• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN GARIS GARIS BESAR KEBIJAKAN DA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RANCANGAN GARIS GARIS BESAR KEBIJAKAN DA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN GARIS-GARIS BESAR KEBIJAKAN DAN PROGRAM

KERJA PIMPINAN WILAYAH PEMUDA MUHAMMADIYAH DIY

A. PENDAHULUAN

Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi kepemudaan Islam yang besar dan kuat. Besar, dilihat dari sisi tersedianya potensi keanggotaan, jaringan yang membentang ke seluruh pelosok negeri dan pengaruhnya bagi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Kuat, karena kemampunya dalam mengoranisasi dan memberdayakan segala potensi baik yang dimilikinya secara institusional maupun secara individual melalui ribuan atau bahkan jutaan para aktivisnya di bumi persada Indonesia ini. Idealnya dengan kekuatan dan kebesaran yang dimiliki itu Pemuda Muhammadiyah mampu tampil sebagai organisasi massa dan keagamaan yang memiliki kekuatan daya tawar tinggi dihadapan berbagai kekuatan sosial dan politik di tanah air dan bahkan di luar negeri. Daya tawar dan sekaligus daya saing itu pada dasarnya bisa ditampilkan dan dipergunakan sebagai modal dasar dalam memposisikan diri secara tempat dan proporsional dalam percaturan dan dinamika kepemudaan, kebangsaan, kesilaman dan kepeloporan dengan tanpa sedikitpun merendahkan nilai jual Pemuda Muhammadiyah, baik secara institusional maupun secara individual melalui gerakan dan improvisasi para aktivisnya.

Di masa depan, Pemuda Muhammadiyah

akan bisa tampil secara ideal dan powerfull sebagai tergambar di atas hanyalah apabila beberapa prasyarat berikut dapat terpenuhi. Prasyarat-prasyarat itu meliputi : a) adanya leardership yang kuat, b) manajemen organisasi yang baik, c) tersedianya sumber daya dan sumber dana organisasi yang cukup, d) tersedianya data kekuatan dan potensi organisasi yang lengkap dan sewaktu-waktu dapat diakses dan dipergunakan, e) terbentuknya sistem dan team work yang rapi dan kuat, f) besarnya dukungan kekuatan moral dari para aktivisnya, g) tersedianya waktu yang cukup dari para aktivisnya untuk menjalankan roda organisasi, h) kekuatan benteng keimanan para aktivis dan anggotanya, dan i) kelapangan dada dan keikhlasan yang tak pernah surut dari para penggeraknya. Tanpa semua itu janganlah berharap terlalu besar terhadap Pemuda Muhammadiyah dimasa-masa yang akan datang.

Pemuda Muhammadiyah masa datang adalah organisasi yang mampu menginventarisasi, memberdayakan dan menggerakkan segala potensi yang mencakup ke semua hal di atas. Leadership yang kuat bisa didapat dengan melakukan rekayasa yang terencana, terukur, terpetakan dan by design melalui intensifikasi dan diversifikasi model pelatihan dan kadersasi baik dalam bidang ideologi, pengembangan wawasan dan pengetahuan, perluasan dan pemberdayaan jaringan maupun keterampilan hidup (life skill). Manajemen yang baik menjadi prasyarat mutlak bagi organisasi sosial keagamaan seperti Pemuda Muhammadiyah. Terlebih di era sekarang ini dimana kian bermunculan berbagai organisasi sosial keagamaan dan kepemudaan dengan menawarkan segala bentuk kebaruan dan daya pikatnya. Di sisi lain Pemuda Muhammadiyah juga didesak untuk melakukan rekonstruksi pemahaman, penghayatan paham keagamaan serta mereformulasi fondasi ideologisnya agar gerak organisasi menjadi lebih hidup.

