• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENELITIAN TERHADAP POMPA SENTRIFUGAL DENGAN IMPELER SEMI TERBUKA SEBAGAI TURBIN AIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENELITIAN TERHADAP POMPA SENTRIFUGAL DENGAN IMPELER SEMI TERBUKA SEBAGAI TURBIN AIR"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PENELITIAN TERHADAP POMPA SENTRIFUGAL DENGAN

IMPELER SEMI TERBUKA SEBAGAI TURBIN AIR

No.712/TA/FT-USD/TM/SEPTEMBER/2006

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Jurusan Teknik Mesin

Disusun oleh :

Nama : Bernado Dwi Windrato NIM : 015214052

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

A RESEARCH ON SENTRIFUGAL PUMP WITH SEMI

-OPEN

-

IMPELLER AS WATER TURBINE

No.712/TA/FT-USD/TM/SEPTEMBER/2006

FINAL PROJECT

Presented as partial fulfillment of the requirements to obtain the Sarjana Teknik degree

in Mechanical Engineering

Presented by :

Bernado Dwi Windrato

Student Number: 015214052

MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM

MECHANICAL ENGINEERING DEPARTMENT

ENGINEERING FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

(3)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya

yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan

sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau

diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan dalam

daftar pustaka.

Yogyakarta, 25 Januari 2007

Penulis

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul Penelitian Terhadap

Pompa Sentrifugal Dengan Impeler Semi Terbuka Sebagai Turbin.

Tugas ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan

studi di jurusan Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam

kesempatan kali ini penulis juga mengucapkan terimakasih kepada:

1. Ir. Greg. Heliarko, SJ., S.S., B.S.T., M.A., M.Sc. selaku Dekan Fakultas

Teknik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Yosep Agung Cahyanta, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik

mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Bapak Yosep Agung Cahyanta, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing Tugas

Akhir.

4. Bapak Budi Setyahandana, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing akademik.

5. Seluruh dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

yang telah mengajarkan berbagai pengetahuan kepada penulis.

6. Ayah dan Bunda yang sangat saya sayangi, beserta kakak dan adik yang

selalu mendukung saya, baik dalam materi maupun motivasi.

(5)

8. Terima kasih juga kepada keluarga besar persekutuan YOMA yang selalu

mengingatkan saya agar tetap bersyukur kepada Tuhan.

9. Erythrina Hingganing Ayu yang telah memberi semangat.

Tentu dalam membuat penelitian ini masih banyak kekurangan, maka penulis

mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun agar lebih baik dalam membuat

tugas akhir, khususnya bagi rekan-rekan yang akan meneruskan penelitian ini.

Penulis

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN ...v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ...viii

DAFTAR LAMBANG ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ...xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I Pendahuluan ...1

1.1 Latar Belakang Masalah ...1

1.2 Tujuan Penelitian ...2

BAB II Dasar Teori...3

2.1 Tinjauan Pustaka ...3

2.2 Turbin Air ...3

2.2.1 Definisi Turbin Air ...3

(7)

2.2.3 Jenis-jenis Turbin Air ...4

2.3 Pompa Sentrifugal ...6

2.3.1 Prinsip Dasar Pompa Sentrifugal ...6

2.3.2 Prinsip Dasar Turbin Francis ...7

2.4 Landasan Teori ...8

2.4.1 Aliran Zat Cair dan Bentuk Energinya ...8

2.4.2 Daya yang Dihasilkan Turbin ...11

2.4.3 Rem Blok Tunggal ...12

2.5 Persamaan yang Digunakan ...13

BAB III Metode Penelitian ...17

3.1 Sarana Penelitian ...17

3.1.1 Sarana Pengujian ...17

3.1.2 Sarana Perhitungan ...20

3.2 Jalannya Penelitian ...20

3.2.1 Tahap Penelitian ...21

3.2.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian ...23

3.3 Kendala Penelitian ...23

BAB IV Perhitungan dan Pembahasan ...25

4.1 Data Penelitian ...25

(8)

4.2 Pengolahan dan Perhitungan Data ...28

4.2.1 Perhitungan Daya Air ...29

4.2.2 Perhitungan Daya Turbin ...29

4.3 Hasil Pengolahan dan Perhitungan Data ...32

BAB V Penutup ...38

5.1 Kesimpulan ...38

5.2 Saran ...38

(9)

DAFTAR LAMBANG

in

P daya air (W)

out

P daya turbin (W)

V debit air (m3/detik)

T

η efisiensi turbin

f gaya gesek yang ditimbulkan rem (kg) F gaya pelayanan (kg)

H head total air (m)

2

l jarak engsel tuas sampai garis kerja Q(mm)

c jarak engsel tuas sampai garis kerja f (mm)

μ koefisien gesek

ρ massa jenis air (kg/m3)

g percepatan gravitasi (m/detik2)

p tekanan pressure meter rata-rata (kg/cm2)

D diameter drum rem (mm)

m massa aliotan air (kg/detik)

n putaran poros turbin (rpm)

1

l panjang tuas rem (mm)

q waktu untuk mencapai 20 liter

(10)

DAFTAR TABEL

Table 4.1 Data variasi debit pertama ...26

Table 4.2 Data variasi debit kedua ...26

Table 4.3 Data variasi debit ketiga ...27

Table 4.4 Data variasi debit keempat ...27

Table 4.5 Data variasi debit kelima ...28

Table 4.6 Hasil variasi data pertama ...31

Table 4.7 Daya air masuk ...32

Table 4.8 Hasil data variasi debit pertama ...32

Table 4.9 Hasil data variasi debit kedua ...33

Table 4.10 Hasil data variasi debit ketiga ...34

Table 4.11 Hasil data variasi debit keempat ...35

Table 4.12 Hasil data variasi debit kelima ...36

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bagan aliran fluida didalam pompa sentrifugal ...6

