DAFTAR ISI. iii vii DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN

180 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i i

DAFTAR ISI

DEFINISI DAN SINGKATAN iii

RINGKASAN vii

Bab I. PENAWARAN UMUM TERBATAS V 1

Bab II PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PUT V 8

Bab III. PERNYATAAN UTANG 9

Bab IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 17

A. Umum 17

B. Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kegiatan Usaha Dan

Keuangan Perseroan 17

C. Analisis Laporan Keuangan 18

D. Kemampuan Manajemen 41

E. Manajemen Risiko 41

F. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Yang Signifikan 44

G. Kualitas Pendapatan 47

H. Prospek Usaha 47

Bab V. RISIKO USAHA 48

Bab VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 51

Bab VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 52

1. Riwayat Singkat Perseroan 52

2. Perkembangan Pemodalan dan Kepemilikan Saham Perseroan 53

3. Pengurusan dan Pengawasan 75

4. Sumber Daya Manusia 79

5. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate

Governance) 81

6. Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perseroan 82

7. Struktur Organisasi Perseroan 83

8. Struktur Hubungan Kepemilikan, Pengawasan Dan Pengurusan 83 9. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Berbentuk

Badan Hukum 84

10 Transaksi Dengan Pihak Berelasi 87

11 Perjanjian Dan Kontrak Penting Dengan Pihak Lain 88

12 Perkara-Perkara Yang Dihadapi Perseroan 94

13 Keterangan Tentang Aset Tetap 100

14 Kelompok Usaha Perseroan 100

BAB VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 102

1. Umum 102

2. Keunggulan Kompetitif 102

3. Kegiatan Usaha 104

4. Strategi Usaha 114

5. Prospek Usaha Perseroan 114

6. Perlindungan Asuransi Atas Harta Kekayaan Dan Kegiatan

Usaha 118

7. Persaingan Usaha 132

8. Tingkat Kesehatan Perseroan 133

9. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) 134

BAB IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 135

BAB X. EKUITAS 138

BAB XI. PERPAJAKAN 139

(2)

iiii

BAB XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL DALAM

RANGKA PENAWARAN UMUM 142

BAB XIV. PIHAK YANG BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA 144

BAB XV. KETERANGAN PENAWARAN UMUM TERBATAS V 146

BAB XVI. PERSYARATAN PEMESANAN DAN PEMBELIAN SAHAM 155

BAB XVII. KETERANGAN TENTANG HMETD 160

BAB XVIII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN HMETD 162

(3)

iii iii

DEFINISI DAN SINGKATAN

Kecuali disebutkan lain dalam Prospektus ini, istilah-istilah yang digunakan dalam Prospektus ini mempunyai arti sebagai berikut :

Afiliasi berarti:

a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

b. Hubungan antara satu pihak dengan pegawai, direktur atau komisaris dari pihak tersebut;

c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau komisaris yang sama;

d. Hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan olehperusahaan tersebut;

e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. Hubungan antara perusahaan dan Pemegang Saham Utama.

sebagaimana diuraikan dalam Pasal 1.1 UUPM.

BAPEPAM berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 3 ayat 1 UUPM atau para pengganti dan penerima hak dan liabilitasnya.

BAPEPAM dan LK berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan liabilitasnya. Dan PMK No. 184/PMK.01.2010 tentang organisasi dan tata kerja Kementrian Keuangan tanggal 11 Oktober 2011.

Biro Administrasi Efek (BAE) berarti pihak yang melaksanakan administrasi saham dalam rangka PUT V yang ditunjuk oleh Perseroan, dalam hal ini adalah PT Blue Chip Mulia, berkedudukan di Jakarta.

BEI berarti Bursa Efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka

4 UUPM yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek Indonesia, atau penggantinya.

Harga Penawaran berarti harga yang harus dibayarkan untuk setiap pelaksanaan HMETD menjadi saham yaitu sebesar Rp400,- (empat ratus rupiah) Harga Pelaksanaan berarti harga setiap saham yang harus dibayar pada saat

pelaksanaan Waran Seri V dan sebagai harga pelaksanaan sebesar Rp450,- (empat ratus lima puluh rupiah). Harga pelaksanaan tersebut dapat berubah apabila terjadi penyesuaian Harga Pelaksanaan

Hari Bursa berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum'at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek. Hari Kerja berarti hari Senin sampai dengan hari Jum'at, kecuali hari libur

nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Konfirmasi Tertulis berarti surat konfirmasi yang dikeluarkan oleh Kustodian Sentral

Efek Indonesia dan/atau Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek untuk kepentingan Pemegang Rekening di pasar sekunder.

(4)

iv iv Kustodian Sentral Efek

Indonesia atau KSEI

berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia berkedudukan di Jakarta yang merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sesuai dengan Peraturan Pasar Modal.

Masyarakat berarti perorangan dan/atau badan-badan, baik Warga Negara

Indonesia/Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing baik bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri, dengan memperhatikan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal. Pemegang Rekening berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek

di KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Peraturan KSEI.

Penawaran Umum Terbatas

V atau PUT V berarti kegiatan Penawaran Umum Terbatas sebanyak-banyaknya sejumlah 1.171.488.567 (satu miliar seratus tujuh puluh satu juta empat ratus delapan puluh delapan ribu lima ratus enam puluh tujuh)Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp400.- (empat ratus Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya sebanyak-banyaknya bernilai Rp468.595.426.800,-(empat ratus enam puluh delapan miliar lima ratus sembilan puluh lima juta empat ratus dua puluh enam ribu delapan ratus Rupiah) dan sebanyak-banyaknya sejumlah 911.157.774 (sembilan ratus dua sebelas juta seratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh empat) Waran Seri V yang diterbitkan menyertai saham biasa atas nama tersebut yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham.

Pernyataan Pendaftaran berarti Dokumen yang wajib disampaikan kepada BAPEPAM dan LK oleh Perseroan dalam rangka PUT V sesuai dengan ketentuan Undang-undang Pasar Modal.

Perseroan berarti PT Clipan Finance Indonesia Tbk., berkedudukan di Jakarta

Pusat, yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia.

Prospektus berarti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 butir 26

Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan Nomor: IX.C.2. Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.

Prospektus Ringkas berarti ringkasan Prospektus mengenai fakta-fakta dan

pertimbangan-pertimbangan yang paling penting yang disusun dan diterbitkan oleh Perseroan dan diumumkan dalam sekurang-kurangnya 1 surat kabar harian berbahasa Indonesia.

Pemegang Rekening berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik rekening efek di KSEI atau Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek.

Peraturan No. IX.E.1 Peraturan Bapepam & LK tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Ketua Bapepam & LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009.

Peraturan No. IX.E.2 Peraturan Bapepam & LK tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi tertentu, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Ketua Bapepam & LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009.

