1
RANCANGAN AKTUALISASI
Optimalisasi metode Demonstrasi Menggunakan Media Papercraft Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V
SDN 04 Sungai Utik
DISUSUN OLEH :
NAMA: Sylvester Langit,S.Pd NIP: 199410252020121011
NOMOR ABSEN :32
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN KAPUAS HULU
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
i
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
JUDUL : Optimalisasi Metode Demonstrasi
Menggunakan Media Papercraft pada pembelajaran Matematika siswa Kelas V SDN 04 Sungai Utik
NAMA : Sylveter Langit, S.Pd
PANGKAT / GOL. RUANG : Penata Muda/ IIIa
NIP :199410252020121011
NOMOR DAFTAR HADIR : 32
JABATAN : Ahli Pertama- Guru Kelas
UNIT KERJA/INSTANSI : SDN 04 Sungai Utik
Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Senin tanggal 22 Maret 2021
Telah diperiksa/disetujui : COACH, Sagitarisman NIP.19881211201421001 Putussibau, 20 Maret 2021 MENTOR, Stepanus Angai, S.Pd. SD. NIP. 19680101991101003
ii
BERITA ACARA
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III ANGKATAN LXXI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN
KAPUAS HULU TAHUN 2021
Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Dua bulan Maret tahun 2021 bertempat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu ( Jl. Danau Luar No. 05 Putussibau), telah dilaksanakan
Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan LXXI di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021, sebagai berikut :
N a m a : Sylvester Langit, S.Pd Pangkat / Gol. Ruang : Penata Muda/IIIA
NIP : 199410252020121011
Jabatan : Guru Kelas
Unit kerja/Instansi : Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Mentor : Stepanus Angai, S.Pd. SD.
Coach : Sagitarisman Penguji : Didih Abidin
Judul : Optimalisasi Metode Demonstrasi Menggunakan Media Papercraf Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas
V SDN 04 Sungai Utik
Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh :
MENTOR, Stepanus Angai, S.Pd. SD. NIP. 19680101991101003 PENYAJI, Sylvester Langit, S.Pd NIP.199410252020 COACH, Sagitarisman NIP.19881211201421001 PENGUJI, Didih Abidin NIP.196909121989031006 Mengetahui :
KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KABUPATEN KAPUAS HULU
H. SARBANI, S.E., M.A.P. Pembina Utama Muda NIP. 19610415 198608 1 003
PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU
BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Danau Luar No.05 Putussibau 78711(0567) 21027 Fax. (0567) 21764
iii
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti haturkan Ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga rancangan aktualisasi dapat
diselesaikan yang berjudul, “Optimalisasi Metode Demonstrasi
Menggunakan Media Papercraft pada Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik”. Peneliti banyak mendapatkan bimbingan, bantuan, motivasi, dan saran dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih peneliti sampaikan yang terhormat kepada :
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini tidak dapat diselesaikan tanpa adanya kontribusi dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Bupati Kabupaten Kapuas Hulu.
2. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kapuas Hulu.
3. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu. 4. Anastasia Adah, S.Pd.SD. Selaku Kepala sekolah SD Negeri 04 Sungai
Utik.
5. Stepanus Angai, S.Pd.SD. selaku Kepala Koordinator Pendidikan Kec. Embaloh Hulu.
6. Bapak Sagitarisman, selaku Coach yang telah memberikan bimbingan, masukan dan motivasi.
7. Bapak Didih Abidin, Selaku penguji pada seminar rancangan aktualisasi. 8. Panitia Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan
LXXI Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021 yang turut menyukseskan berlangsungkan kegiatan Latsar ini, serta selalu memberikan motivasi selama kegiatan.
v
9. Rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXXI Tahun 2021 yang telah memberikan bantuan dan motivasi.
Peneliti sudah mengupayakan semaksimal mungkin dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini, Penulis berharap masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan pada masa yang akan datang. Semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Putussibau, Maret 2021
Peneliti
Sylvester Langit
vi
DAFTAR ISI Halaman
Halaman Persetujuan ... i
Berita Acara ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
Kata Pengantar ... iv Daftar isi ... v Daftar Tabel ... vi BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Tujuan ... 2
C. Tempat dan Waktu Kegiatan ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM ... 4
A. Profil Instansi ... 4
B. Visi, Misi, dan Tujuan Instansi ... 6
C. Tugas Pokok dan Funsi Guru ... 7
BAB III KONSEP DASAR ASN ... 13
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN ... 13
B. Kedudukan dan Peran ASN ... 19
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI... 21
A. Identifikasi Isu dan Pemecahan Masalah ... 21
B. Gambaran Umum Tentang Metode Demonstrasi ... 25
C. Keterkaitan Subsatansi Mata Pelatihan ... 26
D. Rancangan Jadwal Kegiatan ... 34
E. Jadwal Bimbingan Coach ... 35
F. Jadwal Bimbingan Mentor ... 37
vii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 profil SD Negeri 04 Sungai Utik 4
Tabel 2.2 Data Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 04 Sungai Utik 5
Tabel 2.3 Data Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik 5
Tabel 4.1 Anilisis Isu dengan Teknik APKL
22
Tabel 4.2 Nilai mata Pelajaran Siswa kelas V SDN 04 Sungai Utik 23
Tabel 4.3 Analisis Isu dengan teknik USG 24
Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi 26
Tabel 4.5 Rancangan Jadwal Kegiatan 34
Tabel. 4.6 jadwal kegiatan konsultasi bersama coach 35
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Untuk dapat membentuk seorang ASN yang Profesional perlu dilaksanakan suatu pembinaan melalui jalur Pelatihan Dasar (Latsar), dasar hukum pelatihan dasar calon ASN adalah Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, mengamanatkan instansi pemerintah wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar bagi calon ASN. Pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan untuk CPNS ini dikenal dengan istilah Latsar (Latihan Dasar).
