• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU DENGAN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU DENGAN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU DENGAN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik

Oleh:

BAYU PULBEN ADY D200 110 140

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018

(2)

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT

KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU

DENGAN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS

MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR

Oleh:

BAYU PULBEN ADY D200 110 140

Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh:

Dosen Pembimbing

Bambang Waluyo F, ST, MT NIK. 735

(3)

HALAMAN PENGESAHAN MAKALAH TUGAS AKHIR

Naskah Tugas Akhir berjudul “PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU

DENGAN MESIN CNC ROUTER 3 AXIS” telah di setujui pembimbing

dan diterima untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh derajat sarjana S1 pada jurusan teknik mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Dipersiapkan oleh :

Nama : BAYU PULBEN ADY

NIM : D200.11.0140 Disetujui pada

Hari :

Tanggal :

Koordinator Seminar Tugas Akhir

Ir. Sunardi Wiyono, MT

Pembimbing

(4)

iv iii

(5)

PENGARUH KADAR AIR TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PADA PEMBUATAN TOPENG KAYU DENGAN MESIN CNC

ROUTER 3 AXIS

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar air pada pembuatan topeng kayu hasil pemesinan CNC milling router 3 axis pada material kayu, terhadap kekasaran permukaan yang dihasilkan dalam satuan (Ra) mana yang hasilnya baik, dan pengaruh pengaruh variasi tool path terhadap waktu proses pemesinan. Peneltian ini menggunakan bahan kayu mahoni dan menggunakan mesin CNC milling Router 3 axis dengan control mach3 proses pemesinan dilakukan dengan variasi tool path, dan pengujian kekasaran permukaan menggunakan alat uji kekasaran (Roughnes Tester Tipe TR200 dengan standar ISO). Hasil penelitian menunjukan variasi kadar air menghasilkan tingkat kekasaran yang berbeda pada hasil pemesinan CNC milling router 3 axis, tingkat kekasaran permukaan pada proses pemesinan CNC milling router 3 axis dengan material kayu akan menghasilkan tingkat kekasaran antara N7 sampai dengan N8. Dari hasil pengujian dapat diketahui nilai kekasaran rata-rata (Ra) terbaik dari variasi tool path, didapatkan pada spesimen ke 2 dengan nilai kekasaran rata-rata 1,567 µm.

Kata Kunci : Kadar air, Kayu, CNC milling Router 3 axis, Kekasaran.

ABSTRACT

This research aims to know the influence of variation of water content on the manufacture of wooden masks milling CNC router machining results 3 axis on wood , against the resulting surface roughness (Ra) in units where the results were good, and the influence of the influence of the variation of the tool path towards the process of machining time. This research uses a mahogany material and use CNC milling Router 3 axis machining process control with mach3 performed with variations in tool path, and testing using a tool surface roughness test ruggedness (Roughnes Tester TR200 Type with an ISO standard). Research results showed variation moisture content produces different levels of roughness on results of machining CNC milling router 3 axis, the level of surface roughness in machining CNC router milling process 3 axis with wooden material will result in a degree of roughness between up to N8 N7. From the test results can be known to the average roughness values (Ra) best of variations in tool path, obtained on the specimen to 2 with average roughness value of 1.567 µm.

(6)

2

1. PENDAHULUAN

Seiring berkembangnya usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) khususnya pengrajin batik kayu yang berada didaerah klaten, dalam produksinya masih menemui beberapa kendala, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat sebuah kerajinan secara manual, sedangkan permintaan pasar semakin hari semakin tinggi baik itu pasar dalam negri maupun pasar luar negri. Untuk membuat sebuah miniatur topeng mebutuhkan waktu satu hari, selain waktu yang lama hasil dari proses kerajinan secara manual tidak bisa seragam ukurannya. Untuk mengoptimalkan proses produksi kita dapat menggunakan mesin milling cnc router

3-axis.