Gambar 2.2 Bentuk energi pada aliran air ...9

Gambar 2.3 Macam-macam rem blok tunggal ...13

Gambar 3.1 Skema alat penelitian ...18

Gambar 4.1 Grafik variasi debit pertama ...31

Gambar 4.2 Grafik variasi debit pertama ...32

Gambar 4.3 Grafik variasi debit kedua ...33

Gambar 4.4 Grafik variasi debit ketiga ...34

Gambar 4.5 Grafik variasi debit keempat ...35

Gambar 4.6 Grafik variasi debit kelima ...36

(12)

INTISARI

Pemanfaatan energi air pada umumnya dilakukan pada daerah yang mempunyai

aliran air dengan potensi yang besar saja. Sehingga pada kenyataannya diberbagai tempat

yang mempunyai banyak potensi energi air kecil terabaikan. Padahal di Negara Indonesia

yang mempunyai banyak aliran sungai kecil karena termasuk Negara kepulauan

mempunyai potensi energi air yang besar. Di pihak lain pada masyarakat terpencil yang

belum bisa menikmati adanya energi listrik untuk berbagai keperluan dikarenakan

letaknya sangat butuh energi listrik tersebut. Sehingga diperlukan teknologi terapan untuk

memanfaatkan potensi-potensi energi tersebut. Teknologi tersebut tidak harus memiliki

efisiensi yang besar, tetapi yang penting teknologi itu harus mudah diterapkan dan

diaplikasikan oleh masyarakat pada umumnya.

Penggunaan pompa yang difungsikan menjadi turbin merupakan solusi teknologi

alternative yang potensial, karena selain mudah didapat juga karena instalasi pompa

sebagai turbin juga mudah. Menggunakan pompa sebagai turbin dilakukan dengan cara

membalik saluran keluar pompa menjadi saluran masuk turbin dan saluran masuk pompa

digunakan sebagai saluran keluar turbin. Pompa yang digunakan adalah pompa sirkulasi

berjenis impeller semi terbuka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh debit air

(13)

Pada penelitian dapat dilihat hasil pengujian yang dapat untuk gambaran unjuk

kerja pompa sebagai turbin air. Didapat efisiensi turbin maksimum 0,26 % pada debit air

(14)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Hydropower adalah salah satu hasil usaha pengembangan manusia untuk

mendapatkan sumber energi alternatif baru khususnya energi listrik yang lebih mudah

didapat dan diterapkan guna menghemat energi dari dalam perut bumi (fosil) yang saat

ini keberadaannya semakin menipis dikarenakan ulah manusia yang mengeksploitasi

habis-habisan baik itu untuk individu maupun untuk industri besar.

Air adalah sumber energi utama yang digunakan untuk menggantikan fosil

tersebut, berbeda dari pendahulunya (fosil) yang diklaim berdampak buruk bagi

kesehatan manusia dan menimbulkan pencemaran lingkungan, air dapat mereduksi efek

buruk yang ditimbulkan oleh fosil.

Air merupakan salah satu sumber energi yang dapat dikatakan bisa mengungguli

dan menggantikan keberadaan dari produk-produk yang dihasilkan fosil (minyak bumi,

batu bara, gas alam, dan lain-lain), walaupun saat ini belum dimungkinkan dan

ditemukan alat yang bisa mengubah energi air yang berefisiensi (dari energi yang

dihasilkan) lebih besar dari energi fosil, tetapi sejalan perkembangan zaman manusia

sadar akan dampak tidak baik jika memakai energi fosil sehingga lebih tertarik untuk

mengembangkan energi air.

Dewasa ini banyak sekali telah dikembangkan berbagai alat untuk menghasilkan

energi baru berasal dari air, sebagai contoh adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air

(15)

proses dari PLTA ini sendiri menggunakan turbin dan dari putaran turbin tersebut di

teruskan untuk menggerakkan generator dan dari situlah listrik dihasilkan.

Untuk saat ini di Indonesia khususnya sering sekali terjadi pemadaman listrik

yang dikarenakan tidak sebandingnya hasil listrik dan kebutuhan listrik, padahal jika

dilihat dari letak geografis dan keadaan yang terdiri dari pulau-pulau Indonesia memiliki

banyak sungai-sungai yang itu bisa dimanfaatkan untuk pembankit tenaga listrik mini

yang dikhususkan untuk masyarakat di sekitarnya.

. Oleh karena itu diperlukan suatu teknologi terapan untuk mengatasi hal tersebut

agar masyarakat kecil juga dapat menikmati listrik.

1.2 Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui prestasi pompa jika

dijadikan turbin, mengamati unjuk kerja dari setiap variasi debit air masukan; dan

mencari efisiensi terbaik dari variasi debit tersebut.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan

tentang tenaga air atau hydropower, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan pompa

(16)

BAB II DASAR TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Karena keterbatasan dalam pencarian yang dilakukan oleh penulis maka untuk

saat ini penulis hanya menemukan sebuah jurnal yang bisa dijadikan pembanding untuk

penelitian ini, yaitu jurnal tentang penggunaan pompa sebagai turbin, ini adalah Project

report – Huai Kra Thing Micro-hydro project oleh Chris Greacen. Dalam artikel itu

ditulis tentang laporan penggunaan pompa sebagai turbin untuk membangkitkan listrik.

Dilaporkan bahwa listrik yang dibangkitkan dapat mencapai 1,6 kW, dengan masukan

head 20 m dan debit 10 l/detik, yang jika dikalkulasi maka efisiensi yang terjadi sebesar

81 %.

