Autotrof
Siklus perputaran antara autotrof dan heterotrof. Fotosintesi adalah sarana utama untuk pertumbuhan alga dan banyak bakteri menghasilkan senyawa organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air.(panah hijau).
Organisme autotrof merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri) dengan bantuan energi seperti energi cahaya matahari dan kimia.
Organisme autotrof dibedakan menjadi dua tipe.
a) Fotoautotrof adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau, bakteri ungu, dan bakteri hijau. Proses fotosintesis pada bakteri dilakukan secara anaerobik dan tidak dihasilkan oksigen.
Bakteri
Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5]
Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
epicuticular
tanaman dari kutikula lilin tertanam dalam polimer kutikula. - "Lilin Epicuticular - Wikipedia, ensiklopedia bebas", en.wikipedia.org
Bicara: lilin Epicuticular. Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas Jika Anda ingin berpartisipasi, silahkan kunjungi halaman proyek, di mana Anda dapat bergabung diskusi dan melihat daftar tugas terbuka. - "Bicara: lilin Epicuticular - Wikipedia, ensiklopedia bebas", en.wikipedia.org
Epidermis
Epidermis dalam biologi mengacu pada jaringan sel-sel pelindung yang berada di lapisan terluar. Epidermis menjadi bagian kulit pada hewan, termasuk manusia. Pada tumbuh-tumbuhan, epidermis merupakan lapisan sel-sel terluar pada akar, batang, daun, serta organ-organ lainnya.
Penampang dari rami batang tanaman: 1. empulur
2. protoxylem 3. xilem 4. floem
. 5 sclerenchyma ( bast serat ) 6. korteks
Epidermis permukaan bawah daun tembakau Nicotiana tabacum dalam payaran mikroskop elektron. Trikomata dan sel-sel penjaga stomata, sebagai modifikasi sel-sel epidermis, juga tampak jelas (klik gambar untuk mmeperbesar.
Pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi, epidermis adalah lapisan jaringan, biasanya setebal satu lapis sel saja, yang menutupi permukaan organ, seperti
daun, batang, akar, dan bunga. Epidermis biasanya tipis, tidak memiliki klorofil, dan pada permukaan yang menghadap ke luar terlapisi oleh kutin yang
menghasilkan kutikula atau lapisan malam (wax).
(T) Epidermis adalah lapisan sel terluar dari tubuh tumbuhan primer. Dalam beberapa lama bekerja sel-sel epidermis daun telah dianggap sebagai khusus
parenkim sel, [1] tetapi preferensi modern yang didirikan telah lama untuk mengklasifikasikan epidermis sebagai jaringan kulit, sedangkan parenkim diklasifikasikan sebagai jaringan dasar. [2] Epidermis merupakan komponen utama dari sistem dermal jaringan daun (digambarkan di bawah), serta batang, akar, bunga, buah, dan biji, biasanya transparan (sel-sel epidermis kekurangan kloroplas kecuali untuk sel penjaga.)
Fisiologi
Fisiologi atau ilmu faal (dibaca fa-al) adalah salah satu dari cabang-cabang biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan. Istilah "fisiologi" dipinjam dari bahasa Belanda, physiologie, yang dibentuk dari dua kata Yunani Kuna: φύσις, physis, berarti "asal-usul" atau "hakikat" dan λογία, logia, yang berarti "kajian". Istilah "faal" diambil dari bahasa Arab, berarti "pertanda", "fungsi", "kerja".
Hemocoel
hemocoel (jamakhemocoels )
1. Sistem rongga antara organ dari arthropoda , dan moluska melalui mana
darahnya beredar
1. dia mo · · Coel (H m -S l )
n.
Sebuah rongga atau serangkaian ruang antara organ yang paling arthropoda dan moluska melalui mana darah beredar.
The American Heritage® Dictionary of the English Language, Fourth Edition copyright ©2000 by Houghton Mifflin Company. Updated in 2009. Published by Houghton Mifflin Company. All rights reserved.
2. Sebuah rongga maupun rangkaian ruang antara organ organisme dengan sistem peredaran darah dibuka.
3. hemocoel
Sistem lacunar memperluas seluruh banyak dari tubuh, diisi oleh darah [Moore dan McCormick, 1969].
