TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
ANALISA LAPORAN KEUANGAN DAN PENILAIAN ASET KELAS CB
Oleh
I Gede Yoga Semaradana NIM 135020300111013
Angga Setyawan NIM 135020307111005
I Wayan Budi Darmawan NIM 135020307111030
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
BAB I PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Analisis laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan bagian penting dari analisis bisnis yang lebih luas. Melalui analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah dalam hal ini sebagai regulator untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.
Menganalisis sebuah laporan keuangan perusahaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dari analisis bisnis (business analysis) yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis seperti memilih investasi dalam efek (surat berharga atau sekuritas) atau efek utang, memilih perpanjangan pinjaman dengan utang jangka pendek atau hutang jangka panjang. Analisis laporan keuangan akan mengurangi ketergantungan pada firasat, tebakan, dan intuisi dalam pengambilan keputusan, serta mengurangi ketidakpastian analisis bisnis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 ANALISIS BISNIS
2.1.1 Pengenalan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan (financial statement analysis) merupakan aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam analisis bisnis. Sedangkan analisis bisnis sendiri adalah analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis. Analisis bisnis berguna untuk membantu pengambilan keputusan dengan menstrukturkan tugas analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya.
Dalam mengevaluasi lingkungan bisnis dan strategi perusahaan, di mulai dengan mempelajari aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian demi meningkatkan keputusan bisnis banyak individu dan perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk menyediakan sumber informasi yang kaya dan dapat diandalkan untuk analisis tersebut.
2.1.2 Jenis-Jenis Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis. Adapun tujuan analisis bisnis adalah untuk meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan, manajemennya, rencana dan strateginya, serta lingkungan bisnisnya. Analisis bisnis diterapkan dalam banyak bentuk dan merupakan suatu bagian penting dari keputusan analis efek, penasehat investasi, manajer reksa dana (fund manager), bankir investasi (investment banker), pemeringkat kredit (credit raters), bankir korporasi (corporate bankers), dan investor individual. Jenis-jenis utama analisis bisnis adalah sebagai berikut.
1. Analisis Kredit
ini bersifat sementara,kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk dan untuk beragam tujuan. Jenis kreditor terbagi dua (2) jenis, yaitu
a. Kreditor dagang (operating creditor) mengirimkan barang atau jasa kepada perusahaan dan mengharapkan pembayaran dalam waktu yang masuk akal, yang sering kali didasarkan pada norma industri, yaitu berkisar antara 30 sampai 60 hari dengan pemberian diskon tunai untuk pembayaran lebih awal. b. Kreditor non-dagang (nontrade creditors atau debtholder), menyediakan
pendanaan kepada perusahaan dan menerima janji, biasanya tertulis, atas pembayaran dengan bunga (eksplisist atau implisist) pada tanggal tertentu di masa depan. Jenis pendanaan ini biasanya bersifat jangka pendek atau jangka panjang serta muncul dalam berbagai jenis transaksi.
Dalam pendanaan kredit murni, elemen pentingnya adalah keuntungan bagi kreditor yang bersifat tetap.Kemungkinan keuntungan kreditor terbatas pada tingkat bunga atau kotrak utang atau pada margin laba atas barang atau jasa yang diserahkan, kreditor menanggung resiko tidak di bayar (risk of default) oleh pelanggan.
Analisis kredit merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan untuk mendapatkan kredit. Sebuah perusahaan dapat mendapatkan kredit jika lulus dalam kelayakan kredit (credit worthiness) yang di ukur dari tingkat laba, sedangkan credit worthiness adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama analisis kredit terletak pada risiko, bukan sisi baik potensi (profitabilitas), sehingga analisis ini berfokus kepada analisis likuiditas maupun solvabilitas.
a. Likuiditas (liquidity) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya. Alat analisis kredit dan kriteria likuiditas bergantung pada arus kas perusahaan dan komponen aktiva lancar dan kewajiban lancarnya.
kredit jangka panjang meliputi proyeksi arus kas dan evaluasi profitabilitas yang berlanjut (disebut pula sustainable earning power).