2.2 Turbin Air

2.2.1 Definisi Turbin Air

Turbin air adalah salah satu komponen dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Turbin air sendiri berfungsi sebagai pengubah energi mekanik dalam hal ini puntiran /

putaran menjadi energi listrik dengan bantuan komponen lainnya, energi ini diambil dari

air yang memanfaatkan aliran, tinggi air jatuh dan cara lainnya. Energi puntiran yang

dihasilkan oleh turbin diteruskan untuk memutar generator yang selanjutnya

(17)

2.2.2 Perkembangan Turbin Air

Perkembangan turbin air sulit untuk ditelusuri karena banyaknya acuan yang

terdapat dalam berbagai jurnal dan kadang tidak saling mendukung satu dengan yang

lain. Perkembangan turbin air mulai terlihat pada abad-19:

1. Pada tahun 1826 Benoit Fourneyron mengembangkan sebuah turbin air

berefisiensi 80%. Air diarahkan menyimpang melalui turbin runner sehingga

turbin runner berputar (turbin aliran keluar).

2. Pada tahun sebelumnya sekitar tahun 1820, Jean- Victor Poncelete

mendisain turbin air aliran dalam, dengan menggunakan prinsip yang sama

dia mendapat U.S.paten di tahun 1838.

3. Pada tahun 1848 James B. Francis mengembangkan disain turbin air aliran

dalam untuk mendapatkan efisiensi yang lebih tinggi (90%). Yang disebut

turbin Francis.

2.2.3 Jenis-jenis Turbin Air

Turbin air dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara, tapi secara umum

turbin air dikelompokkan menurut cara turbin tersebut merubah dari energi air menjadi

energi punter. Berdasarkan klasifikasi ini turbin air dibagi menjadi dua yaitu :

1. Turbin impuls.

Yang dimaksud turbin implus adalah turbin air yang cara bekerjanya dengan

(18)

kecepatan) yang tersedia menjadi energi kinetik untuk memutar tuirbin,

sehingga menjadi energi puntir. Contoh: turbin Pelton.

2. Turbin reaksi.

Yang dimaksud dengan turbin reaksi adalah turbin air yang cara bekerjanya

dengan merubah seluruh energi air yang tersedia menjadi energi puntir.

Turbin air reaksi dibagi menjadi dua jenis yaitu:

a. Francis.

Dengan contoh turbin francis itu sendiri yang dikembangkan oleh

James B. Francis pada tahun 1848, yang juga disebut turbin aliran

dalam.

b. Propeller

Jenis ini saat pertama kali dikembangkan dirancang dan dibuat dengan

sudu yan tidak dapat diatur atau fixed blade, tetapi karena sudu tidak

dapat diatur, maka efesiensinya berkurang jika digunakan pada kisaran

debit yang lebar. Oleh karena itu maka dikembangkanlah jenis baru

dengan sudu yang dapat diatur atau adjustable blade, contoh dari

turbin ini antara lain: Kaplan, Nagler, Bulb, Moody

2.3 Pompa Sentrifugal

(19)

Pompa sentrifugal, seperti diperlihatkan dalam Gb. 2.1, mempunyai sebuah

impeller (baling-baling) untuk mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ke

tempat yang lebih tinggi.

.

Gambar 2.1. Bagan aliran fluida di dalam pompa sentrifugal (Sularso 2004, hal 4)

Daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutarkan impeler di

dalam zat cair. Maka zat cair yang ada di dalam impeller, oleh dorongan sudu-sudu ikut

berputar. Karena timbul gaya sentrifugal maka zat cair mengalir dari tengah impeler

keluar melalui saluran di antara sudu-sudu. Di sini head tekanan zat cair manjadi lebih

tinggi. Demikian pula head kecepatannya bertambah besar karena zat cair mengalami

percepatan. Zat cair yang keluar dari impeller ditampung oleh saluran berbentuk volut

(spiral) di sekeliling impeler dan disalurkan ke luar pompa melalui nosel. Di dalam nosel

ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan.

Jadi impeler pompa berfungsi memberikan kerja kepada zat cair sehingga energi

yang dikandungnya menjadi bertambah besar. Selisih energi per satuan berat atau head

total zat cair antara flens isap dan flens keluar pompa desebut head total pompa.

(20)

head tekanan, head kecepatan, dan head potensial pada zat cair yang mengalir secara

kontinyu.

2.3.2 Prinsip Dasar Turbin Francis

Turbin Francis adalah turbin reaksi, yang berarti bahwa air yang bekerja pada

turbin karena adanya perbedaan tekanan yang melewati turbin, dan memberikan energi.

Pada dasarnya turbin butuh aliran air untuk mengubah energi.

Turbin terletak diantara air yang mempunyai tekanan tinggi dan air yang bertekanan

rendah untuk keluarannya. Air yang masuk ke dalam turbin bisa dialirkan melalui

pengisian air dari atas (turbin Schacht) atau melalui suatu rumah yang berbentuk spiral

(rumah keong). Roda jalan semuanya selalu bekerja. Biasanya menggunakan dam.

Inlet berbentuk spiral dan terdapat baling-baling pengarah agar aliran menuju runner

menyimpang. Aliran radial bekerja pada baling-baling runner sehingga runner berputar.

Pergerakkan air yang melewati runner seperti putaran yang memotong jari-jari. Dan

selanjutnya beraksi pada runner. Jika dibayangkan seperti bola dengan benang yang

berayun mengelilingi lingkaran, jika benang yang didorong pendek maka bola berputar

cepat.

Fungsi tambahan dari tekanan air adalah membantu aliran air masuk ke turbin dengan

memanfaatkan energi air.

