• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KOMPENSASI DAN DISPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (PT. AHAZ KARYA MANDIRI PALEMBANG) Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KOMPENSASI DAN DISPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (PT. AHAZ KARYA MANDIRI PALEMBANG) Abstract"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

61

(PT. AHAZ KARYA MANDIRI PALEMBANG) Kellyn Oktaviana1, Masayu Safita2, Randi Yopanggi3,

Shinta Dwi Putri4, Fawwaz El-Farobie5, Saprida6

1,2,3,4,5Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah STEBIS IGM Palembang

6Dosen Prodi Ekonomi Syariah STEBIS IGM Palembang

Email: [email protected], [email protected]2,

[email protected], [email protected]4,

[email protected], [email protected]6

Abstract

Compensation is anything that employees receive in return for their work. In addition to remuneration, it can also motivate them to achieve goals and improve work performance for employees. employees of PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang works diligently and disciplines. However, there are also some employees of PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang who came to work but did not attend in the morning, there were some employees who attended late and did not attend the afternoon within 15 working days, there were employees who had worked for a long time but had not been appointed as permanent employees. To maximize employee discipline of PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang, the head of the company gave compensation so that it had an impact on a pleasant work atmosphere so that it would increase enthusiasm in carrying out work.

Keywords: Compensation, discipline, employees.

Abstrak

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Selain balas jasa juga bisa memotivasi mereka dalam mencapai tujuan dan meningkatkan prestasi kerja pada karyawan. karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang bekerja rajin dan disiplin. Namun ada juga sebagian karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang yang masuk kerja namun tidak absensi pagi, terdapat beberapa karyawan yang telat hadir dan tidak absen sore dalam kurun waktu 15 hari kerja, adanya karyawan yang sudah lama bekerja namun belum diangkat sebagai karyawan tetap. Untuk memaksimalkan kedisiplinan karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang, kepala perusahaan memberikan konpensasi sehingga memberikan dampak suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat dalam melaksanakan pekerjaan.

(2)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 62 Pendahuluan

Keberadaan sumber daya manusia merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah perusahaan, baik perusahaan dalam skala besar maupun kecil. Sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan menjadi saling terkait dengan setiap bagian perusahaan dan memiliki peran yang sangat penting untuk berlangsungnya ekstensi perusahaan. Perkembangan dalam perusahaan akan tercapai apabila ditunjang dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Perusahaan dengan kualitas SDM yang tinggi mampu menjalankan fungsi-fungsi organisasi dengan baik sehingga mampu mencapai tujuan dan meningkatkan keberhasilan perusahaan

Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan, permasalahan yang akan dihadapi manajemen bukan hanya terdapat pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi,uang dan lingkungan kerja saja, tetapi juga menyangkut karyawan (sumber daya manusia) yang mengelola faktor-faktor produksi tersebut. Penanganan sumber daya manusia sangat bergantung pada tingkat kesadaran manajemen terhadap pentingnya sumber daya manusia dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan antar perusahaan dalam penyediaan waktu, biaya, dan usaha dalam pengelolaan SDM yang efektif mengharuskan manajer atau pimpinan dapat menentukan cara terbaik dalam mendayagunakan orang-orang yang ada di dalam lingkungan perusahaan agar tujuan-tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Salah satu keberhasilan pimpinan didukung oleh kinerja karyawan. Dalam pekerjaan adanya peraturan, oprasional, dan administratif menjadi bagian konstruktif dalam menggerakkan karyawannya, tetapi dengan adanya dukungan dan motivasi serta pengarahan bimbingan masalah akibat karyawan yang sering melanggar aturan jam kerja di PT. Ahaz Karya Mandiri agar terciptanya kinerja yang lebih baik lagi.

Kinerja yang tinggi sangatlah diharapkan oleh perusahaan. Semakin banyak karyawan yang mempunyai kinerja yang tinggi, maka produktivitas perusahaan secara keseluruhan akan meningkat sehingga perusahaan akan dapat bertambah dalam persaingan global. Adapun faktor negatif yang dapat menurunkan kinerja karyawan, diantaranya adalah menurunnya keinginan karyawan untuk mencapai prestasi kerja, kurangnya kedisiplinan waktu sehingga karyawan kurang mentaati peraturan yang berpengaruh pada gaji dan kinerja karyawan kedepannya di PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang.