(5)

v v

RUPS berarti Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu rapat umum para

pemegang saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan anggaran dasar perseroan dan undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan UUPM serta peraturan-peraturan pelaksanaannya.

RUPSLB berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang

diselengarakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan.

Saham Baru berarti saham biasa atas nama yang akan dikeluarkan oleh

Perseroan dalam PUT V ini.

Saham Lama berarti saham biasa atas nama Perseroan yang telah ditempatkan

dan disetor penuh oleh Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.

Saham Hasil pelaksanaan

HMETD berarti seluruh saham hasil pelakasanaan HMETD yang merupakan Saham Baru yang diperoleh oleh pemegang HMETD dalam PUT V yaitu sebanyak-banyaknya sejumlah 1.171.488.567 (satu miliar seratus tujuh puluh satu juta empat ratus delapan puluh delapan ribu lima ratus enam puluh tujuh)

SBHMETD berarti singkatan dari Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yaitu surat bukti hak atau sertifikat yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Saham yang membuktikan hak memesan efek terlebih dahulu, yang dapat diperdagangkan selama Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD.

Tanggal Penjatahan berarti tanggal dimana Pemegang Saham yang memesan saham tambahan mengetahui berapa banyak mendapatkan saham tambahan yang dikehendaki.

Tanggal Pengembalian Uang berarti tanggal pengembalian uang pemesanan saham tambahan yang tidak dapat terpenuhi oleh Perseroan kepada pemesan saham tambahan, dimana Tanggal Pengembalian tidak boleh lebih dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan

Tanggal Pencatatan HMETD berarti tanggal pencatatan HMETD untuk diperdagangkan pada Bursa Efek, sebagaimana tercantum pada bagian luar kulit muka Prospektus.

UUPM berarti Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tanggal 10 Nopember

1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No, 3608.

UUPT berarti Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus

2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 Tahun 2007, Tambahan No, 4756.

Waran Seri I berarti Waran yang diterbitkan oleh Perseroan bersamaan dengan

Penawaran Umum Terbatas I yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham baru Perseroan dengan harga pelaksanaan dalam jangka waktu sejak tanggal 7 Mei 1998 sampai dengan 7 Nopember 2002.

Waran Seri II berarti Waran yang diterbitkan oleh Perseroan bersamaan dengan

Penawaran Umum Terbatas II yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham baru Perseroan dengan harga pelaksanaan dalam jangka waktu sejak 27 April 2000 sampai dengan 4 Nopember 2004.

(6)

vi vi

Waran Seri III berarti Waran yang diterbitkan oleh Perseroan bersamaan dengan

Penawaran Umum Terbatas III yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham baru Perseroan dengan harga pelaksanaan dalam jangka waktu sejak 20 Desember 2000 sampai dengan 28 Juni 2005.

Waran Seri IV Waran yang diterbitkan oleh Perseroan bersamaan dengan

Penawaran Umum Terbatas IV yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham baru Perseroan dengan harga pelaksanaan dalam jangka waktu sejak 14 Januari 2008 sampai dengan 12 Juli 2010.

Waran Seri V berarti Waran yang diterbitkan oleh Perseroan bersamaan dengan

Penawaran Umum Terbatas V yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham baru Perseroan dengan harga pelaksanaan dalam jangka waktu sebagaimana termaktub dalam prospektus ini.

(7)

vii vii

RINGKASAN

Ringkasan ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan penting dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terperinci di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Riwayat Singkat Dan Kegiatan Usaha Perseroan

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “Clipan Finance”) didirikan pada tahun 1982 dengan nama PT Clipan Leasing Corporation sebagai perusahaan berbadan hukum Indonesia dan berkedudukan hukum di Jakarta Barat berdasarkan Akta No. 47, tanggal 15 Januari 1982, kemudian diperbaiki dengan Akta No. 363, tanggal 29 Juni 1982, keduanya dibuat di hadapan Ny. Kartini Muljadi, SH, pada waktu itu Notaris di Jakarta, dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan No. C2-396.HT.01.01.Th.82, tanggal 2 Agustus 1982, dan telah didaftarkan pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No. 2771 dan No. 2772 tanggal 10 Agustus 1982, serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 1 Oktober 1982, Tambahan No. 1189.

Nama PT Clipan Leasing Corporation diubah menjadi PT Clipan Finance Indonesia dengan akta No. 56 tanggal 17 Mei 1990, dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH, Notaris di Jakarta, yang disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2.3318.HT.01.04.TH.90 tanggal 5 Juni 1990, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 13 Juni 1990 di bawah No. 1193/1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 7 Agustus 1990, No. 63, Tambahan No. 2771. Perubahan nama menjadi PT Clipan Finance Indonesia Tbk, dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham PT Clipan Finance Indonesia No. 147 tanggal 30 Agustus 1996, dibuat di hadapan Singgih Susilo, S.H., Notaris di Jakarta, yang Data Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 16 Oktober 1996 dibuat oleh notaris tersebut dan perbaikannya dalam Akta Perubahan Terhadap Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Clipan Finance Indonesia No. 190 tanggal 23 Januari 1997, dibuat di hadapan notaris yang sama, yang Data Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 16 Oktober 1996 yang Data Perbaikan Akta Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 28 Pebruari 1997 dibuat oleh notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-1877 HT.01.04.Th.97 tanggal 18 Maret 1997, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan No. TDP09031809909 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 27 Maret 1997 di bawah No. 619/BH 09.03/III/97, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 10 Oktober 1997 No. 81, Tambahan No. 4707.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan untuk penyesuaian dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan No. IX.J.1. tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 37 tanggal 29 Juli 2009 dari Benny Kristanto, S.H., notaris di Jakarta, permohonan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan meperoleh persetujuan sebagaimana termaktub dalam Surat Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.53891.AH.01.02. Tahun 2009 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, tangal 06 November 2009, Daftar Perseroan No. AHU-0073404.AH.01.09. Tahun 2009, tangal 06 November 2009 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas tanggal 24 September 2010 Berita Negara Republik Indonesia No.77, Tambahan No.21223.

Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan adalah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) PT. Clipan Finance Indonesia Tbk. No. 70 tanggal 30 Juni 2011, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, untuk pemberitahuan perubahan pasal 4 ayat 2 dan pasal 29 kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam suratnya kepada Notartis tersebut Nomor:AHU-AH.01.10-25616 taggal 08 Agustus 2011, Daftar Perseroan Nomor: AHU-0065552.AH.01.09 Tahun 2011 Tanggal 08 Agustus 2011 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan maksud dan tujuan Perseroan ialah:

(8)

viii viii Kegiatan Usaha:

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Sewa Guna Usaha yang dilakukan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease baik Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang milik Penyewa Guna Usaha, yang kedian disewa gunakan kembali selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

b. Anjak Piutang yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk:

- pembelian dan pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transakasi perdagangan dalam atau luar negeri; - penataausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.

c. Pembiayaan Konsumen yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen berdaarkan kebutuhan konsumen yang pembayaranya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen;

Kegiatan Usaha Utama:

a. Sewa Guna Usaha yang dilakukan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease baik Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang milik Penyewa Guna Usaha, yang kedian disewa gunakan kembali selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

b. Anjak Piutang yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk:

- pembelian dan pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transakasi perdagangan dalam atau luar negeri; - penataausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.

c. Pembiayaan Konsumen yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen berdaarkan kebutuhan konsumen yang pembayaranya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen;

Kegiatan Usaha Penunjang:

Mengusahakan usaha-usaha-usaha lain yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan maksud dan tujuan tersebut di atas yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia

Untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang, yaitu mengusahakan usaha-usaha lain yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan maksud tersebut di atas yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut, Perseroan memperoleh izin usaha lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusan No.1402/KMK.013/1990 tanggal 3 Nopember 1990. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan kantor cabang di Denpasar, Bandung, Medan, Yogyakarta, Lampung, Surabaya, Pekanbaru, Balikpapan, Semarang, Palembang, Jakarta Utara, Depok, Tangerang, Bogor, Bekasi, Samarinda, Banjarmasin, Makasar dan 12 kantor pemasaran. Kantor pusat Perseroan beralamat di Wisma Slipi lantai 6, Jl. Letjen S. Parman Kav 12, Jakarta 11480.

Penawaran Umum Terbatas V

Sebanyak-banyaknya sejumlah 1.171.488.567 (satu miliar seratus tujuh puluh satu juta empat ratus delapan puluh delapan ribu lima ratus enam puluh tujuh) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp250,-( dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp400,-(empat ratus Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya bernilai Rp 468.595.426.800,- Rp400,-(empat ratus enam puluh delapan miliar lima ratus sembilan puluh lima juta empat ratus dua puluh enam ribu delapan ratus Rupiah) dan sebanyak-banyaknya sejumlah 911.157.774 (sembilan ratus sebelas juta seratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh empat)Waran Seri V yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD. Semua saham yang ditawarkan merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia. Setiap pemegang 20 (duapuluh) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Oktober 2011 pukul 16.00 WIB mempunyai 9 (sembilan) HMETD untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan Harga Penawaran Rp400,- (empat ratus Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham dan sebanyak-banyaknya sejumlah 911.157.774 (sembilan ratus sebelas juta seratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh empat) Waran Seri V yang akan diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD tersebut dimana pada setiap 9 (sembilan) saham baru tersebut melekat 7 (tujuh) Waran Seri V yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perseroan atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD.

(9)

ix ix Waran Seri V adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham Perseroan dengan nominal Rp250,-( dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Rp450,-(empat ratus lima puluh Rupiah) per saham yang dapat dilakukan selama periode pelaksanaan Waran Seri V yaitu mulai tanggal 9 April 2012 sampai dengan 6 Oktober 2014 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri V berhak membeli 1 (satu) saham pada Harga Pelaksanaannya. Pemegang Waran Seri V tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen, selama Waran Seri V tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila setelah lewat periode pelaksanaan, maka setiap Waran Seri V yang belum dilaksanakan akan menjadi kadaluwarsa, tidak berlaku dan tidak bernilai

Sebelum Penawaran Umum Terbatas V, Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Per 31 Juli 2011, jumlah seluruh pencatatan saham tersebut adalah 2.603.307.926 (dua miliar enam ratus tiga juta tiga ratus tujuh ribu sembilan ratus dua puluh enam) saham yang merupakan seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Rincian pencatatan saham tersebut tertera dalam tabel berikut ini:

Tanggal Pencatatan Tanggal Pencatatan

Keterangan Saham pada pada Jumlah

Bursa Efek Jakarta Bursa Efek Surabaya

Penawaran Umum Perdana nominal 1.000 27 Agustus 1990 20 Januari 2000 1.500.000 Partial Listing (Saham Pendiri) 19 Januari 1993 20 Januari 2000 1.475.000 Partial Listing (Saham Bonus I) 5 Agustus 1993 20 Januari 2000 991.572 Partial Listing (Saham Bonus II) 24 Juli 1995 20 Januari 2000 1.983.457 Penawaran Umum Terbatas I 7 Nopember 1997 20 Januari 2000 29.600.034 Company Listing 22 Desember 1997 20 Januari 2000 8.849.988 Stock Split I ke Nominal Rp 500 19 Oktober 1998 20 Januari 2000 44.400.051 Partial Listing (Saham Bonus III) 10 Desember 1998 20 Januari 2000 8.705.734 Penawaran Umum Terbatas II 29 Oktober 1999 20 Januari 2000 195.011.672 Penawaran Umum Terbatas II 4 Juli 2000 20 Januari 2000 171.088.532

Exercise Waran Seri I - - -

Stock Split I ke Nominal Rp 250 7 Juli 2003 7 Juli 2003 463.606.040

Exercise Waran Seri II 65.002.500

Exercise Waran Seri III 50.000.000

Penawaran Umum Terbatas IV 13 Juli 2007 13 Juli 2007 1.563.321.870

Exercise Waran Seri IV 7.958

Total Pencatatan Saham 31 Juli 2011 2.603.307.926 STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Clipan Finance Indonesia Tbk. No. 37 tanggal 29 Juli 2009, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta permohonan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan meperoleh persetujuan sebagaimana termaktub dalam Surat Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.53891.AH.01.02. Tahun 2009 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, tangal 06 November 2009, Daftar Perseroan No. AHU-0073404.AH.01.09. Tahun 2009, tangal 06 November 2009 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas tanggal 24 September 2010 Berita Negara Republik Indonesia No.77, Tambahan No.21223 juncto Akta No. 70 tanggal 30 Juni 2011, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, untuk pemberitahuan perubahan pasal 4 ayat 2 dan pasal 29 kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam suratnya kepada Notartis tersebut No. AHU-AH.01.10-25616 taggal 08 Agustus 2011, Daftar Perseroan Nomor: AHU-0065552.AH.01.09 Tahun 2011 tanggal 08 Agustus 2011 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas juncto daftar pemegang saham Perseroan tanggal 31 Agustus 2011 yang dikeluarkan oleh PT Blue Chip Mulia selaku Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 06 September2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Agustus 2011 adalah sebagai berikut:

(10)

x x Keterangan

Nilai Nominal Rp250,- Per Saham Jumlah Saham

(lembar) Jumlah Nilai Nominal (Rupiah) %

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan & Disetor Penuh:

1. PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2. Mellon Bank NA S/A Mackenzie Cundill

Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 3. Morgan Stanley & Co Intl Plc- IPB Client

Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45

4. Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 810.542.580 202.635.645.000 31,14

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00

Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500

Struktur Permodalan dan kepemilikan saham sebelum dan setelah Penawaran Umum Terbatas V (“PUT V”) tanpa memperhitungkan hasil pelaksanaan Waran Seri V secara proforma adalah sebagai berikut:

Keterangan Sebelum PUT V % Setelah PUT V % Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2.051.435.765 512.858.941.250 54,34 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 304.500.000 76.125.000.000 8,07 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 243.573.987 60.893.496.750 6,45

Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 1.175.286.741 293.821.685.250 31,14 Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 3.774.796.493 943.699.123.250 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 6.637.203.507 1.659.300.876.750

Apabila Waran Seri V yang telah memperoleh pemegang saham dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan maka, jumlah modal saham Perseroan yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan setelah pelaksanaan Waran Seri V adalah sebagai berikut:

Keterangan

Sebelum PUT V

%

Setelah PUT V dengan Pelaksanaan Waran Seri V

%

Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2.546.609.915 636.652.478.750 54,34 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 378.000.000 94.500.000.000 8,07 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 302.367.708 75.591.927.000 6,45 Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 1.458.976.644 364.744.161.000 31,14 Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 4.685.954.267 1.171.488.566.750 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 5.726.045.733 1.431.511.433.250

Apabila diasumsikan hanya Pemegang Saham Utama yakni PT Bank Pan Indonesia Tbk (PT Bank Panin Tbk) yang akan melaksanakan hak untuk mengambil sekurang-kurangnya sebesar 30% (tiga puluh persen) dan PT Evergreen Capital selaku Pembeli Siaga Saham Perseroan yang melaksanakan pembelian sebesar 500.000.000 lembar saham, maka struktur permodalan dan Pemegang Saham Perseroan sesudah

(11)

xi xi Penawaran Umum Terbatas V tanpa memperhitungkan hasil pelaksanaan Waran Seri V, tersaji secara proforma sebagai berikut: Keterangan Sebelum PUT V % Setelah PUT V % Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 1.605.779.030 401.444.757.500 48,74 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 210.000.000 52.500.000.000 6,37 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 167.982.060 41.995.515.000 5,10

Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 810.542.580 202.635.645.000 24,61

PT Evergreen Capital 500.000.000 125.000.000.000 15,18

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 3.294.303.670 823.575.917.500 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 7.117.696.330 1.779.424.082.500

Apabila diasumsikan hanya Pemegang Saham Utama yakni PT Bank Pan Indonesia Tbk (PT Bank Panin Tbk) yang akan melaksanakan hak untuk mengambil sekurang-kurangnya sebesar 30 % (tiga puluh persen) dan PT Evergreen Capital selaku Pembeli Siaga Saham Perseroan yang melaksanakan pembelian sebesar 500.000.000 lembar saham, maka struktur permodalan dan Pemegang Saham Perseroan sesudah Penawaran Umum Terbatas V dengan memperhitungkan hasil pelaksanaan Waran Seri V, tersaji secara proforma sebagai berikut:

Keterangan

Sebelum PUT V

%

Setelah PUT V dengan Pelaksanaan Waran Seri V

%

Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 1.754.331.275 438.582.818.750 45,78 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 210.000.000 52.500.000.000 5,48 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 167.982.060 41.995.515.000 4,38

Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 810.542.580 202.635.645.000 21,16

PT Evergreen Capital 888.888.889 222.222.222.250 23,20

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 3.831.744.804 957.936.201.000 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 6.580.255.196 1.645.063.799.000

PT Bank Pan Indonesia Tbk (PT Bank Panin Tbk) akan melaksanakan hak untuk mengambil sekurang-kurangnya sebesar 30% (tiga puluh persen) saham-saham yang akan dikeluarkan yang menjadi haknya dalam Penawaran umum Terbatas V ini.

Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas V tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu maka sisanya akan dialokasikan kepada Para Pemegang Saham lainnya yang melakukan pemesan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Memesan Efek Terlabih Dahulu secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan.

Apabila masih terdapat Sisa Saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham Perseroan, maka Sisa Saham tersebut sebanyak-banyaknya maksimum 500.000.000 (lima ratus juta) saham wajib dibeli oleh Pembeli Siaga yaitu PT Evergreen Capital, sebagaimana yang termaktub dalam akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Penawaran Umum Terbatas V PT Clipan Finance

(12)

xii xii Indonesia Tbk No. 18 Tanggal 19 Agustus 2011 dan Addendum Perjanjian Pembelian Sisa Saham Penawaran Umum Terbatas V PT Clipan Finance Indonesia Tbk No. 7 Tanggal 17 September 2011, yang keduanya dibuat dihadapan Erni Rohaini, SH. MBA, Notaris di Jakarta dan jika masih terdapat sisa saham setelah dialokasi kepada Pembeli Siaga, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel dan tetap didalam portepel Perseroan

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam Penawaran Umum Terbatas V akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah yang cukup material yaitu maksimum 31,03% (tiga puluh satu koma nul tiga persen) sebelum Waran Seri V dilaksanakan atau 44,44% (empat puluh empat koma empat puluh empat persen) sesudah Waran Seri V dilaksanakan

Apabila pemegang HMETD tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka Penawaran Umum Terbatas V ini, dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 7 Oktober 2011 sampai dengan 13 Oktober 2011 melalui Bursa Efek Indonesia serta diluar Bursa, sesuai dengan Peraturan No.IX.D.1. tentang HMETD.

PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS V

Dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham melalui Penawaran Umum Terbatas V dan pelaksanaan Waran Seri V setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk meningkatkan modal kerja Perseroan dalam pembiayaan konsumen (10%), sewa guna usaha (60%) dan anjak piutang (30%). Apabila penggunaan dana tersebut mengakibatkan terjadinya Transaksi Material atau Transaksi Aflliasl maupun Transaksi Benturan Kepentingan maka pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Nomor IX. E.2 tentang Transaksi Material den Perubahan Kegiatan Usaha Utama dan Peraturan Nomor IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

Keterangan secara terperinci mengenai Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Terbatas V dapat dilihat di dalam Bab II Prospektus ini.