Pada keluarannya air keluar lewat runner lanjutan yang berbentuk seperti

cangkir,meninggalkan turbin tanpa putaran dan sangat sedikit menimbulkan energi

kinetik maupun energi potensial. Keluaran turbin dibuat khusus agar dapat mengurangi

(21)

Pipa isap pada turbin ini mempunyai tugas yang mirip dengan sudu hantar yang

terdapat pada pompa sentrifugal, yaitu sama-sama mengubah energi kecepatan menjadi

energi tekanan.

Daya yang dihasilkan turbin bisa diatur dengan cara mengubah posisi pembukaan

sudu pengarah, dengan demikian kapasitas air yang masuk ke dalam roda turbin bisa

diperbesar atau diperkecil.

Turbin Francis dilaksanakan dengan posisi poros vertikal atau horisontal.

2.4 Landasan Teori

2.4.1 Aliran Zat Cair dan Bentuk Energinya

Hukum Newton menyatakan tentang kekekalan energi, yang berarti energi tidak

dapat dimusnahkan dan tidak dapat diciptakan tetapi dapat diubah menjadi energi lain.

Dengan melihat kaidah hukum itu maka air yang mengalir mengandung energi dan energi

tersebut dapat diubah bentuknya, misalnya perubahan dari energi potensial (tekanan)

kedalam energi kinetik (kecepatan), atau sebaliknya.

Arti selanjutnya dari kaidah kekekalan energi adalah apabila arus air dalam

alirannya dilewatkan melalui turbin air, maka energi yang ada dalam air akan diubah

(22)

Gambar 2.2. Bentuk energi pada aliran air (Fritz Dietzel 1992, hal 4)

Arti selanjutnya dari dari kaidah kekekalan energi adalah apabila arus air dalam

alirannya dilewatkan melalui turbin air, maka energi yang ada dalam air akan diubah

menjadi bentuk energi yang lain. Aliran air pada suatu standar ketinggian tertentu

mempunyai bentuk-bentuk energi sebagai berikut:

Energi tempat

z g

m⋅ ⋅ (Nm)(Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor, hal. 4)……….. 2.1

dengan:

m = massa

g = gravitasi

z = ketinggian

Energi tekanan

ρ p

m⋅ (Nm) (Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor, hal.

4)……….……….2.2

dengan:

(23)

p = tekanan

m⋅ (Nm) (Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor, hal.

4)……….2.3

Pada suatu aliran air di dalam pipa, diambil suatu selisih ketinggian z antara tinggi

air atas dan tinggi air bawah, maka menurut Bernoulli, besar energi aliran tersebut

adalah:

Bila pada aliran tersebut diatas diambil suatu jumlah air tiap 1kg untuk

diperhitungkan, hal ii dinamakan “spesifik energi” satuannya dalam Nm/kg. Karena

dibagi m akan didapat:

Persamaan spesifik energi tan 2

(24)

Persamaan ketinggian tan

Dimana: z adalah ketinggian statis,

g p

ρ dinamakan tinggi tekanan dan g c

2

2

dinamakan

tinggi kecepatan.

2.4.2 Daya yang Dihasilkan Turbin

Dari kapasitas air dan tinggi air jatuh

.

V Hdapat diperoleh daya yang dihasilkan turbin:

(Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor, hal. 2)

……….2.4

g percepatan gravitasi (m/detik2) =

H tinggi air jatuh (m)

=

T

η randemen turbin

Bila massa aliran dan tinggi air jatuh telah diketahui, maka daya yang

dihasilkan:

(25)

Rem blok yang paling sederhana terdiri dari satu blok rem yang ditekan terhadap

drum rem, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 3.12. Biasanya pada blok rem

tersebut pada permukaan geseknya dipasang lapisan rem atau bahan gesek yang dapat

diganti bila telah aus. Dalam Gambar 3.1.3, jika gaya tekan blok terhadap drum adalah Q

(kg), koefisien gesek adalah μ dan gaya gesek yang ditimbulkan pada rem adalah f (kg),

Maka:

Q f =μ⋅

Momen T yang diserap oleh drum rem adalah

(

D 2

f

T = ⋅

)

atau T =μ⋅Q

(

D 2

)

Gambar 2.3. macam-macam rem blok tunggal (Sularso 2004, hal. 78)

Jika panjang tuas rem adalah , jarak engsel tuas sampai garis kerja Q adalah

dan gaya yang diberikan pada tuas adalah dan jika engsel menjauhi gaya kerja

dengan jarak dalam arah sumbu poros, maka untuk arah putaran sesuai dengan

(26)

2.5 Persamaan yang Digunakan

Persamaan-persamaan yang digunakan pada saat pengolahan dan perhitungan

data antara lain:

1. Persamaan untuk menghitung daya air (Pin)

a. Konversi satuan tekanan pressure meter(p(kg/cm2)) menjadi head

(H(m))

p= tekanan pressure meter rata-rata (kg/cm2)

ρ= massa jenis air (kg/m3)

=

g percepatan gravitasi (m/detik2)

b. Konversi satuan waktu (q (detik/20liter) menjadi debit ( (m •

q= waktu untuk mencapai 20 liter

c. Persamaan yang digunakan untuk menghitung daya air adalah:

H g V Pin = ⋅ ⋅ ⋅

ρ (Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor, hal.