2. Analisis Ekuitas
Investor ekuitas (equity investor) menyediakan dana kepada perusahaan sebagai balasan atas risiko dan imbalan kepemilikan. Investor ekuitas merupakan penyedia terbesar pendanaan perusahaan, atau disebut juga ekuitas atau modal saham yang menawarkan pengamanan atau penjagaan untuk semua bentuk pendanaan. Hal ini berarti investor ekuitas berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari pengklaim yang lebih utama telah dipenuhi, termasuk bunga dan dividen preferen. Sehingga mengimplikasikan bahwa investor ekuitas menjadi pihak pertama yang menyerap kerugian jika perusahaan terlikuidasi, meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Dengan demikian, berbeda dengan analisis kredit, analisis ekuitas bersifat asimetri, dimana harus menilai dua sisi risiko dan potensi. Karena investor ekuitas dipengaruhi oleh seluruh aspek kondisi dan kinerja keuangan perusahaan, kebutuhan analisis mereka paling banyak dan komprehensif.
Strategi investasi aktif dalam analisis ekuitas adalah sebagai berikut
a. Analisis teknis (technical analysis), atau charting, mencari pola dalam sejarah harga atau volume sebuah saham untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.
b. Analisis fundamental (fundamental analysis), merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan menginterpretasikan faktor-faktor kunci untuk ekonomi, industri, dan perusahaan. Tujuan utama analisis fundamental adalah menentukan nilai intrinsik, yang disebut juga nilai fundamental (fundamental value). Sedangkan nilai intrinsik (intrinsic value) adalah nilai sebuah perusahaan (atau sahamnya) berdasarkan analisis fundamental, tanpa mengacu pada nilai pasar (atau harga saham).
2.1.3 Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis
1. Manajer
Kegunaan analisis laporan keuangan bagi manajer memberikan petunjuk tentang perubahan strategis dalam kegiatan operasional, investasi dan pendanaan perusahaan. Manajer juga menganalisis dan laporan keuangan perusahaan pesaing untuk mengevaluasi profitabilitas dan risiko pesaing. Analisis tersebut juga memungkinkan adanya perbandingan antar perusahaan (interfirm comparisons), baik untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan relatif terhadap kompetitor, maupun sebagai tolok ukur (benchmark) kinerja.
2. Merger, Akuisisi, dan Divestasi
Analisis bisnis dilakukan setiap kali perusahaan merestrukturisasi operasinya, melalui merger, akuisisi, divestasi, maupun spin-off. Bankir investasi perlu mengindentifikasi target potensi dan menentukan nilainya. Analis efek perlu menentukan apakah akan ada tambahan nilai, dan bila ada berapa nilainya, yang dihasilkan dari merger bagi perusahaan pembeli maupun bagi perusahaan target. 3. Manajemen Keuangan
Analisis bisnis membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun resikonya.
4. Direktur.
Sebagai wakil pemegang saham terpilih, direktur bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham dengan mengawasi secara hati-hati aktivitas perusahaan.
5. Regulator (Pembuat Peraturan).
Internal Revenue Service (IRS) menerapkan alat analisis laporan keuangan untuk mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah yang dilaporkan.
6. Serikat kerja.
Teknik analisis laporan keuangan berguna bagi serikat kerja dalam negosiasi tawar-menawar kolektif.
7. Pelanggan.
2.1.4 Komponen Analisis Bisnis
2.1.4.1 Analisis Lingkungan Bisnis dan Strategi
Analisis lingkungan bisnis dan strategi terdiri dari: (1) bagian analisis industri, dan (2) analisis strategi.
a. Analisis industri (industry analysis) merupakan langkah pertama dalam prospek dan struktur industri karena hal tersebut akan menentukan profitabilitas perusahaan. Analisis industri sering dikerjakan dengan menggunakan kerangka yang diajukan oleh Porter (1980, 1985) atau analisis rantai nilai (value chain analysis).
b. Analisis strategi (strategy analysis) merupakan evaluasi atas keputusan bisnis perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun keunggulan kompetitifnya.
