• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memahami Kebutuhan Dasar Psikologis Sisw

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Memahami Kebutuhan Dasar Psikologis Sisw"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Memahami Kebutuhan Dasar Psikologis

Siswa

Dalam proses pembelajaran, kenakalan siswa sering dijadikan alasan guru jika merasa frustasi atas

ketidaknyamanan terhadap perilaku siswa. Guru juga sering menjadikan alasan seperti lingkungan masyarakat maupun keluarga yang buruk, IQ dibawah rata-rata, kurangnya perhatian dan bimbingan dari orang tua. Dari permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru hanya menyuruh dan merayu siswa untuk berperilaku baik dan menghukumnya jika berperlaku buruk. Sikap guru yang seperti itu mencerminkan guru yang melepaskan tanggung jawabnya sebagai guru. Dalam hal ini guru berfungsi sebagai motivator siswa supaya berperilaku benar dan melatih bertanggung jawab.

Meskipun ada benarnya bahwa perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor kontrol dari luar sekolah akan tetapi situasi belajar disekolah dan efektifitas guru disekolah juga berpengaruh besar pada bagaimana siswa bersikap dan belajar sehingga mempengaruhi diri mereka sendiri. Menurut Allen Mendler (1992, h. 25, 27) bahwa kebanyakan program disiplin menekankan strategi dan teknik secara tidak tepat. Beberapa siswa mungkin berkelakuan baik tetapi sebagian siswa yang lain tidak memberi respon yang baik. Guru yang kompeten perlu mengetahui alasan dari perilaku menyimpang untuk merumuskan strategi yang kemungkinan akan berhasil.

Dari penjelasan diatas, seorang anak atau siswa mengatakan bahwa mereka butuh bantuan belajar dnegan cara yang lebih baik dan sesuai dengan keinginan mereka. Langkah selanjutnya adalah bagaimana cara atau teknik yang digunakan guru supaya memotivasi siswa.

Perspektif Teoritis

Perilaku siswa yang tidak prodktif biasanya diakibatkan oleh kebutuhan dasar mereka yang tidak terpenuhi ketika disekolah. Misalnya, siswa yang bertindak agresif diluar sekolah biasanya siswa tersebut kuurang mampu berinteraksi secara baik dengan teman sebayanya disekolah. Siswa yang bertingkah pada saat pembelajaraan mungkin siswa tersebut tidak bisa memahami emosinya tentang bagaimana menangani frustasinya dan mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, siswa harus diberi lebih dari sebuah penguatan (reinforcement) yaitu berupa keterampilan sosial dan tugas. Akan tetapi masalah yang timbul adalah jika siswa tersebut melakukan kesalahan guru akan mengucilkannya dnegna hukuman dan tidak memberi bantuan petunjuk sama sekali. Seharusnya, pendidik merespon perilaku siswa yang tidak produktif dengan menciptakan kesempatan yang banyak bagi siswa untuk mengembangkan keahlian yang dibutuhkan.

Teori Kebutuhan Personal (Personal Needs Theories)

(2)

secara sosial. Menurutnya empat tujuan yang berhubungan dengan perilaku menyimpang adalah mendapat perhatian, kekuasaan, balas dendam, dan menunjukkan ketidakcukupan.

Topper dkk.(1994) menawarkan daftar perilaku pemberontakan oleh siswa:

 Atensi- perilaku untuk mendapatkan atensi dari orang lain

 Avoidance /escape,menghindar-perilaku menghentikan suatu aktivitas yang sama tidak suka,atau menghindari suatu kejadian.

 Kontrol-perilaku untuk mengontrol kejadian

 Revenge,balas dendam-perilaku untuk menghukum orang lain untu sesuatu yang dilakukan kepada siswa.

 Self-regulation/coping,pengaturan diri-perilaku untuk mengelola perasaan ( bosan,malu,marah,takut,malu) atau tingkat energy

 Main-perilaku untuk memenuhi kebutuhan bersenang-senang.

Oleh karena itu, peran guru sebagai pendidik adalah membantu mereka mengembangkan perilaku yang tidak hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini tetapi juga secara efektif mambantu hidup mereka.