Dalam proses pemesinan secara manual maupun CNC (Computer

Numerical Control), output yang diharapkan adalah mampu melakukan proses

pemesinan secara cepat dan skala yang besar dan spesifikasi geometri yang diharapkan. Namun pada hasil proses pemesinan sering terjadi kekasaran pada permukaan benda yang dikerjakan sangatlah berbeda. Kekasaran permukaan adalah salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Oleh karena itu, untuk memperoleh produk bermutu berupa tingkat kepresisian yang tinggi serta kekasaran permukaan yang baik, perlu didukung oleh proses pemesinan yang tepat. Karakteristik kekasaran permukaan dipengaruhi oleh beberapa parameter pemotongan diantaranya yaitu kecepatan spindel (spindle

speed), kedalaman potong (Depth of cut), alur pahat (Tool path), dan material

benda kerjanya.(Dwi, 2016)

Karena mempunyai kelebihan dari mesin manual/konvensional alat yang di gunakan adalah Mesin CNC milling router 3 axis. Mesin CNC milling router 3

axis merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk melakukan pemotongan

benda kerja dengan pahat yang berputar pada sumbunya, permukaan yang dipotong baik berbentuk datar, sudut atau melengkung.

1.1. Tujuan Penelitian

1) Ada tidaknya pengaruh variasi kadar air terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pemesinan Mesin CNC router Milling 3 axis melalui uji kekasaran permukaan ( Surface roughness tester ).

(7)

2) Untuk mengetahui nilai (Ra) (µm) terbaik dari variasi alur pahat (Toolpath) terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja, dan untuk mengetahui (Ra) total hasil pemesinan Mesin CNC router Milling 3 axis melalui uji kekasaran permukaan ( Surface roughness tester ).

3) Untuk mengetahui pengaruh kadar air (Water Content) terhadap waktu proses pemesinan, menggunakan mesin CNC Router 3 axis.

1.2. Batasan Masalah

Agar pembahasannya tidak terlalu luas dan menyimpang dari permasalahan, maka lingkup penelitian ini dibatasi sebagai berikut :

1) Material yang digunakan adalah kayu mahoni dengan ukuran150 mm x 100 mm x 50 mm, pemilihan bahan didasarkan karena bahan umum dugunakan untuk membuat Souvenir, harga relatif murah dan mudah didapat

2) Kadar air kayu yang digunakan berbeda beda sesue dengan yang diuji.

3) Proses pemesinan mengunakan CNC Milling router 3 axis dengan sistem control mach 3.

4) Pahat yang digunakan adalah SOLID103-013 ( ) 2. METODE PENELITIAN

2.1. Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Satu set komputer

2) Mesin CNC milling Router 3 axis 3) Digital Tacho Meter

4) Kunci pas 5) Jangka sorong 6) Digital indikator

7) Pahat end mill HSS (6mm) 8) Pahat ball nose HSS (6mm)

9) Surface Rougness taster type TR200 10) Oven

(8)

4 2.2. Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu, pemilihan material ini dikarenakan bila dibandingkan dengan material struktur lain, material kayu mempunyai berat jenis yang ringan dan proses pengerjaannya dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan ringan.

2.3. Diagram Alir Penelitian

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian

Mulai

Studi Lapangan Dan Tinjauan Pustaka

Persiapan Alat dan Bahan

Desain spesimen

Proses pengerjaan dengan mesin CNC

Milling Router 3 axis

Tidak di oven Pengovenan 20 menit 80ºC Pengovenan 30 menit 80ºC

Kedalaman pemakanan 1 mm

Step over 0,75 mm/sec

Kecepatan Spindel (10000 Rpm)

Pengambilan data Uji kekasaran permukaan

Analisa dan pembahasan

(9)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil pemesinan dan waktu pemesinan

Hasil proses pemesinan menggunakan kadar air 12%, 9,75%, 8,25%.

Gambar 2. Produk hasil pemesinan Tabel 1 Waktu proses machining Spesimen Step Over (mm) Step Down (mm) Kecepatan Spindel (Rpm) Alur

Pahat Waktu Pemakanan

A1 0,75 1 10000 3D Offset 9316 detik A2 5345 detik Rata-rata 7331 detik B1 0,75 1 10000 3D Offset 9304 detik B2 5344 detik Rata-rata 7324 detik C1 0,75 1 10000 3D Offset 9331 detik C2 5345 detik Rata-rata 7338 detik

Berdasarkan hasil pengukuran waktu rata-rata pada proses pembuatan topeng kayu menggunakan mesin CNC router milling 3 axis menggunakan

(10)

6

Gambar 3 Grafik waktu proses pemesinan

Pada gambar 3 dapat dijelaskan bahwa pada proses pemesinan spesimen A yaitu 7331 detik.Kemudian spesimen B memeliki waktu pemesinan lebih rendah yaitu 7324 detik.selanjutnya spesimen C menghasilkan waktu pemesinan lebih tinggi yaitu 7338 detik.