Analisis lingkungan bisnis dan strategi memerlukan pengetahuan tentang kekuatan ekonomi dan industri. Analisis ini juga memerlukan pengetahuan tentang manajemen strategi, kebijakan bisnis, produksi, manajemen logistik, pemasaran, dan ekonomi manajerial.
2.1.4.2 Analisis Akuntansi
Analisis akuntansi (accounting analysis) merupakan proses evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Keterbatasan akuntansi ini mempengaruhi kegunaan laporan keuangan dan menimbulkan setidaknya dua masalah dalam analisis.
a. Ketidakseragaman akuntansi menyebabkan masalah perbandingan (comparability problem). Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika perusahaan mengubah akuntansinya, yang berakibat pada timbulnya kesulitan perbanding sementara.
manajemen dapat salah satu tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini merupakan sebab utama distorsi akuntansi; (2) Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk manipulasi atau mempercantik laporan keuangan (window-dressing). Manajemen laba ini dapat menyebabkan distorsi akuntansi; dan (3) Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal menangkap realitas ekonomi.
Tiga jenis distorsi akuntansi tersebut akan menciptakan risiko akuntansi laporan keuangan (accounting risk), yang berarti ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan karena distorsi akuntansi.
Tujuan utama dari analisis akuntansi adalah untuk mengevaluasi dan mengurangi resiko akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan keuangan.
Analisis akuntansi meliputi evaluasi kualitas laba perusahaan atau secara lebih luas, kualitas akuntansinya. Analisis akuntansi juga mencakup evaluasi atas daya tahan laba (earning persistence), yang kadang kala disebut sustainable earning power.
2.1.4.3 Analisis Keuangan
Analasis keuangan (financial analysis) merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisi dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan.
Analisis keuangan terdiri dari 3 bagian besar,yaitu:
1. Analisis Profitabilitas, merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya. Dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas.
3. Analisis Sumber dan Pengunaan Dana, merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi pendanaan perusahaan dimasa depan.
2.1.4.4 Analisis Prospektif
Analisis Prospektif (prospective analysis) merupakan peramalan hasil dimasa depan- biasanya laba,arus kas, atau keduanya. Output dari analisis prospektif adalah hasil yang diharapkan (expected payoffs) dimasa depan yang digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan.
2.1.4.5 Valuasi
Valuasi (valuation) merupakan proses mengubah ramalan hasil dimasa depan menjadi estimasi nilai perusahaan. Sehingga Valuasi ini menjadi tujuan utama dari banyak jenis analisis bisnis.
2.1.4.6 Analisis Laporan Keuangan dan Analisis Bisnis
Analisis laporan keuangan merupakan kumpulan proses analisis yang merupakan bagian dari analisis bisnis. Oleh karena itu, analisis laporan keuangan dipandang sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari analisis bisnis dan seluruh komponen analisisnya.
2.2 LAPORAN KEUANGAN – DASAR ANALISIS 2.2.1 Aktivitas Bisnis
Laporan keuangan perusahaan berikut pengungkapannya menginformasikan empat aktivitas utama perusahaan, yaitu:
2.2.1.1 Aktivitas Perencanaan
Rencana bisnis membantu manajer untuk memusatkan usaha mereka dan mengidentifikasi kesempatan dan rintangan yang diharapkan. Pandangan ke dalam rencana bisnis membantu analisis atas prospek perusahaan kini dan nanti, serta merupakan bagian dari analisis lingkungan bisnis dan strategi.kita mencari informasi tentang tujuan perusahaan dan taktiknya. Permintaan pasar, kinerja manajemen, analisis kompetitif, strategi penjualan, kinerja manajeman,dan proyeksi keuangan.
2.2.1.2 Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah metode yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan uang untuk membayara kebutuhan-kebutuhannya. Terdapat dua sumber pendanaan,yaitu:
1. Investor ekuitas(pemegang saham)
Investor memberikan pendanaan dengan harapan mendapatkan pengembalian atas investasi mereka, setelah mempertimbangkan pengembalian yang di harapkana dan resiko.