Landasan Teori

1. Sejarah PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang

Konstruksi secara umum dipahami sebagai segala bentuk pembuatan/pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan, bendung, jaringan irigasi, gedung, bandara, pelabuhan, instalasi telekomunikasi, industri proses, dan sebagainya) serta pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur (Well, 1986). Namun demikian, konstruksi dapat juga dipahami berdasarkan kerangka perspektif dalam konteks jasa,

(3)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 63 industri, sektor atau kluster. Menurut Undang-undang tentang Jasa Konstruksi, jasa konstruksi adalah jasa perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan suatu pekerjaan konstruksi. Sektor konstruksi dikonsepsikan sebagai salah satu sektor ekonomi yang meliputi unsur perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, dan operasional berupa transformasi dari berbagai input material menjadi suatu bentuk konstruksi (Moaven zadeh, 1978). Industri konstruksi sangat esensial dalam kontribusinya pada proses pembangunan, dimana hasil produk industri konstruksi seperti berbagai sarana, dan prasarana merupakan kebutuhan mutlak pada proses pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat (Henriod, 1984).

Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi konstruksi dan/atau pekerjaan konstruksi. Sektor jasa konstruksi merupakan kegiatan masyarakat mewujudkan bangunan yang berfungsi sebagai pendukung atau prasarana aktivitas sosial ekonomi kemasyarakatan guna menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional. Jasa konstruksi diatur dengan UU tersendiri dan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. UU jasa konstruksi terbaru saat ini adalah Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi mencabut Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi, karena belum dapat memenuhi tuntutan kebutuhan tata kelola yang baik dan dinamika perkembangan penyelenggaraan jasa konstruksi.

Penyelenggaraan jasa konstruksi dilaksanakan berlandaskan pada asas kejujuran dan keadilan, manfaat, kesetaraan, keserasian, keseimbangan, profesionalitas, kemandirian, keterbukaan, kemitraan, keamanan dan keselamatan, kebebasan, pembangunan berkelanjutan, serta berwawasan lingkungan. Undang-undang ini mengatur penyelenggaraan Jasa Konstruksi dengan tujuan untuk memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan Jasa Konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang kukuh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil jasa konstruksi yang berkualitas; mewujudkan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban.

2. Tujuan Penyelenggaraan Jasa PT. Ahaz Karya Mandiri

Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang kukuh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil jasa konstruksi yang berkualitas, mewujudkan ketertiban penyelenggaraan jasa konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia Jasa dalam menjalankan hak dan kewajiban, serta meningkatkan kepatuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, mewujudkan peningkatan partisipasi masyarakat di bidang jasa konstruksi, menata sistem jasa konstruksi yang mampu mewujudkan keselamatan publik dan menciptakan kenyamanan lingkungan terbangun, menjamin tata kelola penyelenggaraan jasa konstruksi yang baik danmenciptakan integrasi nilai tambah dari seluruh tahapan penyelenggaraan jasa konstruksi.

(4)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 64 3. Profil PT. Ahaz Karya Mandiri

Jasa Konstruksi PT. Ahaz Karya Mandiri telah berdiri sejak tahun 2015 yang dipimpin /PJBU Muhammad Rangga, ST. yang bertempat dijalan Residen Abduk Rozak Komp. PHDM 1 Blok A 22 RT. 42 RW. 01 Kel Kalidoni. Kota Palembang Sumatera Selatan . dan telah memiliki Surat Izin dari Walikota Palembang. dan Kelengkapan Surat lainnya seperti Surat izin usaha perdagangan (SIUP KECIL), NPWP Kantor, Tanda daftar perusahaan perseroan terbatas, serta telah mendapatkan Piagam Keanggotan, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia, pada tahun 2018.

(5)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 65 4. Visi dan Misi PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang

a. Visi

Menjadi perusahaan swasta nasional terdepan di industri jasa kostruksi, perdagangan , pengadaan barang, berkembang secara berkeseimbangan, memberikan kesejahteraan kepada karyawan, pengurus, dan stake holder lainnya dan mencapai konsep tata kelola perusahaan yang baik.

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut, PT. Ahaz karya mandiri menerapkan misi antara lain :

1. pemberdayaan maksimal dari enam pilar usaha konstruksi dan perdagangan yaitu: Pemasaran, Operasional, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Mutu dan Teknologi Informasi.

2. Menyamakan persepsi diantara oengurus untuk mempertahankan nilai-nilai perusahaan dan mencapai tjuan bersama.

3. Penerapan prinsip ketelitian dan kebijakan dalam pengambilan keputusan dan tata kelola perusahaan yang baik.

4. Peningkatan kompetensi di eara globalisasi lewat kerjasama dengan perusahaan kontraktor nasional maupun internasional.