3.2. Uji Kekasaran

Pengujian kekasaran permukaan (Surface Roughness Test) dilakukan dengan menggunakan alat Surface Roughness Tester type TR200 milik jurusan teknik mesin di Lab. CATIA Teknik Mesin UMS. Alat ini kompatibel dengan empat standar dunia yaitu ISO, DIN, ANSI, dan JIS.

Dalam dunia industri, permukaan benda kerja memiliki nilai kekasaran permukaan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan dari alat tersebut. Nilai kekasaran permukaan berbeda, sesuai dengan kebutuhan dari alat tersebut. Nilai kekasaran permukaan memiliki nilai kwalitas (N) yang berbeda. Nilai kwalitas kekasaran permukaan telah diklarifikasikan oleh ISO dimana yang paling kecil adalah N1 yang memiliki nilai kekasaran 0,025 µm. Pengukuran kekasaran permukaan diperoleh dari sensor pergerakan stylus berbentuk diamond untuk bergerak sepanjang garis lurus pada permukaan sebagai alat indicator pengukur kekasaran permukaan benda uji.

Angka kekasaran dapat dilihat pada Tabel 2 berikut :

7331 7324 7338 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 A B C Wakt u p em es ina n (De tik ) Spesimen

(11)

Tabel 2. Angka kekasaran Permukaan Menurut ISO atau DIN 4763:1981

(Sumber :Arif, 2012 : 62)

Tabel 3 Data Hasil pengukuran kekasaran dengan kadar air 12%

Spesimen Titik Pengukuran Step Over (mm) Kecepatan Spindel (Rpm) (Ra) µm A1 1 0,75 10000 1.704 2 1.691 Rata-rata 1.698 A2 1 0,75 10000 2.281 2 2.520 Rata-rata 2.401 Rata-rata (Ra) 2.050

Pada proses masining kadar air 12% menghasilkan kekasaran pada spesimen A1 sebesar 1,698 µm, A2 sebesar 2,401 µm. Sedangkan rata-rata kekasaran (Ra) didapatkan hasil sebesar 2,050 µm.

Kelas Harga Toleransi Panjang Sampel

Kekasaran Ra (µm) (µm) N12 50 37,5 - 75 N11 25 18,5 - 37,5 N10 12,5 9,6 - 18,5 N9 6,3 4,8 - 9,6 N8 3,2 2,4 - 4,8 N7 1,6 1,2 - 2,4 N6 0,8 0,6 - 1,2 N5 0,4 0,3 - 0,6 N4 0,2 0,15 - 0,3 N3 0,1 0,08 - 0,15 N2 0,05 0,04 - 0,08 N1 0,025 0,02 - 0,04 0,08 8 2,5 0,8 0,25 (mm)

(12)

8

Gambar 4 grafik kekasaran permukaan hasil pemesinan.

Pada gambar 4 menunjukan bahwa kekasaran permukaan pada spesimen A1 lebih rendah yaitu 1.698 µm,dibandingkan dengan spesimen B yaitu 2.401. Hasil kekasaran permukaan ini menunjukan bahwa banyak factor yang mempengaruhi tingkat kekasaran pada spesimen yaitu kayu, pahat,rpm dan feed rate.

Tabel 3 Hasil pengukuran kekasaran kadar air 9,75%

Spesimen Titik Pengukuran Step Over (mm) Kecepatan Spindel (Rpm) (Ra) µm B1 1 0,75 10000 1.469 2 1.212 Rata-rata 1.341 B2 1 0,75 10000 2.083 2 1.860 Rata-rata 1.972 Rata-rata (Ra) 1.567

Pada proses masining dengan suhu 80ºc waktu 10 menit menghasilkan kekasaran pada spesimen B1 sebesar 1,347 µm, B2 sebesar 1,972 µm,Sedangkan rata-rata kekasaran (Ra) didapatkan hasil sebesar 1,567 µm.

1.698 2.401 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 A1 A2 Ke ka sar an Ra (µm) Spesimen

(13)

Gambar 5 grafik kekasaran permukaan hasil pemesinan dengan kadar air 9,75%.

