PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR)
TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK SUMUT
PERIODE JANUARI 2010 - DESEMBER 2013
TUGAS AKHIR
Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan Program Diploma 3
Diajukan Oleh
Rafika Handayani NIM 1105071077
PROGRAM STUDI PERBANKAN DAN KEUANGAN
JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MEDAN
ABSTRAK
Judul penelitian ini adalah Pengaruh Capital Adequacy Ratio Terhadap Profitabilitas Pada PT Bank SUMUT periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas pada PT Bank SUMUT. Sumber data yang digunakan sebagai informasi untuk melakukan analisis adalah data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan publikasi PT Bank Sumut yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Fokus penelitian ini adalah CAR dan ROA untuk rasio profitabilitas pada PT Bank SUMUT selama 48 bulan sejak Januari 2010 sampai dengan Desember 2013. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan korelasi. Alat yang digunakan dalam pengolahan data adalah SPSS versi 22.0. Melalui hasil perhitungan dapat diketahui bahwa persamaan regresi linear sederhana Y = 7,196 - 0,337 X dengan nilai r yang merupakan simbol dari nilai koefisien korelasi yang nilainya adalah 0,507. Berdasarkan uji t-statistik yang menguji hipotesis penelitian ini
menunjukkan bahwa thitung < -ttabel yaitu -3,989 < -2,0129 yang menerangkan bahwa
terdapat pengaruh hubungan negatif dan signifikan antara Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas. Capital Adequacy Ratio mempunyai pengaruh kontribusi sebesar 25,7% terhadap Profitabilitas dan 74,3% lagi dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
ABSTRACT
The title of this research is The Influence of Capital Adequacy Ratio to profitability at PT Bank SUMUT Period January 2010 to December 2013. The purpose of this research is to determine how the influence of Capital Adequacy Ratio to Profitability in PT Bank SUMUT. The source of the data used as the information to analyze is secondary data. The data used in this study is obtained from financial statement of PT Bank SUMUT that published by Bank Indonesia. This study focus on the CAR and ROA for profitability ratios of PT Bank SUMUT for 48 months from January 2010 until December 2013. Technique used in this research is documentation and data processing techniques in this study using a simple linear regression analysis and correlation. Tool that used in processing the data was SPSS version 22.0. Through the calculation can be seen that simple linear regression equation Y = 7,196 – 0,337 X with the value of r which is a symbol of the value of the correlation coefficient is 0,507. The t-statistic based test which tests the hypothesis of this study indicate that tequal < -ttable namely -3,989 < -2,0129
which explains that there is negative and significant influence relationship of Capital adequacy Ratio to Profitability. Capital Adequacy Ratio have influence on the contribution of 25,7% of profitability and remaining 74,3% is influenced by other factors not discussed in this research.
KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-NYA yang sangat sempurna, baik nikmat kesehatan dan kesempatan serta nikmat alam ciptaannya yang begitu indah yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia. Sholawat beriring salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, untuk keluarga dan para sahabatnya.
Dengan izin Allah dan segala kemampuan yang penulis miliki, Alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.Tugas Akhir ditulis sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa semester 6 untuk menyelesaikan pendidikan Diploma 3 Jurusan Akuntansi Program Studi Perbankan dan Keuangan Politeknik Negeri Medan.
Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini, tentu tidak lepas dari kendala-kendala yang dihadapi oleh penulis. Namun atas bimbingan, arahan, bantuan dan dukungan dari berbagai baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk materil, moril maupun spritual terutama dari para staf pengajar Politeknik Negeri Medan, serta teman-teman mahasiswa, maka kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan baik.
Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. M. Syahruddin, S.T., M.T., Direktur Politeknik Negeri Medan.
2. Darwin S.H. Damanik, S.E., M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan .
3. Parjuangan Pardosi, S.E., M.Si., Sekretaris Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan
4. Enny Segarahati Barus, S.E., M.Si., Kepala Program Studi Perbankan dan Keuangan Politeknik Negeri Medan .
5. Susilawati, S.E. Ak., M.Si., Dosen Pembimbing Utama yang telah meluangkan waktu, pikiran, tenaga dan bersedia membimbing dan memberikan jalan keluar dalam permasalahan penyusunan Tugas Akhir. 6. Budi Indra Syahdewa, Drs., M.Ed.Adm., Dosen Pendamping yang telah
meluangkan waktu, pikiran, tenaga, membimbing dan mengarahkan didalam penulisan Tugas Akhir ini.