Sistem lacunar memperluas seluruh banyak dari tubuh, penuh dengan darah [McLaughlin, 1980].
Ruang luas tubuh arthropoda melalui mana hemolymph beredar [Bliss, 1982]. (Order Anostraca):
Rongga tubuh melalui darah beredar, terpisah dari sinus perikardial oleh septum perikardial. (Syn. hemocoele) [Stachowitsch, 1992].
Hemocoel - Sebuah hemocoel adalah rongga atau serangkaian ruang antara organ organisme dengan sistem peredaran darah terbuka, seperti kebanyakan arthropoda dan moluska. Kombinasi darah, getah bening, dan cairan interstitial disebut hemolymph beredar melalui ... Wikipedia
hemocoel - noun Tanggal: 1839 suatu rongga tubuh (seperti pada arthropoda atau moluska) yang mengandung darah atau hemolymph dan fungsi sebagai bagian dari sistem sirkulasi ... New Collegiate Dictionary
hemocoel - См. haemocoele ... Kamus invertebrata zoologi
hemocoel - noun Sistem rongga antara organ arthropoda dan moluska melalui mana darah beredar ... Wiktionary
Heterotrof
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Heterotrof (dari bahasa Yunani heterone: lainnya dan trophe: nutrisi) adalah organisme yang membutuhkan senyawa organik dimana karbon diekstrak untuk pertumbuhannya. Heterotrof dikenal sebagai "konsumer" dalam rantai makanan. Termasuk ke dalam heterotrof adalah semua hewan, jamur dan bakteri. Heterotrof merupakan kebalikan dari autotrof.
Hifa
Beberapa hifa Penicillium dengan tubuh buah
Hifa (bahasa Latin: hypha, jamak hyphae) adalah struktur biologis berupa berkas-berkas halus yang merupakan bagian dari tubuh vegetativ berbagai fungi ("kerajaan jamur"). Hifa dapat dengan mudah dilihat dengan mata bila telah membentuk massa yang rapat dan membentuk koloni-koloni pada bagian tubuh organisme inang atau sisa-sisa organisme atau makanan, dikenal sebagai miselium (mycelium, jamak mycelia). Dapat dikatakan, hifa adalah bentuk tubuh jamur yang sesungguhnya. Struktur berbentuk mirip payung yang biasa dikenal orang sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai tubuh buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu.
(T) Hifa filamen adalah elemen silinder karakteristik kebanyakan jamur yang membentuk Struktur vegetatif. Mereka terdiri dari deretan sel memanjang diselimuti oleh dinding sel yang, bersama-sama, membentuk miselium (dalam arti luas).
Inang
Inang, dalam biologi, adalah organisme yang menampung virus, parasit, partner mutualisme, atau partner komensalisme, umumnya dengan menyediakan makanan dan tempat berlindung. Contohnya suatu sel dapat menjadi inang bagi virus, gulma dapat menjadi inang bagi bakteri pengikat nitrogen, dan hewan dapat menjadi inang bagi cacing parasitik seperti nematoda. Inang primer atau inang definitif adalah tempat parasit tumbuh dewasa. Inang sekunder atau inang antara adalah inang yang menampung parasit hanya untuk periode transisi yang sebentar. Bagi tripanosoma, penyebab penyakit tidur, manusia adalah inang primer dan lalat tsetse adalah inang sekundernya.
Dalam botani, tumbuhan inang adalah tumbuhan yang menyediakan sumber makanan dan substrat bagi insekta tertentu dan fauna lainnya.
Infeksi
Infeksi adalah kolonalisasi yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat pilang membahayakan inang. Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik,
gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi
disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.
Integumen (Lapisan atas)
isolasi
bahasa Indonesia
isolasi (plural: isolasi-isolasi; posesif ku, mu, nya; partikula: kah, lah)
1. pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain; pengasingan; pemencilan; pengucilan
2. keadaan terpencilnya satu wilayah karena jauh dari hubungan lalu lintas
3. penyekatan (pengham-batan atau penahanan) arus listrik oleh suatu bahan sehingga arus itu tidak dapat mengalir
4. Ikn pemisahan satu kelom-pok ikan dari kelompok ikan lain sehingga perkawinan antarkelompok dapat dihindari
Definisi isolasi. Isolasi adalah perlindungan atau penyekatan terhadap suhu, suara, atau tegangan listrik. Isolasi suhu biasanya merupakan bahan-bahan yang banyak berpori, misalnya gabus, asbes, dan softboard. Bahan ini umumnya, mempunyai berat jenis yang kecil. isolasi suara biasanya merupakan bahan-bahan akustik (keadaan ruang yg dapat mempengaruhi mutu bunyi ) yang bersifat meredam bunyi atau suara.