William Glasser

William Glasser mengemukakan terdapat lima kebutuhan dasar siswa sebagai 1. Bertahan hidup dan bereproduksi, 2. Memiliki dan mencintai, 3. Memperoleh kekuasaan, 4. Bebas, dan 5. bersenang- senang. Stanley Coopersmith

Menurut Staney Coopersmith kebutuhan siswa dipengaruhi oleh empat faktor yang berkaitan dengan harga diri (self- esteem). Empat faktor tersebut adalah perasaan penting / signifikan(significance), kompetensi

(competence) dan kekuatan/ kekuasaan (power). Istilah signifikansi didefinisikan sebagai perasaan dihargai dimana individu terlibat dalam hubungan dua arah yang positif yang masing- masing peduli satu sama lain. Adapun kompetensi dikembangkan melalui kemampuan menjalankan tugas secara social sama baiknya, atau bahkan lebih baik dari, orang lain pada tingkat usia seseorang. Sebagai sontoh, memenangkan pertandingan melawan temannya akan menyebabkan seseorang merasa kompeten. Terakhir power, mengacu pada kemampuan untuk memahami dan mengontrol lingkungan seseorang. Sebagai seorang siswa harus

memahami aturan kelas dan prosedur secara jeas dan memahami apa yang dipelajari dan mengapa pelajaran itu berguna untuk mereka. Siswa akan merasa kuat atau merasa memiliki kendali ketika mereka diizinkan memilih topic belajar sendiri, memberi masukan tentang bagaimana kelas diatur, memahami gaya belajar mereka sendiri dan hubungan dengan pembelajaran, dan memahami keputusan guru atau materi tugas yang berhubungan dengan warisan budaya.

Apa Yang Siswa Butuhkan

(3)

Siswa yang Melakukan Bullying

Penelitian (wood dan Gross, 2002) mengemukakan ada dua tipe pelaku bully : reactive bullies yang mempunya respon kuat terhadap apa yang mereka anggap sebagai situasi yang mengancam dan proactive bullies yang periakunya tampak lebih diperhitungkan dan direncanakan. Keduanya menunjukkan adanya pengaruh kuat isu social / emosional terhadap perilaku. Sebagai contoh resctive bullies nampak ketika siswa memiliki keinginan tetapi kurang mempunyai hubungan positif dengan orang dewasa dan mengalami penolakan dari orang dewasa yang menjadi walinya/ orang tua. Setelah melakukan perilaku buruk ini kepada orang lain, siswa- siwa ini sering menunjukkkan penyeasalan yang mendalam. Perilaku proactive bullies dipandang lebih sebagai komponen identitas siswa dan merupakan sutu cara mereka untuk mengembangkan perasaan signifikansi, kompetensi, dan kekuasaan. Siswa- siswa ini biasanya tidak mudah diprovokasi melakukan bullying dan mereka mudah dikontrol. Siswa- siswa ini merasa sedikit menyesal dan perilaku mereka sulit untuk berubah karena hal ini merupakan aspek fundamental identitas mereka. Selain itu, siswa- siwa ini sering kurang memperoleh hubungan keluarga yang proaktif yang membantu mengembangkan perasaan empati dan kepedulian pada orang lain. Sehingga, hal yang diperlukan siswa- siswa ini adalah pendidikan ekstensif dalam mengembangkan empati pada orang lain, keahlian social dalam memenuhi kebutuhan mereka akan rasa penting, kompetensi, dan kekuasaan, serta hubungan possitif dengan orang dewasa.

Isu Harga Diri

Seligman (1995), menyatakan bahwa harga diri positif yang paling berguna adalah menggunakan komponen perasaan nyaman pada diri sendiri dan komponen performa yang positif. Harga diri dipengaruhi oleh

kesuksesan atau kegagalan seseorang didunia ini (Seligman,1995,h.34). Fakta harga diri perlu dilihat dari sudut pandang yang positif sebagai syarat penting agar siswa mampu berinteraksi positif dengan temannya dan menaikkan perasaan positif tentang dirinya sendiri.

Teori Perkembangan Manusia

Tahap – tahap perkembangan psikososial manusia menurut erikson, yaitu:

1. Tahap awal adalah infancy awal pertumbuhan dimana anak mengembangkan perasaan percaya (trust) dan harapan (hope) atau perasaan tidak percaya (mistrust) dan putus asa (despair).