PERNYATAAN UTANG

Jumlah liabilitas dalam Pernyataan Utang diambil dari angka-angka dalam laporan keuangan Perseroan untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir pada tanggal 30 April 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan Rekan (a member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Perseroan mempunyai kewajiban yang keseluruhannya berjumlah Rp1.763.829 juta, dengan rincian sebagai berikut:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan Jumlah

Utang bank 1.656.337

Utang premi asuransi 11.127

Utang lain-lain kepada pihak ketiga 45.162

Biaya masih harus dibayar 6.801

Pendapatan ditangguhkan - bersih 14.283

Utang pajak 22.672

Liabilitas imbalan pasca kerja 7.447

Jumlah Liabilitas 1.763.829

RISIKO USAHA

Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan juga tidak terlepas dari berbagai faktor risiko, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi kinerja dan pendapatan Perseroan. Risiko utama yang dihadapi Perseroan adalah risiko kredit/ pembiayaan, yaitu ketidakmampuan nasabah/konsumen untuk membayar kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan, sehingga menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen yang dapat menurunkan pendapatan dan kinerja Perseroan. Risiko-risiko usaha lainnya adalah sebagai berikut:

(13)

xiii xiii i. Risiko yang berkaitan dengan usaha Perseroan

a. Risiko kredit/pembiayaan b. Risiko pendanaan c. Risiko operasional d. Risiko teknologi e. Risiko likuiditas f. Risiko hukum

g. Risiko reputasi dan risiko strategis h. Risiko kepatuhan

ii. Risiko yang berkaitan dengan keadaaan ekonomi Indonesia a. Risiko perekonomian

b. Risiko sosial dan keamanan c. Risiko atas kebijakan moneter d. Risiko persaingan

e. Risiko Supply dan Demand

Penjelasan mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat dalam Bab V tentang Risiko Usaha. KEBIJAKAN DIVIDEN

Perseroan merencanakan untuk membagi dividen dalam bentuk tunai kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya sekali dalam satu tahun.

Direksi Perseroan bermaksud merencanakan pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham yang namanya tercantum pada Daftar Pemegang Saham dengan ketentuan :

Presentasi Dividen Tunai Terhadap Laba Bersih sebesar 10 % sampai dengan 30 % dari Laba Bersih tahun berjalan, mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan seterusnya yang dikaitkan dengan kondisi keuangan Perseroan dalam tahun yang bersangkutan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Di bawah ini disajikan ikhtisar posisi keuangan Perseroan tanggal 30 April 2011, 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 serta laporan laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas dan arus kas untuk periode 4 (empat) bulan yang berakhir 30 April 2011 dan 2010 serta tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2010, 2009, dan 2008 yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan Rekan (a member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya tertanggal 8 Juli 2011 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, yang diambil dari laporan keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs. Thomas, Lesmana, Henky & Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya tertanggal 25 Februari 2008.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

dalam jutaan Rupiah)

Uraian 2006 2007 31 Desember 2008 2009 2010 30 April 2011

Jumlah Aset 778.942 1.674.394 1.607.442 1.771.268 2.693.909 3.332.506 Jumlah Liabilitas 329.468 612.505 432.679 459.268 1.212.713 1.763.829 Jumlah Ekuitas 449.474 1.061.889 1.174.763 1.312.000 1.481.196 1.568.677

(14)

xiv xiv LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian 2006 2007 31 Desember 2008 2009 2010 2010 30 April 2011

Jumlah pendapatan 154.000 218.198 323.342 329.385 402.624 133.898 205.803 Jumlah beban 84.729 123.950 165.295 127.221 137.505 45.918 89.162 Laba sebelum pajak 69.271 94.248 158.047 202.164 265.119 87.982 116.641 Jumlah beban pajak (19.071) (19.534) (45.174) (51.911) (64.408) (23.561) (29.159)

Laba Bersih 50.200 74.714 112.873 150.253 200.711 64.421 87.482

Pendapatan Komprehensif Lain - - - -

Jumlah Laba Komprehensif 50.200 74.714 112.873 150.253 200.711 64.421 87.482

Laba Per Saham Dasar 50,11 48,26 43,36 57,72 77,10 24,75 33,60

RASIO KEUANGAN PENTING

Uraian 31 Desember (12 bulan) (4 bulan) 30 April

2006 2007 2008 2009 2010 2011

Profitabilitas

Imbal Hasil Investasi 2) 6,58 6,09 6,88 8,89 8,99 8,71

Laba Bersih/ Jumlah Pendapatan 32,60 34,24 34,91 45,62 49,85 42,51

Imbal Hasil Ekuitas 2) 11,69 9,89 10,09 12,08 14,37 17,21

Likuiditas

Utang Bank / Jumlah Aset 10,78 22,73 24,59 21,33 40,45 49,70

Gearing Ratio (kali)1 0,68 0,49 0,34 0,29 0,74 1,06

Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas 0,73 0,58 0,37 0,35 0,82 1,12

Jumlah Pendapatan/ Jumlah Aset 2) 19,77 13,03 20,12 18,60 14,95 18,53

Pertumbuhan

Pertumbuhan Aset 4,16 114,96 -4,00 10,19 52,09 23,71

Pertumbuhan Liabilitas -2,56 85,91 -29,36 6,15 164,05 45,44

Pertumbuhan Ekuitas 9,71 136,25 10,63 11,68 12,90 5,91

Pertumbuhan Pendapatan -2,57 41,69 48,19 1,87 22,24 53,35

Pertumbuhan Laba Bersih -5,86 48,82 51,08 33,12 33,58 30,76

1 Gearing Ratio = Utang Bank dan Utang Obligasi / Total Ekuitas

2) Jumlah laba bersih dan pendapatan untuk periode empat bulan yang berakhir 30 April 2011 telah disetahunkan agar dapat dibandingkan dengan 31

Des 2006 – 2010

Strategi Usaha Perseroan

x Senantiasa menjaga hubungan yang kuat dan erat dengan mitra usaha dan pelanggan dan berupaya meningkatkan kepercayaan dan kepuasan mereka.

x Mengembangkan inovasi produk baru yang dapat diterima oleh pasar sehingga dapat membantu pelanggan mendapatkan solusi keuangan yang terbaik.

x Memperluas jaringan usaha di wilayah yang masih berpotensi dan besar pangsa pasarnya agar dapat menjangkau dan lebih dekat dengan pelanggan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh mitra kerja dan pelanggan dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi ekonomi di wilayah tersebut.

x Pengembangan teknologi informasi yang terintegrasi dan terpadu untuk seluruh cabang sehingga menghasilkan peningkatan kecepatan dalam pelayanan dan efisiensi kerja.

x Meningkatkan kinerja operasional melalui kerjasama tim dan senantiasa menyeleksi kinerja karyawan agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang memiliki motivasi serta integritas yang tinggi serta dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab untuk mendukung pertumbuhan kegiatan usaha. x Memahami perkembangan usaha di berbagai sektor industri dan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam

mengambil kebijakan kredit untuk meningkatkan kualitas portfolio kredit Perseroan.

x Tetap fokus pada portfolio pembiayaan yang mampu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi dan resiko yang lebih aman dengan tetap mengacu pada tingkat kesehatan aset yang dibiayai.