Dalam rangka mewujudkan Pegawai ASN yang memiliki nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) sebagai bekal dalam menjalankan fungsinya, maka diadakan suatu Pelatihan Dasar Calon PNS yang dalam hal ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pemanfaatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Hal ini termuat dalam Peraturan LAN Nomor 1 tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil bahwa Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
2
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Satu di antara beberapa profesi yang merupakan bagian dari pegawai ASN dan wajib melaksanakan pelatihan dasar Calon CPNS adalah tenaga pendidik atau guru. Guru merupakan pegawai ASN yang harus mengembangkan potensi yang dimilikinya agar kinerjanya semakin membaik dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Selain itu, tenaga pendidik atau guru juga dituntut untuk memiliki karakter yang baik dalam dirinya sehingga menjadi pegawai ASN yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang embannya.
Keberhasilan CPNS, termasuk profesi tenaga pendidik atau guru dalam mengikuti pelatihan dasar diukur dari kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Melalui Kegiatan habituasi, peserta pelatihan dasar sebagai CPNS dapat membiasakan diri untuk menerapkan nilai-nilai dasar ASN , yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di lingkungan kerjanya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam hal ini, penyusun merupakan peserta pelatihan dasar yang akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN di Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan yang dilaksanakan selama agenda habituasi tertuang di dalam rancangan aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Metode Demonstrasi Menggunakan Media Papercraft
3
pada Pembelajaran Matematika Kelas V Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik”.
B. Tujuan
Tujuan rancangan aktualisasi bagi peserta Pelatihan Dasar adalah peserta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) di dalam menjalankan tugas dan fungsinya di instansi kerjanya. Selain itu, peserta Pelatihan Dasar juga mampu menganalisis manfaat aktualisasi di dalam agenda habituasi terhadap usaha terwujudnya visi, misi, dan tujuan sekolah, serta penguatan bagi nilai-nilai organisasi sekolah.
C. Tempat dan Waktu Kegiatan
Tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah di Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik, Kecamatan Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Alamat Sekolah di Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kode Pos 78755.
Waktu pelaksanaan kegiatan yaitu pada saat off class Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 71 dari tanggal 29 Maret s/d 1 Mei 2021.
4 BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Profil Instansi
1. Profil Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Tabel 2.1
Berikut adalah profil SD Negeri 04 Sungai Utik:
Profil Sekolah
1. Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SD NEGERI 04 SUNGAI UTIK
2 NPSN : 30103207
3 Jenjang Pendidikan : SD
4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : Dusun Sungai Utik
RT / RW : 2 / 1
Kode Pos : 78755
Kelurahan : Batu Lintang
Kecamatan : Kec. Embaloh Hulu
Kabupaten/Kota : Kab. Kapuas Hulu
Provinsi : Prov. Kalimantan Barat
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis : 1.0897 Lintang
5
Tabel 2.2
Data Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri 04 Sungai Utik
NO NAMA NIP JABATAN PANGKAT/
GOLONGAN
1 Anastasia Adah,
S.Pd. SD 196308261985082002
Kepala
Sekolah VI/b
2 Hamidi, A.Md, S.Pd 198511142019031002 GU/Guru
Kelas III/a 3 Sylvester Langit, S.Pd 199410252020121000 GU/Guru Kelas III/a 4 Ferdinanda Ina, S.Pd - GU/Guru Kelas - 5 Korolus Malikh Manehat - GU/Guru Kelas - 6 Yustina.S,S.Ag - GPAK/Guru Kelas - Tabel 2.3
Data Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Jumlah Siswa Berdasarkan Tingkat
Pendidikan
Tingkat Pendidikan L P Total
Tingkat 1 6 2 8 Tingkat 2 3 4 7 Tingkat 3 3 3 6 Tingkat 4 1 2 3 Tingkat 5 1 2 3 Tingkat 6 4 1 5 Total 18 14 32
6 B. Visi, Misi dan Tujuan Instansi
1. Visi dan Misi Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik VISI
“Terciptanya peserta Didik yang berkualitas, Kompetitif dan berakhlak Mulia, Unggul Dalam Prestasi dan Terpuji Diri”
MISI
Tujuan Pendidikan Dasar Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik adalah: a. Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
b. mewujudkan peserta didik yang kompetitif dan berkualitas c. Membina peserta didik yang berkpribadian, berakhlak mulia dan
berbudaya
d. Menerapkan kedisiplinan / tata tertib terhadap seluruh warga sekolah.
2. Tujuan Umum Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Tujuan Pendidikan Dasar Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik adalah:
a. Menuntaskan program wajib belajar 9 tahun
b. Terwujudnya peserta didik yang kompetitif dan berkualitas c. Terbinanya peserta didik yang berkpribadian, berakhlak mulia
dan berbudaya
3. Nilai-nilai Organisasi di Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Nilai nilai organisasi yang ada di Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik adalah sebagai berikut:
7 b. Jujur c. Prestasi d. Peduli e. Kreatif f. Kerjasama g. Tanggung jawab h. Disiplin i. Berani j. Mandiri
C. Tugas Pokok dan Fungsi Guru 1. Tugas Guru
a. Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah seorang pendidik yang menjadi tokoh / panutan bagi peserta didik dan lingkungannya. Maka seorang guru itu harus:
1) Mempunyai standar kualitas pribadi yang baik.
