PENGARUH PROGRAM OTOBLITZ DI
METRO TV TERHADAP MINAT KHALAYAK
MEMODIFIKASI MOBIL (STUDI KASUS
TERHADAP KOMUNITAS FEVER PECINTA
MOBIL DI JAKARTA)
Evan
Binus University, Jakarta, Indonesia, 11480
ABSTRAK
Tayangan televisi mempunyai peranan penting dan sangat besar dalam mempengaruhi khalayak
atau penonton dalam kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini diharapkan untuk mengetahui
pengaruh program Otoblitz di Metro TV terhadap minat khalayak memodifikasi mobil (studi kasus
terhadap komunitas “Fever” pecinta mobil di Jakarta). Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode kuantitatif yang membagi program Otoblitz menjadi variabel X yaitu program
Otoblitz itu sendiri dan minat khalayak memodifikasi mobil sebagai variabel Y. Namun data primer
yang digunakan adalah kuesioner yang akan disebarkan kepada responden dan diolah hasilnya
yang didapatkan dari responden melalui perhitungan statistik. Hasil yang dicapai dari penelitian
ini adalah terdapat pengaruh program Otoblitz di Metro TV terhadap minat khalayak memodifikasi
mobil (studi kasus terhadap komunitas “Fever” pecinta mobil di Jakarta). Simpulan dari penelitian
ini adalah terdapat pengaruh program Otoblitz di Metro TV terhadap minat khalayak memodifikasi
mobil (studi kasus terhadap komunitas “Fever” pecinta mobil di Jakarta)..peneliti menganalisa
data dengan perhitungan SPSS dan mendapatkan hasil sebagai berikut: program otoblitz
memberikan pengaruh sebesar 20,6% terhadap minat khalayak memodifikasi mobil di Jakarta.
PENDAHULUAN
Televisi sebagai media komunikasi, diakui telah banyak memberikan sumbangsih bagi perkembangan peradaban manusia. Namun, di balik hal-hal positif yang disebarkan, televisi juga kerap dituding sebagai media yang menyebarkan kekerasan, pornografi, ataupun tayangan yang berbau mistik. Kehadiran stasiun televisi yang 'sehat' dan mendidik pun semakin dirasakan kebutuhannya, terutama oleh keluarga di negara berkembang seperti di Indonesia.
Program magazine di kenal di Indonesia sebagai program majalah udara. Sebagaimana majalah cetak, program magazine memiliki jangka waktu terbit, mingguan, dwi bulanan, tergantung dari kemauan produser. Dalam program itu juga terdapat rubrik-rubrik tetap yang berisi bahasan-bahasan. Biasanya program magazine berdurasi antara 30 sampai 50 menit. Setiap rubrik bisa di sajikan dengan format yang berbeda-beda, misalnya wawancara, uraian, vox-pop, dan pergelaran. Yang perlu di ingat program magazine bukan majalah cetak, melainkan majalah udara audio visual. Kalau dalam majalah cetak dua-tiga foto cukup sebagai ilustrasi-ilustrasi, kalau dalam program magazine seluruhnya berupa gambar (Wibowo, 2009).
Sajian program magazine diantarkan oleh satu atau dua presenter (penyaji) yang sekaligus menjadi link (penghubung) antara rubrik yang satu ke rubrik yang lain. Penyaji akan lebih bagus kalau di pilih mereka yang cukup mengenal bidang bahasan. Program magazine bukan siaran berita. Oleh karena itu, gaya sajian, penampilan, dan kostum penyaji juga harus menyesuaikan dengan spesifikasi program itu (Wibowo, 2009). Program otomotif Otoblitz merupkan program yang berbasis magazine dan bersifat menghibur dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang hobi dengan dunia otomotif. Hal ini dapat di liat dari setiap tayangan-tayangannya Otoblitz selalu menampilkan rubrik-rubrik yang berbicara mengenai mobil-mobil keluaran terbaru, produk-produk otomotif yang berbau variasi, rubrik-rubrik pameran mobil baik di dalam maupun di luar negri dan tidak ketinggalan ada pula rubrik yang menampilkan tentang hobi yakni hobi masyarakat Indonesia untuk memodifikasi mobilnya.
