• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TERINTEGRASI DI SMP HARAPAN SROGOL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TERINTEGRASI DI SMP HARAPAN SROGOL"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

27

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TERINTEGRASI

DI SMP HARAPAN SROGOL

Rizky Wijayanti

Program Studi Pendidikan MIPA Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Indonesia

ABSTRAK

Keterlibatan siswa dalam pelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam proses belajar mengajar. Pandemi COVID-19 menyebabkan harus terhentinya proses pembelajaran tatap muka, berganti dengan pembelajaran dalam jaringan. Metode pembelajaran ini menyebabkan siswa dan guru tidak dapat berinteraksi secara langsung, dan membuat siswa kurang antusias sehingga terjadi penurunan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Metode pembelajaran terpadu terintegrasi dengan konsep eksperimen dengan penanaman benih kangkung dilakukan dan diobservasi di SMP Harapan Srogol. Hasil observasi menunjukkan bahwa 89,4% siswa menunjukkan keterlibatan secara aktif dalam pembelajaran dengan metode ini. Pembelajaran dengan metode eksperimen yang diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran membuat siswa lebih antusias dan mendapatkan pembelajaran yang bermakna serta relevan.

Kata kunci: Eksperimen, kangkung, keterlibatan, terpadu, terintegrasi. ABSTRACT

Student engagement towards a subject is one of the important aspects in the learning system. COVID-19 outbreak has caused massive disruption to education system, changing the face-to-face conventional method of education to online learning system. This caused the lack of interaction between student and teacher, causing the lost of interest and engagement. An integrated learning system with an experiment method has been employed and observed in SMP Harapan Srogol. The result showed that 89,4% of the students are actively participating and engaged to the learning process. Learning with experimental methods that is integrated with various subjects makes students more enthusiastic and gets meaningful as well as relevant learning.

Keywords: experiment, engagement, integrated, kale.

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah salah satu faktor penting bagi masa depan bangsa. Proses ini didesain untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan menyiapkan generasi muda untuk memiliki pengetahuan yang cukup, sehingga dapat menjadi pengambil keputusan yang bijaksana di masa mendatang (Priscylo & Anwar, 2019). Pendidikan merupakan usaha yang sadar dan terencana untuk menanamkan pengetahuan untuk peserta didik, lebih dari itu sistem ini juga diharapkan dapat mengenalkan pola pikir, nilai, dan norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan diwujudkan dalam penyelenggaraan program pembelajaran baik secara formal, non-formal, maupun informal. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, serta bertanggungjawab (Pratama & Mulyati, 2020).

(2)

28

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam atau sains merupakan salah satu fondasi penting yang harus dimiliki oleh peserta didik selama pendidikan pada tingkat dasar. Pengetahuan dan pemahaman sains sangat menentukan kemampuan anak dalam memahami fenomena-fenomena yang terjadi. Lebih jauh, pemahaman yang kuat terhadap konsep sains juga membantu siswa dalam melatih kemampuan berpikir analitis. Kemampuan ini dideskripsikan sebagai kemampuan untuk berpikir terhadap sasaran dengan seksama, cermat, dan lengkap (Istiana, 2016). Kemampuan analisa merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam standar kompetensi. Untuk mencapai kemampuan ini, siswa perlu selalu terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan juga kepekaan dapat terasah dengan baik (Yolanda, 2019).

