PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI USAHA KECIL MIKRO DAN
MENENGAH DI WILAYAH PASIR KOJA
Paimasrul
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer . Universitas Komputer Indonesia Email: [email protected]
Abstract
In the advancement of information technology today the use of information technology is needed in running a business. This study aims to find out how much use of Information Technology used by entrepreneurs, and how Information Technology is applied in the business world. In descriptions of this research will discuss how big entrepreneurs in this Information Technology pemampaatan from the standpoint of entrepreneurs, information technology today has become part of people's lives. recognize and feel the direct benefits of dams usefulness of the development of information technology on life. Business is one part of people's lives that is highly affected by today's information technology changes. This research is based on paradigm, thus the approach used in this research is a quantitative approach in which this type of research intends to describe and explain the problems obtained by deepening the motif of the use of Teknoligi Information quantitatively. The results of this study illustrate how much the use of information technology is used in the business world.
Keywords: Information Technology, Entrepreneu
I. PENDAHULUAN
II. 1.1 Latar Belakang
III. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak di ikuti dengan ketersediaannya lapangan pekerjaan bagi para pekerja muda, serta terjadinya persaingan antara calon pekerja dan menyebabkan penganguran semakin meningkat, serta ketidak merataan pendapatan perkapita di tiap daerah.
IV. Oleh karna itu berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan kesempatan kerja bagi para angkatan kerja baru,
untuk meningkatkan laju perumbuhan ekonomi.
V. Penciptaan wirausaha
2015). Lebih lanjut dikemukakan bahwa entrepreneur mulai berkembang bukan hanya berdasarkan pada imitasi belaka, melainkan sudah mengikuti pada tiga tahapan spektrum, yaitu spectrum invensi, inovasi serta imitasi. Spektrum invensi merupakan tataran entrepreneur yang paling tinggi, setelah inovasi dan imitasi dimana pada spectrum imitasi pelaku bisnis hanya mendasarkan pada meniru produk atau bisnis yang sudah ada untuk mendapatkan bagian pasar dari produk tersebut. Sementara spectrum inovasi dimaknai sebagai kegiatan berentrepreneur dengan sentuhan-sentuhan perubahan pada berbagai aspek, sehingga menimbulkan nilai baru. Bahkan pandangan yang dikemukakan Bryd & Brown (2003) bahwa inovasi bisa dilakukan secara incremental maupun radikal. Spektrum akhir adalah invention atau menemukan sesuatu yang baru yang benar-benar belum diketemukan.
VI. Teknologi komunikasi mencakup pengertian yang luas, termasuk sistem, saluran, perangkat keras dan perangkat lunak dari teknologi komunikasi modern. Sedangkan teknologi informasi merupakan bagian dari pengertian teknologi komunikasi. Teknologi informasi adalah ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi tersebut dapat diolah dengan akurat. Informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diolah. Data atau informasi tersebut dapat berupa tulisan,
suara, gambar, video dan sebagainya.
VII. Teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. mengenal dan merasakan langsung manfaat dari perkembangan teknologi informasi pada kehidupannya. Bisnis adalah salah satu bagian hidup
masyarakat yang sangat
terpengaruh perubahan teknologi informasi. Teknologi informasi menjadi sangat penting dan
berpengaruh terhadap
perkembangan suatu industri dalam bisnis. Contoh dari teknologi informasi yang sangat memperngaruhi bisnis adalah penggunaan internet, komputer, telekomunikasi, satelit, dsb.
VIII. 1.2 Rumusan Masalah
IX. Berdasarkan uraian latar belakang penelitian tersebut, oleh karna itu rumusan masalang yang akan dibahas dalam penelitian inin ialah.