7. Seluruh dosen dan pegawai Politeknik Negeri Medan Jurusan Akuntansi yang telah membimbing dan membantu selama perkuliahan.
8. Yang teristimewa disampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada Orang tua tercinta Ayahanda Ramli dan Ibunda Rosidah yang sangat luar biasa senantiasa memberikan kasih sayang, doa, semangat, dukungan moril maupun materil, dan memberi bimbingan, saran dan nasehat kepada penulis. Serta Abangda M.Rifi Hamdani yang selalu memberikan doa dan dukungannya.
9. Dina Indri Utami, Heriani Lubis, Efrisca, Febrina Oktavia, Imuliana Harianja, yang turut membantu dan memberikan semangat kepada penulis dan selalu ada di saat suka maupun duka.
10. Teman-teman di kelas BK-6A, terima kasih untuk bantuan, kebersamaan, pertemanan yang telah dijalin selama masa perkuliahan.
Dengan disadarinya bahwa laporan Tugas Akhir ini masih memiliki kekurangan. Untuk itu diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan laporan Tugas Akhir ini. Akhir kata, semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak khususnya mahasiswa Politeknik Negeri Medan.
Medan, Agustus 2014 Penulis,
Rafika Handayani NIM 1105071077
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK ... i ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... 4
1.3. Tujuan Penelitian ... 4
1.4. Manfaat Penelitian ... 5
1.5. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data ... 5
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data ... 6
1.5.2. Teknik Pengolahan Data ... 7
1.6. Jadwal Kegiatan dan Penulisan Laporan ... 11
BAB 2 TINJAUAN UMUM MENGENAI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 13
2.1.1. Sejarah Berdirinya PT Bank SUMUT ... 13
2.1.2. Fungsi, Visi dan Misi PT Bank SUMUT ... 16
2.1.3. Logo PT Bank SUMUT ... 16
2.1.4. Statement Budaya PT Bank SUMUT ... 18
2.2.1. Kegiatan Yang Sudah Dilakukan ... 19
2.2.2. Kegiatan Yang Sedang Dilakukan ... 19
2.2.3. Kegiatan Yang Akan Dilakukan ... 31
2.3. Keunggulan PT Bank SUMUT ... 32
2.4. Status Lokasi dan Kelompok/Anak Cabang Perusahaan ... 32
2.5. Struktur Organisasi PT SUMUT ... 33
BAB 3 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 3.1. Pengertian Bank ... 34
3.2. Capital Adequacy Ratio (CAR) ... 35
3.3. Profitabilitas ... 37
3.3.1 Return On Assets (ROA) ... 38
3.4. Permodalan Bank ... 40
BAB 4 PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data ... 44
4.2. Pengolahan Data ... 46
BAB 5 PEMBAHASAN 5.1. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas... 53
5.1. Besarnya Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas ... 54
BAB 6 SIMPULAN DAN SARAN 6.1. Simpulan ... 56
6.2. Saran ... 56
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
No Judul Gambar Hal
Gambar 2.1 Logo PT Bank SUMUT... 18 Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT Bank SUMUT ... 33
DAFTAR TABEL
No Judul Tabel Hal
Tabel 1.1 Laba PT Bank Sumut Tahun 2009-2013... .3
Tabel 1.2 Interval Nilai Koefisien Korelasi dan Kekuatan Hubungan .... .9
Tabel 1.3 Jadwal Kegiatan dan Penulisan Laporan Tugas Akhir ... 11
Tabel 3.1 Tingkat Kesehatan ROA ... 40
Tabel 4.1 Data Modal, ATMR, Laba (Rugi) Sebelum Pajak, dan Total Assets PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013...44
Tabel 4.2 Data Perhitungan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Return On Assets (ROA) PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013... 47
Tabel 4.3 Descriptive Statistics ... 48
Tabel 4.4 Correlations ... 48
Tabel 4.5 Variables Entered/Removed ... 49
Tabel 4.6 Model Summary ... 49
Tabel 4.7 Anova ... 49
Tabel 4.8 Coeficients ... 50
Tabel 5.1 Descriptive Statistics ... 51
Tabel 5.2 Correlations ... 52
Tabel 5.3 Variables Entered/Removed ... 52
Tabel 5.4 Coeficients ... 53
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Tabel Nilai Kritis Distribusi t
Lampiran 2 : Surat Kesediaan Dosen Pembimbing Utama Lampiran 3 : Surat Kesediaan Dosen Pembimbing Pendamping Lampiran 4 : Kartu Bimbingan Pembimbing Utama
Lampiran 5 : Kartu Bimbingan Pembimbing Pendamping
Lampiran 6 : Surat Kesediaan Menjadi Ketua Sidang Tugas Akhir
