• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Angkatan Kerja

Tenaga kerja adalah penduduk yang siap melakukan pekerjaan, penduduk yang telah memasuki usia kerja (working age population). Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia

Banyak hal mengenai kehidupan sosial di suatu negara/masyarakat dapat dijabarkan jika diketahui mengenai komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya, komposisi jenis pekerjaan dan fakta–fakta lain mengenai angkatan kerja. Misalnya: apakah para penduduk muda (young population) berusia terlalu muda untuk memasuki angkatan kerja, hingga belum bisa mendapatkan pendidikan yang relatif cukup tinggi? Kemudian berapa banyakkah penduduk tua (old population) dipaksa untuk tetap tinggal dalam angkatan kerja setelah usia pensiun?

adalah berumur 15-64 tahun. Menurut pengertian ini, setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun, bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.

Tenaga kerja (man power) adalah penduduk dalam usia kerja. Dalam literatur biasanya adalah seluruh penduduk berusia 15–64 tahun. Tetapi kebiasaan yang dipakai di Indonesia adalah seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (hasil sensus penduduk 1971 dan 1980). Jadi, tenaga kerja (man power) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia 15 tahun atau lebih) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Sebelum tahun 2000, Indonesia menggunakan patokan seluruh penduduk berusia 10 tahun ke atas (lihat hasil Sensus Penduduk

(2)

1971, 1980 dan1990). Namun sejak penduduk 2000 dan sesuai dengan ketentuan internasional, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih.

Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab. Angkatan kerja (labour force) secara demografi angkatan kerja bergantung dari tingkat partisipasi angkatan kerja, yaitu berapa persen dari tenaga kerja yang menjadi angkatan kerja. Jadi, angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat, atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yang memproduksi barang dan jasa. Kelompok angkatan kerja terdiri dari 2 (dua) golongan yaitu:

1. Angkatan kerja yang bekerja

a. Mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan melakukan suatu pekerjaan dengan maksud memperoleh penghasilan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit dua hari.

b. Mereka yang selama seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari dua hari tetapi mereka adalah pekerja tetap, petani-petani dan orang-orang yang bekerja dalam keahlian.

2. Angkatan kerja yang mencari pekerjaan

a. Mereka yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha mencari/mendapatkan pekerjaan.

b. Mereka yang bekerja, pada saat pencacahan sedang menganggur dan berusaha mendapatkan pekerjaan.

c. Mereka yang dibebastugaskan dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Bukan angkatan kerja (not in the labour force) adalah bagian dari tenaga kerja yang tidak bekerja ataupun mencari pekerjaan. Jadi, mereka bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya tidak terlibat, atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif yaitu memproduksi barang dan jasa.Kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari:

(3)

1. Sekolah adalah mereka yang kegiatannya hanya bersekolah.

2. Mengurus rumah tangga adalah untuk mereka yang kegiatannya hanya mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah.

3. Penerimaan pendapatan adalah untuk mereka yang tidak melakukan suatu kegiatan tetapi memperoleh penghasilan, misalnya pensiun, bunga simpanan, hasil persewaan dan sebagainya.

4. Lainnya adalah untuk mereka yang hidupnya tergantung pada orang lain karena usia lanjut, lumpuh, dungu dan sebagainya.

2.1.1 Jenis Pekerjaan

Urutan jenis pekerjaan diurutkan pada tingkat produktifitas kerja, mulai dari yang paling produktif sampai dengan yang tidak produktif. Selain itu, jenis pekerjaan seringkali dihubungkan dengan tingkat pendidikan, keterampilan dan jumlah jam kerja untuk mengetahui dimana ada setengah pengangguran dan tempat tinggal maupun mobilitas pekerjaan dengan menghubungkan jenis pekerjaan pada tahun-tahun sebelumnya. Jenis pekerjaan adalah macam pekerjaan yang sedang atau pernah dilakukan oleh orang-orang yang mencari pekerjaan dan pernah bekerja. Jenis pekerjaan ini dibagikan dalam beberapa golongan yaitu:

1. Tenaga profesional, teknisi dan tenaga lain. 2. Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan.

3. Tenaga administrasi, tenaga tata usaha dan tenaga yang berhubungan dengan itu.

4. Tenaga penjualan. 5. Tenaga usaha.

6. Tenaga usaha pertanian.

7. Tenaga produksi dan sejenisnya, dan operator alat-alat pengangkutan.

2.1.2 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja ( TPAK )

Angka TPAK dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui penduduk yang bekerja atau mencari pekerjaan. Bila angka TPAK kecil maka dapat di katakan bahwa penduduk usia kerja baik yang sedang sekolah maupun mengurus rumah tangga dan lainnya. Dengan demikian angka TPAK di pengaruhi oleh faktor sosial

(4)

ekonomi maupun faktor demografis. Beberapa faktor demografis yang dianggap penting pengaruhnya terhadap TPAK adalah jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan status perkawinan.

𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲 =𝑱𝑱𝑱𝑱𝑲𝑲𝑱𝑱𝑲𝑲𝑱𝑱𝑨𝑨𝑲𝑲𝒀𝒀𝒀𝒀𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲 𝑨𝑨 𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏𝟏%𝒀𝒀𝑲𝑲𝑲𝑲𝒀𝒀𝒀𝒀𝑲𝑲𝒀𝒀𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲𝑲

Masalah yang sering dihadapi adalah masalah setengah menganggur atau pengangguran tidak kentara, yang pengertiannya adalah sebagai berikut:

1. Setengah menganggur adalah jika seseorang bekerja tidak tetap diluar keinginannya sendiri, atau bekerja dalam waktu yang lebih pendek dari biasanya.

2. Pengangguran tidak kentara, di dalam angkatan kerja mereka dimasukkan dalam kegiatan bekerja, tetapi sebetulnya mereka adalah penganggur jika dilihat dari segi produktifitasnya.

3. Pengangguran friksionil adalah pengangguran yang terjadi akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain, dan akibatnya harus mempunyai tenggang waktu dan berstatus sebagai penganggur sebelum mendapatkan pekerjaan yang lain tersebut.

2.1.3 Status Kedudukan dalam Pekerjaan dari Angkatan Kerja

Klasifikasi status pekerjaan sejak tahun 1971 tidak mengalami perubahan hingga tahun 2000 dan tampaknya untuk periode seterusnya, di bandingkan dengan klasifikasi lapangan usaha maupun jenis pekerjaan yang selalu mengalami penyesuaian. Dengan demikian analisis perubahan atau status pekerjaan maupun pertumbuhannya mudah dilakukan.Status/kedudukan dalam pekerjaan dari angkatan kerja dibagi dalam (empat) golongan yaitu:

1. Pengusaha tanpa buruh adalah mereka yang melakukan usaha/pekerjaan atas resiko/tanggungan sendiri dan tidak memakai buruh yang dibayar atau hanya anggota rumah tangganya dengan membayar upah.

(5)

2. Pengusaha pakai buruh adalah seseorang yang dalam usahanya dibantu oleh salah satu atau beberapa buruh yang dibayar.

3. Buruh/pekerja adalah mereka yang bekerja dengan menerima upah atau gaji baik berupa uang maupun barang.

4. Pekerja keluarga adalah anggota rumah tangga yang membantu usaha yang dilakukan salah seorang anggota rumah tangga tanpa mendapat gaji/upah.

2.1.4. Lapangan Pekerjaan/usaha

Menurut Chris Manning (1993) analisis data mengenai kegiatan ekonomi penduduk umumnya menitikberatkan pada alokasi angkatan kerja yang bekerja menurut sektor, trend perpindahan dan penyebab perpindahan tersebut serta implikasinya.Lapangan pekerjaan/usaha adalah kegiatan dari usaha/perusahaan/ instansi di mana seseorang bekerja atau pernah bekerja.

Lapangan pekerjaan/usaha ini dibagi dalam 10 (sepuluh) golongan yaitu: 1. Pertanian, perburuan, kehutanan dan perikanan.

2. Pertambangan dan penggalian. 3. Industri pengolahan.

4. Listrik, gas dan air. 5. Bangunan.

6. Perdagangan, rumah makan dan hotel. 7. Angkutan, penyimpanan, dan komunikasi.

8. Keuangan, asuransi dan perdagangan tak bergerak. 9. Jasa-jasa kemasyarakatan, sosial dan pribadi. 10. Kegiatan yang tidak/belum jelas.

2.2 Peramalan

Forecasting adalah peramalan atau perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi. Ramalan yang dilakukan pada umumnya akan berdasarkan data yang terdapat di masa lampau yang dianalisis dengan mengunakan metode-metode tertentu. Forecasting diupayakan dapat meminimumkan pengaruh ketidakpastian. Dengan kata lain bertujuan mendapatkan ramalan yang bisa meminimumkan

(6)

kesalahan meramal (forecast error) yang biasanya diukur dengan Mean Absolute Deviation, Absolute Error

Atasdasarlogika, langkahdalammetodeperamalansecaraumum adalahmengumpulkan data, menyeleksidanmemilih data, memilih model peramalan, menggunakan model terpilihuntukmelakukanperamalan, evaluasihasilakhir.Berdasarkansifatnya, peramalandibedakanmenjadi:

, dan sebagainya.

