• Tidak ada hasil yang ditemukan

Integrasi, Strategi Bisnis Dan Strategi Sistem Informasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Integrasi, Strategi Bisnis Dan Strategi Sistem Informasi"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

!

"

#$ % % & % '

#(% '

#)% '

(2)

! "

%

%

%

,

%

- & # ' "

* .

- " " &

*

- & % *

* %.

- * * % % & / .

- * % "

* .

(3)
(4)
(5)

1 $

" &

2334

- $

--

%

(6)

Perkawinan antara dunia manajemen

dan teknologi informasi

Dunia

manajemen

Dunia

teknologi

informasi

Dunia sistem

(7)

Mengapa orang TI perlu

mengetahui strategi ?

(8)

!

Kegiatan Utama di Perusahaan

dan Pengaruh Lingkungan

(9)

"

Daur hidup keunggulan kompetitif

$

langkah stratejik membangun

keunggulan kompetitif

Reaksi dari pesaing membuat keunggulan kompetitif tadi jadi tidak

unggul lagi

(10)
(11)
(12)

-*.

1

"

* %

%

1

* %

*

%

%

1

%5

-

5

%

5

5

%

0

-

5

%

"

%

5

%

, *

%

-

%

%

%

%

*

%5

"

(13)

Apakah itu strategi ?

&

&

&

&

&

&

&

&

+ + + +

(14)

!

"

(15)

!

"

.

1

*

%

%

%

5

0

1

%

%

*

%

"

1

%

5

5

0

1

* %

* %

% *

(16)

Strategi Korporat

Korporat / induk perusahaan

/ holding company

Perusahaan / strategic business unit A

Perusahaan / strategic business unit C Perusahaan / strategic

business unit B

(17)

! " # # $ ! # % & ! ' ( # )**+

TUGAS DASAR: TUJUAN UTAMA:

1. Assessment lingkungan eksternal. 1. Menahan pesaing di pasar.

2. Mendesain organisasi u/ respon. 2. Memperluas pangsa pasar.

3. Menyusun dan menjalankan 3. Meningkatkan kinerja.

strategi untuk bersaing 4. Bertahan dan Bertumbuh.

B. Praktek Manajerial Terhadap Strategi Planned

Strategy Deliberate

Strategy

Realized Strategy

Strateg

i Tak Te

realisir

Emerg

ent S

trateg y

Strategi Bisnis:

Berpacu Dengan Perubahan Lingkungan

(18)

!

Strategi yang Sukses

*

1

*

2

+

3 &

+

+

4

2

2

+

4

2

2

+

5 3

2

(19)

"

Tingkatan strategi sampai

dengan prosedur kerja

- Pemasaran.

- Operasi / produksi. - Sumber daya manusia. - Keuangan.

(20)

Proses penyusunan strategi

% ,$

!

% ,$

% ,$

!

!

-!

-!

!

!

!

(21)

Corporate / Grand Strategy Matrix

Quadrant IV

,

-, . , -, /

Quadrant III

, 0 , -, . ,

-, $

Quadrant I

, "

Quadrant II

, "

(22)

Vertical and Horizontal

Integration

6

2

6

2

6

2 2

3

6

2 2

3

(23)

Factor Makroekonomi:

Prospek pertumbuhan ekonomi

Factors ndustri:

Pertumbuhan industri

Intensitas Persaingan

Hambatan Masuk/Entri Baru

Inovasi Teknologi

Tuntutan konsumen

Posisi di Pasar:

Keunggulan Daya Saing

Kedekatan dengan

pelanggan relatif thd pesaing.

Kapabilitas yang unik.

(strategi implementasi).

Produktivitas melalui

efisiensi dan efektivitas.

Adaptibilitas pada

perubahan kondisi pasar.

