• Tidak ada hasil yang ditemukan

resiko likuiditas pada bank syariah diin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "resiko likuiditas pada bank syariah diin"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Judul: Resiko Likuiditas Pada Bank Syariah di Indonesia 2015-2016

Universitas Trilogi

Rafdi, Muhammad abi (16101027)

A. Latar Belakang

Secara umum tugas bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Kemudian dana yang telah terkumpul tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Untuk bisa menghimpun dana dari

masyarakat, makan bank memiliki keharusan untuk meyakinkan nasabah bahwa uang yang mereka titipkan dijamin keamanannya. Dengan semikian, agar bisa

memberikan keamanan kepada para nasabah, maka bank tersebut haruslah likuid.

Manajemen likuiditas merupakan bagian dari kerangka manajemen resiko industri keuangan yang lebih besar, yang berhubungan dengan seluruh lembaga keuangan baik

konvensional maupun syariah. Kegagalan dalam manajemen risiko memiliki konsekuensi yang mengerikan, termasuk

koplapsnya bank dan pada gilirannya menyebabkan ketidakstabilan sistem keuangan. Pada kenyataannya, sebagian besar kegagalan bank disebabkan kesulitan mengelola masalah-masalah likuiditasnya.

Dalam penyelesaian makalah ini, saya banyak

(2)

sangat mengharapkan kritik dan saran yang positif untuk terciptanya mkalah kami yang lebih baik lagi.

B. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui dan memahami apa definisi dan konsep manajemen likuiditas.

2. Mengetahui dan memahami tujuan dari manajemen likuiditas.

3. Mengetahui dan memahami pengelolaan likuiditas pada bank syariah.

4. Mengetahui dan Memahami Instrumen likuiditas bank syariah.

5. Mengetahui dan memahmi apa dan bagaimana cara mengatasi resiko manajemen likuiditas.

C. PEMBAHASAN

A. Definisi dan Konsep Manajemen Likuiditas

Likuiditas pada umumnya didefinisikan sebagai kepemilikian sumber dana yang memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan kewajiban yang akan jatuh tempo. Atau dengan kata lain kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pada saat ditagih baik yang dapat diduga ataupun yang tidak terduga.

Sedangkan manajemen likuiditas sendiri memiliki banyak pengertian, beberapa diantaranya adalah menurut:

(3)

penyediaan cadangan untuk memenuhi semua kebutuhan ”

2. Oliver G Wood :Manajemen likuiditas melibatkan perkiraan kebutuhan dan penyediaan kas secara terus menerus baik kebutuhan jangka pendek atau musiman atau kebutuhan jangka panjang ”.

Manajemen likuidits bank Syariah diartikan sebagai suatu program pengendalian alat-alat likuid yang mudah ditunaikan guna memenuhi semua kewajiban bank yang segera harus di bayar.

Manajemen likuiditas bank syariah diartikan sebagai suatu program pengendalian alat-alat likuid yang mudah ditunaikan guna memenuhi semua

kewajiba bank yang segera harus dibayar. Menurut teori intermediasi keuangan, dua alasan yang paling penting terhadap keberadaan lembaga keuangan khususnya bank, adalah penyediaan dan jasa keuangan.

D. Tujuan Manajemen Likuiditas

Tujuan Manajemen Likuiditas sebagai berikut:

1. Mencapai cadangan yang dibutuhkan yang telah ditetapkan oleh bank sentral karena kalau tidak terpenuhi akan mendapatkan sanksi.

2. Memperkecil dana yang menganggur karena kalau banyak dana yang menganggur akan mengurangi profitabilitas bank.

3. Mencapai likuiditas yang aman untuk menjaga proyeksi cashflow dalam kondisi yang sangat mendesak.

Pengelolaan Likuiditas Pada Bank Syariah di Indonesia. Pengelolaan likuiditas pada sebuah bank

merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan agar dapat berjalan secara optial dan menguntungkan. Di

(4)

E. Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan diatas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa manajemen likuiditas bank syariah diartikan sebagai suatu program pengendalian alat-alat likuid yang mudah ditunaikan guna memenuhi semua kewajiban bank yang segera harus dibayar. Adapun tujuan manajemen likuiditas adalah sebagai berikut:

Adapun tujuan manajemen likuiditas adalah sebagai berikut:

1. Mencapain cadangan yang dibutuhkan yang telah

ditetapkan oleh bank sentral karena kalau tidak dipenuhi akan terkena sanksi dari bank sentral itu sendiri.

2. Memperkecil dana yang menganggur karena kalau banyak dana yang menganggur akan mengurangi profitabilitas bank.

3. Mencapai likuiditas yang aman untuk menjaga proyeksi cashflow dalam kondisi yang sangat mendesak misalnya penarikan dana oleh nasabah.

DAFTAR PUSAKA

Adiwarman A. Karim. 2013. Bank Islam: Analisis fiqh dan Keuangan.

Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Muhammad 2004. Manajemen Dana Bank Syariah. Yogyakarta: Ekonisia.

Syukri Laka. 2012. Sistem perbankan syariah di Indonesia. Yogyakarta: Fajar media Press.

(5)

http://anisamoetzh.blogspot.com/2014/03/manajemen-likuiditas-perbankan-syariah.html

Referensi

Dokumen terkait

: PENERAPAN AKUNTANSI PENGGABUNGAN USAHA (PSAK NO. 22) PT TlMUR JAYA COLDSTORAGE, PT PUTRA MARINE COLDSTORAGE, PI CILAMAYA SUEUR, PT SAFITRINDO DWlSENTOSA DAN PT BENUR ALAM

Bagian tanaman yang diserang kepik hijau adalah

Hal ini diketahui berdasarkan hasil observasi di SDN 4 Cakranegara pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 menunjukkan

SFR SCON berada pada alamat 0x98 dengan mode pengalamatan bit. SFR ini digunakan untuk mengkonfigurasi kelakuan port serial ATMEL-51, kecepatan baud rate, apakah diaktifkan

 b) Elaborasi : Mendiskusikan fungsi komponen utama gas turbine engine, menjelaskan proses pembakaran yang terjadi pada gas turbine engine, menjelaskan macam macam

MANGGARAI

Besar biaya pembangunan ditentukan dengan persentase biaya pembangunan berdasarkan modul Estimasi Harga Pembangunan Kapal Baru [8]. Keadaan yang dijadikan acuan

Diantaranya, pengurangan dan pencegahan kelebihan senjata yang dibuang di Afrika, mengontrol keluarnya senjata dari industri persenjataan dengan