PROSES VERIFIKASI PAKET LELANG DALAM
TEPPA ONLINE
1
2
3
4
PENETAPAN METODE PENGADAAN DALAM
TEPPA ONLINE
HASIL VERIFIKASI TEPPA ONLINE 2015
REKOMENDASI VALIDASI DATA TEPPA
KEDEPAN
5
PENDAHULUAN
APBD 2015
Rp. 9.336.213.350.104
terserap
Rp.
62.475.788.946,74
(0,67 %)
Belanja Tidak Langsung
Rp. 5.406.872.865.104
terserap
Rp. 60.710.267.603,74
(
1.12 %
)
Belanja Langsung
Rp. 3.929.340.485.000
terserap
Rp. 1.765.521.343,00
(
0,04%
)
APBD 2015
Rp. 9.336.213.350.104
Realisasi
Penyerapan APBD
2014
0,86 %
Realisasi
Penyerapan
APBD 2015
0,67 %
Menurun sebesar 0,19 %
Realisasi
Penyerapan APBD
2014
1,39 %
Realisasi
Penyerapan
APBD 2015
2,62 %
Meningkat sebesar 1,23 %
TOTAL PAGU APBD KALTIM 2015
SEBESAR
Rp. 9.336.213.350.104,00
TERSERAP Rp
62.475.788.946,74
(0,67 %) PER 31 JANUARI 2015,
SISA PAGU TOTAL SEBESAR
Rp 9.273.737.561.157,26
(99,33%)
PERHITUNGAN SERAPAN UNTUK PENCAPAIAN TARGET KEUANGAN 6%
PADA BULAN FEBRUARI 2015
---
WAJIB TERSERAP SEBESAR Rp 497.697.012.059,50 (5,33%),
TOTAL PAGU APBD KALTIM 2015
SEBESAR
Rp. 9.336.213.350.104,00
TERSERAP Rp
245.059.255.222,74
(2,62 %) PER 28 FEBRUARI 2015,
SISA PAGU TOTAL SEBESAR
Rp 9.091.154.094.881,26
(97,38%)
PERHITUNGAN SERAPAN UNTUK PENCAPAIAN TARGET KEUANGAN 8%
PADA BULAN MARET 2015
---
WAJIB TERSERAP SEBESAR Rp 501.837.812.785.58 (5,38%),
Paket Umum sebanyak 4850 Paket
Paket Strategis 736 Paket
Rp 9.336.213.350.104
PAKET SWAKELOLA
Rp 1.753.015.109.278
SWAKELOLA 3059 Paket
Rp 2.072.787.718.020
PAKET PENGADAAN
LANGSUNG
Rp 111.537.807.702
PROSES VERIFIKASI
PAKET LELANG
DALAM TEPPA ONLINE
PROSES ENTRY DATA TEPPA
DPA/RKA DAN REVISI/PERGESERAN
DPA DALAM SIMDA
DATA DALAM APLIKASI TEPPA ONLINE (FORM A1)
VERIFIKASI ENTRY DATA (RAPAT KOORDINASI SKPD DENGAN TIM
TEPPA) (FORM PROGRAM/KEGIATAN, B DAN G) PERBAIKAN/REVISI OLEH SKPD (FORM PROGRAM KEGIATAN DAN G) PELAPORAN SKPD (FORM C, D DAN F)
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
FORM YANG DI VERIFIKASI DALAM TEPPA
PENETAPAN METODE
PENGADAAN DALAM TEPPA
ONLINE
DASAR DALAM PENETAPAN METODE PENGADAAN BARANG
DAN JASA DALAM TEPPA
PERPRES 70 TAHUN 2012 DAN PERPRES 04 TAHUN 2015
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
No Jenis Pengadaan Syarat Umum Pasal Nama Lengkap Singkatan
A. Metode Pemilihan
1 Pengadaan Barang & Jasa 1. Pelelangan Umum LU > 5 Milyar 36
2. Pelelangan Terbatas LT Barang tertentu yg diyakini Penyedianya Terbatas 1(24) 3. Pelelangan Sederhana LS ≤ 5 Milyar 1(25)
4. Penunjukan Langsung PKL Tanpa Batasan Nilai, Keadaan Tertentu, Barang Khusus 1(31)
5. Pengadaan Langsung PL ≤ 200 Juta 39
6. Sayembara/Kontes SY Kreativitas, Inovasi, Tdk Ada Harga Satuan 40
Metode
Tidak terbatas pada bahan baku, barang setengah jadi, barang jadi/peralatan dan makhluk hidup (Penjelasan Pasal 4 huruf a) (Penambahan Perpres 4 tahun 2015 pada Penunjukan langsung untuk Pekerjaan Pengadaan dan penyaluran benih unggul yang meliputi benih padi, jagung, dan kedelai, serta pupuk yang meliputi Urea, NPA, dan ZA kepada petani dalam rangka menjamin ketersediaan benih dan pupuk secara tepat dan cepat untuk pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan)
