• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di unit Pelayanan Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Tembarak Kabu-paten Temanggung yang melibatkan 22 orang guru TK. Gambaran mengenai subjek penelitian berdasar-kan status kepegawaian dan kualifikasi pendidiberdasar-kan nampak pada Tabel 4.1 berikut.

Tabel 4.1

Data Penyelenggara Pendidikan, Tenaga Kependidikan TK No Nama TK Kualifikasi Pendidikan Status Peg Jumlah SMA D2 S 1 PNS GTT 1 TK DW Tembarak 1 - 2 1 2 3 2 TK DW Wonokerso 3 1 1 2 3 5 3 TK DW Menggoro 3 - 1 1 3 4 4 TK DW Greges - 1 1 - 2 2 5 TK DW Jragan 1 1 1 1 1 2 3 6 TK DW Jragan 2 1 1 1 - 3 3 7 TK DW Drono 2 - - - 2 2 Jumlah 11 4 7 5 17 22

Data Primer diolah 2013

Bila dilihat dari status kepegawaian, dan kuali-fikasi pendidikan jumlah responden guru honorer atau guru wiyata bhakti memiliki prosentase terbesar yaitu 77,27% (17 orang), sedangkan guru PNS 22,72%

(2)

9 4 36 4 12 48     Interval

(5 orang), sedangkan kualifikasi pendidikan prosentase tebesar 50% (11 orang) berpendidikan SMA, 18,18% (4 orang) D2, dan 31,82% (7 orang) S1.

4.2 Analisis Deskriptif

4.2.1 Variabel Kesejahteraan Guru

Angket kesejahteraan guru memiliki 12 item dengan 4 alternatif jawaban dengan skor terendah 1 dan skor tertinggi 4. Oleh karena itu kemungkinan skor terendah yang diperoleh responden 12 x 1 = 12 dan kemungkinan skor tertinggi yang diperoleh res-ponden 12 x 4 = 48. Pilihan jawaban 4 kategori, maka lebar interval masing-masing kategori skor tertinggi dikurangi skor terendah dibagi 4 kategori dengan hasil sebagai berikut: 4 ah SkorTerend ggi SkorTertin Interval 

Dari lebar interval tersebut maka penggolongn hasil pengukuran iklim kerja terlihat seperti pada Tabel 4.2 berikut:

(3)

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Kesejahteraan Guru berdasarkan Kategori

Kategori Rentang Nilai Frek % Rata-rata

Kurang 12 ≤ x < 21 7 31,8 25,36 Sedang 21 ≤ x < 30 10 45,5 Baik 30 ≤ x < 39 5 22,7 Sangat baik 39 ≤ x ≤ 48 0 0 JUMLAH 22 100

Sumber: Data primer yang diolah 2013

Pada Tabel 4.2 di atas tampak bahwa responden yang memiliki tingkat kesejahteraan kurang berjumlah 7 orang (31,8%), kategori sedang 10 orang (45,5%), kategori baik 5 orang (22,7%). Ini berarti sebagian besar responden menilai bahwa kesejahteran guru masuk dalam kategori sedang, dengan berpenghasilan kurang dari Rp 1.000.000,- dan fasilitas yang diberikan oleh yayasan masih kurang memadahi, dan belum mendapat jaminan perlindungan hukum dari pemerintah dalam bekerja.

4.2.2 Variabel Kualitas Rencana Pelaksanaan Pem-belajaran

Instrumen kualitas rencana pelaksanaan pem-belajaran memiliki 15 item dengan 4 alternatif jawaban dengan skor terendah 1 dan skor tertinggi 4. Oleh karena itu kemungkinan skor terendah yang diperoleh responden 15 x 1 = 15 dan kemungkinan skor tertinggi diperoleh responden 15 x 4 = 60. Pilihan jawaban 4

(4)

25 , 11 4 45 4 15 60     Interval

kategori, maka lebar interval masing-masing kategori skor tertinggi dikurangi skor terendah dibagi 4 kategori dengan hasil sebagai berikut:

4 ah SkorTerend ggi SkorTertin Interval 

Dari lebar interval tersebut maka penggolongn hasil pengukuran kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran terlihat seperti pada Tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Kualitas RPP berdasarkan Kategori

Kategori Rentang Nilai Frek % Rata-rata

Kurang 15 ≤ x < 26 1 4,55 36 Sedang 26 ≤ x < 37 14 63,64 Baik 37 ≤ x < 48 7 31,81 Sangat baik 48 ≤ x ≤ 60 0 0 JUMLAH 22 100

Sumber: Data primer yang diolah 2013

Dari Tabel 4.3 menunjukkan bahwa 63,64% atau 14 responden dinilai kualitas rencana pelak-sanaan pembelajaran masuk dalam kategori sedang, ini berarti bahwa guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran langkah-langkahnya belum sepenuhnya sesuai aturan yang ditentukan oleh BSNP.