Faktor Yang Mempengaruhi Profit Pada

Strategi Bisnis

(24)

F I T

Perusahaan

Pasar

Dynamic

Competition

Produk/Jasa

Strategi Bisnis: “Launching Projectiles”

(25)

1. Kinerja luar biasa pada “Japanese Machine Tools

Industry”.

1954: Pabrik mal function dan kualitas rendah.

1956: Pemerintah buat Extraordinary Measures promosi industri mesin 1991: Pangsa pasar dunia

mencapai 28% dibanding 1% tahun 1955.

2. Sangat menarik dipelajari apa yang membuat

sukses industri ini di Jepang:

Faktor lingkungan apa yang mendukug?

Faktor strategi apa?

● Munificence:

Pasar Mendukung (GNP)

● Competitive interdepend

Tingkat impor

● Perubahan Teknologi

% produk dr. mesin kecil

● Konsentrasi:

Pangsa pasar tiap firm

4 Strategi Generik:

● Efisiensi biaya:

Rasio COGS/total sales

● Asset parsimony

Net biaya pabrik

● Diferensiasi

Biaya iklan

● Scale/Scope

Expor & pangsa pasar

● Return on Sales: ROS ● Change in

Sales:

Growth = Sale

Strategy & Environment As Determinants of Performance

Faktor Lingkungan

(Realized) Strategi Bisnis

Kinerja

Positif

Negatif

Tak Terkait

(26)

Sumber Pendapatan: Sasaran Strategi Bisnis

1. Fungsi utama strategi: bagaimana perusahaan peroleh profit.

2. Jeli perluas kegiatan untuk sumber pendapatan menguntungkan:

3. Model 5 sumber Pendapatan:

Direct sales model: konsumen bayar produk/jasa yg dibeli:

Mark up Model: dari biaya produksi, mark up untuk jual.

Subscription Model: flat fee, tak peduli pakai/tidak.

Fee for service Model: Bayar kalau minta service. AC service.

Commission Model: ambil fee untuk tiap transaksi.

After Sales service: pola kedua sumber pendapatan.

Perusahaan menjual produk teknologi tinggi (alroji mewah):

After sales service lebih untung daripada produknya.

Indirect Content Sales: Iklan radio, TV, majalah.

Product financing: Bisnis otomotif financing bagi konsumen:

Sekaligus sumber pendapatan dan meningkatkan demand.

Royalties on Intellectual Property: lisensi & franchising.

Texas Instrument: royalti $1,9 M, dibanding jual produk $1,3 M

(27)

Strategi

Bisnis

Moves proaktif ungguli pesaing Usaha bangun

keunggulan daya saing

Strategi supply chain management

Menanggapi

perubahan lingkungan politik, ekonomi dan

industri aliansi strategik

Strategi Keuangan S Strategi R&D

Strategi service/ Manufacturing

Strategi Pemasaran

Strategi SDM

! H 4566I8

Menciptakan Nilai Bagi Konsumen

(28)

1. Konsep strategi bisnis muncul 1960an

1970an dari akademisi:

Perusahaan menata kegiatan fungsional secara terpadu,

dIdukung alokasi sumberdaya, untuk menguasai pasar.

Tiap fungsi tak dapat berjalan sendiri untuk mencapai

objektif perusahaan ataupun optimalisasi untuk bersaing.

Christensen et al: Business Policy. Ansoff: Corporate Strategy.

.

“Strategy Wheel” sebagai kristalisasi:

Tujuan

Objektif: profit, pertumbuhan, pangsa pasar dll Konsep bagaimana

akan bersaing?