Program otomotif Otoblitz memiliki segmen hobi. Salah satu yang ditampilkan pada segmen ini adalah modifikasi mobil. Modifikasi mobil bukan lagi hal baru di Indonesia. modifikasi mobil sudah ada sejak lama dan semakin berkembang hingga saat ini. Segmen ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi pada pecinta mobil untuk memodifikasi mobilnya agar lebih bagus dan dapat menyalurkan hobinya di dunia modifikasi mobil.
Memodifikasi bisa diartikan sebagai mengubah menambahkan atau mengurangi sesuatu yang sudah ada. Hal ini dilakukan pada kendaraan bermotor yaitu mobil. Memodifikasi mobil merupakan hobi bagi sebagian masyarakat. Dengan memodifikasi mobil mereka dapat menumpahkan ide atau inspirasi yang ada dibenak mereka. Masyarakat pecinta otomotif khususnya mobil akan lebih memiliki rasa penasaran dan selalu tidak puas untuk terus memodifikasi mobilnya. Ditambah lagi dengan adanya kontes-kontes modifikasi mobil dengan hadiah dan predikat yang menjanjikan tentunya hal tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik bagi para pecinta modifikasi mobil.
Jadi pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui apakah program otoblitz di metro TV mempengaruhi
minat khalayak memodifikasi mobil khususnya pada komunitas Fever pecinta mobil di Jakarta. Untuk mencari tahu ada atau tidaknya pengaruh program otoblitz terhadap minat khalayak memodifikasi mobil, acuan teori yang peneliti gunakan adalah Teori Uses and Gratifications. memberikan sebuah penjelasan tentang seseorang tertarik pada apa yang dilakukannya terhadap media. Khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. Studi dalam bidang ini memusatkan perhatian pada penggunaan (uses) media untuk mendapatkan kepuasan (gratifications) atas kebutuhan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pendapat anggota komunitas Fever mengenai program otoblitz, (2) untuk mengetahui minat anggota modifikasi mobil anggota komunitas Fever setelah menyaksikan tayangan otoblitz (3) untuk mengetahui adakah pengaruh program otoblitz terhadap minat memodifikasi mobil.METODE PENELITIAN
Riset kuantitatif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat
digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Peneliti lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi.
Dalam riset kuantitatif, peneliti dituntut bersikap objektif dan memisahkan diri dari data. Artinya, peneliti tidak boleh membuat batasan konsep maupun alat ukur data sekehendak hatinya. Semuanya harus objektif dengan diuji dahulu apakah batasan konsep dan alat ukurnya sudah memenuhi prinsip reliabilitas dan validitas. Dengan kata lain, peneliti berusaha membatasi konsep atau variabel yang diteliti dengan cara mengerahkan riset dalam setting yang terkontrol, lebih sistematik dan terstruktur dalam sebuah desain riset. Desain riset ini sudah harus di tentukan sebelum riset dimulai.
Jenis penelitian pada penelitian ini adalah jenis penelitian eksplanatif penelitian yang dapat di lakukan kalau pengetahuan tentang masalahnya sudah cukup, artinya sudah ada beberapa teori tertentu dan sudah ada berbagai penelitian empris yang menguji berbagai hipotesa tertentu sehingga terkumpul berbagai generalisasi empiris. Penelitian yang bisa berbentuk eksperimen selalu bertolak dari suatu hipotesa yang di peroleh dari suatu teori tertentu.
Strategi yang peneliti pilih dalam penelitian ini adalah survei yang menggunakan kuesioner atau interview terstruktur untuk pengumpulan data dengan pemusatan perhatian pada penggeneralisasian dari suatu sampe kepada suatu populasi.
Tekhnik pengumpulan data akan dilakukan dengan cara pengisian kuesioner. Kuesioner yang telah dibuat akan disebarkan langsung kepada anggota komunitas Fever pecinta mobil di Jakarta.
Objek penelitian pada penelitian ini adalah program acara Otoblitz di Metro TV. Program Otoblitz di Metro TV merupakan salah satu program yang memiliki karakter magazine yang memberikan informasi kepada penonton tentang dunia otomotif di Indonesia dan di dunia.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan (Sugiyono, 2002:57). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunitas Fever pecinta mobil di Jakarta yang berjumlah 84 orang.