Namun demikian, pandemi COVID-19 yang muncul pada tahun 2020 telah menyebabkan tantangan tersendiri bagi sistem pendidikan. Bagaimana pun, sektor pendidikan merupakan sektor yang paling terpengaruh oleh kondisi ini. Sistem pendidikan nasional yang semula masih sangat konvensional dengan interaksi tatap muka harus berpindah pada metode dalam jaringan, menyebabkan kesulitan adaptasi bagi sebagian besar komponen pendidikan yakni guru dan siswa (Onyema et al., 2020; Pokhrel & Chhetri, 2021; Putria et al., 2020; Rizaldi & Fatimah, 2020). Kebijakan yang ditetapkan oleh negara-negara dunia untuk mengurangi penyebaran COVID-19 merujuk untuk sementara menutup sekolah-sekolah. Di Amerika Serikat, sekolah ditutup dan seluruh jadwal ujian dibatalkan. Kasus serupa juga terjadi di berbagai negara, baik negara-negara maju maupun berkembang seperti Spanyol, Arab Saudi, Australia, India, Jerman, Nigeria, Madagaskar, begitu pula Indonesia (Onyema et al., 2020). Direktur Jendral UNESCO memprediksikan bahwa distrupsi yang disebabkan oleh COVID-19 ini akan menyebabkan dampak besar bagi peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat luas secara umum, mengingat bahwa seluruh perubahan sistem pendidikan ini terjadi tanpa rencana. Lebih jauh, Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Amerika Serikat (US-CDC) juga menjelaskan kemungkinan dampak yang lebih luas akibat penutupan sekolah, antara lain kemungkinan penurunan minat dan hasil belajar, serta kemungkinan keterlibatan pemuda pada kriminal. Untuk mencegah hal ini, partisipasi belajar peserta didik harus tetap dijaga meskipun dalam kondisi pembelajaran jarak jauh (Onyema et al., 2020; Suparjan & Mariyadi, 2020). Perubahan metode pembelajaran dimana interaksi guru dan murid tidak dapat terjadi secara langsung ini menyebabkan keterlibatan atau engagement siswa cenderung menurun. Kondisi ini secara langsung dapat menyebabkan penurunan pemahaman dan juga hasil belajar siswa (Avianty & Anantyarta, 2020).

Keterlibatan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan belajar siswa. Keterlibatan siswa menjelaskan reaksi komponen faktor kognitif, perilaku, dan emosi siswa (Avianty & Anantyarta, 2020; Fikrie & Ariani, 2019). Ketiganya menjadi komponen yang dinamis dan interaktif pada suatu individu, dan muncul sebagai karakter siswa. Karakter tersebut direpresentasikan dalam bentuk tindakan, pikiran, dan perasaan siswa (Fikrie & Ariani, 2019). Keterlibatan menunjukkan perasaan kepemilikan terhadap proses belajar. Hal ini berpengaruh secara langsung pada emosi dan prestasi belajar siswa (Avianty & Anantyarta, 2020). Turunnya keterlibatan siswa dapat menimbulkan beberapa kendala seperti hilangnya motivasi siswa dalam belajar, perasaan bosan, dan sikap tak acuh pada pembelajaran. Hal ini tentu sangat mengganggu dalam proses penerimaan ilmu pengetahuan (Avianty & Anantyarta, 2020).

(3)

29

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan daya tarik mata pelajaran bagi siswa di masa pandemi. Pembelajaran daring dengan media yang menarik dan pembuatan grup pada sosial media merupakan salah satu upaya yang seringkali dilakukan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Di Indonesia, pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan telah diatur dalam Surat Edaran Kemendikbud No. 4 Tahun 2020 yang menekankan pada pemahaman pendidik terhadap kondisi peserta didik, dan lebih penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermakna bagi peserta didik, sehingga tujuan pendidikan tetap terlaksana meski dengan berbagai keterbatasan (Basar, 2021; Iswatiningsih et al., 2020).

Di SMP Harapan Srogol, partisipasi atau keterlibatan siswa juga merupakan salah satu masalah. Proses pembelajaran tanpa didampingi oleh guru secara langsung menjadi sebuah tantangan besar bagi peserta didik karena kurangnya pemahaman dan interaksi dengan guru. Berbagai metode pembelajaran telah dikembangkan untuk menjaga interaksi yang terbatas ini, namun demikian, belum mencapai target yang diharapkan. Pengembangan metode pembelajaran IPA dengan metode terpadu terintegrasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna perlu dikontruksi melalui pengalaman yang nyata, sehingga meningkatkan ketertarikan siswa terhadap hal yang dipelajari. Lebih jauh, proses eksperimen akan membantu peserta didik memahami keterkaitan langsung antara mata pelajaran dan fenomena di kehidupan sehari-hari. Rangkaian pembelajaran melalui metode eksperimen yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan eksperimen, observasi, pengumpulan data, pengujian konsep, dan penarikan kesimpulan akan menerbitkan ketertarikan siswa dan meningkatkan partisipasi siswa dalam mata pelajaran (Yolanda, 2019). Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memahami pengaruh pelaksanaan metode pembelajaran terpadu terintegrasi sains dengan metode eksperimen terhadap partisipasi siswa pada mata pelajaran.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitis dengan Teknik pengambilan data berupa observasi terhadap proses pembelajaran peserta didik selama proses eksperimen. Partisipan dalam penelitian ini adalah 57 siswa kelas VII SMP Harapan Srogol. Instrument penelitian berupa deskripsi keaktifan siswa pada saat eksperimen dengan tema pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan untuk menjelaskan mengenai partisipasi dan ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran. Data observasi ini kemudian dianalisis dan disimpulkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uraian Rancangan Pembelajaran