(5)

25 , 17 4 69 4 23 92     Interval

4.2.3 Variabel Kinerja Mengajar Guru

Instrumen kinerja mengajar guru memiliki 23 item dengan 4 alternatif jawaban dengan skor teren-dah 1 dan skor tertinggi 4. Oleh karena itu kemung-kinan skor terendah yang diperoleh responden 23 x 1 = 23 dan kemungkinan skor tertinggi yang diperoleh responden 23 x 4 = 92. Pilihan jawaban 4 kategori, maka lebar interval masing-masing kategori skor tertinggi dikurangi skor terendah dibagi 4 kategori dengan hasil sebagai berikut:

4 ah SkorTerend ggi SkorTertin Interval 

Dari lebar interval tersebut maka penggolongn hasil pengukuran iklim kerja terlihat seperti pada Tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Kinerja Mengajar Guru berdasarkan Kategori

Kategori Rentang Nilai Frek % Rata-rata

Kurang 23 ≤ x < 40 1 4,55 60 Sedang 40 ≤ x < 57 13 59,09 Baik 57 ≤ x < 74 8 36,36 Sangat baik 74 ≤ x ≤ 92 0 0 JUMLAH 22 100

(6)

Dari Tabel 4.4 nampak bahwa 59,09% atau 13 responden dinilai kinerja mengajar gurunya masuk dalam kategori sedang, yang berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran masih belum sepenuhnya memenuhi syarat-syarat yang ada dalam instrumen pelaksanaan pembelajaran.

4.3 Analisis Uji Normalitas dan Linieritas

4.3.1 Analisis Uji Normalitas Sebaran Data

Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas agar nantinya dapat menentukan pilihan analisis parametrik atau non parametrik pada pene-litian ini dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov Smirov Test dengan bantuan

SPSS 16,00 for Window atau uji K-S dengan ketentuan

sebagai berikut:

1. Apabila nilai signifikan p > 0,05 maka variabel yang diuji berdistribusi normal sehingga lolos uji normalitas;

2. Apabila nilai signifikan p < 0,05 maka variabel yang diuji berdistribusi tidak normal sehingga tidak lolos uji normalitas.

Hasil analisis uji normalitas data variabel, kesejahteraan, kualiatas RPP dan kinerja mengajar guru dapat dilihat dari Tabel 4.5 di bawah ini:

(7)

Tabel 4.5

Uji Normalitas variabel Kesejahteraan, Kualitas PP, dengan Kinerja Mengajar Guru

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X1_Ksj X2_RPP Y_Kinrj N 22 22 22 Normal Parametersa Mean 24.9545 35.5909 57.9091 Std. Deviation 6.40296 5.61171 1.06275E1 ost Extreme Differences Absolute .270 .193 .244 Positive .270 .193 .244 Negative -.148 -.146 -.147 Kolmogorov-Smirnov Z 1.266 .907 1.145 Asymp. Sig. (2-tailed) .081 .383 .145 a. Test distribution is Normal.

Sumber data primer 2013

Data pada Tabel 4.5 memperlihatkan bahwa hasil uji normalitas nilai Kolmogorov-Smirnov untuk variabel kesejahteraan guru sebesar 1,266 dengan tingkat signifikansi 0,081, sedangkan variabel kualitas RPP sebesar 0,907 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,383, dan variabel kinerja mengajar mengajar guru sebesar 1,145 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,145. Signifikasi dari ketiga variabel ini semuanya lebih besar dari 0, 05, oleh karena itu data hasil pengukuran ketiga variabel berdistribusi normal. Dengan demikian pengolahan data dapat dilanjutkan dengan analisis korelasi.

4.3.2 Uji Linieritas

Hasil analisis uji linieritas data hasil pengukur-an variabel kesejahterapengukur-an, kualitas RPP dengpengukur-an variabel kinerja mengajar guru dapat dilihat pada Tabel 4.6.

(8)

Tabel 4.6

Uji Linieritas variabel Kesejahteraan dengan Kinerja Mengajar Guru

ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. X1_Ksj * Y_Kinrj Between Groups (Combined) 531.788 14 37.985 .808 .654 Linearity 204.185 1 204.185 4.342 .076 Deviation from Linearity 327.603 13 25.200 .536 .843 Within Groups 329.167 7 47.024 Total 860.955 21

Pada Tabel 4.6 nampak bahwa hasil uji linieritas untuk variabel kesejahteraan dan kinerja mengajar guru dengan F sebesar 0,536 dengan sig = 0,843 (p > 0,05) maka hubungan antara variabel kesejahteraan dengan kinerja mengajar guru adalah linier. Sedangkan analisis uji linearitas antara variabel kesejahteraan dengan kualitas RPP dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7

Uji Linieritas variabel Kesejahteraan dengan Kualitas RPP ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. X1_Ksj * X2_RPP Betwee n Groups (Combined) 559.121 10 55.912 2.038 .129 Linearity 315.242 1 315.242 11.489 .006 Deviation from Linearity 243.879 9 27.098 .988 .499 Within Groups 301.833 11 27.439 Total 860.955 21

(9)

Dari data pada Tabel 4.7 memperlihatkan bahwa hasil uji linieritas untuk variabel kesejahteraan dan kinerja mengajar guru dengan F sebesar 0,988 dengan sig = 0,499 (p > 0,05) maka hubungan antara variabel kesejahteraan dengan kualitas RPP adalah linier.