2) Bertanggung jawab terhadap tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah.
3) Berani mengambil keputusan berkaitan dengan
pembelajaran dan pembentukan kompetensi.
b. Guru Sebagai Pelajar
Di dalam tugasnya seorang guru membantu peserta didik dalam meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka seorang guru harus mengikuti perkembangan teknologi agar apa yang di bawakan seorang guru pengajarannya tidak jadul.
8
c. Guru Sebagai Pembimbing
Sebagai pembimbing seorang guru dan siswa di harapkan ada kerja sama yang baik dalam merumuskan tujuan secara jelas dalam proses pembelajaran.
d. Guru Sebagai Pengarah Seorang guru di harapkan dapat
mengarahkan peserta didiknya dalam memecahkan
persoalan yang telah di hadapinya dan bisa mengarahkan kepada jalan yang benar apabila mengalami persoalan yang negative yang telah menimpa dirinya.
e. Guru Sebagai Pelatih
Mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik dalam membentuk kompetensi dasar sesuai dengan potensi masingmasing dari peserta didik.
f. Guru Sebagai Penilai Penilaian merupakan proses penetapan kualitas hasil belajar / proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik yang meliputi tiga tahap yaitu: Persiapan, Pelaksanaan, dan Tindak lanjut.
2. Tugas Guru dalam Bidang Kemanusiaan
Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru
mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan jika dikaitkan dengan kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengan logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Tugas manusiawi / kemanusiaan adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas utama dan manusia kelak dengan sebaikbaiknya. Adapun tugas-tugas tersebut meliputi: a. Seorang guru dapat menjadi orang tua bagi murid-muridnya
9
b. Seorang guru dapat menarik simpati para peserta didiknya c. Seorang guru dapat menjadi motivator dalam kegiatan belajar
mengajar
3. Tugas Guru dalam Bidang Kemasyarakatan
Sebagai agen masyarakat, guru berperan sebagai mediator (penegah) antar masyarakat dengan dunia pendidikan khususnya disekolah. Dalam kaitan ini Guru akan membawa dan mengembangkan berbagai upaya pendidikan disekolah kedalam kehidupan dimasyarakat, dan juga membawa kehidupan dimasyarakat, dan juga membawa kehidupan dimasyarakat sekolah.
4. Fungsi Guru
Menurut UU.RI No. 14 th 2005 bab 2 pasal 5 yang berbunyi:
Kedudukan dosen/guru sebagai tenaga profesional
sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 1 berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen/guru sebagai agen pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta pengabdi kepada masyarakat, berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Adapun fungsi Guru sebagai berikut:
a. Sumber Belajar
Mengingat tugas guru sebagai tranmisi ilmu, mka di harapkan mampu menguasai materi yang di ajarkannya. Sebab seorang guru merupakan sumber dari belajarnya. Apa yang tidak dipahami oleh peserta didik, diharapkan seorang gurulah yang akan membantunya dalam memecahkan persoalan yang di hadapi.
10 b. Fasilitator
Sebagai fasilitator seorang guru berperan sebagai
pendamping belajar para peserta didiknya dengan suasana yang menyenangkan. Agar dapat melaksanakan tugas sebagai fasilitator ada beberapa hal yang harus dipahami guru :
1) Memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut.
2) Mempunyai keterampilan dalam merancang suatu media. 3) Mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta
dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar.
4) Mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik.
c. Pengelolah
Seorang guru sebagai pengelolah pembelajaran berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa belajar dengannyaman. Sebagai manager, guru memiliki 4
fungsi umum: merencanakan tujuan belajar,
mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk
mewujudkan tujuan belajar. Memimpin, meliputi : memotivasi, mendorong dan menstimulasi peserta didik, mengawasi segala sesuatu dalam rangka mencapai tujuan.
d. Demonstrator
Seorang guru dapat mempertunjukkan kepada peserta didik agar memahami dan mengerti dari setiap pesan yang disampaikan.
e. Pembimbing
Setiap peserta didik pada saat lahir telah memiliki potensi-potensi yang kemudian dapat di tumbuhkembangkan sesuai
11
dengan potensinya. Maka seorang guru berperan dalam membimbing dan mengarahkannya.
f. Motivator
Untuk menghasilkan sistem belajar yang optimal, seorang guru di tuntut kreatif dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didiknya dengan cara:
1) Memperjelas tujuan yang ingin di capai
2) Membangkitkan minat peserta didik dalam belajar 3) Menciptakan suasana yang menyenangkan
4) Memberikan pujian terhadap keberhasilan peserta didik 5) Memberi komentar yang mendidik tentang hasil pekerjaan
peserta didik g. Evaluator
Dengan adanya evaluasi seorang guru dapat mengetahui apakah siswanya telah berhasil sehingga mereka layak untuk diberikan materi yang baru ataukah sebaliknya sehingga mereka perlu adanya remedial.