2)...(Pers. 2.8)

(27)

= debit air (m •

V 3/detik)

ρ= massa jenis air (kg/m3)

=

g percepatan gravitasi (m/detik2)

H= head total air (m)

2. Persamaan untuk menghitung daya turbin (Pout)

a. Menghitung gaya gesek yang ditimbulkan rem ( f )

Persamaan yang digunakan untuk menghitung gesek yang ditimbulkan

rem adalah:

1 (Sularso, Dasar Perancangan dan Pemilihan Elemen

Mesin, hal. 78)...(Pers. 2.9)

dengan: f = gaya gesek yang ditimbulkan rem (kg)

F= gaya pelayanan (kg)

Persamaan yang digunakan untuk menghitung torsi adalah:

D f

(28)

dengan: T= torsi (kg mm)

f = gaya gesek pengereman (kg) D= diameter drum rem (mm) c. Menghitung daya turbin (Pout)

Persamaan yang digunakan untuk menghitung daya turbin adalah:

n

9 (Sularso, Dasar Perancangan dan Pemilihan Elemen

Mesin, hal. 7)...(Pers. 2.6)

dengan: Pout= daya turbin (kW)

T= torsi (kg mm)

n= putaran turbin (rpm)

3. Persamaan untuk menghitung efisiensi turbin (ηT)

Persamaan yang digunakan untuk menghitung efisiensi turbin adalah:

(29)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Sarana Penelitian

Sarana yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 macam sarana

yaitu; sarana pengujian dan sarana perhitungan. Sarana pengujian terdiri dari model

pompa air sentrifugal, stopwatch, neraca pegas, ember pengukur debit, pressure meter,

kran air, piranti pengereman, dan tacometer. Sedangkan sarana perhitungan adalah satu

set komputer.

3.1.1 Sarana Pengujian

Pada saat penelitian ini sarana pengujian dapat dikelompokkan menjadi:

a. Pompa sentrifugal.

Model pompa sentrifugal adalah sebagai alat penelitian. Pompa model ini

biasa digunakan sebagai pompa sirkulasi pada jenis kendaraan colt, pompa

dengan merk KCL dan mempunyai jenis model GMB digunakan dalam

bentuk standar pabrik yang mempunyai jenis impeller semi terbuka.

Pompa ini mempunyai bagian-bagian antara lain:

1. Poros.

Poros berdiameter 16 mm, panjang 105 mm. Semua dalam

(30)

2. Sudu.

Sudu berjumlah 7 buah, diameter luar 55 mm, diameter dalam 40

mm. Berbahan besi cor.

3. Penutup.

Asli dari pabrik.

4. Bantalan

Bantalan asli dari pabrik, berdiameter dalam 16 mm dan diameter

luar 30 mm dengan panjang 40 mm.

Air keluaran Air

masukan

Poros output

pengerem Neraca pegas

pompa

Gambar 3.1 Skema alat penelitian

b. Stopwatch.

Piranti ini digunakan untuk menentukan debit air yang keluar dari sumber

air, dengan cara mencatat waktu yang diperlukan air keluaran turbin untuk

mencapai 20 liter dan ini dilakukan dengan stopwatch.

c. Neraca pegas.

Neraca pegas digunakan untuk mengukur gaya pengereman pada poros

(31)

dapat dibaca sebesar 0,01 kg. Neraca pegas dipasang pada tuas rem

bagian atas.

d. Ember pengukur debit.

Ember ini digunakan sebagai alat untuk menampung air keluaran

sebanyak 20 liter yang kemudian dipakai untuk menghitung debit air

masukan yang dipakai untuk memutar poros turbin.

e. Pressure meter.

Pressure meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan

yang terjadi di pipa air keluaran. Pressure meter yang digunakan adalah

pressure meter yang umum dipakai untuk mengukur tekanan udara

kompresor dengan skala minimum yang dapat dibaca sebesar 0,1 kg/cm2.

f. Kran air.

Kran air digunakan untuk membuat air masukkan. Memiliki debit yang

bervariasi. Dalam penelitian ini variasi debit yang dilakukan sebanyak 5

kali.

g. Piranti pengereman.

Alat pengereman digunakan untuk membebani putaran poros, sehingga

dapat diukur torsinya. Alat pengereman yang digunakan berupa rem blok

tunggal dengan bahan sepatu rem kayu dan drum rem merupakan poros

keluaran turbin. Sepatu rem dipasang pada tuas rem vertikal dengan engsel

(32)

Tachometer digunakan untuk mengukur putaran poros keluaran turbin.

Tachometer yang digunakan merupakan tachometer berjenis digital light

tachometer, yang prinsip kerjanya dengam memancarkan sinar untuk

membaca sensor yang berupa pemantul cahaya yang dipasang pada poros.

3.1.2 Sarana Perhitungan

Sarana perhitungan yang dipakai dalam penelitian ini ada dua, yaitu perangkat

keras dan perangkat lunak.

a. Perangkat keras

Perangkat keras yang dipakai adalah satu set komputer yang memiliki

spesifikasi; Pentium III 565 MHz dengan RAM 128 MB.

b. Perangkat lunak

Perangkat lunak berupa Microsoft Excel 2000, yang digunakan untuk

memproses perhitungan, tabulasi dan menggambar grafik.

3.2 Jalannya Penelitian

Penelitian ini dilaksanankan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap

pelaksanaan penelitian.