Sedangkan hasil analisis uji linieritas antara variabel kualitas RPP dengan kinerja mengajar guru dapat dilihat pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8

Uji Linieritas variabel Kualitas RPP dengan Kinerja Mengajar Guru ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. X2_RPP Y_Kinrj Between Groups (Combined) 606.818 14 43.344 5.567 .015 Linearity 566.528 1 566.528 72.765 .000 Deviation from Linearity 40.290 13 3.099 .398 .928 Within Groups 54.500 7 7.786 Total 661.318 21

Sumber: Data primer 2013

Dari data pada Tabel 4.8 nampak bahwa hasil uji linieritas untuk variabel kualitas RPP dengan kinerja mengajar guru dengan F sebesar 0,398 dengan sig = 0,928. Karena signifikasi p = 0,928 yang lebih besar dari 0,05 maka hubungan antara variabel kuali-tas RPP dengan kinerja mengajar guru adalah linier.

(10)

4.4 Analisis Korelasi

4.4.1 Uji korelasi antara Kesejahteraan Guru dan Kualitas RPP dengan Kinerja Mengajar Guru Hasil pengujian normalitas dan linieritas me-nunjukkan bahwa variabel kesejahteraan, kualitas RPP dan kinerja mengajar guru berdistribusi normal. Hubungan antara variabel, kesejahteraan guru dan kualitas RPP dengan variabel kinerja mengajar guru, adalah linier oleh karena itu digunakan korelasi

Pearson Produk Moment dengan program SPSS 16,00 For Wndow, dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.9

berikut:

Tabel 4.9

Korelasi antara Kesejahteraa (X1) dan Kualiatas RPP (X2) dengan Kinerja Mengajar Guru (Y)

Correlations X1_Ksj X2_RPP Y_Kinrj X1_Ksj Pearson Correlation 1 .605** .487* Sig. (2-tailed) .003 .022 N 22 22 22 X2_RPP Pearson Correlation .605** 1 .926** Sig. (2-tailed) .003 .000 N 22 22 22 Y_Kinrj Pearson Correlation .487* .926** 1 Sig. (2-tailed) .022 .000 N 22 22 22

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

(11)

4.5 Uji Hipotesis

Uji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdiri dari dua hipotesis. Untuk menguji kedua hipotesis tersebut sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

4.5.1 Pengujian Hipotesis Pertama (Ho)

Hipotesis pertama pada penelitian ini adalah “Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan guru dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung”. Hipotesis tersebut diuji dengan menggunakan korelasi dengan hasil sebagai berikut:

Berdasarkan Tabel 4.9 nampak bahwa besarnya koefisien korelasi antara kesejahteraan (X1) dengan

kinerja mengajar guru (Y) sebesar = 0,487 dengan sig sebesar 0,022. Ditinjau dari besarnya koefisien korelasi tersebut berada pada kategori sedang. Oleh karena tingkat signifikan sebesar 0,002 < 0,05 menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan dengan kinerja mengajar. Maka Ho Yang berbunyi “Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesejahteraan guru dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung” ditolak. Sehingga Hipotesis (H1) yang berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan guru dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung”

(12)

4.5.2 Pengujian Hipotesis Kedua (Ho)

Hipotesis kedua pada penelitian ini adalah “Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung”. Hipotesis tersebut diuji dengan menggunakan korelasi dengan hasil sebagai berikut:

Dari Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa besarnya koefisien korelasi antara kualitas RPP (X2) dengan

kinerja guru (Y) sebesar 0,926 dengan sig sebesar 0,000. Ditinjau dari besarnya koefisien korelasi tersebut berada pada kategori sangat kuat. Oleh karena tingkat signifikan sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja mengajar guru. Maka Hipotesis (Ho) yang berbunyi “Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung” ditolak. Maka Hipotesis (H1) yang berbunyi “Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung”

(13)