Dalam proses pelaksanaan penelitian ini, model pembelajaran lebih dulu dintentukan untuk menentukan jalannya pembelajaran. Model pembelajaran merupakan model pendekatan pembelajaran yang akan digunakan selama proses pembelajaran, meliputi tujuan pengajaran, tahap kegiatan pembelajaran, dan pengelolaan kelas (Istiana, 2016). Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran terpadu terintegrasi yang didasari oleh konsep pembelajaran IPA. Model pembelajaran terpadu terintegrasi ini membuat siswa secara aktif mencari, menggali, serta menentukan konsep

(4)

30

secara holistik. Pembelajaran terpadu terintegrasi akan mendorong peserta didik memahami keterikatan suatu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lainnya (Istiana, 2016).

Rancangan pembelajaran dalam penelitian ini dirancang untuk dapat membuat siswa memahami berbagai kompetensi dasar dalam proses eksperimen. Melalui eksperimen ini, peserta didik diharapkan dapat memahami konsep dasar dari beberapa ilmu pengetahuan yakni IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Prakarya dan Kewirausahaan, Seni Budaya dan Keterampilan, Bahasa Sunda, Pendidikan Agama Islam, dan PPKN. Rancangan pembelajaran dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:

Gambar 1. Rancangan eksperimen pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Harapan Srogol

1. Guru memberikan instruksi penanaman tumbuhan kangkung dari benih dengan tahapan yang disesuaikan dengan Gambar 1. Pada tahapan ini, peserta didik diminta menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam eksperimen yakni media tanam, benih kangkung, polybag, dan penggaris serta lembar pengamatan. Instruksi penanaman dalam penelitian ini diberikan dalam teks berbahasa inggris sebagai materi “Procedure text”.

2. Siswa diminta melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman setiap hari dan membuat laporan berkala mengenai kegiatan eksperimen yang dilakukan. Siswa diminta melaporkan perubahan panjang dan jumlah daun tanaman selama proses eksperimen. 3. Siswa diminta untuk melakukan wawancara sederhana dengan penjual sayur

menggunakan bahasa daerah untuk mendapatkan informasi harga jual kangkung, dengan pendekatan ini siswa memahami konsep kewirausahaan dan bahasa daerah. 4. Siswa juga diminta membuat esai singkat refleksi kegiatan eksperimen dengan sudut

pandang agama islam dan kewarganegaraan.

Dengan rancangan pembelajaran ini, siswa tetap dapat belajar selama pembelajaran jarak jauh dengan didampingi guru selama proses penentuan kesimpulan. Seluruh kegiatan

(5)

31

diskusi dilakukan di Grup WhatsApp siswa dan guru sehingga semua siswa mendapatkan informasi yang sama.

Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran

Keterlibatan atau partisispasi siswa dalam kegiatan belajar di sekolah menunjukkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran. Hal ini direfleksikan dalam respon yang diberikan siswa selama pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran memacu keaktifan siswa dalam menelaah dan menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman mereka sebelumnya. Hal ini akan menjadikan pembelajaran yang bermakna dalam hidup. Indikator dalam keterlibatan atau partisipasi siswa antara lain andil terhadap tugas yang diberikan, sungguh-sungguh dan taat akan norma yang berlaku di sekolah, memiliki emosi positif selama pembelajaran (ditunjukkan dengan antusiasme, tidak jenuh, kesal, maupun semu), serta menggunakan teknik belajar yang tepat (Marpaung & Cendana, 2020). Dalam penelitian ini, observasi terhadap aspek-aspek tersebut untuk menyimpulkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dengan model terpadu terintegrasi ini.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama proses penelitian, tingkat partisipasi dalam kelas sangat tinggi yakni mencapai 89. 4%. Gambar 2 menunjukkan diagram perbandingan antara siswa yang aktif berpartisipasi dan siswa yang cenderung tidak berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Partisipasi aktif ini dideskripsikan dengan sikap siswa yang aktif bertanya dan berdiskusi pada guru terkait metode eksperimen yang diberikan, diskusi terkait temuan dari observasi tanaman maupun wawancara sederhana, serta pengumpulan laporan berkala dan refleksi kepada guru.