(2)

bersama. Sistem ini dalam situasi dan kondisi apa saja musti mengandaikan adanya trust (kepercayaan). Pada tingkat inilah kekuatan moral, keimanan yang tercermin dalam prilaku dan tindakan serta ketulusan dan keikhlasan para pimpinan sebagai software organisasi menjadi sangat penting dan mendasar.

Disamping itu, sebagaimana ditegaskan dalam Muqaddimah Anggaran Dasarnya, bahwa Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah merupakan lembaga perjuangan yang bertujuan menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi pemuda Islam serta meningkatkan peranannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah, maka dalam setiap gerak dan langkahnya harus merupakan perwujudan dari ajaran Islam. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa menyadari peranan dan fungsi Pemuda Muhammadiyah sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah, maka ia harus mampu menempatkan dirinya sebagai gerakan dakwah Amar Ma’muf Nahi Munkar, khususnya di kalangan pemuda. Keteladanan akan kepribadian Rasul senantiasa menjiwai dan menjadi identitas keberadaan Pemuda Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat sehingga kesejahteraan hidup yang diridhai Allah dapat tercapai.

Persoalannya adalah pada tingkat historis dan empiris, idealisme yang bercorak normatif itu seringkali menjadi entitas yang satu sama lain tidak pernah bertemu bahkan pada sisi-sisi tertentu seperti saling bertolak belakang. Gagasan yang bercorak idealis dan normatif itu selamanya berada pada arasnya sendiri dan di sisi lain realitas yang terjadi pada tingkat empiris dan histories pun berada pada arasnya sendiri pula. Tampa tak ada keselarasan dan sinkronisasi antara kedua aras tersebut. Kendatipun semestinya antara kedua aras itu merupakan satu kesatuan rangkaian bak ujung dengan pangkal. Apa yang terjadi pada tingkat historis dan empiris semestinya merupakan transformasi, pengejawantahan dan kongkretisasi dari semua gagasan pada aras idealis dan normatif. Sebaliknya gagasan pada aras normatif dan idealis merupakan basis of value, pondasi dan standar atau kontrol moral dari apa yang terjadi pada tingkat historis dan empiris.

Realitas semacam inilah yang pada tingkatan institusional/ organisasional berimplikasi pada semakin lemahnya daya tawar dan daya saing organisasi dihadapan pihak luar. Pada sisi lain keberadaan individu dan personalia pimpinan tidak lagi menjadikan dirinya sebagai penopang kebesaran organisasi, melainkan dengan segala kreasi dan improvisasi yang bercorak individu itu justru menjadikan organisasi sebagai institusi penopang dan pemberi ligitimasi kepentingan individual. Pada tingkat inilah kemudian yang muncul dan menonjol bukan lagi kolektivitas dan sistem yang organik melainkan persaingan antar individu yang berada dalam satu lembaga organisasi untuk mencapai target-target tertentu yang sifatnya individual dan jangka pendek.

Solusinya adalah dengan penegasan kembali atas dasar dan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah, fungsionalisasi di tingkat masing-masing pimpinan, konsolidasi organisasi dan gerakan, penerapan manajemen dan pengembangan program yang tepat dan mencerdaskan, serta peningkatan kualitas kader pimpinan. Pada konteks inilah program kerja sebagai desain pencapaian tujuan organisasi adalah penting adanya. Program kerja adalah cerminan idealisme sebuah organisasi tentang masa depannya dan bukan sekedar instrument atau bahkan dekorasi dalam sebuah permusyawaratan organisasi. Program kerja merupakan jabaran praktis dan kuantitatif dari tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu.

Rancangan Program kerja ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : a. Pendahuluan

b. Program Umum c. Program Kekhususan d. Penutup

(3)

- Arab dan Tujuan

Kebijakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah D. I. Yogyakarta periode 2010 – 2014 diarahkan pada upaya reinternalisasi ideologi gerakan keislaman dan kemuhammadiyahan, revitalisasi semangat kepeloporan pemuda, dan rekonstruksi budaya organisasi Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang menempatkan dirinya sebagai gerakan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang berwawasan keislaman, kebangsaan dan kepeloporan dengan dijiwai semangat keteladanan yang kokoh.