5. Melindungi Asset perusahaan dan menerapkan goals mission pada dasarnya.

6. Dan mengembangkan inovasi komunikasi.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan data primer karena berdasarkan wawancara langsung kepada pegawai PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang.

Pembahasan 1. Kompensasi

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Selain balas jasa juga bisa memotivasi mereka dalam mencapai tujuan dan meningkatkan prestasi kerja pada karyawan. Segala sesuatu yang diterima baik berupa fisik maupun non fisik. Kompensasi juga berarti seluruh imbalan yang diterima oleh seorang pekerja/karyawan atas jasa atau hasil dari pekerjaannya dalam sebuah perusahaan dalam bentuk uang atau barang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kompensasi juga merupakan sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai imbalan jasa mereka terhadap perusahaan. Seorang karyawan menghargai sebuah kerja keras dan akan menunjukan loyalitasnya kepada perusahaan. Kompensasi berbentuk finansial berbentuk gaji, upah, bonus, komisi, asuransi karyawan, bantuan sosial karyawan, tunjangan, libur, atau cuti tetap dibayar, sedangkan dalam bentuk non finansial, berupa tugas menarik, tantangan tugas, tanggung jawab tugas peluang, pengakuan, lingkungan peerjaan yang menarik.

(6)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 66 2. Tujuan Kompensasi dari Perusahaan untuk Karyawan

Selain dampak-dampak positif yang bisa perusahaan dapatkan, tentu perusahaan juga memiliki tujuan dalam memberikan kompensasi kepada karyawannya, Sebagai Berikut:

a. Mempertahankan Karyawan Berprestasi yang Sudah Ada Tujuan pertama adalah mempertahankan karyawan yang dianggap potensial dan berkualitas untuk bisa tetap bekerja. Hal tersebut juga berguna untuk mencegah tingkat perputaran kerja karyawan yang tinggi. b. Mendapatkan Karyawan yang Berkualitas

c. Salah satu cara agar sebuah perusahaan atau organisasi mendapatkan karyawan atau calon pelamar yang berkualitas adalah dengan memberikan tingkat kompensasi yang cukup kompetitif dibandingkan dengan perusahaan/organisasi lain.

d. Menjamin Adanya Keadilan dalam Perusahaan Tujuan lainnya adalah menjamin terpenuhinya keadilan dalam hubungan antara manajemen dan karyawan. Ini juga bertujuan sebagai balas jasa organisasi atas apa saja yang sudah dilakukan atau diabdikan seorang karyawan kepada perusahaan. Jadi, keadilan dalam pemberian upah, bonus, insentif, dll dalam perusahaan mutlak dipertimbangkan oleh perusahaan.

e. Mengefisiensi Biaya Tujuan yang satu ini dimaksudkan, jika sebuah perusahaan merencanakan atau mengadakan program kompensasi yang rasional, maka akan membantu perusahaan atau organisasi tersebut mendapatkan dan mempertahankan sumber daya manusia pada tingkat biaya yang layak. Dengan upah, insentif, bonus, dll yang kompetitif, perusahaan akan memperoleh keseimbangan dari etos kerja karyawan yang meningkat.

f. Memenuhi Administrasi Legalitas Dalam administrasi kompensasi yang seharusnya ada di setiap perusahaan juga terdapat batasan legalitas yang diatur oleh pemerintah dalam sebuah undang-undang. Jadi, pengadaan administrasi ini dalam sebuah perusahaan juga bertujuan untuk memenuhi administrasi legalitas.

g. Memicu Adanya Perubahan Perilaku dan Sikap yang Semakin Baik Tujuan yang diharapkan perusahaan dari adanya kompensasi yang layak dan adil kepada karyawan adalah karyawan dapat memiliki sikap dan perilaku yang baik dan dapat menguntungkan serta mempengaruhi produktivitas kerja. Kerja yang baik, kesetiaan, pengalaman, tanggung jawab dan perilaku-perilaku lainnya yang dapat meningkat berkat dihargai melalui fasilitas yang efektif dari perusahaan/organisasi.

3. Disiplin kerja

Secara umum, pengertian disiplin kerja adalah suatu sikap dan perilaku seseorang yang menunjukkan ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban pada peraturan perusahaan atau organisasi dan normal sosial yang berlaku (Zamzam, Fakhry., & Havis, 2016). Bagi perusahaan, adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan kerja perusahaan, sehingga mendapat hasil yang optimal. Sedangkan adanya disiplin kerja bagi karyawan yaitu

(7)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 67 memberikan dampak suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat dalam melaksanakan pekerjaannya.

