BAB PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Manajemen Kesiswaan Dalam Meningkatkan Daya Saing SDIT Cahaya Bangsa Mijen Semarang

12  21 

Teks penuh

(1)

1

BAB

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sekolah dalam era yang sangat terbuka ini tidak bisa menghindar dari persaingan. Hal tersebut terbukti semakin meningkatnya mutu sekolah akibat dukungan pemerintah terhadap sekolah negeri. Dinamika tersebut yang menyebabkan sekolah swasta harus terus mengembangkan diri sekolah sebagai sekolah unggulan. Tentu saja sekolah swasta berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan mencitrakan diri sebagai sekolah yang modern.

Dalam kaitannya dengan standar pendidikan, pengelolaan penerimaan siswa baru di sekolah menjadi salah satu bagian yang penting dalam upaya memperoleh informasi tentang kondisi nyata suatu sekolah berdasarkan standar minimal yang ditetapkan. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2000, yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dilaksanakan pengembangan sekolah secara adil dan merata baik untuk sekolah negeri maupun swasta (Anonim, 2005).

(2)

sekolah-2 sekolah baru menimbulkan fenomena dalam dunia kependidikan. Bentuk dan pendekatan yang digunakan dalam pendidikan

Wijaya (2008 : 42) dewasa ini, persaingan antar sekolah semakin atraktif. Pemasaran untuk lembaga pendidikan mutlak diperlukan guna menunjang berkembangkanya sekolah. Sekolah sebagai salah satu lembaga penyedia jasa pendidikan perlu belajar dan memiliki inisiatif untuk meningkatkan kepuasan pelanggan (siswa), karena pendidikan merupakan proses sirkuler yang saling mempengaruhi dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran jasa pendidikan untuk memenangkan kompetisi antar sekolah serta untuk meningkatkan akselerasi peningkatan kualitas dan profesionalisme manajemen sekolah.

Manajemen peserta didik keberadaanya sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena siswa merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu dan ketrampilan. Keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat bergantung dengan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik. Manajemen peserta didik merupakan penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari siswa itu masuk sampai dengan keluar dari suatu sekolah.

(3)

3 luas yaitu dapat membantu upaya pertumbuhan anak melalui proses pendidikan di sekolah. Menurut Suharsimi Arikunto (1986:12) bahwa peserta didik adalah siapa saja yang terdaftar sebagai objek didik di suatu lembaga pendidikan. Menurut UU Sisdiknas bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu, dengan sistem pengelolaan tertentu pula.

Manajemen kesiswaan merupakan bagian dari pengelolaan sekolah seperti halnya pengelolaan personalia, kurikulum, keuangan, sarana prasarana, layanan khusus yang dipandang ikut menentukan mutu pendidikan. Hal ini didasarkan pada suatu pendapat bahwa pendukung utama tercapainya tujuan pembelajaran adalah yang baik dalam arti seluas-luasnya (Depdikbud,1995). Berdasarkan hal tersebut maka pengelolaan manajemen kesiswaan merupakan hal yang penting dalam komponen pendidikan. Seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Cahaya Bangsa Semarang sebagai salah satu sekolah unggulan yang berada di wilayah Mijen Semarang., dimana salah satu program unggulannya adalah dalam hal penerimaan siswa baru.

(4)

4 mampu mengembangkan sumber dayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional serta dapat diterima oleh masyarakat sekitar.

Dalam kaitannya dengan standar pendidikan, pengelolaan kesiswaan di sekolah menjadi salah satu bagian yang penting dalam upaya memperoleh informasi tentang kondisi nyata suatu sekolah berdasarkan standar minimal yang ditetapkan. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2000, yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dilaksanakan pengembangan sekolah secara adil dan merata baik untuk sekolah negeri maupun swasta (Anonim, 2005).

(5)

5 peningkatan mutu pendidikan atau merumuskan mutu yang diharapkan dan dilanjutkan dengan menyusun rencana program sekolah termasuk pembiayaan dengan mengacu kepada skala prioritas dan kebijakan nasional sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia.

Proses manajemen kesiswaan harus dilaksanakan secara berkala dan terbuka dengan tujuan membantu dan memperdayakan lembaga pendidikan agar mampu mengembangkan sumber dayanya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Proses pengelolaaan penerimaan dilakukan dengan melakukan pendekatan secara emosional dengan masyarakat dan selanjutnya dilakukan upaya promosi yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan selalu mengikuti perkembangan perubahan. Banyaknya perubahan yang dialami dunia pendidikan dikerenakan mengikuti perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat, maka penerimaan calon siswa yang berkualitas sangat perlu diperhatikan.

(6)

6 Berbagai situasi yang dihadapi oleh sekolah pada lingkungan eksternal akan dapat diketahui apa yang menjadi ancaman (threats) dan apa yang menjadi peluang (opportunities) dan pada lingkungan internal perlu dilakukan guna mengetahui apa yang menjadi kekuatan (strengths) dan apa yang menjadi kelemahan (weaknesses) dari sekolah. Dengan demikian sekolah selalu dapat beradaptasi dengan lingkungannya sehingga upaya untuk mencapai tujuan sekolah senantiasa akan dapat tercapai. Model yang hingga saat ini banyak digunakan untuk menganalisis situasi dan mengetahui kelemahan dan keunggulan sekolah pada umumnya dan khususnya terhadap bidang pemasaran di dalam menghadapi lingkungan adalah analisis SWOT. Analisis SWOT singkatan yang diambil dari huruf depan kata Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan, peluang), dan

Threats (Ancaman) secara sistematis untuk

(7)

7 Dalam penentuan daya saing, suatu lembaga perlu mempertimbangkan besar dan posisi dari lembaga itu sendiri. Dalam konteks pendidikan, hal ini dimaksudkan dengan melihat kepada kondisi sekolah apakah tergolong sekolah yang besar, maju dan berkembang ataukah sebaliknya (Lubis 2004). Jika sekolah termasuk kategori besar dan berkembang maka dimungkinkan dapat menerapkan strategi tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh sekolah lainnya yang lebih kecil. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa sekolah yang lebih kecil juga dapat melakukan strateginya sendiri yang mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik dari pada sekolah yang besar. Oleh karena itu, dalam menentukan daya saing, setiap sekolah harus mengembangkan keunggulan bersaing yang tidak mudah diimitasi oleh pesaing. Keunggulan bersaing tersebut diciptakan melalui efisiensi, kualitas produk, dan inovasi (Wijaya 2009).

(8)

8 stakeholder internal sekolah yang mungkin dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah

Hal tersebut diatas sesui dengan visi misi SDIT Cahaya Bangsa dengan melalui niat berdakwah dan semangat untuk memberikan perbaikan terhadap mutu pendidikan sekolah, SDIT CAHAYA BANGSA berpandangan bahwa sudah selayaknya sekolah-sekolah Islam dapat berkompetisi dengan sekolah-sekolah lainnya dalam mencerdaskan anak bangsa, yang tentu saja bukan sekedar menonjolkan IQ, akan tetapi juga EQ dan SQ.

Program manajemen kesiswaan yang terdapat di SDIT Cahaya Bangsa menggunakan metode Fullday dengan harapan menjadikan budaya-budaya Islami lebih mudah untuk ditanamkan diri anak didik secara penuh dengan aktifitas kegiatan yang dimulai pagi hari pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00, untuk kelas 1-3 dan sampai sore hari selepas Salat Ashar untuk kelas 4-6.

(9)

9 mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, estetis, dan demokratis serta memiliki rasa kemasyarakatan dan kebangsaan.”

(10)

10

Gambar 1.1

Grafik Penerimaan Peserta Didik baru

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa kenaikan pendaftar dari tahun ke tahun dikarenakan keberlangsungan sebuah Sekolah tergantung dari animo masyarakat terhadap sekolah tersebut. Apabila animo masyarakat tinggi dengan sendirinya masyarakat akan menyekolahkan di sekolah tersebut sehingga regenerasi sekolah berjalan baik dan terpenuhi kebutuhan kelas untuk terisi siswa baru. Tetapi apabila animo masyarakat rendah terhadap Sekolah tersebut maka dengan sendirinya rendah pula penyerapan siswa baru disekolah tersebut, karena tidak ada siswa yang mendaftar untuk menjadi siswa baru di sekolah yang bersangkutan.

Ketidakstabilan hasil PPDB ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengelola SDIT Cahaya Bangsa terkait perkembangan dan eksistensi sekolahnya. Maka dalam penelitian ini mencoba mengembangkan perencanaan manajemen peserta didik dan menyusun

0 20 40 60 80 100 120 140

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

(11)

11 Strategi manajemen peserta didik untuk mempertahankan atau meningkatkan jumlah peserta didik baru.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul Strategi manajemen kesiswaan dalam peningkatan daya saing di SD IT Cahaya Bangsa Mijen Semarang

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana meningkatkan jumlah siswa melalui strategi manajemen kesiswaan yang bermutu dalam peningkatkan daya saing di SDIT Cahaya Bangsa?

1.3. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara peningkatan jumlah siswa melalui strategi manajemen kesiswaan yang bermutu dan berdaya saing di SDIT Cahaya Bangsa?

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Manfaat Teoritis

(12)

12 1.4.2. Manfaat praktis

1. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman penelitian.

2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut atau penelitian serupa tentang bersaing manajemen kesiswaan keunggulan dalam daya saing sekolah.

Figur

Gambar 1.1 Grafik Penerimaan Peserta Didik baru
Gambar 1 1 Grafik Penerimaan Peserta Didik baru . View in document p.10

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (12 Halaman)