• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV BAB ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Kuisioner yang disebar kepada responden sebanyak 120 buah. Pada saat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV BAB ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Kuisioner yang disebar kepada responden sebanyak 120 buah. Pada saat"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

BAB ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil Responden Penelitian

Kuisioner yang disebar kepada responden sebanyak 120 buah. Pada saat pengembalian hanya kembali 113 kuesioner, dimana terdapat 4 kuesioner yang tidak terisi dengan lengkap, Sehingga hanya terdapat 109 kuesioner yang dapat diolah. Berdasarkan data dari kuisioner yang dapat diolah, diperoleh profil responden sebagai berikut :

4.1.1 Berdasarkan Industri / Jenis Perusahaan

Pertanyaan mengenai Industri perusahaan pengguna jasa logistik merupakan bagian dari pertanyaan untuk mengetahui demografi responden yang bertujuan menggali informasi-informasi yang berkaitan langsung dengan karakteristik responden, berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar menggambarkan bahwa jenis perusahaan penelitian dapat dilihat berdasarkan gambar berikut :

Jenis Perusahaan Frekuensi Persentase

Konstruksi 1 ,9

Pertambangan 7 6,4

(2)

Sumber data kuesioner, diolah

Gambar 4.1 Jenis Perusahaan

Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan bahwa dari 109 responden didominasi oleh responden yang berasal dari industri manufaktur sebanyak 101 responden yang diikuti oleh responden dalam industri pertambangan sebanyak7 orang dan hanya terdapat 1 orang yang bergerak dalam bidang konstruksi.

4.1.2 Berdasarakan Volume Pengiriman

Pertanyaan mengenai volume pengiriman merupakan bagian dari pertanyaan untuk mengetahui demografi responden yang bertujuan menggali informasi-informasi yang berkaitan langsung dengan karakteristik diri responden khususnya mengenai volume pengiriman barang perusahaan, volume pengiriman responden dapat diketahui sebagaimana tergambar pada gambar berikut :

1 7 101 Konstruksi Pertambangan Manufaktur

(3)

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase 0 - 100 Kg 20 18,3% 100 - 500 Kg 36 33,0% 500 - 1000 Kg 19 17,4% 1000 - 5000 Kg 10 9,2% > 5000 Kg 24 22,0%

Sumber data kuesioner, diolah.

Gambar 4.2 Volume Pengiriman

Bedasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 137 responden usia reponden mayoritas berusia 36 - 45 tahun sebesar 69 responden, sedangkan usia 26-35 tahun sebesar 53 responden, usia dan urutan terakhir pada rentang usia diatas 55 tahun sebanyak 2 responden.

4.1.3 Berdasarkan Wilayah Pengiriman

Pertanyaan mengenai tingkat pendidikan tamu yang pernah menginap di hotel merupakan bagian dari pertanyaan untuk mengetahui demografi responden

20 36 19 10 24 0 ‐ 100 Kg 100 ‐ 500 Kg 500 ‐ 1000 Kg 1000 ‐ 5000 Kg > 5000 Kg

(4)

yang bertujuan menggali informasi-informasi yang berkaitan langsung dengan karakteristik diri responden, secara jelas tingkat pendidikan para responden dapat digambarkan sebagaimana tergambar pada gambar berikut :

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Lokal / Dalam Kota 8 7,3 Antar Kota 11 10,1 Antar Pulau 41 37,6 Antar Negara 49 45,0

Sumber data kuesioner, diolah.

Gambar 4.3 Wilayan Pengiriman Barang

Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa dari 109 responden, menggunakan jasa logistik, mayoritas untuk pengiriman antar pulau dan Negara.

4.2 Uji Validitas dan Reabilitas

Pengujian validitas item-item pertanyaan dalam kuesioner bertujuan

8

11

41

49 Lokal / Dalam Kota

Antar Kota

Antar Pulau

(5)

mengetahui apakah item-item tersebut benar-benar mengukur konsep-konsep yang dimaksudkan dalam penelitian ini dengan tepat. Butir-butir pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kuesioner yang telah disebarkan kepada responden dan dipadukan dengan penjabaran atas definisi teoritis dari variabel yang digunakan dalam penelitian. Hal ini memberikan dukungan bahwa butir-butir pengukuran yang dijadikan indikator konstruk terbukti memiliki validitas isi (content validity) yaitu butir-butir pengukuran tersebut merupakan alat ukur yang mencukupi dan representative yang telah sesuai dengan konsep teoritis (Cooper dan Schindler, 2006).

Dikarenakan syarat untuk dapat menganalisis model dengan SEM, indikator masing-masing konstruk harus memiliki loading factor yang signifikan terhadap konstruk yang diukur maka dalam penelitian ini pengujian validitas instrument yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analisys (CFA) dengan bantuan AMOS , dimana setiap item pernyataan harus mempunyai factor loading yang lebih dari 0,3 (Hair et al., 2010).

Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi,akurasi, dan prediktabilitas suatu alat ukur (Hermawan, 2006). Suatu kuesioner, dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Menurut Sekaran (2003) besarnya nilai Cronbach Coefficient yang cukup dan dapat diterima adalah yang bernilai 0.60 sampai 0.70 atau lebih, jika besarnya nilai Cronbach Coefficient Alpha bernilai 0.60 sampai 0.70 atau lebih, maka hal ini menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan reliabel atau dengan kata lain jawaban responden cenderung sama walaupun diberikan dalam

(6)

bentuk pernyataan yang berbeda (konsisten). Dasar pengambilan keputusan uji reliabilitas ini adalah sebagai berikut :

1. Jika koefisien Cronbach’s Alpha ≥ 0,6 maka Cronbach’s Alpha acceptable (construct reliable).

2. Jika koefisien Cronbach’s Alpha < 0,6 maka Cronbach’s Alpha pooracceptable (construct unreliable).

Tabel 4.5 Validitas dan Reabiltas Service Quality

Constructs and indicators Standardized factor loadings Cronbach’s alpha Keputusan CRM 0,860 Reliabel OS1 ,743 Valid OS2 ,536 Valid  OS3 ,521 Valid  PSERV1 ,557 Valid  PSERV2 ,749 Valid  PSERV3 ,443 Valid  TSERV1 ,726 Valid  TSERV2 ,677 Valid  TSERV3 ,720 Valid 

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.5, dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel Service Quality dinyatakan valid dan reliable. Hal ini dapat dilihat dari nilai indikator masing-masing konstruk memiliki nilai loadingfactor > 0,30 (Hair et al., 2010), menunjukkan semua indikator dapat menjelaskan konstruk yang ada. Nilai cronbach’s alpha untuk masing-masing variabel > 0,60 (Sekaran, 2006), menunjukkan alat ukur yang digunakan reliabel atau dengan kata lain jawaban responden cenderung sama walaupun diberikan dalam bentuk pernyataan yang berbeda (konsisten).

(7)

Tabel 4.6 Validitas dan Reabiltas Satisfaction Constructs and indicators Standardized factor loadings Cronbach’s alpha Keputusan Satisfaction 0,852 Reliabel S1 ,895 Valid  S2 ,781 Valid  S3 ,799 Valid 

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.6, dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel Satisfaction dinyatakan valid dan reliable. Hal ini dapat dilihat dari nilai indikator masing-masing konstruk memiliki nilai loadingfactor > 0,30 (Hair et al., 2010), menunjukkan semua indikator dapat menjelaskan konstruk yang ada. Nilai cronbach’s alpha untuk masing-masing variabel > 0,60 (Sekaran, 2006), menunjukkan alat ukur yang digunakan reliabel atau dengan kata lain jawaban responden cenderung sama walaupun diberikan dalam bentuk pernyataan yang berbeda (konsisten).

Tabel 4.10 Validitas dan Reabiltas Loyalty

Constructs and indicators Standardized factor loadings Cronbach’s alpha Keputusan Loyalty 0,898 Reliabel Loyalty1 ,929 Valid  Loyalty2 ,820 Valid  Loyalty3 ,845 Valid 

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan tabel 4.10, dapat diketahui bahwa masing-masing indikator pada variabel Loyalty dinyatakan valid dan reliable. Hal ini dapat dilihat dari nilai

(8)

indikator masing-masing konstruk memiliki nilai loading factor > 0,30 (Hair et al., 2010), menunjukkan semua indikator dapat menjelaskan konstruk yang ada. Nilai cronbach’s alpha untuk masing-masing variabel > 0,60 (Sekaran, 2006), menunjukkan alat ukur yang digunakan reliabel atau dengan kata lain jawaban responden cenderung sama walaupun diberikan dalam bentuk pernyataan yang berbeda (konsisten).

4.3 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan penjabaran jawaban responden yang bertujuan untuk memberikan jawaban atau deskriptif suatu data yang ditinjau dari nilai rata-rata (mean), simpangan baku (standard deviation), nilai minimum (min), dan nilai maksimum (max). Dalam penelitian ini mean adalah nilai rata-rata dari keseluruhan responden sedangkan standar deviasi merupakan variasi dari jawaban responden. Apabila nilai standar deviasi yang diberikan mendekati nol maka semakin tidak bervariasi jawaban responden, namun apabila standar deviasi yang diberikan menjauhi nol maka jawaban responden semakin bervariasi. Nilai minimum adalah jawaban (skala) terendah yang dipilih responden dan nilai maksimum adalah jawaban (skala) tertinggi yang dipilih oleh responden.

(9)

Tabel 4.9

Statistik Deskriptif Service Quality

Indikator Rata - rata

Kemampuan dalam menjaga jadwal atau tepat waktu (schedule) 3,6147 Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang cepat (quick) 4,0183 Kemampuan memberikan kapasitas yang sesuai (capacity) 4,0642 Karyawan memiliki orientasi yang baik dalam melayani konsumen

(service)

3,9266 Kemudahan dalam mengakses / menghubungi karyawan (contact) 3,7798

Keahlian yang dimiliki karyawan (expertise) 4,0275

Kualitas teknis dari sumber daya fisik perusahaan 3,8899 Kualitas teknis dari sistem informasi perusahaan 3,9817 Kualitas teknis dalam komunikasi yang bebas kesalahan 3,3028

Sumber : Lampiran SPSS

Pada variabel Service Quality, diketahui nilai terendah terdapat pada kualitas teknis dalam komunikasi yang bebas kesalahan dimana termasuk dalam dimensi technical service quality. Kemudian nilai terendah selanjutnya terdapat pada Kemampuan dalam menjaga jadwal atau tepat waktu (schedule) yang merupakan dimensi operational service quality

Tabel 4.10

Statistik Deskriptif Satisfaction

Indikator Rata - rata

Berdasarkan semua pengalaman saya menyukai secara menyeluruh

terhadap Layanan customer service perusahaan 3,9725 Secara umum, saya senang dengan Layanan Perusahaan 3,9817 Saya merasa nyaman berbisnis dengan perusahaan ini 3,9083

Sumber : Lampiran SPSS

Pada variabel Customer satisfaction, diketahui nilai respon secara keseluruhan mendekati angka setuju.

(10)

Statistik Deskriptif Loyalty

Indikator Rata - rata

Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan memilih untuk melakukan kegiatan transaksi dengan perusahaan ini

3,8440 Saya berencana untuk terus melakukan kegiatan transaksi dengan

perusahaan ini untuk kedepannya

3,7890 Saya akan merekomendasikan kepada rekana bisnsi kita mengenai

aktivitas logistik, freight forwarding perusahaan ini 3,8716

Sumber : Lampiran SPSS

Pada variabel Loyalty menunjukkan bahwa mayoritas responden menjawab dengan nilai 3,8 yang menunjukkan kesetujuan mereka mengenai indikator akan memilih untuk melakukan kegiatan transaksi dengan perusahaan ini, berencana untuk terus melakukan kegiatan transaksi dengan perusahaan ini untuk kedepannya, dan akan merekomendasikan kepada rekana bisnsi kita mengenai aktivitas logistik, freight forwarding perusahaan ini

4.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation model (SEM) dengan menggunaan program AMOS 16. Menurut Ferdinand (2000), SEM pada dasarnya merupakan sekumpulan teknik-teknik statistikal yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan yang relatif “rumit” secara simultan. SEM merupakan teknik multivariate yang mengkombinasikan aspek regresi berganda dan analisis faktor untuk mengstimasi serangkaian hubungan ketergantungan secara simultan (Hair et al, 2010).

(11)

Sebelum menganalisa hipotesis, kesesuaian model secara keseluruhan (overall fit models) harus dinilai terlebih dahulu untuk menjamin bahwa model tersebut dapat menggambarkan semua pengaruh sebab akibat.

Menurut Hair, Anderson, Tatham dan Black (2010), pengujian kesesuaian model goodnes of fit dilakukan dengan melihat beberapa kriteria pengukuran, yaitu: Absolute Fit Measure, yaitu mengukur model fit secara keseluruhan (baik model struktural maupun model pengukuran secara bersamaan). Kriterianya dengan melihat nilai :

d. The Likehood Ratio Chi-Square Statistic

Tingkat signifikansi minimum yang diterima adalah 0,05 dan 0,01. Pengukuran chi-square sangat tergantung pada jumlah sampel, karena itu beberapa peneliti menganjurkan untuk menggabungkan pengukuran ini dengan pengukuran lain.

e. Goodness of Fit Model Index (GFI)

Semakin tinggi nilai GFI, semakin fit sebagai model. Tidak ada model yang dijadikan acuan, tetapi beberapa peneliti merekomendasikan nilai GFI sebesar 0,90 atau lebih.

f. The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA)

Adalah sebuah indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi chi-square statistik dalam sampel yang besar. Nilai RMSEA menunjukkan goodness-of-fit yang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi, RMSEA dapat digunakan bila nilai chi-square

(12)

signifikan. Nilai yang dibutuhkan agar RMSEA dapat dikatakan fit adalah < 0,8.

Incremental Fit Measure

Yaitu ukuran untuk membandingkan model yang diajukan (proposed model) model lain yang dispesifikasi oleh peneliti. Kriteria dengan melihat nilai :

e. Adjusted Goodness-of-Fit Index (AGFI)

Indeks ini merupakan pengembangan dari Goodness Fit Of Index (GFI) yang telah disesuaikan dengan ratio dari degree of freedom (Ghozali dan Fuad, 2005). Analog dengan R2 pada regresi berganda. Nilai yang direkomendasikan adalah AGFI ≥ 0,90, semakin besar nilai AGFI maka semakin baik kesesuaianyang dimiliki model.

f. Normed Fit Index (NFI)

Indeks ini juga merupakan ukuran perbandingan antara proposed model dan null model (Ghozali dan Fuad,2005). Nilai yang direkomendasikan adalah NFI ≥ 0,90.

g. Turker-Lewis Index (TLI)

TLI merupakan indeks kesesuaian incremental yang membandingkan model yang diuji dengan baseline model. TLI digunakan untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat kompleksitas model (Ghozali dan Fuad, 2005). Nilai penerimaan yang direkomendasikan adalah nilai TLI ≥ 0,90. TLI merupakan indeks yang kurang dipengaruhi oleh ukuran sampel.

(13)

CFI juga merupakan indeks kesesuaian incremental. Besaran indeks ini adalah dalam rentang 0 sampai 1 dan nilai yang mendekati 1 mengindikasikan model memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Indeks ini sangat dianjurkan untuk dipakai karena indeks ini relatif tidak sensitif terhadap besarnya sampel dan kurang dipengaruhi oleh kerumitan model. Nilai penerimaan yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0,90 (Ghozali dan Fuad, 2005).

Parsimonious Fit Measure

Yaitu melakukan adjustment terhadap pengukuran fit agar dapat diperbandingkan antara model dengan jumlah koefisien yang berbeda. Kriterianya dengan melihat nilai normed chi-square (CMIN/DF). Nilai yang dianjurkan yaitu batas bawah 1 atau batas atas 5.

(14)

Tabel 4.18

Hasil Pengujian Kesesuaian Model (Goodness of Fit)

Pengukuran Goodness of Fit

Batas Penerimaan yang disarankan

Nilai Keputusan Chi Square Chi square rendah X2 tabel

df = 59 = 13,453

3,812 Good Fit p-value Minimal 0,05 atau diatas

0,05

0,054 Good Fit GFI > 0,9 atau mendekati 1 0,979 Good Fit

RMSEA < 0,08 0,188 Not Fit

AGFI > 0,9 atau mendekati 1 0,962 Marginal Fit NFI > 0,9 atau mendekati 1 0,995 Good Fit

IFI > 0,9 atau mendekati 1 0,942 Good Fit CFI > 0,9 atau mendekati 1 0,939 Good Fit Normed chi square Batas bawah 1,batas atas

2,3,atau 5

4,816 Good Fit Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan tabel diatas,dapat diketahui pada absolute fit measure syarat utama nilai chi square tidak terpenuhi,hal ini dapat dilihat dari nilai chi square sebesar 423,773 dengan p-values 0,000 (kurang 0,05)

(15)

Gambar 4.5

Skema Kerangka Konseptual sesuai Goodness of Fit

4.5 Hasil Pengujian Hipotesis dan Pembahasan

Analisis hasil dan interpretasi dilakukan berdasarkan hasil pengujian terhadap hipotesis. Tujuan dari pengujian hipotesis ini adalah untuk menolak hipotesis nol (Ho) sehingga hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis model persamaan struktural (SEM) yang merupakan suatu metode statistik yang paling sesuai untuk penelitian ini. Tujuan dari metode ini adalah untuk memprediksi perubahan–perubahan dalam variabel terikat (dependent / criterion variable) dikaitkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam sejumlah variabel bebas (independent / predictor variable) (Hermawan, 2006).

Customer Satisfaction SATIS1 ,03 e10 1,00 1 SATIS2 ,05 e11 ,71 1 SATIS3 ,07 e12 1,12 1 Loyalty LOY1 ,04 e13 1,00 1 LOY2 ,08 e14 ,78 1 LOY3 ,05 e15 ,94 1 1,07 ,00 e16 1 ,05 e17 1 ,11 Service Quality TSERV1 ,08 e18 1,00 1 TSERV2 ,03 e19 1,05 1 TSERV3 ,41 e20 1,40 1 PSERV3 ,04 e21 ,28 1 PSERV2 ,16 e22 1 1,15 PSERV1 ,11 e23 ,81 1 OS3 ,04 e24 ,44 1 OS2 ,07 e25 ,46 1 OS1 ,18 e26 1,11 1 1,07

(16)

Untuk mengetahui pengambilan keputusan uji hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan besarnya p-value dengan level of significant dengan tingkat keyakinan sebesar 95% (α = 0,05).

Jika p-value≤ alpha 0,05 maka hipotesa nol (Ho) ditolak

Jika p-value≥ alpha 0,05 maka hipotesa nol (Ho) diterima

Adapun batas toleransi kesalahan (α) yang digunakan adalah 5% (0,05). Hasil pengujian hipotesis dengan membandingkan antara nilai t dengan nilai estimasi koefisien beta (β) disusun dalam tabel 4.7.

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Hipotesis

Hipotesis Koefisien β p-value Keputusan

H1 : Service Quality Customer Satisfaction 0,983 0,000 Berpengaruh H2 : Customer Satisfaction Customer

Loyalty

0,852

0,000 Berpengaruh

(17)

4.6 Analisis dan Pembahasan

4.6.1 Analisis Pengaruh Service Quality terhadap Customer Satisfaction

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga keputusannya adalah Ho ditolak. Maka dapat dinyatakan terdapat pengaruh service quality terhadap customer satisfaction. Adapun pengaruhnya adalah positif dengan nilai sebesar 0,983 yang menunjukkan pelayanan yang baik akan meningkatkan kepuasan konsumen.Hasil penelitian ini mendukung dan sesuai dengan penelitian sebelumnya yang mengidentifikasikan berbagai faktor yang menentukan tingkat kepuasan pelanggan. Pentingnya service quality perception dan pengaruh antara kualitas jasa terhadap kepuasan konsumen (Cronin dan Taylor, 1992; Taylor dan Baker, 1994) mendorong para peneliti dan para akademisi menguraikan tingkat kepuasan pelanggan sebagai faktor penelitian yang berhubungan dengan tingkat kualitas layanan jasa (Parasuraman et. al,1985,1988,1991,1994; Carman,1990; Bitner,1990) dan bahwa tingkat kualitas layanan jasa tidak sama dengan tingkat kepuasan (Oliver,1980).

4.6.2 Analisis Pengaruh Customer Satisfaction Terhadap Customer Loyalty

Hipotesis kedua yang menganalisis pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga keputusannya adalah Ho ditolak. Maka dapat dinyatakan terdapat pengaruh customer satisfaction terhadap customer loyalty.

(18)

Adapun pengaruhnya adalah positif dengan nilai sebesar 0,852 yang menunjukkan konsumen yang puas akan menjadi konsumen yang setia. Hasil penelitian mendukung dan sesuai dengan penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya dimensi tingkat kualitas layanan jasa dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan (Fisk et al,1993; Levesque dan McDougall,1996) dan berdampak terhadap loyalitas. Pada pembahasan sebelumnya, Levesque dan McDougall (1996) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan pada retail berdampak terhadap terciptanya kesetiaan pelangan. Pengungkapan peningkatan kepuasan konsumen akan menunjukkan pengaruh signifikan berhubungan dengan tingkat kesetiaan pelanggan (Bitner et al,1994; Anderson et al,1994).

Gambar

Gambar 4.1 Jenis Perusahaan
Gambar 4.3 Wilayan Pengiriman Barang
Tabel 4.5 Validitas dan Reabiltas Service Quality
Tabel 4.10 Validitas dan Reabiltas Loyalty

Referensi

Dokumen terkait

Responden yang menjawab sangat setuju sekali dengan nilai jawaban responden yang terbesar adalah butir pertanyaan “menjadi pengusaha merupakan hal yang menarik bagi

Dalam situasi formal terdapat persamaan ucapan selamat yang dituturkan oleh responden Jerman dan responden Indonesia. Dari jawaban responden Jerman didapati ungkapan

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.3 diketahui bahwa variabel motivasi kerja pegawai (Y) menunjukan nilai cronbach-alpha item pertanyaan 1-12 &gt; 0.60

Nilai maksimum sebesar 3,17 artinya, dari seluruh responden yang telah memberikan jawaban atas budaya organisasi memiliki skor penilaian tertinggi sebesar 3,17 dan

Pada pernyataan X 5.1 memiliki modus 4 dengan distribusi jawaban 60 responden, terdapat dua jawaban responden yang jumlah sama (setuju dan sangat setuju) sebanyak 25

Hasil dari jawaban responden pada kuesioner yang dibagikan adalah banyak responden yang setuju dengan keputusan perusahaan untuk menambah jumlah mesin mixer dan timbangan

oleh rata-rata skor sebesar 3,43 yang masuk kategori jawaban setuju. 17) Tanggapan responden terhadap variabel pengaruh teman. Responden tidak setuju dengan variabel pengaruh

Arrahmah Banjarmasin dalam melakukan pembiayaan mura&gt;bah{ah. Kemudian disusul jawaban setuju berjumlah 28 responden atau 31%. Selanjutnya jawaban tidak setuju