- Sasaran Kebijakan dan Program

Sasaran kebijakan dan program ini diarahkan pada sasaran personal yang menyangkut pembinaan dan pengembangan kepribadian serta sumber daya pemuda, baik lahiriah maupun batiniah, dan sasaran institusional yang menyangkut pembinaan dan pengembangan organisasi, baik internal maupun eksternal.

- Strategi Pencapaian

Program Bidang Konsolidasi Ideologi Gerakan :

1. Mensosialisasikan prinsif-prinsif ideologi gerakan dan arah kebijakan Pemuda Muhammadiyah di kalangan anggota dan pimpinan diberbagai tingkatan melalui berbagai media dan bentuk kegiatan yang diselenggarakan secara terpadu dan terencana sebagai bagian utama dari pencapaian tujuan organisasi.

2. Internalisasi dan pemasyarakatan jiwa keteladanan dan kepeloporan dikalangan anggota dan pimpinan Pemuda Muhammadiyah di semua tingkatan melalui pembinaan dalam bidang keislaman dan kemuhammadiyahan dengan sentuhan kekinian sebagai strategi pokok dalam kaderisasi dan transformasi kepemimpinan dari level Wilayah sampai Ranting.

3. Memasyarakatkan dan menggerakkan kajian prinsif-prinsif organisasi dan kepemimpinan dalam hal dasar-dasar keberislaman, ideologi Muhammadiyah baik di kalangan internal maupun eksternal organisasi sebagai wujud tanggung jawab moral dan kesejarahan Pemuda Muhammadiyah terhadap nasib dan persoalan hidup yang dialami umat.

4. Sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga beserta dengan berbagai peraturan organisasi atau mekanisme kerja pada tingkat teknis dan operasional.

Program Konsolidasi Organisasi :

1. Meningkatkan kualitas anggota pimpinan dengan menyelenggarakan berbagai bentuk perkaderan formal dan informal di semua tingkatan kepemimpinan.

2. Melaksanakan penyegaran dan transformasi kepemimpinan di segala tingkatan dengan mengacu pada jati diri Pemuda Muhammadiyah dan profil ideal seorang individu muslim yang ikhlas, profesional, dan berkemajuan.

3. Melakukan pendataan potensi pimpinan dan organisasi sebagai dasar dan instrument untuk merancang pengembangan gerakan Pemuda Muhammadiyah di masa datang.

4. Rekonstruksi struktur organisasi dan melengkapi kepengurusan Pemuda Muhammadiyah di tingkat wilayah, daerah, cabang dan ranting terutama di daerah yang tertimpa bencana alam dan daerah pemekaran.

5. Membuat program jangka panjang selama satu periode dan jangka pendek (triwulan, semester, tahuna) dengan jadwal dan penanggung jawab di semua tingkatan.

6. Melakukan refungsionalisasi peran masing-masing tingkatan kepemimpinan baik itu tingkat wilayah, daerah, cabang, maupun ranting menuju terciptanya keterkiatan program dan gerakan dari tingkat pusat hingga ranting.

(4)

8. Mengadakan dan mengoptimalkan pertemuan/rapat pimpinan sesuai dengan kaidah organisasi dan mekanisme kerja pimpinan sebagai media untuk merancang, mengontrol dan mengevaluasi gerak dan dinamika kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah.

9. Melakukan koordinasi dengan pimpinan segala struktur kepemimpinan di Muhammadiyah baik internal Pemuda Muhammadiyah maupun dengan Muhammadiyah secara keseluruhan. 10. Mengintensifkan kunjungan ke Daerah atau struktur pimpinan di bawahnya secara terencana

dan terkendali sebagai tanggung jawab keorganisasian terhadap struktur pimpinan secara keseluruhan.

11. Pembentukan, pengembangan unit-unit, lembaga kegiatan dalam rentang kendali yang semi otonom untuk mendukung penyelenggaraan program kerja secara lebih operasional.