1. Bagaimana adopsi Teknologi Informasi yang di gunakan oleh para pengusaha.UMKM
2. Apa Paktor penghambat adopsi Teknologi Informasi bagi para pengusaha UMKM
X. 1.3 Tujuan
XI. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk:
1. Mengetahui adopsi Teknologi Informasi oleh UMKM
XII. 1.6 Tinjauan Pustaka
XIII. Entrepreneurship
XIV. Entrepreneur atau kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dibangun berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru memiliki nilai tambah, memberi manfaat, menciptakan lapangan pekerjaan,dan hasilnya berguna bagi orang lain.
XV. Pengusaha adalah orang-orang yang dapat dikategorikan sebagai wiraswasta atau wirausaha.
XVI. Entrepreneur adalah orang-orang yang berjiwa kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, ulet dan tekun, rajin, disiplin, siap menghadapi resiko, jeli meliat dan meraih peluang, pawaui meneglola sumberdaya, dalam membangun, mengembangkan, memajukan dan
menjadikan usaha atau
perusahaanya unggul.(Eddy Soeryanto Soegoto,2009).
XVII. Teknologi Informasi
XVIII. Pengertian dari Informasi adalah hasil pemprosesan, manipulasi serta pengorganisasian atau penataan dari sekelompok data
yang mempunyai nilai
pengetahuan bagi penggunanya.
XIX. Dalam arti Teknologi iyalah berbagai macam hal dan kemampuan yang digunakan
dalam pembentukan,
penyimpanan, dan penyebaran informasi.
XX. Pengertian Teknologi Informasi secara lebih luas yaitu suatu teknologi yang difungsikan untuk
mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas
XXI. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag dan Keen. 1996. Information Technology:
Tomorrow’s Advantage
Today.Hammond: Mcgraw-Hill College.Media Sosial)
XXII. Menurut P.N. Howard dan M.R Parks (2012) – Media sosial adalah media yang terdiri atas tiga bagian, yaitu : Insfrastruktur informasi dan alat yang digunakan untuk memproduksi dan mendistribusikan isi media, Isi media dapat berupa pesan-pesan pribadi, berita, gagasan, dan produk-produk budaya yang berbentuk digital, Kemudian yang memproduksi dan mengkonsumsi isi media dalam bentuk digital adalah individu, organisasi, dan industri.[8]
XXIII.
XXIV. METODE
XXV. 2.1 Tipe Penelitian
XXVII.2.2 Teknik Pengumpulan Data
XXVIII. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode survey yang dilakukan dengan cara Sampling Random Sederhana terhadap usaha kecil mikro dan menengah.
XXIX. Mengumpulkan data dari Internet
XXX.
XXXI. Berdasarkan data yang dirilis oleh Emarker pengguna smarthpone di indonesia sangan bertingkat pesat dari tahun ketahunnya dan ini akan mempermudah atau memberi jalan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk mendapatkan sasaran pasar. Dan dengan pengguna smartphone yang tinggi di indonesia juga akan memudahkan para pengusaha UMKM untuk mempromosikan produk-produknya.
XXXII.
XXXIII. Gambar : Penggunaan Smartphone
XXXIV.2.3 Jenis dan Sumber Data
XXXV. 2.3.1 Data Primer
XXXVI. Data Primer yaitu data yang diperoleh melalui observasi langsung pada sumber data yaitu responden dan informan yang menjadi objek penelitian ini dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara secara mendalam
XXXVII. 2.3.2 Data Sekunder
XXXVIII. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung untuk mendukung penelitian ini melalui dokumen atau catatan yang ada serta tulisan karya ilmiah dari berbagai literatur-literatur, media, arsip-arsip resmi yang dapat mendukung kelengkapan data primer dari penelitian ini
XXXIX. Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan data bahwa dari 40 Usaha, sebanyak 27 Usaha memiliki komputer dan 13 Usaha tidak memiliki komputer. Untuk Usaha yang memiliki komputer, terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa usaha yang dijalankan tersebut
membutuhkan perangkat
komputer. Tabel 1 berikut ini mengemukakan beberapa alasan tersebut.