Lampiran 7 : Surat Kesediaan Menjadi Ketua Penguji Sidang Tugas Akhir Lampiran 8 : Surat Kesediaan Menjadi Anggota Penguji Sidang Tugas Akhir Lampiran 9 : Formulir Bebas Revisi Ketua Penguji Sidang Tugas Akhir Lampiran 10 : Formulir Bebas Revisi Anggota Penguji Sidang Tugas Akhir Lampiran 11 : Formulir Bebas Revisi Ketua Sidang Tugas Akhir
Lampiran 12 : Biodata Mahasiswa
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul
Perbankan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perekonomian demi menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Perkembangan dunia perbankan di era globalisasi ini semakin pesat dan modern baik dari segi ragam produk yang ditawarkan kepada masyarakat, kualitas pelayanan yang diberikan, hingga kemajuan teknologi yang dimiliki. Sistem operasional perbankan sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. Untuk itu perbankan harus mengantisipasi pengaruh kondisi perekonomian yang terjadi. Bank juga mempunyai peran sebagai pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.
Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998 tentang perbankan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Falsafah yang mendasari kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pokok bank yang menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, deposito berjangka, dan memberikan kredit kepada pihak yang memerlukan dana.
Pada tahun 2007 Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/13/PBI/2007 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dengan memperhitungkan resiko pasar. Ketatnya peraturan Bank Indonesia dalam mengatur kecukupan modal mencerminkan pentingnya aspek tersebut dalam
operasional bank. Modal bank merupakan alat pendorong kegiatan operasional bank, sehingga besar kecilnya modal bank akan mempengaruhi kemampuan bank dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Jumlah modal yang tinggi akan berpengaruh pada perolehan laba bank, sedangkan modal yang sedikit membatasi kapasitas usaha bank, mengingat modal bank juga berfungsi untuk menutupi resiko usaha yang dihadapi. Modal bank yang terbatas ini menjadi faktor penghambat dalam meningkatkan profitabilitas bank.
Kinerja keuangan suatu bank dinilai sehat tergantung dari tingkat profitabilitas. Profitabilitas merupakan kemampuan bank untuk menghasilkan/memperoleh laba secara efektif dan efisien. Profitabilitas yang digunakan adalah Return On Assets (ROA) karena dapat memperhitungkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva yang dimilikinya untuk menghasilkan income. Sehingga dalam penelitian ini ROA digunakan sebagai ukuran kinerja perbankan. Menurut Dendawijaya (2005:118), “Semakin besar ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset”.
Untuk mengetahui tingkat profitabilitas bank ada beberapa rasio yang mempengaruhinya, salah satunya adalah CAR (Capital Adequacy Ratio). Capital
Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh
aktiva bank yang mengandung resiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank di samping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber di luar bank seperti dana masyarakat, pinjaman (utang), dan lain-lain. Standar besarnya CAR sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 tentang Kewajiban Modal Minimum Bank pada pasal 2 bahwa “Bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8 % (delapan persen) dari Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR)”.
Setiap bank menginginkan laba yang tinggi dengan memiliki Return On Assets (ROA) yang tinggi dan memenuhi standar Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Namun masalah yang sering dihadapi perbankan adalah adanya persaingan tajam dan tidak seimbang yang dapat menimbulkan ketidakefisienan manajemen yang berakibat pada pendapatan atau laba yang dapat dihasilkan oleh bank. Di tengah persaingan tersebut PT Bank SUMUT yang telah berdiri lebih dari 50 tahun di Sumatera Utara, mampu memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam mendorong percepatan pembangunan daerah dengan menghasilkan laba yang mengalami peningkatan.
Laba PT Bank SUMUT selama 5 tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 1.1.