2. Tahap kedua adalah masa kanak-kanak awal, di mana anak mengembangkan perasaan kemandirian (autonomy).

3. ketiga membahas tentang insiatif (intiative) versus rasa bersalah (guilt).

4. Tahap keempat membahas industry versus inferiority atau ikhtiar atau usaha versus inferioritas. Selama masa ini anak harus bermain dan mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Elkind menyebutkan imaginary audience bahwa remaja muda memandang dirinya dan masalah personal dirinya sebagai hal yang unik dan orang lain tidak akan mempunyai persaan yang sama. Oleh karena itu pendidik dituntut untuk bisa memahami kebutuhan unik dari siswanya.

Teori Faktor Sosial

(4)

loyalitas komitmen/loyallity comitment. Konsep utama Elkind bahwa kontrak sering dilanggar oleh orang dewasasehingga menyebabkan anak tertekan untuk menghargai tanggung jawab dengan mencari kebebasan. Joan Lipsitz, mencatat bahwa orang dewasa sering gagal memahami usia kelompok ini, yang menimbulkan manajemen kelas dan keputusan intruksional yang melahirkan sejumlah perilaku yang tidak produktif sehingga sering membuat guru frustasi ketika bekerja dengan kelompok usia ini. Lipsitz menekankan pentingnya pengembangan lingkunga sekolah yang memenuhi kebutuhan perkembangan remaja. Kebutuhan-kebutuhan ini diringkas oleh koleganya, Gayle Dorman (1981):

1. Kebutuhan keragaman

2. Kebutuhan untuk kesempatan eksplorasi diri dan pendefinisisan diri

3. Kebutuhan untuk berpartisipasi yang bermakana di sekolah dan masyarakat

4. Kebutuhan untuk berinteraksi soasial positif dengan teman sebaya dan orang dewasa 5. Kebutuhan aktivitas fisik

6. Kebutuhan kompetensi dan prestasi

7. Kebutuhan struktur dan pembatasan yang jelas Aset Perkembangan

Dari penelitian yang diadakan di Search Institute dapat disimpulkan bahwa hasil dapat berubah agar kemudian mereka mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk berhasil. Oleh karena itu, penting agar guru

memperhatikan dan mengatur lingungan kelas dan sekolah dengan cara memberikan kesempatana kepada siswa untuk mengembangkan perasaan kompetensi dan kemampuan melalui kontak interaksi dengan pendidik dan teman sebaya.

Siswa dengan Resiko Kegagalan di Sekolah

Istilah resiko secara umum mengacu pada siswa yang mungkin putus sekolah (drop-out). Kepedulian terhadap siswa menjadi satu masalah yang serius bagi guru, beberapa guru yang kurang pengetahuan atau

kemampuan bekerja secara efektif dengan siswa yang mempunyai kebutuhan khusus sering memperbururk keadaan, guru juga terkadang tidak siap untuk mengajar dengan siswa yang mempunyai latar belakang yang berbeda.

Sebagai contoh adalah siswa imigran, mereka cukup mengalami kesulitan terhadap bahasa dan budaya yang baru. Akan tetapi mereka sudah disibukkan dengan kurikulum yang membuat mereka cukup kesulitan

sedangkan bagi siswa keturunan asli hal itu cukup mudah. Permasalahannya guru terkadang hanya

memperhatikan siswa mayoritas tanpa memperatika siswa minoritas lainnya. Guru juga terkadang tidak peduli terhadap latar belakang siswa imigran.

Faktor-faktor penyebab kegagalan siswa di sekolah antara lain:

1. Tidak terpenuhinya kebutuhan personal siswa atau perkembangan yang penting pada siswa belum terpenuhi sebelum masuk ke kelas dan dalam setting sekolah itu sendiri.