Jamur
Jamur kancing (champignon) adalah jamur pangan yang paling populer di dunia.
Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof.[1] Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.[1] Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa.[1] Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.[1] Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme.[2] Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya.[2] Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.[2] Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme.[2] Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air.[2] Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.[2]
Konidia
(T) Konidia ( jamak konidia) konidia - jenis spora jamur , mewakili otoritas reproduksi aseksual . Mereka datang dalam dua jenis, karena blastokonidia dan tallokonidia. Sering diproduksi oleh Ascomycetes (Ascomycota), jarang Basidiomycetes (Basidiomycota).
Dibentuk di atas potongan-potongan yang pemula holoblastyczne (memotong semua wajah donat) atau enteroblastyczne (bila dinding luar tidak dipotong).
Kutikula
Orang mati hudstripen akar paku, antara kuku, dan kulit, disebut sebagai kutikula (kutikula).
(T) Kutikula adalah fleksibel, tetapi sering sulit bahan organik . Kutikula ditemukan pada tumbuhan , dan hewan , terutama dalam cacing bundar , dan arthropoda , di mana merupakan bagian dari kerangka luar .
Pada manusia
Kutikula beberapa tempat pada manusia , dan "sel-sel kulit yang mati". Ini kulit ( epidermis ), akar rambut untuk melindungi folikel rambut dan akar kuku .
Pada tanaman
Dalam kutikula tanaman adalah lilin sel-sel kulit pisau lapisan menghasilkan.
Dalam invertebrata
Kutikula kebanyakan ditemukan di arthropoda dan cacing gelang, yang termasuk dalam kerangka eksternal. Kerangka eksternal berlapis dan menggantinya ketika hewan tumbuh. Jumlah tersebut penggantian kulit bervariasi antara organisme .
Larva
Larva sejenis kupu-kupu.
Larva (Latin: larvae) adalah bentuk muda (juvenile) hewan yang perkembangannya melalui metamorfosis, seperti pada serangga dan amfibia. Bentuk larva dapat sangat berbeda dengan bentuk dewasanya, misalnya ulat dan kupu-kupu yang sangat berbeda bentuknya. Larva umumnya memiliki organ khusus yang tak terdapat pada bentuk dewasa dan juga tidak memiliki organ tertentu yang dimiliki pada bentuk dewasa. Suatu tahapan hidup disebut larva apabila dalam bentuk itu memiliki aktivitas yang tinggi (khususnya dalam bergerak dan mencari makanan).
Kelompok hewan yang memiliki tahap larva cukup luas, mencakup serangga, berbagai Porifera, ubur-ubur dan kerabatnya (Coelenterata), berbagai Crustacea, Echinodermata, dan amfibia. Beberapa ikan yang baru menetas dari telurnya juga disebut sebagai larva. Tidak semua serangga memiliki bentuk yang disebut larva, karena hanya mereka yang menempuh jalur metamorfosis penuh (holometabola) yang memiliki bentuk larva. Serangga yang yang hanya menjalani metamorfosis tidak penuh (hemimetabola) bentuk mudanya disebut nimfa
(nympha).
Dalam botani , yang kutikula tanaman ditutupi oleh lilin epicuticular atau mekar terutama terdiri dari rantai lurus alifatik hidrokarbon dengan berbagai kelompok diganti, melayani untuk mengurangi pembasahan permukaan dan hilangnya kelembaban. [1] Contoh umum adalah parafin dalam daun kacang polong dan kubis , alkil ester dalam daun carnauba sawit dan pisang , yang asimetris alkohol sekunder 10-nonacosanol di sebagian konifer seperti Ginkgo biloba dan Sitka pohon cemara , banyak Ranunculaceae , Papaveraceae dan Rosaceae dan beberapa lumut , simetris alkohol sekunder di Brassicaceae termasuk Arabidopsis
thaliana , alkohol primer (kebanyakan octacosan-1-ol) di sebagian besar rumput Poaceae , Eucalyptus dan kacang-kacangan di antara banyak kelompok tanaman lain, β- diketones di banyak rumput, Eucalyptus , kotak Buxus dan Ericaceae , aldehida pada anak beech daun, tebu batang dan lemon buah dan triterpen dalam malam buah apel , plum dan anggur [2][3]
Kristal lilin Epicuticular mengelilingi aperture stomata pada permukaan bawah daun mawar. Senyawa ini sebagian besar larut dalam pelarut organik seperti kloroform dan heksana , membuat mereka dapat diakses untuk analisis kimia, tetapi dalam beberapa spesies esterifikasi asam dan alkohol menjadi estolides atau polimerisasi aldehida dapat
menimbulkan senyawa tidak larut. Ekstrak pelarut lilin kutikula mengandung epicuticular dan kutikula lilin, sering terkontaminasi dengan sel membran lipid sel yang mendasarinya. Lilin Epicuticular sekarang dapat juga diisolasi dengan metode mekanis [4] yang membedakan lilin epicuticular luar kutikula tanaman dari kutikula lilin tertanam dalam polimer kutikula. Akibatnya, kedua sekarang dikenal kimia yang berbeda, [5] meskipun mekanisme yang mensegregasikan spesies molekul menjadi dua lapisan tidak diketahui.
[tutup]
Metamorfosis
Seekor capung sedang melakukan ekdisis terakhirnya, bermetamorfosis dari bentuk nimfanya Metamorfosis adalah suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda. Beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, dan tunicata mengalami proses metamorfosis, yang biasanya (tapi tidak selalu) disertai perubahan habitat atau kelakuan.
Miselium, Miselia
Pemandangan mikroskopis dari miselium. Gambar ini mencakup persegi satu milimeter.
Pandangan lain mikroskopis miselium. Kutu bernomor adalah 230 m terpisah.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) yang tumbuh atas dasar kopi
(T) Miselium adalah vegetatif merupakan bagian dari jamur , yang terdiri dari massa percabangan, seperti benang hifa . Massa hifa kadang-kadang disebut shiro, terutama dalam cincin peri jamur. Koloni jamur terdiri dari miselium yang ditemukan di tanah dan pada atau di dalam banyak substrat lainnya. Sebuah single khas spora berkecambah menjadi
homokaryotic miselium, yang tidak dapat bereproduksi secara seksual, ketika dua miselia homokaryotic kompatibel bergabung dan membentuk miselium dikaryotic, bahwa miselium dapat membentuk tubuh buah seperti jamur . Miselium A mungkin menit, membentuk koloni yang terlalu kecil untuk melihat, atau mungkin ekstensif:
Apakah ini organisme terbesar di dunia? Ini 2.400 hektar (9,7 km 2) situs di Oregon timur memiliki pertumbuhan bersebelahan miselium sebelum jalan logging memotong melalui it.Estimated di 1.665 lapangan sepak bola dalam ukuran dan tua 2.200 th, satu ini telah membunuh jamur hutan di atasnya beberapa kali selama , dan dengan demikian telah
membangun lapisan tanah yang lebih dalam yang memungkinkan pertumbuhan tegakan yang selalu lebih besar dari pohon. Jamur hutan jamur pembentuk yang unik karena tikar miselium mereka dapat mencapai proporsi besar seperti.
- Paul Stamets , Miselium Menjalankan
Ini adalah melalui miselium jamur yang menyerap nutrisi dari lingkungannya. Hal ini dilakukan dalam proses dua tahap. Pertama, yang mensekresikan hifa enzim pada atau ke sumber makanan, yang memecah polimer hayati menjadi unit-unit kecil seperti monomer . Ini monomer kemudian diserap ke miselium oleh difusi difasilitasi , dan transpor aktif .
Miselium sangat penting dalam daratan dan perairan ekosistem untuk peran mereka dalam dekomposisi bahan tanaman. Mereka berkontribusi terhadap fraksi organik tanah, serta pertumbuhan mereka melepaskan karbon dioksida kembali ke atmosfir. Miselium mikoriza jamur meningkatkan efisiensi air dan penyerapan nutrisi dari tanaman yang paling dan memberikan resistensi terhadap beberapa patogen tanaman. Miselium adalah sumber makanan penting bagi banyak invertebrata tanah.
Miselium adalah kata benda massa tanpa bentuk jamak. [1] Istilah miselia tidak ada dalam Kamus Fungi, tetapi sering digunakan secara salah sebagai bentuk jamak dari miselium.
Morfologi
Morfologi dipakai oleh berbagai cabang ilmu. Secara harafiah, morfologi berarti
'pengetahuan tentang bentuk' (morphos).Morfologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari mengenai pembentukan kata. Berikut beberapa ilmu yang menggunakan nama morfologi:
Morfologi (linguistik), ilmu yang mempelajari tentang morfem-morfem dalam bahasa. Morfologi (biologi), ilmu yang mempelajari tentang bentuk organisme, terutama
hewan dan tumbuhan dan mencakup bagian-bagiannya.
Mortalitas
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus
mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun.
Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.
Nematoda
Caenorhabditis elegans , model spesies cacing gelang
Klasifikasi ilmiah
Raya: Animalia
Clade: Nematoida
Filum: Nematoda Diesing , 1861
Kelas-kelas
Chromadorea (sengketa)
Enoplea (sengketa)
Secernentea dan melihat teks
Sinonim
Adenophorea (lihat teks )
Aphasmidia
Nematoidea Rudolphi , 1808
Nematoda Burmeister , 1837
Nemata Cobb 1919
(T) Nematoda / n m t o d zɛ ə ʊ / atau cacing gelang terdiri filum Nematoda. Mereka adalah hewan yang beragam filum menghuni jangkauan yang sangat luas dari lingkungan. Nematoda spesies bisa sulit untuk membedakan, dan meskipun lebih dari 28.000 telah diuraikan, [2] yang lebih dari 16.000 adalah parasit ., jumlah spesies nematoda telah diperkirakan menjadi sekitar 1 juta [3] Tidak seperti cnidaria dan cacing pipih , nematoda memiliki tubular sistem pencernaan dengan bukaan di kedua
ujungnya.
Parasit
[tutup]
Tungau Varroa destructor pada tubuh lebah madu.
Parasit adalah hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas hewan yang
ditumpanginya. Parasit dapat menyerang manusia dan hewan, seperti menyerang kulit manusia. Parasitoid adalah parasit yang menggunakan jaringan organisme lainnya untuk kebutuhan nutrisi mereka sampai orang yang ditumpangi meninggal karena kehilangan jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan. Parasitoid juga diketahui sebagai necrotroph.[1]
Helicobacter pylori bakteri patogen pada pencernaan manusia
Patogen (Bahasa Yunani: παθογένεια, "penyebab penderitaan") adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya.[1] Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit.[2] Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.[1]
Penyakit Rickettsia
Untuk kegunaan lain dari Tifus, lihat Tifus (disambiguasi).
Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin
bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar.
Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan. Typhus
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal
Rash caused by epidemic typhus
ICD-10 A 75.
ICD-9 080-083
DiseasesDB 29240
MedlinePlus 001363
eMedicine med/2332
Penyakit Rickettsia atau tifus adalah berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae.[1][2][3][4] Penyakit ini disebarkan oleh arthropoda, khususnya kutu, tungau, dan caplak.[2][3][4] Tiga jenis typhus utama adalah tifus epidemik, tifus endemik, dan tifus belukar.[2][4] Jenis lain tifus yang juga sering ditemukan adalah penyakit Brill-Zinsser, yang merupakan tifus epidemik yang muncul kembali setelah bertahun-tahun sembuh.[5][4][2][6] Tifus epidemik dan penyakit Brill-Zinsser disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii.[4][2] Tifus epidemik disebarkan oleh kutu badan.[4][2] Tifus endemik disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang disebarkan oleh kutu.[4][2] Tifus belukar disebabkan oleh bakteri Rickettsia tsutsugamushi (dahulu bernama Orientia tsutsugamushi), dan disebarkan oleh tungau dan caplak.[4][2][5][7] Jenis tifus lainnya antara lain demam berbintik gunung Rocky, Rickettsialpox, demam Boutonneuse, tifus caplak Siberia, tifus caplak Australia, dan demam berbintik Oriental.[5][8]
Pigmentasi
Posted on | Leave a comment Tweet More Sharing ServicesMukosa mulut dapat mengalami diskolorasi dalam bentuk pseudomembran dengan peningkatan keratinisasi atau peningkatan vaskularisasi. Pigmentasi dapat terbatas pada tempat tertentu saja, difus, atau pada beberapa tempat. Dapat disebabkan pigmen yang bersifat endogen maupun eksogen. Berdasarkan warnanya, pigmentasi terbagi menjadi:
a. Lesi vaskular biru/ungu, contoh hemangioma, varises, angiosarkoma, sarkoma Kaposi, teleangiektasis.