5. Tugas Pokok dan Fungsi Guru Dalam Mencanangkan Proses Belajar Mengajar
Sebagai seorang guru sudah sepatutnyalah selalu ingat akan tugas pokok dan fungsinya, agar sosok guru senantiasa melekat seiring dengan perubahan jaman yng semakin maju. Dengan menyadari tugas pokok nya maka ia berhak untuk selalu disebut sebagai guru profesional. Dibawah ini merupakan uraian tugas pokok dan fungsi guru dalam merencanakan proses belajar mengajar agar tujuan pendidikn dapat terealisasi dengan baik. a. Membuat program pengajaran (Silabus, RPP, Prota, Promes)
12
b. Menganalisa materi pelajaran c. Membuat lembar kerja siswa
d. Membuat program harian/jurnal belajar e. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
f. Melaksanakan kegiatan penilaian baik itu ulangan harian, tengah semester atau akhir semester
g. Melaksanakan analisis ulangan, program remedial,
pengayaan
h. Mengisi daftar nilai siswa, mengisi raport i. Melaksanakan bimbingan kelas/konseling
j. Melaksanakan kegiatan bimbingan guru/tutor sebaya apabila telah mengikuti pelatihan
k. Membuat alat bantu mengajar / alat peraga
l. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatn kurikulum
m. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
n. Membuat catatan tentang kemajuan peserta didik
o. Meneliti daftar hadir siswa sebelum proses pembelajaran berlangsung
p. Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
q. Mengumpulkan angka kredit dan menghitungnya untuk kenaikan pangkat
r. Menumbuhkembangkan sikap menghargai seni s. Mengikuti kegiatan kurikulum
t. Mengadakan penelitian tindakan kelas
Uraian diatas merupakan paparan tugas pokok dan fungsi guru, agar para guru menjadi lebih profesional dibidangnya dan tahu akan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
13 BAB III
KONSEP DASAR ASN
A. Identifikasi Nilai-Nilai Dasar ASN
Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aratur Sipil Negara. Tujuan menciptakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dapat menjadi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Tujuan dan Penerapan Nilai-Nilai Dasar ASN, secara umum untuk memenuhi tuntutan dan cita-cita dari butir-butir Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. Secara Khusus dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat dalam fungsinya sebagai pelayan publik. Memiliki nilai-nilai tersebut, Calon Pegawai Negeri Sipil atau Apartur Sipil Negara berhak dan wajib mengikuti pelatihan dasar. Adapun penjelasan dari Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil tersebut adalah sebagai berikut :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Adapun indikator dari Akuntabilitas adalah :
a. kejelasan target : kejelasan target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses kegiatan untuk mencapai suatu tujuan;
b. partisipasif : suatu keterlibatan fisik baik, mental dan emosional serta ikut bertanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan; : perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan; keikutsertaan, peran serta; Tanggung jawab : kewajiban tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan suatu pekerjaan;
14
d. Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.
e. Tanggung Jawab : adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di
sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
f. Adil: selalu bersikap imparsial suatu sikap yang tidak memihak kecuali kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan
g. Jujur : Sifat perkataan sesuai dengan kebenaran, menyatakan sebenar-benarnya
h. Netral : tidak berpihak
i. Mendahulukan kepentingan publik : tidak egois, menghargai pendapat orang banyak
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi Aparatur Sipil Negara untuk mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi mementingan kepentingan publik, bangsa dan negara. Adapun indikator dari nasionalisme adalah :
1) Religius artinya Patuh terhadap ajaran agama
2) Hormat- menghormati artinya saling menghormati antar sesama 3) Kerjasama artinya pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama 4) Tidak memaksakan Kehendak artinya tidak memaksa orang agar mau
menerima
5) Jujur artinya berkata dengan sebenarnya 6) Amanah artinya dapat dipercaya
7) Adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi,
ketidakjujuran / Persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan
15
8) Persamaan derajat adalah persmaan yang dimiliki diri dan orang lain
9) Tidak Diskriminatif adalah sikap tidak membedakan secara sengaja
terhadap golongan-golongan yang berhubungan dengan kepentingan tertentu. Pembedaan tersebut biasanya didasarkan pada agama, etnis, suku, dan ras. Diskriminasi cenderung dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas
10) Tenggang rasa adalah sikap kita dalam menyikapi perbedaan
sehingga tidak menyakiti ataupun menyinggung orang lain.
11) Rela bekorban adalah Bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan harta benda untuk kepentingan umum sehingga pada saatnya nanti siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara.
12) disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.
13) Musyawarah merupakan suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk dapat memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) untuk bisa mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau juga 14) Menghormati keputusan adalah menerima pendapat orang lain, tidak
memaksakan kehendak kita sendiri dan tidak boleh menyela ketika orang lain.
15) Tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu sehingga kewajiban memikul menanggung akibat.
16) Kepentingan bersama itu adalah sebuah keputusan yang sudah dipikirkan secara matang , untuk mewujudkan keinginan yang di inginkan secara Bersama
17) Hidup sederhana adalah hidup denan cara, apa adanya yang kita miliki sekarang dan tidak berlebihan.sederhana juga bukan berarti
16
miskin tapi hidup yang sederhana berada di tengah dari hidup yang kaya dan miskin.
18) Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara
sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum
target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.
3. Etika Publik
Etika publik secara empiris memiliki keterkaitan dan implikasi terhadap pelaksanaan kegiatan ketugasan PNS sehingga jika Etika Publik tidak diaktualisasikan maka pelayanan publik yang berkualitas dan relevan akan sulit diwujudkan. Selain itu nilai-nilai etis seperti tata karma, sopan santun, sikap saling menghargai dan mandiri akan semangkin pudar sehingga pelayanan publik yang menempatkan masyarakat sebagai manusia yang dimanusiakan akan semakin jauh dari harapan. Adapun indikator dari Etika Publik:
a. Sopan adalah sikap seseorang terhadap apa yang dia lihat, ia rasakan dan dalam situasi, kondisi apapun
b. Cermat adalah sikap hati-hati, teliti, sungguh-sungguh, ikhlas, rajin dan ulet dalam melakukan pekerjaan
c. Jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta)
d. Hormat adalah menghargai (takdzim, hormat, sopan)
e. integritas adalah bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari (nilai-nilai kode etik di tempat dia bekerja, (nilai-nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).