Gambar 2. Data presentase partisipasi siswa dalam pembelajaran terpadu terintegrasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran terpadu terintegrasi dengan metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode yang secara efektif meningkatkan minat dan rasa kepemilikan siswa terhadap mata pelajaran (Sihpiwelas, 2013). Metode terpadu terintegrasi yang dilakukan di SMP Harapan Srogol ini menunjukkan potensi terhadap peningkatan keberhasilan engagement siswa terhadap mata pelajaran. Hal ini disebabkan oleh perasaan positif yang dibangun melalui pelaksanaan proses eksperimen. Dalam proses ini siswa melaksanakan kegiatan dengan perasaan penasaran dan menanti hasil dari kegiatan tersebut. Terlebih, bahan tanam dalam

(6)

32

kegiatan ini adalah sayur yang sering dimasak dan dikonsumsi di rumah. Sehingga siswa merasa bahwa apa yang dipelajari ternyata dapat ditemui di kehidupan sehari-hari.

Melalui pengamatan terhadap masa perkecambahan dan pertumbuhan tanaman, siswa memahami ciri makhluk hidup yakni tumbuh dan berkembang. Dalam konsep ini siswa menyadari bahwa setiap harinya tinggi tanaman dan jumlah daun akan bertambah, hal ini membuat siswa memahami bahwa pertumbuhan bersifat irreversible atau tidak dapat kembali. Siswa juga mempelajari penggunaan alat ukur, berupa penggaris. Dengan data yang dimiliki, siswa dapat memahami perubahan dan laju pertumbuhan tanaman selama proses eksperimen berlangsung. Siswa juga dapat mengasah kemampuan matematis dengan menggunakan data ini.

Selain pemahaman mengenai topik sains dan matematika, melalui rencana pembelajaran ini, siswa juga dapat memahami dan mempraktikkan mata pelajaran lain. Siswa mempelajari Bahasa Inggris melalui instruksi pembelajaran yang diberikan, kemudian siswa juga dapat mempelajari penggunaan Bahasa Indonesia melalui proses penulisan laporan sederhana dan refleksi. Siswa mempelajari Bahasa Sunda dan kewirausahaan melalui wawancara sederhana. Dengan menggunakan metode eksperimen pada satu tema ini, siswa dapat mempelajari pengetahuan secara konseptual, sehingga mendapatkan makna dan pemahaman yang mendalam selama proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, nilai dan norma juga dapat tertanam pada diri siswa. Yakni nilai kedisiplinan, kesabaran, serta norma kesopanan pada orang-orang yang lebih tua.

Dengan metode ini, guru menjadi mediator penyampaian ilmu pengetahuan sekaligus rekan diskusi bagi siswa. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan iklim kelas menjadi positif serta kompetitif. Dengan memberikan kegiatan yang lebih otonomi dan relevan, siswa dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka terhadap suatu topik. Metode ini juga meningkatkan antusiasme siswa secara signifikan. Fikrie & Ariani (2019) menyebutkan bahwa keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa, dan lebih jauh dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki akan dapat bertahan lebih lama. Keterlibatan siswa juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam analisa, berpikir kreatif, dan juga berpikir kritis. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang sangat penting selama proses pendidikan maupun setelahnya (Yolanda, 2019).

KESIMPULAN

Metode pembelajaran terpadu terintegrasi dengan metode eksperimen kangkung menunjukkan hasil yang positif terhadap keterlibatan siswa. Dengan metode ini, siswa mempelajari banyak ilmu dan juga norma. Siswa juga dapat melaksanakan refleksi serta mendapatkan pembelajaran yang relevan serta bermakna.

Daftar Pustaka

Avianty, D., & Anantyarta, P. (2020). Efektivitas Online Learning Terhadap Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Tematik (Matematika & IPA) pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(24), 313–324.

Basar, A. M. (2021). Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 208–218. https://doi. org/10. 51276/edu.

(7)

33

v2i1. 112

Fikrie, & Ariani, L. (2019). Keterlibatan siswa (student engagement) di sekolah sebagai salah satu upaya peningkaan keberhasilan siswa di sekolah. Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Pendidikan 2019: Menjadi Siswa Yang Efektif Di Era Revolusi Industri 4. 0, April 2019, 103–110.