12. Melaksanakan tertib kesekretariatan sesuai dengan pedoman administrasi organisasi Pemuda Muhammadiyah.

13. Mengusahakan adanya transformasi kader dalam rangka pengembangan persyarikatan Muhammadiyah dan amal usahanya.

14. Memberikan respons terhadap segala peristiwa yang terjadi di D.I. Yogyakarta atau segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan public dan umat Islam dengan tetap menjaga independensi dan netralitas terhadap pihak manapun.

Program Optimalisasi sumber dana dan Sumber daya Organisasi :

1. Mengupayakan sumber dana dan sumber daya baik secara mandiri maupun kerjasama untuk mendukung program-program kegiatan dan memperlancar kinerja organisasi.

2. Menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja organisasi dalam periode kepemimpinan.

3. Menyusun mekanisme penggalian dana organisasi yang berdasarkan pada prinsif keswadayaan, kemitraan, dengan senantiasa berbasis pada ruh independensi organisasi. 4. Memperluas akses pendanaan ke sumber-sumber dana baik di dalam maupun di luar negeri.

C. PROGRAM KEKHUSUSAN

- Tujuan

Program kekhususan ini merupakan program yang ditinjau dari cakupan, spesifikasi, dan kegunaannya pada tingkat praktis dan taktis mengharuskan untuk diselenggarakan dalam manajemen dan desain tersendiri sesuai dengan tingkat spesifikasi dan output yang diharapkan. Program-program kekhususan ini ditujukan pada upaya pencapaian tujuan organisasi dalam bidang dan periode waktu tertentu yang menjadi prioritas organisasi sesuai dengan tuntutan dan realitas yang berkembang.

- Strategi dan Arab Kebijakan

Strategi pencapaian tujuannya ditempuh dengan melakukan pembidangan dan penekanan program pada tiga agenda utama yang meliputi peningkatan pendalaman dan penghayatan nilai-nilai ideologi dan jiwa kemuhammadiyahan, pembinaan dan pemberdayaan generasi muda Islam, serta peningkatan wawasan dan semangat kepeloporan dan partisipasi keummatan dan kebangsaan.

- Uraian Program

(5)

program-program tersebut selanjutnya dibentuk departemen-departemen sebagai alat kelengkapan organisasi yang berperan sebagai penanggung jawab teknis dan operasional program-program tersebut. Dengan pertimbangan teknis, kendali program dan manajemen pada tingkat operasional jika dipandang perlu dapat pula dibentuk berbagai lembaga khusus atau biro yang keberadaan dan tujuan diadakannya lembaga atau biro itu adalah sebagai perpanjangan tangan organisasi.

- Program Bidang Pengembangan Organisasi, dan Pemberdayaan Cabang- Ranting : Program dan kebijakan departemen ini diarahkan dan dititikberatkan pada : 1) Penguatan fungsi-fungsi organisasi, 2) Penguatan basis keanggotaan, 3) penyusunan data base organisasi, 4) Pembuatan profil organisasi dan anggota Pemuda Muhammadiyah, 5) Merancang berbagai model pengembangan organisasi dan pemberdayaan anggota, masyarakat, 2) Merancang dan menyediakan model-model dakwah dan pemberdayaan umat, 3) Menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan dalam rangka pembinaan mental spiritual generasi muda, dan kaderisasi pengelolaan dakwah, 4) Peningkatan syi’ar Islam, 5) Pendataan potensi dan pembuatan peta dakwah, 6) Mengembangkan berbagai bentuk kajian dalam rangka pengembangan wacana keislaman dan keummatan di kalangan kader Pemuda Muhammadiyah, 7) Merancang dan menyusun berbagai bentuk model dakwah pemberdayaan yang strategis bagi pengembangan ummat, terutama di daerah bencana dengan memadukan aspek keduniawian dan keilahian, 8) Perluasan sasaran dakwah di kalangan Muslim abangan melalui strategi dakwah kultural.