2. Siswa memiliki kemampuan akademik yang burur karena sebab-sebab berikut ini:

1. Sistem sekolah menyediakan sedikit pendidik dari kelompok sosial budaya yang sama dengan siswa, serta menyajikan kurikulum yang gagal menghargai latar belakang budaya siswa 2. Lingkungan kelas dan pendekatan intruksional yang tidak konsisten dengan metode belajar

(5)

3. Siswa mempunyai kebutuhan khusus yang dihubungkan dengan ketidakmampuan yang nyata

4. Di luar sekolah, siswa mendapat dukungan yang terbatas untuk keberhasilan sekolah 5. Siswa mendapat tuntutan di luar sekolah yang membatasi waktu dan energi yang

berhubungan dengan tugas-tugas belajar di sekolah

6. Siswa kurang memiliki harapan bahwa belajar di sekolah akan secara positif berpengaruh pada masa depannya.

Isu Ketertiban, Kepedulian dan Kekuasaan

Lingkungan kelas dan sekolah yang aman dapat memenuhi kebutuhan akademik dan personal siswa. Lingkungan yang nyaman diidentikkan dengan tingkat ketertiban yang sungguh-sungguh. Dimana dipahami bahwa ketika ketertiban terjadi dengan sungguh-sungguh maka siswa akan merasa aman di kelas maupun sekolah. Isu ketertiban inilah yang dapat mempengaruhi perilaku siswa disekolah dikarenakan terbatasnya perilaku siswa disekolah karena adanya ketertiban tersebut.

Menurut Weinsten (1998), banyak guru (khususnya guru pemula) yang memandang keliru tindakan guru yang menciptakan kelas yang peduli dan teratur dengan menggunakan tindakan yang eksklusif. Guru pemula sering menginginkan siswa menyukai mereka dan menetapkan batasan yang tegas serta menganggapi dengan keras terhadap perilaku siswa yang menganggu kenyamanan siswa lainnya. Akan tetapi, hal ini justru akan membuat hubungan mereka dengan siswanya menjadi terganggu. Ketertiban berupa kedisiplinan dapat dijadkan elemen yang paling penting dalam pendidikan moral terutama disekolah, tinggal bagaimana ketertiban dan atau kedisiplinan tersebut ditegakkan dan dipertahankan.

Pedro Noguera (1995) mengatakan bahwa sekolah yang aman memiliki guru yang mengetahui dan

menghargai siswa dan menjalin hubungan yang ditandai dengan kepedulian. Menurut Noddings (1992, h. 27), ia menulis ‘kepedulian merupakan dasar dari semua keberhasilan pendidikan’. Bowers & Flinders(1990, h.15) mengemukakan bahwa ‘ kontrol dan kepedulian bukan istilah yang bertentangan; tetapi bentuk kontrol yang diwujudkan dengan kehadiran kepedulian’.

Setiap guru perlu memiliki otoritas, otoritas tersebut terbagi menjadi dua. Otoritas alami berdasarkan keahlian alami guru dalam membantu siswa dalam proses belajar, pemecahan maslah, dan memberi contoh bermakna dan penuh perhatian. Otoritas arbitrer merupakan otoritas yang berkaitan dengan peran mereka sebagai guru, kepala sekolah, konselor, dan lainnya. Otoritas ini dilandasi pada hak resmi pendidik untuk mempertahankan lingkungan yang aman dan tenang. Menurut Holt, siswa memberikan respon yang lebih baik pada otoritas natural guru dan menganggapi otoritas arbitrer dengan konfrontasi dan penarikan diri. Pleh karena itu diharapkan guru dapat menyeimbangkan antara kedua otoritas tersebut.

Beberapa guru mengarahkan hari-hari sekolah dengan rutinitas dan ritual yang diikut oleh siswa jika guru ada tetapi siswa akan melanggarnya ketika guru tersebut tidak ada atau ada guru pengganti. Beberapa guru juga menyebutkan bahwa menciptakan ketertiban adalah dengan bersikap keras terhadap anak dnegan

(6)

Berdasarkan teori dari Sergiovanni, menggunakan strategi kepatuhan akan membuat keadaan menjadi lebih buruk, dengan strategi tanggung jawab tidak cukup kuat unutk membentuk sikap anak. Oleh karen aitu diperlukan strategi komunitas demokratis yang akan membantu siswa terhubung dengan siswa yang lain dengan tugas sekolah. komunitas demokratis tersebut juga dapat membantu siswa dan guru bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Disekolah kita dapat menjumpai berbagai aktifitas yang dilakukan seorang siswa dalam kesehariannya. Antara si A dan si B atau si C dan seterusnya itu berbeda. Bisa sama tapi ada yang membedakan. Bagaimana siswa bertindak/berprilaku, itu yang coba saya sampaikan disini berkaitan dengan psikologinya.