Teknik pengambilan sampel dengan cara membagikan angket atau kuesioner. Beberapa kriteria pemilihan sampel digunakan untuk menghindari bias yang didapatkan dalam data tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan sampel dari komunitas Fever pecinta mobil di Jakarta dengan keterangan, yakni penelitian ini menggunakan metode sensus karena jumlah anggota dari komunitas Fever hanya 84 anggota maka peneliti memutuskan untuk mengambil semua anggota komunitas Fever sebagai responden (sampel sama dengan total populasi).
Skala pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu program acara (Sugiyono, 2007:93).
Teknik analisis penelitian ini menggunakan:
1. Analisis Univariat: Untuk melihat sebaran jawaban dari responden pada penelitian ini dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.
2. Analisis Bivariat: Untuk melihat besarnya pengaruh dan hubungan antar variabel pada penelitian ini dengan menggunakan regresi sederhana. Untuk meilihat besarnya hubungan atau korelasi antar dua variabel digunakan penghitungan pearson correlation.
HASIL DAN BAHASAN
Model Summary .453a .206 .196 .21467 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TOT_POa.
Berdasarkan model summary diatas menujukkan perhitungan nilai regresi diperoleh nilai R = 0.453, koefisien determinasi R² (R Square) = 0.206 dimana nilai ini diperoleh dari pengkuadratan dari koefisien korelasi (0.453 x 0.453). Hal ini juga menujukkan indeks determinasi yaitu persentase yang menyumbangkan pengaruh X terhadap Y. R² = 0.206 mengandung pengertian bahwa 20.6 % sumbangan X terhadap Y sedangkan sisanya sebesar 79.4 % dipengaruhi faktor lain (100% - 20.6%).
Hasil Uji Regresi (Coefficient)
Coefficientsa 1.748 .363 4.815 .000 .493 .107 .453 4.607 .000 (Constant) TOT_PO Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: TOT_MM a.
Berdasarkan tabel diatas dapat dibuat persamaan regresi sederhana untuk variabel X sebagai berikut: Y = a + bX
Y = 1.748 + 0.493X
Nilai 1.748 merupakan nilai konstanta (a) yang menunjukkan bahwa jika tidak ada kenaikan Program Otoblitz (PO), maka Minat Memodifikasi (MM) akan mencapai 1.748. Sedangkan harga 0.493 X merupakan koefisien regresi yang menunjukkan bahwa setiap ada penambahan 1 nilai/angka untuk Program Otoblitz (PO), maka akan ada kenaikan Minat Memodifikasi (MM) sebesar 0.493. Kemudian angka nilai Beta = 0.453 (pada kolom standardized coefficients) menunjukkan tingkat korelasi antara Program Otoblitz (PO) dan Minat Memodifikasi (MM). Lalu nilai t merupakan nilai yang berguna untuk pengujian, apakah pengaruh Program Otoblitz (PO) terhadap Minat Memodifikasi (MM) benar-benar signifikan atau tidak. Berdasarkan tabel 4.45 diperoleh nilai t = 4.607 dan p (signifikansi) = 0.000 < 0.05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari Program Otoblitz (PO) terhadap Minat Memodifikasi (MM).
Setelah didapat persamaan regresi, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t, yaitu untuk menguji signifikansi koefisien regresi (b), yaitu apakah variabel independen X berpengaruh secara nyata atau tidak.
Ha: Ada pengaruh program Otoblitz Metro Tv terhadap minat khalayak memodifikasi mobil khususnya terhadap komunitas Fever di Jakarta. Ho: Tidak ada pengaruh program Otoblitz Metro Tv terhadap minat khalayak memodifikasi mobil khususnya terhadap komunitas Fever di Jakarta
Pengambilan Keputusan:
1. Jika –ttabel<thitung<ttabel maka H0 diterima
2. Jika thitung<-thitung<ttabel atau thitung>ttabel maka H0 ditolak
3. ttabel dilihat dengan derajat bebas = n – k
Dengan menggunakan jumlah responden sebanyak 84 orang dan jumlah variabel yang diteliti adalah 2, maka (84-2=82). Oleh karena itu uji t akan dilakukan dua arah dengan derajat kepercayaan 10%, maka t yang dibaca dari tabel T (terlampir) adalah 1.66365 sehingga jika dikaitkan dengan tabel koefisien diatas, nilai t hitung variabel X sebesar 4.607. Berarti H0 ditolak karena t hitung > dari nilai t tabel , atau dengan kata lain Ha atau hipotesis diterima.
