• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed pada Tema Roket Air

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed pada Tema Roket Air"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed pada Tema Roket Air

135

PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED

MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PADA TEMA ROKET AIR DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 DLANGGU MOJOKERTO

Heru

1)

dan Sri Mulyaningsih

2)

1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sains FMIPA UNESA. E-mail:

[email protected] 2) Dosen Jurusan Fisika FMIPA UNESA. E-mail:

[email protected]

Abstrak

Telah dilakukan penelitian untuk menjelaskan keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa, dan respon siswa pada pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air di kelas VIII SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto tahun ajaran 2013/2014 pada semester Gasal yang terdiri dari 16 siswa menggunakan metode Pre Experimental Design dengan model rancangan One Group Pre-Test Post-Test Design. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1). Keterlaksanaan pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air telah dilakukan dengan kriteria baik dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 3,6 (2). Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air dapat dikategorikan sangat baik. Hasil belajar Kognitif siswa menunjukkan sebanyak 93,75% siswa mencapai ketuntasan klasikal dengan nilai rata-rata siswa 84,69. Ketuntasan belajar Afektif siswa yang diperoleh mencapai 100% dengan nilai rata-rata-rata-rata siswa 86,33. Ketuntasan belajar Psikomotor siswa yang diperoleh juga mencapai 100% dengan nilai rata-rata siswa 83,85. (3). Respon siswa sangat baik terhadap penerapan pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air layak diterapkan pada proses pembelajaran. Peneliti menyarankan pada pembelajaran IPA Terpadu guru harus pintar melakukan inovasi dalam metode dan proses penyampaian materi pembelajaran.

Kata kunci: Pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed, Model pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Roket Air.

Abstract

This research has been conducted to explain feasibility learning, student achievement, and student response after Implementation Of Integrated Science learning type Webbed were implemented using Cooperatif learning model type STAD at theme Water Rocket in VIII classroom at SMP Negeri 1 Dlanggu. This research conducted in VIII D classroom at SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto in even semester of academic year 2013/2014 which 16 student within using Pre Experiment Design with One Group Pretest Posttest design. The result shows that: (1) The implementing of integrated science learning type webbed using Cooperatif learning model type STAD at theme water rocket conducted with good criteria with average obtained was 3.6. (2) Student learning outcomes in the Implementing of Integrated Science Learning type Webbed using Cooperatif learning model type STAD at theme Water Rocket can be considered very good . Cognitive learning outcomes of students showed 93.75 % of students achieve mastery classical with an average value 84.69. In Afective learning outcomes of students showed 100 % of students achieve mastery learning with an average value 86.33. And In Psychomotor learning outcomes of students showed 100 % of students achieve mastery learning with an average value 83,85. ( 3 ) . Students response very well to the Implementing of Integrated Science Learning type Webbed using Cooperatif learning model type STAD at theme Water Rocket. The results showed Integrated Science learning type Webbed using Cooperatif learning model type STAD at theme Water Rocket can be applied to the learning process. Researchers suggest in the Integrated Science learning, teacher must smart to find innovation in the methods and process of delivering learning materials.

▸ Baca selengkapnya: dasar teori pembuatan roket air

(2)

Jurnal Pendidikan Sains

e-Pensa

. Volume 02 Nomor 01 Tahun 2014, 135-142. ISSN: 2252-7710

PENDAHULUAN

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19), kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai penyelenggaaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Pada saat ini kurikulum yang dilaksanakan adalah kurikulum 2013. Kebijakan kurikulum 2013 secara resmi diberlakukan tanggal 15 Juli 2013.

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006. Pemberlakuan kurikulum 2013 semakin mempertegas peran pendidikan nasional sebagai salah satu sektor pembangunan nasional dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Dalam Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan. Pembelajaran IPA di SMP dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pembangunan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial. Integrative science mempunyai makna memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Implementasi kurikulum 2013 dilakukan di kelas VII, untuk kelas VIII dan kelas IX tetap menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 (Diakses dari: http://litbang.kemdikbud.go.id/).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 mengharuskan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diajarkan secara terpadu dan utuh. Hal senada juga di ungkapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pembelajaran terpadu dalam IPA dapat dikemas dengan tema atau topik tentang suatu wacana yang dibahas dari berbagai sudut pandang atau disiplin ilmu yang mudah dipahami dan dikenal peserta didik (Trianto, 2007: 98)

Fogarty (1991) dalam bukunya “How to Integrate the Curricula” mengemukakan bahwa terdapat 10 model pembelajaran terpadu. Dari sejumlah model tersebut, tiga diantaranya sesuai untuk dikembangkan dalam pembelajaran IPA di tingkat pendidikan di Indonesia. Ketiga model yang dimaksud adalah model keterhubungan (connected) yaitu model pembelajaran

IPA terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain di dalam satu disiplin ilmu. Yang kedua model jaring laba-laba (webbed), yaitu model pembelajaran IPA terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Dan yang ketiga model keterpaduan (integrated), yaitu model pembelajaran sains yang menggunakan pendekatan antar disiplin ilmu (Mitarlis dan sri mulyaningsih, 2009:15).