DASAR DALAM PENETAPAN METODE PENGADAAN BARANG
DAN JASA DALAM TEPPA
PERPRES 70 TAHUN 2012 DAN PERPRES 04 TAHUN 2015
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
No Jenis Pengadaan Syarat Umum Pasal Nama Lengkap Singkatan
A. Metode Pemilihan
2 Pengadaan Pekerjaan Konstruksi 1. Pelelangan Umum LU > 5 Milyar 36(1)
2. Pelelangan Terbatas LT Konstruksi/Pekerjaan Kompleks yg diyakini Penyedianya Terbatas 36(2)
3. Pemilihan Langsung PML ≤ 5 Milyar 1(26)
4. Penunjukan Langsung PKL Tanpa Batasan Nilai, Keadaan Tertentu, Konstrusi Khusus 38
5. Pengadaan Langsung PL ≤ 200 Juta 39
3 Pengadaan Jasa Konsultasi 1. Seleksi 41 s.d 46
a. Seleksi Umum SU > 200 Juta 42
b. Seleksi Sederhana SS >50Jt s.d ≤ 200 Jt 1(28) 2. Penunjukan Langsung PKL Tanpa Batasan Nilai, Keadaan Tertentu, Konsultasi Khusus 44
3. Pengadaan Langsung PL ≤ 50 Juta 39
4. Sayembara SY 46
Jasa konsultan tidak terbatas jasa rekayasa, Perencanaan, Pengawasan keahlian profesi (huruf_c) penjelasan pasal 4 huruf c, Berhubung dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau wujud fisik
yang tidak terbatas konstruksi bagi kapal, persiapan lahan, perakitan, reboisasi (Penjelasan Pasal 4 huruf b)
DASAR DALAM PENETAPAN METODE PENGADAAN BARANG
DAN JASA DALAM TEPPA
PERPRES 70 TAHUN 2012 DAN PERPRES 04 TAHUN 2015
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
No
Jenis Pengadaan
Syarat Umum
Pasal
Nama Lengkap
Singkatan
A. Metode Pemilihan
4 Jasa Lainnya
1. Pelelangan
35 s.d 40
a. Pelelangan Umum
LU
> 5 Milyar
36
b. Pelelangan Sederhana
LS
≤ 5 Milyar
37(1a)
2. Penunjukan Langsung
PKL
Tanpa Batasan Nilai, Keadaan Tertentu, Barang khusus
3. Pengadaan Langsung
PL
≤ 200 Juta
39
4. Sayembara/Kontes
SY
Kreatifitas, Inovasi, Tdk Ada Harga Satuan
40
B. Swakelola
Direncanakan, dikerjakan &
diawasi oleh PA/KPA/PPK
SWA
Kontrak antara PA/KPA dgn PPK atau PPK dengan Kelompok
Masyarakat
Bab IV 26 s.d
32
Tidak terbatas pada Jasa Boga, Cleaning, Tenaga Kerja. Asuransi, Jahit,
Layanan Kesehatan, Percetakan (Penjelasan pasal 4 huruf d)
HASIL VERIFIKASI TEPPA
ONLINE 2015
A. PERMASALAHAN TERKAIT DENGAN PERENCANAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN
1. Masih terdapat Kekeliruan entry terkait dengan nomenklatur, kode rekening belanja beberapa program kegiatan DPA dalam SIMDA sehingga memerlukan revisi/pergeseran.
2. Masih terdapat beberapa paket pekerjaan yang belum jelas status lahannya dan belum ada perencanaan/DED di tahun sebelumnya, sehingga masih terdapat paket fisik yang perencanaannya dibuat bersamaan dengan tahun pelaksanaan fisiknya. Jumlah paket pekerjaan perencanaan yang bersamaan dengan tahun pelaksanaan pekerjaan fisiknya sebanyak 120 Paket, dan yang sudah siap lelang sebanyak 3 Paket. Paket perencanaan yang dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan fisik di tahun anggaran 2015 melalui pengadaan langsung dimasing-masing SKPD sebagian besar belum berjalan, sehingga memiliki resiko keterlambatan pada proses lelang pekerjaan fisiknya.
