• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS EKONOMI PERTANIAN tangguh dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS EKONOMI PERTANIAN tangguh dalam"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

EKONOMI PERTANIAN

Disusun Oleh

Pandyo Bagasragil (041111090)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Airlangga

(2)

1. Perkembangan program kredit pertanian di Indonesia

No Jenis/Nama Tahun Tujuan Kelompok Sasaran

1 KKP ( Kredit Ketahanan Pangan)

2 BPLM ( Bantuan Pinjaman Langsung Masyarkat)

2004 Penguatan modal dalam kelompok tani,

3 LKMA ( Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)

4 P4K ( Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Kecil)

5 DPM-LUEP ( Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Perdasaan)

(3)

kelembagaan usaha ekonomi di perdesaan

(4) memperkuat posisi daerah dalam ketahanan

pangan wilayah

6 SP3 (Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian ) (risk sharing) antara bank

pelaksana dengan pemerintah

Perbankan dan Kelompok Tani

7 PUAP ( Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) wilayah pusat dan daerah

serta antarsubsektor

Desa miskin/tertinggal

yang memiliki potensi pertanian

2. Pengaruh kendala dalam mengakses kredit untuk peningkatan prestasi usaha pertanian

Menurut Mosher (1987), kredit merupakan salah satu faktor pelancar pembangunan pertanian. Untuk Meningkatkan hasil produksi, petani membutuhkan modal yang besar supaya dapat menggunakan teknologi usahatani secara optimal. Namun, adopsi teknologi pada umumnya relatif mahal dan petani kecil tidak mampu membiayai teknologi tersebut. Akibatnya pemanfaatan teknologi menjadi rendah.

Walaupun kredit sangat penting untuk pembangunan pertanian dan sudah banyak kredit yang sudah diintroduksikan oleh pemerintah, namun akses petani terhadap kredit masih terbatas. Padahal akses kepada kredit adalah jauh lebih penting dibanding biaya kredit untuk rumah tangga tersebut. Hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa terbatasnya akses rumah tangga miskin terhadap rumah tangga miskin terhadap kredit membawa konsekuensi negative yang signifikan terhadap berbagai aspek seperti teknologi, produktivitas pertanian, keamanan pangan, gizi, kesehatan, dan kesejahteraan rumah tangga secara keseluruhan.

(4)

tangga berpendapat rendah akan memprkuat lingkaran setan kemiskinan, sehingga sulit bagi rumah tangga untuk meminjam kembali pada waktu selanjutnya.

Keberadaan sumber kredit sangat penting dalam pengembangan produksi padi terutama untuk petani berlahan sempit. Kredit digunakan baik untuk tujuan produksi, kegiatan ekonomi lainnya dan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Dilihat dari sisi rumah tangga petani, sebagian besar petani memiliki lahan sempit, tidak mempunyai sertifikat tanah atau asset lain sehingga mereka tidak tertarik untuk mengakses kredit fomal yang mengisyaratkan adanya jaminan.

Terbatasnya akses rumah tangga petani terhadap kredit formal menyebabkan mereka lebih tertarik untuk mengakses lembaga kredit informal. Jadi mereka yang tidak memiliki akses terhadap kredit formal akan memiliki permintaan yang tinggi untuk kredit informal.

Sejumlah factor telah diindikasikan oleh peneliti sebelumnya sebagai factor yang mempengaruhi akses rumah tangga terhadap kredit, diantaranya adalah umur, pendidikan, sluas lahan, jarak ke sumber kredit dan kemudahan meminjam. Hasil penelitian Rosmiati (2012) menunjukkan bahwa nilai koefisien pengaruh umur terhadap akses kredit adalah negative dan nyata pada α = 5%. Artinya semakin tua umur petani maka akses terhadap kredit semakin kecil. Umur merupakan salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan usaha tani. Pendidikan merupakan factor yang menentukan akses rumah tangga terhadap kredit. Hasil penelitian Rosmiati juga menunjukkan tingkat α= 5%, artinya semakin tinggi pendidikan maka akses terhadap kredit semakin besar. Lahan adalah variable penting yang menentukan kemampuan untuk mendapatkan kredit terutama kredit dari pasar formal. Begitupula hasil penelitian Rosmiati menunjukkan α= 5% yang artinya semakin luas lahan yang dimiliki petani, maka akses terhadap kredit semakin besar.

(5)

Gambar diatas menjelaskan kseimbangan rumah tangga petani padi sawah dan juga adanya pengaruh kredit pada keseimbangan baru. Pada kondisi sebelum adanya kredi, rumah tangga mencapai titik keseimbangan pada titik A.

Kredit berperan dalam peningkatan produktivitas usaha tani padi. Peningkatan produktifitas akan menyebabkan nilai produk total bergeser ke atas (TVP2). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan rumah tangga. Pendapatan meningkat akan menyebabkan peningkatan konsumsi rumah tangga. Akibatnya kurva bergeser ke atas dan menyebabkan keseimbangan baru di titik B.

(6)

Sumber Rujukan :

Anggraini, Dewi. 2013. Peranan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bagi Pengembangan UMKM di Kota Medan.

Arif, Burhan. 2008. Dampak Akses Kredit Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi.

Ashari. 2009. Peranan Perbankan Nasional Dalam PembiayaanSektor Pertanian di Indonesia.

Darmanto. 2008. Pengembangan Kredit Pertanian.

Imanina, Eka. 2013. Impikasi Kredit Pertanian Terhadap Pendapatan Petani.

Pratomo, Bagus. 2014. Pengaruh Kredit Ketahanan Pangan dan Energi Terhadap Pendapatan Petani Tebu.

Rizqul Karim. Akhmad. 2005. Evaluasi Pengembalian Kredit P4K Oleh Kelompok Petani Kecil di Kecamatan Banguntapan Yogyakarta.

Rosmiati, M. 2012. Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Pada Pasar Kredit Perdesaan.

Gambar

Gambar diatas menjelaskan kseimbangan rumah tangga petani padi sawah dan juga

Referensi

Dokumen terkait

[r]

2. Merah warna melambangkan energi, kekuatan dan keberanian 3. Biru warna melambangkan ketenangan, kelembutan,dan kedamaian. Berdasarkan dari fenomena yang telah diuraikan

Dalam proses pengembangan desain sistem ini digunakan model berupa metode berarah aliran data dengan menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Desain ini dimulai dari bentuk

disimpulkan bahwa variabel yang terbukti sebagai faktor risiko kejadian Schistosomiasis japonicum pada masyarakat pekerjaan sebagai petani, kebiasaan mandi atau

Pada Navigation view terdapat menu-menu diantaranya yaitu menu untuk menampilkan profil siswa, melihat halaman Home, data guru-guru, mengakses rapor, mengakses laporan

Pendidikan Kepribadian Melalui Ilmu Beladiri Pencak Silat (Studi Pada Lembaga Beladiri Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Semarang). Penelitian

apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Panitia Pengadaan, maka

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi kenaikan titik didih