Dari berbagai macam model tersebut, salah satu model yang potensial untuk pembelajaran IPA terpadu adalah tipe webbed. Model ini dipilih karena konsep-konsep dalam KD IPA memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan mengandung konsep yang saling berkaitan tetapi tidak beririsan, sehingga untuk menghasilkan kompetensi yang utuh konsep-konsep tersebut harus dikaitkan dengan suatu tema tertentu.

Pada kenyataannya, banyak pembelajaran IPA di sekolah yang belum dilaksanakan secara terpadu. Salah satu sekolah yang belum menerapkan pembelajaran IPA secara Terpadu adalah SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto. SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto merupakan salah satu sekolah Adiwiyata yang sudah diakui di tingkat nasional. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SMP Negeri 1 Dlanggu, Kab. Mojokerto, ada berbagai macam pertimbangan guru belum menerapkan pembelajaran IPA Terpadu. Alasan utama yang diutarakan adalah latar belakang pendidikan dari guru yang berbeda-beda, yaitu Fisika, Kimia dan Biologi. Perbedaan latar belakang pendidikan ini menyebabkan guru kesulitan dalam menerpadukan materi sehingga pembelajaran IPA terpadu tidak berjalan.

Hasil wawancara dengan beberapa siswa mengatakan bahwa mereka tidak begitu menyukai mata pelajaran IPA dengan alasan mata pelajaran IPA sulit dipelajari karena materinya banyak yang berupa hafalan dan rumus perhitungan. Pembelajarannya pun cenderung membosankan karena guru lebih banyak menjelaskan materi dan memberikan soal. Hal tersebut membuat siswa jenuh dan kurang antusias ketika guru menjelaskan suatu konsep IPA dan siswa cenderung lebih memilih bercanda dengan temannya dibandingkan mendengarkan dan meyimak pembelajaran yang berlangsung.

Banyaknya materi IPA dan tuntutan kurikulum yang harus dipenuhi menyebabkan guru lebih sering menggunakan pendekatan konvesional dengan metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan dalam pembelajarannya. Siswa hanya duduk diam, mendengar dan mencatat informasi yang diberikan guru. Proses pembelajaran yang berlangsung pun pada akhirnya masih didominasi pada teacher centered dan transfer knowledge. Guru hanya menyampaikan IPA sebagai

(3)

Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed pada Tema Roket Air

137 produk dan siswa hanya menghafal informasi aktual, sehingga kurangnya keaktifan siswa dalam menemukan konsep. Hal inilah yang menyebabkan masih rendahnya hasil belajar kognitif siswa dan rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran IPA. Tentunya kondisi tersebut kemudian berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang dari memuaskan.

Oleh karena itu peneliti akan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dalam sebuah pembelajaran IPA Terpadu. Pembelajaran model koooperatif tipe STAD merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen. Siswa diberi kesempatan untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan. Dalam model pembelajaran ini, masing-masing kelompok beranggotakan 4 – 5 orang yang dibentuk dari anggota yang heterogen terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku, yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPA Terpadu diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan kerjasama antar siswa, meningkatkan kreatifitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, melatih siswa berpikir kritis dan menumbuhkan toleransi serta kepekaan antar siswa. Selanjutnya dari Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPA Terpadu di kelas akan lebih maksimal jika tema yang digunakan dapat menarik perhatian dan minat siswa. Salah satu tema yang menarik diangkat adalah Roket Air. Peneliti memilih tema Roket Air dengan memadukan beberapa Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).Pada tema roket air banyak sekali aspek sains yang menarik dan tentunya belum banyak diketahui siswa. Roket air adalah salah satu percobaan sains yang terkenal. Roket air adalah roket yang terbuat dari daur ulang botol plastik yang menerapkan prinsip hukum ketiga Newton tentang aksi-reaksi yang ditimbulkan oleh perbedaan tekanan fluida didalam roket air. Fluida yang digunakan adalah air dan udara. Kombinasi air dan udara inilah yang dapat membuat roket meluncur ke angkasa.

Berdasarkan uraian diatas tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, mendeskripsikan hasil belajar siswa, dan respon siswa terhadap pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema Roket di kelas VIII SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian Pre- eksperiment Design dengan menggunakan rancangan One Group Pre Test Post Test Design. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto pada tanggal 24 September-04 Oktober 2013. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto dengan jumlah 16 siswa.