(15)

xv xv x Menerapkan fungsi manajemen risiko yang senantiasa mengacu pada prinsip kehati-hatian antara lain dengan melakukan analisa secara menyeluruh atas kemampuan finansial setiap calon pelanggan dan mengharuskan pembayaran minimum uang muka atas aset yang akan dibiayai.

x Senantiasa melakukan penyempurnaan sistem dan prosedur yang disesuaikan dengan kondisi terkini di market agar dapat terus bersaing dan meningkatkan produktifitas, efisiensi serta mendukung aktifitas kegiatan usaha. x Menyusun strategi pemasaran yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi baik di sektor

korporasi maupun retail guna mengoptimalkan kesempatan yang ada dalam upaya mengembangkan Perseroan. Prospek Usaha Perseroan

Bisnis perusahaan pembiayaan sangat sensitif terhadap gejolak nilai tukar Rupiah, pergerakan suku bunga dan daya beli masyarakat. Harga barang-barang yang dibiayai perusahaan pembiayaan, seperti kendaraan dan alat-alat berat masih terkait dengan mata uang asing karena banyaknya suku cadang yang masih harus diimpor. Selama setahun ini Bank Indonesia cukup berhasil mengendalikan kondisi moneter dimana gejolak Rupiah terhadap mata uang asing dapat diredam dan suku bunga SBI dapat ditekan. Keberhasilan tersebut juga ditandai dengan terjaganya tingkat inflasi dan membaiknya likuiditas perbankan untuk menyalurkan kredit dengan tingkat suku bunga yang rendah yang mendorong meningkatnya daya beli masyarakat yang menyebabkan diantaranya, permintaan akan pembiayaan kendaraan bermotor meningkat yang pada gilirannya bukan saja meningkatkan penjualan kendaraan bermotor tetapi juga mendorong tumbuhnya industri kendaraan bermotor.

Prospek usaha yang cerah pada penjualan kendaraan bermotor dimana kebutuhan untuk memiliki kendaraan pribadi sebagai alat transporatasi cukup tinggi, telah membuka peluang yang besar bagi banyak perusahaan pembiayaan untuk membiayai kepemilikan kendaraan bermotor yang pada akhirnya membuat persaingan diantara perusahaan pembiayaan menjadi semakin ketat. Ketatnya persaingan di industri pembiayaan, mendorong perusahaan pembiayaan mengembangkan produk-produk baru yang inovatif yang dapat diterima oleh pasar sehingga dapat membantu pelanggan mendapatkan solusi keuangan yang terbaik.

Optimisme terhadap kondisi perekonomian yang semakin membaik, turut mendorong naiknya permintaan alat berat. Faktor utama peningkatan penjualan alat berat adalah membaiknya harga komoditas, yang memicu banyak perusahaan komoditas untuk mulai membuka lahan baru, seperti perkebunan dan pertambangan yang menyebabkan permintaan akan alat berat meningkat. Tingginya harga alat berat membuat hampir semua perusahaan komoditas membeli alat berat melalui fasilitas pembiayaan. Hal tersebut membuat permintaan akan pembiayaan alat berat kembali mengalami pertumbuhan yang baik dan diharapkan kedepannya akan terus mengalami pertumbuhan yang baik.

Perkembangan dunia usaha yang semakin modern menimbulkan persaingan sengit antar pelaku bisnis, segala cara akan ditempuh oleh pelaku bisnis untuk dapat menjual barang dagangannya, salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas pembayaran secara berjangka kepada pembeli. Pembayaran secara berjangka yang diberikan kepada pembeli, sedikit banyak akan mengganggu cashflow pelaku bisnis. Untuk menjembatani pembayaran berjangka yang dilakukan oleh para pelaku bisnis, pembiayaan melalui fasilitas anjak piutang mulai banyak dijadikan alternatif pembiayaan baru selain kredit bank untuk mendapatkan uang tunai secepatnya atau mendapatkan sumber pembiayaan baru dalam bentuk kas tunai yang dapat membantu terjaganya likuiditas perusahaan pelaku bisnis dan modal kerja akan terus bergulir.

Perseroan berharap dengan meningkatnya permintaan pembiayaan kendaraan bermotor melalui skema kredit, peluang untuk bertumbuhnya penyaluran pembiayaan yang telah ditetapkan oleh Perseroan akan tercapai.

Secara umum, pembiayaan kendaraan bermotor masih cukup menjanjikan disebabkan karena kebutuhan dan keinginan untuk mempunyai kendaraan bermotor tidak sebanding dengan daya beli masyarakat sehingga pembiayaan secara kredit merupakan alternatif yang menarik. Selain itu Perseroan juga melihat pasar baru di bidang pembiayaan alat berat yang ditopang oleh meningkatnya industri pertambangan dan perkebunan di Indonesia.

(16)

xvi Halaman ini sengaja dikosongkan

(17)

1 1

I.

PENAWARAN UMUM TERBATAS V

Direksi atas nama Perseroan, dengan ini melakukan Penawaran Umum Terbatas V Kepada Para Pemegang Saham dalam Rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya sejumlah 1.171.488.567 (satu miliar seratus tujuh puluh satu juta empat ratus delapan puluh delapan ribu lima ratus enam puluh tujuh) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp250,-(dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp400,- (empat ratus Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp 468.595.426.800,- (empat ratus enam puluh delapan miliar lima ratus sembilan puluh lima juta empat ratus dua puluh enam ribu delapan ratus Rupiah) dan Waran Seri V yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD. Semua saham yang ditawarkan merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia. Setiap pemegang 20 (dua puluh) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Oktober 2011 pukul 16:00 WIB mempunyai 9 (sembilan) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru dengan Harga Penawaran Rp400,- (empat ratus Rupiah) setiap saham

yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham dan sebanyak-banyaknya sejumlah 911.157.774 (sembilan ratus sebelas juta seratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh empat) Waran Seri V yang akan diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama hasil pelaksanaan HMETD tersebut dimana pada setiap 9 (sembilan) saham baru tersebut melekat 7 (tujuh) Waran Seri V yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perseroan atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD.