XL. PEMBAHASAN
XLI. Pada tahap ini akan diuraikan tentang UMKM yang menjadi fokus penelitian ini. UMKM yang menjadi objek pada penelitian ini adalah UMKM yang bergerak di bidang jasa percetakan hingga usaha makanan dan sejenisnya.
Menengahm . Jenis usaha yang dijalan kan oleh pengusaha kecil mikro dan menengah yang menjadi objek penelitian ini di bagi dalam 3 kategori kelompok usaha berdasarkan usia usaha tersebut yaitu, usaha di kategori usia usaha antara 0 sampai 3 tahun usaha, usha yang dijalan kan di antara 3 tahun sampai 6 tahun dan usaha diantara 6 tahun atau lebih. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan pengelompokan tersebut dapat di lihat di table berikut.
XLIII. Tabel : Jangka Waktu Usia Usaha
XLIV. Usia Usaha UMKM
XLV. 0 LI. Sumber : Data Primer
LII. Berdasarkan data yang disajikan dati table di atas, usaha yang paling banyak berada di antara usia usaha 3-6 Tahun yaitu sebanyak 17 usaha, sedangkan usaha UMKM di usia lebih dari 6 tahun sebanyak 12 usaha, dan yang paling sedikit beradi di usia usaha 0-3 tahun yaitu sebanyak 11 usaha UMKM.
LIII. Tabel 1: Menggunakan dan Tidak Menggunakan Kompuer
LIX. M
LXVI. 5 LXVII.
S
LXXX. Sumber : Data Primer
LXXXI.Berdasarkan Tabel 1 di atas. Dapat di simpulkan bahwa sebanyak 10 pengusaha menggunakan kompuer
untuk membuat laporan
keuangannya, sebanyak 10 pengusaha menggunakan kompuer sebagai sarana membuat laporan kerja, dan sebanyak 5 pengusaha menggunakan computer sebagai media pengakses internet.
LXXXII. Berdasarkan Tabel 1 diatas juga memaparkan alasan mengapa beberapa pengusaha tidak menggunakan teknologi kompuer untuk mendukung usahanya. Sebanyak 5 pengusaha tidak menggunakan kompuer karena keterbatasan dana, 3 pengusaha menyatakan karena kurangnya sumberdaya manusia yang dapat menggunakan computer, serta 5 pengusaha menyatakan tidak membutuhkan teknologi kompuer dalam menjalankan usahanya.
LXXXIII. Berdasarkan Tabel 1 di atas menunjukan bahwa Teknologi Kompuer sangant dibutuhkan terutama dalam membuat laporan keuangan dan laporan kerja serta. Sehingga dapat dimaknakan bahwa Teknologi Komputer dapat membantu dalam menjalan kan usaha.
menggunakan computer terdapat 5 UMKM yang nyatanyai ingin mengunakan kompuer dalam waktu dekat, dan 3 UMKM akan membeli computer dalam waktu yang akan dating.
LXXXV. Adopsi Media Sosial
LXXXVI. Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan data bahwa dari 40 Usaha, sebanyak 32 Usaha menggunakan Media Sosial dan 8 Usaha tidak mengunakan. Untuk Usahayang memiliki komputer, terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa usaha yang dijalankan tersebut
membutuhkan perangkat
komputer. Tabel 1 berikut ini mengemukakan beberapa alasan tersebut.
an
CXIV. Sumber : Data Primer
CXV. Berdasarkan Tabel 2 di atas di dapat sebanyak 12 pengusaha menggunakan media sosial sebagai sarana menjaga hubungan dengan pelanggannya. Serta
sebanyak 10 pengusaha
menggunakan media social sebagai sarana menginformasikan usahanya dengan melakukan peromosi melalui media social, dan serta sebanyak 8 pengusaha menggunakan media social
sebagai media mencari informasi baik dari usahapesaing serta usaha yang sedang berkembang.
CXVI. Berdasarkan Tabel 2 di atas sebanyak 3 pengusaha tidak menggunakan media social dikarnakan tidak adanya dana dalam melakukan pemasaran maupun mencari informasi, sebanyak 3 pengusaha tidak menggunakan media social dikarnakan minimya sumber daya manusia yang dapat mengunakan media social, serta sebanyak 2 pengusaha menyatakan tidak membutuhkan media social.
CXVII.Berdasarkan Tabel 2 di atas menyatakan bahwa sebagian besar pengusaha mengunakan media social sebagai sarana mencari informasi baik informasi dari pesaing maupun informasi usaha yang sedang marak, serta sebagai sarana mempererat hubungan antar para pengusaha dan pelanggannya
akan datang, sedangkan 2 UMKM akan berlangganan internet dalam waktu dekat. Selain 14 UMKM yang menyatakan keinginan untuk melakukan adopsi internet, terdapat 2 yang menyatakan tidak ingin melakukan adopsi. Hal ini dikarenakan menurut mereka, usaha/bisnis yang saat ini
dijalankan masih belum
membutuhkan internet.
CXIX. Pengetahuan Tentang Teknologi Informasi
CXX. Pada penelitian ini apakah para pengusaha sudah mengetahui tentang Teknologi Informasi yang dimiliki oleh UMKM. Dapat dilihat pada table berikut.
CXXI. Tabel : Distribusi Pengetahuan Tentang Teknologi Informasi
CXXII.
N CXXIII. Jawa ban CXXXI. Sumber : Data Primer
CXXXII. Berdasarkan table di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 32 pengusaha UMKM telah mengetahui tentang Teknologi Informasi serta perkembangan perkembangan teknologi yang meliputi pengetahuan teknologi internet atau media social serta perkembangan lain, dan sebanyak 8 pengusaha UMKM tidak mengetahui tentang perkembangan teknologi informasi baik dari segi
pengetahuan serta perkembanagn dan pengunaan teknologi informasi itu sendiri.
CXXXIII. Berdasarkan data ini dapat di ketahui bahwa sebagian besar para pengusaha Usaha kecil mikro dan menengan sudah mengetahui tentan perkembangn teknologi informasi serta perkembangannya, walaupun masih ada yang tidak menggunakan teknologi informasi walaupun pengusaha tersebut
mengetahui tentang
perkembangngan teknologi informasi
CXXXIV. KESIMPULAN
CXXXV. Tingkat adopsi penggunaan teknologi informasi di kalangan pengusaha sudah cukup tingngi dikarnakan dari 40 pengusaha sudah menggunakan teknologi informasi, penggunaan Teknologi Komputer sebanyak 27 dan 32 pengusaha menggunakan media social. Oleh karna itu dapat di simpulkan bahwa penggunaan teknologi Informasi sangan membantu dalam proses bisnis, dan dalam pemampaatan teknologi informasi mempermudah peroses bisnis itu sendiri.
CXXXVI. Dapat di simpulkan bahwa
sebanyak 10 pengusaha
menggunakan kompuer untuk membuat laporan keuangannya,
sebanyak 10 pengusaha
menggunakan kompuer sebagai sarana membuat laporan kerja, dan
sebanyak 5 pengusaha
CXXXVII. Alasan mengapa beberapa pengusaha tidak menggunakan teknologi kompuer untuk mendukung usahanya. Sebanyak 5 pengusaha tidak menggunakan kompuer karena keterbatasan dana, 3 pengusaha menyatakan karena kurangnya sumberdaya manusia yang dapat menggunakan computer, serta 5 pengusaha menyatakan tidak membutuhkan teknologi kompuer dalam menjalankan usahanya.
CXXXVIII.Teknologi Kompuer sangant dibutuhkan terutama dalam membuat laporan keuangan dan laporan kerja. Sehingga dapat dimaknakan bahwa Teknologi Komputer dapat membantu dalam menjalan kan usaha.