Pengembalian adalah bagian investor ekuitas atas laba perusahaan dalam bentuk distribusi laba (pembayaran diveden kepada pemegang saham langsung, deviden dapat diberikan dalam bentuk tunai atau deviden saham atau secara tidak langsung melalui pembelian kembali saham.pembayaran diveden mengacu pada proporsi laba yang di distribusikan yang sering di nyatakan dalam rasio atau persentase) atau reinvestasi laba ( mengacu padan penahana laba dalam perusahaan untuk digunakan dalam bisnis perusahaan. Sering diukur dengan rasio penahanan/rasio laba di tahan= 1- dividen payout rasio)
Pendanaan ekuitas dapat berupa uang tunai,aktiva atau jasa yang di kontribusikan kepada perusahaan sebagai penukar saham. Penawaran saham privat melibatkan penjualan ke individu atau organisasi. Untuk Penawaran saham ke publik berbiaya besar karena termasuk pemenuhan oeraturan pemerintah, persyaratan pencatatan di bursa, dan komisi untuk agen penjual. Tetapi manfaat utamanya adalah potensi untuk mendapatkan dana dalam jumlah besar untuk aktivitas bisnis.
2. Kreditor (pemberi pinjaman)
Kreditor di bagi menjadi dua jenis,yaitu
kreditor utang, yang secara langsung meminjamkan uang. Biasanya pendanaannya terjadi melalui pinjaman atau melalui pemberian efek atau obligasi. Pemberi utang meliputi bank,institusi pemberi pinjaman, institusi keuangan dan non keuangan,
pihak lainnya yang meminjamkan uang kepada perusahaanpendanaan kreditor berbeda dengan pendanaan ekuitas dalam hal perjanjian atau kontrak, pada umumnya mensyatkan pembayaran kembali pinjaman dengan bunga pada tanggal. Resiko kreditor adalah kemungkinan kegagalan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan bunga.dalam situasi ini, kreditor mungkin tidak menerima uang mereka yang jatoh tempo, dan menyebabkan kebangkrutan atau penanganan legal lainnya. Penanganan tersebut menimbulkan biaya bagi kreditor.
2.2.1.3 Analisis Investasi
Mengacu pada perolehan dan pemeliharaan investasi dengan tujian menjual produk dan menyediakan jasa dan untuk tujuan menginvestasikan kelebihan kas biasanya dalam bentuk aktiva operasi(bangunan, peralatan, hak paten, persediaan, modal manusia(karyawan dan manajer, system informasi) dan aktiva keuangan dalam bentuk efek(saham ekuitas perusahaan lain, obligasi dan reksa dana).
2.2.1.4 Aktivitas Operasi
Mencerminkan pelaksanaan rencana bisnis yang terdapat dalam aktivitas pendanaan dan aktivitas investasi. Aktivitas operasi melibatkan lima komponen,yaitu: penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, pemasaran & administrasi. Manajemen harus menentukan bauran yang paling efisien dan efektif untuk keunggulan kompetitif perusahaan. Aktifitas operasi perusahaan merupakan sumber utama laba perusahaan. Analisis atas angka laba dan bagian komponennya, mencerminkan kesuksesan perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya.
2.2.2 Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis 2.2.2.1 Neraca
Aset adalah investasi yang diharapkan untuk menghasilakan laba di masa depan melalui aktivitas operasi. Kewajiban adalah pendanaan dari kreditor dan mewakili kewajiban perusahaan atau klaim kreditor atas aktiva. Ekuitas merupakan total dari pendapatan yang diinvestasikan atau dikontribusikan oleh pemilik atau akumulasi laba yang tidak dibagikan kepada pemilik sejak perusahaan didirikan.
2.2.2.2 Laporan Rugi Laba
perusahaan suatu periode waktu. Laba merupakan perkiraan atas kenaikan (atau penurunan) ekuitas sebelum distribusi kepada dan kontribusi dari pemegang saham.