Data pada penelitian ini adalah analisis butir soal, data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa aspek kognitif, afektif dan psikomotor, serta angket respon siswa.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis keterlaksanaan pembelajaran, analisis hasil belajar dan analisis angket respon siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis keterlaksanaan pembelajaran

Keterlaksanaan pembelajaran diamati oleh dua pengamat, satu pengamat dari guru bidang studi IPA di SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto dan satu pengamat dari mahasiswa sains. Perhitungan skor rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dan kriteria dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Skor Keterlaksanaan Pembelajaran

No Aspek yang diamati Penilaian Kategori

1 Persiapan 3,7 Baik

2 Pelaksanaan Pembelajaran

Kooperatif tipe STAD 3,6 Baik

3 Pengelolaan Waktu 3,3 Cukup baik

4 Suasana Kelas 3,7 Baik

Rata-rata 3,6 Baik

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa proses pembelajaran telah terlaksana dengan baik. Dengan skor rata-rata yang paling rendah adalah pada tahap pengelolaan waktu dan skor rata-rata yang paling tinggi adalah pada tahap persiapan dan suasana kelas. Secara keseluruhan, skor keterlaksanaan sebesar 3,60 termasuk dalam kategori baik.

Peneliti pun memberikan kuis pada setiap akhir pembelajaran guna menunjang keberhasilan pembelajaran model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Pemberian kuis ini merupakan ciri khas dari model pembelajaran Kooperatif. Hasil rekapitulasi nilai kuis pada pembelajaran tersaji pada tabel 4.2 sebagai berikut :

Tabel 4.2 Skor Keterlaksanaan Pembelajaran

Ke lo m p o k No Nama Siswa Skor Perkembangan Jumlah 1 2 1 1 Andhika Bayu S 10 10 20 2 Frisca Puspita K 20 10 30 3 Septian Adi N 10 10 20

(4)

a p n u p A P k b p d D p t d m m t p m R p c m b m m h Jurn Ke lo m p o k No 4 2 1 2 3 4 3 1 2 3 4 4 1 2 3 4 Berdasark adanya penin pemberian kui nilai ini menan untuk memotiv prestasinya.  Analisis Hasil Penilaian hasi kognitif, aspe belajar kognit posttest. Soal diuji cobakan Dlanggu Moj pelaksanaan pr tuntas, sedan dikarenakan s mengerjakan memahami ma tersebut men pembelajaran model pembel Roket air. Pen posttest sisw Sebanyak 15 s cukup baik da menunjukkan berhasil menin siswa yang mempersiapka mengerjakan s hasil pretest sebagai beriku nal Pendidikan Nama Siswa Vivin Sindi L Fira Yuhana S Lila Nurul F Ma'ruf Buchori Rangga Permana P Suci Emawati Izzah Nuroniyah Yossi Nurdiansyah Wildan Yastian Zuhrufa Diana A Fifi Ferdiana P Shofy K M. Romadhon AL kan Tabel 4. gkatan nilai s pada setiap a ndakan proses vasi siswa untu

l belajar il belajar sisw ek afektif dan tif siswa dipe

Pretest dan P pada 16 sisw okerto dan la retest hanya 2 ngkan 14 sisw sebagian besa soal pretest ateri pretest y ningkat sete IPA terpadu t lajaran Koope ningkatan ters wa setelah p siswa dinyatak an hanya 1 s proses pem ngkatkan pres tidak tuntas an diri dalam be soal posttest y dan posttest ut : n Sains

e-Pensa

Skor Perkembang 1 2 20 1 10 0 30 1 0 1 P 10 0 10 1 0 1 h 0 1 10 2 0 1 10 1 0 2 L 20 1 2 tersebut d yang diperole akhir pertemua pembelajaran uk belajar dan wa dilakukan n aspek psik roleh dari nil Posttest terlebih wa kelas IX-E ayak digunak orang siswa ya wa tidak tun ar siswa tidak dikarenakan yang diberikan elah dilaksan tema Webbed eratif tipe STA ebut dapat dil pembelajaran kan tuntas den siswa yang tid mbelajaran ya stasi siswa. Se

tersebut men elajar dan kura ang diberikan. disajikan pad

a

. Volume 02 gan Jumlah 2 0 30 0 10 0 40 0 10 0 10 0 20 0 10 0 10 20 30 0 10 0 20 20 20 0 30 diatas, terliha eh siswa dar an. Peningkatan cukup berhasi n meningkatkan melalui aspek komotor. Hasi

lai pretest dan h dahulu telah SMP Negeri I kan. pada saa

ang dinyatakan ntas. Hal in k siap dalam siswa belum n. Namun hasi nakan proses menggunakan AD pada tema lihat dari nila