3. Beberapa paket pekerjaan program/kegiatan prioritas RPJMD yang dilaksanakan masih belum mengarah kepada pencapaian target RPJMD dan RKPD. Sebagian besar SKPD masih belum dapat memberikan informasi output paket pekerjaan dan lokasi yang jelas untuk keperluan monitoring TEPPA. Pagu anggaran untuk mendukung RPJMD sebesar Rp. 2.045.760.681.076.-.
B. PERMASALAHAN TERKAIT DENGAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA/ LELANG YANG BERPENGARUH TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN
1. Adanya perbedaan jumlah paket lelang dan metode pengadaan, pada TEPPA dan SIRUP dikarenakan identifikasi data TEPPA oleh SKPD tidak sesuai dengan data SIRUP, dan
pemecahan ataupun penggabungan paket lelang tidak dijabarkan didalam DPA.
a. Terdapat sejumlah paket yang terpecah dalam DPA tetapi pada RUP digabungkan menjadi satu paket, sehingga jumlah paket dan metode pengadaannya berbeda. b. Terdapat satu paket gabungan dalam DPA tetapi pada RUP dipecah menjadi
beberapa paket pekerjaan, sehingga jumlah paket dan metode pengadaannya berbeda.
c. Terdapat paket pekerjaan Swakelola yang nilainya besar dalam DPA terutama pada UPTD Dinas Pekerjaan Umum yang didalam RUP nya dipecah menjadi paket kontraktual yang nilainya sangat besar dan swakelola, sehingga paket kontraktual tersebut tidak teridentifikasi didalam TEPPA. (contoh: Paket swakelola Pemeliharaan Jalan senilai 15 Milyar yang didalamnya terdapat paket kontraktual sebesar 3,6 Milyar, hal ini tidak teridentifikasi karena didalam TEPPA maupun Perpres 70 dan perubahannya tidak mengakomodir paket kontraktual dengan pihak ketiga selain kelompok masyarakat, dan pemerintah lainnya didalam paket swakelola).
2. Adanya perbedaan jumlah paket lelang dan metode pengadaan, pada TEPPA dan SIRUP dikarenakan identifikasi data TEPPA oleh SKPD tidak sesuai dengan data SIRUP, dan pemecahan ataupun penggabungan paket lelang tidak dijabarkan didalam DPA.
3. Terlambatnya penerbitan SK PPTK menyebabkan beberapa paket pekerjaan menjadi terlambat untuk dilelangkan.
4. Verifikasi terkait penjabaran paket swakelola, kontraktual dan metode lelang yang dilakukan oleh SKPD masih belum tepat sesuai dengan ketentuan Perpres 70. Masih terdapat kekeliruan dalam identifikasi paket swakelola dan paket kontraktual.
5. Kurangnya koordinasi dan konsolidasi internal SKPD didalam mengidentifikasi paket pekerjaan yang dilaksanakan melalui pengadaan barang dan jasa.
6. Masih terdapat beberapa paket pekerjaan yang digabungkan proses lelangnya yang memiliki kode rekening belanja berbeda.
Contoh Permasalahan
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
Penggabungan Paket dari beberapa paket didalam DPA.
Beberapa Paket yang sebelumnya diidentifikasi dengan metode Pengadaan Langsung (PL) Menjadi satu paket yang diidentifikasi dengan metode Lelang Sederhana (LS).
Contoh Permasalahan
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
Paket pekerjaan Swakelola yang nilainya besar dalam DPA yang didalam RUP nya dipecah menjadi paket Kontraktual yang nilainya sangat besar dan Swakelola.
Paket swakelola Pemeliharaan Jalan senilai 15 Milyar yang didalamnya terdapat paket kontraktual sebesar 3,6 Milyar.
Contoh Permasalahan
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
RUP
TEPPA
PERBEDAAN JUMLAH PAKET KONTRAKTUAL DAN SWAKELOLA SKPD PADA TEPPA DAN RUP.
Sebagai contoh hasil identifikasi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, pada RUP
memiliki 5 Paket Kontraktual dan 133 Paket Swakelola dengan total paket 138 paket, sedangkan pada TEPPA terdapat 64 paket Kontraktual dan 73 paket Swakelola dengan total paket 144 paket.