2.2.2.3 Laporan Ekuitas Pemegang Saham
Menyajikan perubahan-perubahan pada pos-poas ekuitas. Laporan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi alasan perubahan klaim pemegang ekuitas atas aset perusahaan. Perubahan ekuitas pemegang saham disebabkan karena penerbitan saham (sebagian besar disebabkan karena opsi saham pegawai), pembelian kembali saham (treasury stock), dan reinvestasi laba.
2.2.2.4 Laporan arus Kas
Melaporkan arus kas masuk dan keluar bagi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan perusahaan secara terpisah selama suatu periode tertentu.
Laporan arus kas mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas)
Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas.
2.2.3 Informasi Tambahan
Analisis laporan keuangan yang menyeluruh melibatkan pemerikasaan tambahan sebagai berikut:
Management Disscussion and Analysis (MD&A)
Manajemen mengungkapkan informasi prospektif terkait dengan pristiwa dan ketidakpastian yang material, yang menyebabkan informasi keuangan yang dilaporkan menjadi kurang mengindikasikan aktivitas operasi atau kondisi keuangan di masa depan.
Laporan Manajemen (Management Report)
perusahaanpembagian peran manajemen direktur, dan auditor dalam penyiapan laporan keuangan.
Laporan Auditor (Auditor Report)
Auditor eksternal adalah akuntan publik bersertifikasi independen yang diminta oleh perusahaan untuk memberikan opini tentang kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Analisis laporan keuangan memerlukan penelaahan atas laporan auditor untuk meyakinkan bahwa perusahaan mendapatkan opini wajar tanpa pengendalian.
Catatan Penjelas (Explanatory Notes)
Catatan ini merupakan median untuk mengkomunikasikan informasi tambahan tentang pos-pos yang ada maupun tidak ada dalam laporan. Catatan tambahan ini meliputi informasi tentang:
prinsip dan metode akuntansi yang digunakan
pengungkapan rinci atas tiap pos laporan keuangan
komitmen dan kontinjensi
kombinasi bisnis
transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
rencana opsi saham
kemajuan proses hukum
pelanggan signifikan
Informasi Tambahan (Supplementary Information)
Informasi tambahanMeliputi :
Data segmen bisnis
penjualan ekspor
efek yang diperdagangkan
akun penilaian
pinjaman jangka pendek
Laporan Proksi (Proxy Statement)
Proksi merupakan media dimana pemegang saham mengotorisasi pihak lain untuk mewakilinya pada rapat pemegang saham. Laporan proksi memuat informasi yang diperlukan pemegang saham untuk memberikan suara dalam hal bersangkutan. Proxy statement memuat banyak informasi tentang perusahaan termasuk identitas pemegang saham dengan kepemilikan saham beredar 5% ke atas, informasi biografi dewan direksi, kesepakatan kompensasi untuk pejabat dan direktur, rencana kompensasi pegawai dan transaksi-transaksi tertentu yang terkait dengan para pejabat dan direktur perusahaan.
2.3 PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Dalam menganalisis laporan keuangan di butuhkan alat yang membantu pengguna untuk mempermudah pekerjaannya dalam memenuhi kebutuhan yang spesifik, oleh karena itu di bagian ini akan diperkenalkan beberapa alat dasar analisis keuangan berikut penerapannya.
2.3.1 Analisis Laporan Keuangan Komparatif
Analisis ini dilakukan dengan cara menelaah neraca, laporan laba-rugi atau laporan arus kas yang berurutan dari satu periode ke periode berikutnya. Analisis ini meliputi penelaahan perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun. Pada analisis laporan keuangan komparatif disebut juga analisis horisontal karena saat menelaah laporan komparatif kita menganalisis saldo akun dengan analisis dari kiri ke kanan (atau kanan ke kiri).
2.3.1.1 Analisis Perubahan Tahun ke Tahun
2.3.1.2 Analisis Tren Angka Indeks
Analisis perubahan tahun ke tahun untuk membandingkan laporan keuaangan lebih dari dua atau tiga periode. Analisis ini memerlukan pemilihan tahun dasar untuk seluruh pos, yang biasanya diberi angka indeks 100. karena tahun dasar menjadi rujukan untuk semua perbandingan, pilihan terbaik adalah tahun dimana kondisi bisnis normal.