Waran Seri V adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham Perseroan dengan nominal Rp250,-(dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham dengan Harga Pelaksanaan Rp450,-(empat ratus lima puluh Rupiah) per saham yang dapat dilakukan selama periode pelaksanaan Waran Seri V yaitu mulai tanggal 09 April 2012 sampai dengan 6 Oktober 2014 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri V berhak membeli 1 (satu) saham pada Harga Pelaksanaannya. Pemegang Waran Seri V tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham, termasuk hak atas dividen, selama Waran Seri V tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila setelah lewat periode pelaksanaan, maka setiap Waran Seri V yang belum dilaksanakan akan menjadi kadaluwarsa, tidak berlaku dan tidak bernilai

PT CLIPAN FINANCE INDONESIA TBK

Kegiatan Usaha:

Menjalankan usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan, yaitu Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang dan Pembiayaan Konsumen. Berkedudukan di Jakarta Barat, Indonesia

Kantor Pusat: WISMA SLIPI, LANTAI 6

Jl. Jend. S. Parman Kav. 12, Jakarta 11480 Telp: (021) 530 8005, Fax: (021) 530 8026 - 27

Email : corporate_secretary@clipan.co.id

Perseroan memiliki 18 Kantor Cabang dan 12 Kantor Pemasaran yang terletak di DKI Jakarta serta dikota-kota lainnya yakni di Bandung, Medan, Denpasar, Surabaya, Sleman-Yogyakarta, Balikpapan, Semarang, Palembang, Bogor, Bekasi, Bandar

Lampung, Pekanbaru, Tangerang, Depok, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Manado, Jambi, Karawang, Serang, Sukabumi, Tasikmalaya, Bangka Tengah, dan Muara Bungo

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT / PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN NASABAH/KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN. RISIKO-RISIKO USAHA PERSEROAN LAINNYA DAPAT DILIHAT DALAM BAB V TENTANG RISIKO USAHA.

HMETD dapat diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia dan di luar Bursa mulai tanggal 7 Oktober 2011 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2011. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 13 Oktober 2011 sehingga hak yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku lagi.

(18)

2 2 Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat, didirikan dengan nama PT Clipan Leasing Corporation berdasarkan akta Perseroan Terbatas No. 47, tanggal 15 Januari 1982, dan diubah dengan akta Perubahan Naskah Pendirian No. 363, tanggal 29 Juni 1982, keduanya dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-369.HT.01.Th.82, tanggal 2 Agustus 1982, didaftarkan pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta tanggal 10 Agustus 1982 berturut-turut di bawah No. 2771 dan No. 2772, diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 1 Oktober 1982 No. 79, Tambahan No. 1189.

Nama PT Clipan Leasing Corporation diubah menjadi PT Clipan Finance Indonesia dengan akta No. 56 tanggal 17 Mei 1990, dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH, Notaris di Jakarta, yang disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2.3318.HT.01.04.TH.90 tanggal 5 Juni 1990, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 13 Juni 1990 di bawah No. 1193/1990 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 7 Agustus 1990, No. 63, Tambahan No. 2771. Perubahan nama menjadi PT Clipan Finance Indonesia Tbk, dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham PT Clipan Finance Indonesia No. 147 tanggal 30 Agustus 1996, dibuat di hadapan Singgih Susilo, S.H., Notaris di Jakarta, yang Data Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 16 Oktober 1996 dibuat oleh notaris tersebut dan perbaikannya dalam Akta Perubahan Terhadap Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Clipan Finance Indonesia No. 190 tanggal 23 Januari 1997, dibuat di hadapan notaris yang sama, yang Data Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 16 Oktober 1996 yang Data Perbaikan Akta Perubahan Anggaran Dasar tertanggal 28 Pebruari 1997 dibuat oleh notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-1877 HT.01.04.Th.97 tanggal 18 Maret 1997, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan No. TDP09031809909 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan tanggal 27 Maret 1997 di bawah No. 619/BH 09.03/III/97, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 10 Oktober 1997 No. 81, Tambahan No. 4707.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk penyesuaian dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan No. IX.J.1. tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008, sebagaimana tercantum dalam Akta No. 37 tanggal 29 Juli 2009 dari Benny Kristanto, S.H., notaris di Jakarta, permohonan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan meperoleh persetujuan sebagaimana termaktub dalam Surat Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.53891.AH.01.02. Tahun 2009 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, tangal 06 November 2009, Daftar Perseroan No. AHU-0073404.AH.01.09. Tahun 2009, tangal 06 November 2009 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas tanggal 24 September 2010 Berita Negara Republik Indonesia No.77, Tambahan No.21223 dan perubahan terakhir adalah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) PT. Clipan Finance Indonesia Tbk. No. 70 tanggal 30 Juni 2011, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, untuk pemberitahuan perubahan pasal 4 ayat 2 dan pasal 29 kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam suratnya kepada Notartis tersebut Nomor:AHU-AH.01.10-25616 taggal 08 Agustus 2011, Daftar Perseroan Nomor: AHU-0065552.AH.01.09 Tahun 2011 Tanggal 08 Agustus 2011 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Perseroan sejak didirikan hingga kini berkedudukan hukum dan berkantor pusat di Jakarta.

Pada awalnya, Perseroan merupakan perusahaan patungan dengan pemegang saham antara lain Credit Lyonnais dari Perancis sebagai pemegang saham mayoritas dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (“Bank Panin”). Perseroan merupakan salah satu perusahaan pembiayaan tertua di Indonesia yang

(19)

3 3 telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1990. Melalui bursa, pada tahun 1997 Bank Panin mengambil alih kepemilikan saham Perseroan dari Credit Lyonnais yang menjadikan Bank Panin sebagai pemegang saham mayoritas Perseroan hingga kini, dimana Bank Panin merupakan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia saat ini.

Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan maksud dan tujuan Perseroan ialah: Melakukan usaha dibidang pembiayan yaitu Sewa Guna Usaha, Anjak Piutang dan Pembiayaan Konsumen

Kegiatan Usaha:

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Sewa Guna Usaha yang dilakukan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease baik Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang milik Penyewa Guna Usaha, yang kedian disewa gunakan kembali selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

b. Anjak Piutang yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk:

- pembelian dan pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transakasi perdagangan dalam atau luar negeri;

- penataausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.

c. Pembiayaan Konsumen yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen berdaarkan kebutuhan konsumen yang pembayaranya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen;

Kegiatan Usaha Utama:

a. Sewa Guna Usaha yang dilakukan dalam bentuk pembiayaan pengadaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease baik Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang milik Penyewa Guna Usaha, yang kedian disewa gunakan kembali selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

b. Anjak Piutang yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk:

- pembelian dan pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transakasi perdagangan dalam atau luar negeri;

- penataausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.

c. Pembiayaan Konsumen yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen berdaarkan kebutuhan konsumen yang pembayaranya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen;

Kegiatan Usaha Penunjang:

Mengusahakan usaha-usaha-usaha lain yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan maksud dan tujuan tersebut di atas yang pelaksanaannya tidak bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia

Perseroan memfokuskan kegiatan pembiayaannya pada aset dengan tingkat pengembalian yang tinggi dan tetap terus memperhatikan secara khusus kualitas dari aset tersebut dengan senantiasa menerapkan kebijakan strategi pemasaran berdasarkan tingkat resiko dengan melakukan pemilihan segmen pelanggan dan jenis aset yang akan dibiayai untuk mendapatkan aset yang berkualitas. Pembiayaan konsumen, lebih difokuskan pada kegiatan pembiayaan atas kepemilikan kendaraan bermotor roda empat khususnya kendaraan bekas baik kendaraan niaga maupun non niaga dengan jenis dan merek kendaraan yang memiliki nilai jual kembali yang tinggi dan resiko yang rendah. Sewa guna usaha, lebih difokuskan pada kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal berupa alat-alat berat baru khususnya dan kendaraan bermotor roda empat niaga dan non niaga bekas yang umum digunakan untuk kegiatan di berbagai industri dan memiliki risiko yang rendah

Anjak piutang (Factoring) lebih difokuskan pada kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam negeri.