Istiana, A. (2016). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE INTEGRATED TERHADAP. Universitas Negeri Semarang.

Iswatiningsih, D., Fauzan, Dluhayati, & Lestari, Y. K. (2020). Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Daring di Masa Pandemi COVID-19 Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa SMP. Jurnal Pendidikan, Kebahasaan Dan Kesustraan Indonesia, 5, 141–156. http://www. jurnal. unma. ac. id/index. php/dl/article/view/2853/2161

Marpaung, J. N., & Cendana, W. (2020). Keterampilan Menjelaskan Guru Untuk Membangun Minat Keterlibatan Siswa Dalam Pembelajaran Online. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 1–4. https://doi. org/10. 47492/jip. v1i7. 241

Onyema, E. M., Eucheria, N. C., Obafemi, A. F., Sen, S., Atonye, F. G., Sharma, A., & Alsayed, A.. (2020). Impact of Coronavirus Pandemic on Education. Journal of Education and Practice, 11(13). https://doi. org/10. 7176/jep/11-13-12

Pokhrel, S., & Chhetri, R. (2021). A Literature Review on Impact of COVID-19 Pandemic on Teaching and Learning. Higher Education for the Future, 8(1), 133–141. https://doi. org/10. 1177/2347631120983481

Pratama, R. E., & Mulyati, S. (2020). Pembelajaran Daring dan Luring pada Masa Pandemi Covid-19. Gagasan Pendidikan Indonesia, 1(2), 49. https://doi. org/10. 30870/gpi. v1i2. 9405

Priscylo, G., & Anwar, S. (2019). INTEGRASI BAHAN AJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL ROBIN FOGARTY UNTUK PROSES PEMBELAJARAN IPA DI SMP 2. J. Pijar MIPA, 14(1), 1–12.

Putria, H., Maula, L. H., & Uswatun, D. A. (2020). Analisis Proses Pembelajaran dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid- 19 Pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 861–870. https://doi. org/10. 31004/basicedu. v4i4. 460

Rizaldi, D. R., & Fatimah, Z. (2020). How the Distance Learning can be a Solution during the Covid-19 Pandemic. International Journal of Asian Education, 1(3), 117–124. https://doi. org/10. 46966/ijae. v1i3. 42

Sihpiwelas, H. (2013). PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA SECARA AKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV. Jurnal Pendidikan Universitas Tanjungpura.

Suparjan, S., & Mariyadi, M. (2020). Proses Belajar Mengajar Selama Pandemi Covid-19 Pada Tingkat Sekolah Dasar Di Kalimantan Barat. Jurnal Didika: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(2), 314–331. https://doi. org/10. 29408/didika. v6i2. 3044 Yolanda, S.. (2019). Penerapan Model Pembelajaran IPA Dengan Menggunakan Metode

(8)

34

Gambar

Gambar 1. Rancangan eksperimen pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang  dilakukan oleh siswa kelas VII SMP Harapan Srogol
Gambar 2. Data presentase partisipasi siswa dalam pembelajaran terpadu terintegrasi  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dengan  menerapkan  metode  pembelajaran  terpadu  terintegrasi  dengan  metode  eksperimen

Referensi

Dokumen terkait

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkulitas dan dokumentasi yang berguna untuk pemakai sistem, dokumen keluaran atau output merupakan

air, sehingga sumber daya manusia Indonesia harus terus menerus ditingkatkan (Continuous Improvement) baik pada aspek kuantitas dan kualitasnya. Sumber daya manusia

[r]

Dengan mengikuti pelatihan yang telah diberikan dapat disimpulkan bahwa para peserta pelatihan telah mampu menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mereka tentang

Bentuk yang informatif dan edukatif yang akan diterapkan pada desain interior Akuarium KBS. Ide bentuk yang diambil dari karakter habitat asli satwa yang dikemas

Berdasarkan kesimpulan dari regresi model ECM (Error Correction Model)mengenai pengaruh jumlah dana pihak ketiga, non performing financing, dan tingkat inflasi

Setelah dilakukan visitasi terhadap 57 lembaga yang telah lolos dalam tahap penilaian proposal, dinyatakan bahwa terdapat 53 lembaga yang dinilai layak untuk menerima Dana

Marca lahko dodate drugo tedensko enoto, ki je bistveno krajša, vsebuje pa tudi odseke z vzponi, ki so v začetku krajši in položnejši in se počasi proti sredini maja stopn-