17
f. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingklah laku atau perbuatan baik yang disengaja atau tidak disengaja.
g. Disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan dan tunduk pada pengawasan
h. Taat perintah adalah mengikuti dan menuruti keinginan
atau perintah dari luar diri kita
i. Taat pada peraturan perundang-undangan adalah patuh dan tunduk kepada undang-undang
4. Komitmen Mutu
Apabila komitmen mutu tidak dilaksanakan dalam kegiatan ketugasan PNS maka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tidak dapat berjalan secara efektif, efisien, dan inovatif sehingga kualitas kinerja dan hasil kerja birokrasi cenderung bersifat stagnan. Kondisi ini sangat tidak sesuai dengan dinamika perkembangan yang telah dengan given membentuk pola piker masyarakat yang kritis diiringi dengan peningkatan kompleksitas kebutuhan dan kepentingan publik. Oleh karena itu sebagai upaya untuk menjawab tantaangan perkembangan jaman tersebut, komitmen mutu menjadi nilai dasar yang wajib di implementasikan sehingga seluruh penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik semakin diikuti dengan naiknya indeks kepuasan masyarakat. Adapun indikator komitmen mutu adalah :
Indikator nilai dasar komitmen mutu adalah sebagai berikut :
1. Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan yang diukur dengan kualitas, dan waktu, sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. 2. Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai
tujuan organisasi
3. Inovasi adalah kemampuan untuk menciptakan atau melakukan sesuatu yang baru
18
4. Berorientasi mutu adalah apa yang kita berikan diterima oleh pihak lain dengan baik, sehingga mereka puas.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, dapat disuap dan tidak bermoral. Sedangkan tidak pidana korupsi berarti tindakan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peraturan perundang-undangan. Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sedangkan pada UU No. 20 Tahun 2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi antara lain: (1) Kerugian Keuangan Negara, (2) suap-menyuap, (3) pemerasan, (4) perbuatan curang, (5) penggelapan dalam jabatan, (6) benturan kepentingan dalam pengadaan, dan (7) gratifikasi.
Anti korupsi dapat diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari nilai-nilai anti korupsi, yaitu:
a. Jujur: Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.
b. Disiplin: Kedisiplinan adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan. c. Tanggung Jawab: Tanggung Jawab adalah keadaan wajib
menanggung segala sesuatu.
d. Kerja keras: Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian keberanian.
19
f. Mandiri: Kemandirian berarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal. g. Adil: Keadilan adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak
memihak. Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
h. Berani: Keberanian dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran.
i. Kepedulian adalah mengindahkan, memerhatikan dan menghiraukan. Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap lingkungan sekitar.
B. Kedudukan dan Peranan ASN a. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang lebih unggul selaras dengan perkembangan zaman. Didalam manajemen pegawai terdapat beberapa nilai indikator yaitu kepastian hukum, profesionalisme, proporsionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas, akuntabilitas, efektif dan efisien, keterbukaan, non diskriminatif, persatuan dan kesatuan, keadilan dan kesetaraan, kesejahteraan.
b. Whole of Government (WoG)
Whole of Government adalah suatu model pendekatan
integrative fungsional satu atap yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan di atasi karena berbagai jenis sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Didalam Whole of Government terdapat beberapa nilai
20
indikator yaitu koordinasi, integrasi, kolaborasi, partisipasi, komunikasi, kerja sama, kemitraan, kepentingan bersama berkesinambungan.
c. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau/ pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa indicator yaitu jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun. Sementara prinsip pelayanan publik adalah transparan, akuntabiltas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak dan keseimbangan antara hak dan kewajiban
21 BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI A. IDENTIFIKASI ISU dan GAGASAN PEMECAHAN
Isu-isu aktual yang dapat ditemukan di Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu adalah sebagai berikut:
1. Belum disipilinnya sebagian besar siswa.
Siswa kurangnya kesadaran diri siswa dalam mematuhi peraturan yang berlaku seperti sikap siswa yang tidak disiplin saat berada di kelas, siswa yang terlambat datang masuk ke kelas dan siswa yang tidak menjalankan tugas piket.
2. Nilai materi pembelajaran matematika lebih rendah dari mata pelajaran lainnya
TABEL 4.2
Nilai mata Pelajaran Siswa kelas V SDN 04 Sungai Utik
No Nama Pelajaran
Agama PPKN MAT IPA IPS SBDP PJOK ML
1 ADVENTUS GALANG 76 80 66 80 78 79 80 85
2 YULIANA BANGKANG 80 78 62 80 77 79 79 83
3 FALENTINA FEBRIANI. G 77 80 65 77 79 78 79 77
seperti pada nilai raport siswa semester ganjil yaitu dari semua mata pelajara yang ada nilai matematika lebih rendah dibanding dengan nilai pelajaran yang lain nya. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengangkat isu untuk mata pelajaran matematika yang bertujuan untuk meningkat nilai mata pelajaran matematika siswa.
3. Kurang minat siswa untuk membaca diperpustakaan.
Dilihat pada saat siswa lebih sibuk main dengan teman-teman nya dari pada membaca buku pelajaran sehingga akan berdampak untuk nilai pada siswa dan siswa masih belum mengerti pembelajaran.