Para pejuang pena memiliki banyak siswa yang disertai dengan keanekaragaman yang berbeda antara satu sama lain, hal ini mendorong para pejuang tersebut harus lebih pandai untuk memasuki dunia kehidupan mereka. Sesuai dengan judul yang saya pilih, disini saya akan hubungkan dengan psikologi siswa dalam bidang pendidikan. Karena ilmu psikologi itu sendiri mempersoalkan aktivitas manusia baik yang dapat diamati maupun tidak. Memang ada banyak cara untuk dekat dengan siswa salah satunya memahami mereka dari psikologinya. Bertolak dari beberapa sifat umum aktifitas siswa, yang ditinjau dari segi psikologinya, bisa dibedakan atas beberapa bagian.

Pertama adalah perhatian. Diambil dari pengertian intinya, para ahli psikologi merumuskan perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek (Stern, 1950 dan Bigot 1950, hlm 163). Pendapat lain menyatakan perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktifitas yang dilakukan

Coba kita amati perhatian yang diberikan oleh siswa kita pada saat anda menjelaskan pelajaran. Anda akan menemukan siswa yang memberikan perhatian intensif dan perhatian yang tidak intensif. Maksud dari perhatian intensif adalah perhatian yang diberikan secara terus-menerus, perhatian tidak intensif adalah kebalikan dari perhatian intensif. Pertanyaannya, mana yang anda harapkan? Dan apa pula pengaruhnya?. Tentu hal yang terbaik yang dapat dilakukan siswa dengan memberikan perhatian secara intensif agar hasil belajar siswa dapat meningkat. Artinya, makin intensif perhatian yang menyertai suatu aktifitas maka makin sukseslah aktifitas tersebut.

(7)

perhatian yang diberikan secara spontan/ perhatian yang tidak sengaja dan perhatian sekehendak/ perhatian disengaja (refleksif).

Satu ketika, saat saya tengah menjelaskan pelajaran bahasa Inggris dikelas empat (kebetulan lokasi sekolah saya ada dipinggir jalan umum), tengah asyik-asyik menjelaskan tiba-tiba terdengar suara serinai mobil. Anak-anak secara spontan berdiri dan mencoba ingin mengetahui apa yang terjadi diluar sana, apakah gerangan yang lewat? Mobil ambulankah atau pemadam kebakaran.

Pada prakteknya pembelajaran yang dilaksanakan disekolah lebih menggunakan perhatian yang dipaksakan, jadi hasilnya tercipta suasana kaku. Dari peristiwa tersebut, saya pikir ada baiknya seorang guru dapat memberikan hal-hal yang menarik perhatian siswa, secara obyek atau subyeknya. Kalau dipandang obyeknya sebagai suatu yang lain dari yang lain (bahasa Jambinya laen dewek), buatlah penyampaian yang unik sehingga menarik perhatian. Nah kalau dipandang subyeknya adalah hal yang berkaitan dengan pribadi subyek/siswa. Misalnya ; hal-hal yang bersangkut paut dengan kegemaran. Ada berita tentang pertandingan olah raga atau pentas seni, siswa akan memberikan perhatian lebih karena berhubungan dengan dirinya. Ia ingin tahu dan mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih. Hal-hal semacam ini diberikan kepada siswa untuk me-refresh-nya. Perhatian yang disengaja terkadang memberikan rasa tekanan dan monoton, sehingga pada akhirnya membosankan (jangan sampai ada kata “i hatethis lesson!”)

Kedua adalah pengamatan. Kegiatan ini dilakukan siswa pada saat proses belajar mengajar terlaksana. Lihat cara mengamati mereka mengenal sebuah obyek. caranya dapat dilakukan dengan mengamati menggunakan modalitas pengamatan (melihat, mendengar, mencium, dan mengecap). Ada anak yang diam sambil melihat dan mendengarkan tanpa banyak bicara dapat mengerti dengan mudah.