Contoh Permasalahan
Sekretariat TEPPA Kaltim 2015
PERENCANAAN YANG DILAKSANAKAN PADA TAHUN ANGGARAN YANG SAMA DENGAN PAKET PEKERJAAN FISIKNYA.
Paket jasa konsultasi (perencanaan) di identifikasi dengan metode Penunjukan Langsung (PK) yang seharusnya diidentifikasi dengan metode Pengadaan Langsung (PL).
Paket pekerjaan konstruksi diidentifikasi dengan metode Lelang Sederhana (LS) yang seharusnya diidentifikasi dengan metode Pemilihan Langsung (PML).
REKOMENDASI VALIDASI
DATA TEPPA
KEDEPAN
1. Perbaikan mekanisme perencanaan dimasing-masing SKPD dalam penyusunan Dokumen Anggaran (DPA/RKA), meliputi:
a. Melakukan verifikasi data (kelompok sasaran yang dituju) dan lokasi (status dan kondisi fisik lahan) kegiatan sebelum menyusun dokumen perencanaan dan anggaran kegiatan.
b. Perencanaan pada pekerjaan fisik agar disusun pada tahun anggaran sebelumnya. c. Menyusun terlebih dahulu KAK, HPS dan spesifikasi teknis lainnya pada pekerjaan
yang direncanakan akan dilelang sebelum menyusun DPA/RKA.
d. Memperjelas ukuran target dan volume output belanja pada masing-masing kegiatan dalam DPA/RKA. Hal ini untuk memudahkan proses verifikasi bentuk output kegiatan sebagai dasar dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring kegiatan.
e. Memperjelas penggabungan dan pemecahan paket pekerjaan yang akan dilelang dalam DPA/RKA. Hal ini untuk memudahkan proses verifikasi terkait dengan jumlah paket dan metode pengadaan/lelang.
f. Meningkatkan pengawasan terhadap proses entry DPA/RKA dalam SIMDA.
2. Penetapan KPA dan PPTK disesuaikan dengan program kegiatan yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya, untuk seorang KPA bertanggungjawab terhadap minimal 1 (satu) Program dan untuk seorang PPTK bertanggungjawab terhadap minimal 1 (satu) kegiatan. Hal ini untuk memudahkan mengukur kinerja dari masing-masing KPA dan PPTK terhadap capaian program kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya.
3. Meningkatkan koordinasi dan konsolidasi internal antara Kepala SKPD selaku pengguna anggaran, Kepala Bidang selaku KPA dan Kepala Sub Bidang/Sub Bagian selaku PPTK. 4. Hindari revisi paket pekerjaan yang sifatnya pindah kode rekening program kegiatan
maupun kode rekening belanja modal dan barang jasa, agar dapat dilaksanakan sebelum ditetapkannya perubahan APBD (P-APBD).
5. Perencanaan pada paket pekerjaan konstruksi agar sudah memperhitungkan ; waktu penyelesaian pekerjaan secara rasional, status lahan, kendala kondisi fisik lapangan (Geologi/Karakteristik Batuan, Sistem DAS, Topografi, dsb), Kondisi sosial budaya masyarakat setempat (culture), Regulasi/Kebijakan yang ada di Kab/Kota.
6. Penyusunan paket pekerjaan yang akan dilelang didalam dokumen DPA agar menyesuaikan dengan ketentuan jenis barang atau jasa yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.70 beserta perubahannya.
7. Proses pengadaan barang dan jasa/lelang diharapkan sudah selesai seluruhnya sebelum tanggal 31 maret.
8. Pelaksanaan paket pekerjaan Swakelola agar dilaksanakan sejak bulan Januari. 9. Pelaksanaan paket pekerjaan fisik agar sudah dilaksanakan sejak awal bulan april.
10. Pelaksanaan pekerjaan pembebasan lahan agar sudah dituntaskan sebelum tahun anggaran pelaksanaan paket fisik.
11. Pekerjaan review desain agar diselesaikan sebelum tahun anggaran pelaksanaan paket fisik.
12. Verifikasi data kelompok sasaran kegiatan dan permasalahan sosial budaya agar sudah dapat diselesaikan sebelum tahun anggaran pelaksanaan paket fisik.
13. Hindari revisi paket pekerjaan yang akan dilelang, karena proses revisi akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan.
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH