• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MATEMATIKA EKONOMI DAN TERAPANNYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS MATEMATIKA EKONOMI DAN TERAPANNYA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MATEMATIKA EKONOMI DAN TERAPANNYA

Nama : Dody Pandiangan

NIM : 01012681721022

SOAL.

1. Sebutkan faktor-faktor mempengaruhi permintaan serta penawaran dan jelaskan ?

Jawaban :

*. Dari segi permintaan yang mempengaruhi adalah pendapatan konsumen, harga barang lain,

ukuran pasar, selera, dan ekspektasi.

Tingkat PendapatanKonsumen

Tingkat pendapatan merupakanfaktor yang paling menentukan permintaan konsumenterhadap barang dan

jasa yang ingindibelinya.Jika pendapatan konsumen meningkat, orang cenderung membeli lebih banyak,

dan sebaliknya jika pendapatan menurun orang akan mengurangi barang yang dimintanya. Namun, ada

sebagian permintaan barang (khusus pada perubahan pendapatan individual tidak berlaku secara umum)

yang menunjukkan hubungan negatif. Artinya, jika pendapatan naik, konsumen cenderung mengurangi

permintaan terhadap barang tersebut.Barang tersebut disebut barang inferior.Contoh barang inferior antara

lain: barang tiruan (imitasi), barang yang kualitasnya rendah, dan barang yang cepat rusak.

Harga Barang Lain yang Berhubungan

Dengan meningkatnya harga barang substitusi (barang yang saling menggantikan), permintaan suatu

barang tertentu akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang substitusi itu menurun permintaannya juga

akan menurun. Contoh barang substitusi antara lain, kopi dengan teh. Jikaharga kopi naik, permintaan

terhadap teh akan meningkat karena harga teh lebih murah dari pada kopi. Adapun untuk barang

komplementer (barang yang saling melengkapi), misalnya, antara gula pasir dan kopi, kenaikan harga

gula pasir akan menurunkan permintaan terhadap kopi.

Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk suatu wilayah yang lebih banyak akan memiliki tingkat permintaan terhadap barang

dan jasa yang lebih tinggi dari pada wilayah yang berpenduduk lebih sedikit.

Selera Konsumen

Jika selera masyarakat terhadap telepon seluler merek tertentu tinggi, permintaan akan telepon seluler

merek tersebut lebih tinggi dari pada merek lainnya.

Harapan atau Ekspektasi Masyarakat

Perubahan atas perkiraan keadaan masyarakat pada masa mendatang akibat kebijakan pemerintah tertentu,

misalnya, pemerintahan yang baru akan menaikkan harga BBM. Masyarakat akan meningkatkan

permintaan terhadap BBM tersebut bahkan ada yang menimbunnya karena ada kemungkinan kenaikan

harga barang tersebut pada masa datang.

(2)

Biaya Produksi

Jika biaya

produksi suatu barang relative lebih rendah disbanding harga pasar, akan memberikan

keuntungan kepada produsen dengan menawarkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar.

Sebaliknya jika biaya produksi relative lebih tinggi dibandingkan harga pasar, perusahaan akan

memproduksi dalam jumlah kecil. Dengan demikian biaya produksi merupakan kunci utama dalam

memengaruhi tingkat penawaran.

Teknologi

Perkembangan (kemajuan) teknologi selalu mengandung arti bahwa jumlah input (factor produksi) yang

dibutuhkan lebih sedikit. Rendahnya biaya input akan mendorong produsen untuk lebih meningkatkan

output. Laba yang diperoleh pun meningkat. Dengan demikian, perkembangan teknologi, misalnya,

penggunaan mesin-mesin otomatis dapat menekan biaya produksi dan dengan demikian akan

meningkatkan penawaran.

Ekspektasi/Harapan Produsen

Jika petani memperkirakan harga berasakan turun akhir tahun ini, dengan sendirinyapetaniakan

mengurangi produksinya sehingga mengurangi penawaran. Adanya perubahan pada faktor-faktor yang

menentukan penawaran akan memengaruhi kurva permintaan. Dengan demikian kurva penawaran akan

bergeser kekanan bawah, demikian juga sebaliknya.

(3)

2. Terdapat table permintaan dan penawaran daging di pasar 16 Palembang.

Berdasarkantabeldiatasbuatlahfungsipenawarandaging ?

Jawaban :

3. Tentukanjenispersamaanfungsidibawahini ? Demand atau Supply?

a. 5P + 5Q = 20

b. 2P – 4Q = 8

TabelPermintaanPenawaran Harga

(Rp)

JumlahPermintaan (Kg)

JumlahPenawar an (Kg)

20000 15 20

30000 10 25

F (p)

= P-P1 = Q-Q1

P2-P1 Q2-Q1

P-20000

= Q-20

30000-20000 25-20

P-20000 = Q-20

10000 5

5P-100000 = 10000Q-200000

5P = 10000Q-100000

(4)

Jawaban :

4. Diketahui :Qd = -10P+0,02Y+6Ps+4T ; jika Y (income) = 10000, Ps (hargabarang lain) = 50, T (selera) =

20, buatlahPersamaanQddanKurvanya?Jikahargameningkatdari 10 ke 20 berapakuantitaspermintaan?

Jika Y meningkatmenjadi 15000, kuantitasdangambarKurvanya

Jawaban :

(5)

 JikaHargameningkatdari 10 ke 20,

P=10, Qd=-10(10) + 580 = 480 P=20, Qd=-10(20) + 580 = 380

 Jika Y (income) = 15000,

Qd=-10p+0,02(15000)+300+80 =-10P+300+380 = -10P+680

Qd=-10P+680. Titikkoordinatkurva P=0, Qd=680 (680;0)** Q=0, P=68 (0,68)

5. Jikadiketahui ;A.P=200-10Q, B.P=60+4Q, HitunglahtitikkoordinatEq?Jelaskan yang dimaksud Consumer Surplus (CS), Producer Surplus (PS) sertatunjukanpadakurva? Bilamanaterjadiperubahankuantitasmenjadi5 , apa yang terjadi?

Jawaban : Titikkoordinat , P=0, Q=20 (20;0) * Q=0, P=200 (0;200) Titikkoordinat, P=0, Q=-15 (-15,0) * Q=0, P=60 (0,60)

(6)

250

200

150

100

50

-20 -15 -10 10 20 30 40 50 60 70 Q

Cunsumer Surplus

(CS)adalahkerelaanpembeliuntukmembayardikurangidenganjumlahsebenarnyadibelipembe li. Rumus = ½ (10-0) x (200-100) = ½ x 10 x 100 =Rp 500

Surplus Produsen (PS)adalahselisihantarahargapasarsaatinidenganbiayaproduksi total suatuperusahaan. Rumus = ½ (100-60) (10-0) = ½ (40) (10) = Rp 200

Total Benefit adalah CS+PS = Rp 700 Setelahterjadipenurunankuantitas5 : CS = ½ (5) (200-150) = ½ x 5 x 50 = 125 PS = ½ (5) (80-60) = ½ x 5 x 20 = 50

Efekkenaikan = 5 x (150-80) = 5 x 70 = 350, menjadi PS = 50+350 = 400 Total Benefit = CS + PS = 125 + 400 = 525

6. Dari soalNo.5 ,tentukanlah DWL sertaKurvasetelahpenurunankuantitas?

GambarKurvasetelahPenurunankuantitasdan DWL.

P

250

(7)

150

100 80

50

-20 -15 -10 5 10 20 30 40 50 60 70 Q

 DWL = Benefit awal – Benefit akhir = 700-525 = Rp 175

 BiladihitungsecaragambarkurvaDeadweight loss (DWL) = ½ (10-5) (150-80) = ½ x 5 x 70 = 175

7. Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 10. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan Kurva Permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut ini.

P MC

AC

Rp. 10 D = P = MR

(8)

0 100 unit Q

Pertanyaan:

a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. Pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan memperoleh laba atau menderita rugi?

b. Tentukan besarnya laba/rugi terjadi pada perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut.

Jawaban :

a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 100 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan pernyataan kondisi keseimbangan bagi perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 100 unit, perusahaan memperoleh laba. Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 10 lebih besar daripada biaya rata-rata (AC) = Rp 7

b. Laba yang diperoleh perusahaan A dari barang X adalah π = TR – TC

= (P X Q) – (AC X Q)

= (Rp. 10 X 100 unit) – ((Rp. 7 X 100 unit) = Rp. 1.000 – Rp. 700

= Rp. 300

Jadi perusahaan memperoleh laba dari barang X sebesar Rp. 300

8. Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 8. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan Kurva permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut:

P MC

AC

(9)

D = P = AR = MR

0 90 unit Q

Pertanyaan:

a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan memperoleh laba atau rugi?

b. Tentukan besarnya laba/rugi yang diperoleh perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut.

Jawaban:

a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 90 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan persyaratan kondisi keseimbangan bagi produsen di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 90 unit, perusahaan berada pada titik pulang pokok (break-even point). Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 8 sama dengan biaya rata-rata (AC) = Rp. 8.

b. Laba yang diperoleh perusahaan A dari barang X adalah π = TR –TC

= (P X Q) – (AC X Q)

= (Rp. 8 X 90 unit) – (Rp. 8 X 90 unit) = Rp. 720 – Rp. 720

= 0

Jadi perusahaan A tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita rugi.

9. Perusahaan A menghasilkan barang X yang dijual di pasar persaingan sempurna. Harga jual barang X di pasar adalah Rp. 5. Kurva biaya yang dihadapi perusahaan A untuk memproduksi barang X dan kurva permintaan barang X bagi perusahaan A seperti pada gambar berikut:

P

MC

AC

(10)

Rp. 5 D = P = MR

0 60 unit Q

Pertanyaan:

a. Tentukan jumlah barang keseimbangan bagi perusahaan A. Pada kondisi keseimbangan tersebut, apakah perusahaan dapat memperoleh laba?

b. Tentukan besarnya laba/rugi yang terjadi pada perusahaan A pada kondisi keseimbangan tersebut.

c. Dalam jangka pendek, apakah perusahaan sebaiknya menutup usahanya? Bagaimana alasan saudara.

Jawaban:

a. Jumlah barang X keseimbangan bagi perusahaan A adalah 60 unit. Karena pada tingkat produksi tersebut harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC), yang merupakan persyaratan kondisi keseimbangan bagi perusahaan di pasar persaingan sempurna. Pada tingkat output sebanyak 60 unit, perusahaan menderita rugi. Karena pada tingkat output tersebut harga barang X (P) = Rp. 555 lebih kecil daripada biaya rata-rata (AC) = Rp. 7

b. Rugi yang diderita perusahaan A dari barang X adalah; π = TR – TC

= (P X Q) – (AC X Q)

= (Rp. 5 X 60 unit) – (Rp. 7 X 60 unit) = Rp. 300 – Rp. 420

= - Rp. 120

Jadi perusahaan A menderita rugi sebesar Rp. 120

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan The Body Shop tidak pernah memasarkan atau mempromosikan produknya dengan beriklan melalui media televisi seperti produk-produk kosmetik pada umumnya

c. Mahasiswa dan Lulusan: 1) Secara kuantitatif, jumlah mahasiswa baru yang diterima Prodi PAI relatif stabil dan di atas rata-rata dibandingkan dengan jumlah

Foto morfologi permukaan dari spesimen baja dalam larutan NaCl yang telah dilapisi ekstrak daun teh selama 24 jam, setelah itu direndam pada medium korosif pada perendaman

Interkoneksi antar daerah dalam wilayah Bandung Raya diperkirakan akan dapat meningkatkan taraf hidup puluhan juta warga yang mendiami wilayah tersebut dimana aktifitas

Baja amutit ukuran penampang 17 mm x 17 mm dengan panjang ± 120 mm dibentuk menggunakan mesin potong, mesin milling dan mesin surface grinding menjadi menjadi balok

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: menganalisis bagaimana

Maka dari itu, penulis mengadakan suatu penelitian untuk dapat memahami lebih lanjut tentang Evaluasi Kinerja BPBD Kabupaten Badung dan faktor pendukung serta penghambat

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kanrung