• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN rencana strategis (RENSTRA) TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DOKUMEN rencana strategis (RENSTRA) TAHUN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

DOKUMEN rencana strategiS

(RENSTRA) TAHUN 2015-2019

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas taufiq dan hidayah serta inayah dari Allah SWT, kami telah menyusun Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang Tahun 2015-2019 yang merupakan gambaran visionable Pengadilan Agama Pinrang ke depan.

Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu ima tahun secara sistimatis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.

Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang merupakan motivasi seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Pinrang serta Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar karena penyusunannya partisipatif-button up dan merupakan hasil rapat kerja daerah lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Makassar.

Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang berisikan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Strategis, Kebijakan/Program serta kegiatan yang disusun berdasarkan pertimbangan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) Pengadilan Agama Pinrang untuk memanfaatkan peluang (opportunity) dan meminimalisir ancaman (treatmen) di luar lingkunagn eksternal Pengadilan Agama Pinrang.

Oleh karena itu, Rencana Strategis tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan langkah policy dan kegiatan ke depan.

(3)

PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1. LATAR BELAKANG ... …...1

1.2. KELEMBAGAAN ... …...3

BAB II RUMUSAN STRATEGIS...5

2.1. VISI ...5

2.2. MISI ...7

2.3. TUJUAN ...10

2.4. SASARAN ...10

BAB III STRATEGIS DAN KEBIJAKAN ... 11

A. Meningkatnya Penyelesaian perkara tepat waktu, transparan dan Akuntabel ... 11

B. Terselesainya Administrasi Perkara yang efektif, efesien dan Akuntabel ...12

C. Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam Penyelenggaraan Fungsi peradilan ...12

D. Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Agama Pinrang ...12

E. Terwujudnya SDM yang Profesional dan memiliki integritas tinggi F. Terwujudnya Pelaksanaan Pengawasan internal yang efektif dan Efesien ...13

BAB IV PENUTUP ...14

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Reformasi Pemerintahan dalam Prespektif kekinian menghendaki terwujudnya pemerintahan yang baik. Pengadilan Agama Pinrang Pola dasar pelaksanaan kepemerintahan dewasa ini menghendaki adanya terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance ). Pelaksanaan kepemerintahan yang baik akan terwujud apabila ditata dalam suatu sistem perencanaan disertai dengan perwujudan sistem akuntabilitas. Oleh karena itu, perencanaan dan akuntabilitas mutlak adanya.

Peran dan fungsi perencanaan yang mengarah kepada akuntabilitas merupakan landasan ideal mewujudkan cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara dalam berbagai sektor penegakan hukum dan peradilan.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 tentang sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan keinginan nyata pemerintah untuk melaksanakan good

governance dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Salah satu dari unsur pokok dari penjabaran sistem akuntabilitas adalah penyusunan Stratejik ( renstra ) dengan berbasis kinerja yang merupakan pedoman pelaksanaan tupoksi, sehingga segala bentuk kegiatan dilaksanakan secara terencana dan terukur. Suatu perencanaan yang tidak stratejik sama halnya

(5)

2

merencanakan suatu kegagalan yang tentunya hal tersebut tidak dikehendaki bersama.

Rencana Stratejik (renstra) merupakan rencana stratejik yang disusun dalam jangka waktu tertentu ke depan berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan tuntutan melalui suatu analisis perencanaan. Rencana stratejik dimaksudkan untuk memaksimalkan sumber daya agar dapat diterima secara baik apabila sumber daya yang ada dipergunakan secara tepat guna dan sasaran.

Pengadilan Agama Pinrang sebagai lembaga peradilan yang melaksanakan fungsi kekuasaan kehakiman (yudikatif) dalam wilayah hukum Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, mempunyai tugas pokok memerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara yang diajukan sebagai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006.

Penyelenggaraan tugas pokok tersebut berkait erat dengan tuntutan masyarakat akan kemandirian hukum dan keadilan, penegakan supremasi hukum, proses peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan, terhadap lembaga peradilan termasuk Pengadilan Agama Pinrang dalam wilayah hukumnya menandakan urgensinya penyusunan suatu rencana strategis, sebagai kerangka acuan untuk mewujudkan cita-cita hukum.

Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang ini merupakan rumusan strategis dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) lembaga peradilan dalam wilayah hukumnya, peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat. Penyusunan tersebut disusun dengan memperhatikan perkembangan hukum dan

(6)

3

masyarakat di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, kondisi internal dari organisasi Pengadilan Agama Pinrang serta memperhatikan kondisi perkembangan hukum dan masyarakat secara nasional.

Penyusunan Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinang tersebut disusun dengan memperhatikan perkembangan hukum dan masyarakat di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, kondisi internal Pengadilan Agama Pinrang serta dengan memperhatikan kondisi perkembangan hukum secara nasional. Penyusunan Rencana Strategis Pengadilan Agama Pinrang ini juga tidak terlepas juga dari Blue Print Mahkamah Agung dan Hasil Rakernas Mahkamah Agung. Oleh karena itu, diharapkan agar Rencana Strategis terdapat keselarasan dan keserasian dengan program program pembangunan di bidang hukum.

Pengadilan Agama Pinrang Kelas I B telah menysun Rencana Strategis Tahun 2015-2019 sebagai penjabaran sistem akuntabilitas dengan berbasis kinerja.

Renstra ini memuat rencana anggaran penyediaan sarana dan prasarana serta kebutuhan personil, sebagai berikut :

RENCANA KEBUTUHAN PERSONIL PENGADILAN AGAMA PINRANG TAHUN 2015 s.d. 2019 NO J A B A T A N T A H U N K E T 2015 2011 2012 2013 2014 1. 2. 3. 4. K e t u a Wakil Ketua H a k i m Panitera/Sekretaris 1 1 10 1 1 1 11 1 1 1 12 1 1 1 13 1 1 1 14 1

(7)

4

5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15 16. Wakil Panitera Wakil Sekretaris Panitera Muda Hukum Panitera Muda Gugatan Panitera Muda Permohonan

Kepala Urusan Keuangan Kepala Urusan Umum Kepala Urusan Kepegawaian

Panitera Pengganti Jurusita Jurusita Pengganti Staf 1 1 1 1 1 1 1 1 10 2 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 11 2 4 5 1 1 1 1 1 1 1 1 12 2 4 6 1 1 1 1 1 1 1 1 13 3 5 7 1 1 1 1 1 1 1 1 15 4 6 8 1.2 KELEMBAGAAN

Berdasarkan KMA/003/SK.II/1992 susunan struktur organisasi pengadilan agama tingkat pertama adalah sebagai berikut:

1. Seorang Ketua

2. Seorang Wakil Ketua 3. Beberapa Hakim

4. Seorang Panitera/Sekretaris 5. Wakil Panitera

6. Wakil Sekretaris

7. Panitera Muda yang terdiri dari: 1. Panitera Muda Hukum

(8)

5

2. Panitera Muda Gugatan 3. Panitera Muda Permohonan

8. Kepala Bagian yang membantu wakil sekretaris terdiri dari: 1. Kepala Sub. Bagian Keuangan

2. Kepala Sub. Bagian Umum

3. Kepala Sub. Bagian Kepegawaian 9. Panitera Pengganti

10. Jursita/Jurusita Pengganti

Adapun struktur organisasi Pengadilan Agama Pinrang adalah sebagai berikut:

(9)

6

BAB II

RUMUSAN STRATEGIS

2.1 VISI

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya untuk menyelenggarkan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Atas dasar ketentuan tersebut, Peradilan Agama merupakan lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung sebagi pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan. Pengadilan Agama Pinrang adalah bagian dari lingkungan peradilan agama sekaligus sebagai kawal depan Mahkamah Agung mempunyai tugas pokok sebagimana yang diatur dalam undang-undang dan peraturan lainnya.

Untuk melaksanakan dan menjabarkan tugas pokok tersebut diperlukan rencana strategis berupa visi dan misi Pengadilan Agama Pinrang yang pada pokoknya bertujuan untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

Visi adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita atau bahkan tujuan hukum

(rechtsidea) yang ingin diwujudkan. Visi berkaitan dengan

pandangan ke depan yang menyangkut kemana Pengadilan Agama

(10)

7

Pinrang akan dibawa dan diarahkan dapat berkarya secara

konsisten, tetap eksis, antisipatif, inovatif dan needed (dibutuhkan) oleh masyarakat – stakeholder/justitiabelen.

Adapun Visi Pengadilan Agama Pinrang sehubungan dengan Pelayanan hukum kepada Masyarakat wilayah Kabupaten Pinrang adalah Sebagai berikut:

“ Terwujudnya Pengadilan Agama Pinrang Yang Bersih, Berwibawa dan Profesional Dalam Penegakan Hukum Dan Keadilan

Menuju Supermasi Hukum.”

Pernyataan visi Pengadilan Agama Pinrang tersebut memiliki pokok pengertian sebagai berikut :

Pengadilan Agama Pinrang yang Bersih, mengandung

makna bahwa bersih dari pengaruh non hukum baik berbentuk kolusi, korupsi dan nepotisme, maupun pengaruh tekanan luar dalam upaya penegakan hukum. Bersih dan bebas KKN merupakan topik yang harus selalu dikedepankan pada era reformasi.

Terbangunnya suatu proses penyelenggaraan yang bersih dalam pelayanan hukum menjadi prasyarat untuk mewujudkan peradilan yang berwibawa.

Berwibawa, mengandung arti bahwa Pengadilan Agama

Pinrang ke depan dipercaya sebagai lembaga peradilan yang

memberikan perlindungan dan pelayanan hukum sehingga lembaga peradilan tegak dengan kharisma sandaran keadilan masyarakat.

Profesionalisme, mengandung arti yang luas,

profesionalisme dalam proses penegakan hukum, profesionalisme dalam menguasaan ilmu pengetahuan hukum dan profesionalisme memenajemen lembaga peradilan, sehingga hukum dan keadilan yang diharapkan dapat terwujud. Jika hukum dan keadilan telah

(11)

8

terwujud maka supremasi hukum dapat dirasakan oleh segenap masyarakat.

2.2 MISI

Berdasarkan visi Pengadilan Agama Pinrang yang telah ditetapkan tersebut, maka ditetapkan beberapa misi Pengadilan Agama Pinrang untuk mewujudkan visi tersebut. Misi Pengadilan Agama tersebut adalah :

1. Mewujudkan Peradilan yang Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan; 2. Meningkatkan Sumber Daya Aparatur Peradilan;

3. Meningkatkan pengawasan yang terencana dan efektif; 4. Meningkatkan kesadaran dan ketaatan hukum Masyarakat; 5. Meningkatkan kualitas administrasi dan managemen peradilan 6. Meningkatkan sarana dan prasarana hukum.

Penjelasan Makna Misi :

Misi pertama “Mewujudkan Peradilan Yang Cepat, Sederhana dan Biaya Ringan” mengandung makna bahwa untuk

mewujudkan lembaga peradilan yang bersih, berwibawa dan profesionalisme, maka pelaksanaan proses peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan merupakan langkah antisipatif terhadap eofora reformasi hukum yang selalu didengungkan masyarakat. Apatisme masyarakat terhadap peradilan yang selalu menganggap bahwa berproses ke pengadilan akan selalu lama, berbelit-belit dan memakan waktu dan biaya yang mahal harus ditepis dengan misi tersebut. misi tersebut juga sesuai dengan kehendak peraturan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman.

(12)

9

Misi kedua, “Meningkatkan Sumber Daya Aparatur

Peradilan”. Yang dimaksud dengan sumber daya aparatur peradilan

meliputi pejabat hakim, kepaniteraan, kejurusitaan dan kejurusitaan serta kesekretariatan.

Ujung tombak hukum dan keadilan pada lembaga peradilan berada pada tangan hakim. Oleh karena itu, upaya peningkatan sumber daya hakim adalah urgen. Meskipun demikian, aparat peradilan lainnya, seperti kepaniteraan dan kejurusitaan serta kesekretarian tetap mendapat perhatian peningkatan sumber daya karena aparat peradilan tersebut merupakan faktor pendukung bagi hakim dalam melaksanakan tugas penegakan hukum dan keadilan. Tingkat profesionalisme aparat sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan hukum aparat.

Peningkatan sumber daya yang dimaksud dapat dilakukan melalui : (1) pendidikan formal; (2) pendidikan dan pelatihan terstruktur; (3) pengalaman kerja melalui mutasi terencana.

Misi ketiga, ”Meningkatkan pengawasan yang terencana dan efektif”. Pengawasan merupakan tindakan untuk: (1) menjaga agar

pelaksanaan tugas lembaga sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (2) mengendalikan agar administrasi peradilan dikelola secara tertib sebagaimana mestinya dan aparat peradilan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya; (3) menjamin terwujudnya pelayanan publik yang baik bagi para pencari keadilan yang meliputi : kualitas putusan, waktu penyelesaian perkara yang cepat dan biaya perkara yang murah.

Penerapan pengawasan yang terencana merupakan upaya preventif terhadap peluang atau kesempatan pelanggaran,

(13)

10

sedangkan pengawasan yang efektif mempunyai sasaran penyelesaian masalah secara tepat dan cepat terhadap berbagai temuan penyimpangan dan pengaduan dari masyarakat. Pengawasan yang terencana dan efektif diharapkan dapat mengurangi sorotan dan kritikan terhadap lembaga peradilan.

Misi keempat, ”Meningkatkan Kesadaran dan Ketaatan Hukum Masyarakat”. Seperti yang telah diuraikan bahwa ada tiga

pilar yang menentukan kesuksesan pencapaian tujuan hukum, yakni (1) substansi hukum; (2) struktur hukum; (3) budaya hukum.

Budaya hukum sangat terkait dengan kesadaran dan ketaatan hukum suatu masyarakat. Kesadaran hukum yang baik adalah kesadaran yang diikuti dengan ketaatan terhadap hukum. Dikemukakan ada tiga tingkatan kualitan ketaatan hukum, pertama, ketaatan hukum yang bersifat compliance, yaitu jika seorang taat terhadap suatu aturan hanya karena takut terkena sanksi; kedua, ketaatan hukum yang bersifat identification, yaitu jika seorang taat terhadap suatu aturan hanya karena takut hubungan baiknya dengan orang lain menjadi rusak; ketiga, ketaatan hukum yang bersifat internalization, yaitu jika seorang taat terhadap hukum karena ia merasa aturan itu sesuai dengan nilai-nilai instrinsik yang dianutnya.

Model ketaatan terhadap hukum yang ketiga yang sangat diharapkan terwujud dalam wilayah hukum Pengadilan Agama Pinrang untuk mencapai visinya.

Misi kelima, ”Meningkatkan Kualitas Administrasi dan Managemen Peradilan”. Administrasi dan managemen merupakan

sarana pencapaian tujuan. Pola adminitrasi dan managemen yang baik akan mendorong percepatan terwujudnya visi dan misi.

(14)

11

Pengetatan dan disiplin terhadap adminitrasi dan managemen yang telah ditetapkan merupakan hal urgen. perubahan birokrasi atau reformasi birokrasi dalam tubuh lembaga peradilan merupakan jalan menuju reformasi hukum.

Misi keenam, ” Meningkatkan Sarana dan Prasarana Hukum”. Yang mengandung makna bahwa tanpa adanya sarana

atau fasilitas tertentu, maka tidak mungkin penegakan hukum akan berlangsung dengan lancar. Sarana dan prasarana tersebut mencakup sarana gedung, sarana organisasi yang baik, sarana peralatan yang memadai, sarana keuangan yang cukup dan lain-lain.

2.3 TUJUAN

Adapun tujuan strategi Pengadilan Agama Pinrang sebagai berikut: 1. Mewujudkan peradilan yang sederhana,cepat dan biaya ringan 2. Peningkatan penyelesian dan penanganan perkara

3. Mewujudkan dukungan Manajemen dan dukungan Teknis lainnya 4. Mewujudkan sarana dan prasarana aparatur

5. Meningkatkan sumber daya aparatur peradilan 6. Mewujudkan pengawasan yang efektif dan efisien

2.4 SASARAN

Adapun sasaran strategis Pengadilan Agama Pinrang dalam kurung waktu lima tahun kedepan sebagai berikut:

1. Meningkatnya penyelesaian perkara tepat waktu, transparan, dan akuntabel.

2. Terselesainya administrasi perkara yang efektif, efisien dan akuntabel

3. Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam penyelenggaraan fungsi peradilan.

4. Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Agama Pinrang

(15)

12

6. Terwujudnya pelaksanaan Pengawasan internal yang efektif dan efisien

(16)

13

BAB III

STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

Pengadilan Agama Pinrang dalam mencapai sasaran pembangunan di bidang hukum telah menetapkan arah kebijakan dan menetapkan sasaran strategis.

Sasaran strategis tersebut merupakan arahan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan sasaran strategis, maka Pengadilan Agama menerapkan manajemen yang baik untuk menentukan kualitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Pinrang.

A. Meningkatnya penyelesaian perkara tepat waktu, transparan, dan akuntabel.

Salah satu isu yang selalu mengemuka di masyarakat adalah tumpukan perkara (sisa perkara). Pengadilan Agama Pnrang telah melakukan serangkaian upaya untuk mengatasi penumpukan perkara, namun jumlah perkara baru yang masuk setiap tahunnya selalu meningkat, dan juga perkara-perkara yang ghaib. Oleh karena itu dipandang perlu untuk membuat program peningkatan penyelesaian perkara di Pengadilan Agama Pinrang. Tingkat penyelesaian perkara disebabkan oleh faktor kemampuan para hakim dalam memeriksa dan memutus perkara, dan juga masalah minutasi.

(17)

14

B. Terselesainya administrasi perkara yang efektif, efisien dan

akuntabel

Proses administrasi perkara yang baik akan menentukan kualitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi suatu lembaga. Pengadilan Agama Pinrang beurpaya untuk mewujudkan proses penyelesaian administrasi perkara secara tepat, cepat, sehingga dapat mendukung proses yang berjalan di Pengadilan Agama Pinrang dengan baik.

C. Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam penyelenggaraan fungsi peradilan.

Dengan adanya dukungan manajemen dan tenaga teknis lainnya diharapakan dapat membantu proses/tugas-tugas di Pengadilan Agama Pinrang.

D. Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Agama Pinrang

Penyelenggaraan operasional perkantoran dan pimpinan perlu diperhatikan dikarena sangat menunjang proses pekerjaan dan kinerja di Pengadilan Agama Pinrang.

E. Terwujudnya SDM yang Profesional dan memeliki integritas tinggi

Dengan adanya dukunagn SDM yang professional dan memiliki integritas tinggi, Pengadilan Agama Pinrang dapat menjadi Lembaga yang Profesional, bersih dan Akuntabel.

(18)

15

F. Terwujudnya pelaksanaan Pengawasan internal yang efektif

dan efisien

Pengawasan internal yang dilakukan di Pengadilan Agama Pinrang diharapkan dapat mengawasi proses di Pengadilan Agama Pinrang sehingga tercipta Kualitas peradilan yang baik

(19)

16

BAB IV

PENUTUP

Rencana strategis (Renstra) Pengadilan Agama Pinrang tahun 2015-2019 disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Selain itu penyusunan rencana strategis ini diharapkan sudah mengantisipasi dinamika hukum. Dokumen rencana strategis Pengadilan Agama Pinrang tahun 2015-2019 ini yang akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan proram/kegiatan Pengadilan Agama Pinrang.

Pengadilan Agama Pinrang berupaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik ( good governance ) dalam menghadirkan proses penataan pembangunan hukum di Indonesia. Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat seiring dengan berkembang pesatnya teknologi informasi, semakin memantapkan tekad setiap lembaga negara untuk melakukan perencanaan pembangunan dengan menatap tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang.

Di bidang pengelolaan perkara, Pengadilan Agama Pinrang akan melakukan percepatan penyelesaian perkara melalui program modernisasi pengelolaan perkara dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (IT).

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, maka Pengadilan Agama Pinrang di tahun 2015-2019 mulai mencanangkan pengelolaan anggaran yang mandiri. Tentu saja program ini membutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari sosialisasi pentingnya

(20)

17

kebutuhan anggaran yang mandiri, persiapan penyediaan sistem dan kompetensi pengelolanya. Pinrang, 07 Januari 2014 Mengetahui, Panitera/Sekretaris, Ketua, Drs. H. Pandi, SH.,MH. Hartanto, S.H. NIP.19601231.199003.1033 NIP.196210161990031004

(21)

RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019

TUJUAN SASARAN STRATEGI Ket

Uraian Indikator Kebijakan Program

1 2 3 4 5 6

Mewujudkan peradilan yang sederhana,cepat dan biaya ringan

Meningkatnya penyelesaian perkara tepat waktu, transparan, dan akuntabel. a. Prosentase jumlah penyelesaian perkara b. Prosentase penyelesaian

perkara melalui mediasi c. Jumlah perkara masyarakat

miskin dan terpinggirkan yang diselesaikan tepat waktu

d. Jumlah perkara masyarakat miskin dan terpinggirkan yang diselesaikan dengan layanan sidang keliling e. Prosentase putusan yang di

upload ke website

f. Prosentase pelayanan meja informasi

g. Prosentase minutasi berkas perkara

Meningkatkan kualitas mutu pelayanan prima

Peningkatan sarana percepatan pelayanan hukum

(22)

Peningkatan penyelesian dan penanganan perkara Terselesainya administrasi perkara yang efektif, efisien dan akuntabel a. Prosentase administrasi penerimaan perkara b. Prosentase pemeriksaan perkara c. Prosentase administrasi putuan perkara d. Prosentase proses penyampaian salinan putusan kepada para pihak e. Prosentase penertiban akte

cerai

f. Prosentasi proses penyampaian akte cerai kepada para pihak g. Presentase berkas yang

diajukan banding, kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap

h. Presentase keberhasilan Sita dan Eksekusi

Meningkatkan kualitas mutu pelayanan prima

Peningkatan sarana percepatan pelayanan hukum Mewujudkan dukungan Manajemen dan dukungan Teknis lainnya Tersedianya dukungan manajemen dan tugas teknis dalam penyelenggaraan fungsi peradilan.

a. Jumlah laporan keuangan yang sesuai dengan Sistem Akutansi Pemerintah dan tepat waktu b. Prosentase penyerapan anggaran meningkat c. Jumlah PNBP Mahkamah Agung d. Presentase penyelesaian Meningkatnya pelayanan manajemen. Peningkatan Manajemen SDM tenaga teknis lainnya

(23)

Laporan di Kesekretariatan yang tepat waktu

e. Prosentase Pembayaran gaji, tujangan tepat waktu f. Jumlah tersedianya Operasional/Pemeliharaan Perkantoran Mewujudkan sarana dan prasarana aparatur Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadilan Agama Pinrang Jumlah pengadaan perlengkapan sarana kantor/gedung Mengadakan barang inventaris Negara

Peningkatan sarana dan prasarana peradilan Meningkatkan sumber daya aparatur peradilan Terwujudnya SDM yang Profesional dan memeliki integritas tinggi a. Jumlah CPNS yang

mengikuti Diklat Prajabatan b. Jumlah Pejabat Kesekretariatan yang mengikuti Diklat c. Jumlah Pejabat Kepaniteraan yang mengikuti Diklat/Bintek d. Jumlah Hakim yang

mengikuti Diklat/Bintek Mengikutkan Diklat/Bintek bagi Pejabat Kesekretariatan, Kepaniteraan, dan Hakim Peningkatan mutu Pejabat Kesekretariatan, Kepaniteraan, dan Hakim

Mewujudkan pengawasan yang efektif dan efisien Terwujudnya pelaksanaan Pengawasan internal yang efektif dan efisien

a. Jumlah Pengawasan

terhadap Keuangan perkara oleh Ketua Pengadilan Agama Pinrang b. Jumlah Pengawasan

terhadap Keuangan Negara (DIPA) oleh Kuasa Pengguna

Meningkatkan kualitas pengawasan

Peningkatan pengawasan oleh Ketua Pengadilan Agama Pinrang

(24)

Anggaran

c. Jumlah Pengawasan oleh Hakim pengawas bidang

Pinrang, 07 Januari 2014

Ketua, Panitera,

Drs.H. Pandi, S.H.,M.H. Hartanto, S.H.

Referensi

Dokumen terkait

engagement as a mediator between job resources and proactive behaviour”, International Journal of Human Resource Management, Vol.. Introduction to Management

Peneliti menetapkan objek dalam penelitian ini adalah Proses Bimbingan pada klien anak yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat yang dilakukan oleh pembimbing kemasyarakatan

Skripsi yang berjudul ‚Analisis Yuridis Terhadap Akad Nikah Dengan Wali Hakim Tanpa Penetapan Wali Adol Oleh Pengadilan Agama di KUA Ngasem Bojonegoro‛ adalah hasil

Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Iklan terhadap Loyalitas Konsumen dalam Menggunakan Kartu Seluler simPATI (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas

Penelitian kedua yaitu ekstraksi pektin dari kulit buah coklat (Mariana, Tri. 2005) yang menjelaskan bahwa pektin yang diperoleh dari buah coklat merupakan pektin dengan

Diberikan sebuah pola yang kosong, siswa mampu mengisi titik dengan benar. Siswa mampu mengisi titik

 Mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep struktur pemrograman COBOL, bentuk data yang digunakan dan aturan penulisannya.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan format program

Analisis Pola Pewarisan Karakter, Heritabilitas Hasil dan Komponen Hasil Generasi F 2 Kedelai Hasil Persilangan Varietas Mallika dengan Varietas Wilis Dibimbing oleh ISMED