4. Tujuan Displin Kerja

Tujuan Displin Kerja Antara Lain:

1. Agar para pegawai menepati segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan maupun peraturan dan kebijakan organisasi yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, serta melaksanakan perintah manajemen dengan baik.

2. Pegawai dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan pelayanan yang maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan organisasi sesuai dengan bidang pekerjaan yang diberikan kepadanya.

3. Pegawai dapat menggunakan, dan memelihara sarana dan prasarana, barang dan jasa organisasi dengan sebaik-baiknya.

4. Para pegawai dapat bertindak dan berpartisipasi sesuai dengan norma-norma yang berlaku pada organisasi

5. Pegawai mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan harapan organisasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang”. Berdasarkan tujuan disiplin kerja maka disiplin kerja pegawai harus ditegakkan dalam suatu organisasi. Tanpa dukungan organisasi pegawai yang baik, sulit bagi organisasi untuk mewujudkan tujuannya. Jadi, kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu perusahaan organisasi untuk mencapai tujuannya

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang bekerja rajin dan disiplin. Namun ada juga sebagian karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang yang masuk kerja namun tidak absensi pagi, terdapat beberapa karyawan yang telat hadir dan tidak absen sore dalam kurun waktu 15 hari kerja, adanya karyawan yang sudah lama bekerja namun belum diangkat sebagai karyawan tetap. Untuk memaksimalkan kedisiplinan karyawan PT. Ahaz Karya Mandiri Palembang, kepala perusahaan memberikan konpensasi sehingga memberikan dampak suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat dalam melaksanakan pekerjaan.

(8)

JIMESHA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah, Vol. 1 No. 1, Maret 2021 68 Daftar Pustaka

Handoko, T., Hani. (2004). Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: penerbit BPFE.

Mthis dan Jackson. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi pertama, cetakan pertama. Yogyakarta : selemba empat.

Hasibuan, Melayu. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT BPFE

Simamora, Henry, 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi kedua. Yogyakarta: BP STIE YKPN.

Vethzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik, Jakarta: PT. Raja Garafindo persada.

Milkovich, George and Jerry newma.(2008). Compensation. USA: Ninth edition.

Djati, S., Pantja. Dan khusnaini, M., (2003), “ kajian terhadap kepuasan kompensasi, komitmen organisasionalbdan prestasi kerja. “ jurnal manajemen dan kewirausahaan, vol.5,no 1 , Maret, ha; 25-41

Dessler, Gery. (2002). Manajemen sumber daya manusia . Jakarta: PT Prehalindo.

Hasibuan, SP. Melayu. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi askara.

Zamzam, Fakhry., & Havis, A. (2016). Manajemen SDM Berbasis SDM. CV. RWTC Success.

Referensi

Dokumen terkait

Tanah sampel yang merupakan jenis tanah vertisol diambil dari lokasi tercemar limbah tekstil, termasuk dalam kondisi tanah tercemar logam berat dengan kadar awal Cu sebesar

Prosedur pelayana harus mudah dimengerti dan mudah dilaksanakan sehingga terhindar dari prosedur birokrasi yang berlebih-lebihan, berbelit-belit ( time consuming

Cilj istraživanja: Utvrđivanje ustrajnosti prema farmakoterapiji kod kroničnih bolesnika sa šećernom bolesti te utvrđivanje možebitne razlike u ustrajnosti bolesnika s

Dalam PPI tujuan seluruh proses pembelajaran adalah agar siswa menjadi manusia yang utuh, menjadi manusia bagi dan bersama orang lain.. Secara lebih jelas itu diungkapkan dalam 4

Adapun yang dimaksud sebagai ruang fungsional kota adalah ruang perkotaan dengan fungsi khusus yang tercermin dari kegiatan utama yang berlangsung di kawasan tersebut, seperti

Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) proporsi rumah tangga rawan pangan di provinsi-provinsi luar Jawa khususnya wilayah Kawasan Timur Indonesia dan daerah

Berdasarkan kurva pertumbuhan Gompertz diperoleh nilai titik infleksi, yaitu umur dan bobot infleksi yang digunakan untuk menduga laju pertumbuhan pada itik Alabimaster

Mekanisme penyisipan juga menggunakan parameter yaitu jumlah minimum pola pada area frame-frame harus sama dengan pola bit informasi yang ingin disisipkan agar dapat