22
Dalam upaya menyikapi isu-isu aktual serta tantangan perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi guru kelas, perlu ditentukan prioritas yang akan ditangani. Penentuan isu aktual prioritas dilakukan dengan menggunakan skala dengan rentang angka dari 1-5 yang menyatakan bahwa isu tersebut : “(1) Tidak Penting”, “(2) Kurang Penting”, “(3) Cukup Penting”, “(4) Penting” dan “(5) Sangat Penting”. Skala penilaian ini berpedoman pada 4 (empat) kriteria isu yaitu isu yang bersifat Aktual, Problematik, Khalayak dan Layak atau biasa di singkat APKL.
Adapun penentuan isu aktualnya sebagai berikut :
Tabel 4.1
Analisis Isu Dengan Teknik APKL
Berdasarkan hasil analisis isu – isu tersebut menggunakan analisis APKL, maka isu aktual yang paling mendasar dan mendapatkan peringkat paling
NO ISU AKTUAL KRITERIA ∑ RANK
A P K L
1 belum disiplinnya sebagian
besar Siswa 4 3 2 4 13 II
2
Nilai materi pembelajaran matematika siswa lebih rendah dibandingkan mata pelajaran lainnya
4 4 3 4 15 I
3 Kurangnya minat siswa untuk
23
tinggi yaitu “Nilai Matematika Siswa Lebih Rendah dibanding mata
pelajaran lainnya”
Berdasarkan hasil nilai mata pelajaran peserta didik tersebut, dapat diketahui bahwa isu tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya:
1. Belum optimalnya Penggunaan Metode Pembelajaran.
guru-guru belum optimalnya dalam menggunakan media pembelajaran sehingga siswa belum aktif dan siswa bosan dalam pembelajaran dan akan mempengaruhi nilai siswa untuk pembelajaran matematika.
2. Terbatasnya Sarana pembelajaran.
yaitu seperti buku dan media pembelajarn siswa yang kurang untuk sarana pembelajaran sehingga pembelajaran kurang efektiv
3. Kurangnya minat siswa dalam membaca buku pelajaran.
ini akan berdampak untuk pengetahuan siswa dalam memahami pembelajaran matematika sehingga berdampak untuk nilai siswa contohnya siswa lebih senang bermain dengan teman-temannya.
Dari faktor diatas penulis menentukan penyebab utama isu dengan menganalisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala penilaian 1 sampai 4, sebagai berikut:
Tabel 4.3 Analisis Isu dengan teknik USG
NO ISU AKTUAL KRITERIA ∑ RANGKING
U S G 1 Belum Optimalnya Penggunaan Metode Pembelajaran 4 3 4 11 I 2 Terbatasnya sarana pembelajaran 3 2 2 8 II
3 Kurang minat siswa
24 Pelajaran dan
memahami matematika
Berdasarkan hasil analisis masalah pokok menggunakan USG yang menggunakan skala Likert dapat diketahui bahwa faktor utama yang menjadi
masalah pokok adalah “Belum optimalnya penggunaan metode
pembelajaran”. Dengan mengetahui masalah pokok tersebut penulis dapat menyimpulkan gagasan yang tepat untuk penulisan rancangan aktualisasi ini
adalah “Optimalisasi metode Demonstrasi menggunakan media
papercraft Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas V SDN 04 Sungai Utik”.
Penulis menggunakan model pembelajaran Demostrasi berlandaskan kepada masalah yang timbul pada proses pembelajaran. Dengan menggunakan model pembelajaran Demontrasi siswa diharapkan aktif dalam proses pembelajaran. Terkait penjelasan tersebut, penulis menggunakan media papercraft (kertas karton) pada materi bangun ruang sebagai penunjang proses pembelajaran. Kurangnya minat siswa untuk membaca buku pelajaran.
B. Gambaran Umum Tentang Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah suatu stragi pengembangan dengan cara
memberikan pengalaman belajar melalui perbuatan melihat dan
mendengarkan diikuti dengan meniru pekerjaan yang didemonstrasikan. Disini penulis menggunakan metode Demonstrasi dan menggunakan media kertas karton.
Metode demonstrasi mempunyai kemampuan atau potensi mengatasi kekurangan-kekurangan guru, metode demonstrasi mampu menyampaikan meteri secara jelas dan mudah di pahami siswa. Dengan demikian penggunan metode demonstrasi dapat menyalurkan pesan yang dapat merangsang
25
pikiran, perasaan, dan kemauan. Dari hal tersebut maka proses belajar akan efektif dan prestasi belajar siswa akan meningkat
26 C. KETERKAITAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN
Tabel 4.4 Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja :Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik
Isu yang diangkat :Nilai materi pembelajaran matematika siswa lebih rendah dibandingkan mata pelajaran
lainnya
Masalah yang diangkat Belum Optimal Nya Penggunaan Metode Pembelajaran
Gagasan Pemecahan :Optimalisasi metode Demonstrasi menggunakan media papercraft Pada Pembelajaran
Matematika Siswa Kelas V SDN 04 Sungai Utik
No
Kegiatan dan Output/Hasil
Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Proses Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai-Nilai Dasar
CPNS
Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi dan Nilai-Nilai
Organisasi 1 2 3 4 5 1 Kegiatan : Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1) Berkomunikasi dengan mentor dan kepala sekolah 2) Menyiapkan silabus
mata pelajaran. 3) Membuat RPP 4) Mencetak dan