dilaksanakan ngan nilai yang

dak tuntas. In ang dilakukan

etelah ditanya ngaku kurang ang teliti dalam . Perbandingan da gambar 4.1 Nomor 01 Tah at ri n l n k l n h I at n ni m m l s n a ai n. g i n a, g m n 1 Gamb Hasi menggun oleh pe berlangsu proses p berikut : Tab No 1 Ket 2 Par 3 Me 4 Me Berd penilaian bekerja, mengajuk ke empa waktu be rata-rata menjadi dengan ra siap dal pembelaj dapat m pada seb dikarenak terbuka d selama in yang men soal. Sisw jawab se pembelaj siswa ya termasuk Data dalam Gr hun 2014, 135 bar 4.1 Perban l belajar afekt nakan lembar a engamat pad ung. Tingkat k embelajaran d el 4.3 Tingkat Aspek pe

tepatan waktu bek rtisipasi dalam disk engajukan pertanya emberikan pendapa Rata-dasarkan Tab n afektif yang berpartisipasi kan pertanyaaa at aspek peni ekerja menjadi sebesar 93,75. aspek afektif ata-rata 80,75. am mengikut aran yang dila mengeluarkan d buah forum kan siswa be dengan teman ni proses pemb njelaskan hamp wa jarang sek ehingga siswa aran. Namun ang diperoleh k dalam kategor a dari Tabel 4 rafik 4.3 sebag 5-142. ISSN: 22 ndingan hasil tif siswa dipe afektif siswa. da saat pro kemampuan a disajikan pada t Kemampuan nilaian Afektif kerja

kusi dan percobaan aan at rata el 4.2 terse g dinilai adala dalam disku an dan member ilaian afektif i aspek afektif Sedangkan m yang kurang Hal ini menu ti langkah-dem akukan namun dan menyamp diskusi deng lum terbiasa sebayanya. Da belajaran lebih pir semua mat kali melakukan a lebih cend secara garis h rata-rata se ri sangat baik. 4.2 tersebut di ai berikut : 252-7710 pretest postte eroleh dari pen Penilaian dilak oses pembel fektif siswa s Tabel 4.2 se n Afektif Sisw Rata 93 n 84 85 80 86 ebut diatas, ah ketepatan w usi dan perco rikan pendapat tersebut, kete f siswa yang te memberikan pen didapat dari unjukkan siswa mi langkah p siswa masih b paikan pendap gan baik. Ha melakukan d ari penuturan s berfokus pada eri lalu membe n diskusi dan erung pasif d besar aspek a ebesar 86.33 iatas disajikan est nilaian kukan ajaran elama ebagai a a-rata .75 4.9 .94 .75 .33 aspek waktu obaan,

.

Dari epatan erbaik ndapat siswa a telah proses belum patnya al ini diskusi siswa, a guru erikan tanya dalam afektif yang n pula

(5)

m P d o p p a g d y p d b y u p t d Grafik 4.1 Hasil bela menggunakan Psikomotor sis dan kedua pad oleh pengama selama proses sebagai beriku Tabel 4.4 T No Asp 1 Membac 2 Membac 3 Membac Berdasark penilaian psiko pada gelas uk aspek penilaia gelas ukur me dan membaca yang kurang d siswa telah penggunaanny dan stopwatch belum tersamp yang dilakuka ukur dan pro secara garis be pembelajaran y termasuk dalam Data dari dalam Grafik 4 Grafik 4.2 T P 1 Tingkat Kem ajar Psikomot lembar psi swa dilaksanak da saat praktik at. Tingkat kem

s pembelajaran ut : Tingkat Kemam pek penilaian P ca skala gelas uk ca skala meteran ca skala stopwatc Rata-rata kan Tabel 4 omotor yang d kur, meteran d an psikomoto njadi aspek ps skala stopwatc dari siswa. Ha mengenal ya daripada ala . Materi alat uk paikan dengan an, siswa diaj osedur penguk esar aspek psik yang diperoleh m kategori san Tabel 4.2 te 4.2 sebagai ber Tingkat Kema Pembelajaran I mampuan Afe tor diperoleh ikomotor sisw kan pada perte kum roket air y mampuan psik n disajikan pa mpuan Psikom sikomotor kur ch .4 tersebut dinilai adalah m dan stopwatch. r tersebut, m sikomotor sisw ch menjadi asp al ini menunju meteran d at ukur lain sep kur dan prosed n baik. Melalui jak kembali m kuran yang b komotor siswa h rata-rata sebe gat baik. ersebut diatas rikut : ampuan Psikom IPA Terpadu T ektif Siswa dari penilaian wa. Penilaian emuan pertama yang dilakukan komotor siswa ada Tabel 4.4 motor Siswa Rata-rata 84.38 84.38 82.81 83.85 diatas, aspek membaca skala Dari ke tiga membaca skala wa yang terbaik pek psikomotor ukkan rata-rata dan prosedur perti gelas ukur dur pengukuran i pembelajaran membahas ala benar. Namun a selama proses esar 83.85 yang disajikan pula motor Siswa Tipe Webbed p 139 n n a n a 4 k a a a k r a r r n n at n, s g a Analisis Respon Terpadu Kooperat menggun respon si Berd pembelaj model pe Roket air ini dilih pernyataa Webbed tipe STA Sedangka mengena 100% sis pembelaj diterapka proaktif d Pembaha Dari pembelaj model pe Roket ai Mojokert keterlaks baik. Pa merasa namun de mengatur baik. Se diterapkan kooperati Sehingga antusias proses b pembelaja konsep pemberian belajar m