CXXXIX. Dari 8 Usaha Kecil Mikro dan Menengah, di dapat 8 UMKM berkeinginan menggunakan kompuer untuk membantu usaha mereka dan mempermudah kerja mereka dalam mengolah data. Adapun 5 UMKM menyatakan tidak membutuhkan Komputer dalam menjalankan usaha mereka. Dari 8 UMKM yang berkeinginan menggunakan computer terdapat 5 UMKM yang nyatanyai ingin mengunakan kompuer dalam waktu dekat, dan 3 UMKM akan membeli computer dalam waktu yang akan dating3. Pemanfaatan teknologi komputer oleh UKM di wilayah Gedong Meneng masih belum dioptimalkan untuk hal-hal yang memberikan nilai yang lebih strategis bagi perkembangan usaha. Sejumlah UKM yang mengadopsi teknologi komputer
memanfaatkan komputer masih sebatas sebagai alat untuk membantu mencetak obyek pada kertas, mimindai, dan memberikan layanan pengetikan kepada pelanggan.
CXL. Dapat sebanyak 12 pengusaha menggunakan media sosial sebagai sarana menjaga hubungan dengan pelanggannya. Serta
sebanyak 10 pengusaha
menggunakan media social sebagai sarana menginformasikan usahanya dengan melakukan peromosi melalui media social, dan serta sebanyak 8 pengusaha menggunakan media social sebagai media mencari informasi baik dari usahapesaing serta usaha yang sedang berkembang.
CXLI. Sebanyak 3 pengusaha tidak menggunakan media social dikarnakan tidak adanya dana dalam melakukan pemasaran maupun mencari informasi, sebanyak 3 pengusaha tidak menggunakan media social dikarnakan minimya sumber daya manusia yang dapat mengunakan media social, serta sebanyak 2 pengusaha menyatakan tidak membutuhkan media social.
CXLII.Menyatakan bahwa sebagian besar pengusaha mengunakan media social sebagai sarana mencari informasi baik informasi dari pesaing maupun informasi usaha yang sedang marak, serta sebagai sarana mempererat hubungan antar para pengusaha dan pelanggannya
CXLIV.Berdasarkan hasil analisis, pembahasan dan kesimpulan dari penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut:
CXLV. 1. Bagi regulator, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan agar pemerintah memberikan edukasi tentang pentingnya teknologi informasi bagi Usaha Kecil Mikro dan Menengah dan memberikan akses penggunaan internet lebih mudah. Akses tersebut dapat berupa jaringan yang lebih luas dan harga yang lebih terjangkau untu kalangan UMKM. Akses ini digunakan untuk meningkatkan nilai tambah bagi UMKM untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi berbasis teknologi informasi secara mudah.
CXLVI.2. Bagi UMKM, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bahwa pada kondisi yang nyata, adopsi teknologi informasi di kalangan UMKM sudah tinggi tetapi masih adanya kekurangan dalam pemanfaatannya. Bagi UMKM yang terkendala masalah sumber daya manusia yang minim
pengetahuannya tentang
penggunaan teknologi informasi, maka UMKM perlu memperbaiki kualitas sumber daya manusianya agar dapat menggunakan teknologi informasi. Selain itu, UKM juga memperluas pengetahuannya tentang bagaimana teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk hal-hal yang mempunyai nilai strategis dan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi usaha.
CXLVII. REFERENSI
CXLVIII. [1] Apulu, I., Latham, A. Driver for Information and Communication Technology Adoption: A Case Study of Nigerian Small and Medium Sized Enterprises. International Journal of Business and Management, Vol. 6, No. 5, May 2011.
CXLIX.[2] Rahmana, A. Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil Menengah. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), ISSN: 1907-5022, Yogyakarta, 2009.
CLI. [4] Seth, J.N., Sharma, A. International e-marketing: Opportunities and Issues. International Marketing Review, 22(6), 611-622. 2005.
CLII. [5] Haag dan Keen. 1996. Information Technology:
Tomorrow’s Advantage
CLIII.