Saya berkomunikasi dengan mentor dan kepala sekolah untuk acuan pembuatan RPP.(Nasionalisme : Tanggung jawab) (WoG : Koordinasi) Saya akan menyiapkan silabus sebagai acuan materi pelajaran menentukan kompetensi Inti dan kompetensi dasar, indikator dan
Dengan menyusun RPP akan memperkuat
Visi dan Misi:
Melaksanakan Pembelajaran
dan Bimbingan secara efektif
sehingga setiap siswa
27 Output : Tersedianya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran( RPP ) Menyerahkan RPP yang telah dibuat kepada kepala sekolah
tujuan,sumber ajar,metode dan alokasi
waktu dalam proses pembelajaran
sehingga dalam proses belajar mengajar berjalan secara efektif. (Komitmen Mutu: Efektivitas) (Manajemen ASN :Profesionalisme) Saya akan membuat RPP dimana ada kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup agar dalam pembelajaran dapat terarah sehingga proses pembelajaran berjalan secara
tertib dan teratur. (Akuntabilitas:
Kejelasan Targen) (Pelayanan Publik: Kepastian Waktu) Saya akan mencetak dan melaporkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kepada kepala sekolah dengan bahasa yang santun dan sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan (Anti Korupsi :Tanggung jawab) (WOG : Komunikasi )
sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Nilai-nilai organisasi:
Kreatif, Kerjasama, Disiplin, Komunikatif
28 2 Kegiatan Menyiapkan Bahan Pembelajaran Output Tersedianya Bahan Pembelajaran 1) Menyiapkan Bahan ajar 2) Menyiapkan bahan untuk media pembelajaran 3) Membuat media pembelajaran 4) Memperlihatkan kepada kepala sekoalh media yang sudah di buat
Saya akan menyiapkan bahan ajar berupa buku mata pelajaran yang berkaitan dengan materi. (Akuntabilitas: Tanggung Jawab) (Manajemen ASN: Efisien) Saya akan menyiapkan media pembelajaran berupa berupa kertas karton atau manila, dan menyiapkan segala peralatan yang di butuhkan ( pulpen, pensil, penggaris, gunting kertas dll) kertas karton dan mengukur susuai dengan bangun ruang yang akan di buat, (Nasionalisme : kepentingan bersama) (anti Korupsi: Mandiri)Saya akan membuat media pembelajaran dengan menggunakan kerta karton atau manila, saya mengukur kertas manila kemudian menggunting sesuai dengan ukuran, dan membentuk lipatan susai dengan jenis bangunan ruang yang akan di bahas, untuk memudahkan siswa
Dengan menyiapkan bahan ajar Akan Mewujudkan
Visi dan Misi: Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan secara efektif sehingga setiap
siswa berkembang secara
optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Nilai Oraganisasi:
29
dalam melakukan praktek melipat kertas
untuk menjadi bangunan ruang.
(Komitmen Mutu: Inovasi) (Pelayanan Publik: Akurat) Saya akan memperlihatkan media kepada kepala sekoalah untuk dinilai apakah sudah tepat dan bisa dipahami siswa. (Etika Publik: Cermat) (WoG: Kolaborasi)
3 Kegiatan Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran Output Terlaksananya Proses pembelajaran 1) Melaksanakan Kegiatan Awal 2) Melaksanakan Kegiatan Inti. 3) Melakasanakan kegiatan Penutup
Saya akan mengajak siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai
pembelajaran dan Saya akan
memberitahukan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari serta tujuan yang akan dicapai. (Nasionalisme : Religius) (Pelayanan Publik : Kejelasan) saya akan menggunakan model pembelajaran Demonstrasi saya mengemukakan tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa misal mencatat
hal-Dengan melaksanakan
kegiatan awal makan akan mewujudkan Visi Dan Misi: Mewujudkan Pendidikan Yang
Beriman, Bertaqwa,
Berprestasi, dan Berbudaya Nilai Oraganisasi:
30
hal yang penting dari pelaksanaan demostrasi, mengatur tempat duduk siswa agar apabila saya menberikan contoh kepada siswa dan saya bisa melihat jelas
apa yang didemonstrasikan siswa.
Selanjut nya saya akan menjelas materi mengenai bangun ruang dan kemudia menjelaskan praktek untuk melipat kertas yang telah saya siapkan dan membagikan kertas karton atau manila yang telah saya siapkan dan siap untuk dilipat menjadi bangun ruang, dari praktik ini siswa akan mengetahui sisi dari bangun ruang yang telah mereka lipat sendiri. Saya akan membimbing bagi siswa yang belum memahami dalam praktik melipat kertas karton agar menjadi bangun ruang. (akuntabilitas: Partisipatif) (WOG : Komunikasi ) saya akan menyampaikan
31
hasil praktinya dalam melipat karton menjadi bangun ruang mereka dan membahasnya kembali bersama siswa (Manjemen ASN: Netralitas) (Anti Korupsi: Adil) memberi kemsempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang diajarkan. ( Komitmen Mutu : Efektivitas ) ( pelayan publik:Responsif) 4 Kegitan Menyiapkan intrumen penilaian evaluasi Output Instrumen penilaian
1) Membuat kisi – kisi soal bahan pembelajaran 2) Membuat soal 3) Mencetak soal 4) membuat pedoman penilaian
Saya akan menyiapkan kisi-kisi untuk soal evaluasi Saya akan membuat tugas dengan mempertimbangkan pada model
dan materi yang akan digunakan.