Salah satu hasil tren adalah kekuatan untuk menyampaikan pandangan dalam filosofi manajer, kebijakan, dan motivasi. Makin beragam lingkungan yamhg membentuk periode analisis, makin baik pula gambaran tentang bagai mana manajer menangani kesulitan dan memanfaatkan kesempatan.
2.3.2 Analisis Laporan Keuangan Common-Size
Pengetahuan atas proporsi kelompok atau subkelompok yang membentuk suatu pos tertentu yang bermanfaat bagi analisis laporan keuangan. Prosedur ini juga disebut analisis vertical karena evaluasi pos dari atas ke bawah (atau dari bawah ke atas) dalam laporan common-size. Analisis laporan keuangan common-size berguna untuk memahami pembentuk internal laporan keuangan. Analisis common-size menekankan pada dua faktor:
1. sumber pendanaan termasuk distribusi pendanaan antara kewajiban lancar, kewajiban tak lancar dan ekuitas.
2. komposisi aktiva termasuk jumlah untuk masing-masing aktiva lancar dan aktiva tak lancar.
Sebuah laporan laba rugi siap untuk analisis common-size karena setiap pos terkait dengan angka kunci seperti penjualan. Dalam berbagai tingkatan, penjualan mempengaruhi hampir seluruh beban dan berguna untuk mengetahui berapa persen dari penjualan yang diwakili oleh tiap pos-pos beban. Pengecualian berlaku untuk pajak penghasilan, yang terkait dengan laba sebelum pajak bukan penjualan. Keterbatasan utama laporan keuangan common-size untuk analisis antar perusahaan adalah kegagalannya untuk mencerminkan ukuran relatif perusahaan yang di analisis. 2.3.3 Analisis Rasio
hubungan penting dan menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit untuk dideteksi dengan mempelajari masing-masing komponen yang membentuk rasio. Rasio paling bermanfaat bila berorientasi ke depan artinya sering menyesuaikan faktor-faktor yang mempengaruhi rasio untuk kemungkinan tren dan ukurannya di masa depan.
1. faktor-faktor yang mempengaruhi rasio antara lain peristiwa ekonomi, faktor industri, kebijakan manajemen dan metode akuntansi.
2. interpretasi rasio, bermanfaat jika di interpretasikan dalam perbandingan dengan rasio tahun sebelumnya, standar yang ditentukan sebelumnya dan rasio pesaing.
Analisis rasio deterapkan pada tiga tingkat penting analisis laporan keuangan, yaitu
1. Analisis Kredit (Resiko). Analisis kredit adalah analisis berfokus pada likuiditas, yang merujuk pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya. Rasio likuiditas yang penting adalah rasio lancar- ketersediaan aset lancar untuk memenuhi kewajiban lancar. Analisis solvabilitas, menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
a. Likuiditas.Untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek.
b. Struktur modal dan solvabilitas. Untuk menilai kemampuan memnuhi kewajiban jangka panjang.
2. Analisis Profitabilitas. Analisis Profitabilitas merupakan evaluasi rasio kinerja operasi yang umumnya mengaitkan pos laporan laba rugi dengan penjualan. Rasio ini sering disebut juga dengan margin laba (profit margin).
a. Tingkat pengembalian atas investasi (return on investment-ROI). Untuk menilai kompensasi keuangan kepada penyedia pendapatan ekuitas dan utang.
c. Pemanfaatan Aset (asset utilization). Untuk menilai efektivitas dan intensitas aset dalam menghasilkan penjualan, disebut pula perputaran (trunover).
3. Valuasi
Dalam membuat perbandingan antar perusahaan yang valid ditingkatkan dengan penyesuaian kita terhadap angka yang dilaporkan sebelum digunakan dalam analisis.
a. Untuk mengestimasi nilai intrinsik perusahaan (saham). 2.3.4 Analisis Arus Kas
Analisis arus kas (cashflow analysis) terutama digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi sumber dan penggunaan dana. Analisis arus kas menyediakan pandangan tentang bagaimana perusahaan memperoleh pendanaan dan menggunakan sumber dayanya. Analisis ini juga digunakan dalam peramalan arus kas dan bagian dari analisis likuiditas.