Pada gambar 5 menunjukan bahwa kekasaran permukaan pada spesimen A1 lebih rendah yaitu 1.341 µm,dibandingkan dengan spesimen B yaitu 1.972 µm. Hasil kekasaran permukaan ini menunjukan bahwa banyak factor yang mempengaruhi tingkat kekasaran pada spesimen yaitu kayu, pahat,rpm dan feed rate.

Tabel 4 Hasil pengukuran kekasaran dengan kadar air 8,25% Spesimen Titik Pengukuran Step Over (mm) Kecepatan Spindel (Rpm) (Ra) µm C1 1 0,75 10000 2.477 2 2.097 Rata-rata 2.287 C2 1 0,75 10000 2.904 2 2.401 Rata-rata 2.653 Rata-rata (Ra) 2.470

Pada proses masining dengan suhu 80ºc waktu 20 menit menghasilkan kekasaran pada spesimen C1 sebesar 2,287µm, C2 sebesar 2,653 µm, Sedangkan rata-rata kekasaran (Ra) didapatkan hasil sebesar 2,470 µm.

1.341 1.972 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 B1 B2 Ra (µ m) Spesimen

(14)

10

Gambar 6 grafik kekasaran permukaan hasil pemesinan dengan kadar air 8,25%. Pada gambar 6 menunjukan bahwa kekasaran permukaan pada spesimen A1 lebih rendah yaitu 12.287 µm,dibandingkan dengan spesimen B yaitu 2.653 µm. Hasil kekasaran permukaan ini menunjukan bahwa banyak factor yang mempengaruhi tingkat kekasaran pada spesimen yaitu kayu, pahat,rpm dan feed rate.

3.3 Pengaruh kadar air pada tingkat kekasaran permukaan topeng

Pengujian kekasaran ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran (Ra) permukaan spesimen kayu pada proses milling. Prinsip kerja dari alat uji kekasaran ini adalah sensor / peraba (stylus) alat ukur harus digerakkan mengikuti lintasan yang berupa garis lurus dengan jarak yang telah ditentukan terlebih dahulu. Panjang lintasan ini disebut dengan panjang pengukuran (traversing length). Instrumen roughness meter ini menggunakan empat standar yaitu ISO, DIN, ANSI, dan JIS. Sesaat setelah jarum bergerak pada proses pengukuran dan sesaat sebelum jarum berhenti secara elektronik alat ukur melakukan perhitungan berdasarkan data yang dideteksi oleh jarum peraba. Bagian panjang pengukuran yang dibaca oleh sensor alat ukur kekasaran permukaan disebut panjang spesimen.

Varasi (pengovenan) memiliki pengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan. Dari data yang didapat spesimen yang di oven sama tanpa oven menunjukan hasil kekasaran yang berbeda semakin kering kadar air kayu bukan berarti menghasilkan angka kekasaran yang rendah .

Berdasarkan pengujian kekasaran permukaan rata-rata pada benda kerja hasil pemesinan Mesin CNC router Milling 3 axis, menggunakan kadar air yang berbeda

2.287 2.653 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 C1 C2 Ra (µm ) Spesimen

(15)

melalui uji kekasaran permukaan ( Surface roughness tester ) didapatkan hasil kadar air 12% sebesar 2,050 µm, kadar air 9,75% sebesar 1,567 µm,kadar air 8,25% sebesar 2,470 µm. Gambar 4.5 menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan terbaik didapatkan pada kadar air 9,75% dengan nilai kekasaran rata-rata sebesar 1,567 µm.

Gambar 7 grafik pengaruh proses pemakanan terhadap kekasaran. 4. PENUTUP

Dari hasil penelitian dan analisa pengujian serta pembahasan data yang diperoleh, dapat disimpulkan :

1) Varasi (kadar air) memiliki pengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan, tingkat kekasaran rata-rata (Ra) terendah didapatkan dengan kadar air 8,25% dan tingkat kekasaran tertinggi didapatkan dengan kadar air 9,75 %.

2) Dari hasil pengujian dapat diketahui nilai kekasaran rata-rata (Ra) terbaik dari variasi (kadar air), didapatkan pada spesimen ke 2 dengan menggunakan kadar air 8,25% dengan nilai kekasaran rata-rata 1.567 µm.