(akuntabilitas:konsisten) (Manajemen ASN: Proposionalitas) Saya akan membuat soal evaluasi berupa gambar bangunan ruang yang dituntut untuk menghitung sisi-sisi bangunan ruang. (Komitmen Mutu: Efektivitas) (WoG:
Dengan membuat kisi-kisi soal maka akan terlakasananya Visi dan Misi :Membina
peserta didik yang
berkpribadian, berakhlak mulia dan berbudaya
Nilai Organisasi:
32
Berkesinambungan) Saya akan mencetak soal berupa uraian tes tertulis sesuai dengan jumlah siswa yang akan
mengerjakannya tanpa harus
membedakan kemampuan semua siswa (Nasionalisme: Persamaan derajat) (Manajemen ASN : Netralitas ) Saya akan
membuat pedoman penilaian untuk
memberikan skor nilai kepada siswa (Komitmen Mutu: Berorientasi Pada mutu) (Pelayan Publik: tidak diskriminatif) 5 Melaksanakan penilaian Ouput Nilai siswa 1) Membuka pelaksanaan evaluasi 2) Melaksanakan evaluasi 3) menutup kegiatan evaluasi
Saya akan membuka pelaksanaan
Evaluasi dengan salam dan doa
(nasionalisme: Religius) Saya akan membagikan LKS kepada siswa dan mengawasi siswa dalam mengerjakan LKS, kemudian mengumpulkan LKS apabila sudah selesai dikerjakan (Etika
Dengan melakasanakan
penilaian maka akan
Mewujudkan
Visi dan Misi: mewujudkan peserta didik yang kompetitif dan berkualitas.
33 Menyetujui : Putussibau Maret 2021 4) membagikan hasil kerja siswa
Publik: Disiplin) (WoG: Partisipasi) Saya akan menutup evaluasi dengan salam dan doa (Nasionalisme: Religius) (Akuntabilitas : Konsisten) Saya akan membagikan hasil pekerjaan siswa yang
telah diberi penilaian
(Akuntabilitas:Netral) (Pelayanan Publik:Transparan)
Religius,disiplin
Coach Mentor, Peserta,
Sagitarisman Stepanus Angai, S.PD.SD Sylvester Langit,S.Pd NIP. 19881211201421001 NIP.196801011991101003 NIP.199410252020121011
34 D. Rancangan Jadwal kegiatan
Tabel 4.5 Rancangan Jadwal Kegiatan
Mentor, Peserta,
Stepanus Angai, S.Pd.SD Sylvester Langit,S.Pd NIP.196801011991101003 NIP.199410252020121011 Nama Peserta Sylvester Langit, S.Pd
No. Daftar Hadir 32
Satuan Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tempat Aktualisasi Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik
No Kegiatan Tanggal Pelaksana Ouput 1 Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp)
29-31 april 2021 Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)
2 Menyiapkan
Bahan
Pembelajaran
5-8 april 2021 Papercraft (Kertas manila
siap bentuk bangun Ruang)
3 Melaksanakan
Kegiatan Pembelajaran
12 april 2021 Terlaksananya kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
4 Menyiapkan
Isntrumen Penelian
19-21 april 2021 Iembar kerja peserta siswa
(LKS)
5 Melaksanakan
Penilaian
22 April 2021 Terlaksananya kegiatan
35 E. Jadwal Bimbingan coach
Tabel. 4.6 jadwal Bimbingan bersama coach
Nama Peserta : Sylvester Langit, S.Pd
No.Daftar Hadir : 32
Satuan Kerja : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu
Tempat Aktualisasi : Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik
No Tanggal/ Waktu Kegiatan Catatan Bimbingan Media Komu nikasi Paraf Coach 1 12/3/2021 19.00 Wib
Diskusi awal terkait penyususnan RA
Mencari isu-isu yang ada di sekolah Tatap Muka 2 15/3/2021 19.30 Wib Konsultasi isu-isu
yang akan diangkat
Membuat catatan isu-isu yang ada di sekolah Tatap Muka 3 16/3/2021 19.30 Wib
Bimbingan isu yang akan diangkat Memilih isu yang aktual Tatap Muka 4 18/3/2021 19.30 Wib Menyusun
rancangan dari Bab 1 sampai Bab 3 Perhatikan Langkah-langkah dalam penyusunan Tatap Muka 5 18/3/2021 19.30 Wib Mencari indikakator Aneka dan Kedudukan ASN Mempelajari maksuda dan tujuan masing-masing Indikator Tatap Muka 6 21/3/21 19.30 Wib Mengaitkan
Nilai-nilai ANEKA dan
kedudukan ASN Menyesuaika n indikator dengan langkah-Tatap Muka
36 dengan Langkah-langkah kegiatan. langkah kegiatan pembelajaran 7 24/3/2021 12.15 Wib Revisi Rancangan Aktualisasi Bimbangan rancangan aktualisasi dan perbaikan Tatap muka Coach Peserta Sagitarisman
NIP. 19881211201421001 Sylvester Langit, S.Pd
37 F. Jadwal Bimbingan Mentor
Tabel 4.7 Jadwal Bimbingan dengan Mentor Nama Peserta Sylvester Langit
No. Daftar Hadir 32
Satuan Kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tempat Aktualisasi Sekolah Dasar Negeri 04 Sungai Utik
No Tanggal/Waktu Nama Kegiatan Catatan Bimbingan Media Komunikasi Paraf mentor 1 15/3/2021 09.29 Wiba Bimbingan isu dan Masalah RA
Bisa dilanjutkan Via WA dan Telepon
Mentor, Peserta,
Stepanus Angai, S.PD.SD Sylvester Langit,S.Pd NIP.196801011991101003 NIP.199410252020121011
38
DAFTAR PUSTAKA
Erwan, Damayani.2017.Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Fatimah, E, & Erna Irawati.2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kumorotomo, dkk.2017.Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Etika Publik.Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kusumasari, dkk.2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:Akuntabilitas. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Latif, dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Nasionalisme. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Suwarno, Y, & Sejati, T. A. . (2017). Whole Of Government: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS : Anti Korupsi. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
Yuniarsih, T, &Taufiq, M. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Komitmen Mutu. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.