(20)

4 4 Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan per 30 April 2011 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio dan Rekan (a member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dalam laporannya tertanggal 8 Juli 2011, maka total aset dan modal Perseroan per 30 April 2011, masing-masing adalah sebesar Rp 3.333 milyar dan Rp 1.569 milyar.

Sebelum Penawaran Umum Terbatas V, Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (hasil merger Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Per 31 Juli 2011, jumlah seluruh pencatatan saham tersebut adalah 2.603.307.926 (dua miliar enam ratus tiga juta tiga ratus tujuh ribu sembilan ratus dua puluh enam) saham yang merupakan seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Rincian pencatatan saham tersebut tertera dalam tabel berikut ini:

Tanggal Pencatatan Tanggal Pencatatan

Keterangan Saham pada pada Jumlah

Bursa Efek Jakarta Bursa Efek Surabaya

Penawaran Umum Perdana nominal 1.000 27 Agustus 1990 20 Januari 2000 1.500.000 Partial Listing (Saham Pendiri) 19 Januari 1993 20 Januari 2000 1.475.000 Partial Listing (Saham Bonus I) 5 Agustus 1993 20 Januari 2000 991.572 Partial Listing (Saham Bonus II) 24 Juli 1995 20 Januari 2000 1.983.457 Penawaran Umum Terbatas I 7 Nopember 1997 20 Januari 2000 29.600.034 Company Listing 22 Desember 1997 20 Januari 2000 8.849.988 Stock Split I ke Nominal Rp 500 19 Oktober 1998 20 Januari 2000 44.400.051 Partial Listing (Saham Bonus III) 10 Desember 1998 20 Januari 2000 8.705.734 Penawaran Umum Terbatas II 29 Oktober 1999 20 Januari 2000 195.011.672 Penawaran Umum Terbatas II 4 Juli 2000 20 Januari 2000 171.088.532

Exercise Waran Seri I - - -

Stock Split I ke Nominal Rp 250 7 Juli 2003 7 Juli 2003 463.606.040

Exercise Waran Seri II 65.002.500

Exercise Waran Seri III 50.000.000

Penawaran Umum Terbatas IV 13 Juli 2007 13 Juli 2007 1.563.321.870

Exercise Waran Seri IV 7.958

Total Pencatatan Saham 31 Juli 2011 2.603.307.926

STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Clipan Finance Indonesia Tbk. No. 37 tanggal 29 Juli 2009, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta permohonan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan meperoleh persetujuan sebagaimana termaktub dalam Surat Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.53891.AH.01.02. Tahun 2009 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, tangal 06 November 2009, Daftar Perseroan No. AHU-0073404.AH.01.09. Tahun 2009, tangal 06 November 2009 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas tanggal 24 September 2010 Berita Negara Republik Indonesia No.77, Tambahan No.21223 juncto Akta No. 70 tanggal 30 Juni 2011, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, untuk pemberitahuan perubahan pasal 4 ayat 2 dan pasal 29 kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia disampaikan oleh Notaris tersebut dan diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia sebagaimana termaktub dalam suratnya kepada Notartis tersebut No. AHU-AH.01.10-25616 taggal 08 Agustus 2011, Daftar Perseroan Nomor: AHU-0065552.AH.01.09 Tahun 2011 tanggal 08 Agustus 2011 dan untuk pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan

(21)

5 5 Terbatas juncto daftar pemegang saham Perseroan tanggal 31 Agustus 2011 yang dikeluarkan oleh PT Blue Chip Mulia selaku Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 06 September2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Agustus 2011 adalah sebagai berikut:

Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal Rp250,- Per Saham

(lembar) Jumlah Nilai Nominal (Rupiah) %

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan & Disetor Penuh:

1. PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2. Mellon Bank NA S/A Mackenzie Cundill

Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 3. Morgan Stanley & Co Intl Plc- IPB Client

Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45

4. Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 810.542.580 202.635.645.000 31,14

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00

Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500

Struktur Permodalan dan kepemilikan saham sebelum dan setelah Penawaran Umum Terbatas V (“PUT V”) tanpa memperhitungkan hasil pelaksanaan Waran Seri V secara proforma adalah sebagai berikut:

Keterangan Sebelum PUT V % Setelah PUT V % Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2.051.435.765 512.858.941.250 54,34 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 304.500.000 76.125.000.000 8,07 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 243.573.987 60.893.496.750 6,45

Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 1.175.286.741 293.821.685.250 31,14 Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 3.774.796.493 943.699.123.250 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 6.637.203.507 1.659.300.876.750

Apabila Waran Seri V yang telah memperoleh pemegang saham dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan maka, jumlah modal saham Perseroan yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan setelah pelaksanaan Waran Seri V adalah sebagai berikut:

Keterangan

Sebelum PUT V

%

Setelah PUT V dengan Pelaksanaan Waran Seri V

%

Jumlah

Saham Jumlah Nominal (Rp) Jumlah Saham Jumlah Nominal (Rp)

Modal Dasar 10.412.000.000 2.603.000.000.000 10.412.000.000 2.603.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor

Penuh

PT Bank Pan Indonesia Tbk 1.414.783.286 353.695.821.500 54,34 2.546.609.915 636.652.478.750 54,34 Mellon Bank NA S/A Mackenzie

Cundill Emerging Markets Value C 210.000.000 52.500.000.000 8,07 378.000.000 94.500.000.000 8,07 Morgan Stanley & Co Intl Plc-IPB

Client Account 167.982.060 41.995.515.000 6,45 302.367.708 75.591.927.000 6,45 Masyarakat 810.542.580 202.635.645.000 31,14 1.458.976.644 364.744.161.000 31,14 Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor Penuh 2.603.307.926 650.826.981.500 100,00 4.685.954.267 1.171.488.566.750 100,00 Saham Dalam Portepel 7.808.692.074 1.952.173.018.500 5.726.045.733 1.431.511.433.250

Apabila diasumsikan hanya Pemegang Saham Utama yakni PT Bank Pan Indonesia Tbk (PT Bank Panin Tbk) yang akan melaksanakan hak untuk mengambil sekurang-kurangnya sebesar 30 % (tiga puluh persen) dan PT Evergreen Capital selaku Pembeli Siaga Saham Perseroan yang melaksanakan pembelian sebesar 500.000.000 lembar saham, maka struktur permodalan dan Pemegang Saham Perseroan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :