• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT REMATIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT REMATIK"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Ahmad Sayadi | 140451100008

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT REMATIK

MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES CLASSIFIER

1

Ahmad Sayadi

2

Program Studi Manajemen informatika

3

Universitas Trunojoyo madura

4

[email protected]

ABSTRAK

Rematik merupakan penyakit yang menyerang bagian tubuh pada anggota gerak, seperti pada sendi,

otot, tulang dan jaringan sekitar sendi. Keluhan yang lain yang sering muncul adalah rasa nyeri, kaku,

bengkak sampai keterbatasan pergerakan anggota tubuh. Nyeri rematik hampir sa ma pada saat nyeri

keseleo. Namun, pada rematik disertai peradangan pada persendian dan kulit terlihat memerah yang

diakibatkan karena peradangan.

Penelitian ini membahas tentang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit remtik yang

digunakan untuk penelitian terdiri dari 13 gejala dan 3 penyakit remtik. Sistem pakar yang dibangun

menggunakan metode Naïve Bayes Classifier. Terdapat dua tahapan kerja dari aplikasi ini. Pertama,

sistem memberikan jawaban berdasarkan gejala yang dialami. Kedua, sistem akan secara otomatis

menampilkan hasil diagnosis dari penyakit remtik yang diderita oleh orang melalui perhitungan Naïve

Bayes Classifier.

Kata kunci:

Naïve Bayes Classifier, Rematik, Sistem pakar

I. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi yang begitu pesat terutama dalam bidang komputer, tidak berlebihan apabila komputer dijadikan alasan orang untuk

memperingan beban kerja mereka. Makin

berkembangnya teknologi menyebabkan makin

banyaknya pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu. Dalam menciptakan tenaga ahli atau seorang pakar diperlukan waktu yang relatif cukup lama serta biaya yang tidak sedikit. Salah satu usaha alternatif untuk menanggulangi kebutuhan ini adalah dengan menciptakan suatu sistem yang berbasis pengetahuan yang dikenal dengan kecerdasan buatan.

I. Naïve Bayes

Naïve Bayes Classifier merupakan pengklasifikasi probabilitas sederhana berdasarkan pada teorema Bayes. Teorema Bayes dikombinasikan dengan “Naïve” yang berarti setiap atribut/variabel bersifat bebas (independent). Naïve Bayes Classifier dapat dilatih dengan efisien dalam pembelajaran terawasi (supervised learning). Keuntungan dari klasifikasi adalah bahwa ia hanya membutuhkan sejumlah kecil data pelatihan untuk memperkirakan parameter (sarana dan varians dari variabel) yang diperlukan untuk klasifikasi. Karena variabel independen diasumsikan, hanya variasi dari variabel untuk masing-masing kelas harus ditentukan, bukan seluruh matriks kovarians. Dalam prosesnya, Naïve Bayes Classifier mengasumsikan bahwa ada atau

tidaknya suatu fitur pada suatu kelas tidak berhubungan dengan ada atau tidaknya fitur lain di kelas yang sama.

Perhitungan Naïve Bayes Classifier yang

digunakan:

p = 1/ banyaknya jenis class / penyakit m = jumlah parameter / gejala

n = jumlah record pada data learning yang v = vj / tiap class

Persamaan diselesaikan melalui perhitungan sebagai berikut:

1. Menentukan nilai nc untuk setiap class

2. Menghitung nilai P (ai|vj) dan menghitung nilai P

3. Menghitung P(ai|vj) x P(vj) untuk tiap v

4. Menentukan hasil klasifikasi yaitu v yang memiliki hasil perkalian yang terbesar

II. Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut :

2.1Identifikasi

(2)

daya, data yang digunakan serta biaya untuk dapat membangun sistem.

2.2Pengumpulan Data

Data yang digunakan untuk percobaan, didapatkan dari pakar dan pasien anak penyakit rematik. Data didapatkan melalui proses knowledge acquisition diantaranya wawancara dengan pakar dan mendapatkan rekam medik pasien. Data yang digunakan adalah 13 gejala dan 3 penyakit rematik.

2.3Pemilihan Metode

Naïve Bayes Classifier dipilih karena metode ini merupakan salah satu metode probabilitas statistik sederhana dan mudah diterapkan.

2.4Rancang Bangun Sistem

Sistem dibangun dengan user friendly. Seorang pengguna akan dengan mudah mengoperasikan aplikasi yang dibuat, sehingga pengguna relatif cepat dapat mengetahui hasil diagnosis penyakit rematik..

2.5Ujicoba Sistem

Pada tahapan ini, sistem yang sudah dibangun

akan diujicobakan dengan menginputkan

gejalagejala yang dialami pasien. Selanjutnya, sistem pakar akan menampilkan penyakit rematik. yang diderita pasien. Analisis hasil didapatkan dari perbandingan antara hasil ujicoba sistem pakar dengan hasil diagnosa pakar (human expert).

III. Data dan Uji Coba

1. Macam-macam Penyakit

2. Gejala-gejala

3. Nama penyakit rematik. dan gejalanya

Perhitungan 1. Uji Coba

Contoh perhitungan dengan menggunakan

klasifikasi Naïve Bayes Classifier dapat diterapkan pada pasien ke-1 mengalami gejala nomor 2, 15, 20, 24, 31, dan 32.

6. Nyeri 7. kaku 9. Kedinginan 13. nyari sendi

Langkah-langkah perhitungan Naïve Bayes Classifier sebagai berikut:

2. Menentukan nilai nc untuk setiap class Penyakit Rematik ke 1 : Artritis Reumatoid

3. Menentukan nilai nc untuk setiap class Penyakit Rematik ke 2 : Osteoartritis (Keropos Sendi) (KS)

n = 1

p = 1/3 = 0.333333333333 m = 13

No Macam

1 Artritis Reumatoid

2 Osteoartritis (Keropos Sendi)

3 Artritis Gout atau biasa disebut Rematik

No .Gejala

1 Kedua tangan terasa kaku.

2 terasa hangat.

12 bengkak pada sendi 13 nyeri pada sendi

No Macam-macam penyakit Gejala

1 Artritis Reumatoid 1,4,7,6,11,2,

2 Osteoartritis (Keropos Sendi) 6,7,13

3 Artritis Gout atau biasa disebut Rematik

(3)

Ahmad Sayadi | 140451100008

6. nc = 0 7. nc = 1 9. nc = 0 13. nc = 1

4. Menentukan nilai nc untuk setiap class Penyakit Rematik ke 3 : Artritis Gout atau biasa disebut Rematik) (AG)

n = 1

P(AR) = 0.333333333333

Penyakit Rematik ke 2 : Osteoartritis (Keropos Sendi) (KS) P(KS) = 0.333333333333

Penyakit Rematik ke 3 : Artritis Gout atau biasa disebut Rematik) (AG)

P(6|AG) = 0 + 13 x 0.333333333333=

P(A G) = 0.333333333333

6. Menghitung P(ai|vj) x P(vj) untuk tiap v Penyakit Rematik ke 1 : Artritis Reumatoid

(Ar)

P(AG) x [P(6|AG) x P(7|AG) x P(9|AG) x P(13|AG)]

= 0.333333333333 x 0.333333333333 x

0.3095238095235 x 0.3095238095235

=0.010644999

Penyakit Rematik ke 2 : Osteoartritis (Keropos Sendi) (KS)

= P(kS) x [P(6|KS) x P(7|KS) x P(9|KS) x P(13|KS)]

= 0.333333333333 x 0.3095238095235 x 0.333333333333 x 0.3095238095235

= 0.011463845

Penyakit Rematik ke 3 : Artritis Gout atau biasa disebut Rematik) (AG)

= P(AG) x [P(6|AG) x P(7|AG) x P(9|AG) x P(13|AG)]

= 0.3095238095235 x 0.3095238095235 x 0.333333333333 x 0.3095238095235

(4)

7. Menentukan hasil klasifikasi yaitu v yang memiliki hasil perkalian yang terbesar

Karena nilai 0.011463845 paling besar, maka contoh kasus pasien diklasifikasikan sebagai penyakit

Osteoartritis (Keropos Sendi)

IV. Kesimpulan dan Saran

1. Sistem mampu mendiagnosis dengan tepat sesuai pendapat pakar sebenarnya.

2.

Sistem membutuhkan data pasien yang lebih besar untuk membandingkan dengan hasil pada penelitian ini, guna mengetahui tingkat kehandalan sistem pakar.

V.

PUTAKA

1. Sri Winiarti” SISTEM PENDUKUNG

KEPUTUSAN KLINIS UNTUK DIAGNOSA

PENYAKIT TULANG”, Program Studi

Teknik Informatika, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

2. Heru Husada” Artritis/Rematik

http://herihusada.blogspot.com/2008_09_01_ar chive.html, 2015

3. Heru Husada” Pengertian Penyebab dan

Gejala Rematik”

http://rianujatripangestu.blogspot.com/2013/05/ penyakit-rematik.html, 2015

No Macam-macam penyakit

Nilai v

1

Artritis Reumatoid

0.010644999

2

Osteoartritis (Keropos Sendi)

0.011463845

3

Artritis Gout atau biasa

disebut Rematik

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian akurasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kucing Menggunakan Metode Naive Bayes – Certainty Factor Berbasis Android memiliki nilai persentase akurasi

Hasil pengujian validasi ( blackbox ) Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kucing Menggunakan Metode Naive Bayes – Certainty Factor Berbasis Android dikarenakan pada

Data yang digunakan untuk penelitian terdiri dari 4 penyakit kelamin pada perempuan dengan 10 gejala.. System pakar yang dibuat menggunakan metode Naïve

Proses diagnosis jenis penyakit rematik dengan inferensi forward chaining, hanya perlu menjawab ya atau tidak berdasarkan gejala yang dirasakan seperti yang

Tabel 7 menunjukkan bahwa sistem pakar fuzzy ini dapat digunakan sebagai alat diagnosis penyakit gigi periodontal karena hasil perhitungan level

Tabel 7 menunjukkan bahwa sistem pakar fuzzy ini dapat digunakan sebagai alat diagnosis penyakit gigi periodontal karena hasil perhitungan level

Tabel 7 menunjukkan bahwa sistem pakar fuzzy ini dapat digunakan sebagai alat diagnosis penyakit gigi periodontal karena hasil perhitungan level periodontal

Pada penelitian ini di implementasikan dengan menggunakan perhitungan Naïve Bayes Classifier. Pada naïve bayes classifier terdapat dua proses penting yaitu training