3.2.1 Tahap Persiapan

(33)

Persiapan pertama adalah merangkai alat dan sarana lainnya agar siap

digunakan dalam penelitian. Pertama-tama kita merangkai turbin yang

akan diuji coba. Turbin dipasangkan pada balok kayu sebagai dudukan

dan juga sebagai dudukan tuas pengereman, setelah ketiga komponen

tersebut telah menjadi satu kesatuan maka neraca pegas dipasangkan pada

ujung atas tuas pengereman. Pada saluran masukan turbin dipasang selang

dan pada ujung selang yang satunya dihubungkan pada sumber air yang

antara sumber air dan selang sudah dipasangi kran. Pada lubang saluran

keluaran turbin juga dipasang kran yang kemudian selang tersebut

diarahkan pada ember pengukur volume air. Agar tacometer dapat

mengetahui putaran poros turbin maka pada sebagian poros turbin ditutup

dengan plester berwarna gelap memutari poros tersebut tetapi sebelum

putaran penuh terlebih dahulu dipasang alumunium foil yang berguna

untuk memantulkan cahaya dari tacometer agar tacometer dapat membaca

putaran poros turbin. Untuk mengetahui sambungan selang dan turbin

tidak bocor maka dilakukan pengetesan. Kran air dibuka penuh dan

dibiarkan beberapa saat agar dapat mengetahui apakah alat berfungsi

dengan baik.

b. Percobaan Awal

(34)

dengan pressure meter, karena pada penelitian ini menggunakan pressure

meter untuk mengukur udara maka pada saat mengukur tekanan jangan

sampai pressure meter terkena air. Hal ini dapat dihindari dengan cara

memberi sela antara sumber air dan pressure meter dengan selang, pada

sambungan selang dipastikan agar supaya tidak terjadi kebocoran ini

berfungsi agar selang yang digunakan sebagai rongga udara agar tetap

terisi udara sehingga pressure meter dapat berfungsi dengan baik. Setelah

itu kita dapat mengukur pengaruh bukaan kran pada tekanan yang terukur

pada pressure meter dengan cara kran dibuka perlahan-lahan sampai jarum

pressure meter menunjukkan tekanan maksimum dan ini terjadi pada

bukaan kran 25%. Ini berfungsi agar pada penelitian dapat menentukan

berapa variasi debit yang dapat dilakukan.

Percobaan selanjutnya adalah untuk mengetahui perubahan tekanan pada

tiap waktu entah itu berupa penurunan ataupun penaikkan tekanan. Hal ini

perlu dilakukkan karena sumber air masukkan turbin yang dipakai adalah

dari kran kampus yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air kampus.

Pengambilan data ini dilakukan 2 kali pada siang hari dan menurut hasil

pengambilan data tekanan yang terjadi sangat tidak stabil dan ini

mempengaruhi penelitian efisiensi pompa sebagai turbin. Ini

dimungkinkan, pada siang hari kebutuhan air kampus sangat tinggi

sehingga terjadi penurunan tekanan. Oleh karena itu agar tekanan air tidak

fluktuatif maka penggambilan data dilakukan pada malam hari yang

(35)

3.2.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian

1) Pengukuran tekanan air dilakukan pada awal dan akhir penelitian, hal ini

dilakukan untuk mengetahui rata-rata tekanan air yang terjadi.

2) Pengukuran torsi poros keluaran turbin dilakukan pada tiap 1x variasi debit. Pada

tiap bukaan kran, dilakukan 5x pengukuran torsi dengan melakukan variasi

pembebanan rem sebanyak 5x dan pencatatan putaran poros pada tiap

pembebanan rem. Hal ini dilakukan untuk mengukur daya maksimum yang

dihasilkan turbin tiap 1x variasi debit.

3) Pengukuran pengaruh debit terhadap daya yang dihasilkan turbin. Dilakukan

dengan melakukan variasi debit dan pengukuran torsi keluaran turbin sebanyak

5x.

3.3 Kendala Saat Penelitian

Kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan penelitian adalah tidak tersedianya

sumber air masukkan yang memiliki tekanan dan keluaran yang stabil untuk turbin

percobaan, sehingga sulit untuk melakukan pengambilan data secara akurat. Tacometer

yang kurang peka. Ini mengakibatkan penggambilan data terkusus tentang putaran poros

(36)

BAB IV

PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Penelitian

4.1.1 Data pada Sarana Penelitian

Data yang diperoleh dari sarana penelitian adalah sebagai berikut:

a. Sumber Air Masukkan tekanan pressure meter

awal : p1= 5,5 kg/cm2

akhir : p2= 5,4 kg/cm2

massa jenis air : ρ= 1000 kg/m3

b. Mekanisme pengereman

panjang tuas rem : = 465 mm l1

jarak engsel tuas sampai garis kerja : l2= 125 mm

diameter drum rem : D= 16 mm koefisien gesek : μ= 0,2

jarak engsel ke titik pengereman : = 37,5 mm c

4.1.2 Data Hasil Penelitian a. Data variasi debit pertama

Data yang diperoleh pada saat pengujian pompa sebagai turbin dengan variasi debit

(37)

Tabel 4.1 Data variasi debit pertama

Variasi debit 1 q : 23.55 det/20 liter

F (gram) n (rpm)

300 0

1 50 197

2 100 106

3 150 69

4 200 41

5 250 20

0 344

b. Data variasi debit kedua

Data yang diperoleh pada saat pengujian pompa sebagai turbin dengan variasi debit

kedua adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2 Data variasi debit kedua

Variasi debit 2 q : 20.35 det/20 liter F (gram) n (rpm)

400 0

1 66 236

2 132 209

3 198 82

4 264 54

5 330 42

(38)

c. Data variasi debit ketiga

Data yang diperoleh pada saat pengujian pompa sebagai turbin dengan variasi debit

ketiga adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Data variasi debit ketiga

Variasi debit 3 q : 18.26 det/20 liter F (gram) n (rpm)

550 0

1 91 523

2 182 360

3 273 204

4 364 126

5 455 86

0 887

d. Data variasi debit keempat

Data yang diperoleh pada saat pengujian pompa sebagai turbin dengan variasi debit

keempat adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Data variasi debit keempat

Variasi debit 4 q : 15.35 det/20 liter F (gram) n (rpm)

900 0

1 150 743

2 300 463

3 450 253

4 600 148

5 750 86

(39)

e. Data variasi debit kelima

Data yang diperoleh pada saat pengujian pompa sebagai turbin dengan variasi debit

kelima adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5 Data variasi debit kelima

Variasi debit 5 q :14.05 det/20 liter F (gram) n (rpm)

1020 0

1 170 1130

2 340 907

3 510 531

4 680 405

5 850 331

0 1196

4.2 Pengolahan dan Perhitungan Data

Perhitungan data dilakukan dengan metode komputasi yang dikerjakan

menggunakan bantuan softwhere Microsoft excel. Disini penulis hanya

menampilkan jalannya perhitungan dengan mengambil satu contoh data, ini

dikarenakan persamaan yang digunakan dalam perhitungan data sama. Data yang

dijadikan sempel adalah data dari variasi debit pertama dan untuk hasil yang

lainnya penulis menampilkan langsung dalam bentuk tabel.