1. PeramalanKualitatif

Peramalan yang didasarkanatas data kualitatifpada masa lalu.Hasilperamalankualitatifdidasarkanpadapengamatankejadian–kejadian di masa sebelumnyadigabungdenganpemikirandaripenyusunnya.

2. PeramalanKuantitatif

Peramalan yang didasarkanatas data kuantitatif masa lalu yang diperolehdaripengamatannilai–nilaisebelumnya.Hasilperamalan yang dibuattergantungpadametode yang digunakan, menggunakanmetode yang berbedaakandiperolehhasilperamalan yang berbeda.

2.3 Metode–metode Peramalan

Untukmelakukanperamalandiperlukanmetodetertentu dan metode mana yang digunakantergantungdari data dan informasi yang akandiramalsertatujuan yang hendakdicapai. Dalamprakteknyaterdapatberbagaimetodeperamalan antara lain:

1. Deret berkala atauDeretWaktu

Data deret waktu adalah data hasil pencatatan secara terus menerus dari waktu ke waktu (periodik), biasanya dalam interval waktu yang sama. Trend melukiskan gerak data deret waktu selama jangka waktu yang panjang atau cukup lama. Gerakan ini yang menggambarkan keadaan yang secara terus menerus bergarak dari waktu ke waktu secara stabil (Supangat, 2008:167).

2. Causal Methodsatausebabakibat merupakanmetodeperamalan yang didasarkankepadahubunganantaravariabel yang diperkirakandengan

variable lain yang mempengaruhinyatetapi

(7)

a. Metoderegresi dan kolerasi, merupakanmetode yang digunakanbaikuntukjangkapanjangmaupunjangkapendek dan didasarkankepadapersamaandenganteknikleastsquares yang dianalisis

secara statis.

b. Model Input Output, merupakanmetode yang

digunakanuntukperamalanjangkapanjang yang biasadigunakanuntukmenyusuntrendekonomijangkapanjang.

c. Modelekonometri, merupakanperamalan yang digunakanuntukjangkapanjang dan jangkapendek.

2.4 Data Deret Berkala

Deretwaktumerupakanserangkaianpengamatan/observasi yang diambil selama kurun waktu, pada umumnya dalam interval-interval yang sama panjang (Murray R. Spiegel, 1972:301).Deretwaktuadalahwaktusekumpulanhasilobservasi yang diaturdandidapatmenuruturutankronologis, biasanyadalam interval waktu yang sama (Sudjana, 1981:240).

Data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan, jumlah penduduk, jumlah kecelakaan, jumlah kejahatan, dan sebagainya).

Dari

pengalamandenganbanyakcontohderetberkalaternyataterdapatgerakan-gerakankhastertentuatauvariasi-variasi (variations) yang beberapadiantaranyaatauseluruhnyaterdapatdalamberbagai tingkat yang berbeda.

Analisisdarigerakan-gerakaninisangatpentingdalamberbagaihal,

salahsatudiantaranyaadalahmeramalkan (forecasting) gerakan-gerakan yang akandatang. Olehkarenaitutidakmengherankanbahwabanyak industri danbadan-badanpemerintahsangatberkepentingandalamsubjekini.

2.4.1 Komponen Deret Berkala Empat Komponen Deret Berkala:

(8)

1. Trend Sekuler, yaitu gerakan yang berjangka panjang, lamban seolah-olah alun ombak dan berkecenderungan menuju ke satu arah, arah menaik atau menurun.

2. Variasi Musim, yaitu ayunan sekitar trend yang bersifat musiman serta kurang lebih teratur.

3. Variasi Sikli, yaitu ayunan trend yang berjangka lebih panjang dan agak lebih tidak teratur.

4. Variasi Random/Residu, yaitu gerakan yang tidak teratur sama sekali.

2.4.2 Pengolahan Data Analisis Deret Berkala

Data kuantitatif deret berkala merupakan bahan analisis trend sekunder, variasi musim (seasonal), dan variasi siklikal. Pada hakekatnya, pengolahan dan penyesuaian data harus dilakukan sebelum data tersebut digunakan untuk tujuan analisis. Berkaitan dengan hal tersebut, pengguna data harus memperhatikan beberapa tentang permasalahan tentang:

1. Variasi Penanggalan. 2. Perubahan Harga. 3. Perubahan Penduduk. 4. Perbandingan Data.

a. Variasi Penanggalan

Pada umumnya, setahun dianggap memiliki 365 hari. Meskipun satu tahun terdiri dari 12 bulan, setiap bulan dapat memiliki jumlah hari yang berbeda yang bervariasi antara 28 sampai dengan 31 hari. Sebelum data time series digunakan untuk tujuan analisis, pengguna data wajib mengadakan penyesuaian terhadap jumlah hari dalam bulan atau jumlah hari kerja dalam bulan. Data tentang konsumsi, penjualan, dan sebagainya umumnya disesuaikan atas dasar jumlah hari dalam 1 bulan. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan dengan cara membagi angka konsumsi bulanan atau angka penjualan bulanan dengan jumlah hari dalam 1 bulan yang bersangkutan agar diperoleh angka konsumsi atau penjualan per hari. Sebaliknya, jika kita ingin angka-angka konsumsi bulanan tersebut tidak berubah,

(9)

maka angka konsumsi harian yang diperoleh harus dikalikan dengan jumlah hari rata-rata per bulan sebanyak 365/12 = 30,4167 hari.

b. Perubahan Harga

Dalam banyak kasus, data deret berkala terdiri dari angka-angka nilai produksi. Jika menggunakan deret berkala untuk menganalisis perubahan fisik yang bebas dari pengaruh fluktuasi harga, data kuantitatif tersebut harus di deflasikan dengan indeks harga yang sesuai sebelum dapat digunakan untuk tujuan analisis. Deret berkala tentang penjualan, pendapatan, ongkos bahan mentah dan sebagainya, harus di deflasikan agar fluktuasinya bebas dari perubahan harga-harganya. Proses deflasi penting sekali mengingat angka-angka nilai produksi yang meningkat kemungkinan di sebabkan oleh kenaikan harga, sedangkan jumlah fisiknya mungkin saja konstan bahkan menurun.

c. Perubahan Penduduk

Ada kalanya, ingin mengetahui fluktuasi produksi per kapita atau konsumsi per kapita. Dalam hal demikian, angka-angka produksi atau konsumsi harus dibagi dengan jumlah penduduk. Angka per kapita sedemikian itu sebenarnya telah memasukkan unsur perubahan penduduk di dalamnya. Perhitungan per kapita tersebut penting sekali karena produksi bisa saja menunjukkan gerekan meningkat (naik), tetapi per kapitanya menurun jika kenaikan jumlah penduduk lebih cepat di banding kenaikan produksinya.

d. Perbandingan Data

Semua data deret berkala yang digunakan sebagai dasar analisis, seharusnya betul-betul sebanding. Jika sumber data berbeda, maka perlu dilakukan penelitian terhadap perumusan istilah-istilah oleh beberapa sumber yang berbeda. Perumusan yang berbeda tentang suatu istilah yang sama oleh beberapa sumber, perlu disesuaikan sebelum data tersebut digunakan. Sebagai contoh, terdapat dua sumber yang berbeda dimana keduanya merumuskan suatu istilah yang sama yaitu produksi “sikat”. Sumber yang pertama merumuskan istilah sikat sebagai

(10)

gabungan perusahaan atau industri yang memproduksi sikat gigi, sikat lantai, dan sebagainya. Sedangkan sumber yang kedua merumuskan istilah sikat sebagai gabungan dari perusahaan atau industri sikat gigi saja.

Berdasarkan model klasik, nilai deret berkala atau time series (Y) merupakan gabungan perkalian dari nilai-nilai komponennya, dan dapat dinyatakan dalam persamaan berikut:

Y = T x C x S x I

Jadi suatu data runtut waktu merupakan hasil kali dari 4 komponen yaitu “trend (T), cyclus (C), seasonal (S) dan irregular (I).

2.4.3 Trend Sekunder

Perkembangan suatu kejadian, gejala atau variabel yang mengikuti “gerakan trend sekunder“ dapat disajikan dalam bentuk:

1. Persamaan trend, baik persamaan linier maupun persamaan non linier. 2. Gambar/grafik yang dikenal dengan garis/kurva trend, baik garis lurus

maupun lengkung.

2.4.4 Trend Linier

Trend Linier adalah trend yang variabel X nya (periodewaktu) berpangkat paling tinggisatu (Dergibson, 2000). Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier.Penentuan persamaan dan garis “trend linier” dapat dilakukan dengan metode-metode berikut:

1. Metode tangan bebas (freehand method).

2. Metode setengah rata-rata (semi average method). 3. Metode matematis.

4. Metode kuadrat terkecil (least square method).

2.5 Metode Semi Average

(11)

a. Metode Setengah Rata-rata dengan data historis dalam jumlah genap

b. Metode Setengah Rata-rata dengan data historis dalam jumlah ganjil

Langkah-langkahdalammemperolehgaris trend denganmetode semi Average adalah:

1. Mengelompokkan data menjadiduabagian. Jikajumlah data ganjil, makanilai yang ditengahdapatdihilangkanataudihitungdua kali yaitu 1 bagianmenjadikelompokpertamadansatubagianmenjadikelompokkedua. 2. Menghitung rata-rata hitungkelompokpertama(K1)

dankelompokkedua(K2). Kelompokpertama(K1) diletakkanpadatahunpertengahanpadakelompok 1 dankelompokkedua(K2) diletakkanpadatahunpertengahanpadakelompok 2. Nilai K1 dan K2merupakannilaikonstanta (a) danletaktahunmerupakantahundasar. Nilai K1 dan K2 menjadi intersept pada persamaan trendnya.

3. Menghitung selisih K2-K1, apabila K2-K1>0 berarti trend positif dan bila K2<K1, maka trendnya negatif.

4. Nilai perubahan trend (KR) diperoleh dengan cara:

𝑲𝑲𝑲𝑲 =

𝑨𝑨

𝟐𝟐−

𝑲𝑲

𝑨𝑨

𝟏𝟏

5. Untuk mengetahui besarnya trend selanjutnya, tinggal memasukkan nilai (x) pada persamaan 𝒀𝒀� = 𝐚𝐚 + 𝐛𝐛𝑿𝑿yang sudah ada.

Persamaan trend yang diperoleh dengan menggunakan metode ini, selain dapat digunakan untuk mengetahui kecenderungan nilai suatu variabel dari waktu ke waktu, juga dapat digunakan untuk meramal nilai suatu variabel tersebut pada suatu waktu tertentu. Persamaannya adalah sebagai berikut:

𝒀𝒀� = 𝐚𝐚 + 𝐛𝐛𝑿𝑿 dengan:

𝑌𝑌� = data berkala (time series)/taksiran nilai trend. X = variabel waktu (hari, minggu, bulan atau tahun).

(12)

a = nilai trend pada tahun dasar.

b = rata-rata pertumbuhan nilai trend tiap tahun.

Untuk menentukan garis trend, terlebih dahulu dicari nilai a dan b. Artinya jika nilai a dan b sudah diketahui maka garis trend dapat dibuat. Nilai a dan b dapat ditentukan dengan dua metode, yaitu metode kuadrat terkecil dan metode matematis.

Untuk mencari data deret berkala/taksiran nilai trend dapat juga digunakan persamaan berikut:

𝒀𝒀 = 𝑨𝑨𝑨𝑨 + 𝑲𝑲𝑲𝑲 dengan:

Y = data berkala (time series)/taksiran nilai trend. 𝐴𝐴𝐴𝐴 = jumlah rata-rata kelompok x.

KR = perubahan nilai variabel setiap tahun/kenaikan rata-rata. dimana, 𝑲𝑲𝑲𝑲 =𝑨𝑨𝟐𝟐−𝑨𝑨𝟏𝟏

𝑲𝑲

KR = perubahan nilai variabel setiap tahun. 𝐴𝐴1 = jumlah rata-rata kelompok pertama.

𝐴𝐴2 = jumlah rata-rata kelompok kedua.

Referensi

Dokumen terkait

Satuan biaya transportasi darat dari ibu kota kabupaten Mamasa ke ibu kota Kecamatan dalam kabupaten Mamasamerupakan satuan biaya yang digunakan untuk menyusun

Definisi lain tentang angkatan kerja menyebutkan bahwa, angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sebenarnya terlibat dalam kegiatan yang produktif, yaitu yang

•   Diberikan sebuah Boolean query q dan sebuah dokumen d, weighted zone scoring menyatakan sebuah nilai untuk.. pasangan (q, d) dalam suatu nilai interval [0, 1], dengan

Sebagai pengantar untuk memahami wajah Gereja Indonesia yang gembira dan berbelaskasih di masa lampau, kini dan esok, berikut uraian singkat untuk mengenal Anjuran Apostolik dan

Sesuai dengan hasil dilapangan, bahwa umur tidak mempengaruhi kepatuhan berobat pasien TB Paru, baik umur yang tergolong produktif (15-50 tahun) maupun umur yang

1. LATAR BELAKANG Stunting merupakan istilah untuk penebutan anak ang tumbuh tidak sesuai dengan ukuran ang semestina 4bai

JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI DIV JURUSAN TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI DIV TEKNIK ENERGI POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAA TEKNIK ENERGI POLITEKNIK NEGERI