempresentasikan hasil LKS yang telah mereka kerjakan, semua siswa berebut ingin maju. Hal ini terjadi dikarenakan siswa sudah mulai terbiasa mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning. Meskipun terdapat 2 siswa yang tidak tuntas pada pembelajaran siklus 2 yang disebabkan karena siswa memiliki karakter yang berbeda dengan teman-temannya artinya saat guru menjelaskan di depan kelas kedua siswa tersebut terlalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri sehingga kedua siswa tersebut tidak mampu mengikuti pembelajaranan yang berlangsung. Namun dari keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa sangat berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
55
model pembelajaran problem based learning. Hal tersebut terbukti karena setiap siklus mengalami peningakatan hasil ketuntasan yang signifikan.
Berdasarkan hasil pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning yang dilakukan peneliti dapat dikatakan berhasil. Terbukti dengan ketuntasan siswa yang naik secara signifikan pada setiap siklusnya. Selain itu keaktifan siswa juga meningkat, terbukti dari siklus 1 hanya beberapa siswa saja yang berani dan aktif menyampaikan pendapat dan mengerjakaan LKS. Kemudian meningkat pada saat siklus 2 menjadi sebagian besar siswa berperan serta dalam pembelaran, baik menjawab pertanyaan guru maupun mengerjakan LKS. Keaktifan siswa yang tinggi menimbulkan rasa ingin tahu siswa sehingga dapat membuat mereka termotivasi dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga hasil belajar meningkat.
Diharapkan dengan meningkatkan kualitas sekolah, guru dan siswa maka akan tercipta keselarasan dan peningkatan hasil belajar siswa, tidak pada aspek kognitif saja, namun juga pada aspek afektif dan psikomotor siswa.