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian

4.6.1 Hubungan antara Kesejahteraan dengan Kinerja Mengajar Guru

Kesejahteraan adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, baik seca-ra material maupun non material sehingga dapat me-nunjang peningkatan produktivitas kerja atau kinerja-nya. Bentuk nyata terpenuhinya kebutuhan material guru yaitu diperolehnya gaji atau honor yang mema-dai, adanya tunjangan maupun insentif dalam bekerja yang berimbang dengan volume kerja, tersedianya fasilitas dalam bekerja. Sedangkan terpenuhinya kebu-tuhan non material guru dimanivestasikan misalnya; adanya pengakuan status kepegawaian, suasana kerja yang kondusif, dapat memperoleh promosi jabatan, pengembangan ilmu pengetahuan dan karier, serta memperoleh perlindungan hukum dalam bekerja. Guru yang terpenuhi kesejahteraannya akan bekerja lebih bersemangat, lebih giat bekerja keras guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara teori sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Harsanto (2003); Nutabonis (2005); Purwanto (2007); dan Nggulindima (2006), yang menyatakan adanya hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,402 antara kesejahteraan dengan kinerja mengajar guru. Berdasarkan analisis, sebagian besar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung 45,5% kesejahterannya termasuk dalam kategori sedang,

(14)

dengan berpenghasilan kurang dari Rp 1.000.000,- dan fasilitas yang diberikan oleh yayasan masih kurang memadahi, dan dalam bekerja belum men-dapat jaminan perlindungan hukum dari pemerintah.

Dari hasil penelitian menemukan bahwa nilai koefisien korelasi antara kesejahteraan guru dengan kinerja mengajar guru sebesar 0,487 dengan sig sebesar 0,022. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan guru dengan kinerja mengajar guru.

Hal ini membuktikan bahwa kesejahteraan guru mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja mengajar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, artinya bahwa semakin baik kesejah-teraan guru maka akan semakin baik pula kinerja mengajarnya. Hal ini dimungkinkan karena guru yang sejahtera dalam bekerja akan fokus pada pekerjaan tidak dibebani dengan pemikiran menambah peng-hasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. 4.6.2 Hubungan antara Kualitas RPP dengan

Kinerja Mengajar Guru

Rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai salah satu bagian program pembelajaran yang memuat tentang persiapan guru dalam mengajar dan berfungsi sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiat-an belajar mengajar agar pembelajarkegiat-an lebih terarah, berjalan secara efektif dan efisien (Usman: 61). Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan

(15)

langkah penting untuk mencapai keberhasilan pem-belajaran. Agar rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien perlu disusun secara proposional sesuai aturan yang diten-tukan oleh BSNP.

Agar tujuan pembelajaran tercapai dengan baik maka guru harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran secara baik dan berkualitas. Teori ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Waimuri (2012) menemukan adanya hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,922 dan probabilitas sebesar 0,000 antara pengembangan rencana pelaksa-naan pembelajaran dengan kompetensi mengajar guru. Berdasarkan hasil analisis, sebagian besar guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung 63,64% atau 14 responden dinilai kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori sedang, ini berarti bahwa guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran langkah langkah-nya belum sepenuhlangkah-nya sesuai aturan yang ditentukan oleh BSNP. Sedangkan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran 59,09% atau 13 responden dinilai kinerja mengajar gurunya masuk dalam kategori sedang, yang berarti bahwa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran masih belum sepenuhnya memenuhi syarat-syarat yang ada dalam instrumen pelaksanaan pembelajaran.

(16)

koefisien korelasi antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja guru sebesar 0,926 dengan sig sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dengan kinerja mengajar guru. Hal ini dapat dijelaskan bahwa kinerja mengajar guru-guru TK di Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung berhubungan dengan kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran, artinya bahwa semakin berkualitas rencana pelaksanaan pembelajaran akan semakin baik pula kinerja mengajarnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya pembahasan skripsi penciptaan ini tentang pendekatan etis produksi, penulis berharap ke depannya para pembuat film khususnya para mahasiswa/i film di Indonesia yang

dikerjakan untuk perusahaan maka karyawan tersebut dapat dikatakan.. puas dalam bekerja. Namun, apabila gaji yang diterima tidak sesuai. dengan apa yang dilakukan

6428_K2_PEMERINTAH_KAB._KARANGANYAR Catatan : Daftar Nominatif ini dapat berubah jika ada sanggahan, pengaduan, duplikasi dan sebab lainnya.. Instansi

Menurut BS CP110, untuk ketahanan pembekuan (frost resistance), untuk diameter tertentu kadar udara diperlukan seperti pada tabel dibawah ini.. 1) Digunakan untuk mengurangi

Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam m enjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara merupakan pengertian dari

bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor

Hasil uji korelasi rank Spearman dan chi-square (Tabel 4) menunjukkan bahwa karakteristik individu jumlah anggota keluarga berhubungan sangat nyata (p&lt;0,01) positif dengan

sebagai sekunder dressing yang digunakan oleh praktisi luka terhadap Luka Kaki Diabetik (LKD) belum pernah diidentifikasi terkait efek kandungan klorin terhadap luka, sehingga