- Program Bidang Kader

Program departemen ini dititikberatkan pada : 1) Peningkatan kualitas sumber daya kader yang terarah dan berkesinambungan dengan menyelenggarakan berbagai bentuk pelatihan kader yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan di seluruh tingkat pimpinan, 2) Mengintensifkan pendataan kader dan aspek-aspek yang terkait dengannya guna tranformasi dan pengembangan potensi kader, baik untuk kepentingan internal maupun eksternal Pemuda Muhammadiyah, 3) Sosialisasi dan aplikasi Sistem Perkaderan Pemuda Muhammadiyah secara simultan dan terpadu, 4) Mengoptimalkan dukungan fasilitas, sarana dan prasarana serta dana untuk pengembangan kualitas kader dan sumberdaya di lingkungan Pemuda Muhammadiyah. 5) Melakukan koordinasi dengan Angkatan Muda Muhammadiyah yang lain guna peningkatan peran AMM kearah yang lebih strategis pada tingkat lokal dan regional, 6) Mengembangkan kerjasama penyelenggaraan pendidikan/ pelatihan khusus untuk pengembangan SDM dalam rangka peningkatan partisipasi dan responsibilitas pada persoalan keummatan.

- Program Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup

(6)

kerjasama yang saling menguntungkan dan memberdayakan dengan pihak manapun dalam rangka mendukung program dan kebijakan organisasi, 5) Pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di tiap-tiap daerah guna mengolah potensi ekonomi spesifik di masing-masing daerah.

- Program Bidang KOKAM dan SAR

Program dan Kebijakan Departemen ini diarahkan dan dititikberatkan pada : 1) Peningkatan otonomi kelembagaan KOKAM dan SAR. 2) Membangun model dan system operasi KOKAM dan SAR sebagai ujung tombak Muhammadiyah dalam aplikasi program kemanusiaan. 3) Mengupayakan berbagai bentuk kerjasama dengan berbagai pihak untuk terselenggaranya program dan operasi KOKAM dan SAR. 3) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dalam rangka kaderisasi dan peningkatan kualitas personal KOKAM. 4) Meningkatkan partisipasi Pemuda Muhammadiyah dalam berbagai bentuk kerjasama dan operasi Kemanusiaan. 5) Meningkatkan kerjasama dengan berbagai media massa terutama untuk kepentingan publikasi dan syi’ar berbagai kegiatan KOKAM dan SAR. 6) Restrukturisasi dan penataan kembali kelembagaan KOKAM dalam rangka optimalisasi peran dan pemberdayaan kelembagaan KOKAM.

- Program Bidang Litbang dan Informasi :

Program dan Kebijakan departemen ini diarahkan dan dititikberatkan pada : 1) Melakukan berbagai bentuk penelitian dan kajian dalam rangka pengembangan fungsi-fungsi organisasi, pemberdayaan anggota, kajian-kajian isu strategis, reproduksi wacana, penyaluran bakat dan kreativitas, pikiran kritis dan dinamis dan peningkatan respons atas masalah-masalah yang sedang berkembang, 2) Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan masyarakat yang melek teknologi, 3) Sosialisasi dan penyebaran informasi yang terkait dengan teknologi sederhana dalam rangka pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup generasi muda 4) Publikasi dan pencitraan organisasi ditengah publik, 5) Membangun model dan sistem pembangunan kerjasama dengan pihak luar, 6) Melakukan publikasi berbagai produk organisasi secara terencana dan berkelanjutan, 7) Meningkatkan kerjasama dengan berbagai media massa terutama untuk kepentingan syi’ar dakwah Islam.