DAFTAR PUSTAKA

Arif Budi Hermawan, Danar Susilo Wijayanto(2012) dan Herman Saputro.”Pengaruh

Kecepatan Pemakanan Dan Kadar Air Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Milling Cnc 3 Axis Dengan Material Kayu Jati”, Program Studi

Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Kejuruan, FKIP,Universitas Sebelas Maret Surakarta,Surakarta.

Setiawan,Muhammad Riski.2016.”Optimasi Pembuatan Mobil Kayu Dengan Mesin

Cnc Router 3 Axis Pada Industri Batik Kayu”,Fakultas Teknik, Jurusan Teknik

Mesin,Universitas Muhammadiyah Surakarta,Surakarta.

2.050 1.567 2.470 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 12% 9,75% 8,25% R a (µm ) Kadar Air

(16)

12

Prajono, dkk.,2013. “Pengukuran Kekasaran Permukaan Tutup Klongsong Dari Zikaloi

Menggunakan Alat Roughness Tester Surtronic-25”.Bidang Bahan Bakar

Nuklir,Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN)-Batan,Serpong.

Kurniawan, Anzizan. (2013). “Kajian Gaya Pemotongan Dan Kekasaran Permukaan

Pada Proses Pembuatan Berbagai Material Menggunakan Pahat HSS”.

Jurusan Teknik Mesin, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.

Zulhendri, Gandjar Kiswanto, Yasmendra Rosa (2007). “Pengaruh Tipe Pahat Dan

Arah Pemakanan Permukaan Berkontur Pada Pemesinan Milling Awal Dan Akhir Terhadap Kekasaran Permukaan”. Jurnal Teknik Mesin, Juni 2007

Kiswanto & Rosa ( 2007). “Pahat Yang Digunakan Pada Saat Proses Roughing Dan

Finishing Tersebut Akan Menghasilkan Kekasaran Permukaan Yang Berbeda, Serta Masing-masing Mempunyai Keuntungan Dan Kerugian”. Jurnal Teknik

Mesin, Juni 2007

Yudhyadi et al , (2016). “Waktu Proses Dalam Pemrograman Mesin CNC Milling”. https://www.deltavorm.com/technology/cnc-milling.

Pranjono, dkk., 2013. “Bentuk-bentuk Kekasaran Dan Gelombang Pada

Permukaan”. psg15.um.ac.id/wp-content/uploads/2013/08/Teknik-Mesin-Bidang-Studi.

KURNIAWAN, (2014 ). “Setelah Jarum Berhenti Secara Elektronik Alat Ukur

Melakukan Perhitungan Berdasarkan Data Yang Dideteksi Oleh Jarum Peraba”.

https://www.slideshare.net/BhimoKurniawan/diktat-pengujian-material

Gambar

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
Gambar 2. Produk hasil pemesinan  Tabel 1 Waktu proses machining  Spesimen  Step  Over  (mm)  Step  Down (mm)  Kecepatan Spindel (Rpm)  Alur
Gambar 3 Grafik waktu proses pemesinan
Tabel 2. Angka kekasaran Permukaan Menurut ISO atau DIN  4763:1981
+5

Referensi

Dokumen terkait

MOTIF PITAYA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN BOHO STYLE diajukan oleh Dewi Arnis, NIM 1511891022, Program Studi S-1 Kriya Seni, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa Institut

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap gambaran histologis hepar mencit setelah dipajankan monosodium glutamat (MSG) selama

Risiko Anda tertular Penyakit Menular Seksual akan tinggi jika Anda memiliki beberapa mitra seks pada waktu yang bersamaan.Jangan berhubungan seks dengan

Menunjukkan sikap semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Surah At- Taubah (9): 122, Surah Al- Mujadalah: 11 dan hadis

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain sistem yang sesuai untuk pemantauan keaktifan siswa berbasis teknologi RFID di beberapa lokasi dengan menghasilkan

Mandala Surabaya, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan saran yang bermanfaat untuk peneliti dan telah memberikan ilmu selama peneliti berkuliah di

Overmacht atau keadaan memaksa dapat bersifat mutlak (absolute) atau tak mutlak (relative). Kondisi memaksa yang bersifat mutlak adalah bahwa setiap orang dalam

Secara umum menunjukkan bahwa Propinsi Sulawesi Selatan dapat dikatagorikan berhasil dalam implementasi kewenangan, meskipun demikian masih terdapat beberapa hal yang menjadi