R & D

Purchase

SDM

Manufaktur Distribusi

Sales

Pemasaran Sasaran Pasar

Lini Produk Keuangan &

Kontrol

Teori Mula Mula Strategi Bisnis

(29)

X. Dua Mashab Strategi Bisnis

Resource Base

(Stok Aset)

Sistem Kegiatan

(Value Chain)

Product Market Offering

(Proposisi Nilai)

P A S A R

I N D U S T R I Market Power View

(MPV)

Resource based View (RBV)

1. Competence Based View: ● Prahalad &

Hamel (‘90) ● Sanchez,

Heene,

Thomas (96) 2. Capabilities

Based View: ● Stalk, Evans, Shulman (’92)

● Teece, Pisano,

Shuen (’97) 1. Market Driven

Oriented: ● Day (’90), ● Webster (‘94) 2. Game Plan;

● Jaworski & Kohli (’93) 3. Positioning

approach: ● Minzberg,

Ahlstrand, Lampel (’98)

(Porter, 1980 & 1985)

! 2 3 46A8

(30)

Perbedaan Wawasan Outside In dan Inside Out

Outside In

Inside Out

Penekanan: Pada pasar dp sumberdaya. Sumberdaya dp pasar

Orientasi: Opportunity driven. Strength driven

Titik tolak: Permintaan pasar & industri. Sistem kegiatan

Mencari Fit: Adaptasi pada lingkungan. Adaptasi dr lingkungan

Fokus Strategi: Capai Posisi Menguntungkan. Capai sumberdaya khas

Moves Strategik: Positioning Eksternal. Bangun basis sumberdaya

Moves Taktis: Cari sumberdaya yg perlu. Positioning Eksternal

Senjata Bargaining power & Sumberdaya superior

Persaingan: Hambatan Mobilitas. Hambatan Imitasi

(31)

Market Based View: Outside In

.

Konsep SWOT: Mencari FIT tuntutan eksternal & kondisi internal:

Snapshot Kondisi Sekarang

Perusahaan:

Kompetensi khas.

Keuangan, fungsi, organisasional Reputasi.

Sejarah perusahaan.

Industri:

Besarnya industri.

Daya tariknya (tingkat profit). Segmentasi.

Persaingan: strategi, kapabilitas.

Lingkungan Makro: Ekonomi.

Teknologi. Politik.

Sosial/demografi.

Strengths & Weaknessess

INTERNAL

Opportunities & Threat

EKSTERNAL

FIT

FIT

Strategi

! - H ? ! ; ># '

(32)

1. Departementalisasi/fungsi manajemen bisa sama antar perusahaan.

2. Namun sumberdaya perusahaan bisa beda (firm’s specific resources)

dlm jalankan manajemen, sehingga tercipta relatif keunggulan. (RBV)

Asal teori: “bundle of productive resources” atau “resource

heterogenety” (Penrose, The Theory of Growth of the Firm, 1959)

Stimulus dari Wernerfelt: “A resource based view of the firm”

(SMJ, 1984)

Mashab RBV dikembangkan Rumelt dgn konsep “isolating mechanism”

(“Theory, Strategy, and Entrepreneurship”, pada DJ Teece (Ed.):

The Competitive Challenge (1987)

Perusahaan menciptakan “Great Wall” untuk halangi imitasi pesaing

Perusahaan perlu mengakumulasi sumberdaya baru sehingga menjadi

asimetri dengan pesaing. (Collis & Montgomery, 2005).

Inside Out: Resource Based View

(33)

3. Cakupan sumberdaya perusahaan:

Sumberdaya berwujud

Sumberdaya berwujud: nilai aset yang ada di neraca keuangan.

Real estate, mesin, bahan baku: jarang mengandung keunggulan daya saing, kecuali lokasi real estate.

Sumberdaya tak berwujud

Sumberdaya tak berwujud: penuh dengan kemungkinan meningkatkan atau melemahkan keunggulan daya saing.

Baby Food Gerber: Sandoz akuisisi Gerber dengan harga $ 3,7 miliar,

sekalipun aset berwujudnya $ 300 juta menurut akunting.

Kapabilitas organisasi

Kapabilitas organisasi: bukan faktor input seperti kedua aset diatas. Tapi kombinasi antara SDM, aset, proses untuk mentransformasi

input menjadi output: Untuk merealisir efisiensi dan efektifitas. Indikator: mutu tinggi pada produk dan pelayanan, kemampuan

mengembangkan produk, manufakturing, pemasaran.