(40)

g

Dengan menggunakan (Pers. 2.2), maka diperoleh debit air :

1000

Dengan menggunakan (Pers. 2.3), maka diperoleh daya air :

H

4.2.2 Perhitungan Daya Turbin

Dengan menggunakan (Pers. 2.4), maka diperoleh gaya gesek yang

ditimbulkan rem :

(41)

Dengan menggunakan (Pers. 2.5), maka diperoleh torsi poros :

Dengan menggunakan (Pers. 2.6), maka diperoleh daya poros :

n

= 0,000064051 kW

= 0,064 W

Selanjutnya Dengan menggunakan (Pers. 2.7), maka diperoleh efisiensi

turbin :

Setelah kelima data pembebanan pada data variasi debit pertama dihitung maka

akan dihasilkan:

(42)

f (kg) T (kg,mm) (Watt) (Watt) (%) 0,3 0 0,23750809 1,9000647 0 454 0 1 0,05 197 0,03958468 0,3166774 0,064051 454 0,0141 2 0,1 106 0,07916936 0,6333549 0,068928 454 0,0152 3 0,15 69 0,11875404 0,9500323 0,067302 454 0,0148 4 0,2 41 0,15833872 1,2667098 0,053321 454 0,0117 5 0,25 20 0,1979234 1,5833872 0,032513 454 0,0072

0 344 0 0 0 454 0

Dari hasil perhitungan tersebut diatas kita dapatkan grafik untuk Pout vs n

Variasi Debit 1 Putaran pada data 1

Poly. (Grafik Daya vs Putaran pada data 1)

Gambar 4.1 Grafik variasi debit pertama

Dari grafik diketahui bahwa daya keluaran terbesarPout=0.068928W, daya

inilah yang dipakai sebagai daya poros pada saat variasi pertama dan dari daya output

terbesar ini terlihat bahwa efisiensinya adalah 0,0152 %.

(43)

Tabel 4.7 Daya air masuk

q

(detik/20liter)

V

(m3/detik) Pin (W) 1 23,55 0,000849 454

2 20,35 0,0009828 525

3 18,26 0,00109 583

4 15,35 0,0013029 697

5 14,05 0,001423 761

b. Hasil Data Variasi Debit Pertama Dengan Debit 0,000849 m3/detik

Tabel 4.8 Hasil data variasi debit pertama

no F n gaya gesek torsi P out P in

f (kg)

T

(kg,mm) (Watt) (Watt) (%) 0,3 0 0,23750809 1,9000647 0 454 0 1 0,05 197 0,03958468 0,3166774 0,064051 454 0,0141 2 0,1 106 0,07916936 0,6333549 0,068928 454 0,0152 3 0,15 69 0,11875404 0,9500323 0,067302 454 0,0148 4 0,2 41 0,15833872 1,2667098 0,053321 454 0,0117 5 0,25 20 0,1979234 1,5833872 0,032513 454 0,0072

0 344 0 0 0 454 0 Putaran pada data 1

Poly. (Grafik Daya vs Putaran pada

Gambar 4.2 Grafik variasi debit pertama

(44)

c. Hasil Data Variasi Debit Kedua Dengan Debit 0,0009828 m3/detik

Tabel 4.9 Hasil data variasi debit kedua

no F n gaya gesek torsi P out P in

f (kg)

T

(kg,mm) (Watt) (Watt) (%) 0,4 0 0,31667745 2,5334196 0 525 0 1 0,066 236 0,05225178 0,4180142 0,101285 525 0,0193 2 0,132 209 0,10450356 0,8360285 0,179394 525 0,0341 3 0,198 82 0,15675534 1,2540427 0,105576 525 0,0201 4 0,264 54 0,20900711 1,6720569 0,092701 525 0,0176 5 0,33 42 0,26125889 2,0900711 0,090126 525 0,0172

0 628 0 0 0 525 0

Gambar 4.3 Grafik variasi debit kedua

Dilihat dari grafik hasil variasi data kedua, daya terbesar 0,179394 W, dan daya

inilah yang dipakai sebagai daya poros pada variasi debit kedua.

(45)

Tabel 4.10 Hasil data variasi debit ketiga 1 0,091 523 0,07204412 0,576353 0,309479 583 0,0531 2 0,182 360 0,14408824 1,1527059 0,426051 583 0,0731 3 0,273 204 0,21613236 1,7290589 0,362144 583 0,0621 4 0,364 126 0,28817648 2,3054118 0,298236 583 0,0512 5 0,455 86 0,3602206 2,8817648 0,254447 583 0,0437

0 887 0 0 0 583 0

Gambar 4.4 Grafik variasi debit ketiga

Dilihat dari grafik hasil variasi data ketiga, daya terbesar 0,426051 W, dan daya

(46)