pada Tema Rok

respon siswa siswa terhada

tipe Webbed m tif tipe STAD nakan instrume swa disajikan d

Grafik 4.3 dasarkan Grafi aran IPA Terp embelajaran K r mendapat re hat dari 100% an tentang pe menggunakan AD pada tem an pada pernya l pembelajaran swa menjawab aran Kooperat an dan cukup dalam proses p asan tabel 4.1 aran IPA Terp embelajaran K ir di Kelas V to sudah san anaan sebesar da pertemuan masih kaku engan berjalan r dan mengel dangkan bagi n secara terpa f tipe STAD siswa awalny dalam mengik belajar dan di aran serta adany fisika, kimia, n penghargaan mampu menja ket Air ap penerapan menggunakan m D pada tema ro en respon sisw dalam Grafik 4 3 Hasil Respon ik 4.3 Tersebu rpadu tipe We Kooperatif tipe spon yang pos % siswa men embelajaran n model pemb ma Roket air ataan kedua te n Kooperatif tip ”Tidak”. Ini m tif tipe STAD p dapat mem pembelajaran. nampak bah rpadu tipe We Kooperatif tipe VIII-D SMP ngat baik den 3.6 yang term n pertama pen dalam meng nnya waktu pe lola pembelaja i siswa pemb adu dengan m menjadi sebua ya pun sedikit kuti pembelajar ilibatkannya s nya hubungan y dan biologi n bagi kelompo adikan siswa pembelajaran model pembel oket air dilak wa.Hasil rekapi 4.3 sebagai ber n Siswa ut diatas, na ebbed menggu e STAD pada

sitif dari siswa njawab ”Ya” IPA Terpadu belajaran Koop yang dilaksan entang apakah pe STAD seb menunjukkan m sangat mudah mbantu siswa hwa keterlaks ebbed menggu e STAD pada Negeri 1 Dl ngan rata-rata asuk dalam ka neliti sebagai elola pembel eneliti mulai m aran menjadi belajaran IPA menggunakan ah pengalaman bingung dan k ran. Namun d siswa dalam p yang bermakna ditunjang d ok-kelompok b lebih antusias n IPA ajaran kukan itulasi rikut : ampak unakan tema a. Hal pada u tipe peratif nakan. siswa anyak model untuk lebih sanaan unakan tema anggu skor ategori guru ajaran mampu lebih yang model baru. kurang dengan proses antara dengan belajar s dan

(6)

t p i j m o d m k c p b m d p p p m W t b p d m m b l k u i m m p t d t y d m f k m a m Jurn termotivasi lag pada pertemua ingin tahu sisw juga akan meni materi pembela Hal ini se oleh Sudjana ( dasarnya adalah melalui kegiata kegiatan belaja Selama meng cukup aktif da proses sintaks berfokus pad memecahkan diskusi bersam Peneliti p pembelajaran pembelajaran STAD. Hasilny pada Tabel menunjukkan Webbed meng tipe STAD pa baik. Penilaian penilaian yaitu dan hasil bela menunjang sat Hasil bel mental dan o berfikir yang lebih sederh kemampuan m untuk menghu ide, gagasan, m memecahkan m Pada pen menggunakan pelaksanaan Pr tuntas, sedang dilaksanakan tuntas dengan yang tidak t diperoleh men 84,69. Hal ini STAD cuku meningkatkan faktor teman s konstruktivis menerapakan atas dasar te menemukan d nal Pendidikan gi untuk meng an kedua dan k wa yang tinggi d ingkatkan kiner ajaran. esuai dengan p (2009: 43) yang h suatu proses, an terpadu dar ar siswa deng gikuti jalannya an antusias da pembelajaran da diskusi masalah lalu ma kelompok la pun memberik guna model pem ya cukup mem 4. 2. Hasil bawa pembe ggunakan mod ada tema roke hasil belajar u hasil belajar K ajar Psikomot tu sama lain.