Laba PT Bank Sumut Tahun 2009-2013 Dalam Jutaan Rupiah
TAHUN LABA BERSIH
2009 431.334 2010 561.620 2011 570.002 2012 533.633 2013 623.031 Sumber: www.bi.go.id
Menurut Damayanti (2012), “Hubungan antara CAR dengan ROA suatu bank adalah positif, dimana jika CAR suatu bank meningkat maka ROA akan meningkat juga”. Fakta yang ada menunjukkan CAR tidak selalu berpengaruh positif terhadap ROA. Nilai CAR yang dimiliki PT Bank SUMUT tahun 2010 dan 2011 sebesar 14,66% dan 13,06%. Sedangkan nilai ROA yang dimiliki pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 3,26 % dan 4,55%. Dari data tersebut diketahui bahwa CAR mengalami penurunan sebesar 1,6% sedangkan ROA mengalami kenaikan sebesar 1,29%.
Berdasarkan latar belakang yang ada maka penulis merasa tertarik melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK SUMUT PERIODE JANUARI 2010 - DESEMBER 2013”.
1.2. Perumusan Masalah
Untuk mengetahui tingkat profitabilitas bank dapat dilihat dari CAR (Capital
Adequacy Ratio ). Semakin tingggi tingkat kecukupan modal suatu bank (CAR)
maka tingkat profitabilitas yang diwakili oleh ROA akan semakin meningkat pula. Namun kenyataannya nilai CAR pada PT Bank SUMUT tidak selalu meningkat seiring dengan meningkatnya ROA. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang harus dicari solusinya. Untuk memfokuskan penyelesaian pada permasalahan penelitian ini maka ditetapkan pertanyaan sebagai berikut:
a. Bagaimana Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas pada PT Bank SUMUT periode Januari 2010 sampai Desember 2013 ?
b. Berapa besar pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas pada PT Bank SUMUT periode Januari 2010 sampai Desember 2013 ?
Pada penelitian ini ditetapkan batasan masalah mengenai profitabilitas, yang dimaksud profitabilitas pada penelitian ini adalah Return On Assets (ROA) periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas pada PT Bank SUMUT periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013. b. Untuk mengukur besar pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap
Profitabilitas pada PT Bank SUMUT periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: a. Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan memberi pengetahuan tentang perhitungan Capital
Adequacy Ratio (CAR) serta mengukur Profitabilitas dalam hal ini ROA PT
Bank SUMUT dan untuk memperoleh gambaran secara langsung ketepatan aplikasi teori-teori tentang Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Profitabilitas pada perbankan.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharap dapat memberi masukan kepada perusahaan untuk meningkatkan keuntungan/laba serta menjaga Capital Adequacy Ratio (CAR) agar selalu bernilai baik. Serta media pertimbangan data yang memadai guna menarik kesimpulan mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas bank.
c. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat terutama rekan-rekan mahasiswa diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan pengetahuan mengenai
Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Profitabilitas.
1.5. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Sebelum diuraikan mengenai teknik pengumpulan dan pengolahan data pada penelitian ini, maka terlebih dahulu ditentukan jenis data, sumber data, populasi dan sampel yang digunakan
a. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistik”(http://aghoestmoemet.wordpress.com/06/07/2014). Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, Pendapatan, dan Total Aktiva yang dimiliki PT Bank SUMUT periode
Januari 2010 sampai dengan Desember 2013 yang diperoleh dari website Bank Indonesia (www.bi.go.id).
b. Sumber Data
Data yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah data sekunder. “Data Sekunder adalah data yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain” (Sanusi, 2011:104). Data sekunder dalam Tugas Akhir ini berupa laporan keuangan PT Bank SUMUT yang diperoleh dari website Bank Indonesia (www.bi.go.id).
c. Populasi dan Sampel 1) Populasi
Menurut Bungin (2010:99), Populasi penelitian merupakan “keseluruhan (Universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbu-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian”. Populasi yang terkait dengan penelitian ini adalah laporan keuangan PT Bank SUMUT.
2) Sampel
Sanusi (2011:87) menyatakan bahwa sampel adalah “bagian dari elemen-elemen populasi yang terpilih”. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Bank SUMUT tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Purposive sampling. Seperti yang dikatakan Sanusi (2011:95) bahwa teknik tipe ini disebut juga “judgement sampling, yaitu cara pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu”.