Tabel 4.11 Hasil data variasi debit keempat 1 0,15 743 0,11875404 0,9500323 0,724717 697 0,104 2 0,3 463 0,23750809 1,9000647 0,903213 697 0,1297 3 0,45 253 0,35626213 2,850097 0,740323 697 0,1063 4 0,6 148 0,47501617 3,8001294 0,577432 697 0,0829 5 0,75 86 0,59377021 4,7501617 0,419419 697 0,0602

0 1086 0 0 0 697 0

Gambar 4.5 Grafik variasi data keempat

Dilihat dari grafik hasil variasi data keempat, daya terbesar 0,903213 W, dan

(47)

f. Hasil Data Variasi Debit Kelima Dengan Debit 0,001423 m3/detik

Tabel 4.12 Hasil data variasi debit kelima

no F n gaya gesek torsi P out P in

f (kg)

T

(kg,mm) (Watt) (Watt) (%) 1,02 0 0,80752749 6,4602199 0 761 0 1 0,17 1130 0,13458791 1,0767033 1,249153 761 0,1642 2 0,34 907 0,26917583 2,1534066 2,005277 761 0,2636 3 0,51 531 0,40376374 3,23011 1,760974 761 0,2315 4 0,68 405 0,53835166 4,3068133 1,790821 761 0,2354 5 0,85 331 0,67293957 5,3835166 1,829511 761 0,2405

0 1196 0 0 0 761 0

0 500 1000 1500

putaran (rpm)

daya (Watt)

Variasi Data 5 Poly. (Variasi Data 5)

Gambar 4.6 Grafik variasi data kelima

Dilihat dari grafik hasil variasi data kelima, daya terbesar 2,00527 W, dan daya

inilah yang dipakai sebagai daya poros pada variasi debit kelima.

g. Efisiensi Turbin

(48)

525 0,179394 0,0341 583 0,426051 0,0731 697 0,903213 0,1297 761 2,005277 0,2636

Efisiensi vs P out

0.0152 0.0341

0.069 0.179 0.426 0.903 2.005

P out (Watt)

Gambar 4.7 Grafik efisiensi vs P out

h. Pembahasan

Dari hasil perhitungan dan grafik-grafik diatas maka dapat dilihat bahwa:

1. Daya yang dihasilkan dari berbagai variasi debit menunjukkan bahwa variasi

dengan jumlah debit terbesar menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi juga.

2. Efisiensi debit dilihat dari grafik menunjukkan bahwa kurva masih terus naik

ini menandakan bahwa efisiensi pompa masih belum maksimal.

3. Efisiensi tertinggi didapat pada variasi debit 0,001423 m3/detik dan

(49)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil yang didapat tentang penelitian pompa sebagai turbin ini, dapat

disimpulkan beberapa hal, antara lain:

1. Pada hasil data yang tersedia variasi data kelima dengan debit yang lebih

tinggi dari variasi yang lainnya menghasilkan efisiensi turbin yang lebih

tinggi juga, dan itu dicapai pada daya keluaran 2,005 Watt dengan

efisiensi 0,2636 %.

2. Pada hasil data yang tersedia, pompa memiliki efisiensi maksimal pada

debit > 0,001423 m3/detik.

3. Pada hasil data yang tersedia debit air masukan sangat berpengaruh pada

efisiensi turbin.

4. Dikarenakan dimensi turbin terlalu besar dan tidak sesuai dengan debit air

masukan maka menghasilkan daya keluaran turbin yang kecil dan

mengakibatkan efisiensi turbin juga sangat kecil.

5.2 Saran

Beberapa saran yang penting untuk peneliti yang ingin melanjutkan penelitian

(50)

mengetahui efisiensi turbin maksimum karena dilihat dari grafik efisiensi vs

daya,efisiensi masih tetap naik.

2. Melakukan penelitian dengan jenis impeler yang berbeda agar dapat dilihat

perbandingan efisiensi.

(51)

DAFTAR PUSTAKA

Sularso dan Kiyokatsu Suga, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, cetakan

ke-9, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1997

Sularso dan Haruo Tahara, Pompa dan Kompresor, cetakan ke-8, PT. Pradnya Paramita,

Jakarta, 2004

Fritz Dietzel, Turbin Pompa dan Kompresor,cetakan ke-5, Pnerbit Erlangga, Jakarta,

1996

Gambar

Gambar 2.1. Bagan aliran fluida di dalam pompa sentrifugal (Sularso 2004, hal 4)
Gambar 2.3. macam-macam rem blok tunggal (Sularso 2004, hal. 78)
Gambar 3.1 Skema alat penelitian
Tabel 4.2  Data variasi debit kedua
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian jumlah keseluruhan jenis burung diurnal yang berhasil ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 19 jenis, 17 jenis ditemui dalam jalur pengamatan dan 2 jenis di

Tipologi pesisir yang terdapat di Pantai Watukodok Kabupaten Gunungkidul saat ini terdiri dari dua tipologi, yaitu tipologi marine deposition coast dan wave erosion

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena dengan rahmat, hidayah dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Uji Aktivitas

Berdasarkan hasil penelitian dilihat dari 10 stasiun mini purse seine yang tersebar di perairan Morodemak, hasil tangkapan didominasi oleh ikan kembung

a. Periksa urine pasien di awal terapi untuk tujuan diagnostik yaitu untuk memastikan apakah pasien pernah atau tidak menggunakan opiat atau zat adiktif lain sebelumnya. Tahap

Sekarang Anda dapat memilih untuk mengunggah file pembayaran menggunakan File baru Pembayaran berdasarkan Payment File Definitons, atau 'Original Pipe-Delimited/Fixed File

Berdasarkan hasil pembahasan mengenai estimasi harga multi-state European call option dengan model binomial dapat disimpulkan bahwa estimasi harga multi-state

(2) Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) agar digunakan sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyelenggarakan rehabilitasi medis bagi