ajar Kognitif otak yang ber

mencakup ke ana, yaitu memecahkan m ubungkan dan metode atau pr masalah tersebu nelitian ini ha instrumen Pre retest hanya 2 gkan 14 siswa Posttest seba nilai yang cu tuntas. Ketunt ncapai 93,75% menunjukkan p up mampu prestasi belaj sebaya. Hal in yang menya pembelajaran eori bahwa dan memaham n Sains

e-Pensa

gikuti pembela ketiga. Rasa an dalam mengiku rja guru dalam pernyataan yang g berbunyi, “P terjadinya inter ri dua bentuk k an kegiatan m a pembelajara alam mengikut Kooperatif tip dalam kelo u mempresen ain.

kan kuis pada menunjang mbelajaran Ko muaskan sepert penilaian ku elajaran IPA del pembelajar et air telah be siswa terdiri Kognitif, hasil tor. Ketiga asp

berkaitan de rorientasi pad emampuan in mengingat, masalah yang m n menggabung rosedur yang d ut. asil belajar K etest dan Post orang siswa ya tidak tuntas. N anyak 15 sisw ukup baik dan

tasan klasikal dengan nilai pembelajaran K membantu jarnya. Hal in ni sesuai deng atakan “Dalam kooperatif s siswa akan mi konsep-kons

a

. Volume 02 ajaran terutama ntusias dan rasa uti pembelajaran menyampaikan g dikemukakan Pengajaran pada raksi guru-siswa kegiatan, yakn mengajar guru” an siswa pun ti proses dem pe STAD yang ompok dalam ntasikan hasi a setiap akhir keberhasilan ooperatif tipe i yang terdapa uis ini cukup

Terpadu tipe ran Kooperatif erjalan dengan atas 3 aspek belajar Afektif pek ini saling engan kegiatan da kemampuan telektual yang sampai pada menuntut siswa gkan beberapa dipelajari untuk Kognitif diukur test. Pada saa ang dinyatakan Namun setelah wa dinyatakan hanya 1 siswa l siswa yang rata-rata siswa Kooperatif tipe siswa dalam ni dikarenakan gan Pendekatan m pengajaran ecara intensif lebih mudah sep yang suli

Nomor 01 Tah a a n n n a a ni ”. n mi g m l r n e at p e f n k f g n n g a a a k r at n h n a g a e m n n n f, h t apabila m masalah i Hasi nilai yan perasaan, Afektif menerima karakteris Pada menggun Ketuntasa mencapai termasuk Pada adalah k diskusi d memberik dapat me aspek pen menjadi memberik kurang di Hal mengelua sebuah fo siswa bel teman se proses p menjelask Siswa jar sehingga pembelaj Webbed tipe STA dan meng kritis, b mengharg terlihat a yang me meningka siswa. Hasi keteramp seseorang belajar ps dari hasil Pada pen melalui p didik sel oleh peng untuk m Pada pen menggun hun 2014, 135 mereka dapat itu dengan tem

l belajar Afekt ng mencakup m , minat, sikap meliputi lim a, menjawab a sasi dengan su a penelitian i nakan instrum an belajar A i 100% dengan k dalam kategor a penelitian in ketepatan wak dan percobaan kan pendapat. enilai hasil bel

nilaian Afektif aspek Afek kan pendapat idapat dari sisw

ini menun arkan dan m orum diskusi d lum terbiasa m ebayanya. Da pembelajaran l kan hampir sem rang sekali me siswa leb aran. Melalui menggunakan AD siwa diajak gembangkan k ertanya, men gai. Pada pemb adanya penika enandakan pem

atkan kemamp l belajar P pilan dan kem g menerima p

sikomotor ini l belajar Kogn nelitian ini hasi pengamatan lan lama proses p gamat dengan mengukur peng nelitian ini h nakan instrum 5-142. ISSN: 22 saling mend mannya”.(Nur, 2 tif berhubunga mencakup wa , dan emosi. ma jenjang k atau reaksi, me atu nilai atau k ini hasil bela men lembar Afektif siswa n nilai rata-rat ri sangat baik. ni, penilaian A ktu bekerja, b n, mengajukan Ke empat as ajar Afektif si f tersebut, ketep ktif siswa y t menjadi as wa. njukkan sisw menyampaikan dengan baik. H melakukan disk ari penuturan lebih berfoku mua materi lal elakukan disku bih cenderun pembelajaran n model pemb k lebih mening kemampuan so geluarkan pe belajaran yang atan rata-rata mbelajaran cuk

uan sosial sisw Psikomotor mampuan berti

engalaman be sebenarnya me nitif dan dan h

il belajar Psiko ngsung pada t pembelajaran p n pengajuan be getahuan dan hasil belajar men lembar 252-7710 diskusikan ma 2008 8). an dengan sika tak perilaku s Secara rinci kemampuan, nilai, organisa kompleks nilai. ajar Afektif d r Afektif s a yang dipe ta siswa 86,33 Afektif yang d berpartisipasi n pertanyaaan spek tersebut c iswa. Dari ke e patan waktu b yang terbaik spek Afektif wa belum pendapatnya Hal ini dikare kusi terbuka d siswa, selam us pada guru

