PENGARUH SURAT TEGURAN, SURAT PAKSA, DAN SURAT PERINTAH MELAKSANAKAN PENYITAAN (SPMP) TERHADAP PENCAIRAN TUNGGAKAN PAJAK WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA PALEMBANG
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif untuk menguji dan memberikan gambaran bagaimana pengaruh surat teguran
Penelitian oleh Cahyo Wicaksono (2006) pada tesis tentang “Pengaruh Penagihan Pajak Dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Pelunasan Tunggakan Pajak Di Kantor Pelayanan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penagihan pajak dengan surat teguran dan surat paksa terhadap pencairan tunggakan pajak di KPP Pratama
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Register Surat Teguran, Register Surat Paksa, dan Modul Penerimaan Negara selama 5 tahun terakhir (tahun 2011-2015)
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa yang berbunyi bahwa surat teguran adalah surat yang diterbitkan oleh pejabat untuk
Pengaruh Penagihan Pajak dengan Surat Teguran dan Surat Paksa Terhadap Pembayaran Tunggakan Pajak Penghasilan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo.. Skripsi
Utang pajak setelah lewat 21 (dua puluh satu) hari dari tanggal Surat Teguran tidak dilunas, diterbitkan Surat Paksa yang diberitahukan oleh jurusita pajak
Berdasarkan uji hipotesis terhadap variabel surat teguran dan surat paksa, maka dapat disimpulkan bahwa baik jumlah surat teguran maupun jumlah surat paksa yang