Hasil Uji T Pengaruh Program Otoblitz Di Metro Tv Terhadap Minat Khalayak Memodifikasi Mobil
-4.607 -1.66365 0 1.66365 4.607
SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN
a) Penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh program otoblitz terhadap minat memodifikasi mobil di kalangan komunitas Fever pecinta otomotif di Jakarta berdasarakan hasil analisis regresi terlihat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Program Otoblitz (PO) terhadap Minat Memodifikasi (MM). Dengan hasil uji analisis regresi tersebut maka dapat dikatakan bahwa program Otoblitz di Metro TV terhadap minat memodifikasi mobil di kalangan komunitas Fever pecinta otomotif di Jakarta.
b) Berdasarkan perhitungan nilai regresi jika dilihat dari R Square = 0,206 yang mengandung pengertian bahwa 20.6 % sumbangan X terhadap Y sedangkan sisanya sebesar 79.4 % dipengaruhi faktor lain (100% - 20.6%). Jadi Pengaruh tayangan Otobllitz di Metro TV memberikan pengaruh sebesar 20.6% terhadap minat memodifikasi mobil di kalangan komunitas Fever pecinta otomotif di Jakarta.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan, pada penelitian ini didapat dimensi-dimensi seperti topik, presenter, naraasi, dan narasumber dalam program otoblitz.
1. Menyajikan sebuah tayangan yang berkualitas di bidang otomotif
2. Program otoblitz diharapkan dapat lebih menampilakan konten-konten yang menarik, bervariasi, mendidik, dan menjadi inspirasi atau tolak ukur bagi masyarakat yang mencintai dunia otomotif di Indonesia.
3. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa program otoblitz memberikan pengaru sebanyak 20.6% terhadap minat modifikasi mobil komunitas pecinta mobil, dan 79.4% minat memodifikasi mobil dipengaruhi oleh faktor lain.
4. Peneliti juga berharap apabila ada mahasiswa maupun mahasiswi yang berminat untuk mengembangkan topik penelitian ini dengan penelitian kuantitatif yang lebih mendalam.
REFERENSI
A. Sumber Buku
Ardianto. E, Komala. L, Karlinah. R (2009). Komunikasi massa. Bandung: Refika Offset. Baksin, Askurifai (2006). Jurnalistik televisi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Cangara, Hafield. (2006). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers. Maslow, A. (1954). Motivation and Personality. New York: Harper & Row.
Morrisan, Andy Corry Wardhadi, dan Farid Hamid (2010). Teori Komunikasi Massa. Bogor: Ghalia Indonesia.
Mulyana, Deddy (2009). Ilmu komunikasi suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muslich, M & Maryaeni. ( 2010). Bagaimana menulis skripsi ?. Bumi Aksara: Jakarta. Naratama, R (2004). Menjadi sutradara televisi. Jakarta: PT. Grasindo
Nisfiannoor, M (2009). Pendekatan Statistika Modern Untuk Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika. Nurudin (2007). Pengantar komunikasi massa. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualititif. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta.
Rakhmat, Jalaluddin. (2009). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Riduwan. (2006). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Riduwan. (2002). Skala Pengukuran variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sarwono, J (2006). Metode penelitian kuantitatif & kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sarwono, Sarlito Wirawan. (2003). Psikologi Remaja, Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sarwono, Sarlito Wirawan.(2006). Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.
Sekaran, Uma. (2006). Research Methods For Business, Edisi 4, buku 1 dan 2. Jakarta: Salemba empat. Sugiyono. (2002). Statistik untuk Penelitian. Jakarta: CV. Alfabeta.
Wibowo, Fred (2009). Teknik produksi program televisi. Yogyakarta: Pinus Book Publisher.
B. Sumber Internet
Ilmu Tentang Broadcasting (2010, 16 Juni). Kompasiana (diakses pada 15 Maret 2012).
http://dyahirawan.multiply.com/journal/item/318/ALTRUISME?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fite m (diakses pada 7 April 2012).
http://pitrajaya.wordpress.com (diakses pada 18 April 2012).
RIWAYAT PENULIS
Evan lahir di Serang pada 7 Desember 1989. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang komunikasi pemasaran pada tahun 2012.