- Program Bidang Pengembangan Minat dan Bakat ( Seni Budaya dan Olah Raga)

Program bidang ini dititiktekankan pada 1) Pengembangan kajian kebudayaan dan apresiasi seni di kalangan Pemuda dengan menyelenggarakan berbagai bentuk kegiatan seperti workshop, kemah budaya, festival, diskusi, seminar, pemberian penghargaan (awards) terhadap tokoh-tokoh seni dan budaya, dan lain-lain. 2) Menjadikan budaya dan seni sebagai salah satu pendekatan dan media pengembangan dan peningkatan kualitas dan kuantitas gerak dan peran organisasi sebagai wujud aplikasi strategi dakwah kultural Muhammadiyah. 3) Menyelenggarakan berbagai event olahraga dan seni sebagai media interkasi dan persahabatan antar pemuda.

- Program Bidang Hukum dan Advokasi

(7)

Menyelenggarakan berbagai kegiatan kampanye dan penyadaran masyarakat tentang masalah-masalah hukum di sektor publik. 4) Mengadvokasi Korban Bencana.

- Program Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik

Program bidang ini diorientasikan pada : 1) Melakukan berbagai kajian di bidang civiv education. 2) Membangun kerjasama dengan lembaga, organisasi lain dan Perguruan Tinggi Negeri / Muhammadiyah dan berbagai LSM dalam rangka peningkatan partisipasi dan responsibilitas Pemuda Muhammadiyah terhadap persoalan yang terjadi di D.I. Yogyakarta. 3) Melakukan pembinaan ideologi Muhammadiyah kepada kader politik Muhammadiyah di berbagai parpol 4) Mengadvokasi Korban Bencana.

D. PENUTUP

Progam Pemuda Muhammadiyah ini hendaknya betul-betul bisa menjadi pedoman dan arah serta pijakan organisasi selama empat tahun ke depan. Untuk itu perlu upaya yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap potensi dan sumber daya dan dana secara proporsional dengan berpedoman pada :

1. Penyelenggaraan program hendaknya diselenggarakan secara efisien, efektif dan terukur sesuai dengan tugas dan potensi yang dimiliki.

2. Perlu adanya sistem dan mekanisme organisasi yang kuat sehingga dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dikehendaki.

3. Perlu pengutamaan keteladanan dalam menggerakkan roda organisasi terutama yang berkait dengan moralitas, ketulusan etos kerja, kemauan berkorban yang disertai dengan senantiasa berdoa dan taqarrub kepada Allah SWT.

Bantul, Februari 2011

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY Panitia Pengarah

Ketua Sekretaris

(8)

RANCANGAN

GARIS BESAR KEBIJAKAN DAN PROGRAM KERJA

PW PEMUDA MUHAMMADIYAH DIY

Disusun dan diajukan oleh

PANITIA PENGARAH

PIMPINAN WILAYAH PEMUDA MUHAMMADIYAH

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 7 menunjukan halaman nilai kriteria dari sistem pendukun keputusan rekruitment karyawan baru di PT Aqualine, sebelum membuat sebuah lowongan aktif, HRD harus

Untuk mempertahankan mutu madrasah dengan menciptakan pendidikan dan pembelajaran yang efektif, disarankan supaya dalam segala kabijakan madrasah berbasis pada pemenuhan

Gangguan tidur, yang juga bisa menyebabkan seseorang tidak mendapatkan cukup tidur, dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung,

Pemeriksaan sejawat menurut Moleong adalah teknik yang dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi

Investasi jangka pendek merupakan investasi yang memiliki karakteristik dapat segera diperjualbelikan/dicairkan dalam waktu 3 bulan sampai dengan 12 bulan. Investasi jangka

judul skripsi ini adalah “ Sikap dan Perilaku Konsumen Terhadap Produk Olahan Durian (Kasus: Pancake Durian Produksi Mei Cin Pancake)” yang merupakat syarat untuk dapat

variabel kapasitas sumberdaya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi sebesar 49,9%, sedangkan sisanya sebesar 50,1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.

Pendekatan yang bersifat yuridis ini bermaksud agar seluruh permasalahan harus mendasarkan pada peraturan hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan agar permasalahan yang