Perusahaan otomotif Jepang: “lean production”, produk bermutu. Berperan sangat menentukan dalam persaingan.

Reputasi Brand names Pengetahuan Teknologi

Hak Patent Budaya Social Capital

(34)

4. Cakupan Strategi Bisnis: Pada Resource Based View

5. Memperjelas kerancuan tiga konsep pada strategi bisnis: Sumberdaya

Distinctive Competencies

Kapabilitas

Strategi Keunggulan

Daya Saing

Profit Yang Superior

Membangun Membangun

Membentuk

Keunggulan daya saing

Distinctive competence

Core

competence

Bila profit mencapai di atas rata rata industri. Coff (1999) dan Powell (2001).

Bila konsumen menilai “product offering” lebih unggul dibanding pesaing. Ansoff (1965),

Andrew (1971).

Bila sumberdaya menciptakan berbagai produk, revenue lebih besar. Prahalad & Hamel (1990).

(35)
(36)

Suzuki Carry:

Biar Tua, Tebar Pesona !

Biar Tua, Tebar Pesona !

1. Kendaraan ini dipasarkan sudah 25 tahun lebih : sales tetap tegar.

Non pikap: 32.200 unit, 80% dari total 40.323 unit di kelasnya, 2002. Pikap: 16.400 unit, 49% dari total pasar 33.493 unit di kelasnya, 2002

2. Konsep bisnis Suzuki Carry:

Sumberdaya tidak berwujud: Memenuhi “basic needs” konsumennya. Mutu: Meluncur sejak 1975 tak ada perubahan, tak digoyang PLC. Reputasi: “Kendaraan dipercaya dan teruji”.

Distinctive competence: Mutu perawatan tinggi, suku cadang mudah didapat: resale value tinggi. – Motif konsumen investasi: basic need

Cepat tambah bengkel, training rutin pada dealer, mekanik & sales. Core competence: Pengembangan keunggulan produk pada teknologi,

casis, dan suspensi, desain mengikuti perkembangan industri

Carry Futura: interior lebih lapang dan mewah.

Sasaran pembeli konsisten: income menengah bawah (> Rp. 100 juta) Carry Futura: pemakaian keluarga.

Carry ST 100: pengusaha angkot.

Promosi tak sebesar mobil baru pesaing (Karimun).

(37)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang dicapai dari penelitian adalah membuat suatu kerangka kerja perencanaan strategi SI/TI yang terintegrasi sehingga memudahkan manajemen mengelola sumber

strategi korporat untuk panduan seluruh perusahaan, berwenang dalam penentuan dan alokasi sumber daya divisi serta menilai bisnis mana yang akan di eliminasi atau

penghasilan induk perusahaan dan badan lain yang bukan Wajib Pajak dalam negeri yang mempunyai hubungan istimewa dengan induk perusahaan tersebut, dari kegiatan usaha atau

Dalam strategi SI/TI terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Strategi SI mendefinisikan kebutuhan bisnis terhadap SI dalam rangka mendukung strategi

Quantitative Strategic Planning Matrix (QPSM Matrix) merupakan alatuntuk mengevaluasi berbagai alternative strategi secara objektif berdasarkan factor factor kunci baik eksternal

Konsep dasar yang digunakan dalam menyusun integrasi sistem informasi dan strategi bisnis pada SPM adalah dengan menggunakan metodologi yang dikemukakan oleh King dan Teo

Hasil yang dicapai dari penelitian adalah membuat suatu kerangka kerja perencanaan strategi SI/TI yang terintegrasi sehingga memudahkan manajemen mengelola sumber

Dalam strategi SI/TI terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Strategi SI mendefinisikan kebutuhan bisnis terhadap SI dalam rangka mendukung strategi