2.3.5 Model Penilaian (Valuasi)
Valuasi merupakan hasil penting dari berbagai jenis analisis bisnis dan laporan keuangan. Valuasi biasanya mengacu pada estimasi nilai intrinsik sebuah perusahaan atau sahamnya. Dasar valuasi adalah teori nilai sekarang (present value theory). Teori ini sekarang menggunakan konsep nilai waktu dari uang (time value of money)-yang secara sederhana menyatakan bahwa sebuah entitas lebih menyukai konsumsi saat ini dari pada konsumsi di masa depan. Sehingga, untuk menilai sebuah efek, investor memerlukan dua buah informasi : (1) hasil masa depan yang diharapkan di masa depan sepanjang umur efek, dan (2) tingkat diskonto.
2.3.5.1 Valuasi Utang
Nilai efek sama dengan nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Hasil masa depan dari obligasi adalah pembayaran pokok dan bunganya. Perhitungan untuk mencari nilai obligasi adalah sebagai berikut
Bt =
Dimana, It+n adalah pembayan bunga dalam periode t+n,
F adalah pembayaran pokok (biasanya nilai normal uang), dan
R adalah tingkat bunga (tingkat imbal hasil hingga jatuh tempo – Yield to maturity).
Saat akan menilai obligasi, kita harus tentukan hasil yang diharapkan berdasarkan faktor – faktor seperti tingkat bunga kini, inflasi yang diharapklan, dan risiko gagal bayar.
2.3.5.2 Valuasi Ekuitas
Dasar penilaian ekuitas seperti penilaian utang,yaitu nilai sekarang hasil di masa depan yang didiskontokan pada tingkat yang tepat. Dalam valuasi ekuitas, investor tidak memiliki klaim atas hasil yang ditentukan sebelumnya, melainkan investor mencari dua hasil, yaitu pembayaran deviden dan peningkatan modal. Karena peningkatan modal menunjukkan perubahan nilai ekuitas.
Sedangkan untuk rumus valuasi ekuitas menggunakan dividen yang diharapkan (expected), bukan dividen yang sebenarnya (actual). Penggunaan dividen yang diharapkan ini karena dividen di masa depan tidak dapat ditentukan. Oleh karena itu, sebagai alternatif digunakan penilain arus kas bebas bagi ekuitas didefinisikan sebagai arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran modal dan penyesuaian untuk perubahan utang. Perhitungan nilai diskonto deviden (devinded discount model)
Dimana, Dt+n adalah deviden dalam periode t+n, dan k adalah biaya modal.
Sehingga model valuasi sering mengganti deviden dengan laba atau arus kas, maka dari itu diperkenalkan dua model valuasi lain, yaitu
1. Model arus kas bagi ekuitas (free cash flow to equity model) yang menghitung nilai ekuitas pada waktu t dengan mengganti deviden yang diharapkan dengan arus kas bebas yang diharapkan oleh ekuitas :
Vt =
E
(
FCFEt+1)
(1+k)1 +
E
(
FCFEt+2)
(1+k)2 +
E
(
FCFEt+3)
(1+k)3 + ……….
Dimana, FCFE t + n adalah arus kas bebas bagi ekuitas pada periode t+n, dan k k
adalah biaya modal. Sedangkan arus kas bebas adalah arus kas dari operasi dikurangi pengeluaran modal dan penyesuaian untuk perubahan utang.
2. Model laba sisa (residual income model) yang menghitung nilai perusahaan dengan mengan variabel akuntansi, dengan mendefinisikan nilai ekuitas pada waktu t sebagai jumlah nilai buku kini dan nilai sekarang seluruh laba sisa yang diharapkan di masa depan :
Vt = BVt +
E
(
RIt+1)
(1+k)1 +
E
(
RIt+1)
(1+k)1 +
E
(
RIt+1)
(1+k)1 + …….
Dimana, BVt adalah nilai buku pada akhir periode tn, RIt+n merupakan laba