• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Perpustakaan Genom Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Kultivar Lumut di dalam Fag Lambda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pembuatan Perpustakaan Genom Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Kultivar Lumut di dalam Fag Lambda"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Vektor pengklonan Figure 1. BlueSTAR yang telah dipotong dan mengalami penyisipan nukleotida dTTP dan dCTP pada ujung potongannya BlueSTAR cloning vector cut and filled-in by dTTP and dCTP nucleotides at the respective end
Gambar 2. DNA total kedelai kultivar Lumut yang dipotong dengan berbagai konsentrasi Sau3AI pada suhu 37oC selama 30 menit
Gambar 3. Fragmen DNA tanaman kedelai kultivar Lumut berukuran besar hasil
Gambar 5. Plasmid rekombinan turunan dari ฀Bluestar-1 yang dipotong dengan BamHI. Lajur 1 dan 10 = /EcoT14; lajur 2-9 = plasmid rekombinan/ BamHI

Referensi

Dokumen terkait

Kombinasi primer yang berhasil ditemukan pada SL16 kemudian digunakan untuk mengamplifikasi gen Gα pada DNA genom tanaman kedelai tipe liar (wild type) dan

Judul yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Januari 2011 ini ialah Perakitan Vektor Ekspresi Protein G Subunit α dari Kedelai ( Glycine max ) Kultivar

Tanaman jagung mengalami penurunan bobot kering totalnya saat ditanam bersama kedelai yang jumlahnya lebih dari satu per lobang yaitu bersama kedelai kultivar Anjasmara,

Hasil analisis statistic menunjukkan respon delapan kultivar kedelai tidak menunjukkan penampilan yang lebih baik dibandingkan kultivar Argomulyo (cek) pada variable

Penelitian menggunakan Rancangan Split Plot 2 faktor yaitu kultivar kedelai (Grobogan dan Argomulyo) sebagai petak utama dan perlakuan waktu penyiangan (penyiangan sejak

Luas permukaan akar antar kultivar kedelai tidak berbeda secara nyata pada 5 mst, pada 9 mst kultivar Burangrang, Demas 1, dan Devon 1 mempunyai luas permukaan akar sama besar,

Hasil analisis statistic menunjukkan respon delapan kultivar kedelai tidak menunjukkan penampilan yang lebih baik dibandingkan kultivar Argomulyo (cek) pada variable

Hasil penelitian ini menunjukkan genotip kedelai yang memperlihatkan respons paling baik pada pertanaman tumpangsari kedelai jagung dibandingkan kultivar cek