b. Lesi melanotik coklat, contoh epulis, nevus biru, melanoma maligna, melanosis karena obat, pigmentasi fisiologis, pigmentasi cafe au lait, dll.
c. Lesi coklat yang berhubungan dengan hem, contoh ekimosis, petekie, hemokromatosis.
d. Pigmentasi abu-abu/hitam, contoh tatto amalgam, lidah berambut, menelan metal seperti merkuri, bismut.
pigmentasi
Cari entri di Wikipedia mengenai: pigmentasi
pigmentasi (plural: pigmentasi-pigmentasi; posesif ku, mu, nya; partikula: kah, lah) pigmentasi
1. pembentukan pigmen; kejadian pigmen:
Protozoa
Protozoa
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama. [1]Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.[2]
Rickettsia Genus: Rickettsiada Rocha-Lima , 1916
dan lain-lain
(T) Rickettsia adalah genus dari non-motil , Gram-negatif , non-sporeforming , sangat pleomorfik bakteri yang dapat hadir sebagai cocci (0,1 m diameter), batang (1-4 m panjang) atau seperti benang (10 m panjang). Menjadi parasit obligat intraseluler , Rickettsia
kelangsungan hidup tergantung pada entri, pertumbuhan, dan replikasi dalam sitoplasma dari eukariotik sel inang (sel endotel biasanya). [8] Karena itu, Rickettsia tidak dapat hidup dalam lingkungan nutrisi buatan dan tumbuh baik dalam jaringan atau embrio budaya (biasanya, embrio ayam yang digunakan). Di masa lalu itu diposisikan di suatu tempat antara virus dan benar bakteri . Namun tidak seperti Chlamydia , Mycoplasma , dan urealyticum , organisme Rickettsial memiliki dinding sel benar mirip dengan yang lain bakteri Gram-negatif . [9] Sebagian besar bakteri Rickettsia rentan terhadap antibiotik dari tetrasiklin kelompok.
Rickettsia adalah genus bakteri gram-negatif. Rickettsia bersifat parasit intraselular obligat, dan dapat menyebabkan penyakit Rickettsia. Metode perkembangan Rickettsia dalam embrio ayam ditemukan oleh Ernest William Goodpasture dan koleganya di Universitas Vanderbilt pada tahun 1930-an.
Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula
Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam") [1]
Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi[1] Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat)[2]. Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap [2].
Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut
instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Metamorfosis pada serangga ada 2, yaitu metamosfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna, perbedaan yang mencolok pada metamorfosis sempurna adanya tahap membentuk
kepompong sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna tidak adanya tahap kepompong.
Sistem integumen
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin
"integumentum", yang berarti "penutup".
Toksin
Standar simbol racun Uni Eropa menurut Directive 67/548/EEC. Tengkorak dan tulang sudah lama menjadi standar simbol racun.
Untuk zat beracun yang tidak diproduksi di dalam organisme hidup, "toksikan" dan "toksik" sering dipakai.
Toksin bisa berupa molekul kecil, peptida, atau protein yang mampu menciptakan penyakit melalui sentuhan atau serapan oleh jaringan tubuh yang berinteraksi dengan makromolekul biologis, seperti enzim atau reseptor seluler. Toksin memiliki tingkat merusak yang sangat beragam, mulai dari kecil dan akut (misalnya sengat lebah) hingga mematikan (misalnya toksin botulinum).
Virus
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Virus, lihat Virus (disambiguasi).
?Virus