Ketiga adalah tanggapan. Tanggapan diberikan setelah dilakukan pengamatan. Biget (1950, p 72) mendefenisikan sebagai bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan. Guru dapat meminta tanggapan siswa terhadap obyek pelajaran yang diberikan. Metode tanya jawab yang dapat kita lalukan. Pada prakteknya untuk memberikan tanggapan dibutuhkan bahasa yang baik, konsep penguasaan bahasa yang tertata dengan baik menunjukkan kecakapan tinggi seorang siswa.

(8)

sesaat sebelum menutup pelajaran coba berikan beberapa pertanyaan, maka beberapa diantara siswa tidak dapat menjawab, nah barulah slogan ini berlaku bagi siswa tersebut.

Ingatan merupakan penguatan pikiran terhadap proses yang sedang berlangsung sekarang dan yang telah berlangsung dimasa lampau. Pengembangan pribadi siswa tergantung bagaimana pola pikirnya dengan ingatan yang dimiliki. Dalam ingatan terdapat cara bagaimana menerima kesan, menyimpan kesan dam memproduksi kembali kesan-kesan tersebut.

Cara mencamkan pelajaran dapat melalui sekehendak dan tidak sekehendak. Mencamkan dengan tidak sekehendak artinya sama dengan tidak sengaja memperoleh pengetahuan, sedangkan mencamkan dengan sekehendak/sengaja artinya sama dengan penghafalan. Saya tidak memungkiri, dalam pelajaran ada beberapa materi pelajaran yang dibutuhkan penghafalan. Saya menyuruh mereka untuk menghafal. Untuk menyukseskan penghafalan tersebut ada berbagai cara dapat dilakukan, diantaranya; (a) dengan menyuarakan untuk menambah pencaman. Hal ini diperlukan kalau hal yang dicamkan adalah perumusan-perumusan yang harus diingat secara tepat, ejaan-ejaan dan nama-nama asing/hal-hal yang sukar. (b) pencaman dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus banyak. Karena dalam jangka waktu yang lama kurang menguntungkan, jadi sedikit-sedikit . (c) penggunaan metode belajar yang tepat. Banyak cara yang dipilih siswa agar pencaman dapat mereka kuasai, ada styletersendiri. Contohnya untuk menghafal rumus kimia bisa dibuat dengan gaya mneumotecnik (membuat singkatan sendiri dengan menggunakan kalimat). Contoh lain adalah mengecamkan nama hari/bulan dalam bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar dilakukan dengan rythmis yang diciptakan sendiri oleh guru disertai dengan sedikit tarian.

Seperti yang telah saya tuliskan dibagian ingatan diatas, satu hal yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana cara memproduksi kembali hal-hal yang telah dicamkan. Dalam memproduksi kembali seseorang me-rivew kembali ingatannya dengan mengenal kembali sesuatu obyek dalam reproduksi tersebut, mereproduksi dapat diperlancar dengan memperkaya bahasa yang dimiliki

(9)

Keenam adalah perasaan. Perasaan lebih bersifat subyektif, karena berhubungan dengan individu siswa. Berbagai macam gejolak rasa yang terjadi disetiap tingkat umur membuat pola sikap yang berbeda pula.

Saat memulai pelajaran, lihatlah bagaimana kesiapan perasaan mereka untuk memulai pelajaran. Guru saja yang mengajar dengan perasaan siap maka akan terciptanya Chemistry yang kuat. Ciptakan kegembiraan dalam pemberian pendidikan dan pengajaran. Perasaan gembira saja tidak akan optimal jika dari internalnya tidak mendukung.

Satu saat, saya pernah menemukan perasaan siswa yang tidak siap untuk menerima pelajaran. Saya bertanya padanya “Apakah yang terjadi pada mu? Mengapa tidak mengerjakan soal yang ibu berikan?”. Ia pun menjawab dengan perlahan “rasanya sulit bu”. Saya tahu sebenarnya ia adalah siswa yang lumayan bisa, tetapi penyakit malas sudah menggerogotinya. Saya coba sentuh hatinya yang berhubungan langsung dengan perasaannya melalui pikirannya. Saya berikan motivasi yang menyatakan kamu bisa! Ini tidak sulit, ayo kita mulai.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru SDN Tandes Lor Surabaya.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari tiga tahap

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai dalam

Ichsan Anshory AM, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah membantu dalam proses penyelesaian segala urusan administrasi yang

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.