lu memberikan usi dan tanya j ng pasif d n IPA Terpadu belajaran Koop gkatkan potens osial dalam be ndapat dan g telah dilaksa nilai Afektif kup berhasil wa dan berfikir berkaitan d indak siswa s lajar tertentu. erupakan kelan hasil belajar A omotor siswa d tingkah laku p praktik berlan eberapa pertan keterampilan Psikomotor d Psikomotor s asalah-ap dan seperti ranah yaitu asi dan . diukur siswa. eroleh 3 yang diukur dalam n dan cukup empat ekerja dan yang dapat pada nakan dengan ma ini yang n soal. jawab dalam u tipe peratif si diri erpikir saling anakan siswa dalam r kritis dengan etelah Hasil njutan fektif. diukur peserta ngsung nyaaan siswa diukur siswa.

(7)

Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Webbed pada Tema Roket Air

141 Ketuntasan belajar Psikomotor siswa yang diperoleh mencapai 100% dengan nilai rata-rata siswa 83,85 yang termasuk dalam kategori sangat baik.

Penilaian hasil belajar Psikomotor yang diukur adalah membaca skala pada gelas ukur, membaca skala pada meteran dan membaca skala pada stopwatch. Dari ke tiga aspek penilaian Psikomotor tersebut, membaca skala gelas ukur menjadi aspek Psikomotor siswa yang terbaik dan membaca skala stopwatch menjadi aspek Psikomotor yang kurang didapat dari siswa. Hal ini menunjukkan rata-rata siswa telah mengenal meteran dan prosedur penggunaannya daripada alat ukur lain seperti gelas ukur dan stopwatch. Ini menandakan materi alat ukur dan prosedur pengukuran belum tersampaikan dengan baik pada siswa. Melalui pembelajaran yang peneliti lakukan siswa diajak kembali membahas alat ukur dan prosedur pengukuran yang benar.

Pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed mengggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema Roket air yang telah dilaksanakan di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Dlanggu Mojokerto mendapat respon yang sangat baik dari siswa. Berdasarkan Tabel 4.6 Tersebut diatas, nampak pembelajaran yang dilakukan mendapat respon yang positif dari siswa. Hal ini dilihat dari 100% siswa menjawab ”Ya” pada pernyataan tentang pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema Roket air yang dilaksanakan. Sedangkan pada pernyataan kedua tentang apakah siswa mengenal pembelajaran Kooperatif tipe STAD sebanyak 100% siswa menjawab ”Tidak”. Ini menunjukkan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD sangat mudah untuk diterapkan dan dapat membantu siswa lebih proaktif dalam proses pembelajaran.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) Keterlaksanaan pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air telah dilakukan dengan kriteria baik karena skor rata-rata yang diperoleh sebesar 3,6. 2) Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air dapat dikategorikan sangat baik. Hasil belajar Kognitif siswa menunjukkan sebanyak 93,75% siswa mencapai ketuntasan klasikal dengan nilai rata-rata siswa 84,69. Ketuntasan belajar Afektif siswa yang diperoleh mencapai 100% dengan nilai rata-rata siswa 86,33 yang termasuk dalam kategori sangat baik dan Ketuntasan belajar Psikomotor siswa yang diperoleh juga mencapai 100% dengan nilai rata-rata siswa 83,85

yang termasuk dalam kategori sangat baik. 3) Siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan pembelajaran IPA Terpadu tipe Webbed menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada tema roket air. Hal ini berdasarkan angket respon siswa dengan 100 % siswa menjawab ya mengenai proses pembelajaran yang dilaksanakan

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2008. Kriteria dan Indikator Keberhasilan Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan.

BSNP. 2013. Dokumen kurikulum 2013. Jakarta: BSNP. Ibrahim, Muslimin. 2005. Asesmen Berkelanjutan.

Surabaya: Unesa University Press.

Karim, Saeful, dkk. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII SMP/MTs. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Krisno, M. Agus, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Septin, Y. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Tema Pencemaran Air di Kelas VII-G SMP Negeri 5 Sidoarjo. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Surabaya. Unesa.

Mitarlis dan Sri Mulyaningsih. 2009. IPA Terpadu. Surabaya: Unesa University Press.

Nur, M., Wikandari, P.R., dan Sugiarto, B. 2008. Teori-Teori Pembelajaran Kognitif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah.

Nur, M. dan Wikandari, P.R. 2008. Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah.

Nur, M. 2011. Model Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah. Pratiwi, Rinie, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam

Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfa Beta.

Riduwan. 2011. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Jakarta:Alfa Beta Sudjana. 1996. Metoda Statistika edisi ke.6. Bandung:

Tarsito.

Suharsimi, A. 2006a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Suharsimi, A. 2006b. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.

(8)

T T T W U A A D F I M N N R T Jurn Suprijono, Ag Aplikasi P Trianto. 2007 Teori da Publisher. Trianto. 2010. Progresif. Trianto. 2011 Berorienta Pustaka Pu Wasis dan Sug Alam SMP Pendidika Universitas Ne Skripsi & Press. Arikunto, S. 2 Jakarta: B Arends, R. 2 Mengajar Departemen Pengemba Puskur, B Fogarty, R. 19 , IRI/Skyl Ibrahim, M. Mengajar Mulyasa, E. 2 Guru. Ban Nana, S. 2010 PT Remaj Nur, M. 200 Pendekata Surabaya: Riduwan. 201 Penelitian Slavin, R. 2 Indeks. Sudjana. 2005 Trianto. 2007 Teori Dan nal Pendidikan us. 2009. Coop PAIKEM. Jogja 7. Model Pem an Praktek. Mendesain M f Jakarta: Khari 1. Model-mod asi Konstruk ublisher. geng Yuli Irian P dan MTs Kel an Nasional. egeri Surabaya & Penilaian Sk 2009. Dasar-D Bumi Aksara. 2008. Learning . Yogyakarta: P Pendidikan N angan Pembela alitbang Depdi 991. How ToIn ight Publishing 2010. Da . Surabaya : Un 2009. Standar ndung: PT Rem . Metode Pene a Rosdakarya. 08. Pengajaran an Kontrukt Unipress. 10. Skala Pen n. Bandung: Al 2009. Psikolog . Metoda Statis 7. Model Pem n Praktek. Jaka n Sains

e-Pensa

operative Learn akarta: Pustaka mbelajaran Te Jakarta: Pre Model Pembelaj isma Putra Uta del Pembelaj ktivistik. Jaka nto. 2008. Ilmu las VIII. Jakart a. 2006. Pand kripsi. Suraba Dasar Evaluas g To Teach Pustaka Pelaja Nasional. 20 ajaran IPA Ter iknas. tegrateTheCur g, Inc asar-Dasar P nipress. Kompetensi d maja Rosdakary elitian Pendidik n Berpusat Pa tivis dalam ngukuran Var lfa Beta. gi Pendidikan stika. Bandung mbelejaran Te arta: Prestasi Pu

a

. Volume 02

ning Teori dan a Pelajar. Terpadu dalam estasi Pustaka ajaran Inovatif-ama jaran Inofatif arta: Prestas u Pengetahuan ta: Departemen duan Penulisan aya: University si Pendidikan Belajar untuk ar. 006. Panduan rpadu. Jakarta rricula. Illionis Proses Belajar dan Sertifikas ya. kan. Bandung ada Siswa dan

Pengajaran riabel-Variabe n. Jakarta: PT g: Tarsito. erpadu Dalam ustaka. Nomor 01 Tah n m a f-if i n n n y . k n a: s r i : n n. l T. m hun 2014, 1355-142. ISSN: 22252-7710

Gambar

Tabel 4.1 Skor Keterlaksanaan Pembelajaran
Grafik 4.3 dasarkan Grafi aran IPA Terp embelajaran  K r mendapat re hat dari 100% an tentang pe menggunakan AD pada tem an pada pernya l pembelajaran swa menjawab  aran Kooperat an dan cukup dalam proses p asan  tabel 4.1  aran IPA Terp embelajaran  K ir

Referensi

Dokumen terkait

menunjukkan bahwa: 1) Keterlaksanaan rencana pembelajaran yang dilakukan termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor rata-rata pada pertemuan pertama dan kedua mendapatkan

Sehinga dapat dikatakan bahwa Pembelajaran IPA terpadu pada tema pestisida dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpandekatan SETS meningkatkan hasil belajar

Selanjutnya pada siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik yaitu 95% dan aktivitas siswa berada pada kategori

Selanjutnya pada siklus II diperoleh ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik yaitu 95% dan aktivitas siswa berada pada kategori

SMP dapat disimpulkan bahwa (1) Perangkat pembelajaran IPA terpadu tipe webbed tema “Tercemarkah Airku” yang berupa silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan lembar penilaian mendapat

Melalui perangkat pembelajaran IPA terpadu tersebut diharapkan siswa dapat merasakan keterpaduan materi yang digunakan dalam satu tema yaitu pengolahan minyak kelapa. Sehingga

kooperatif tipe Think Pair Share 85%, Siswa aktif dalam pembelajaran (aktivitas belajar) 85%, dan minimal 85% dari jumlah siswa kelas V telah mencapai ketuntasan

siswa telah dikatakan telah mencapai ketuntasan belajar apabila terdapat minimal 85% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan belajar. Siswa hanya berpedoman pada