1.5.1. Teknik Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan untuk Tugas Akhir ini, dikembangkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Sanusi (2011:114) menyatakan bahwa metode dokumentasi merupakan “Cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, baik secara pribadi maupun kelembagaan.
1.5.2. Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif. Sanusi (2011:115) menyatakan bahwa statistik deskriptif adalah “statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum”. Teknik pengolahan data yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Analisis Regresi Linear Sederhana
Regresi linear sederhana terdiri dari dua variabel. Satu variabel yang berupa variabel terikat yang diberi simbol Y dan variabel kedua yang berupa variabel bebas yang diberi simbol X. Regresi sederhana ini menyatakan hubungan kausalitas antara dua variabel dan memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan variabel bebas. Persamaan yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel Y disebut dengan persamaan regresi. Persamaan regresi linear sederhana dinyatakan sebagai berikut:
𝐘 = 𝐚 + 𝐛𝐗 Di mana:
Y = Return On Assets (ROA) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X = Capital Adequacy Ratio (CAR) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
Sanusi (2011:132) menyatakan bahwa nilai b (koefisien regresi) dan a (konstanta) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
𝒃 = 𝐧(∑ 𝐗𝐘) − (∑ 𝐗)(∑ 𝐘) 𝐧(∑ 𝐗𝟐) − (∑ 𝐗)𝟐 𝒂 =(∑𝒀) 𝒏 − 𝒃(∑𝑿) 𝒏 Keterangan: n = Jumlah periode
Y = Return On Assets ( ROA) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
X = Capital Adequacy Ratio (CAR) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
b. Koefisien Korelasi
Menurut Sanusi (2011:122), “Fungsi utama dari analisis korelasi adalah untuk menentukan seberapa erat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Ukuran yang menyatakan keeratan hubungan tersebut adalah koefisien korelasi atau sering disebut dengan korelasi Pearson”.
Rumus metode koefisien korelasi adalah:
𝐫 = 𝐧(∑ 𝐗𝐘) − (∑ 𝐗)(∑ 𝐘)
√{𝐧(∑ 𝐗𝟐) − (∑ 𝐗)𝟐}{𝐧(∑ 𝐘𝟐) − (∑ 𝐘)𝟐}
Keterangan:
r = Koefisien Korelasi
∑Y = Return On Assets ( ROA) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember
∑X = Capital Adequacy Ratio (CAR) Pada PT Bank SUMUT Periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013
n = Jumlah periode
Besarnya koefisien korelasi mempunyai nilai antara -1 sampai 1. Jenis-jenis dari korelasi terdiri atas:
1) Korelasi positif, yaitu koefisien korelasinya positif (r > 0).
Artinya, jika X bertambah maka Y juga akan bertambah dan sebaliknya. 2) Korelasi positif sempurna, yaitu jika r = 1.
Artinya kenaikan X adalah sebanding dengan kenaikan Y. 3) Korelasi negatif, yaitu jika koefisien korelasinya negatif (r < 0).
Artinya hubungan antara variabel X dan Y berlawanan, yaitu jika X meningkat maka Y akan menurun.
4) Korelasi negatif sempurna, yaitu jika r = -1.
Artinya kenaikan X adalah sebanding dengan penurunan Y.
5) Tidak memiliki korelasi, yaitu jika r = 0. Maka antara X dan Y tidak memiliki hubungan.
Besarnya nilai korelasi menunjukkan kuat atau lemahnya hubungan kedua variabel. Kriteria angka penilaian Koefisien Korelasi (KK) sebagai berikut:
Tabel 1.2.
Interval Nilai Koefisien Korelasi dan Kekuatan Hubungan
Angka Korelasi Kekuatan Hubungan
KK= 0,00 Tidak ada
0,00 < KK ≤ 0,20 Sangat rendah atau lemah sekali 0,20 < KK ≤ 0,40 Rendah atau lemah tapi pasti 0,40 < KK ≤ 0,70 Cukup berarti atau sedang 0,70 < KK ≤ 0,90 Tinggi atau kuat
0,90 < KK < 1,00 Sangat tinggi atau kuat sekali, dapat diandalkan
KK= 1,00 Sempurna
Sumber: (Hasan, 2009:44)
Interval nilai KK dapat bernilai positif atau negatif. Nilai KK positif berarti korelasi positif. Nilai KK negatif berarti korelasi negatif.
c. Koefisien Determinasi
Menurut Sugiyono (2008: 33), “Metode koefisien determinasi menunjukkan seberapa besar (dalam bentuk persen) hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen”. Untuk mengetahui nilai dari koefisien determinasi digunakan rumus sebagai berikut:
D = r2 x 100% Keterangan:
D = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi
d. Uji t-statistik
Setelah koefisien korelasi diperoleh, maka harus diuji apakah variabel X (CAR) dan variabel Y (ROA) signifikan atau tidak. Menurut Sanusi (2011:134) langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternatif dengan notasi. H0 : b = 0
H1 : b ≠ 0
H0 : artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Capital Adequacy
Ratio (CAR) terhadap Return On Assets (ROA)
H1 : artinya terdapatpengaruh yang signifikan antara Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets (ROA).
2) Menghitung nilai t dengan menggunakan rumus t = 𝑏
𝑆𝑏
dengan derajat bebas
n – 2. Nilai koefisien regresi (b) dan Standard error untuk koefisien regresi (Sb).3) Membandingnya nilai thitung tersebut dengan nilai ttabel yang bersedia pada taraf nyata tertentu, misalnya 5%.
4) Mengambil keputusan dengan kriteria berikut ini. (peneliti diharapkan menggunakan salah satu kriteria, yaitu nilai t atau nilai Pr).
Jika - ttabel < thitung < ttabel ; maka H0 diterima
nilai Pr > 𝛼 = 5%; maka H0 diterima nilai Pr < 𝛼 = 5%; maka H0 ditolak.
Untuk memudahkan dalam perhitungan serta untuk mendapatkan tingkat ketelitian yang akurat, baik untuk mengetahui pengaruh, peranan maupun hubungan antara setiap variabel, maka digunakan sebuah program komputer yang biasa digunakan dalam melakukan perhitungan statistik, yaitu SPSS versi 22.0.
1.6. Jadwal Kegiatan dan Penulisan Laporan
Laporan Tugas Akhir ini membutuhkan waktu selama empat bulan dua minggu yang dimulai dari minggu ketiga bulan April sampai dengan minggu keempat bulan Agustus, dengan alokasi waktu sebagai berikut:
Tabel 1.3
Jadwal Kegiatan Penulisan Tugas Akhir tahun 2014
No Kegiatan Bulan/Minggu
April Mei Juni juli Agustus
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
2 Pengumpulan Data
3 Tabulasi dan Analisa Data
4 Menyusun Konssep Laporan
5 Konsultasi Kepada
Pembimbing 6 Sidang Tugas Akhir
7 Perbaikan Laporan
Tugas Akhir
8 Penggandaan
Laporan
Keterangan:
a. Tahap Persiapan
Persiapan didalam mengerjakan Tugas Akhir ini adalah dengan mempersiapkan judul Tugas Akhir.
b. Tahap Pengumpulan Data
Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data untuk kebutuhan Tugas Akhir.
c. Tahap Tabulasi dan Analisa Data
Data yang diperoleh ditabulasikan dan kemudian diadakan pengolahan data sesuai dengan teknik analisis data yang digunakan.
d. Tahap Menyusun Konsep Laporan
Setelah data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisa, lalu disusun konsep laporan Tugas Akhir sesuai dengan pedoman penulisan laporan Tugas Akhir yang berlaku
e. Tahap Konsultasi pada Pembimbing
Dalam hal ini, penulis melakukan konsultasi dan mendapatkan pengarahan dari Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping.
f. Tahap Sidang Tugas Akhir
Setelah Tugas Akhir disetujui oleh pembimbing utama dan pembimbing pendamping, maka dilakukan sidang Tugas Akhir , dimana isi dan pembahasan dari Tugas Akhir akan dipresentasikan di hadapan Dosen Penguji.
g. Tahap Perbaikan Laporan Tugas Akhir
Setelah dilakukan sidang Tugas Akhir, maka ditemukan kesalahan-kesalahan, kemudian akan dilakukan perbaikan terhadap laporan Tugas Akhir ini.
h. Tahap Penggandaan Laporan
Laporan Tugas Akhir ini akan digandakan sebanyak 7 eksemplar setelah dilakukan perbaikan laporan Tugas Akhir.